My Sweet Neighbourhood
•
Chapter 3
Yoongi is Jealous
•
•
Happy Reading~
•
•
Langkah kaki seorang pemuda berambut coklatnya itu tampak tergesa-gesa menuju rumah sebelahnya.
Sebuah keberuntungan untuknya karena orang yang ia cari berpas-pasan dihalaman rumah sebelahnya, Min Yoongi.
Jimin menghadang jalan Yoongi dengan merentangkan tangannya. Yoongi sedari tadi hanya menundukkan kepalanya.
"Kurasa kita perlu bicara, Yoongi hyung." dan tanpa meminta izin terlebih dahulu, Jimin sudah menarik pergelangan tangan Yoongi dan berjalan ke rumahnya.
Tak peduli seberapa keras Yoongi memberontak, toh pemuda manis itu lebih lemah dari Jimin.
"Jimin ish!" gerutu Yoongi saat sudah sampai didalam rumah Jimin.
"Katakan padaku kenapa kau menghindar?"
Hening.
Yoongi bungkam dan masih tak mau menunjukkan wajahnya. Jimin yang geram mencengkram dagu Yoongi dan membuat keduanya saling bertatapan.
Tapi tunggu,
Mata Yoongi membengkak?
"Apa kau menghabiskan malammu untuk menangisi sesuatu?" tanya Jimin pelan dan menatap Yoongi sendu.
"Tidak, Jimin. Kumohon jangan dekati aku mulai sekarang, aku tak ingin ada seseorang yang salah paham." Yoongi melepaskan cengkraman tangan Jimin di dagunya.
Jimin mengernyitkan dahinya.
"Apa maksudmu, hyung?"
"I-itu, pacarmu, Baekhyun hyung pasti akan salah paham jika ki-kita terlalu dekat." Yoongi memainkan kedua telunjuknya, menundukkan kepalanya karena takut akan tatapan Jimin.
Jimin sendiri? Pemuda tampan itu justru membelalakan matanya.
Aish, ini pasti ulah Baekhyun hyung. Lihat saja, aku takkan membantumu jika diserang anak-anak lagi.
Mula-mula Jimin terkekeh pelan, tapi sedetik kemudian ia tertawa keras hingga kepalanya terlempar kebelakang. Tenang, kepalanya masih nyangkut ditubuhnya kok, ga lepas :"
#abaikan
Yoongi yang mendengar Jimin tertawa keras mendongakan kepalanya menatap Jimin bingung.
"K-kenapa?" dan perlahan-lahan Jimin berhenti tertawa.
"Ya Tuhan, kau percaya apa yang Baekhyun hyung katakan heum?" pertanyaan dari Jimin sontak membuat Yoongi menganggukan kepalanya.
"Huft, Baek-hyung hanya berbohong. Tolong apapun yang ia katakan, jangan dipercaya. Dia orang yang usil" balas Jimin.
Yoongi tercengang dan mukanya memerah sampai ketelinga.
"Kenapa? Yoongi hyung cemburu ya? Aigoo, Baek-hyung itu hanya kakak iparku kok, tenang saja." Goda Jimin.
Yoongi memukul pelan bahu Jimin.
"Jadi... mulai sekarang tak apa kan jika aku dekat denganmu?"
Jimin melebarkan senyumannya, apa ini sebuah kode dari Yoongi untuk mengubah status hubungan mereka?
"Selagi hatiku hanya ada dirimu kenapa tidak Yoongi?"
Dan detik itu juga Jimin merengkuh tubuh mungil Yoongi.
TBC/END?
Aaaaa apa ini huhu semakin tidak jelas saja T_T Pendek pula kayak si Yoongi #plak
Apakah kalau dilanjut lebih baik cheesy/sweet atau comedy aja? ): Bikin chapter khusus Vkook ga ya? ):
Saran Juseyo~ ㅋㅋㅋ
gabut bat sumpah, otak saia mumet huweee :"v
Saia sangat berterimakasih buat yg sudah baca dan review ehe
Maafkan jika FF ini kurang ): saia masih newbie so... ehe, tolong dimaklumi saja :'v
