Tsuki bawa chapter baru nih, hahahahaha. Dan semoga chapter ini tidak mengecewakan. Saatnya balas review.
natsuki-riri : xixixixi arigatou. Arigatou. Arigatou *membungkukan badan* aduh, Tsuki jadi malu dipanggil senpai. *PLAK!* Tsuki sih berharap dibawah 10 chapter. hehehehehehe
chielasu88 : gpp ko, udah baca aja Tsuki banyak-banyak terima kasih. xixixixi arigatou. Arigatou. Arigatou *membungkukan badan*
Hoshigaki Hinata : SasuFemNaru. Hehehehehe semangat! xixixixi arigatou. Arigatou. Arigatou *membungkukan badan*
kurohitsutoru : salam kenal juga, heheheheehe. Ah… Tsuki melayang nih dibilang kayak gitu. xixixixi arigatou. Arigatou. Arigatou *membungkukan badan*
Sypudth cuwidt : wah… sayang banget, tapi gpp yang penting akhirnya baca juga. hahahahaha. Pengen enak sendiri aja nih Tsuki. Hahahaha terima kasih atas jempolnya. xixixixi arigatou. Arigatou. Arigatou *membungkukan badan*
monkey D eimi : gpp ko, yang penting udah review. Hayhayhay. Xixixixixxi. Kita sependapat *tos sama monkey D eimi* xixixixixi kalo ga dikasih tomat nanti ga mau bales review, Sasuke. mengingat tentang kebongkarnya identitas Naruto bikin Tsuki mau ketawa. Hahahahahaha. Aku serahkan semuanya kepada Naruto maunya gimana. Cintanya Sasuke sebesar… ini. hahahaha *korban iklan* xixixixi arigatou. Arigatou. Arigatou *membungkukan badan*
anak ayam : xixixixi arigatou. Arigatou. Arigatou *membungkukan badan* tenang, Tsuki udah merencanakan itu ko. Hahahahaha. Naruto sama Gaara memang Tsuki buat . hahahahaha. Sasuke memang gila. *ngasih jus tomat ke Sasuke*
CCloveRuki : iya nih, Tsuki padahal udah bolak-balik edit sana edit sini. Tapi kayaknya ga dapet feel nya terus. Padahal Tsuki maunya kayak disinetron gitu. Hehehehehe. xixixixi arigatou. Arigatou. Arigatou *membungkukan badan*
Rose : chapter ini akan kebongkar kok penyamaran Naruto. Sasuke akan berjuang sekeras mungkin. xixixixi arigatou. Arigatou. Arigatou *membungkukan badan*
Akira Ezakiya Phantomthief : iya nih, kadang-kadang pas lagi nulis cerita, ide Tsuki buntu. Jadi begini. Hehehehehehee. xixixixi arigatou. Arigatou. Arigatou *membungkukan badan*
Happy reading!
DON'T LIKE, DON'T READ!
Naruto punya Masashi Kishimoto. Bukan punyaku. Tapi kalo dikasih boleh juga. hahahahaha.*di amaterasu Itachi*
Pairing : SasuFemnaru
Warning : TYPO dan OOC tingkat akut, pokoknya kesalahan ada dipenulis.
Namikaze Naruto : 23 tahun
Uzumaki Tsukiko (Naruto) : 16 tahun
Nara Shikamaru (Uzumaki Shirui): 24 tahun
Uchiha Sasuke : 24 tahun
Yakushi kuroi (Sasuke) : 16 tahun
MISI
Naruto berdansa dengan Sasuke, tanpa ada yang memberitahupun semua tahu bahwa itu adalah Sasuke dan Naruto. Semua menatap kagum mereka berdua, mereka adalah pasangan yang sangat cocok dan serasi. Satu-persatu semua yang berdansa menyingkir memberikan ruang yang lebih luas untuk mereka berdansa.
"Aku menemukan satu!" sebuah suara terdengar dikuping Naruto.
