Bel tanda pulang sekolah telah berbunyi.

Kau segera membereskan semua alat tulismu lalu berlari kecil ke arah pintu kelas. Menghampiri seorang siswa yang sedang menunggumu dengan senyuman manisnya.

"Ada apa kau kemari?"

"Aku ingin meminta bantuanmu."

Season With You

.

.

.

.

Menikmati indahnya musim bersamamu.

.

.

.

.

Karya LeafandFlower

.

.

.

.

Genre: Romance

PoV: Murasakibara Atsushi x Reader

.

.

.

.

Maaf jika ada kesalahan kata / ooc .-. Harap maklumi saya karena saya masih amatiran.

.

.

.

.

"Bukunya ada di sebelah sini." ucap salah satu siswi yang bertugas menjadi penjaga perpustakaan.

"Ah ya, terima kasih telah membantuku." Aku berjalan pelan sambil mencari buku yang kubutuhkan.

"Urwell. Ngomong-ngomong, untuk apa kau mencari buku resep masakan?" Tanya siswi itu memandangku lurus.

"Kau tak perlu tahu,"

Kau mengambil buku sampul hijau, membukanya lalu mencatat beberapa kalimat yang ada di buku itu.

"karena ini bukan urusanmu." lanjutmu ketus lalu berjalan ke arahnya sambil memberikan buku hijau yang kau ambil tadi dan meninggalkannya sendirian.

"Cih.. Dasar jutek." desis siswi itu sambil mengembalikan buku hijau itu dengan kasar.

Kau mendengarnya, tapi kau lebih memilih meninggalkan siswi itu daripada bertengkar di perpustakaan.

Toh ini memang sifatku. Jika kau tak suka ya wajar saja.

Srakk..

Bruk!

Kau menengok ke belakangmu. Menatap bingung seorang pria dengan rambut violetnya sedang menunduk sedih melihat snacknya terjatuh, lalu menghela nafas.

Sungguh disayangkan. Dia pasti akan membuang snack itu.

Tapi yang kau pikirkan sama sekali tidak benar. Dia memungutnya dengan perlahan. Melihatnya lalu menaruhnya ke dalam kantung pembungkus snack itu.

Apa yang dia lakukan?! Apakah dia tak tahu bahwa snack itu banyak kumannya?!

Kau berjalan ke depannya, memandangnya dengan tatapan. "Jangan makan makanan yang sudah jatuh. Atau kau akan sakit."

Dia menatapmu polos. "Tapi aturan 3 detik-"

"Itu tidak ada pengaruhnya!" selamu disertai sedikit hentakan.

Setelah kau mengatakan itu dia terdiam, kau tersenyum senang. Tetapi disaat kau ingin pergi, dia memungutnya secara tergesa-gesa.

Kau yang melihatnya hanya sweatdrop lalu melangkah pergi.

"Huh.. Bukan salahku jika dia sakit." katamu lalu menghela nafas.


"Kau tau nama seorang siswi yang berada di kelas memasak dengan tatanan rambut yang di kepang?"

"Tidak, memangnya ada apa?"

"Kudengar dia membuat nama klub memasak menjadi tenar. Kau tahu kan? Klub memasak di sekolah kita jarang diminati oleh para siswi."

"Benarkah? Bagaimana caranya melakukan itu?"

"Dia membuat sebuah akun situs di youtube lalu mengunggah rekaman yang berisikan tentang memasak. Dan kau tau? Katanya beribu-ribu orang menonton video itu!"

"Hebat!"

"Awalnya aku tidak percaya, tetapi setelah aku melihatnya sendiri akhirnya aku percaya."

"Benarkah? Bisa kau tunjukkan padaku?"

"Tentu, setelah latihan ini selesai aku akan memperlihatkannya."

Seseorang yang tidak sengaja mendengarkan percakapan mereka berdua pun hanya diam sambil memakan snacknya. Dia berfikir untuk apa membicarakan orang yang sama sekali belum kalian lihat? Benar-benar tidak mempunyai pekerjaan.

