Saat itu entah angin apa yang membuat Boboiboy kehilangan prinsip awalnya, padahal dirinya sudah niatkan agar menahan diri untuk tidak mencium Fang. Tapi terlambat, dirinya kini telah mencium Fang, awalnya rasa takut menghampiri dirinya, namun segera ia hiraukan. Sekarang yang terpenting ialah membantu Fang menuntaskan ke'ingin'annya. Tapi apa yang harus ia lakukan?..

Sebuah ide yang cukup ehm-gila, mengahampiri otaknya, awalnya ia ragu namun sepertinya cara yang terpikir olehnya itu boleh juga.

Perlahan lahan tangan kirinya mulai turun kebawah, namun sepertinya Fang sama sekali tidak merasakan apapun tapi malah membalas lumatan bibirnya. Boboiboy mulai berani, karena menurutnya ini yang harus ia lakukan. Dan tangan kirinya itu kembali turun dan menemukan apa yang ia cari; resleting celana Fang; jujur tangannya agak gemetar saat dirinya mulai menurunkan benda tersebut.

Tangan Boboiboy mulai masuk.

DEG~.

Ia menemukannya, sumber dari segala kesakitan Fang, ya daerah terlarang sekaligus benda berharga Fang. Apakah ia yakin akan melakukannya? atau dibatalkan saja dan biarkan Fang membasahi celananya sendiri?.. Ah tidak dirinya sudah setengah jalan bahkan sudah menyentuh.

Masih dengan tangan yang agak gemetar Boboiboy mengeluarkan 'benda' tersebut, beriringan dengan tautan bibir mereka yang terlepas.

Dan sekali lagi, Fang tidak menyadari apapun.

.

.

.

FUJODANSHI with OTP

Disclaimer: Animonsta Studio

Rate: M-(Ga ada adegan *niiit* nya!)

Warning: #Fic ini mengandung penistaan berat pada Si uke!. Awas typo!.Ooc kelas 12(?).Diusahakan tidak Gaje. Penulisan memang belum rapih. Dan lain-lain-lain(?).

Note: Rated saya naikkan! jeng-jeng~… Maaf ya saya ga berani bikin adegan lemon, pemikirannya belum kesampaian, paling adegan menjurus saja Xd..

.

No flame!

RATED M WEHHH!

.

Chek

.

It

.

Out

.

.

.

Fang membeku menyadari perkataan Boboiboy, pasti dirinya terlihat konyol sekarang. Haruskah ia lihat kebawah?.. Tentu saja harus.

Tetapi sebelum itu, Fang mendongak melirik Boboiboy yang merona dengan tatapannya yang tertuju pada area bawahnya. Kemudian Fang mengikuti arah tatapan mata Boboiboy, dan—

—Aarrgghhh.. Fang malu tentu saja, tapi ia harus apa? menyuruh Boboiboy melepasnya? haha bisa dipikirkan apa yang terjadi?.. Ooh akan lebih malu tentunya. Tapi apakah ia harus diam saja ketika 'benda' yang sangat ia lindungi itu dengan mudahnya dilihat dan bahkan disentuh oleh umm-Rivalnya (mungkin). Oh andaikan ia punya kekuatan seperti alien ganteng dari drama Korea favoritnya si Author/lah/ yang bisa menghentikan waktu, berpindah tempat dalam sekejap atau bahkan memiliki kekuatan yang dapat melepas borgol sialan di tangannya.. Haha itu drama Korea Fang!..

Berbagai pikiran terbesit di otak Fang. Apakah Boboiboy akan mengejeknya? atau menyebarkan berita kepada seluruh warga sekolah kalau Fang mengompol?.. Lalu dengan sekejap kepopulerannya runtuh.. Ah dengan cepat Fang menggelengkan kepalanya, saat ini ia harus positive thinking.

Dan kini Boboiboy masih merona, melihat ehm-you know what i mean-

Fang yang kini mengeluarkan sedikit demi sedikit air yang ditahannya, tidak sederas saat pertama, dengan kata lain pipis Fang tidak lancar.

"Bo-boboiboy... 'itu' Fang jangan diliat.." suara itu mengintrupsi Boboiboy dari lamunannya.

"Ah, ya Fang ada apa?"

" 'itu' Fang jangan diliat! malu!" ulang Fang sedikit menaikkan suaranya.

"Loh kalau ga diliat nanti pipisnya miring gimana?" Boboiboy menjawab seinnocent mungkin, walaupun modus sih.

"...!"

"Haha atau jangan jangan Fang pipisnya belum lurus ya?" Boboiboy tertawa garing.

"Tau ah!"

.

.

.

"Fang? kok pipisnya berhenti? sudah selesai?" Boboiboy masih melihat ke arah bawah.

"Nghhh.. sa...kit.."

"Ha?" Kemudian Boboiboy melirik ke samping, dan mendapati Fang yang kesakitan lagi, sambil menunduk melihat ke area bawahnya.

"Saki..t ga bisa keluar..." Fang menggeleng.

"Tapi masih kebelet?" Boboiboy mengelus punggung Fang.

"I-iya tapi sakit...perih... hiks-hiks.. udah" Air mata kembali membasahi pipi Fang, dirinya tidak tau kenapa bagian perut dan bawahnya terasa begitu sakit, padahal baru beberapa saat yang lalu ia merasa lega.

"Coba lagi.. coba.. pasti bisa.. jangan ditahan.." Boboiboy memandang prihatin Fang.

"Ngga mau! hiks... udah Fang ga mau! hiks.." Fang menggeleng pasrah sambil terisak.

Boboiboy tak tau harus berbuat apa sekarang, tapi tangan kirinya malah mengelus-elus 'benda' Fang yang membuat empunya tersentak geli karena sentuhan pertamanya.

"JANGAN MENGELUSNYA BODOH! ELUS SAJA PUNYAMU SENDIRI-aaahhh.." Fang melirik tajam Boboiboy sambil sedikit berteriak, tapi rasa perihnya kembali menyerang.

"Sssst.. nanti ada yang dengar bagaimana? aku hanya kasihan saja melihat 'adik' 'kecil' ini harus menahan sakit, sampai mengeras seperti ini lagi.. pasti sakit.." Boboiboy kembali mengelus'nya' dan mengetuk-ngetuk ujungnya dengan jari telunjuk.

DUK.. Fang menendang kaki Boboiboy hingga Boboiboy mengerang kesakitan tangan kanannya memegangi kakinya dan sepertinya 'benda' Fang belum terelepas dari genggaman Boboiboy, hebat sekali. Huh bisa bisanya pemuda disebelahnya ini berkata dengan entengnya.

"Aduuh Fang, maaf deh..." Boboiboy mengarahkan kepala Fang agar bersender di bahunya dengan tangan kanannya yang menganggur, lalu dielusnya surai ungu Fang dengan lembut. "Coba lagi pasti bisa.. kalau ditahan pasti nanti lebih sakit.."

"Tapi—"

"coba dulu, pelan pelan."

