Tje Pretender

Preview chapter sebelumnya.

Berkat Naruto, Shikamaru, Menma, dan Sasuke, Hayate beserta Izumo dapat dikalahkan.

Para calon genin ini semakin dekat dengan tujuannya.

Chapter 4

Fajarpun tiba, Naruto dan kawan-kawan berhasil melumpuhkan Kotetsu. Yang tersisa kini tinggal bossnya.

Mereka sudah mencari hampir ke seluruh penjuru hutan. Namun tetap saja nihil.

"Sial! Kalau beguni terus kita tidak akan lulus!" Menma hanya sibuk menggerutu sepanjang jalan.

"Daripada begitu, kenapa kau tidak buat dirimu berguna? Gunakanlah bayanganmu yang banyak itu!" Ujar Kiba.

Naruto memfokuskan dirinya berusaha mencari si boss dengan Kenbunshokunya, didapatinya lah seekor katak yang terus mengikuti mereka dari malam.

"Kenapa aku tidak sadar.." Gumam Naruto.

"Ada apa Naruto?" Tanya Shikamaru.

"Aku sudah menemukan bossnya!" Seru Naruto yang membuat semua orang kaget.

"Dimana dimana?" Tanya semua orang.

Naruto berjalan santai menuju katak itu. Lalu ia menunjuk katak tersebut.

"Kau bercanda? Hahaha bodoh." Semua orang kecuali Shikamaru, Sasuke, dan Menma menertawai Naruto.

Tak lama muncul kepulan asap dari katak tadi.

"Kalian lah yang bodoh." Terdengar suara berat dari dalam asap yang mengepul tersebut.

Asappun mulai memudar dan mulai menampakkan wujud dari sang pemilik suara.

"Jangan-jangan..!"

"Ya! Aku bossnya! Jiraiya no Gama Sennin!" Jiraiya memasang pose khasnya.

"Bossnya salah satu dari legenda sannin?" Semua orang tampak terkejut. Tapi tidak bagi Naruto dan Menma. Tepatnya mereka tidak mengerti. Mereka malah berpikir siapa itu Jiraiya?

"Aku kecewa karena hanya ada satu orang yang bisa mengetahui keberadaanku! Padahal kalian punya beberapa orang dengan kemampuan mata yang hebat!"

Sasuke dan Hinata langsung merasa tersindir. Hinata menunduk. Lain halnya dengan Hinata, Sasuke merasa sangat kesal.

"Jika ini medan perang sungguhan, sedari tadi malam mungkin kalian sudah tewas."

"Banyak omong!" Sasuke yang sudah merapal segel tangan sedari tadi langsung menyemburkan bola api ke arah Jiraiya.

"Katon: Gokakyu no Jutsu!"

Tak tinggal diam Jiraiya merapal segel tangan dengan sangat cepat.

"Jangan sombong bocah!"

"Katon: Endan!"

Jiraiyapun menyemburkan beberapa peluru api. Saat kedua jurus itu bertabrakan terjadi ledakan yang cukup besar. Namun tetap api milik Jiraiya lebih kuat.

Sasuke langsung melompat menghindari api milik Jiraiya.

Tak tinggal diam beberapa murid akademi yang lain langsung menyerang Jiraiya dengan sembrononya.

"Ayo! Akamaru! Gatsuga!"

Kiba berputar bersama Akamaru dengan sangat cepat hingga membentuk seperti bor yang langsung melesat menuju Jiraiya.

"Hari Jizo!"

Kini rambut Jiraiya langsung memanjang dan menyelimuti tubuhnya. Gatsuga milik Kiba langsung menghantam Jiraiya. Kiba langsung terpental karena pertahanan Jiraiya sangat kokoh dan kuat.

"Hari Jigoku!"

Kini dari rambut Jiraiya yang menyelimuti tubuhnya itu melontarkan ratusan jarum baja menuju para murid akademi itu.

"Aduh apa aku berlebihan?" Gumam Jiraiya.

Naruto langsung mencabut tantonya dan menangkis seluruh jarum yang menuju kearahnya.

Shikamaru berlindung di balik sebuah pohon, Menma dan Sasuke bergerak melompat-lompat menghindari jarum-jarum itu.

Sedangkan beberapa murid lainnya yang posisinya berada dekat dengan Jiraiya terkena luka akibat jarum Jiraiya.

"Kalian mundur lah! Jangan ceroboh seperti itu!" Teriak Naruto pada teman-temannya. Namun jawaban yang diterima Naruto malah kurang mengenakkan.

