It's Your Farm, but Your Mine©Kazeyana Fami
Chapter4: Spring Goddess Festival 2
Harvest Moon—Bokujo Monogatari©Natsume
_|\/\/|_
"Jack! Kau harus ke klinik!"
"...Aku ingin melihat tarianmu dulu.."
_|\/\/|_
07.00 AM 8 SPRING: SPRING GODDESS FESTIVAL
Claire terbangun dari tidur pulasnya. Hari yang dinanti telah tiba, hari ini spring goddess festival diadakan jam 10. Ia memandangi gaun yang diberi Gotz bekas putrinya kemarin, sesaat setelah konflik dan kesadaran-atas-kesalahan terjadi.
'Sebagai rasa minta maaf ke Jack, aku akan menari sebagus mungkin!' Claire bertekad dalam hati. Ia lalu bangun, mandi, pakai baju, sarapan, dan mengerjakan tugas di peternakan.
'Jack..pagi ini dia tidak kembali ke peternakan..' desahnya, menyesal karena kemarin menuduh dan membentaknya. Tekadnya untuk menari dengan bagus semakin besar, ia pun meninggalkan pekerjaannya dan segera memakai gaun pemberian Gotz.
"Gaun ini kurang manis..dan usang..Ah, mungkin dengan menyematkan beberapa bunga lagi dan memakai hiasan rambut dari bunga akan terlihat lebih menarik!" Claire pun berencana memetik bunga di Flower Meadow di Mother's Hill. Berbekal alat jahit dan gaun yang sudah terpakai di badannya, ia pergi ke Mother's Hill dengan membawa serta Jackler yang nganggur.
08.00 AM 8 SPRING AT THE FARM
"Pada akhirnya aku juga yang mengalah.." Jack tiba di peternakan yang kosong melompong tanpa pengurus dan memperhatikan sekeliling. "Bagus banget kerjanya, tanaman belum disiram, ayam belum diberi makan, peralatan berantakan, Jackler dibawa pergi!" Jack mendengus kesal.
"Aku nggak ada mood buat pergi ke festival, seharian mengurus peternakan saja deh," kata Jack lalu mulai bekerja.
09.30 AM 8 SPRING AT THE FLOWER MEADOW
"Aduh!" jari manis Claire tertusuk tajamnya jarum,"Ternyata menjahit bunga tidak semudah yang kubayangkan, mana waktunya..aduh!" kini giliran kulit lehernya yang tertusuk jarum, dikarenakan Claire menjahitkan bunga di baju yang sedang ia kenakan, namun tetap ia lanjutkan.
Jacker yang dilepasnya dipadang rumput tiba-tiba meringkik dan kabur.
"Eh! Jackler! Mau kemana?" Claire terkejut dengan kelakuan kuda kecil itu. Tiba-tiba Claire bergidik kencang, angin menerpa tubuhnya dari arah lebatnya hutan, suara aneh terdengar.
"GROAAAAAAAAAAAAAARRR!" sesosok beruang besar sekarang tepat di belakang Claire.
"KYAAAA….!"
"…Kok kayaknya barusan aku mendengar suara Claire.." gumam Jack yang sedang menyiram tanaman,"Ah, anak itu keseringan teriak sampai menggema ditelingaku!"
Diluar dugaan ternyata Jackler kembali ke peternakan dan menyongsong Jack.
"Whoa! Jackler? Darimana kamu? Habis diculik si nenek sihir kemana?" tanya Jack semena-mena. Tapi ia tahu ada yang salah dari Jackler, kupingnya rebah, dan wajahnya terlihat ketakutan. "A-ada apa? Apa yang terjadi? Claire..dimana?"
Jack mencoba menenangkan kuda itu dengan mengelus bulunya yang lembut namun terhenti saat ia menyentuh sesuatu dibulunya. Sehelai kelopak bunga yang mana menandakan Jackler sebelumnya berada di tempat yang ada bunganya. "Flower Meadow.."
10.00 AM 8 SPRING AT THE FLOWER MEADOW
"CLAIRE? Kau dimana?" teriak Jack, memanggil-manggil nama rivalnya namun tak ada jawaban sambil memacu kuda dewasa pinjaman Yodel Ranch. Penglihatan Jack berpaling pada sebatang pohon yang terdapat bekas cakaran besar.