"Awasi dia!" kata Naruto. Sasuke memandang aneh Naruto, disini hanya ada dirinya dan Naruto, tapi Naruto seolah berkata untuk orang lain.
"Tak usah memperdulikanku, Sasuke." Naruto berkata kepada Sasuke. karena dia tau, Sasuke pasti sedang heran dengan perkataannya tadi.
"Kau ingat pada saat pertama kali bertemu. Kita bertemu karena dansa dan pesta bukan?" Sasuke berbisik kearah Naruto. Naruto terkikik sebentar lalu mengangguk.
"Tapi, aku tau kau sudah mengawasiku lebih dulu." Naruto tersenyum kearah Sasuke.
Flash Back
"Hey, kau tau siapa wanita itu?" Sasuke bertanya kepada seseorang yang ada disebelahnya.
"Namanya Namikaze Naruto, dia adalah seorang mahasiswa di Universitas yang sama seperti kita, dan dia dibawah satu tahun dengan kita."
Sasuke menyerigai dan memkirkan banyak cara untuk mendekati Naruto. Sasuke memperhatikan gerak-gerik Naruto secara detail. Penampilannya sungguh sangat anggun. Naruto memakai gaun berwarna putih panjang, memakai hak berwarna yang senada, rambutnya digerai dengan sebuah bando berwarna putih juga, sebuah kalung Kristal dan anting panjang, tentunya juga dengan sebuah gelang berbentuk nada.
Naruto memandang kesegala arah, jika dia tidak dipaksa oleh keluarganya atau kita sebut kakek neneknya dia tidak akan seperti ini. pesta adalah hal yang paling dia benci dan hindari olehnya. Terlalu banyak orang dipesta. Naruto selalu mengingat pemakaman kedua orang tuanya jika melihat banyak orang. Pada saat dirinya masih kecil, tiba-tiba banyak orang datang kerumahnya. Neneknya memakaikan baju serba hitam kepada dirinya, dia bertanya kepada neneknya sebenarnya mau ada apa. Tapi neneknya hanya terus menangis, Naruto kecil hanya bisa menatap neneknya heran. Setelah beberapa saat datang ambulan dan didalam ambulan itu terdapat kedua orang tuanya. Setelah kejadian itu, Naruto sangat tidak suka keramaian, karena dia akan selalu mengingat kejadian itu. kejadian dimana kedua orang tuanya dimakamkan.
Naruto mengambil minuman dan kembali menatap seluruh orang, dan matanya bertumpu pada seorang pemuda yang menatapnya. Pemuda tampan, tidak pemuda itu memang sangat tampan, pemuda itu memakai jas hitam, celana hitam, kemeja putih dan dasi berwana hitam. Pemuda itu benar-benar sangat cool. Naruto melihat pemuda itu menghampirinya.
"Apa kau sendiri, Nona?" pemuda itu mencim punggung tangan Naruto.
Dahi Naruto berkedut. 'sungguh tidak sopan pemuda ini.' batin Naruto.
"Jauhkan tanganmu dariku, atau aku akan memukulmu." Naruto berkata dengan nada yang sedikit horor. Sasuke menatap Naruto dengan pandangan aneh, tidak biasanya cewek berkata seperti itu kepadanya. Biasanya seorang cewek akan langsung jatuh kedalam pelukannya jika diperlakukan seperti putri.
"Maafkan aku, Nona. Saya Uchiha Sasuke." Sasuke sedikit membungkukan badannya.
"Namikaze Naruto." Naruto membungkukan sedikit badannya juga.
Sasuke mengambil minum dan berdiri disamping Naruto. Sasuke tidak ingin cowok lain mendekati Naruto, hanya dirinya yang boleh disampingnya. Dia tetap disamping Naruto seolah-olah dia memberi tanda bahwa Naruto adalah miliknya, dan itu semua membuat semua cowok yang ingin mendekati Naruto langsung menggagalkan niatnya. Lagu mulai diputar, satu-persatu pasangan mulai turun. Sasuke melirik Naruto yang sepertinya tidak berminat dengan acara dansa. Tapi Sasuke ingin sekali berdansa dengan Naruto.
