MAYBE , MAYBE NOT
.
Cast : Wu Yi Fan / Huang Zi Tao / Lay / Byun Baekhyun / Xi Luhan / Oh Sehun / Do Kyungsoo / Park Chanyeol / Xiumin / Suho
.
Pair : BAEKYEOL - KRISHAN - KRAY - SUTAO - CHEN - HUNTAO - HUNHAN - KRISTAO
.
Genre : I don't know
Hurt / Comfort , Sad , Drama , School Life , one sided love
(maybe)
.
Rated : M ( maybe )
.
YAOI / BL / BOYx BOY / Boys Love
.
.
Italic : flashback
.
'…': ucapan dalam hati
…
CHAPTER 3
.
.
.
Terlihat sebuah mansion besar di kawasan pinggir kota Seoul . Mansion besar dengan tembok putih bersih dan terdapat taman besar didalamnya dengan lorong-lorong luas di setiap bangunan mansion itu
Terdengar suara langkah kaki kecil di sepanjang koridor mansion putih tersebut
"Kris ge ?" ucap seorang namja manis yang ternyata pemilik suara langkah kaki kecil tadi
Namja manis itu kembali mengetuk pintu didepannya . "Gege , Kris ge ? apa kau di dalam ?" ucapnya kembali dengan suara yang halus
Merasa tidak ada sahutan dari dalam, namja manis itu membuka perlahan pintu didepannya . "Aku masuk ya ge" ucpanya pelan
Kreeek –suara pintu terbuka-
"hm ?kemana dia ?" tanyanya pada diri sendiri begitu sosok yang dicarinya tidak ada disana
Namja itu menghela nafas pelan dan berjalan menuju kasur tempat dia dan namja tercintanya Kris bercinta semalam . Dia terkekeh pelan begitu mengingat kejadian semalam, bagaimana tubuh mereka saling bertabrakan dan lidah yang bermain satu sama lain mencari siapa yang dominant
"hem..ya"
"hihi" tawanya kecil
Pandangannya kembali terfokus pada kasur yang didudukinya, kasur itu masih berantakan sama seperti saat dia terbangun . Dengan seulas senyum lembut dia bangun dari kasur itu dan berniat membersihkannya
Senandung kecil terdengar dari bibir pink pucatnya , jari lentiknya melepas seprai hitam yang menjadi saksi bisu kegiatan semalam . Dan betapa kagetnya dia begitu melihat sesuatu di balik kasur sang kekasih
"i..ini.." ucapnya pelan . "tidak mungkin !"
Wajah putihnya berubah menjadi pucat, amarah naik kekepalanya
"kau juga mencintaiku kan ge ?"
"hem..ya"
Tangannya mengepal erat begitu mengingat memori semalam, buku-buku jarinya berubah putih dan terlihat urat biru disepanjang kulit tangannya . Foto kusam itu terjepit erat diantara jari-jari mulusnya
"pembohong" desisnya pelan
Dengan nafas memburu ia pergi meninggalkan kamar itu, membanting kasar pintunya dan berjalan melewati lorong utama menuju pintu utama mansionnya
Meninggalkan selembar foto kusam yang sudah robek terbagi dua, namun masih terlihat jelas gambar difoto itu
Dua orang namja saling merangkul satu sama lain dengan satu namja tampan berambut pirang yang mencium pipi seorang namja berambut hitam yang lebih pendek darinya . Kedua namja itu terpisah dengan paksa layaknya foto yang dirobek paksa oleh namja manis pemilik kasur itu
...
Namja itu menelpon seseorang dan beberapa saat kemudian mobil audi hitam berhenti tepat di depannya . Seorang namja paruh baya keluar dari kursi kemudian dan membungkuk sopan sebelum membukakan pintu kursi belakang untuknya
Mobil mewah itu melaju keluar melewati tembok putih besar yang mengelilingi mansion indahnya . Di samping pagar utama itu terlihat plat berwarna keemasan, disitu tertulis jelas marga 'ZHANG'
.
.
….