Fang mengangguk.. "Nggghhh..." Fang mengerang sambil menyembunyikan wajahnya di bahu Boboiboy, dirinya tentu tidak mau ekspresi memalukannya dilihat oleh orang lain, apalagi Boboiboy.

"A-aa-ahh~..." Desah Fang, yang membuat Boboiboy menelan ludahnya kembali... Fang seperti makanan yang siap santap sekarang, apalagi jari-jari Boboiboy masih setia memegangi uhukprivasiuhuk Fang, tapi ia tak mungkin melakukannya sekarang juga kan? mengingat hubungan mereka hanya SEBASTIAN (Sebatas Teman Tanpa Kepastian), agak nyesek memang.

"Bo-boiboy... sedi..kit lagi..." Fang agak mencondongkan pinggangnya. "Shhhhh... pipis.. UUHHHH~" Dan sekali lagi, cairan yang sedari tadi tertahan itu keluar bersamaan dengan tubuh Fang yang bergetar. "Ahmmmhhh.." Fang mendesah lega dengan wajahnya yang masih bersembunyi.

'Seperti ibu-ibu melahirkan'

Entah itu batinnya siapa.o_o

Dan Boboiboy merasakan yang digenggamnya bergetar dan mulai melemas. "Hehe.. punyamu lucu ya Fang?" katanya tanpa dosa, sambil mengamati bagian bawah Fang yang mengeluarkan muatannya dengan deras.

Fang mengangkat kepalanya lalu mendongakkan wajahnya menatap Boboiboy dengan tajam. "kau mengejekku ya!"

"Ahaha tidak, aku hanya kagum... punyamu putih mulus Fang... dan agak mungil.." Boboiboy mengecilkan volume suaranya di kalimat terakhir. Ya memang milik Fang putih mulus dan menggoda /bagi Boboiboy/, dan ehm-mungil, ya gak mungil mungil amat sih.

"Apa maksudmu degan kata mungil hah?!.."

"Coba lihat kebawah!.." Perintah Boboiboy, Fang menurut dan melihat kebawah. "Ukuranmu itu termasuk mungil kau tau!, tidakkah kau memperhatikannya?". Tepat sasaran!, Fang tak tau harus jawab apa. Wajahnya memerah bahkan sedari tadi tak hilang-hilang. Fang malu, mau taruh dimana wajahnya nanti!, Hell! bagaimana ia tidak malu, itu yang dipegang 'benda berharga' nya loh.. mana dikatain mungil lagi.. hah~ terbongkar sudah rahasia besar Fang bahwa sebenarnya punyanya itu uhuk-kecil/eh.

"Sialan kau Boboiboy!" umpat Fang dalam hati.

.

.

.

.

.

"Tu-tunggu!.." Fang menyela kegiatan Boboiboy yang akan menaruh(?) milik Fang ke tempat semula.

"Apa? masih mau pipis?" Boboiboy menghentikan kegiatannya lalu menatap Fang.

"Bu-bukan.. tapi.. ungg! i-itu a-ah anu.. emm cu-cuci dulu.." Fang memalingkan wajahnya untuk tidak menatap Boboiboy.

Boboiboy mengernyit, kemudian paham maksud artinya. "Baiklah.." katanya lalu menyiramkan air ke -kalian tau kan?- sambil mengelusnya (lagi) lalu segera memasukannya kedalam celana Fang tak lupa menutup resletingnya juga membenarkan sedikit posisi 'uhuk' nya agar tidak miring O_o.

"Sudah.. punyamu aman~" katanya tak lupa juga dengan cengiran khasnya. "Pulang yuk!, kita disini hampir 20 menit."

"Tapi celanaku err-basah.."

"Ah tenang saja tidak terlihat kok, nanti kita lewat jalan yang sepi."

"U-uh iya." Fang mengangguk setuju.

.

.

.

.

.

Mereka berjalan menuju pintu gerbang sekolah, untuk menemui si pak satpam yang seenak jidat memborgol kedua tangan milik Fang.

Tapi betapa sialnya mereka hari ini, karena pak satpamnya telah selesai tugas, dengan kata lain kali ini pak satpam yang berbeda yang menjaganya.

"Uuhmm.. permisi pak?" Boboiboy dengan perlahan mencoba bertanya pada pak satpam ber nametag Tom tersebut, siapa tau pak satpam yang tadi pagi menitipkan kuncinya.

"Ya? ada apa dek?" jawab si pak satpam, sepertinya pak satpam ini baik.

"U-uh.. itu engg anu, tadi pagi saya dan teman saya kena hukum, lalu tangan teman saya di borgol seperti ini.. jadi apakah pak satpam yang tadi pagi menitipkan kunci?" Jelas Boboiboy, tangannya merangkul bahu Fang, yang dirangkul menunduk malu, sambil berharap bahwa borgol ini cepat terlepas... Tapi—

"Maaf dek, saya baru tiga jam yang lalu disini, dan saya tidak dititpi apapun... jadi mohon maaf ya.."

—Yah.. kesialan menimpa mereka lagi.

"A-apa!.." Fang memekik kaget, lalu menatap Boboiboy dengan maksud 'Bagaimana ini?!'.

Boboiboy kagok, ia harus apalagi sekarang?. "Engg.. yasudah makasih pak satpam.. Ayo Fang!" Dan Boboiboy merangkul bahu Fang lalu menjauh pergi dari tempat itu.

.

.

"Hiks.." Boboiboy yakin itu suara isakan Fang. 'Kenapa hari ini Fang cengeng banget sih!?' pikirnya.

"Fang jangan nangis.." Boboiboy makin merangkul bahu Fang yang sedang menunduk tersebut.

"Aku-.. aku lelah Boboiboy... tanganku pegal.. hiks.." racau Fang, lalu kini ia menatap si iris hazel. "Aku tak tau kesialan apa lagi yang akan menimpaku hari ini, kenapa tanganku harus terborgol seperi ini?.. aku capek Boboiboy.. Tanganku pegal, aku lelah.. hiks.. da-dan celanaku basah.."

Duh, Boboiboy paling luluh deh kalau Fang nangis kaya gini.

Dengan sigap Boboiboy memeluk tubuh Fang yang ramping itu, mengelus punggung dan rambutnya dengan lembut. "Sstt.. jangan nangis, Boboiboy ngerti kok.. sekarang Fang mau apa?".

"Fang mau pulang.. ayo pulang!.. Fang mau di rumah, Fang mau tidur aja." Pinta Fang yang tengah dipeluk oleh Boboiboy.

Awh Fang kalau kamu manja kaya gitu Boboiboy jadi pengen nidurin kamu!/digeplak readers/.

Boboiboy melepas pelukannya, menghaspus jejak air mata Fang tak lupa juga membenarkan kaca mata Fang.

"Umm.. baiklah, mau digendong? atau jalan?" Tanya Boboiboy menatap Fang dengan senyuman penuh arti.

Wajah Fang memerah. "A-pa! tentu saja jalan.. kau kira aku selemah itu hah? ingat! aku bukan anak manja!" jawab Fang mencoba ketus, walau nyatanya malah tampak imut dengan mata yang masih berkaca-kaca.