"Ayo turun berdansa." Sasuke menatap Naruto.
"Aku tidak bisa berdansa." jawab Naruto.
"Aku akan ajarkan. Ayolah…" bujuk Sasuke kepada Naruto.
"Aku tidak mau!" Naruto menatap orang yang berdansa dengan malas.
"Tapi aku mau." Sasuke tersenyum lalu menarik tangan Naruto. Sasuke meletakan tangan Naruto dibahunya sedangkan tangan Sasuke dipinggul Naruto.
"Dasar pervert." Kata Naruto dengan wajah yang memerah.
"Beginilah berdansa." Sasuke tersenyum kepada Naruto. Dan dansapun dimulai, dansa yang sangat menyenangkan dan menghanyutkan bahkan walaupun Naruto sering menginjak kaki Sasuke. injakan itu tidak terasa apa-apa bagi Sasuke. dan tanpa mereka sadari seorang peri cinta datang dan memanahkan panah asmara kepada mereka.
Flash back off
"Tapi aku tidak menginjak kakimu lagi sekarang." Naruto terkikik geli. Naruto dan Sasuke menyelesaikan dansanya dengan gerakan akhir yang sangat sempurna. Satu lagu berakhir. Naruto dan Sasuke saling melepaskan.
PROK! PROK! PROK!
Semua bertepuk tangan, Naruto dan Sasuke membungkukan badanya sedikit. Sebagai ucapan terima kasih, Sasuke dan Naruto menyingkir dan semua pasangan kembali berdansa. Sasuke membawa Naruto kebalkon yang berada tidak terlalu jauh dari mereka. Sasuke masih mengenggam tangan Naruto.
"Kembalilah padaku." Sasuke menatap dalam mata Naruto.
"Ini sangat sulit, beri aku waktu untuk memikirkannya." Naruto menatap wajah Sasuke. Sasuke mengangkat tangannya dan membingkai wajah Naruto.
"Jangan lakukan itu, atau aku akan-"
"Akan apa?" Sasuke memotong perkataan Naruto, Sasuke mendekatkan wajahnya kepada Naruto. Semakin dekat, dekat dan dekat.
TAK!
Naruto mengadu kepalanya dengan kepala Sasuke.
"Jangan harap kau akan mendapatkannya setelah kau pergi meninggalkanku." Naruto pergi menjauhi Sasuke. Jika dilihat lebih teliti muka Naruto sekarang sudah merah padam. Naruto benar- benar mengutuk kebodohannya dan juga mengutuk perbuatan Sasuke tadi.
"Belum bisa ya." Sasuke mengelus dagunya.
Naruto kembali kepesta dia harus lebih teliti sekarang, dia juga harus menemukan sasarannya seperti mata-matanya yang sudah menemukan satu target. Naruto terus berjalan dan meneliti banyak orang.
PRANG!
Sebuah gelas jatuh. Naruto yang ada disebelahnya terkena pecahan dari gelas itu dan itu membuat dirinya berjongkok karena merasakan perih yang luar biasa dikakinya. Gelas itu berisi alkohol, jadi secara tidak langsung luka itu terkena cairan alkohol juga. Naruto memegang kakinya yang sangat terasa sakit. Dia ingin berdiri tetapi tidak bisa.
"Kau terlalu terburu-buru, Naruto." Sebuah suara yang sangat familiar terdengar dikuping Naruto, Naruto mendongak keatas dan menemukan Sasuke. Naruto memandang Sasuke kesal, tapi sedetik kemudian Sasuke mengangkat Naruto ala bridal style.
"Turunkan aku!" Naruto sedikit meronta.
"Aku akan mengantarmu pulang. Tidak baik seorang wanita pulang malam dan sendirian." Sasuke tersenyum licik kepada Naruto.