.
.
Seoul, Korea Selatan
19.00
Terlihat seorang namja berambut blonde sedang berdiri resah di depan sebuah apartmen mewah dikawasan elit Gangnam . Mata pandanya tak berhenti menatap bangunan mewah itu . Sesekali ia berjalan maju namun kembali mundur ke tempatnya semula
Sudah hampir tiga jam kegiatan itu berlagsung sejak kedatangannya ditempat itu
"Haah, tidak ada salahnya masuk iya kan ?" tanyanya pada diri sendiri
Dengan tubuh tegap dan langkah kecil namja itu berjalan pasti kedalam bangunan mewah itu
"waaah tempatmu besar sekali taozi"
Tao, namja dengan mata pandanya itu menghentikan langkahnya begitu mendengar suara yang sudah tak asing baginya . Ia menatap sekeliling tempatnya berdiri kemudian menundukkan kepalanya dan menggelengkannya cepat
….
Ckiittt
Mobil sport putih Kris berhenti dengan kasar begitu sampai tepat di depan bangunan mewah yang terletak di kawasan elit Gangnam . Matanya terbelalak lebar begitu melihat siapa namja yang berdiri tidak jauh dari mobilnya walau samara tapi Kris yain betul siapa itu . Dia tau jelas siapa namja yang berdiri di depan pintu bangunan apartmen mewahnya
"tidak mungkin.." bisiknya pelan
Kris segera berlari keluar dari mobilnya dan menuju pintu masuk bangunan tersebut, dengan mata tajamnya ia melihat sekeliling lobi bangunan itu . Mencari sosok namja yang dirindukannya
'rambutnya berubah..'
"mungkinkah.." ucapnya pelan kemudian langsung berlari ke arah lift . Dengan tangan yang tidak sabaran dia terus memencet tombol lift didepannya, berharap dengan begitu lift yang ditunggunya akan segera sampai
Dia melihat ke atas kearah layar kecil yang menunjukkan tulisan berwarna merah -20-
"Shit masih 20 lantai lagi !"
Dengan kesal Kris pergi meninggalkan pintu lift itu sebelum memukul tombol di didepannya dengan kesal . Kaki panjangnya melangkah lebar menuju tangga darurat, dengan langkah panjang dan cepat Kris terus berlari sampai di lantai dua puluh lima
Nafasnya terengah-engah begitu sampai didepan pintu darurat dengan tulisan angka dua puluh lima disamping pintu itu . Sebuah senyuman terlintas diotaknya . Dan saat itu juga dia kembali melangkahkan kaki panjangnya
Kris terus berlari tanpa memperdulikan penampilannya sekarang, rambut pirang yang berantakan, kemeja yang keluar setengah dengan dua kancing atas terbuka dan tali sepatu yang terlepas . Sangat berbanding terbalik dengan penampilan Kris yang biasanyanya selalu perfect
Dengan nafas memburu dan tangan bergetar Kris menekan tombol password di pintu kamar dengan nomor 2525
"aku pulang gege !"
Dibukanya kasar pintu itu begitu kuncinya terbuka, dengan setengah melompat namja tampan itu masuk kedalam dan menatap sekelilinganya, berharap dapat menemukan sosok yang dicarinya
"dasar bodoh" lirihnya pelan
"apa kau merindukanku ?"
"bodoh..bodoh.." lirihnya kembali, tanpa disadarinya setetes air mata jatuh kelantai . Kris memukul kasar lantai kamarnya dan terus membisikkan kata-kata itu 'bodoh..bodoh..bodoh' . Ucapnya terus menerus , kata-kata itu terus meluncur dari mulutnya seakan mantra baginya . Jika ada orangl lain yang melihatnya mungkin mereka akan mengira dia orang gila
"tentu saja aku merindukanmu sayang"
"bodoh..bodoh..AAARRRRGHHHH BRENGSEK !"