Boboiboy mengendus geli, tak sadarkah kau Fang bahwa hari ini kau sangat manja pada Boboiboy?.. ahaha tentu Fang sadar hanya dia tak ingin mengakui saja.

"Baiklah tuan putri~"

Ingatkan Fang untuk menjitak kepala Boboiboy nanti ketika borgolnya sudah terlepas, enak saja dirinya dikatai tuan putri, sudah jelas jelas dia laki laki, bahkan Boboiboy melihat buktinya kok/eh/.

.

.

.

Uke Fang—

.

.

.

Sementara itu~

"Tuh, foto-fotonya bagus kan?" Kata Gopal sambil menunjukkan handycam nya.

"Terbaik lah!" kata Ochobot.

"Hehe.. si Fang kayanya udah mulai suka tuh.. liat aja bahkan tsunderenya sempet ilang." celetuk Probe.

"Whahaha Boboiboynya juga agresive banget... " celetuk Yaya.

"Betul, tuh betul..." kata Adudu dan Ejojo serempak /ciee/.

"Kapan ada adegan kissingnya~" Ying menatap teman-temannya dengan sedih. Oh tak taukah kau Ying, bahwa mereka bahkan lebih dari ciuman tapi belum 'itu'an /entahlah Gaje/.

Ehm, tapi sebelumya Author kasih tau dulun nih latar tempatnya, biar afdhol.

Sekarang ini mereka ber-7 sedang duduk dibawah pohon menunggu dua calon pengantin -ralat- maksudnya dua calon pacar a.k.a BoboiboyFang, di dekat sebuah gang yang pasti akan dua insan itu lewati. Untuk apa? tentu saja untuk memberikan kunci borgolnya, bagaimanapun kan kasihan uke cantik kita yang malang itu, masa kaya tawanan gitu, tapi kalau tawanan hati Boboiboy sih iya. Haha. Yah selain itu mereka juga ingin dong melihat mereka bermesraan, sebut saja bagian dari misi. Dasar Fujodanshi!.

Ochobot menghela nafas bosan. "Ah.. lama!.. apa mereka NC-an dulu!.." celetuknya agak frontal.

"Iya nih lama.." respon mereka.

"Eh?.. tunggu.. aku ada berita loh.." kata Yaya membuka pembicaraan baru.

"Apa?"

"Ehm.. ini aku kan buka lowongan grup Fujodanshi, eh ternyata banyak yang minat katanya mau ikutan.. dan ternyata lagi, mereka satu sekolah sama kita loh.. haha ga nyadar ya ternyata banyak yang fujo dan fudan.."

"Uwaaah.. bagus dong!.. kapan kita bisa ketemu mereka?" tanya Ying.

"Besok jam istirahat, di markas biasa." jawab Yaya.

"Kantin maksudmu?" kata Probe.

"Yup! betul.. memangnya dimana lagi?!" jawab Yaya.

"Pasti diantara mereka banyak yang mesum.." celetuk Ochobot.

"Iya kaya kamu!" kata probe dengan nada bercanda, yang di tanggapai dengan cengiran khas Ochobot.

"Nah! kalau begitu, kalian ga butuh aku lagi dong!, yang ikut kan dah banyak." kata Gopal.

Yaya menghela nafas. "Ya terserah sih, kalau kamu mau habiskan biskuitku selama satu bulan, itu tidak masalah." katanya enteng.

Gopal bergidik. "e-eh iya deh.. aku ga jadi keluar."

.

.

.

.

Mereka mulai jenuh tentunya, dalam pikiran mereka bertanya tanya apakah Boboiboy dan Fang sedang bermesraan sekarang?.

"Eh.. bagaimana kalau kita susul aja kak Boboiboy nya?!" kata Ochobot.

"iya oke juga tuh.."

"Yukkk!"

.

.

.

Is Sweet.

.

.

.

Lalu disisi lain, Boboiboy masih merangkul lengan Fang sambil berjalan, Oh kini sesuai janji Boboiboy mereka melawati gang yang cukup sepi untuk jam segini. Tapi kemudian langkah Fang mulai melambat.

"Fang gapapa? mukanya pucat loh.." Boboiboy mengangkat dagu Fang agar bisa melihat dengan jelas wajah Fang.

"Sudahlah Boboiboy aku gapapa!, udah lanjut jalan aja." jawab Fang setenang mungkin.

"Aduh.. Fang aku ga tega, kamu pucat banget... Gendong aja ya?"

Wajah Fang memerah, tapi tersamarkan oleh wajah pucatnya."Ngga mau!... sudahlah Boboiboy aku tak apa?!" terdengar ada sedikit keraguan di kalimat terakhirnya.

Boboiboy membalikkan badan Fang menghadapnya, lalu membelai pipi putih Fang dengan lembut. "Jangan di paksain yah~!.. kalau sakit bilang.." katanya sambil tersenyum selembut mungkin.

"Sok perhatian!" Kata Fang dengan wajah datar, yang dibuat-buat untuk menutupi debaran jantungnya.

Boboiboy cemberut. "Yah Fang!, suasana lagi romantis juga!.. seenggaknya bilang 'iya' kek, atau 'iya sayang~'.. gitu, biar romantis."

"Cih! mana sudi ak— ahhh" Tiba-tiba Fang meringis.

"Ap- Kau kenapa?" Terlihar raut wajah khawatir pada Boboiboy.

"Kepalaku, arrgh sa-sakit.." Fang meringis lagi, ingin sekali ia memijit pelipisnya tapi sayangnya tidak bisa.

Tapi Boboiboy kan pengertian, jadi tangan Boboiboy mulai memijit pelipis Fang agar rasa sakitnya berkurang."Tuh kan! ngeyel sih, dibilang di gendong aja ga mau!"

"Aku- akhh.. tak mau merepotkanmu, Bo..boiboy.. uukhh"

Fang merasa dunia berputar /emang iya/.

BRUKK.

Tubuh Fang ambruk dalam dekapan Boboiboy.

"Tuh kan pingsan.." Boboiboy baru saja ingin menggendong Fang ala bridal, tapi saat ini wajahnya tepat berhadapan dengan wajah Fang. Dekat, begitu dekat, dirinya melihat keadaan kanan-kiri melalui ekor matanya, suasana aman dan Boboiboy memutuskan untuk menyatukan bibir mereka.

Cup.. Boboiboy mencuri ciuman kedua Fang.

Melumatnya, menjilatnya, menghisapnya, bahkan menggigit kecil bibir mungil ranum itu. Bibir Fang adalah favoritnya mulai saat ini. Dan seperti kalian tau, bahwa Fang tak akan memberontak, walaupun begitu Boboiboy lebih suka mencium Fang dalam keadaan sadar, karena itu lebih membuatnya semangat. Entahlah jalan pikiran Boboiboy sepertinya agak aneh.

.

.

.

BoiFang OTP

.

.

.

"Pssst.. Ochobot, kamu duluan aja deh jalannya.. nanti kita nyusul di belakang, supaya mereka ga curiga.." suruh Yaya.