"Terserah." Naruto melingkarkan tangannya keleher Sasuke di benamkannya pula wajahnya di dada Sasuke. dia memang snagat merindukan kejadian seperti ini. Naruto menghirup aroma khas dari Sasuke. aroma yang selalu sama sejak dulu. Naruto mengangkat wajahnya dan melihat supirnya.
"Hey Sasuke, itu supirku." Naruto menunjuk supirnya.
"Sudah kubilang, aku yang akan mengantarmu." Sasuke berjalan kearah supir Naruto. Naruto tidak bisa berbuat apa-apa. Sekali lagi dia mengutuk kebodohannya.
"Pak, Naruto akan pulang bersamaku." Sasuke memberitahu supir Naruto.
"Baik, Tuan." Supir itu membungkukan badanya sedikit lalu masuk kedalam mobil.
Sasuke menuju mobilnya dalam keadaan yang masih menggendong Naruto. Naruto benar-benar pasrah. Sasuke membuka kunci mobilnya dan menurunkan Naruto dikursi depan. Dia berjongkok dan melihat kaki Naruto. Wajahnya berubah sedikit sedih melihat luka Naruto. Diluruskannya kaki Naruto, dan dia membuka laci mobilnya mengambil kotak p3 nya. Sasuke mengeluarkan alkohol, kapas, obat merah, perban dan plester.
"Tahan sebentar, aku tidak ingin banyak bakteri masuk kedalam lukamu." Sasuke memandang wajah Naruto. Sasuke mengambil alkohol dan ditumpahkannya alkohol tersebut kekaki Naruto. Naruto menggigit bibirnya, dia tidak ingin berteriak. Setelah itu, Sasuke menumpahkan obat merah keatas kapas dan ditempelkannya kapas itu diluka Naruto. Kemudian diperbannya kaki itu, sebagai sentuhan akhir, Sasuke menempelkan plester. Sasuke memandang keatas tepatnay kewajah Naruto.
"Seperti biasa, kau selalu ceroboh dan terlalu bersemangat." Sasuke membelai rambut Naruto.
"Sudah! Antar aku pulang sekarang." Naruto mengalihkan pandangannya dan menatap kedepan.
Sasuke menyeringai, lalu menutup pintu Naruto. Dia segera menuju kursi pengemudi dan menjalankan mobilnya. Naruto berpikir sejenak, kemanakan dia akan pulang sekarang, akhirnya dia memutuskan untuk pulang kerumah sebelah tenggaranya.
"Belok kiri, kemudian kanan, dan kiri lagi, rumahnya berwarna coklat dan beratap cream. Kau mengerti?" Naruto member intruksi kepada Sasuke. Sasuke mengangguk lalu membelokan mobilnya kekiri. Naruto merasa lelah dengan pekerjaannya hari ini.
"Hoam." Naruto menutup mulutnya yang sudah mulai menguap. Berkali-kali dia menguap,matanyapun sudah mulai ingin menutup. Naruto mencoba untuk mengendalikan rasa kantuknya tetapi dengan perlahan mata Naruto mulai menutup.
Sasuke menyadari bahwa Naruto tertidur, ditepikannya mobilnya kepinggir. Dia menekan pinggir kursi Naruto, mengubah tempat duduk Naruto agar memungkinkan Naruto untuk tertidur dengan nyaman. Dibukanya juga jas yang dipakainya, diberikannya jas itu kepada Naruto, untuk menyelimuti tubuh Naruto. Sasuke menatap wajah Naruto dan membelai wajah itu penuh sayang. Mata Sasuke kemudian melihat sebuah kalung yang dipakai oleh Naruto, dibukanya kalung itu. Sasuke membuka dompetnya dan mengeluarkan sebuah liontin berbentuk S. dipasangkannya liontin itu kekalung Naruto dan dipasangkannya lagi kalung itu keleher Naruto. 'Aku mendapatkan itu dari seorang peramal, dia mengatakan bahwa liontin itu akan menunjukan sebuah kebenaran suatu saat.' batin Sasuke. dia berharap perkataan peramal itu benar.