…
DEG
Tubuh Tao bergidik secara tiba-tiba, sesaat pikirannya tertuju pada kekasih-atau bisa kita sebut mantan terkasihnya . 'Wu Fan' . Bisiknya pelan dalam hati sebelum menggelengkan kepalanya dan membasuh kasar wajahnya
"kapan kau pulang ?aku sudah menunggumu dari tadi"
"tak tahukah kau aku hampir gila tanpamu hem"
Kakinya melangkah pelan berjalan keluar dari toilet dan mengarah ke pintu lift yang terletak di sebrang pintu utama . Dia melihat sekeliling dan menatap iba pada refleksi dirinya yang terlihat menyedihkan di pintu lift itu
"kau jelek jika berwajah seperti itu baby"
Saat pintu lift terbuka Tao terdiam sesaat dan memutar langkahnya, dia berjalan keluar melewati meja resepsionis dan berlari kecil meningggalkan bangunan mewah itu dengan nafas memburu
"aku merindukanmu"
Tao mempercepat langkahnya
"aku hampir gila tanpamu.."
Langkahnya semakin cepat sampai akhirnya—
"hatoi-hati baby, kau bisa jatuh"
Brukh !
Tao terjatuh begitu kakinya sudah tidak kuat lagi menopang berat badannya, kakinya terasa sedikit sakit saat bertabrakan dengan aspal . Celana jeans bagian lututnya robek dan memperlihatkan sedikit darah segar
"tuh kan apa ku bilang"
Tao hanya diam terduduk dan menatap kosong luka dilututnya
"apa masih sakit baby ?"
"cup- semoga lukanya cepat sembuh sayang"
"hiks" isakan kecil keluar dari bibir mungilnya . Tangannya mengepal kuat diujung jaket hitamnya sampai buku-buku jarinya memutih
"ayo sini kugendong . Dasar bayi"
"..hentikan…"
"Kau bayi besar Taozi, bayi tercintaku"
Tao mengigit bibir bawahnya cukup keras, berusaha menghentikan isakan yang terus keluar dari bibir manisnya . Mata indahnya terlihat berkaca-kaca, tumpahan air mata siap membanjiri begitu Tao menutup matanya
"aku akan menjagamu sayang, selalu..selamanya"
"hiks..bohong.."
"LIAR !"
"cukup ..cukup—!"
"..kau tau ? kau kejam Tao..kau keja—"
"hentikan, HENTIKAN !"
"..ukh- ak-ku hah aku akan men-unggumu peach"
Tao kembali mengigit bibirnya , darah segar semakin banyak keluar dari ujung bibir dan salah satu lututnya . "hiks hiks.."
"kau menjijikan, dasar namja miskin !"
DEG
Hatinya berdenyut sakit begitu mengingat kenangan lamanya . Wajah penuh luka, pandangan yang menyiratkan rasa sakit, dan erangan yang terus memanggil-manggil namanya seakan itu mantra agar dia tidak pergi
"hiks..sesakit inikah ge ?"
Lelehan air mata mengalir deras dari kedua mata indahnya diiringi dengan hujan yang turun perlahan menyapa bumi . Langit malam yang indah berubah menjadi semakin gelap tanpa bintang disisi mereka seakan ikut turut bersedih akan kesedihan namja manis itu
'mian ge..mianhe'
"Tao, Tao, TAAAAOOO !"
"AAAARGH"
.
.
….
.
.
"Tuan muda, ada yang datang mencari anda" ucap seorang namja paruh baya sambil membungkuk sopan pada seorang namja tampan berambut rainbow
"siapa ?" tanyanya tanpa melepaskan pandangannya pada buku yang dibacanya
"Tuan muda Luhan" ucap pelayan itu
Mendengar nama itu Sehun langsung menatap kasar bukunya dan memberi tanda pada sang pelayan agar membiarkan tamunya masuk
Tidak lama bagi Sehun untuk menunggu karena beberapa saat kemudian orang itu masuk . Matanya menatap tajam namja yang berdiri di depan pintu kamarnya
"mau apa kau datang—"tanyanya dingin, matanya tidak lepas menatap namja yang beridiri tidak jauh dari hadapannya . "Luhan ?"