"Umm boleh.. kalian tunggu dibelkangku ya~" Ochobot segera bejalan duluan, sementara yang lain menyusul di belakang

.

.

.

.

Ochobot, nama remaja yang satu ini, agak aneh memang untuk seorang perempuan. Tapi nama pemberian orangtua itu pasti memiliki sejarah dan arti masing-masing bukan?.. dan sepertinya ibunya dan bibinya (ibu Boboiboy) memiliki selera nama yang unik.

Kini ia berjalan sambil memainkan kunci ditangannya, Yap karena terlalu lama menunggu akhirnya Ochobot (dan yang lain) pergi menyusul kakak sepupunya dan juga calon pacar kakak sepupunya. Dirinya -Ah maksudnya- semuanya melewati gang yang cukup sepi, tapi seketika matanya memincing, memastikan bahwa pengelihatannya tidak salah. Didepan sana ada pemuda bertopi dinosaurus sedang menggendong pemuda manis bersurai ungu yang tengah pingsan, dan kini mereka semakin mendekat.

Ochobot menarik kesimpulan bahwa itu kakak sepupunya. Memangnya siapa lagi yang memakai topi oranye mencolok seperti itu selain kakak sepupunya?.

Ochobot memberi kode ke arah belakang supaya bersembunyi dan mencari tempat mengintai yang strategis.

Lalu segera dirinya menghampiri kedua calon pasangan tersebut.

.

.

"Kak Boboiboy!" sapanya, yang disapa terlonjak kaget karena tidak menyadari kedatangan yang menyapa.

"Uuh hai! sedang apa kau?! kenapa tidak membantu atok?" Tanya Boboiboy.

"Emm.. sedang jalan jalan, Tok Aba mengijinkanku kok.. toh kakak saja boleh jalan jalan masa aku enggak." jawab Ochobot.

"Sesukamu sajalah."

"Oh ya kak Boboiboy, kenapa kak Fang pingsan?" Ochobot mulai mengeluarkan aura Fujoshinya, tak ada nada khawatir sama sekali, toh Ochobot tau tidak akan terjadi apa-apa pada Fang , kan ada Boboiboy.

"Uuh.. emm itu aku tak tau lah, tiba tiba dia pingsan..." Boboiboy gugup entah kenapa.

"Ooh.. lalu kenapa celana kak Fang basah?" Ochobot bersedekap dada menanti penjelasan.

Dor..! seperti kena tembakan, Boboiboy tak tau harus jawab apa. Dirinya tak mungkin memberi tau kalau Fang mengompol, dan dirinya membantu Fang untuk mengeluarkan— ahh stop Boboiboy malu, walau senang.

"Uumm.. itu tadi..—"

"Ah.. kak Boboiboy abis melakukan adegan rated M ya?" selidik Ochobot, tak lupa dengan smirk nya.

"Heh! tentu saja tidak!... aku tak mungkin menodai kesucian Fang milikku..." Boboiboy makin mendekap Fang dalam gendongannya.

Ochobot menyeringai lebar. "Fang... milik... siapa?" Tanya Ochobot dengan nada jahilnya.

Tentu saja Boboiboy kagok dan merasa salah bicara. "Umm.. milik.. ah milik..—" Gah.. kenapa Boboiboy lupa kalau adik sepupunya itu Fujo akut nan mesum, tapi sebenarnya dirinya sendiri juga mesum.

"Haha.. wajahmu merah kak.. aku yakin kakak pasti telah melakukan sesuatu.. dan—" Ochobot menggantuk kata-katanya lalu memperhatikan intens Fang. "—kenapa bibir kak Fang basah?pasti kalian habis ciuman ya?"

Jderr..! kini Boboiboy seperti terkena petir.. Hhahh ia lupa kalau tadi dirinya mencium Fang dengan agak ganas sehingga membuat bibir pucat itu kembali merona dan err-basah.

"i-itu ungg...—"

"Sudah-sudah.. aku tau kok kalian pasti habis ciuman... Dan oh ya aku sebenarnya kesini ingin memberikan kunci borgol ini.." Kata Ochobot menunjukkan kunci yang dipegangnya.

"Eh? hei! dari mana kau dapat kunci itu?!" Boboiboy menyelidik.

"Ooh.. tadi pak satpam titipkan ke aku.." Uh untung saja Ochobot pintar ngeles.

"Cih, kenapa ngga dari tadi.. kukira tangan Fang akan terborgol terus."

"Yelah yelah.." Masih dengan menyeringai, Ochobot mulai membuka borgol ditangan Fang.

cklekk..

"Nah sudah aku pergi dulu!" Ochobot langsung ngacir entah kemana dengan membawa borgolnya.

Boboiboy cengo melihat Ochobot yang langsung lari begitu, tapi seketika dirinya tersenyum lembut saat melihat pemuda cantik bersurai ungu digendongannya.

Cup.. kecupan singkat Boboiboy berikan di pipi tirus Fang, Boboiboy sungguh tak kuasa menahan bibirnya kalau sudah berhadapan dengan Fang.

"Sekarang kita pulang Fang~"

.

.

Jangan lupakan bahwa 'mereka' melihat kejadian tadi, umm mungkin mereka sedang menangani darah yang keluar dari hidung mereka sebab dihadiahi adegan sho-ai live. haha. Bahkan mulut Gopal kini menganga lebar minta diisi biskuit Yaya (?).

.

.

.

(=^.^=)

.

.

.

Boboiboy sampai di depan rumah Fang, rumahnya cukup sepi, padahal setau Boboiboy Fang tinggal bersama mama dan papanya. Tak ingin berlama-lama Boboiboy langsung masuk melewati gerbang yang tak dikunci lalu sampai di depan pintu, ia mencari kunci rumah Fang, dan beruntungnya kunci itu ada di bawah pot bunga dekat pintu itu.

"Ah dapat!" katanya langsung membuka kunci pintu.

CKLEKK

Boboiboy membawa Fang masuk, dirinya melihat sekeliling rumah Fang. sebenarnya ini bukan kali pertama ia berkunjung, ia pernah berkunjung kerumah ini setahun yang lalu untuk kerja kelompok, itupun ia harus membujuk Fang mati matian demi memperbolehkannya berkunjung kerumah Fang, dan dirinya disambut hangat oleh kedua orang tua Fang. Katanya Boboiboy lah teman pertama Fang yang dibawanya kerumah, oh sungguh bangga dia waktu itu.

Fang's Room.

Boboiboy yakin kalau kamar ini adalah kamar Fang dilihat dari tulisannya, tanpa pikir panjang ia masuk ke kamar tersebut. Boboiboy melihat sekeliling kamar, kamarnya bagus, rapih,dan bersih.

Tapi dirinya hampir tertawa ketika melihat satu poster donat lobak merah terpajang di dinding kamar Fang, juga boneka teddy bear violet yang tengah memegang tulisan love yang ditaruh Fang di kasurnya, dan ukuran bonekanya cukup besar. 'Untuk apa Fang punya boneka?' pikir Boboiboy bertanya-tanya.

