BE MINE!

= KYUMIN =

Summary :

Kyuhyun tidak akan membiarkan namja yang selalu mengisi pikirannya itu –Sungmin- menghilang lagi dari kehidupannya. Meskipun namja itu telah berubah menjadi dingin, ia tidak akan menyerah. Kyuhyun bertekad mengembalikan senyum manis orang yang dicintainya dan menjadikan miliknya. Apapun caranya. - He must BE MINE!

Rated : M (?)

Warning : Yaoi, M-Preg, Typo(s), Weird! Boring!

Disclaimer : SUNGMIN MILIKKU! #NgarepBanget tapi yang pasti FF INI MILIKKU!

No Bash! No Flame!

Don't Like Don't Read

Previous Chapter

Sebelum kesadarannya hilang sepenuhnya, ia melihat siluet seorang pria dengan payung hitam memayungi dirinya. Membuat hujan tak lagi membasahi permukaan wajahnya. Sungmin mendongak untuk menatap wajah pria itu.

"Kaauu…"

Sungmin merasakan tubuhnya terangkat sebelum semuanya menjadi hitam. Sungmin telah jatuh dalam pekatnya ketidaksadaran. Sepertinya hujan membantu kesadarannya menghilang dengan cepat.

.

Chapter 4

It just my delusion. Hope you like it.

enJOY ~

.

.

Kyuhyun menggeram dengan tangan mengepal menyaksikan tubuh orang yang dicintainya terlihat lemas dan di bopong secara bridal oleh seorang pria. Tubuh tak berdaya Sungmin lalu dimasukkan dalam sebuah mobil hitam yang langsung melesat meninggalkan gang sempit dekat perusahaannya. Kyuhyun tak sempat bereaksi karna terlalu kaget melihat pemandangan yang secara kilat melewati pelupuk matanya. Bahkan untuk berlari mengejar pun tak bisa ia lakukan, kakinya seolah terantai besi di tempat berpijak. Sayangnya lagi, Kyuhyun tak membawa kendaraan saat tadi membuntuti assisten barunya itu. Namun dengan cepat otak jeniusnya memproses ingatan plat nomor mobil yang membawa Sungmin.

Kehilangan jejak saat belokan kedua tadi membuat Kyuhyun panik dan berlari tak tentu arah berusaha mencari keberadaan Sungmin. Ia mengedarkan pandangannya ke arah jalan raya dan trotoar berharap menemukan sosok berbaju biru langit itu. Setelah lelah berjalan dan tak menemukan hasil, dengan lesu ia memutuskan untuk kembali ke perusahaan. Namun sebuah teriakan frustasi yang merasuk indra pendengarannya membuat rasa kalut dan panik kembali menyerang. T entu ia mengenal dengan pasti suara tenor milik siapa yang terdengar.

Kyuhyun berjalan mendekati tempat dimana tas punggung coklat dan jas hitam itu terserak di tengah derasnya hujan. Mencoba menerka apa yang telah terjadi sebelumnya pada Sungmin hingga pingsan dengan jas dan tas yang tergeletak sembarang di jalan buntu sana. Pikiran buruk mulai memenuhi benak Kyuhyun. Apalagi tadi dengan jelas ia mendengar teriakan Sungmin yang kemudian dibawa oleh seorang pria. Apa yang tadi terjadi? Apa Sungmin diculik? Siapa orang yang tadi membawa Sungmin? Dan berbagai pertanyaan tak terjawab lain terus membayangi.

Kyuhyun tak peduli tubuhnya terkena tetesan air hujan yang semakin deras. Kecamuk dalam pikirannya terlalu mendominasi hingga tak hirau pada pakaian yang menjadi kuyup. Dengan sigap Kyuhyun mengambil tas beserta jaket Sungmin dan berlalu kembali ke perusahaannya. Banyak orang berpayung lalu lalang di jalan menatap heran sekaligus kagum pada Kyuhyun. Heran melihat seorang CEO ternama berjalan membawa jaket dan tas di tengah derasnya hujan, tentu hal yang sangat jarang sekali terjadi. Para wanita tak pelak memandang kagum pada Kyyuhyun. Ia terlihat seksi dengan cetakan dan lekukan tubuh yang telah basah sempurna.

Tak ada waktu untuk peduli dengan pandangan orang pada dirinya. Tubuh tegap itu berjalan agak tergesa dengan langkah panjangnya. Nampak kilat marah, takut dan juga bingung terpancar dari obsidian tegas pria berambut sewarna coklat pohon. Segera setelah sampai basement dan menemukan BMWnya, Kyuhyun melemparkan tas dan jas Sungmin di kursi belakang mobil dan menutup pintu dengan keras. Beralih membuka sisi kemudi dan langsung menjalankan keluar perusahaan menuju apartmennya. Hatinya tak tenang saat ini. Tak mungkin ia bisa konsentrasi mengerjakan tugas di perusahaan. Toh ia bisa menyuruh managernya mengurus perusahaan untuk hari ini. Mungkin besok ia harus lembur.

Dingin meresap dalam tiap pori tubuh Kyuhyun. Ditambah dengan dingin AC dalam mobilnya, meskipun sudah di atur dalam suhu terendah. Tak membantu sama sekali dalam keadaan basah yang melingkupi diri. Untung, jarak perusahaan dan apartemennya tidak begitu jauh. Segera setelah sampai, Kyuhyun melempar asal bawaannya di lantai kamar dan beranjak ke kamar mandi.

Kyuhyun mendinginkan kepala sebentar lewat pancaran dingin air shower, lalu menghangatkan diri dalam rendaman air hangat yang telah memenuhi bathtub keramik yang terbuat dari marmer bermotif abstrak. Kyuhyun bersantai sejenak dalam hangatnya air yang membuat rileks. Bersandar dan menengadahkan kepalanya ke atas dengan mata terpejam menghirup aroma mint yang menguar dari bodysoap. Aroma segar tercampur air hangat segera melingkupi seluruh tubuhnya.

Memejamkan mata menikmati rasa penat yang perlahan mulai memudar dan segera membilas tubuhnya sebelum tertidur dalam bathtub seperti biasa saat ia kelelahan. Kyuhyun keluar dari kamar mandi, mengeringkan tubuhnya dengan handuk lalu segera memakai kaos rumah santai dan celana selutut favoritnya. Setelahnya, ia membaringkan diri di ranjang.

'Apa yang harus kulakukan sekarang?' Tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri. Kini ia mulai merangkai rencana untuk mengetahui apapun yang berhubungan dengan Lee Sungmin. Plat nomer yang tadi ia hafal mendadak muncul di kepalanya. Sekarang Kyuhyun tau apa yang harus ia lakukan. Kyuhyun beranjak mencari handphonenya, tapi ia tak melihat keberadaan benda dengan casing biru itu dimanapun.