"Aku akan menunggumu." Sasuke tersenyum melihat Naruto. Tapi pandangannya beralih pada jari Naruto, dimana cincin pernikahan mereka berada. Diusapnya cincin itu. dia tidak menyangka Naruto akan berpikiran sama dengannya. Tetapi walaupun Naruto mengatakan itu hanya sebuah formalitas, Sasuke tahu bahwa Naruto sebenarnya masih menunggu dirinya untuk menjemputnya kembali, kembali kerumah mereka. Sasuke meletakan kembali tangan Naruto dan mulai menjalankan mobilnya pelan, dia ingin bersama Naruto lebih lama.
Naruto membuka matanya perlahan. Tapi yang dilihatnya saat ini bukanlah sebuah mobil atau wajah Sasuke. yang ditemukannya adalah tembok berwarna orange.
"Sudah ada dikamar ya." Naruto bangun dan menekuk kakinya. Ditenggelamkan wajahnya dilututnya. Dia memang sangat menyukai dan mencintai Naruto. Dia mengingat-ngingat kembali ucapan Sasuke dipesta, akankan dia percaya dengan perkataan Sasuke. Tapi hatinya masih ragu akan ketulusan cinta Sasuke. walaupun Sasuke tadi memang terlihat sangat baik, tapi itu masih belum cukup untuk mempercayainya lagi, mempercayai Sasuke sebesar dulu.
"Kau terlalu bodoh, Sasuke!" Naruto memukul-mukul ranjangnya dang menangis dalam kesunyian. Hatinya terlalu sakit mengingat masa lalu dan hatinya terlalu sakit mengingat kejadian tadi malam.
KRRRRIIIIINNNGGGG!
"Hoam!" Naruto membuka matanya dan melihat kearah jendela, matahari sudah terlihat malu-malu untuk segera menyinari dunia. Naruto mematikan alarmnya dan bangun dari ranjangnya, diambilnya handuk dan masuk kedalam kamar mandi.
"Kau telat 5 menit, Naruto."
Naruto melihat pemuda yang ada diruang makannya dan memutar sebentar matanya. Dia duduk didepan pemuda itu dan mengambil beberapa potong roti berisi selai coklat.
"Kiba sedang menyelidiki Tayuya sekarang. Pemilik rumah sakit terbesar yang ada di Suna." kata pemuda itu memberi informasi.
"Shikamaru, bisakah kau menempelkan salah satu chip kepada Sakon, penjaga UKS itu." Naruto memasukan sepotong kecil roti kemulutnya.
"Kau mencurigainya?" Shikamaru menatap heran Naruto.
"Aku sedikit mencurigainya, dia bertingkah aneh. Waktu pulang sekolah aku tidak sengaja melewati UKS." Naruto menatap Shikamaru.
"Apa ada target lain? Sehingga kau menyuruhku yang mengurusinya?" Shikamaru meminum susu putih yang disedikan oleh pelayan.
"Ya. Aku mengawasi Jugo. Dia memiliki 3 titik, tanda dari Orochimaru, kau tidak menyadarinya Shikamaru? Orochimaru sedang mempermainkan kita." Naruto memakan potongan terakhir rotinya. Shikamaru menatap Naruto bertanda bahwa dia setuju dengan perkataan Naruto, kasus ini memang berjalan sangat lamban, tidak seperti kasus sebelumnya.
"Owh ya, temui aku diatap pada saat istirahat." Shikmaru mengangkat 2 bekal makanan. Bekal itu dibuatkan oleh istrinya yang tidak lain dan tidak bukan adalah Temari, Temari sangat mengkhawatirkan Naruto kemarin. Oleh sebab itu dia membuatkan bekal untuk Naruto. Shikamaru menatap Naruto dan bangkit dari kursinya. Mereka akan berangkat ke sekolah.
"Bagaimana kakimu?" Shikamaru bertanya kepada Naruto.
"Sudah membaik kok." jawab Naruto. Naruto merapikan rambutnya sesaat sebelum masuk kedalam kelas.
