PART 4

Title: I Hate You, My Teacher

Author: ChieKyu_SparKyu

Cast:

-Kim Ryewook / Wookie (yeoja)

-Kim Yesung (namja)

-Cho Kyuhyun

-Lee Donghae

-Choi Siwon

Genre: Genderswitch, Romance, Friendship

Disclaimer: Semua cast milik Tuhan, orangtua nya dan SMEnt, tapi ini fict murni dari imajinasi saya.

Summary: Wookie yang notabene nya anak pemilik sekolah dan sahabat-sahabatnya akan melakukan balas dendam kepada seorang guru baru di sekolahnya karena suatu insiden yang tak disengaja terjadi. *summary macam apa ini?*

Warning: Ini adalah fict pertama saya. So, mian jika ceritanya gaje dan gak bermutu. Bagi yang nggak suka GENDERSWITCH nggak usah baca. Dont Like, Dont Read. Buat yang baca, please RCL yah demi kelangsungan ff ini dan jangan lupa berikan kritik dan saran anda.

"Hahahahaha," Empat serangkai tersebut masih tak bisa berhenti tertawa.

"Sering-sering aja kita ngerjain guru babo itu. Lumayan buat hiburan. Hahahaha," usul Kyuhyun sambil memegangi perutnya yang sedikit kaku karena kebanyakan tertawa.

"Ide bagus. Tampang babonya tak boleh terlewatkan. Hahaha," sahut Wookie.

SKIP TIME

-Pulang Sekolah-

"Hey, Kyu. Apa yang kamu rencanakan tadi buat guru babo itu? Aku semangat banget nih buat ngerjain itu guru," seru Siwon.

"Ckckck. Tak biasanya kau semangat soal kerja-mengerjai orang, Won?" tanya Wookie sambil membereskan peralatannya.

"Ehm,, Aku suka lihat tampang babonya itu. Sumpah lucu banget. Hahaha." Siwon tertawa mengingat kejadian waktu istirahat. Wookie dan yang lain hanya manggut-manggut. Kini di kelas tersebut hanya ada mereka saja.

"Nih, peralatannya." Kyuhyun sibuk mengeluarkan beberapa peralatan dari dalam tasnya.

"Wih.. Mau buat apa kau bawa peralatan tukang tambal ban seperti ini?" tanya Donghae dengan mengacung-acungkan sebuah tang besi.

"Sudah deh tak usah banyak tanya. Langsung saja kita ke TKP," seru Kyuhyun semangat. Mereka berempat menuju tempat parkir kendaraan para guru.

"Yang mana ya mobilnya guru babo itu? Jangan-jangan sudah pulang lagi." Kyuhyun celingak-celinguk diikuti Siwon dan Donghae yang mulai mengerti dengan apa yang direncanakan Kyuhyun.

"Sepertinya guru-guru belum ada yang pulang deh. Tadi appaku bilang kalau dia akan mengadakan rapat dengan dewan guru sepulang sekolah," jelas Wookie.

"Ehm, kesempatan bagus buat kita," ucap Siwon.

"Sepertinya yang itu deh mobilnya." Wookie menunjuk sebuah mobil berwarna putih susu yang terparkir di pojok.

"Yakin kau, Wook?" tanya Kyuhyun ragu.

"Yakin. Kalian tak pernah lihat mobil ini sebelum guru itu mengajar disini kan?" tanya Wookie kepada temannya.

"Iya juga sih." Kyuhyun manggut-manggut diikuti Siwon dan Donghae.

"Ya sudah kita lakukan sekarang. Kajja," seru Wookie menuju mobil tersebut.

"Enaknya ban yang sebelah mana nih yang diambil Wook?" tanya Kyuhyun.

"Ehm, kayaknya yang belakang saja deh. Kamu yakin bisa melepas ban ini?" tanya Wookie ragu.

"Sudah tenang saja. Kalau ada Kyuhyun semua pasti beres," ucap Kyuhyun bangga.