'Ayo Cho Kyuhyun, ingatlah!' keningnya mengkerut saat ia me re-call kembali ingatannya. 'Ahh iya, kamar mandi!' teriak pikirnya. Kyuhyun kembali ke dalam sana dan segera menuju setumpuk pakaian dipojok ruang, memilah baju dan celana basah itu, merogoh tiap kantong baik di jas maupun celana hingga ia menemukan alat komunikasinya. sTapi sayang, handphone itu menampakkan warna gelap pertanda mati.

'Apa karna hujan tadi? Atau karna baterai nya habis?' spekulasi Kyuhyun. Ia mengibaskan handphonenya berharap kering dan bisa di gunakan. Hal yang tidak berguna, karena handphone itu telah mati total. Frustasi, Kyuhyun melempar benda itu sembarang. Sepertinya ia harus membeli handphone baru sekarang.

"Lee Donghae, beri aku nomor Kim Kibum," perintah Kyuhyun di telepon. Akhirnya ia menggunakan telepon di apartmen untuk keperluannya.

"Memang ada apa Kyu?" tanya Donghae.

"Ceritanya panjang. Berikan saja nomornya padaku."

"Tunggu sebentar." Jawab Donghae. Ia segera membuka contact di handphone nya tanpa mematikan sambungan telepon itu. Setelah mendapat nama Kim Kibum di contact handphone, segera ia menyampaikan sederat angka yang tertera pada Kyuhyun.

"Ok Hae, Gomawo ne. Oh ya, kirimkan aku handphone baru, yang terbaru." Perintahnya lagi sebelum memutus sambungan.

Kyuhyun beralih pada catatan di kertas dan menekan tombol angka di teleponnya. Berharap teman ini mau membantunya.

"Halo?" jawab suara di seberang telepon setelah komunikasi tersambung.

"Halo Kibum-ssi. Ini Kyuhyun."

"Oh anda Sajangnim. Ada apa? Tidak biasa anda menelepon." ucap Kibum.

"Ya, aku butuh sedikit bantuanmu kali ini." Kemudian Kyuhyun menyampaikan maksudnya, menyebutkan kejadian yang ia alami dan kecurigaannya. Kyuhyun meminta Kibum menyelidiki plat nomor yang ia ingat. Ia juga meminta Kibum menyelidiki latar belakang Lee Sungmin, terutama saat ia berada di Jepang.

"Baiklah, akan ku hubungi jika aku sudah mendapat datanya. Tapi sepertinya ini akan butuh waktu yang agak lama." ucap Kibum sebelum mereka mengakhiri panggilan.

"Haaah.." Kyuhyun menarik nafas lega. Setidaknya, ia sudah melakukan apa yang ia bisa. Kyuhyun kembali ke kamar setelah meletakkan gagang telepon pada tempatnya. Pusing mendadak menyerang kepalanya. Apa akibat dari hujan tadi? Mungkin saja. Tak ingin memperburuk keadaan dirinya sendiri, Kyuhyun langsung merebahkan diri di kasur memilih untuk beristirahat sejenak.

.

.

.

"Jangan tunjukkan senyummu itu! Aku muak melihatnya!"

BRAAAK

"Kau, beraninya menggoda yeojachinguku!"

"Tapi, aku tidaakk.." racau Sungmin.

"Pegangi dia!"

"Cih, bahkan wajahmu ini terlihat lebih cantik. Bagaimana mungkin para yeoja itu lebih menyukaimu. Apa mereka sudah tak normal?"

"Jauhi wanita-wanita kami!"

"Atau kau akan merasakan akibatnya."

"Eunghh, lepassh.. Aku tidak melakukan apapunn.." racauan dengan suara parau terus terdengar dari bibir Sungmin. Masih belum tersadar dari tidurnya.

"Sungmin-hyung, Sungmin hyung.. Sadarlah," namja kurus itu panik. Ia menepuk pelan pipi Sungmin kanan kiri bergantian.

"Kau melakukannya lagi Lee Sungmin."

"Tidaak, bukan akuu.." Sungmin mulai menggoyangkan kepalanya ke kiri dan kanan.

"Akan ku buat kau tak bisa tersenyum lagi!"

"Ughh.." Tampak raut takut dengan kening mengerut terlihat dari wajah terpejam Sungmin.

"Hyung.. Sungmin-hyung." Namja itu terus memanggil Sungmin. Berhadap ia segera sadar.

"Buka bajunya!"

Sayup-sayup kata itu terus terngiang di alam bawah sadar Sungmin. Dalam tidurnya ia semakin menggelengkan kepala cepat. Mencoba menampik bayangan dalam ketidaksaran.

"Kau cantik sekali Sungmin-ah. Tapi sayang, kecantikanmu tak akan bertahan lama."

"Tidak.. Tidaak.. Jangaaann.." liquid bening mulai menetes dari mata yang masih terpejam itu.

"Hyung.. Sadarlahh.. Sungmin-hyung.. Lee Sungmin!" bentak namja berambut coklat kemerahan sembari menggoyangkan badan sahabatnya yang masih tak menampakkan tanda untuk bangun. Seolah terjebak dalam bawah sadar yang terus menekan.

BUGH ! BUGH ! BRAAK !

Lelaki itu menyelamatkannya.

"Bangunlah. Pakai kembali kemejamu."

Sungmin meringkuk takut.

"Jangan menangis. Kau ini lelaki kan?"

"Sungmin-hyung. Bangunlah.. Jangan membuatku cemas seperti ini!"

Goncangan yang dirasakan tubuh Sungmin semakin kencang, bersamaan dengan berakhirnya kilasan itu yang membuat kesadaran Sungmin kembali dengan cepat.

"Enghh.. Hentikan.." Sungmin menepis tangan yang berada di kedua lengannya. Matanya mencoba terbuka perlahan, namun begitu berat terasa.

"Sungmin-hyung, Kau sudah sadar? Syukurlah." Wajah itu menatap lega tubuh ringkih dikasurnya sambil sesekali mengusap keringat yang menetes dari kening Sungmin.

Sungmin masih belum sadar sepenuhnya, terlebih pening langsung melingkupi kepalanya saat ia terbangun tadi. Tangannya terulur memijat keningnya sendiri sambil menghalau cahaya yang mencoba masuk indra penglihatannya.

"Sungmin-hyung." Suara yang begitu familiar menyeruak di telinganya.