"Kudengar anaknya pendiam dan sarkastik, tetapi setelah kau berteman dengannya dia pasti akan menunjukkan sifat aslinya."

"Semua orang pasti seperti dia juga, bahkan kaupun juga seperti itu."

"Oi oi.. Jangan samakan aku dengannya. Dan kudengar lagi, dia tidak akan segan-segan membantumu memasak jika kau tidak bisa. Atau membuatkanmu bekal jika kau sudah dekat dengannya."

"Wahh, jika aku jadi temannya. Uang sakuku akan bisa kutabung."

"Hahaha.. Tentu saja."

Si pendengar yang tadinya bertingkah acuh tak acuh pada percakapan mereka berdua pun membelalakkan matanya. Makanan.. Hanya itu yang dia pikirkan.

Jika siswi tersebut sangat pandai memasak, dia harus mendekatinya. Tapi bagaimana caranya? Entahlah.. Hanya dia, penulis dan Tuhan yang tahu. *ealah:'v


"Panass!" kata Murasakibara lelah.

"Akhir-akhir ini cuacanya memang seperti ini Atshushi." kata Himuro sambil tetap berjalan.

"Hahh.. aku ingin es lolii Muro-chinn~" ucap Murasakibara manja.

"Tidak boleh Atsushi." Himuro tersenyum kalem ke arah Murasakibara dan hanya dibalas raut cemberut oleh Murasakibara.

Di tengah perjalanan, Himuro melihatmu yang sedang membawa 2 kantung plastik yang lumayan besar dengan agak kesulitan.

"Hahh.. bersabarlah. Sebentar lagi kau akan sampai." ucapmu berusaha menyemangati dirimu sendiri. Tak sesuai harapanmu, kau mulai kehilangan keseimbanganmu lalu terjatuh.

Puk

"Eh?" gumammu pelan.

"Kami akan membantumu. Kau pasti sangat kelelahan." Himuro tersenyum ke arahmu lalu mengambil alih kantung plastik yang kau bawa. Begitu juga dengan Murasakibara.

Kau membiarkan mereka membawanya, lalu berjalan mendahului mereka. Memberitahu arah letak ruang klub memasak sembari berjalan.

Sesampainya di depan ruangan klubmu, kau berterima kasih terhadap mereka berdua.

"Arigato sudah mau membantuku membawa bahan-bahan ini hingga depan ruangan klub Himuro-kun, etto.."

"Ah, kau pasti belum kenal dia bukan? Kenalkan ini Murasakibara Atsushi."

"Yoroshiku Murasakibara-kun." Murasakibara hanya memutar bola matanya malas.

"Atsushi, tidak baik mengabaikan orang yang mengajakmu bicara." sahut Himuro

"Baiklah, yoroshiku~" Kata Murasakibara malas.

Kau hanya tertawa kecil melihatnya menjawab sapaanmu dengan malas. Berbeda. Itulah yang ada di benakmu jika melihat seorang Murasakibara. Dia berbeda dari orang-orang yang biasanya kau temui.

"Bagaimana? Apa kau bisa?"

"Hah? Bisa apa?"

"Kau tidak lupa perjanjian kita kan?"

"Tentu saja tidak, baka. Aku tidak akan mudah lupa di saat umurku yang sekarang." katamu sarkastik.

Murasakibara yang melihat itu, hanya menguap dan mengusap-usap rambutnya malas.

Himuro yang menyadari itu akhirnya memberi tatapan kepadamu untuk segera melakukannya. Kau yang diberi tatapan seperti itu mengerti akan kodenya.

"Karena kalian sudah membantuku, sebagai balasannya aku akan memasakkan sesuatu untuk kalian. Ayo, masuk ke dalam." ucapmu lalu membawa bahan-bahan yang kau bawa masuk ke dalam ruang klub. Himuro dan Murasakibara yang mengetahui itu lalu masuk ke dalam ruangan klub memasak yang di sana hanya ada kau seorang.