"Ayo cepat kerjakan, Kyu. Nanti keburu rapatnya bubar," ujar Wookie.

"Baik, bos." sahut Kyuhyun lalu segera mencongkel ban mobil Yesung.

"Fiuh.. Akhirnya selesai juga." Kyuhyun mengusap keringat yang mengucur di dahinya.

"Kau benar-benar hebat, Kyuhyun. Cocok banget kalau menjadi tukang ban. Hihihi," Wookie mengejek Kyuhyun.

"Uh,, Wookie. Aku kan niatnya bantu kamu, kok malah diejek sih. Bilang terima kasih gitu kek." Kyuhyun cemberut sambil mempoutkan bibirnya.

"Iya.. iya.. Maaf. Gomawo, Kyu." ucap Wookie tulus.

"Cheonmaneyo, Wookie," sahut Kyuhyun sambil mengusap rambut Wookie lembut.

"Wookie, Kyuhyun.. Ditaruh dimana ini bannya?" tanya Siwon

"Ehm,, taruh saja di bagasi mobilku," jawab Wookie.

"Siap, bos," seru Siwon dan Donghae serempak kemudian memasukkan ban mobil tersebut ke bagasi mobil Wookie.

"Pulang yuk. Nanti aku ketahuan appa, karena tak langsung pulang," ajak Wookie.

"Ya sudah. Aku pulang duluan ya," seru Siwon kemudian memasuki mobilnya dan mulai melajukan mobilnya.

"Aku pulang dulu. Kamu hati-hati ya, Wookie," nasihat Donghae dengan memasuki mobilnya dan mulai menstarter mobilnya.

Wookie tersenyum. "Iya. Tenang saja." Wookie memasuki mobilnya.

"Kyu, kau tak pulang?" tanya Wookie saat melihat Kyuhyun yang masih berdiri di samping mobilnya.

"Kau duluan saja, Wook. Aku ingin lihat hasil pekerjaanku," ujar Kyuhyun.

"Aku juga ingin lihat, Kyu."

"Sudah. Kau pulang saja. Nanti kamu ketahuan Hankyung ahjussi loh."

"Iya deh. Aku pulang. Tapi nanti malam kau harus ke rumahku untuk menceritakannya."

"Siap, bos"

"Duluan ya, Kyu." Wookie mulai menstarter mobilnya dan beranjak meninggalkan sekolahnya.

"Aku balik ke tempat parkir guru ah,," ucap Kyuhyun pada dirinya sendiri.

"Kok belum keluar juga sih guru itu," ucap Kyuhyun saat melihat mobil Yesung masih di tempatnya.

Setelah sekitar setengah jam, akhirnya yang ditunggu datang juga. Kyuhyun yang melihat Yesung dari kejauhan langsung bersembunyi di balik pohon tak jauh dari situ.

Yesung dengan tanpa rasa curiga sedikitpun, dia langsung memasuki mobilnya dan menstarternya.

"Loh, Mobil ini kenapa? Kok tak mau jalan sih. Perasaan tadi pagi baik-baik saja deh." Yesung keluar dari mobilnya dengan raut muka bingung. Kyuhyun yang melihat ekspresi bingung Yesung hanya hanya cekikikan tertahan.

Yesung membuka kap depan mobilnya. Dia mulai memeriksa mesin mobilnya.

"Semua baik-baik saja. Tidak ada yang rusak tapi kenapa tak bisa jalan ya?" Yeung bertanya pada dirinya sendiri.

Sementara Kyuhyun sedang berusaha mati-matian menahan tawanya. "Dasar guru babo. Mana ada mobil bisa jalan tanpa ban. Hihihi."

Yesung kembali memasuki mobilnya dan mencoba menstarter mobilnya. "Kok tetap nggak bisa sih," ucap Yesung frustasi kemudian keluar dari mobilnya lagi.

Yesung yang penasaran karena mobilnya mogok tanpa sebab, mulai mengitari mobilnya guna mencari tahu sebab mobilnya mogok mendadak.