"Perlu aku bantu? Sepertinya kakimu masih sedikit pincang." Shikamaru menatap Naruto khawatir.
"Tenang. Tidak perlu pedulikan aku. Ok?" Naruto menepuk bahu Shikamaru dan pergi meninggalkan Shikamaru. Shikamaru menatap kepergian Naruto.
"Merepotkan." Shikamaru menggaruk bagian belakang kepalanya dan segera berjalan menuju ruang guru.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Naruto masuk kekelasnya dengan terpincang-pincang, jika dia memaksakan dirinya untuk berjalan cepat, dia yakin lukanya akan mengeluarkan darah lagi.
"Hey Tsuki! Kenapa kakimu?" Sakura bertanya kepada Naruto.
"Hanya terkena pecahan piring saat ku tidak sengaja menjatuhkan piring pada saat mencuci piring." Naruto menjelaskan. Sakura mengangguk lalu membantu Naruto berjalan. Dituntunnya Naruto menuju kelas.
Sasuke menatap kedepan dan menemukan Naruto yang sedang dibantu berjalan oleh Sakura. 'Ada apa dengan Tsukiko?' batin Sasuke.
"Hey Tsuki! Kenapa kakimu?" Ino berteriak dari tempatnya duduk.
"Katanya terkena pecahan piring." Sakura menyahut Ino.
Sasuke melihat letak dimana luka Tsukiko berada. 'Dia terluka sama seperti Naruto. Tunggu! Letak luka Tsukiko sama dengan luka Naruto, aku tau persis letak luka itu.' batin Sasuke.
"Aku harus benar-benar mencari tahu yang sebenarnya." Sasuke berkata pelan.
Tidak beberapa lama Kurenai-sensei datang dan semua belajar dengan sangat serius. Bahkan Naruto dan Sasuke yang tidak sekolah dengan seriuspun ikut-ikutan serius belajar.
"Bagi kelompok, Kelompok terdiri dari dua orang, berurutan dengan nomer absen." Kurenai sensei memberitahu. Semua anak mengeluh akan pembagian kelompok yang menurut mereka tidak adil.
"Kita sekelompok Tsukiko." Sasuke menengok kearah Tsukiko.
"Hn." Naruto menaggapinya dengan kata yang sangat minim. Sasuke membawa kursinya menuju tempat Naruto dan duduk disamping Naruto.
"Diskusikan halaman 50 dan ini DI-KUM-PUL-KAN!" kurenai-sensei menekankan kata-kata terakhirnya, karena dia ingin anak-anak serius dengan pelajaran dan tugas ini.
"Baik, Sensei." jawab semua anak serempak.
"Jadi? Bagaimana dengan ini." Naruto mencondongkan tubuhnya untuk meminta pendapat Sasuke.
Sasuke memandang Naruto dan tanpa sengaja Sasuke melihat sebuah kalung berliontin N dan S. 'Bukankah kalung itu adalah kalung yang dipakai Naruto kemarin. Tunggu dulu, liontin S itu adalah liontin yang aku tambahkan kemarin. Apa Naruto tidak menyadarinya?' batin Sasuke. Sasuke baru menyadari perkataan peramal itu ternyata benar. Sasuke benar-benar ingin emnanyakan langsung ini kepada Naruto. Tapi dia tidak bisa bertanya sekarang karena dia juga tidak mau semua orang tahu tentang penyamaran Naruto.
Sasuke dan Naruto mengerjakan tugas itu secara damai, walaupun sesekali Sasuke menatap liontin itu. Naruto jadi sedikit terganggu dengan itu.
"Hey! Kau ingin berpikiran mesum ya." Naruto menatap mata Sasuke tajam.
"Mesum? Siapa?" kata Sasuke menatap Naruto dengan pandangan innocent nya.
"Kau yang mesuk, kenapa kau selalu melihat leherku?" Naruto mempertajam matanya.
"Siapa yang melihat lehermu?" Sasuke berkata dengan tidak peduli.