"Ini jelas bukan cakaran serigala..ini..beruang.." Jack memacu kudanya kembali dan memasuki hutan mengikuti jejak si beruang yang masih segar. Tak lama kemudian, Jack menemukan Claire. Terpojok di bawah pohon dan bertatap muka dengan beruang haus darah.
"Claire! Panjat pohonnya dengan cepat!" sahut Jack.
"Jack? Sedang apa kesini?" Claire lengah, beruang itu merampas hiasan rambut bunganya. Untung kepalanya tidak terluka.
"Ck!" Jack segera mencari alat untuk menjauhkan beruang itu dari Claire. Jack turun dari kudanya, mengambil dahan yang patah dan melemparkan itu ke beruang yang tepat mengenai kepalanya, namun tak berpengaruh. Jack menengok kanan-kiri mencari alat lain sedangkan keadaan makin memburuk, beruang itu sudah berdiri pertanda siap untuk bear-attack dengan target Claire yang sulit memanjat pohon dikarenakan gaunnya.
Tangan beruang itu sudah diangkat keatas, Jack membuang dahan yang dipegangnya dan berlari sekuat tenaga.
"Hiaaaat!" Jack sukses mendorong jauh beruang yang dua kali lipat besar tubuhnya itu. Tapi itu belum berakhir, beruang itu bangkit dan semakin berhasrat memakan keduanya. Secepat kilat, Jack mendorong Claire keatas untuk membantunya naik pohon sebelum beruang itu mendekati mereka lagi.
"Kau bisa panjat pohon tidak sih?" omel Jack.
"Bisa! Tapi gaun ini membuatku susah!" balas Claire.
"Lagipula mau apa ke hutan pakai gaun!"
"Aah! Sudahlah, Jack! Bukan saatnya berdebat!" protes Claire yang pada akhirnya berhasil meraih ranting besar dan naik.
"Bagus!" ujar Jack, tapi tak bagus untuknya. Posisinya sekarang sama seperti Claire yang tadi, beruang itu sudah ancang-ancang untuk menyerang. Jack terpaku.
Sudah terlambat.
CRASH!
"Jack...!" Claire menjerit ketakutan memanggil-manggil nama 'Jack'. Jack tersingkuh dan mulutnya yang merapat dan menggeretak menandakan kalau dia menahan rasa sakit yang hebat pada bagian betis sampai mata kaki yang bersimbah darah terkena cakaran sang beruang. Claire terdiam mencari ide sebelum serangan berikutnya. Claire merogoh saku kecil di gaunnya dan menemukan sesuatu yang tajam, "Ini dia!"
Claire dengan cepat melempar puluhan jarum pentul yang ada di kotak alat jahit kecilnya tepat di sekitar mata si beruang. Beruang itu kesakitan dan pada akhirnya lari setelah sempat mengamuk. Claire turun dari pohon.
"Dasar bodoh! Apa yang kau lakukan? Kita harus ke klinik secepatnya!" Claire mengomel pada Jack yang sedang sekarat.
"Darahnya keluar terus.." ucap Jack lemah. Claire kembali terdiam, ia tidak berani merobek gaun berharga putrinya Gotz untuk menghambat keluarnya darah Jack. Jack tiba-tiba meletakan jari telunjuk dan ibu jarinya di mulutnya dan bersiul memanggil kuda pinjaman itu, dan dia datang.
"Kau bisa berdiri?" tanya Claire, khawatir.
"Tidak apa-apa," jawabnya singkat, lalu menaiki kuda itu dengan susah payah,"Ayo naik," ajaknya pada Claire. Claire sendiri agak ragu untuk naik tapi Jack tidak berhenti menjulurkan tangan padanya.
Toplak toplak
Jack dan Claire kembali ke Mineral Town tanpa percakapan sedikitpun.
"Jack…kakimu nggak apa-apa?" tanya Claire, membranikan diri.
"Tidak apa-apa," jawabnya singkat dengan nada marah. Claire meringkuk dan mempererat pegangannya pada baju Jack. Suasana kembali hening sampai samar-samar terdengar musik..ya, musik tanda spring goddess festival telah dimulai.