Boboiboy terkekeh dalam hati. Di taruhnya Fang di atas kasur bersprei putih tersebut, mengambil kaca mata Fang lalu ditarunya di meja dekat ranjang. Kemudian dirinya menyempatkan untuk mengamati pemuda yang sepertinya sekarang tengah tertidur itu, membelai pipinya, mengelus rambutnya, menyentuh kelopak matanya, memperhatikan dari ujung rambut sampai kaki, dan Ah benar juga celana Fang kan basah.

'Haruskah aku menggantinya?' pikir Boboiboy lalu dengan cepat mengeleng. 'Aaarghh.. aku mikir apa!'.

'mungkin lebih baik pulang saja.. besok kan masih bisa ketemu..' batinnya.

Perlahan Boboiboy mulai menjauh dari ranjang Fang menuju pintu, tapi baru dua langkah ia berjalan telinganya mendengar suara yang err-... begini..

"Nngghkkk.. a-aahh.. uhhh."

Kira-kira seperti itu. Lalu Boboiboy yang khawatir terjadi apa-apa pada Fang langsung berbalik, tapi dilihatnya mata Fang masih terpejam. Lalu terdengar lagi suara..

"Aa-ahhh.. Bo..boiboy.. ahh.. nnhhh.. mmphh.."

'Kenapa Fang menyebut namaku?.. mimpi apa dia?' batin Boboiboy. Karena penasaran dirinya langsung mendekat kearah Fang.

"Aahh.. yyahh Boboiboy.. nnahh.. nggg!" tubuh Fang menggeliat walau matanya masih terpejam. "Ngghhhh..!"

Boboiboy makin heran, walau dirinya tertarik dengan desahan Fang.

Apa?

Ada apa dengan Fang?

...

Oh apa mungkin?...

"Bo..boiboy.. Boboiboy~… ahhh-ahh.. yyah ahh nnahh.. emmhh..nngghk uh ahh.."

Kini suara serak Fang mulai satu oktaf lebih tinggi. "Aahhh.. Boboiboy! nnaahh Mmhhh A -ahhh- ku UUHhhhh~… A~ahhh." dan terakhir tubuh Fang menggelinjang dengan nafas yang terengah-engah.

"Aahhhhh.."

Boboiboy dengan mata yang terus menatap Fang dengan bingung. Nafasnya terengah-engah, tubuhnya berkeringat, dan celananya yang sangat basah.

Tunggu..

basah?—

"Aaa!... Boboiboy!" Fang tiba-tiba menjerit lalu membuka matanya. Hal pertama yang ia lihat adalah Boboiboy yang sepertinya tengah berpikir.

itu berarti... Fang.. mengalami...

Boboiboy tersadar dari pemikirannya, dilihatnya Fang yang sudah bangun dan mengerjapkan matanya. "Fang? kau mimpi apa?" katanya langsung keinti pemikirannya.

"ha?" Fang nampak bingung, lalu dirinya merubah posisi tidurnya menjadi duduk, tapi—

"Uuhh.. ini apa?" kata Fang yang melihat ke area bawahnya.

—ia merasakan amat sangat basah dan tentu tidak nyaman dibawahnya.

"Itu akibat mimpimu.. kau mimpi apa? kenapa kau mendesahkan namaku?" Tanya Boboiboy bertubi-tubi.

"Aku mimpi...-" Fang nampak mengingat-ingat.

Blushh..

"-a...anu Boboiboy..." Gugup, itulah ekspresi Fang saat ini, dengan memainkan jari-jari telunjuknya ia mencoba mencari alasan yang logis, tapi tidak ketemu.

Tapi Boboiboy mengerti akan apa yang dialami Fang. Dirinya tersenyum."Apa ini yang pertama?" Tanya Boboiboy dengan nada menggoda tepat ditelinga Fang. Fang membalas dengan anggukan gugupnya. Boboiboy tersenyum lagi.

"Selamat.. kau sudah dewasa Fang.." Katanya lagi, masih di telinga Fang.

"De-wa-sa?"

Wajah Boboiboy kini berpindah menjadi didepan wajah merona Fang. "Iya.. selamat ya~" Cup.. dikecupnya kelopak mata Fang yang tak memakai kacamata tersebut, membuat yang dikecup makin merona.

"Bo-boi...boy.." lirihnya.

"Kau 'keluar' banyak Fang." ucapnya lalu menjauhkan wajahnya.

"ha-haah?"

"Sudah ya Fang, aku pulang dulu..borgolnya sudah terlepas kok, dan oh ya jangan lupa mandi dan cuci sprei ya~.. yang bersih ingat!.. Sampai jumpa~ " Boboiboy segera melangkahkan kakinya menuju luar kamar Fang.

Blam..

Pintu tertutup, Fang masih mengingat mimpinya.

'Mimpi?'

1

'Aku mimpi?'

2

'Lalu celanaku basah?'

3

'Keluar banyak?'

"Gyaaa! aku mimpi aku dan Boboiboy sedang... Gyaaaaa! ada apa dengan otakku!"

Dan Fang berteriak, mengacak-ngacak rambutnya frustasi.

.

.

Di kamar mandi, Fang berdiri menatap pantulan dirinya didepan cermin besar, pakaian Fang masih lengkap ingat!. Lalu dirinya bergumam.

"Kenapa wajah ini merona karenanya?" Fang menyentuh pipinya.

"Kenapa disini terus berdetak lebih keras saat bersamanya?" Fang menyentuh dadanya.

"Kenapa kami berciuman? dia mengambil ciuman pertamaku." Fang meraba bibirnya.

"Apa itu wajar?"

"Kenapa pelukannya damai?"

"Kenapa bersamanya jadi lebih tenang?"

"Kenapa aku nyaman dan merasa senang?"

"Dan kenapa dia yang harus ada di mimpi bersejarahku?!" Fang menatap celananya yang basah.

Fang mulai frustasi.

"Kenapa aku menerima ciumannya? membiarkannya menyentuh milikku yang paling berharga?"

"Harusnya aku marah! harusnya kupukul di tadi! oh tanganku kan terborgol. Ah, harusnya aku menjauhinya!"

"Ya! aku harus menjauhinya!"

"Ta-tapi a-aku tidak bisa, aku malah menerima semua itu.. bahkan menikmati ciuman tak wajar itu."

"Boboiboy! kau membuatku gila sekarang!"

Sudahlah Fang, kau harus membersihkan dirimu dan semua kekacauan yang kau buat. Mungkin Fang masih syok karena di mimpinya sedang melakukan 'This and That' bersama Boboiboy.

.

.

.

.

.

Sementara itu ada seorang pemuda bertopi oranye yang tengah tersenyum-senyum sendiri walaupun di pinggir jalan.

"Kau manis hari ini Fang~…" gumamnya dengan hati yang gembira.

.

.

.

Other Cast

.

.

.

Malam harinya di rumah Fang.

Tok tok tok..

Fang yang sedang nonoton tv di ruang tamu terlonjak kaget mendengar ketukan pintu. 'Pasti mama sama papa.' pikirnya, lalu segera menuju pintu untuk membukanya.