"Sial! Orang sepertimu bisa apa hah?!"

"Ya benar itu, bisa apa kau?!"

"Walaupun kalian kuat, kalian tidak akan bisa mengalahkannya seorang diri! Tapi kita bisa jika melakukannya bersama dengan strategi yang matang! Cukup dengarkan lah saran dari orang lemah ini!" Balas Naruto. Semuanya langsung terdiam.

Jiraiya tersenyum melihat Naruto.

"Malah sepertinya dia yang paling kuat diantara kalian! Siapa namamu?" Tanya Jiraya.

"Naruto!" Jawab Naruto tanpa menambahkan nama Vinsmoke.

"Oh? Namamu mirip dengan tokoh dalam bukuku! Kebetulan sekali ya! Hahaha."

"Baiklah bersiaplah Naruto!"

"Shikamaru bersiaplah di belakangku! Sasuke dan Menma bantu aku di sini!" Semuanya mengangguk mengerti.

Jiraiya langsung melesat kearah empat anak itu. Ia langsung menghantamkan tinjunya dengan sangat kearas menuju Naruto.

Naruto masih mampu menahan pukulan itu dengan tantonya. Lalu Menma muncul dari udara dangan kedua bunshinnya bersiap memukul Jiraiya.

Dengan satu lengan Jiraiya menepis Menma beserta bunshinnya sehingga membuat Menma terpental dan bunshinnya menghilang.

Di belakang Sasuke telah menyiapkan sebuah Fuma Shuriken, lalu dilemparnya shuriken berukuran besar itu menuju Jiraiya.

Jiraiya yang melihat itu langsung melompat menghindarinya, namun Sasuke tak tinggal diam, ia menarik string yang terikat pada shuriken itu sehingga membuat arahnya berbalik mengejar Jiraiya.

Tak tinggal diam Kagemane milik Shikamarupun mengejar Jiraiya yang melompat-melompat menghindari shuriken Sasuke.

Jiraiya melempar beberapa shuriken kearah Shikamaru untuk menghilangkan konsentrasinya. Shikamarupun membatalkan Kagemane miliknya.

Shuriken Sasuke semakin mendekat. Dengan timing yang pas Jiraiya menangkap shuriken itu menggunakan kedua tangannya dan balik melemparkannya kearah Sasuke.

Jiraiya melihat sekitar, Naruto telah menghilang dari posisi sebelumnya. Naruto tiba-tiba berada di depan Jiraya bersiap menebasnya dengan tantonya.

Tebasan vertikal itu langsung ditahan Jiraiya dengan Kunainya. Mereka saling menebas dan menangkis. Hingga akhirnya tanto Naruto menusuk ujung bolong kunai milik Jiraiya dan melemparkannya.

Naruto bersiap menebas kembali Jiraiya namun kaki Jiraiya menendang lengan Naruto yang membuat tantonya terlempar ke atas.

Dengan sangat cepat Jiraiya meninju Naruto, namun tinju dari Jiraiya bisa dihindari oleh Naruto. Narutopun dengan cepat menjadikan lengan Jiraiya sebagai tumpuan untuk salto. Salah satu kaki Naruto mengenai kaki Jiraiya dan kaki satunya menendang ujung tanto miliknya yang masih mengudara, sehingga tanto itu melesat lalu menggores sedikit menggores pelipis Jiraiya.

Semua yang melihat pertarungan itu hanya bisa diam dan takjub, bagaimana mungkin seorang Naruto yang terkenal lemah mampu melukai seorang legenda seperti Jiraiya.

"Boleh juga Naruto!" Jiraiya mengacungkan jempol pada Naruto.

"Namun sebaiknya kau bersiap, aku akan sedikit serius sekarang.." Lanjut Jiraiya.

Tak akan membiarkan hal tersebut Naruto dengan sigap menebaskan tantonya kedepan, semuanya bingung apa yang Naruto tebas, Naruto hanya menebas angin di depan Jiraiya. Kecuali Shikamaru. Ia sudah tau apa yang akan terjadi, ia langsung bersiap dengan Kagemanenya.

Lalu ia menyarungkan kembali tantonya. Saat seluruh tantonya sudah tersarungi, tiba-tiba gaya tarik gravitasi di sekitar Jiraiya bertambah dengan sangat kuat. Jiraiyapun sulit mengangkat tubuhnya.

Gaya tarik itu semakin kuat hingga membuat Jiraiya menyatu dengan tanah. Tanah disekitar Jiraiyapun retak.

"Shikamaru!"