Murasakibara hanya duduk di sebuah kursi sambil memerhatikanmu yang sedang memasak. Gerakanmu yang cekatan dan juga tenang dalam memasak membuat dia percaya rumor yang ia dengar kemarin dari seseorang anggota klub basket. Dan tak beberapa lama kemudian tercium aroma masakan dari hidungnya.

"Douzo, aku hanya bisa membuatkan kalian ini." Katamu sambil menyodorkan piring yang penuh dengan makanan.

Tanpa aba-aba Murasakibara langsung segera melahap masakanmu dengan tergesa-gesa. Kau hanya menggelengkan kepalamu melihatnya, lalu menaruh segelas air putih di samping piring tersebut. Sementara Murasakibara sibuk dengan makanannya, kau berbicara dengan Himuro.

"Jadi?"

"Hah, apa?"

"Kau tidak keberatan kan? Aku tidak mungkin akan bisa memberinya 'setoran' terus menerus agar dia rajin latihan."

"Baiklah, aku akan usahakan. Selain itu, kupikir aku akan mudah dekat dengannya."

"Baiklah, lalu bagaimana dengan kabarnya?" Kata Himuro mengalihkan pembicaraan.

"Dia sudah pergi. Seandainya aku tidak percaya dengan semua omong busuk Mayaka, aku pasti bisa menyelamatkannya dan juga Kise." Kau mengepalkan tanganmu dengan keras.

"Bagaimana bisa?!" Seru Himuro terkejut.

"Yaa kau tau sifatnya setelah semua yang terjadi pada waktu kita berada di sekolah yang sama? Selalu memendam sendiri agar tidak ada orang lain yang tersakiti selain dirinya sendiri. Dan Mayaka menyuruh seseorang untuk menabraknya pada waktu mereka berdua menyebrangi jalan yang sepi."

"Dan karena kemampuannya, dia cepat sadar dan lebih memilih dia yang tertabrak dari pada Kise." jelasmu sambil menundukkan kepalamu.

"Tetapi aku senang karena aku masih bisa bersahabat dengannya di chuugakkou dulu. Setidaknya itu permintaan maafku karena sudah menjauhinya dulu." Kau tersenyum miris

"Sungguh tragis. Bisakah kau antarkan aku ke makamnya?"

"Tentu saja. Hubungi aku jika kau punya waktu luang untuk ke sana."

Kau yang menyadari Murasakibara yang selesai dengan acara 'makan-makan'nya pun akhirnya menghampirinya.

"Bagaimana? Apakah ada yang kurang dari masakanku tadi?"

"Tidak, ini sangat lezat~"

"Kau bisa mencicipi masakanku yang lain jika kau mau. Pergilah ke atap sekolah besok." Kau tersenyum manis ke arahnya.

Himuro hanya terkekeh melihat pemandangan yang langka di depannya sekarang.

"Kalian lucu sekali."

"Baiklah~" Murasakibara mengangguk-anggukkan kepalanya antusias.


Kau membuka pintu menuju atap sekolah dengan kunci yang kau bawa. Bagaimana bisa kau dapatkan? Salah satu guru memberimu kunci tersebut karena dia pikir kau suka akan ketenangan dan kau sangat mensyukuri pemberian dari gurumu tersebut.

Berdiri memegang pagar besi sambil memejamkan mata.

Hahh.. tak ada yang lebih menyenangkan selain berdiam diri di sini.

Beberapa menit selanjutnya, pintu tergeser dan munculah sesosok laki-laki tinggi di atas rata-rata dengan rambut violetnya. Dia lalu berdiri di sebelahmu.

"Ternyata kau benar-benar datang." katamu pelan.

"Aku datang karena ingin mencicipi masakanmu lagi~" Dia memandang lurus dengan tatapan malasnya.