Cklek..

"KAK FANG!~"

"Xing Gui?!" Fang terlihat kaget.

HE-

-NING

"Kenap-"

"Ayo cepet masuk.. malah pada bengong lagi.." Suruh wanita setengahbaya yang diketahui adalah ibu mereka.

.

.

.

Ruang tamu.

"Fang, mama sama papa ada tugas diluar kota, jadi Xing Gui akan tinggal disisni.. kalian berdua yang akur ya~" Ucap mamanya, kini mereka berempat sedang duduk di sofa ruang tamu.

"Berapa lama ma? terus berangkatnya kapan?" Tanya Fang.

"Mama kurang tau Fang, kalau berangkatnya besok pagi.. Sekalian nganter kalian sekolah." jawab Mama Fang.

"Xing Gui sekolah disini ma?" Tanya gadis yang tak lain adalah adik Fang tersebut.

"Iya.. Mama sama papa udah daftarin kok.." Jawab mamanya lagi.

"Asiik.." Gadis berambut ungu acak sepinggang itu terlihat antusias,

Papa dan mama mereka tersenyum.

"Nah, pesan mama, Fang jaga adikmu ya.. dan Xing Gui jaga kakakmu yang kekanakan ini ya~ kalian yang akur." Xing Gui mengangguk, Fang menatap bosan lalu berkata. "Fang ga kekanakan mama!" katanya sambil cemberut.

"Lalu boneka beruang dikamarmu itu apa Fang?" Goda mamanya sambil tersenyum jahil.

"I-itu kan..—Itukan barang pertama yang Fang beli dari hasil ngumpulin uang sendiri.. Tentu saja itu berharga." Fang makin cemberut.

"Ih. kak Fang cemberut cantik deh.. cocok banget jadi uke.." celetuknya yang dihadiahi deathglare imut(?) dari Fang.

"Kakakmu cantik ya kalo lagi marah.." Tanggap mamanya.

"Iya! kak Fang itu pantesnya jadi perempuan tau!"

"APA KATA—"

"—Hmm.. sudah-sudah kalian cepat tidur, Xing Gui kamarmu ada desebelah kamar kakakmu." Kata papanya menghentikan perdebatan ketiga wanita-eh maksudnya yang satunya adalah pria cantik.

"Iya pa."

.

.

.

"Waah... Xing Gui pengen cepet sekolah.. disana pasti dapet banyak temen. iya kan kak Fang?" Kata Xing Gui pada kakanya saat menaiki tangga menuju kamar mereka yang kebetulan bersebelahan.

"Iya.. sampai Fujoshi juga banyak!" Kata Fang menanggapi adik Fujonya itu. Fang memang tau kalau adiknya itu seorang Fujoshi.

"Waah! benarkah?.. aku ga sabar pengen sekolah! pasti disana ada cowok seme yang pas buat kak Fang." Katanya langsung berlari meninggalkan Fang yang menggeleng-geleng.

"Fujo akut.." Gumam Fang.

'Uke? Seme?... umm seperti aku? dan.. Boboiboy?.. Gah! siapa pun tolong agar anak bertopi dinosaurus itu tidak ada dipikiranku!" Fang menjerit Frustasi dalam hatinya.

"Kak Fang! mau sampe kapan kakak bengong!"

"Iya!.. lagian siapa yang bengong!"

(masih) Other cast.

Ke esokan harinya di sekolah.

Hari ini, Fang dan adiknya diantar berangkat ke sekolah oleh orang tua mereka.

"Papa sama mama pergi dulu ya... kalau ada apa-apa jangan lupa telfon .." Kata Mama mereka.

Mereka berdua mengangguk, lalu mencium punggung tangan orang tua mereka.

.

.

.

XI MIPA 1

Fang masuk ke kelas tercintanya/aseek/, mengamati kelas yang kebetulan sedang sepi, oh sepertinya uke cantik kita ini berangkat terlalu pagi. Yah setidaknya ini lebih baik daripada kemarin, uh bisa-bisa dirinya diborgol lagi. Ah memikirkannya saja membuat Fang ingin berteriak.

Fang meletakkan tas gendong violet dengan aksen biru tua itu di tempatnya, mendudukan dirinya di bangku. Sedikit melirik bangku disebelahnya membuat dirinya merona seketika. Ah digelengkan kepalanya kuat-kuat mengusir pecahan memori nista yang terjadi kemarin.

A/N: Dan jika kalian bertanya mengapa Fang membawa tasnya, padahal sedari tadi si Author tidak menceritakan benda tersebut, maka terserah akan jalan pikiran kalian semua saja lah, jangan ambil pusing.

Tak lama kemudian dua orang sahabat sejati sehidup semati /Ah berlebihan/ a.k.a Yaya dan Ying memasuki kelas.

"Hai Fang?!" Sapa mereka riang.

"hm" Yang hanya dibalas dengan dengungan tak jelas.

Yaya dan Ying menatap bosan pada tingkah Fang, lalu sebuah ide melintas dibenak mereka. Ingat kalau pemikiran mereka menjadi sama kalau menyangkut OTP.

"Eh.. Yaya, kau tau tidak?.. katanya Boboiboy sakit loh~" Ying berucap dengan suara yang agak dikeraskan.

"Iya Ying, Kudengar dia kelelahan kemarin." Sahut Yaya yang raut mukanya dibuat sedih.

Fang yang sedari tadi mendengar pembicaraan duo Y itu mendadak gelisah, Fang khawatir, sangat khawatir malah. Bagaimanapun juga Boboiboy lah yang menjaganya kemarin, meladeni setiap ocehan manjanya, menuruti semua yang ia inginkan, menggantikannya piket, bahkan menggendongnya sampai kerumah. Seketika rasa bersalah menggerogoti hati Fang.

"Benarkah?" Tanya Fang tiba-tiba pada duo Y tersebut.

Merasa mendapat respon, Yaya dan Ying menyeringai. "Kau cari tau saja sendiri lah!" Kata Ying acuh.

"Hoi! aku serius lah!" Kata Fang yang nada suaranya satu oktaf lebih tinggi.

"Memangnya kenapa? kau senang kan Boboiboy sakit? anggap saja kau lebih populer." Kata Yaya mencoba memancing Fang.

Fang mulai geram dirinya bangkit dari duduknya."Tentu saja tidak! Aku khawatir! kemarin dia menjagaku seharia— upss". Dirimu terpancing Fang!. Segera ia mendudukkan dirinya kembali, menutup mulutnya dengan tangan kanan.

Yaya dan Ying menyeringai lebar. "Kau khawatir? ah benarkah? padahal kami bercanda loh, iya kan Ying?" Kata Yaya sambil menyenggol bahu Ying.

'Aihh.. bodohnya!' rutuk Fang dalam hati.

"Haha.. iya kau benar Yaya.. Dan.. Oh itu Boboiboy, sepertinya kami harus pergi Fang."

Dan benar saja Boboiboy masuk ke kelas dan menatap mereka ber-tiga dengan bingung.

"Pagi Boboiboy!" sapa Yaya dan Ying.