Luhan hanya diam dan menundukkan kepalanya, terlalu takut untuk menatap wajah Sehun
"Apa kau tuli ? atau kau memang bodoh heh ?!" ucapnya kembali dengan nada suara yang semakin dingin
"seharusnya kau memperbaiki pendengaranmu, bukan wajah menjijikanmu itu". "Apa kau terlalu sibuk dengan penampilanmu untuk merebut perhatian Kris subae ?"ucapnya kembali dengan ejekan disetiap ucapannya
Luhan masih tetap diam, ingin rasanya dia menangis saat itu juga
"secantik apapun wajahmu Kris sunbae tidak akan tertarik pada namja tuli sepertimu bitch"
Luhan tertegun mendengarnya, ini pertama kalinya dia mendengar Sehun berbicara sedingin itu padanya sejak tiga tahun yang lalu
"kau kejam Luhan, dasar iblis"
Luhan menggelengkan kepalanya pelan dan menatap mata dingin itu . Tatapan matanya memancarkan penuh kesedihan, Sehun yang melihatnya hanya mengalihkan pandangannya dan kembali berkutat dengan buku tebalnya
Sepuluh menit berlalu namun Luhan maupun Sehun tidak juga membuka suaranya . Sehun masih sibuk membaca bukunya sedangkan Luhan masih berdiri kaku di depan pintu kamar Sehun
"..ka-kau kejam Sehun" ucapnya pelan
Sehun yang mendengar namanya disebut langsung menutup keras bukunya dan melempar buku itu kearah Luhan . Buku besar itu terbang melesat melewati samping kepala Luhan . Hanya tinggal beberapa centimeter saja dan buku itu akan sukses mengenai Luhan tepat di wajah
"Kau egois Lu.."
Luhan tertegun melihat perlakuan Sehun padanya . Isakan kecil keluar dari bibir kecilnya, tubuhnya bergetar kuat menahan tangis dan rasa takut yang menghantuinya
"kau yang memulainya, kau kejam.."
"..siapa..? kau pikir kau siapa hah ?!" seru Sehun lantang .
"aku tidak peduli dengan yang lain asal ada kau bersamaku hunnie"
"Kejam kau bilang ? Kau pikir siapa yang kejam brengsek ?!"
"Dasar jalang" ucapnya kembali dnegan penuh penekanan
Luhan kembali tertegun begitu mendengar ucapan terakhir Sehun, sungguh hanya dua kata itu dan mampu membuat hatinya hancur berkeping-keping . Hatinya sakit seakan ditusuk ribuan jarum dan kepalanya terasa pusing, mata indahnya tertutup rapat membiarkan buliran air mata jatuh membanjiri kedua pipi putihnya
Luhan berlari cepat meninggalkan kamar Sehun
Sedangkan Sehun hanya terdiam, hatinya ikut terasa sakit mendengar ucapannya sendiri, lidahnya terasa kelu dan perutnya serasa dililit . Ingin rasanya ia memeluk tubuh ringkih itu dan mendekapnya erat membawanya kedalam kehangatan . Menghentikan isak tangis namja cantik itu
"maaf Sehun, maaf.."
"kau memang kejam Lu .." bisiknya pelan
.
.
…..
.
.
Apartmen Tao
12.00 KST
Terlihat lima namja sedang berdiri mengelilingi sebuah kasur yang terdapat namja manis bermata panda diatasnya . Namja itu terbaring lemah dengan dua mata yang terbuka perlahan dan tersenyum kecil menatap kelima namja yang berdiri mengelilinginya
"Apa masih sakit Taoie ?" tanya Baekhyun khawatir sambil memegang dahi Tao . Tao menggeleng lemah dan tersenyum kecil
"apa masih sakit baby ?"
