Pukul dua siang lebih lima belas menit, Boboiboy dan Gopal sampai di sebuah rumah -yang tak terlalu mewah tapi terlihat nyaman- bertingkat dua dengan dominan dinding yang dicat berwarna kuning dan krem itu. Salahkan Gopal yang meminta untuk makan terlebih dahulu di restoran terdekat. Sehingga mau tak mau Boboiboy harus memberhentikan motor kesayangannya di sebuah restoran yang tak jauh dari kampus mereka.
Padahal mereka pasti sudah sampai satu jam yang lalu kalau Gopal tidak minta makan dulu. Tapi sudahlah..
Boboiboy dan Gopal memarkirkan kendaraan mereka ke dalam garasi rumah itu. Boboiboy dengan motor ninjanya dan Gopal dengan mobil tank(?) miliknya. Ketika memarkirkan motornya, Boboiboy melirik sekilas keberadaan sebuah motor ninja lain yang berwarna hitam dengan sedikit aksen kuning. Dan ia sangat tau siapa pemiliknya.
"Boboiboy ayo." Ujar Gopal. Tanpa menunggu jawaban dari Boboiboy, ia langsung saja masuk kedalam rumah itu. Tanpa berniat untuk mengetuk pintu terlebih dahulu atau pun menunggu dibukakan oleh sipemilik rumah.
Sedang Boboiboy berjalan perlahan dibelakang Gopal. Menatap malas sang sahabat yang seenaknya masuk tanpa permisi kerumah sepupunya ini. Tapi toh ia mau apa, sudah terlanjur. Dan sifat Gopal memang begitu.
Ketika sampai diruang tamu, Gopal langsung mendudukan dirinya di salah satu sofa kosong disana. Dengan seenak jidatnya ia mengambil setoples makanan ringan yang tersedia diatas meja. Memakannya dengan watados sembari menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa yang empuk.
Dan Boboiboy kembali menghadiahi sang sahabat dengan tatapan malas.
"Apa? Aku masih lapar." Jawab Gopal ketika ia dan Boboiboy saling bertatap mata.
"Lapar kau bilang? Kau sudah menghabiskan 4 piring nasi goreng, 2 gelas lemon tea, dan semangkuk besar es krim tadi. Dan kau bilang masih lapar. Hish, itu perut atau tempat sampah." Ujar Boboiboy sarkas. Sedang Gopal hanya diam. Memilih untuk tak menanggapi Boboiboy dan kembali memakan cemilan dipangkuannya dengan khidmat.
Boboiboy menggelengkan kepalanya jengah. Kemudian ia melirik kearah tangga yang menghubungkan dengan lantai dua. Tepat dimana kamar sepupunya berada. Berpikir-pikir, mungkin saja Ochobot ada dikamarnya. Ia pun mulai melangkahkan kakinya menuju lantai dua.
"Oi Boboiboy, mau kemana?"
"Kekamar Ochobot. Siapa tau dia ada dikamarnya." Jawab Boboiboy tanpa berbalik. Gopal hanya diam, kemudian ia kembali melanjutkan acara makannya.
Ketika Boboiboy telah sampai dilantai dua, perhatiannya seketika terpusat pada sebuah kamar yang pintunya berwarna Black Yellow yang sedikit terbuka. Awalnya Boboiboy ingin mengetuk pintunya. Tapi mendengar Ochobot yang sepertinya tengah menelpon seseorang, membuat ia mengurungkan sedikit niatannya untuk mengetuk pintu. Beralih ia yang mencuri dengar pembicaraan Ochobot.
"Iya.. iya Klamkabot, nanti malam aku dan dia akan datang."
"Hm, iya iya. Sudah ya, Bye bye.."
Boboiboy terdiam didepan kamar Ochobot. Pikirannya berkelana entah kemana. Dan Ochobot yang sudah selesai dengan ponselnya, kemudian membalikan tubuhnya. Sedikit terkejut ketika mendapati Boboiboy yang tengah terdiam bak patung didepan pintu kamarnya.
"Boboiboy?" Boboiboy tersentak kecil ketika mendengar suara Ochobot memasuki indra pendengarannya. Ia lalu memasuki kamar Ochobot sembari tersenyum canggung karena telah tertangkap basah mencuri dengar.
"Ng.. Hehe, hai Ochobot."
"Heh, cepatnya kau kemari. Seingatku aku bilang padamu tadi nanti malam. Ini masih siang menjelang sore." Ujar Ochobot. Boboiboy membaringkan tubuhnya di ranjang single milik Ochobot. Menatap langit-langit kamar yang bertempelkan robot-robot yang.., kalau tidak salah Ochobot menyebutnya Power Sphera. Entahlah..
Ochobot ikut mendudukan dirinya di ranjang. Masih dengan kedua matanya yang terfokus sepenuhnya pada layar ponsel.
"Ochobot, sebenarnya nanti malam kita mau kemana?" Tanya Boboiboy sembari melirik kearah sipecinta warna hitam dan kuning itu.
"Hm, kau benar-benar ingin tau?"