"Pegangan yang erat!" perintah Jack lalu serentak membuat si kuda berlari kencang tanpa memperdulikan kakinya.
10.00 AM 8 SPRING AT THE SQUARE
Jack dan Claire tiba di Square, puluhan pasang mata langsung mengarah pada mereka.
"Eh, ke Square? Jack, kamu kan harus ke klinik!" protes Claire setelah turun dari kuda.
"Kliniknya tutup tuh," ujar Jack santai.
"Uuh~" Claire menggembungkan pipinya pertanda jengkel.
"..Aku ingin melihat tarianmu dulu," kata Jack yang mana membuat dirinya sendiri maupun Claire bermuka merah.
"Hei! Jack! Claire! Spring Goddess Festival sudahdimulai tuh!" Ann menarik paksa Claire ke formasi yang sudah siap tanpa melihat kaki Jack yang semakin parah. Claire terpaksa mengikuti Ann karena mimik Jack sekarang sama sekali tak menunjukan rasa sakit, bahkan sempat-sempatnya melambaikan tangan dan bersahut, "Selamat berjuang!"
Claire, Karen, Ann, Mary, Elli, dan Popuri kini menari seperti benar-benar seperti dewi yang sedang menari menaggil musim semi. Para penonton hanya terdiam melihat tarian lemat lembut dihiasi dengan harumnya bunga, musik yang menyentuh hati, hangatnya musim semi dan sibakan gaun yang indah. Ternyata, diam-diam Rick mendekati Jack yang masih menunggangi kudanya.
"Hei, ternyata kau benar-benar mengajak Claire, kan?" ledeknya.
"Habis..terpaksa."
05.00 PM 8 SPRING AT THE FARM
"Kata dokter kau tidak boleh memakai kakimu untuk sementara waktu, lalu setiap hari perbannya harus diganti. Dan ini hanya terpaksa saja ya! Kau tidur di rumahku sampai kakimu sembuh, kalau tidur di kandang kuda, dokter takut kakimu kena infeksi!" Claire memperingatkan Jack berulang kali sambil membantunya berjalan sehabis memeriksakan diri di klinik setelah Spring Goddess Festival bubar dan mengembalikan kuda pinjaman pada Barley.
Jack hanya tersenyum tawa.
"Kenapa kau tertawa?" omel Claire.
"Habis, kemarin kamu marah-marah, sekarang nempel begini," tawa Jack blak-blakan yang mana berimbas pada kakinya yang ditendang Claire dengan sengaja.
"Aku mau menyiram tanaman, tadi pagi nggak sempat sih," Claire mengambil penyiram tanamannya lalu mengisinya dengan air, lalu beranjak ke ladang. Ia terdiam. 'Siapa yang..?'
Ladang bagiannya yang tadinya hanya ada kurang dari 4 lobak-sekarat sisa penyelamatan kemarin sekarang sudah ada puluhan gundukan tanah tersiram yang setelah Claire cek adalah bibit lobak baru.
"Aku kasihan melihat kamu cuma bertahan dengan 4 tanaman saja, jadi kubelikan dan tanam bibit lobak baru tadi pagi waktu kamu nggak ada. Yaah, gara-gara ini juga sih, aku nggak bisa menginap di penginapan lagi, terpaksa numpang disini, nggak perlu denda kan?" Jack menjelaskan sambil menahan dirinya agar tak jatuh di daun pintu diselingi oleh tawa khasnya.
"Jack.." Claire benar-benar terharu kali ini, perlahan ia mendekati lelaki yang tidak bisa melangkah seperti biasanya.
"Claire?"
"Jack! Kamu kena denda karena masuk ladang orang tanpa izin! Sini, 1000G!" omel Claire tanpa diduga-duga Jack.
"Eeeh?"
Moral Note: Jangan pakai gaun kalau ke hutan, anda tidak tahu kapan beruang menyerang anda
To Be Continued
_|\/\/|_
A/N: Wordnya bengkak..alur lambat..typo bertebaran..telat update.. TT^TT Kayaknya chapter ini lebih berfokus pada Jack vs Beruang daripada Spring Goddess Fest TT^TT Review Please?