"Loh, ban mobil yang satunya mana? Kok bisa nggak ada sih. Aishh." Yesung mengacak rambutnya frustasi.

"Pasti ini kerjaan salah satu murid yang tak suka dengan pelajaranku. Tapi siapa ya?" Yesung bertanya sendiri.

"Ah, tak usah pikirkan itu dulu deh. Yang penting sekarang bagaimana caraku untuk pulang. Aish,, tadi eomma menyuruhku pulang cepat lagi. Aduh, bagaimana ini?" Yesung mondar-mandir tak jelas.

Kyuhyun yang melihat Yesung frustasi hanya bisa menahan tawanya. "Uh, lebih baik aku pulang saja deh. Bisa-bisa tubuhku kaku karena tak sanggup menahan tawa disini," ujar Kyuhyun kemudian mengendap-endap meninggalkan tempat persembunyiannya menuju mobilnya dan segera beranjak pulang sebelum ketahuan.

-Yesung POV-

Aish.. Bagaimana caraku untuk pulang nih. Di sekitar sini jarang ada taksi. Masak aku harus jalan kaki atau naik angkot sih, bisa-bisa ketampananku hilang lagi. #Yeppa narsis# Apa aku harus numpang sama guru lain saja? Ah, anni. Aku tak enak kalau harus merepotkan orang lain. Lebih baik aku duduk dulu saja deh, capek dari tadi

mondar-mandir.

Oh, Tuhan. Kenapa hari ini aku sial sekali sih. Tadi waktu istirahat habis ciuman sama lantai, sekarang ban mobil hilang secara misterius.

Besok apalagi yang harus kuterima. Ah, betapa malangnya nasibku ini.

"Kim seongsaengnim." Kudengar seseorang memanggilku, sontak akupun langsung menoleh ke arahnya dan langsung berdiri.

"Ne, Hankyung sajangnim. Ada perlu apa anda memanggil saya?" tanyaku

"Ehm, tidak apa-apa. Kenapa seongsaengnim masih berada disini?" tanya Hankyung ramah

Aku sungguh tak enak untuk mengatakan yang sejujurnya. "Itu.. ban mobil saya hilang."

"Hilang? Kok bisa?" tanya Hankyung dengan terkejut.

"Entahlah. Mungkin dicuri sama murid yang tak suka dengan saya," jawabku lesu.

"Ckckck. Dasar anak-anak nakal. Ya sudah, seongsaengnim pulang dengan saya saja," tawar Hankyung

"Ehm.. Tak usah sajangnim. Khamsahamnida," tolakku halus karena tak ingin merepotkan.

"Sudah.. Tak perlu sungkan. Ayo," ajak Hankyung lalu beranjak menuju mobilnya.

"Ne," jawabku sambil mengikutinya.

"Rumah seongsaengnim dimana?" tanyanya saat mobil mulai melaju.

"Ah, tak usah memanggil saya seongsaengnim. Panggil saya Yesung saja, sajangnim." ucapku tak enak.

"Baiklah. Yesung. Kau juga jangan memanggilku sajangnim."

"Terus saya harus memanggil apa?"

"Ehm, Hankyung ahjussi lebih baik," ucapnya ramah.

"Baiklah. Hankyung ahjussi."

"Kedengarannya cukup baik. Oh ya, rumahmu dimana?" tanyanya sambil menyetir.

"Rumahku di Jl. Haebaragi No. 13, ahjussi," ucapku. Dia sungguh baik sekali denganku. Beda sekali dengan ananknya yang reseknya minta ampun.

"Ehm,, Itu bukannya rumah Kangin? Kau putranya Kangin?" Dia sedikit terkejut.

"Ne. Kangin adalah appa saya. Maaf, apa ahjussi kenal dengan appa saya?" tanyaku.

"Bukan sekedar kenal, Yesung. Kami sudah bersahabat sejak kami di perguruan tinggi," terangnya. Aku hanya manggut-manggut mendengarnya.