Naruto mengepalkan tangannya. 'Sabar. Sabar. Sabar, Sasuke memang perlu dihajar, tapi bukan sekarang.' batin Naruto. Naruto kembali melihat tugasnya. Sasuke tertawa dalam hati. 'ketajaman matanya sama dengan Naruto, Naruto, lihat saja nanti.' batin Sasuke.
RING DING DONG
Bel istirahat berbunyi, Naruto segera merapikan bukunya dan keluar kelas. Dia tidak peduli dengan Sasuke yang berteriak tentang pengumpulan tugas.
"Biarkan saja dia yang mengumpulkan." Naruto melangkah menuju atap sekolah. Dia berjalan dengan hati-hati bahkan berjalan dengan pelan, sangat pelan.
CKLEK!
Dibukanya pintu atap, dia melihat Shikamaru sedang tidur disudut tempat. 'Kapan aku tidak melihatnya tertidur satu hari saja.' batin Naruto. Naruto berjalan dengan mengendap bermaksud mengagetkan Shikamaru.
"Kau sudah datang rupanya." Shikamaru bangun dari posisi tidurnya dan duduk.
", mengapa kau tidak pura-pura tidak tahu saja sih Shikamaru." Naruto duduk didepan Shikamaru dan menggembungkan pipinya.
"Aku sudah sangat lapar. Ayo makan!" Shikamaru membuka bekalnya. Naruto membuka sumpit untuk Shikamaru dan dirinya.
"Temari memang istri yang baik." Naruto mengamil satu telur gulung.
"Dia istriku." Shikamaru menatap Naruto.
"Dan dia mata-mataku." Naruto mengambil telor gulung lagi.
Naruto mengambil telur gulung lagi, lagi, lagi dan lagi.
"Sampai kapan kau mengambil telur gulung." Shikamaru mengambil telur gulung untuk yang pertama kalinya.
"Temari pasti membuat banyak telur gulung ini untukku. Aku bisa menjaminnya." lagi-lagi Naruto mengambil telur gulung.
PIPIP PIPIP
Naruto mendengar suara handphonenya, Naruto mengambil handphone yang ditaruh disaku celananya. 'Nomer nyasar sepertinya.' batin Naruto setelah melihat nomer dengan tidak ada nama.
"Hallo." kata Naruto datar.
"Hahahahahaha, kau sudah berhasil melacak keberadaanku, Naruto?" terdengar suara seseorang. Naruto membulatkan matanya. Dia berdiri dan mencengkram pembatas loteng.
"Kau menemukan nomerku ya?" Naruto tersenyum licik.
"Hahahahaha, tentu saja itu adalah hal yang sangat mudah bukan?" lagi-lagi seseorang itu tertawa.
"Cepat atau lambat aku pasti akan menemukanmu, Orochimaru. Aku sangat berterima kasih mendapat kehormatan mendapatkan telfon darimu."
"Tentu saja, aku sungguh ingin bermain denganmu Naruto."
"Aku terima permainanmu. Namikaza Naruto menerima permainanmu." Naruto menekankan setiap katanya.
"Namikaze? Bukankah kau masih bermarga Uchiha sekarang?"
"Aku tidak peduli dengan itu. Aku akan menemukanmu segera. Namikaze Naruto akan menemukanmu."
BRAK!
Pintu atap terbuka dan menampilkan sesosok pemuda berambut abu-abu.
"Yakushi." Naruto berkata pelan.
"Merepotkan." Shikamaru menatap awan yang bergerak lambat.
"Aku menunggu perkembanganmu, Naruto." seseorang yang menelfon Naruto menutup telfonnya. Naruto menatap Yakshi atau Sasuke tidak percaya. 'Sial.' batinnya. dia menatap Shikamaru meminta bantuan. Shikamaru menatap Naruto.
PROK! PROK! PROK!
Shikamaru bertepuk tangan.
"Aktingmu bagus Tsukiko, aktingmu menjadi Namikaze naruto sang ditektif terkenal itu memang sangat bagus." Shikamaru tersenyum kepada Naruto.