"Kagemane no Jutsu!" Bayangan Shikamaru langsung mengunci bayangan milik Jiraiya.

Perlahan efek gravitasi milik Naruto mulai menghilang namun gerakan Jiraiya kini terkunci oleh Kagemane milik Shikamaru.

Namun Jiraiya masih bisa meronta.

"Si..sial kuat sekali!" Shikamaru dengan sekuat tenaga mencoba menahannya.

"Semuanya!"

Semua murid akademi langsung melompat kearah Jiraiya dan menindihnya. Jiraiyapun dapat dilumpuhkan.

Namun tiba-tiba tubuh Jiraiya langsung berubah menjadi kodok. Kodok itu menjulurkan lidahnya kepada para murid.

Jiraiya yang asli kini sedang duduk di atas pohon tak jauh dari para murid itu.

"Duh hampir saja.." Ucap Jiraiya.

"Sial!" semua murid tampak kecewa.

"Sayangnya waktu kalian sudah habis, tak ada satupun dari kalian yang berhasil mendapatkan ikat kepala dariku."

Semua murid menundukkan kepalanya.

"Angkat kepala kalian!"

Suara dari seorang kake paruh baya mengagetkan para murid akademi itu.

"Sa-sandaime-sama?" Semua terkejut karena kedatangan seorang Hokage.

"Jiji?" ujar Naruto pelan.

"Kemana semangat api kalian.. Shinobi Konohagakure?"

"Shinobi?"

"Konoha?"

Semua murid tampak bingung.

"Ya benar.. Kalian resmi menjadi Shinobi Konoha! Kalian lolos menjadi seorang Genin!"

Semuanya bersorak gembira, kecuali Shikamaru dan Sasuke.

"Tapi kami gagal mendapatkan ikat kepala itu.." Ujar Naruto.

"Bukan itu tujuan dari ujian kali ini Naruto.. Tujuan dari ujian kali ini adalah bagaimana kalian bisa bekerjasama sebagai tim, dan ternyata kalian berhasil! Dan itu semua berkat dirimu.. Naruto! Selamat!" Semua murid.. ah tidak semua Genin kini tersenyum kearah Naruto.

"Hari ini pulanglah dan istirahat, ini hari yang panjang bagi kalian!"

"Ha'i Sandaime-sama" Seluruh Shinobi langsung membungkuk memberi hormat pada Sandaime.

Hari itupun ditutup oleh kelulusan para murid.

Para Genin kini berencana mengadakan pesta kelulusan dengan memakan Yakiniku.

Naruto hanya tersenyum melihat teman-temannya yang terlihat sangat gembira.

Lalu mereka menghampiri Naruto dan Sasuke yang terpisah dari gerombolan itu.

"Apa kau mau ikut Naruto, Sasuke?" Ajak Choji, Ino, Sakura, Hinata, Kiba, Shino, Menma, dan Shikamaru bersamaan.

Akhirnya, apa yang ditunggu-tunggu bagi Naruto, memiliki banyak teman yang mau menerimanya.

Air mata Narutopun meleleh, ia sangat senang kali ini. Semuanya tersenyum melihat Naruto.

"Maafkan kami Naruto.." Kiba sedikit menunduk karena malu.

Naruto mengangguk.

"Tak apa! Jadi tunggu apa lagi?"

Merekapun menghabiskan malam mereka dengan berpesta yakiniku.

Sementara itu di sebrang dunia sana.

"Bagaimana ini Judge-sama? Alat ini belum siap jika untuk mengirim seluruh pasukan secara bersamaan."

"Aku tau.. aku akan sempurnakan mesin ini dalam beberapa tahun kedepan.." Judge meninggalkan ruangan tempat alat yang menghubungkan kedua dunia itu.

Kembali ke dunia ninja.

Di suatu tempat di dalam gua terdapat beberapa orang yang berkumpul di sana.

Tak lama sebuah venus trap muncul keluar dari dalam tanah.

"Laporannya Zetsu!" Ucap seorang pria bertopeng.

"Dia bisa kita gunakan dan kekuatannya cukup menarik!" Jawab venus trap yang disebut Zetsu itu.

"Begitu?"

"Dan dia juga bersama bocah Kyuubi itu, jika kita bisa menangkap keduanya, rencana mata bulan akan sangat mudah terwujud." Kali ini sisi hitam dari Zetsu atau Kuro Zetsu yang menjawab.

"Tidak usah terburu-buru, aku ingin semuanya siap terlebih dahulu. Bukan begitu Nagato?"

"Ya.."

Bersambung!