Kau yang melihat reaksinya hanya terkekeh pelan lalu memberikannya sekotak bekal.

"Ini. Tidak banyak, tetapi aku harap bisa mengenyangkan perutmu yang selalu lapar itu." katamu tersenyum ke arahnya.

"Arigato~" katanya sambil mengambil bento yang kau berikan.

Kalian lalu memakan makanan kalian dengan khidmat, dan setelah selesai kau lalu terdiam sambil memejamkan matamu. Sedangkan Murasakibara mengambil permen dari kantungnya lalu memakannya.

"Kudengar kau salah satu anggota starter di klub basket?" katamu sambil tetap memejamkan matamu menikmati semilir angin yang menghembuskan ponimu.

"Nyem.. iya nyem.." katanya masih sibuk dengan permennya.

"Benarkah? Kalau begitu kau pasti sangat sulit dikalahkan oleh lawanmu mengingat tinggimu yang berbeda dari pemain-pemain yang lain." jawabmu basa-basi.

"Tidak, aku pernah dikalahkan 2 kali."

"Souka. Apa tidak keberatan jika aku melihatmu berlatih di GYM?"

"Tidak, jika kau mau melihat datanglah ke GYM sepulang sekolah nanti."

"Baiklah."

Kau tersenyum aneh.

Setelah ini, berterima kasihlah padaku Himuro-kun.

.

.

.

.

Dan disinilah dirimu, duduk di bangku penonton melihat Murasakibara dan juga Himuro berlatih. Sambil memegang catatan kecilmu yang selalu kau bawa, kau melihat mereka dengan tatapan tajam.

Bagaimana bisa Murasakibara bisa dikalahkan oleh tim sekolah lain padahal selama latihan tanding tadi, tidak ada satu pun bola yang masuk ke dalam ring yang dijaga oleh Murasakibara. Mungkinkah bolanya menghilang?

Kau menyadari mereka telah selesai latihan lalu menghampiri mereka sambil menyodorkan minuman dan tak lupa memberi snack pada Murasakibara.

"Otsukare minna." ucapmu sambil tersenyum.

"Arigato." jawab mereka.

"Oh ya, bukankah kau anak klub memasak ya?"

"Aku sering melihat video yang kau unggah di youtube, memang sangat bagus dan caramu menjelaskan memasak memang sangat mudah dipahami."

"Kau benar."

"Eh? T-terima kasih banyak." jawabmu terbata-bata sambil mencoba menutupi semburat merah tipis yang muncul di wajahmu.

'Kawaii~' Batin mereka semua kecuali Himuro dan Murasakibara

Murasakibara yang melihat itu hanya mendengus kesal lalu membuka snack yang kau berikan tadi. Dia merasa kesal pada para senpainya yang melihatmu dengan pandangan berbinar-binar.

Himuro yang melihat tingkah Murasakibara hanya tersenyum.


Semenjak saat itu, kalian jadi semakin dekat. Kau selalu melihat Murasakibara saat latihan basket dan kau berjanji akan membuatkan sesuatu untuk dimakannya agar dia tidak bolos latihan.

Begitu juga dengan Murasakibara. Dia selalu pergi ke atap dan menemanimu di sana karena dia pikir kau pasti akan kesepian di sana.

"Ne ne, Murasakibara-kun. Apa kau punya pacar?"

"Nyem.. Pacar itu apa? Nyem.." jawab Muasakibara dengan polos sambil tetap memakan snacknya.

Kau terperangah kaget

"Kau tidak tau? Jangan-jangan kau belum pernah berpacaran?" tanyamu menyelidiki.

"Nyem.. Pacaran itu apa? Nyem.. Aku belum pernah melakukannya.. Nyem.."

Kau hanya bisa sweatdrop setelah mengetahui bahwa Murasakibara tidak mengetahui apa itu pacar.

Kau berfikir bahwa yang dipikirkannya hanya makan, sekolah dan basket hingga dia mengabaikan yang lain.