Boboiboy tersenyum kikuk. "Pagi.." jawabnya.

"Boboiboy.. Fang mengkhawatirkanmu looh~" seru mereka berdua lalu meninggalkan kelas, dan yah bisa ditebak kini hanya tinggal Boboiboy dan Fang yang ada dikelas.

"Mengkhawatirkan apa?" kata Boboiboy dengan polos. Sepertinya nyawa Boboiboy belum terkumpul pagi ini.

"Bukan apa-apa." jawab Fang. Ada raut kelegaan di wajahnya.

Boboiboy hanya ber'oh' ria lalu mendudukan dirinya disebelah Fang.

"Hoaamm.. aku ngantuk.." Boboiboy menidurkan kepalanya diatas meja beralaskan kedua tangannya yang dilipat.

"Ke-kenapa?" Tanya Fang penasaran, karena wajah Boboiboy terlihat mengantuk.

"Kau tau Fang, kemarin ternyata aku baru ingat kalau besok ada PR matematika dan fisika, dan aku baru mengerjakannya tadi malam, dan yang lebih parahnya lagi aku tak mengerti satupun padahal aku sampai harus bergadang.. Aku harus apa sekarang? aku pasti kena hukum." Boboiboy bercerita dengan wajah memelas sambil menatap Fang.

"Aku harus bagaimana?!" Ucapnya gusar.

Karena merasa tak tega, Fang mengeluarkan buku Matematika dan Fisika miliknya. "Ini.. cepat kerjakan.." Katanya sambil memberikan bukunya.

Boboiboy menatap Fang."Bo-boleh?" Tanyanya dengan antusias.

"Em.. sebagai tanda terimakasih.."

"Ha? untuk apa?"

"Yang kema..rin." Sejujurnya Fang malas berflashback tentang kemarin, tapi ia juga harus berterimakasih bukan?. Entah untuk apa.

Fang merona, Boboiboy juga merona. "Yang kemarin ya?.."

"Hah! sudah cepat kerjakan sebelum aku berubah pikiran!"

Boboiboy cengengesan. "Uuhh.. terimakasih Fang sayang~" Ucapnya sambil memeluk Fang dengan tiba-tiba.

"Ukh.. hei! lepas atau aku benar-benar berubah pikiran!" Hardiknya.

"Yaya! Gopal! ayo kekantin!" Seru Ying dengan semangat, yang dibalas dengan anggukan tak kalah semangat dari Yaya dan wajah hauslapar(?) dari Gopal. Oh sekarang itu waktunya istirahat oke!.

Sepertinya mereka tak akan lupa janji untuk menemui anggota baru :v.

Dan mereka bertigapun berlari meninggalkan kelas.

Boboiboy mengendus bosan. "Kenapa akhir-akhir ini Gopal lebih akrab dengan mereka?" gumamnya. Jujur Boboiboy sedikit merasa kehilangan sahabat baiknya itu. Dan entah kenapa gumaman Boboiboy membuat pemuda berkaca mata disampingnya merasakan sesak pada dadanya.

"Kalau bersamaku tidak enak ya?" Dan entah kenapa kata-kata itu lolos dari bibir mungilnya.

"Ah Fang? kau bicara apa tadi?" Sedikit menatap Fang, Boboiboy seolah meminta pengulangan dari Fang.

"Eh? Lupakan!" Serunya. "Ayo ke kantin!" Lalu ditariknya pergelangan tangan Boboiboy.

"Ugh.. hei Fang! kau belum mendengar jawabanku!"

Langkah terhenti, Fang menatap Boboiboy. "Jawaban apa?"

Senyum bertengger di wajahnya."Bersamamu itu jauh lebih enak, jauh lebih nyaman.. aku beruntung bisa bersamamu.." Ucap Boboiboy, Fang terdiam entah karena apa. "Haha ayo ke kantin.. nanti donat lobak merahnya habis!" Dan Boboiboy berlari dengan senyum jahilnya.

"He-hei tunggu! awas saja kau berani mengambil donat lobak merah ku!"

Mereka pun kejar-kejaran.

"Siapa cepat dia dapat Fang!~"

"Sialan! tak kan ku biarkan!"

.

.

.

.

.

.

Ying, Yaya dan Gopal sampai dikantin. Disana sudah ada Adu du, Ejo jo dan Probe yang tengah membeli minuman.

"Hei! Yaya! Ying! Gopal! tunggu saja di meja paling pojok!, 'mereka' ada disana!" Seru Adu du sambil menunjuk tempatnya.

"Em" Mereka bertiga mengangguk paham.

.

.

.

"Ha-hai semuanya~" sapa Yaya agak canggung.

Kini Yaya, Ying dan Gopal bertatap langsung dengan wajah wajah baru anggota mereka.

"HAI!~" 'mereka' menjawab serempak dan tak kalah antusias.

"Wohoo~ ternyata banyak yang ikut.. yes!" Ying bersorak gembira.

'Tuhan... kenapa sekarang orang-orang abnormalnya bertambah banyak... :('

itu tadi batin si Gopal yang masih meratapi nasib.

Perlu diketahui bahwa kantin sekolah di SMA ini di design dengan meja yang besar, maka dalam satu meja dapat berisi banyak kursi, ya tidak semua sih yang kursinya dua juga ada, biasanya itu digunakan oleh orang yang ehm-pacaran.

Yaya, Ying dan Gopal mendudukkan dirinya di kursi yang ada."Oh ya, namaku Yaya, ini Ying, dan yang itu Gopal. Kalau yang sedang membeli minum itu namanya Adu du Ejo jo dan Probe. Salam kenal~" Yaya memperkenalkan semuanya sambil menunjuk orangnya.

"Salam kenal~"

Ejo jo, Adu du dan Probe yang telah selesai membeli minuman menghampiri mereka lalu melakukan hal yang sama -duduk.

"Banyak bukan?" Kata Ejo jo.

"Hehe.. terbaikk.." Ucap 'mereka'.

"Ayo.. tunggu apa lagi? sekarang perkenalkan nama kalian." suruh Yaya.

"Baiklah, namaku—"

"—Kalian tidak menungguku?"

"Eh?"

.

.

.

.

.

"Gahh.. sial.. kenapa harus remedial matematik sih.. jam istirahathya jadi berkurang kan.. huh semoga aku belum terlambat!" Gumam seorang remaja yang tak lain adalah Ochobot, Koridor sekolah yang ia lewati saat ini cukup sepi, jadi ia putuskan untuk mempercepat langkahnya.

Brukk.

"Aww" Seseorang menabraknya, untuk tidak sampai jatuh.

"Ma-maaf.. aku ga sengaja.." kata yang menabrak.

"Ah, ya tak apa.. Eh? murid baru ya?" kata Ochobot setelah melihat wajah lawan bicaranya.

"Emm.. iya kak.."

"Oh., aku Ochobot., namamu siapa?"

"Xing Gui... Liu Xing Gui.."

"Waahh.. kita berteman ya.." Kata Ochobot SKSD (sok kenal sok dekat).