"Ehh? Eunhyukkie?" Sungmin menghentikan sesaat pijatannya, mengerjabkan mata menyesuaikan penerangan diruangan sewarna putih gading. Ia terkejut mendapati sahabatnya itu kini berada di depannya. Menatap dengan pandangan sayu disertai lengkungan lembut di bibirnya.

"Ne. Ini, minumlah dulu." ucap Eunhyuk seraya menyodorkan segela air putih setelah sebelumnya membantu Sungmin untuk duduk dan bersandar pada dashboard ranjangnya. Sungmin meneguk cepat air yang diberikan Enhyuk, menghalau kering yang terasa dalam kerongkongan. Eunhyuk mengukir lengkung di bibir melihat keadaan sahabatnya.

"Kenapa aku bisa disini Eunhyuk-ah?" tanya Sungmin setelah menghabiskan minumnya dan meletakkannya di meja nakas.

"Harusnya aku yang bertanya padamu hyung, apa yang terjadi?" tanya balik Eunhyuk.

"Aku tak tau Hyuk, kepalaku pusing." Kembali, jemari Sungmin bergerak memijat keningnya sendiri.

"Hm, Istirahatlah dulu hyung. Atau kau mau makan dulu? Ahh, iya sebaiknya begitu. Aku juga akan belikan vitamin dan penambah darah untukmu. Tunggu sebentar," Eunhyuk segera keluar kamarnya menuju dapur menemui eomma-nya yang tengah memasak bubur untuk Sungmin. Eunhyuk sangat kaget ketika tadi mendengar suara ketukan dari pintu rumahnya ditambah keadaan Sungmin yang tengah meringkuk pingsan ada disana. Dengan cekatan ia mengangkat tubuh tak sadarkan diri itu dan meminta sang eomma mengganti pakaian basah Sungmin dengan pakaian kering. Sementara ia sendiri menyiapkan tempat tidurnya.

Sungmin termenung diam setelah Eunhyuk menutup pintu kamar. Ia berusaha mengais kembali ingatan hingga berada di tempat ini. Satu persatu kejadian hari itu dirunutnya. Mulai dari wawancara di tempat ia akan bekerja, Sungmin ingat bahwa ia diterima menjadi assisten sang direktur. Lalu saat pulang, rencana untuk menemui Eunhyuk dirumahnya harus tertahan karena niatnya menyelamatkan seorang perempuan. Perempuan yang tengah berada dalam posisi yang sama seperti dirinya dulu.

"Laki-laki itu.." gumam Sungmin. Kini ia mengingat dengan pasti kejadian yang dialami. Termasuk siluet hitam seseorang yang mungkin membawanya ke kediaman sahabatnya. Sungmin merasa melihat wajah namja itu lagi sesaat sebelum tak sadarkan diri. Namja yang menolongnya persis seperti kejadian 10 tahun silam, namja yang muncul dalam mimpinya. Bahkan ia belum mengucapkan terimakasih di mimpi itu.

"Tapi tidak mungkin.." Sungmin menggeleng. Yang menjadi misteri baginya sekarang adalah bagaimana ia ada di tempah Eunhyuk. Ia harus menanyakan itu nanti. Sungmin memperhatikan keadaan dirinya. Raut kaget tercetak di wajah manisnya. Bukankah tadi ia kehujanan dan basah? Kenapa sekarang? Siapa yang mengganti pakaiannya? Apakah Hyukjae? Satu pertanyaan lagi yang tentunya akan dilayangkan pada sang sahabat nanti.

"Minnie-ya." Sapa lembut yeoja yang tengah membawa nampan berisi bubur dengan uap yang masih mengepul dan segelas air mineral untuk Sungmin.

"Ahh, ahjumma.." sahut Sungmin bergerak tak enak hati hendak turun dari ranjang.

"Tidak perlu turun Minnie-ya. Tetaplah di tempatmu." ucap nyonya Lee. Sungmin pun hanya bisa mengangguk mengiyakan. Wanita paruh baya itu kemudian meletakkan nampan di meja nakas dan duduk di ranjang setelah sebelumnya Sungmin bergeser agak ke tengah. Senyum manis mulai tercetak dari wajah teduh dengan sedikit kerutan di sekitaran mata itu melihat Sungmin.

"Kau baik-baik saja?" tanya Lee ahjumma.

"Nde ahjumma.." Sungmin ikut membuat lengkungan di bibirnya yang biasa berwarna semerah delima sekarang nampak pucat. Pandangan Sungmin turun ke bawah setelah menjawab pertanyaan itu. Sedikit meremas pakaian Eunhyuk yang masih belum ia ketahui bisa menempel di badannya.

"Ahjumma yang tadi menggantikan pakaianmu Minnie." ucap wanita itu seolah bisa membaca arah pikiran Sungmin.

"Ahh.. Nde, Kamsahamnida ahjumma." balas Sungmin sopan. Nyonya Lee tersenyum tipis memperhatikan tingkah Sungmin yang seperti salah tingkah, atau mungkin tidak nyaman? Wanita itu perlahan meraih tangan Sungmin dan menggenggamnya erat.

"Kau semakin mirip eomma mu. Sudah berapa lama kita tidak bertemu sayang?"

"Nghh, 10 tahun. Mungkin?" jawab Sungmin lucu.

"Hahahah, terakhir melihatmu saat kau lulus SMA bersama Hyukkie. Sudah lama sekali ya ternyata, kau juga tak hadir saat pemakaman bibimu."

"Mianhae, aku saat itu masih berada di Jepang ahjumma." ucap Sungmin dengan wajah tertunduk.

"Tapi sekarang aku sudah kembali, aku akan tinggal di Korea lagi." lanjut Sungmin. Tampak matanya sedikit meredup mengingat tentang kematian bibinya yang hanya ia dengar dari Eunhyuk. Perasaan bersalah kembali muncul dalam diri Sungmin. Bagaimana bisa ia tidak berada di samping orang yang telah merawatnya sedari kecil disaat terakhirnya.

"Gwenchana Min-ah." Tepukan dan elusan lembut terasa pada punggung belakangnya. Membuat rasa hangat dan nyaman perlahan bersemayam dalam dada Sungmin.

"Oh ya ada beberapa barang yang dititipkan padaku sebelum bibimu meninggal, dan juga kunci rumah ada padaku. Dia mewariskannya untukmu, kau akan menerimanya kan Sungmin-ah?" tutur nyonya Lee.

"Hng, tentu saja jumma. Tapi mungkin sebaiknya aku titipkan pada ahjumma dulu. Lagipula aku sekarang sudah punya tempat tinggal sendiri." jawab Sungmin.