Sungguh tragis.
Tetapi dalam hatimu kau merasa tenang setelah Murasakibara mengatakan bahwa dia belum pernah berpacaran dengan wajah polosnya.

"Ukh, bagaimana aku menjelaskannya ya?" Kau meletakkan jari telunjukmumu di dagumu.

"Yaa intinya dia adalah orang yang menyayangimu tanpa memandang fisik maupun reputasimu." jawabmu pelan sambil memasang muka berfikir.

Aahh.. Pasti ini akan sulit sekalii.. Mengingat dia hanya tahu makan, sekolah dan basket saja.. Siall!

Murasakibara tidak mengindahkan perkataanmu dan tetap fokus pada makanannya. Kau meliriknya sebentar, lalu tersenyum kecil.

Tak apalah, asalkan bisa dekat dengannya saja sudah membuatku senang.

Kau terdiam.

"Eh? Kenapa aku berfikir seperti itu?"


"Jadi, bagaimana kemarin?" tanya Himuro kepadamu sambil berjalan bersebelahan denganmu.

"Aku pikir ini akan sulit Himuro-kun. Aku masih tidak percaya, bagaimana aku bisa menyukai orang seperti dia?" katamu dengan nada kesal sambil sedikit menghentakkan kakimu saat kau berjalan.

Himuro hanya terkekeh dengan tingkah lakumu tersebut.
Kalian berdua berhenti di depan sebuah makam. Menelungkupkan tangan kalian lalu menaruh beberapa bunga di atasnya.

"Aku harap dia mau memaafkanku." Katamu sambil memandang batu nisan di depanmu.

"Tentu saja. Dia orang yang baik, tidak mungkin dia tidak mau memaafkanmu."

"Kau benar." Kau tersenyum masam lalu pergi meninggalkan makam itu bersama Himuro.

Di perjalanan, kalian berdua berjalan sambil tertawa bersama seperti sepasang kekasih.
Semua orang yang berada di sana melirik kalian, termasuk seorang pria dengan rambut ungunya.

"Lihat mereka."

"Uwahh.. mereka pasangan yang serasi."

"Mereka mengingatkanku pada masa-masa mudaku."

"Kau benar. Mereka sangat cocok."

Kau dan Himuro hanya mengabaikan pendapat orang-orang yang ada di sekitarmu.

"Hahaha.. Benar Himuro-kun, aku tak habis pikir kenapa kau mau melakukan itu." Kau tertawa pelan sambil menutup mulutmu.

"Jangan tertawa seperti itu. Aku melakukannya karena itu adalah hukuman ToD. Sudahlah, jangan kau bahas lagi." Himuro tersenyum kesal.

"Ahahaha.. aku tidak bisa berhenti. Kau harus tanggung jawab Himuro-" Kau memotong pembicaraanmu sambil menghentikan langkahmu. Sama seperti Himuro, kau memandang bingung seseorang yang berdiri di depan kalian.

"Murasakibara-kun?" tanyamu melihatnya dengan pandangan tak percaya.

Bukannya menjawab, Murasakibara malah menarik tanganmu menjauh dari Himuro dan membawamu pergi dari tempat itu. Kau yang tidak siap hanya mengikuti Murasakibara membawamu kemana.

"Bersenang-senanglah!" teriak Himuro dari kejauhan. Terlihat dari paras tampannya, dia sangat senang.

Kau hanya menundukkan kepalamu sambil tersenyum kecil.

Kurasa ini awal dari semuanya.


LeafandFlower done edited~

Ukh.. terimakasih banyak untuk semua readers karena telah membaca Season With You dari chapter 1 hingga chapter 4 /terharu :" *hiks*

Jika ada kesalahan, kritik atau mungkin saran bisa kalian beritau lewat Review atau pm saya^^

Contact me on:

- Twitter: NurReziella

- Wattpad: LeafandFlower a.k.a. Kuronuma Izana

See ya!