"Ngomong-ngomong, kenapa kau memilih menjadi guru, padahal kau masih sangat muda?" tanyanya dengan penasaran.

"Ehm, saya ingin mengamalkan(?) ilmu yang saya punya. Saya ingin semua anak-anak disini menjadi pintar. Itu saja," jelasku.

"Kau sungguh hebat, Yesung. Disaat kebanyakan anak muda sepertimu bersenang-senang, kau malah memikirkan masa depan orang lain. Aku salut padamu." Dia menepuk-nepuk pundakku dengan tersenyum.

"Khamsahamnida, ahjussi. Tak perlu ahjussi memujiku seperti itu," ucapku merendah.

"Oh ya, Yesung. Ahjussi sedang mencari guru privat untuk putri ahjussi. Apa kau bersedia menjadi guru privatnya putri ahjussi?" tawarnya dengan raut muka sedikit memohon.

MWOO? Menjadi guru private Kim Ryeowook? Bagaimana ini?

"Ehm,, Maaf, ahjussi. Aku tidak bisa," ucapku lirih.

"Ayolah, Yesung. Kumohon jadilah guru private Ryeowook. Ahjussi merasa tenang kalau putri kesayangan ahjussi diajari sama kamu," ucapnya memohon.

"Tapi ahjussi.."

"Kumohon, Yesung," katanya dengan memelas.

Aduh, bagaimana ini? Aku tak tega dengan Hankyung ahjussi. Apa aku terima saja ya tawarannya? Lumayan bisa dekat-dekat sama yeoja imut seperti Ryeowook. Hihihi..

"Baiklah, ahjussi. Tapi saya punya satu syarat," ucapku.

"Katakanlah, Yesung" serunya dengan raut muka bahagia.

"Ahjussi jangan bilang dulu ke putri ahjussi kalau yang menjadi guru privatnya itu saya," terangku.

"Baiklah. Nanti malam kau ke rumah ahjussi ya?"

"Ne, ahjussi."

"Nah, sudah sampai rumahmu," ucapnya saat sudah berada di depan rumahku.

"Ne. Jeongmal gomawo, ahjussi," kataku dengan menunduk kepadanya.

"Cheonmaneyo, Yesung. Jangan lupa nanti malam ke rumah ahjussi ya," ucapnya dengan tersenyum.

"Baik, ahjussi. Tak mampir dulu ke rumah saya?" tawarku setelah keluar dari mobilnya.

"Tak usah. Ahjussi harus pulang sekarang. Salam buat orangtuamu ya. Annyeong," sahutnya lalu mulai melajukan mobilnya.

"Hahh." Aku melemparkan tubuhku di atas ranjang king size-ku.

Nanti malam aku harus jadi guru privatnya Ryeowook. Aku gugup sekali. Sungguh tak terbayang di benakku kalau aku akan menjadi guru privatnya Ryeowook. Aku juga tak menyangka kalau appaku adalah sahabat lama appanya Ryeowook. Sepertinya kenyataan ini mempermudahku untuk mendapatkan Ryeowook. Hihihi..

Ngomong-ngomong nanti malam, sepertinya aku bakalan berduaan saja sama dia. Hanya ada aku dan dia di hadapanku. Oh Tuhan.. Semoga saja aku tak lepas kontrol seperti tempo hari aku memang tertarik sama dia, tapi aku kan juga harus tetap jaga image-ku di hadapannya. Aku tak mau dikatainya sebagai guru mesum, walaupun aku sadar juga sih kalau aku memang sulit mengontrol diri kalau di hadapannya. Tapi tetap saja aku tak mau kalau dikatai seperti itu.