"Baiklah, kalau begitu sekarang baiknya kau makan bubur ini dulu. Malam ini menginaplah disini." pinta nyonya Lee sembari mengambil mangkok bubur hangat dari meja nakas yang langsung disambut oleh kedua tangan Sungmin. Nyonya Lee terus memperhatikan sampai Sungmin mulai memasukkan sesendok bubur dalam mulutnya. Berharap Sungmin akan menyukai bubur buatannya.

"Mashitta, ini enak sekali jumma." ucap Sungmin sembari menampilkan gigi putihnya yang berbaris rapi setelah menelan bubur suapan pertamanya.

"Hahahah, kalau begitu habiskan ne," tawa senang dari yeoja itu sambil mengelus kepala Sungmin lembut.

" Ahjumma keluar dulu, sebentar lagi Hyukkie pasti pulang. Anggap saja rumah sendiri." tambahnya.

"Nde ahjumma, kamsahamnida." ucap Sungmin yang dibalas dengan senyum lembut dari nyonya Lee sebelum keluar dari kamar itu, meninggalkan Sungmin yang dengan lahap menikmati bubur ayam hangat nan lezat buatannya.

"Sungmin hyung, aku sudah mendapatkan obat penambah darah dan vitamin untukmu." ucap Eunhyuk masuk ke dalam kamarnya. Sungmin meletakkan kembali mangkok yang kini sudah lenyap isinya beralih ke dalam perut nya. Mengambil air mineral, meneguknya pelan kemudian menerima vitamin dan penambah darah yang berbentuk kapsul itu. Ia meneguk bersamaan dengan air mineral yang tersisa di gelas bening yang dibawanya.

"Gomawo Hyuk." Eunhyuk terkesiap. Sudah lama ia tak melihat wajah lembut Sungmin. Apalagi dengan senyum yang baru saja dilontarkan oleh namja yang terpaut usia 4 bulan lebih tua darinya itu.

"Aa-ahh, ne hyung." balas Eunhyuk salah tingkah. Wajah dingin Sungmin saja sudah terlihat manis, ditambah dengan senyum. Eunhyuk yakin pasti banyak yeoja bahkan mungkin namja juga yang akan jatuh dihadapan sahabatnya.

"Jadi, apa yang kau lakukan hari ini hyung? Aku menemukanmu tergeletak tak sadarkan diri di depan rumahku. Dan lagi pakaianmu, kau sedang mencari kerja lagi hyung?" tanya Eunhyuk memulai pembicaraan.

"Aku juga tak mengerti Hyuk, bagaimana bisa aku ada di depan rumahmu. Tadi aku.." Sungmin menggantung kalimatnya, menghentikan ceritanya. Ia ragu, apakah harus menceritakan ini pada Eunhyuk. Ia tidak ingin menambah beban orang disekitarnya, biarlah masalah ini ia simpan sendiri. Toh biasanya juga seperti itu.

"Tidak apa kalau kau tidak mau menceritakannya sekarang hyung." ucap Eunhyuk menjawab keraguan yang nampak jelas di mata redup Sungmin.

"Iya. Tadi aku sebenarnya memang ingin ke rumahmu Hyukkie-ya. Tapi ada sedikit kejadian tadi dijalan. Apa kau melihat siapa yang membawaku ke rumahmu Hyukkie-ya? Aku ingat samar kalau tadi pingsan dan ada orang yang mengangkatku." jelas Sungmin.

"Hmm molla hyung, tadi memang ada yang mengetuk pintu rumah. Tapi begitu ku buka hanya ada hyung di depan rumah. Apa kau melihat wajah orang itu hyung?"

"Aku tak yakin Hyuk, seperti orang itu tapi juga sepertinya tak mungkin orang itu." Gumam Sungmin, suaranya pelan saat menyebut orang itu. 'Siapa orang itu yang dimaksud' pikir Eunhyuk.

"Sudahlah hyung, tak usah kau pikirkan. Yang penting kau sekarang sudah berada disini. Tapi memang agak aneh, bagaimana dia bisa tahu rumahku ya?" tanya Eunhyuk penasaran.

Sungmin terdiam tak menanggapi pertanyaan Eunhyuk. Namun tak menampik juga bahwa pertanyaan tadi membuatnya berpikir keras sekarang. Darimana orang yang menolongnya tahu rumah Eunhyuk? Ini sangat membingungkan. Apa mungkin dari dompetnya? Sungmin terhenyak. Ia menatap Eunhyuk dalam.

"Hyuk, saat kau menemukanku apa ada tas dan jas ku juga?"

"Ehh? Tas dan jas? Tidak, aku tidak melihat jas atau tas mu itu,"

"Hmm, begitu.." Sudah pasti hilang pikir Sungmin. Padahal semua barang ia letakkan di tas coklatnya. Dasi biru tuanya, handphone, dan sialnya dompet juga ia masukkan dalam tas itu. Sial sekali. Sekarang ia hanya bisa berharap ada orang baik yang mengembalikan barangnya, tapi sepertinya akan susah sekali.

"Hyung?" Eunhyuk melambaikan tangannya tepat di depan wajah Sungmin.

"Kau melamun?" tanyanya lagi.

"Ahh tidak. Tadi aku mendapat panggilan wawancara dari CK Corp Hyuk." ungkap Sungmin.

"Bukankah kau bilang wawancaranya masih minggu depan hyung?" tanya Eunhyuk heran.

"Entahlah, kemarin malam aku ditelepon dan paginya aku diwawancara disana."

"Lalu, hasilnya?"

"Aku diterima, tapi sebagai assisten direktur."

"Wah, kau hebat hyung!"

"Benarkah? tapi aku tak tahu harus melakukan apa Hyuk."

"Tenanglah hyung, nanti kau juga akan terbiasa. Kau pasti bisa menyesuaikan diri."

"Hmm, aku harap begitu Hyuk. Gomawo ne." lengkung lembut itu kembali menghiasi wajah Sungmin. Anggukan didapat Sungmin dari Eunhyuk yang juga tersenyum menampilkan gummy smile khasnya. Eunhyuk sangat senang mendapati sahabatnya ini banyak bersuara.

"Hyuk, tadi ahjumma menyuruh aku menginap disini. Tapi besok aku harus ke perusahaan sebelum jam 8." keluh Sungmin.

"Tidak apa hyung, aku akan mengantarmu. Oh ya, kau juga bisa memakai pakaianku untuk besok." tawar Eunhyuk.

"Hah, baiklah kalau begitu. Kau memang sahabat yang terbaik Hyuk."

'Terbaik ya.. Hmm, tapi kau tak pernah menceritakan masalahmu hyung. Hanya ini yang bisa kulakukan untukmu.' ungkap Eunhyuk dalam hati. Ia tersenyum kecil menatap Sungmin yang kini tengah menengadahkan kepalanya menatap langit-langit kamar.