"tidak gege aku baik-baik saja"
"jangan bohohng baby, gege tau kau kesakitan lihat wajahmu sangat pucat" . "Maafkan gege"
"untuk apa ge ?kau tidak sa-"
"aku tidak becus menjagamu maafkan aku baby ma—" ucapan kris terpotong salah tao menutup mulutnya
"Aku baik-baik saja gege, ada kau bersamaku" Tao tersenyum manis dan kembali mengecup bibir Kris
Baekhyun dan Kyungsoo hanya menatap iba dan membalas senyumnya, walau itu senyum yang dipaksakan . mereka masih merasa khawatir pada Tao dan mereka sangat tau kalau Tao bukan tipe orang yang suka membuat orang lain khawatir
Sedangkan Sehun menatapnya nanar karena dia tau pasti apa yang membuatnya menjadi seperti sekarang ini . 'dia..apa kau masih belum bisa melupakannya hyung?'
"Akan kubuatkan bubur untukmu" ucap Kyungsso pelan dan berjalan menuju dapur disusul dengan Baekhyun
"hei TaoTao lihat lihat apa yang kubawa ? Aku membawa banyak makanan untukmu !" seru Chanyeol nyaring dengan kedua tangan yang membawa tiga kantong plastic berwarna putih yang berisikan berbagai macam snack dan biscuit
"Yah kau mengganggunya bodoh !" seru Baekhyun sambil menjitak kepala Chanyeol dan menjewernya sembari menariknya kea rah pojok ruangan
Tao hanya terkekeh kecil melihat tingkah Baekyeol, sedangkan Kyungsoo hanya menggelengkan kepalanya . Perlahan Tao mengarahkan kepalanya menatap seorang namja cantik yang berdiri kikuk disamping kasurnya . Dia tersenyum lembut dan menyapa namja cantik itu
"Hei, siapa namamu ?" tanyanya dengan suara yang sedikit serak
"Oh, ak-aku Lu-Luhan" ucap namja cantik itu dengan gugup dengan tangan yang menjulur kaku kearah Tao . Tidak biasanya dia sekaku itu kepada orang asing
Luhan adalah tipe yang mudah bergaul, dia sering tersenyum dan mengajak ngobrol siapapun itu, namun kali ini berbeda karena sejujurnya dia cukup takut dengan wajah Tao
Tao kembali tertawa kecil dan menjabat tangan Luhan yang masih terjulur kaku dihadapannya. Namja cantik itu terpana sesaat melihat tawa manis Tao, dia pikir namja ini menyeramkan namun ternyata berbeda jauh dengan apa yang ada dipikirannya
"Oh iya aku lupa mengenalkannya padamu Tao, dia Xi Luhan mahasiswa jurusan Ekonomi tingkat atas" ucap Baekhyun sembil membereskan makanan yang dibeli Chanyeol ke dalam lemari kecil Tao
Tao terbelalak kaget mendengar penjelasan Baekhyun . Dia tidak menyangka namja cantik yang berdiri disampingnya itu lebih tua darinya
"kupikir kau masih SMA.." ucapnya pelan
Luhan terkekeh dan langsung memeluk Tao erat, dia sangat tidak tahan dengan sikap menggemaskan dan ekspressi lucu yang ditunjukkan oleh Tao
"aaa nomu kyeopta" serunya sambil memeluk Tao . Tao hanya menundukkan kepalanya malu , terlihat rona merah di kedua pipinya
"Oh oh dan dia bilang aku tampan !" seru Chanyeol dari pojok ruangan dia berdiri . "Kau tau Luhan, kemarin dia bilang aku tam—"
"Yaya aku mendengarnya bodoh dan berhentilah mengganggu Tao dengan suara jelekmu itu pabo !" seru Baekhyun sambil menjitak kembali kepala Chanyeol . "Diam dan makan ini !" ucap Baekhyun sambil memberikan sebatang permen lollipop besar pada kekasih tingginya itu
Chanyeol hanya merengut dan kembali duduk dipojok ruangan dengan mulutnya yang sibuk menggigiti permen pemberian kekasihnya itu