Hah.. Aku jadi membayangkan kalau Kim Ryeowook memanggilku dengan 'Yesung seongsaengnim yang ganteng, baik hati dan tidak sombong' dengan aegyo imutnya dan senyum menawan yang terlukis di bibirnya. Wah, serasa terbang ke langit ke tujuh bersama paus akrobatis dan mendarat di rasi bintang paling maniis.. *author korban iklan*

Cukup sekian berimajinasinya. Mataku sudah tak bisa diajak kompromi. Lebih baik aku tidur dulu saja deh sekarang.

"Aduh." teriakku kesakitan saat kurasa panggulku sakit sekali untuk digerakkan.

Kenapa panggulku sakit sekali ya? Aku mencoba mengingat kejadian tadi. Ah, iya. Aku kan tadi habis terjungkal di lantai. Pantas saja rasanya sakit sekali.

Aku jadi teringat kesialanku di sekolah tadi. Sudah terjungkal di lantai dengan cara tak elit, terus ban mobil dicuri lagi. Huh, benar-benar tega nih pelakunya. Tak kasihan apa kalau seongsaengnim-nya yang ganteng nan tampan ini menderita. Aku penasaran sekali dengan pelakunya. Kira-kira siapa ya?

Ah, sudahlah tak usah dipikirkan. Bikin aku tambah ngantuk saja. Anggap saja kalau pelakunya itu fans beratku yang ingin kenal lebih dekat denganku. Ckck,, memang susah ya jadi orang cakep.. *author muntah2* Sekarang waktunya tidur...

-Author POV-

Mari kita tinggalkan Yesung dengan sejuta kenarsisannya yang membuat author hampir masuk rumah sakit karena mual *dirajam clouds* menuju ke kediaman Wookie.

"Appa pulang," seru Hankyung yang membuat Wookie dan eomma, Heechul yang lagi duduk santai menonton tv menoleh.

"Eh, appa sudah pulang." Heechul menghampiri Hankyung kemudian membawakan tas kerja Hankyung sedangkan Wookie masih duduk manis kembali menonton tv.

"Huh.. Putri kesayangan appa tak menyambut appa nih ceritanya," rajuk Hankyung. Wookie yang mendengar itu langsung sadar diri dan bergegas menghampiri sang appa.

"Mianhae, appa." Wookie menghambur ke pelukan appanya.

"Ne, Wookie. Kita duduk yuk. Ada yang ingin appa bicarakan," ujar Hankyung menggiring(?) Heechul dan Wookie untuk duduk di sofa dekat situ.

"Mau bicara tentang apa, appa?" tanya Wookie saat ketiganya sudah duduk manis.

"Ehm, begini Wookie. Appa sudah menemukan guru privat yang cocok buat kamu," kata Hankyung sambil mengelus lembut rambut Wookie.

"Siapa appa?" tanya Wookie penasaran.

Hankyung tersenyum misterius. "Ehm,, Nanti juga kamu tahu sendiri."

"Ugh, appa pelit," racau Wookie ngambek.

"Nanti malam 'kan dia akan kesini, chagi. Udah ah, tak usah ngambek gitu," bujuk Hankyung tapi tak mempan buat Wookie.

"Iya, chagi. Masa' gitu aja ngambek sih. Nanti cantiknya hilang loh." Kini gantian Heechul yang membujuk Wookie.

"Ya sudah deh. Wookie nggak ngambek lagi, tapi ada syaratnya." Wookie memamerkan senyum evilnya.

"Iya deh. Apa sih yang nggak buat putri appa tersayang ini," ucap Hankyung.

"Wookie mau dibelikan eskrim 10 cup dengan 5 rasa," ucap Wookie dengan mata berbinar.

"Wow.. Banyak banget, chagi. Nanti kamu jadi gendut loh," kata Heechul.

"Biarin aja. Pokoknya Wookie pengennya 10 cup dengan 5 rasa," ucap Wookie keukeuh.

"Iya deh, iya. Nanti appa belikan," ujar Hankyung nyerah.

"Horee.. Appa sama eomma baik deh. Wookie sayang sama kalian," ucap Wookie sembari memeluk kedua orang tuanya.