"Tidurlah hyung, kau pasti masih lelah. Malam ini aku harus kerja, tidak apa kan jika aku tinggal?"

"Ne, tentu saja Hyukkie-ya. Tak usah mengkhawatirkanku."

"Kalau begitu aku pergi dulu ya hyung, Istirahatlah." ucap Eunhyuk sebelum keluar dari kamarnya yang untuk malam ini ditempati Sungmin.

Sungmin terdiam menatap kepergian sahabatnya. Terukir senyum tulus dari bibirnya. Sedikit beban terasa lepas dari pundaknya setelah mengobrol dengan namja berambut coklat tadi. Ia menggeliat di atas kasur membenarkan posisi tidurnya. Selama ini memang ia terbiasa hidup sendiri di Jepang. Ternyata masih ada yang peduli dengannya meskipun ia telah lama pergi dari tanah kelahirannya ini. Sungmin sangat bersyukur, ia mempunyai seorang sahabat sejak kecil yang baik seperti Lee Hyukjae.

.

.

.

Kyuhyun terbangun saat mendengar pintu kamarnya di gedor dengan keras oleh seseorang yang ia yakini bernama Lee Donghae. Keyakinan itu terbukti benar saat ia membuka pintu kamarnya dan melihat cengir kemenangan di wajah ikan sahabatnya.

"Ya! Bisakah kau tidak bertindak brutal disini?" Kyuhyun berteriak dan langsung memijat keningnya. Siapa yang tak pusing mendengar pintu kamar digedor sedemikian rupa. Kesadarannya terhentak cepat, bahkan ia masih dalam mata terpejamnya saat membuka pintu kamar. Kyuhyun seperti terbiasa jalan dengan mata terpejam.

Donghae hanya mengendikkan bahunya dan mengedarkan pandangan memperhatikan kamar berwarna biru langit itu. Menjinjitkan tubuhnya ingin melewati tubuh pemilik kamar yang lebih tinggi darinya. Matanya terpaku pada kain berwarna hitam dan tas coklat yang tergeletak di lantai kamar Kyuhyun. Sepertinya ia pernah melihat tas itu. Donghae menghentikan aksi melongoknya dan terdiam seperti orang berfikir, tangannya mengelus dagu layaknya seorang detektif.

"Ya! Hae-ya. Kenapa kau?" tanya Kyuhyun heran melihat kelakuan aneh orang di hadapannya.

"Ahh iya, aku ingat!" Donghae menepukkan kedua tangannya keras. Setelahnya ia menatap Kyuhyun tajam dengan seringaian dari bibirnya.

"Mwoya? Ishh, jangan menatapku seperti itu Hae!" bentak Kyuhyun. Ngeri melihat seringaian di wajah Donghae. Tsk, tak sadarkah kau bahkan lebih sering menggunakan smirk itu tuan Cho?

"Apa yang kau lakukan dengan assisten barumu itu Cho?" selidik Donghae.

"Mwo? Ya! Apa maksudmu?"

"Itu.. Tas dan jas Lee Sungmin, assistenmu itu kan?" ucap Donghae seraya menunjuk barang yang disebut tergeletak di lantai.

"Aah.. Itu," senyum tipis Kyuhyun berikan. Ia beralih mengambil jas yang masih terasa basah dan tas punggung berwarna coklat dari lantai.

"Akan ku jelaskan, telponkan laundry untukku." perintah Kyuhyun. Ia pun keluar dari kamarnya sambil menenteng dua barang itu.

Kyuhyun mengambil tempat disebelah Donghae yang telah duduk di sofa dan sedang menelepon laundry apartmen. Ia mulai membuka tas coklat itu dan mengeluarkan isinya. Hmm, ada dasi biru yang digulung rapi, dompet, dan handphone. Handphone berwarna putih dengan garis-garis pink itu menampakkan layar hitam. Kyuhyun mencoba peruntungan dengan menyalakan handphone Sungmin, beruntung barang itu masih bisa menyala meskipun tanda lowbat langsung membuat benda itu kembali mati.

Hanya tiga barang itu yang didapat dari tas coklat Sungmin. Kyuhyun menggelengkan kepala melihat barang yang kini berada di tangannya, apalagi saat melihat dompet hitam Sungmin. 'Bagaimana bisa ia menaruh dompetnya di tas?' monolog Kyuhyun dalam hati. Kebanyakan lelaki biasanya akan memilih membawanya di kantong celana, namun rupanya hal itu tak berlaku untuk namja manis itu. Selanjutnya, Kyuhyun beralih untuk mengecek jas Sungmin, tapi tak mendapat barang apapun dari sana.

"Jadi, apa yang akan kau jelaskan Cho?" tanya Donghae yang sedang memandangi Kyuhyun sibuk dengan barang-barang Sungmin. Kyuhyun sekarang membuka dompet Sungmin dan mendapati id card milik namja manis itu.

"Seenaknya saja kau menghilang dari perusahaan tadi. Ada beberapa dokumen yang harus kau lihat dan selesaikan. Lalu, kenapa barang Sungmin ada di tanganmu?" lanjutnya panjang lebar.

Kyuhyun diam mempertimbangkan sejanak, namun akhirnya ia menjelaskan semua yang dialami pada Donghae. Dari saat ia keluar perusahaan untuk mengikuti Sungmin sampai ia kembali ke apartmennya. Donghae mendengarkan dengan seksama penuturan Kyuhyun sampai namja Februari itu selesai bercerita.

"Haahh, kau ini benar-benar.." hela nafas panjang Donghae.

"Jadi menurutmu, aku harus bagaimana?" tanya Kyuhyun meminta pendapat.

"Saat ini, kau tak memiliki hubungan apapun dengannya. Bahkan ia belum resmi bekerja padamu." jawab namja pecinta film animasi berjudul Nemo itu. Kyuhyun hanya bisa menganggukkan kepalanya mendengan penuturan sahabatnya. Matanya menatap ke kosong depan, menerawang.

"Tenanglah. Lihat dulu apa yang terjadi besok dia datang atau tidak, setelahnya tunggu sampai dua atau tiga hari. Baru kau laporkan pada pihak yang berwajib." saran Donghae.

"Hm, aku harap besok dia datang dan baik-baik saja."

"Harusnya kau lihat keadaanmu sendiri." Donghae melihat Kyuhyun dari atas sampai bawah. "Kau tampakk berantakan." lanjutnya.

"Aku baru bangun tidur Hae pabbo, wajar aku berantakan," gerak tangan kilat Kyuhyun mendarat pelan di kepala belakang Donghae. Donghae menatap tajam Kyuhyun hendak membalasnya, namun dengan gesit Kyuhyun bergerak menjauh, mengelak.