"Benarkah? Apa kau setuju, Yakushi?" Naruto menatap Sasuke dengan harap-harap cemas.
"Ya." Yakushi menghampiri Naruto.
CUP!
Sasuke mencium bibir Naruto sebentar.
"Karena kau adalah Naruto, Uchiha Naruto." Sasuke tersenyum licik kepada Naruto.
Naruto sweatdrop begitu pula dengan Shikamaru.
"SASUKE GILA….. BUKANKAH KU SUDAH MEMBERITAHUMU BAHWA KAU TIDAK BOLEH MELAKUKAN ITU." Naruto berteriak.
"Kau yang memaksa." Sasuke memasukan kedua tangannya kesaku celananya. Siku-siku dimuka Naruto berkedut.
"Memaksa?" dahi Naruto kembali berkedut. Sasuke masih tersenyum licik kepada Naruto.
BUGH!
Naruto memukul perut Sasuke.
"KAU TAU KAU SANGAT GILA!" Naruto mengepalkan tangannya, dia benar-benar ingin memukul Sasuke hingga babak belur. Naruto ingin melihat muka Sasuke penuh dengan memar.
Dalam Hati Naruto
'Pukul saja Naruto.' Dewi baik Naruto berbicara.
'Jangan, kasihan dia.' Dewi jahat mencegah Naruto.
'Dia telah meninggalkanmu dan menciummu tadi. Hey Dewi baik! Kau mererima itu semua, Sasuke secara tidak langsung telah mempermainkan kita juga. bukan hanya Naruto.' Dewi jahat mempengaruhi dewi baik. Dewi baik mengambil kain dan menutup matnya.
'Aku tidak melihat apa-apa, lakukan yang kau mau, Naruto.' Dewi baik sepertinya sependapat dnegan dewi baik.
Back to Naruto
Naruto mengepalkan tangannya dengan erat tetapi dia tidak memukul Sasuke lagi, dia berbalik dan berjalan menuju pintu atap.
"AKU MEMANG GILA! GILA KARENA CINTAMU DAN GILA KARENA DIRIMU! KAU YANG MEMBUATKU GILA, NARUTO!" Sasuke berteriak dengan tidak tau malunya.
Naruto yang menuruni tangga masih bisa mendengar suara Sasuke, mukanya berubah menjadi meah dan jantungnya berdetak sangat cepat.
"Untung tidak ada yang mendengar. Kau membuatku malu." Naruto berkata sambil menutup sebagian mukanya dengan tangan kanannya.
"Hahahahahahaha." Sasuke tertawa dengan sangat tidak elit. *diamaterasu Sasuke*
Shikamaru memandang muka Sasuke dengan pandangan yang sulit ditebak, antara aneh bercampur malu. Dia aneh melihat kelakuan Sasuke yang benar-benar sangat konyol dan dia malu mendengar ucapan Sasuke terhadap Naruto.
"CK! Aku berada ditengah-tengah orang gila. Merepotkan." Shikamaru merapikan bekal makannya dan meninggalkan Sasuke sendiri, yang sedang tertawa-tawa gaje.
"Mengapa aku tidak menyadarinya sejak awal bahwa dia benar-benar, Naruto. Hahahaha." Sasuke menutup menutup matanya dengan salah satu tangannya, sedangkan tangan yang satunya mencengkram erat pembatas loteng. Dia benar- benar sangat bahagia sekarang.
To be continued
Hahahahahahaha, akhirnya selesai. Fyuh! Chapter 4 selesai, hahahahahahaha. Ketularan Sasuke nih ketawa terus. Tsuki harap Chapter ini cukup emmuaskan, hahahahahha. Tsuki agak malu pas nulis perkataan Sasuke kepada Naruto. Xixixixixixi. Tapi tidak apa, ceritanya memang harus diselingi humor juga, maaf ya Sasuke membuatmu menjadi orang bodoh disini. Tanpa banyak kata lagi, Tsuki tunggu reviewnya. ~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