"Kami juga sayang sekali kok sama Wookie," sahut Hankyung dan Heechul bersamaan.

"Ah, appa bau nih. Mandi dulu sana." Wookie menutup hidungnya dan melepas pelukannya.

"Iya ya. Appa lupa kalau belum mandi. Hehehe. Oh ya Wookie, mungkin sebentar lagi guru privatmu datang," ujar Hankyung cengengesan dan segera melesat menuju kamar mandi yang terletak di dalam kamarnya.

"Huh.. Dasar appa," dumel Heechul dan Wookie.

"Ayo Wookie, kita memasak untuk makan malam. Sebentar lagi gurumu datang nih," ajak Heechul.

"Siap, eomma." Wookie berdiri tegak dan bersikap hormat layaknya orang sedang upacara.

"Yuk, chagi," ajak Heechul dengan berjalan menuju dapur diikuti oleh Wookie.

-Yesung POV-

"Huah.." Aku meregangkan otot-ototku sehabis bangun tidur.

"Eh, sudah jam berapa ini?" Aku langsung melihat jam di nakas sebelah tempat tidurku.

"Hoaa,, Sudah hampir makan malam. Aku kan harus jadi guru privatnya Ryeowook. Telat nih," kagetku kemudian langsung masuk kamar mandi.

"Hah.. Segar." ucapku sendiri saat keluar dari kamar mandi.

Hemt, pakai baju apa ya? Yang formal atau yang kasual kah? Aku bingung nih. Kuobrak-abrik lemari pakaianku.

"Yang ini cocok nggak ya?"

"Bagaimana kalau yang ini?"

Aduh.. Mau jadi guru privatnya Ryeowook saja kok ribet banget sih. Sudahlah, aku pakai baju ini saja. Kaos warna putih dan jaket warna biru dengan celana jeans hitam.

"Ternyata aku tampan banget yah," pujiku pada diri sendiri saat aku sedang bercermin untuk menata rambutku.

"Sip.. Sudah ganteng. Sekarang waktunya berangkat." Aku bergegas keluar kamar.

Sebelum pintu kamar kubuka sepenuhnya, aku teringat sesuatu. "Ah, iya. Bukunya lupa nggak dibawa." Aku langsung mengambil beberapa buku pelajaran di atas mejaku.

"Nah.. Dandanan sudah cakep, buku sudah dibawa. Lets Go!" seruku langsung melesat menuju garasi kemudian mengendarai motorku menuju rumah Ryeowook. Kenapa aku naik motor? Tentu kalian masih ingat 'kan kalau ban mobilku hilang dan mobilku masih di sekolah.

-Author POV-

"Hmm, enak-enak nih eomma keliatannya. Wookie jadi ingin cepat makan nih, eomma," ucap Wookie sambil menata makanan untuk makan malam di meja makan.

"Sabar dong, chagi. Panggil appamu dulu sana," perintah Heechul.

"Ne, eomma." Wookie langsung beranjak menuju kamar orangtuanya.

"Appa.." panggil Wookie saat sudah berdiri di depan kamar orang tuanya.

"Ne, chagi. Ayo," sahut Hankyung lalu mengajak Wookie kembali ke meja makan.

"Wah.. Enak nih kelihatannya," ucap Hankyung sembari duduk di depan meja makan.

"Iya nih, appa. Wookie jadi makin lapar nih," ujar Wookie.

"Ne, chagi. Selamat makan," seru Hankyung kemudian memulai makan malamnya diikuti Heechul dan Wookie.

Tok.. tok.. tok..

"Sepertinya ada tamu, appa eomma. Wookie buka pintu dulu ya," ucap Wookie lalu bangkit menuju pintu.

CLEKK.. Pintu dibuka..

"Kau.." teriak Wookie terkejut.

TBC

Gomawo yang udah review… Mian saia gak bisa balas satu-satu coz saia upload dri hape..

Klo review nya banyak, saia bakalan apdet kilat deh..

Mind To Review?