"Haish, jawab sajalah." Ujar Boboiboy geram. Ochobot nampak tertawa pelan, ia lalu melempar pelan ponselnya kesamping kanannya.
"Sebenarnya begini..--"
XoX
Fang berjalan memasuki pekarangan rumahnya yang luas. Rumah yang ditempati Fang bukanlah rumah yang besar. Namun tak bisa disebut kecil juga. Rumah itu bertingkat dua dengan sedikit aksen khas eropa. Sedang halaman depan dan belakangnya lumayan luas. Halamannya itu ditumbuhi banyak rerumputan berwarna hijau. Beberapa jenis bunga tetanam didalam pot dan tersusun rapi disana. Itu adalah bunga milik ibunya -entah bisa ia sebut ibu atau tidak wanita itu. Yang pasti, Fang sangat membenci sosok wanita yang melahirkannya itu.
Sangat Benci.
Fang membuka pintu kayu besar rumah itu. Kemudian menutupnya dan langsung melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam kamarnya yang berada dilantai dua. Sebisa mungkin menghindari dua sosok lain yang juga tinggal di rumah ini selain beberapa pelayan yang memang dipekerjakan disini.
Selain dengan sang ekhemibuekhem, Fang juga tinggal dengan sang kakak. Kakaknya dulu merupakan sosok yang hangat dan bersahabat. Tetapi sekarang ia menjadi sosok yang benar-benar dingin dan tak kenal ampun pada Fang. Semenjak suatu kejadian yang menjadi awal semua. Kaizo -selalu memandang Fang dengan pandangan luar biasa dingin.
Dan Fang tak peduli. Lebih tepatnya berusaha tak peduli.
Fang akhirnya sampai didepan pintu kamarnya yang berwarna hitam. Membukanya pelan, berusaha tak menimbulkan bunyi apapun. Hingga akhirnya ia berhasil masuk kedalam dan menutup rapat pintu itu kembali. Tak lupa juga ia menguncinya.
Fang langsung membanting tubuh kurusnya keatas ranjang berukuran King size miliknya. Melepas dua kancing teratas baju seragamnya, memperlihatkan leher putih yang jenjang dan bagian atas dadanya yang putih mulus bak porselen. Mengibas-ibaskan tangan kanannya didepan wajah karena rasa gerah yang menyelimutinya.
Dan sekelebat bayangan tubuhnya yang terguyur shower air dingin menjadi sebuah mimpi indah ditengah kesadarannya.
Tanpa babibu lagi, Fang langsung menanggalkan seluruh pakaiannya dan berlari kearah kamar mandi didalam kamarnya. Tak lupa ia mengambil sebuah handuk yang tergantung rapi disamping pintu kamar mandinya. Berdiri tegak dibawah shower, ia seketika bernafas lega ketika rintik-rintik air dingin membasahi tubuhnya.
Lima belas menit kemudian Fang keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai sehelai handuk yang menutupi daerah privasinya. Mengobrak abrik lipatan baju didalam almarinya, hingga akhirnya sebuah kaus tak berlengan berwarna ungu dan celana jeans ketat berwarna hitam menjadi pilihannya.
Fang langsung memakai bajunya. Menata rambut violetnya yang sebelumnya lepek, hingga membentuk jabrik kembali seperti biasanya. Memasang sarung tangan Dark Purpel nya. Kemudian menyambar sebuah jaket berwarna Ungu. Dengan percampuran ungu muda dan ungu tua. Ditambah sedikit aksen hitam yang membuat jaket itu nampak keren.
Tetapi Fang tidak memakainya. Ia mengikatkan kedua lengan panjang jaket itu di pinggangnya. Memakai sepatu kets kesayangannya, dan ia bersiap untuk kembali pergi dari rumah yang dianggapnya terkutuk itu. Dan tepat ketika tangannya akan memegang engsel pintu, suara kaca pecah langsung terdengar diluar kamarnya. Disusul teriakan seorang wanita yang ia yakini adalah wanita yang melahirkannya, dan suara penenang sang kakak. Kaizo.
Fang sontak saja mengepalkan tangannya yang akan memegang engsel pintu. Tanpa babibu lagi, ia langsung berlari menuju balkon kamarnya. Ia ambil sebuah tali tambang di sudut balkon kamarnya. Mengikatkannya pada tiang, kemudian melemparkan sebagiannya lagi kebawah. Bersiap untuk pergi.
Jangan tanya bagaimana ada sebuah tambang di balkon kamarnya. Karena kejadian pecahan-pecahan kaca itu sudah sering terjadi. Dan Fang tak pernah sudi untuk menatap wajah -yang sebagian besar orang katakan sebagai malaikat tak bersayap itu. Yah. Fang benar-benar tidak suka. Sehingga setiap ia akan pergi dan terjadi hal seperti itu lagi, maka Fang akan turun melalui balkon kamarnya.
Peduli setan dengan ia yang akan dipukuli Kaizo nanti. Yang penting ia ingin menjernihkan kepalanya dulu.
Dan pilihan Klub malam langganannya terdengar amat sangat menggiurkan bukan?
To Be Continue
Yeaayy.. Update.. wuhu...XD