Kyungsoo, Luhan, dan Tao hanya tertawa begitu melihat moment Baekyeol barusan . Sedangkan Sehun hanya cuek dan masih tetap focus pada buku yang dipegangnya . Dia bahkan tidak menyadari tatapan mata sendu yang mengarah padanya
"Luhan bisa kau ambilkan kimchi yang ada didalam tasku ?" seru Kyungsoo dari arah dapur
"tentu" ucapnya riang . Dia berjalan kearah tas Kyungsooo dan mengambil kotak makan berwarna biru yang terdapat kimchi didalamnya . Dengan langkah lebar dia berjalan kedapur, namun sayangnya dia tersandung dan hampir saja terjatuh mencium lantai jika seseorang tidak menangkap dan menahan berat tubuhnya
"te-terima ka..sih..Sehun" ucapnya pelan
"Hm". Sehun hanya berdehem pelan dan kembali membaca bukunya
"Ah iya Sehun, bisa kau ambilkan belanjaan yang kubawa tadi ? Kurasa aku masih menaruhnya di dalam mobil" tanya Kyungsoo
"Baiklah hyung" ucapnya malas
"Luhan kau bisa membantunya kan ?" tanya Kyungsoo kembali
"O-oh tentu saja Kyungie" ucap Luhan yang berjalan menyusul Sehun
Begitu sampai di depan mobil, Sehun dan Luhan mengambil belanjaan yang dimaksud Kyungsoo dan berjalan kembali ke dalam apartmen Tao ditemani dengan Luhan yang terus berceloteh panjang lebar
"Akh" Luhan menjerit kaget begitu ia merasakan seseorang menarik kasar tangannya dari arah belakang . Dirinya merasa lega begitu tahu siapa yang menahan tangannya
"Wae Sehun ?" tanyanya lembut disertai senyum manisnya
"inIkah kau Luhan?" tanya Sehun pelan dengan nada yang tersimpan kepedihan
"A-apa maksudmu ?" tanya Luhan balik dengan wajah bingung
"Apakah kau memang sekejam ini ? atau kau memang terlalu bodoh ?!"
"Se-Sehun—"
"…segampang itukah ? segampang itukah kau melupakannya ?" tanya Sehun kembali dengan nada yang sedikit dinaiikan
Luhan hanya terdiam menatap namja yang masih menggenggam pergelangan tangannya itu
"Kau tidak berubah Luhan, selalu begini.." . "kau terlalu menggampangkan semuanya..melupakan kejadian yang lalu dan bertindak seolah tidak terjadi apa-apa keesokan harinya"
Luhan tidak menjawab pertanyaan Sehun, dia menatap namja itu dengan pandangan kosong
"Apakah ini membuatmu nyaman ?Apa ini yang kau inginkan dari awal ?!" . Sehun menarik nafasnya pelan . "Kalau memang begitu seharusnya kau tidak memulainya Hannie.." lirihnya pelan
"!"
Luhan tersentak mendengar nama itu, nama panggilan sayang yang sudah lama tidak didengarnya . Hanya satu orang, hanya irang itulah yang memanggilnya dengan panggilan itu
"Kau memang kejam"ucap Sehun kembali kemudian berlalu melewati Luhan dan naik ketas menuju kamar Tao . Sedangkan Luhan hanya diam tertegun ditempatnya, kata-kata Sehun terus terngiang dikepalanya seperti kaset rusak
"hiks—"
.
.
TBC
.
.
Maaf kalo ceritanya kurang seru dan kependekan , saya gatau lagi mau nulis kaya gimana
Btw, maaf juga kalo moment-moment ship yang lain ga dapet feelnya karena jujur aja author ga pernah baca ff lain selain ff krsitao
.
sedih dh yang ngevie banyak tapi riviewnya dikit :( mungkin karena ceritanya emang ga seru hehe
Tapi saya akan berusaha sebaik mungkin
Saran dan comment saya terima
TERIMA KASIH READERS DAN ADMIN TERCINTA
.
Xian,PanDragonease26, DOUBLE-YU, KTHS, AulChan12, raetaoris, Rimataoma,datekazukio