Bel pintu terdengar menandakan ada orang di luar pintu apartmen Kyuhyun. Kyuhyun beranjak ke pintu dan melihat sekilas pada layar disamping pintu untuk mengetahui siapa yang datang. Oh, ternyata petugas laundry. Kyuhyun kembali ke ruang tengah apartmennya untuk mengambil tas dan jas Sungmin sebelum membukakan pintu. Tak lupa ia berpesan barang-barang tersebut harus sudah kering dan rapi serta diantar ke apartmennya sebelum jam 8.

"Kyuhyun-ah," panggil Donghae.

"Hmm?"

"Aku pulang dulu, Oh ya.. Ini handphone baru yang kau minta. Sudah terdaftar dengan nomer lamamu jadi kau tak perlu khawatir contact di handphone akan hilang."

Kyuhyun hanya mengangguk menanggapi dan mengucapkan terimakasihnya sebelum Donghae keluar pintu apartmennya. Tak membuang waktu, Donghae pergi dari kamar yang luasnya dua kali kamarnya itu. Melenggang dengan santai menuju kamarnya sendiri yang hanya berada beberapa lantai dibawah kamar eksklusif milik Cho Kyuhyun.

Sepeninggal Donghae, Kyuhyun segera mengutak-atik handphone barunya. Nama Kim Kibum tertera disana. Ia menghubungi lagi detektif pribadinya itu untuk menanyakan perkembangan penyelidikan terhadap Lee Sungmin. Keterkejutan didapat saat Kibum mengatakan nomor plat mobil itu tak terdaftar dan tak ada datanya. Sedangkan untuk masa lalu Sungmin di Jepang, ia masih mengusahakannya.

Ini buruk, Kyuhyun mulai ber negative thinking lagi. Apakah Sungmin benar-benar diculik? Tapi Sungmin menguasai martial arts, dan yang ia lihat hanya satu laki-laki yang tadi membawanya. Sangat tidak mungkin Sungmin selemah itu, bahkan layaknya orang tak sadarkan diri. Kyuhyun masih berkutat dalam pikirannya setelah sambungan komunikasi itu terputus, terkadang menepis pikirannya yang tak masuk akal. Sungmin pasti baik-baik saja, rapalnya terus menerus. Sepertinya ia tak akan sabar menunggu hari esok, dan sepertinya juga ia tak akan bisa tidur malam ini.

.

.

.

Tepat pukul 07.10 KST Kyuhyun terbangun dari tidur yang bisa dibilang hanya sekejap. Bel dari pintu rumah yang terus berbunyi membuatnya kesal dan segera keluar untuk menghardik orang yang berani mengganggu alam mimpinya. Tanpa melihat layar, Kyuhyun langsung membuka pintu dan menghardik orang itu, menyampaikan rasa kesalnya.

"M-Mianhae Sajangnim. Saya hanya mengantar laundry ini." ucap yeoja muda yang mengkerut dengan badan menahan getar karena mendapat bentakan pagi dari pemilik apartmen itu. Wajahnya tertunduk meskipun sesekali mencuri pandang ke arah wajah tampan milik Cho Kyuhyun. 'Baru bangun tidur saja sudah sangat tampan' batinnya.

"Ohh, Jam berapa sekarang?" tanya Kyuhyun karena tadi tak sempat ia melihat jam dinding. Kini matanya telah terbuka sempurna dan mengambil laundry kering dari tangan yeoja muda itu.

"Hm, sekarang pukul 07.12 Sajangnim." jawab wanita itu sopan.

"Ok, Gomawo." Kyuhyun mengibaskan tangannya mengusir halus yeoja itu kemudian masuk kembali ke dalam apartmennya.

Kyuhyun merebahkan diri di sofa dengan mata terpejam erat. Kesadaran tetap ada meski matanya terpejam. Kyuhyun adalah orang yang disiplin akan waktu. Selama ini ia tak pernah terlambat datang ke kantor. Apa jadinya jika seorang leader terlambat? Tentu bukan contoh yang baik untuk bawahannya. Tak lama Kyuhyun mulai membuka mata dan dengan berat hati menuju ke kamar mandi. Sebenarnya ia masih sangat mengantuk mengingat ia baru tidur pukul empat dini hari.

Ini semua karena kebiasaanKyuhyun memainkan game StarCraft andalannya jika sedang mempunyai masalah. Untuk menjernihkan pikiran atau refreshing adalah alasan yang sering namja itu lontarkan jika ada yang bertanya. Keinginan untuk tidur kembali pun terbantah oleh ego nya sendiri yang mengharuskan bersikap professional dalam bekerja.

7.40 KST Kyuhyun beranjak meninggalkan apartmen menuju perusahaan dengan BMW hitamnya. Saat akan memasuki halaman kantor, ia menepikan mobilnya. Pandangannya tertuju pada seorang namja yang sangat ia kenal keluar dari mobil audi berwarna putih dari kursi penumpang.

"Lee Sungmin." lirihnya. Kyuhyun tak bisa menutupi rasa bahagia yang terpancar jelas dari wajahnya. Senyumnya secara tak sadar terkembang sempurna. Kelegaan memenuhi hati kecilnya ketika melihat Sungmin berada disana tak kurang satu apapun. Senyum itu mengembang lagi dan menjadi kekehan kecil saat Sungmin tersenyum pada orang yang berada di kursi pengemudi mobil itu. Siapapun orang itu, pasti ia sangat beruntung bisa melihat dan mendapat senyum manis dari namja kelinci itu pikir Kyuhyun.

Setitik rasa cemburu dan iri terbersit dalam benak Kyuhyun. 'Haaah, aku juga ingin Sungmin tersenyum seperti itu padaku'. Kyuhyun masih mengamati Sungmin dari dalam mobilnya. Saat Sungmin telah berbalik, tiba-tiba kursi pengemudi terbuka dan ia bisa melihat dengan jelas siapa orang yang mengantar Sungmin pagi itu.

Kyuhyun me re-call kembali ingatannya ketika melihat namja kurus itu. "Lee Hyukjae?" tanyanya entah pada siapa. Ia melihat Sungmin menerima kotak bungkusan dari Eunhyuk. 'Ada hubungan apa mereka? Bukankah kemarin ia di bawa oleh namja berbadan tegap, bukan namja kurus seperti Hyukjae itu?' Kyuhyun tak habis pikir. Sepertinya ada bagian yang ia lewatkan, apalagi Kibum mengatakan plat nomor yang ia berikan tak ada dalam daftar. Lalu bagaimana bisa Sungmin sekarang bersama Eunhyuk.

Kyuhyun menyingkirkan pikiran dan bayangan penculikan Sungmin yang dari kemarin terus menghantuinya, yang penting Sungmin telah berada disini dan utuh. Kyuhyun melajukan kembali mobilnya menuju basement, dengan tergesa ia menuju lift dan menuju lobby utama. Para karyawan menundukkan kepala memberi hormat pada atasan yang baru datang itu. Kyuhyun hanya melempar senyum dan berjalan dengan langkah panjang menuju lift khusus yang akan membuatnya sampai ruangannya lebih cepat.

Pintu lift terbuka, disana ia bisa melihat sosok orang yang mengisi dan membuat kacau pikirannya sejak kemarin malam berdiri di depan ruangannya. Posisi Sungmin saat ini memunggunginya. Ingin rasanya Kyuhyun berlari kemudian memeluk badan mungil itu dari belakang, dan menyampaikan rasa khawatir yang begitu dalam. Tapi hal itu tentu tak mungkin ia lakukan. Kyuhyun hanya bisa diam menahan perasaan yang kini campur aduk. Senang, sedih, takut, khawatir, semua bercampur menjadi satu. Tak pernah sekalipun Kyuhyun merasakan rasa yang seperti ini, rasa yang terus muncul mendobrak akal dan hatinya sejak kemunculan Sungmin.

"Kau sudah datang?" baritone lembut Kyuhyun mengalun dari belakang, mengagetkan Sungmin.

"Ahh, Ne Sajangnim," Sungmin segera memutarkan badannya dan melihat Kyuhyun tersenyum lembut disana. Segera ia menjawab dan menunduk sopan.

"Masuklah." Kyuhyun melewati Sungmin kemudian membuka pintu. Mempersilahkan namja yang mengenakan kemeja putih itu masuk ke ruangannya. Harum kesegaran daun mint yang menguar dari tubuh tegap itu tercium oleh indera Sungmin yang kini mengekor dibelakang Kyuhyun.

Sungmin diam memperhatikan Kyuhyun yang kini duduk di kursinya. Aroma segar mint perlahan menjauh berganti wangi lemon segar dalam ruangan Kyuhyun. Sungmin berdiri agak berjarak dari meja kerja Kyuhyun.

"Duduklah," kembali suara lembut mengalun dari bibir tebal Kyuhyun. Sungmin sesaat merasakan jantungnya berdebar mendengar suara itu, pandangannya tak teralihkan dari wajah Kyuhyun. Dengan sedikit kaku, ia berjalan maju kemudian menempati tempat duduk di depan Kyuhyun.

Kyuhyun menatap Sungmin tajam dengan bibir mengukir senyum lembut. Sungmin bergidik ngeri melihatnya, orang di depannya ini seolah ingin memakannya dengan tatapan yang dilayangkan. Sungmin salah tingkah diperhatikan sedemikian rupa. Ia menunduk memperhatikan apa ada yang salah dengan pakaiannya, tapi ia rasa apa yang ia kenakan baik-baik saja, tak ada masalah. Lalu kenapa atasannya memandanginya seperti itu?

"Kau baik-baik saja?" tanya itu menyiratkan kekhawatiran dalam nada suaranya. Sungmin bingung dengan pertanyaan yang dilontarkan padanya. Ia membalas pandangan Kyuhyun.

'Tentu, aku baik-baik saja Sajangnim." Kyuhyun memperhatikan wajah Sungmin lagi.

"Baguslah kalau begitu," ucap Kyuhyun pelan, terdengar seperti gumaman di telinga Sungmin.

"Iye?" tanya Sungmin.

"Tidak." elak Kyuhyun.

Keduanya kembali terdiam. Sungmin menunggu titah yang akan Kyuhyun berikan. Bagaimanapun menurut Sungmin tak sopan jika ia yang memulai pembicaraan dengan orang di depannya ini.

"Sungmin-ssi." kebisuan diantara mereka akhirnya pecah.

"Ne Sajangnim?"

"Maaf aku belum bisa menyiapkan tempat untukmu seperti janjiku kemarin," ungkap Kyuhyun.

"Iya, tidak masalah Sajangnim,"

"Baiklah, kalau begitu kita mulai pekerjaan hari ini," Kyuhyun mengelaurkan beberapa dokumen dari lari meja kerjanya dan meletakkannya dihadapan Sungmin. Harusnya pekerjaan itu ia selesaikan kemarin tetapi ia tak kembali ke kantornya kan.

"Apa yang harus aku lakukan Sajangnim?" tanya Sungmin.

"Ini adalah beberapa dokumen yang harus aku lihat dan tandatangani. Kau bantu aku memilah dokumen ini. Lihatlah jika ada laporan keuangan yang menurutmu aneh, segera pisahkan." Kyuhyun menjelaskan pekerjaan yang biasa ia lakukan.

"Baik Sajangnim," Sungmin mengambil beberapa dokumen dan berdiri dari tempat duduknya. Hal itu membuat Kyuhyun mengernyit heran.

"Mau kemana Sungmin-ssi?" tanya Kyuhyun.

"Hem, saya akan mengerjakan disana saja Sajangnim." jawab Sungmin menunjuk sofa.

"Tak perlu, kita kerjakan bersama disini. Duduklah lagi," Oh tentu saja itu hanya akalan Kyuhyun saja. Mana mau ia berjauhan dari Sungmin. Dengan Sungmin yang berada sedekat ini, ia bisa puas melihat setiap lekuk wajah namja manis itu. Bibir shape M sewarna delina, hidung mungil yang mancung, pipi yang terlihat sangat halus, kulit seputih salju, dan mata yang bisa menjerat siapapun jatuh tanpa alasan. Kyuhyun menggelengkan kepala memikirkan itu. Fokus Kyuhyun, fokus!

Keduanya kembali berkutat dengan pekerjaan masing-masing. Sesekali Kyuhyun melirik ke arah Sungmin yang sedang serius membaca laporan di depannya. Senyumnya kembali terkembang. Rasa hangat menyelimuti hati Kyuhyun, melihat orang yang diimpikan berada sedekat ini dengannya tak pernah terbayangkan sebelumnya. Seketika Kyuhyun teringat akan barang yang berada di saku jasnya.

"Sungmin-ssi," kembali suara itu terdengar oleh indera pendengar Sungmin. Namun kali ini sedikit keraguan terbaca dari nada suara Kyuhyun. Sungmin menolehkan pandangan kedepan melihat atasannya memandang ragu.

"Kurasa ini milikmu," ucap Kyuhyun sambil mengeluarkan dua benda dari saku jasnya dan meletakkan di atas meja, tepat di depan Sungmin.

Sungmin memelototkan mata tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Tangannya tergerak meraih kedua benda itu. Tak salah lagi, barang itu adalah handphone dan dompetnya. Sungmin mengalihkan lagi pandangannya pada Kyuhyun. Bagaimana bisa benda itu berada di tangan atasannya?

"I-inii.." ucap Sungmin tergagap, ia nampal bingung melihat dua benda tersebut. Sungmin mulai berpikir apakah namja ini yang kemarin mengangkatnya dan mengantar ke rumah Eunhyuk. Ah, tapi tidak mungkin dia tau rumah Eunhyuk. Sungmin harus bertanya lagi untuk memastikan.

"Hm?" jawab Kyuhyun.

"Bagaimana bisa ada pada anda Sajangnim?" tanya Sungmin penuh selidik.

"Ehh?" Kini ganti Kyuhyun yang terlihat kebingungan. Bagaimana ia harus menjelaskan hal ini pada Sungmin?

.

.

.

To Be Continued

HALOOOO HALOOOO HAAAAIII *teriakpakeTOA

Apa kabar semuanyaaa? :*Ada yang Kangen aku? #Nggaaaak -Ok FINE!-

Jadi siapa yang menyelamatkan Sungmin? Entahlah, aku juga gak tau #PLAK

Hehehe, Ini sudah saya usahakan update cepat yaa.. Maaf kalau ceritanya makin aneh dan membosankan T_T

SPECIAL BIG THANKS TO :

Rye Kim : Bukan Kyu.. Ya! NC aja pikirannya #geplakRye GWS ya sayang :*

Zefanya Amelia : Hehe, makasih Zefa.. ini gak sampe bulan depan kan? #kedip2 gak janji ya bisa bikin flashbacknya..

Yuuhee : Yaaaa.. pokoknya bisa jadi aja, Kkk~ Bukan incest #uhuk Iya ini dilanjut, makasih yaa..

Adelia Santi : Ya! Eon Adel jangan ngamuk di lapak orang #beres2 Ini update Eon, makasih uda mau bacaa.. #cium

Cywelf : Oke, lanjuuut~

zagiya joyers : *ikutangguk2 buka Kyu! :p iya.. FIGHTING! Makasih zagiyaa sayang :3

Lilin Sarang Kyumin : Iya, hampir.. tapi untung gak jadi.. #tunjukatas

may moon 581 : Waaah, makasiih yaaa.. selamat datang juga.. selamat membaca.. semoga suka yaa.. hehehe.. Fighting!

Okalee : Iya dong, Ming emang daebak! Yeiy! Real life? Aku juga berharap gituu.. :3 Oke, ini uda lanjuut.. enJOY~

hanna : Iyaa, makasih ya uda mau bacaa.. Hihihi, Oke FIGHTING!

Adekyumin joyer : Pernah baca dimana? :o omo ini murni dari otak saya kakak..

Iiyahseull : tunggu ya kalo penasaran, makasih uda mau baca

henlicopter : #tunjukatas bukan Kyu, Kyu kehilangan Ming kemaren.. hehehe

wullancholee : Wkwk aku juga seneng kamu review.. Kalo disini udah paham belom traumanya kenapa? Hehe di jepang ya? Aduh kerjaan baru lagi deh.. #plak iyaa ini dilanjut, makasih yaa..

Cho Adah Joyers : Bukan Kyunniee makasih uda review..

ayyu annisa 1 : okee, ini uda lanjuuut.. makasiih..

Elf hana sujuCouple : Iya, ini uda lanjuut.. makasih yaa..

5351 : Hayoo.. ternyata bukan Kyuu.. #apadeh iyaa makasii, Fighting!

Zahra Amelia : Iya nih, aku kadang juga ampe frustasi gara" ini alur lambat banget macem jalannya Ddangkoma.. T_T aku juga pengen nyerang Ming nih, yuk bareng" #ditendangKyu

sissy : Yang iya-iya nya agak entaran yaa sissy #uhukk Iya ini dilanjut, makasiih :3

abilhikmah : yang mayungin Ming masih rahasia

bebek : Iyaa.. kamu benar sekaliii #KasihPermen

ChoLau137 : Bukaaan.. Oke ini lanjuutt~ Makasiih yaa..

Mayu ChoLee : Woaahh.. Makasiii.. #ikutkibaspom2 Go Kyuhyun Go! Go Sungmin Go!

ShinJiWoo920202 : #tunjukatas iyaa.. hampir dilecehkan tapi untuk gak jadi.. fiuuh #lapkeringet yap! Ini dilanjuuut~ makasih yaa..

ChoLee KyuMinie : Woaah, makasih yaa.. aku bahagia baca review kamu.. akhirnya ada yang ngerti ama pemikirankuu.. #peluk Iya nih apa salah Ming sih.. kan kasiaan.. T_T siapa sih ini yang bikin FF nya #PLAK

mw kim 37 : hehehe.. makasih ya udah mau baca.. Iya ini dilanjuut kok.. enJOY~

imblacksmile : Halo ratu mesum yang baik hati mau nraktir aku makan.. Fufufu~ Tuh baca sendiri ya uda dilanjut kok.. uda jelas belom? #tunjukatas

anita ariestamaru : belom sampe digituin kok.. :3 yap! Semangat Kyu! Makasih ini uda dilanjuutt.. enJOY~

gyumin4ever : hayoo.. bukan Kyuhyun, jadi siapa dong? #Plak makasii uda bacaa..

Park Min Chan : Iya Mila, makasi koreksinya yaa.. yang ini juga ditunggu koreksinya.. #uhuk Kamu juga buruan update yaa.. Kkk~ :*

kyukyu : Bukan kyu yang dateeeng.. :P hayo siapa hayoo.. #uhukk makasi uda bacaa..

GaemGyu137 : Woaah.. Nenek dateng #kasihjalan gak ada hubungan ama Kyuhyun, eh? Tapi kalo mau dibikin ada hubungan ama kyuhyun bisa kok.. brani bayar berapa? #PLAK Yaa~ aku dulu yang update inii baru HULU kamu update.. #tendangRan enak aja main injek-injek.. Kejadian di Jepang? Aduh gimana yaaa.. kasih tau gak yaaa.. Kkk~ makasih ya udah mau mampir lagi kesinii #cium

Ohya, buat SIDERS makasih lagi ya udah mau bacaa dalam keheningan kalian..

Buat yang udah mem FAV dan FOL FFini juga, terimakasih banyaaak..

Aku Sayang Kalian ~

Last, Mind to REVIEW again?

Kamsahamnidaaaa~ #ciumatuatu