"Iya.."

"OCHOBOT!" Tiba-tiba seseorang menyerukan namanya, dari suara khasnya Ochobot pasti tau kalau itu adalah kakak sepupunya, Boboiboy. 'Pasti mau mita uang' pikirnya.

Boboiboy dengan langkah setengah berlari menghampiri Ochobot.

"Ekhem.. Ochobot yang cantikk.. dari tadi aku mencarimu, kau kemana saja hah?" Boboiboy berbicara sambil bersedekap dada.

"Aku habis ikut remedial matematik kakakku yang tampan~... aku tau kakak pasti mau minta uang kan?" Jawab Ochobot.

"Benar!.. Tok Aba menitipkan padamu kan?"

"Iya.. nih!" Jawab Ochobot sambil memberikan uang.

"Hehe.. makasih adikku yang baikk" Boboiboy tersenyum.

"Bilang gitu kalo ada maunya aja!" Ochobot cemberut, lalu tersenyum canggung ketika menatap teman sebelahnya seolah berkata 'Sifatnya memang begitu' yang dibalas oleh tatapan 'Iya aku mengerti'.

"Boboiboy! kau meninggalkanku..!" Seru seseorang lalu menghampiri mereka bertiga.

"Ah Fang, maaf.. kan sudah ku bilang tunggu saja dikantin." Boboiboy menatap pemuda yang kelihatannya habis berlari untuk menyusulnya.

"Kau tidak bilang tuh!" jawabnya sambil memalingkan wajahnya.

"Aku bilang Fang, kau saja yang tidak dengar!" Ucap Boboiboy terdengar tak ingin kalah.

Sebenarnya yang mereka ributkan itu sangat random.

"Kau ini! padahal aku sudah berlari menyusulmu! kalau begitu aku pergi saja!" Fang mulai membalikan tubuhnya, tapi pergelangan tangannya ditahan.

"E-eh mau kemana hm?"

"Tentu saja pergi!, aku malas denganmu!" ucap Fang dengan kesal.

"Oh ya?" Boboiboy tersenyum jahil.

"Menjauh!"

"Tak mau!"

"Menjauh atau—"

"Dunia serasa milik berdua ya?!" Tiba tiba suara khas perempuan dari Ochobot menghentikan perdebatan random kedua pemuda tersebut.

Boboiboy dan Fang yang mendengar suara itu reflek menengok mendapati dua perempuan ekhemFujoekhem yang tersenyum penuh arti.

"Ochobot!"

"Xing Gui?!"

"Kenapa masih disini?" Tanya Boboiboy.

"Ini kan tempat umum." jawab Ochobot.

"I-itu pacar kak Fang ya?" tanya perempuan di sebelah Ochobot.

"Eh bu-bukan! kenapa kau berpikiran seperti itu hah!?"

"Soalnya..." Xing Gui menunjuk tangan Boboiboy yang masih bertaut pada pergelangan tangan Fang.

"Eh?" Sontak mereka segera melepaskan tautannya, bukan apa-apa hanya mereka itu tau kalau adik adiknya itu Fujo, bisa bisa dijadiin bahan fanservice lagi. Yah.. Boboiboy dan Fang kan tak tau apa-apa.

"I-ini bukan seperti yang—" Fang tergagap.

"—Oh ya?..lebih baik aku gak ganggu kalian! ayo kak Ochobot!.. dah Kak Fang~" Xing Gui menarik pergelangan tangan Ochobot membawanya menjauh dari pasangan yaoi tersebut.

.

.

"Kak Ochobot, siapa nama kakak yang sama kak Fang?" Tanya Xing Gui pada Ochobot saat mereka sedang menuju ke kantin.

"Dia kakak sepupuku namanya Boboiboy.. memangnya kenapa? dan apa kau kenal Fang?" jawab sekaligus tanya Ochobot.

"Kak Fang itu kakak ku, dan wah.. mereka cocok ya?" katanya dengan antusias.

"Hah kau adiknya?, dan ehm kau Fujoshi?" Tanyanya hati-hati.

"Yap! betul!"

"Wah~ benarkah? kita sama dong! mereka berdua itu OTPku, kamu ga marah kan?"

"Marah?.. kenapa?"

"Karena kakakmu diperuke mungkin?"

"Ah tidak, kakakku itu memang cantik kok, haha... Mulai sekarang aku akan meng-OTP-kan mereka berdua!.. sama kaya kak Ochobot."

"Umm.. kau mau ikut gabung?"

"Gabung?"

"Yah.. sebenarnya aku dan yang lain membentuk suatu grup yang err-meng-OTP-kan kakakmu dan kakakku.. mau ikut gabung?"

"Tentu saja! kenapa tidak?."

"Yeeyy! mari ikut aku!"

.

.

.

"Itu siapamu Fang?" Tanya Boboiboy saat kedua perempuan tadi menjauh.

"Bukan urusanmu!" jawab Fang yang masih kesal, kedua tangannya ia sedekapkan di dada dan bibirnya yang melengkung kebawah.

"Masih ngambek?" Tanya Boboiboy.

"Tsk!. Mana mungkin aku ngambek! itu kekanakan tau!" ucap Fang sambil memalingkan wajah yang mengundang kekehan dari Boboiboy.

"Lalu ini apa?!" Boboiboy menarik salah satu sudut bibir Fang dengan jari telunjuknya.

Fang segera menepisnya. "Hhah dia adikku! puas?!.. namanya Xing Gui, Liu Xing Gui." jelasnya.

"Ooh.. kukira pacarmu, tapi kenapa kamu ga cerita kalau punya adik?"

"Apa harus ya aku cerita?.. dan pfffttt apa katamu tadi? pacar? haha pikiran bodoh macam apa itu!" Fang terkekeh membuat Boboiboy kembali tersenyum damai.

"Baguslah!... Kalau begitu mari kita kekantin Fa-oh atau sekarang bisa ku panggil Nona Liu Fang~?" Boboiboy segera menggandeng lengan Fang layaknya pasangan pengantin.

"Bodoh! aku laki-laki!, sekali lagi kau bilang aku perempuan, kutendang kau!" Fang memberikan deathglarenya tapi tak diindahkan oleh Boboiboy yang malah berjalan dengan tangan yang masih bergandengan, Fang sih fine fine aja toh ia merasa emm nyaman.

.

.

.

Welcome To Fujodanshi Group~

.

.

.

"Ayo cepat! kita terlambat!" Ochobot dan Xing Gui berjalan dengan cepat ke arah kantin.

"Heem.. iya kak!"

Kantin sekolah pun mulai terlihat.

"Wahh! itu mereka! ayo! aku ga sabar pengen ngenalin kamu ke mereka." ujar Ochobot dengan semangat.

"Baiklah, namaku—"

"—kalian tidak menungguku?" Ochobot memotong ucapan salah seorang yang akan memperkenalkan namanya

"Eh?" semuanya menengok mendapati Ochobot yang bersama gadis bersurai ungu.

"Ochobot, kau mengagetkan saja!" ujar Gopal.

"Ahaha.. maaf, apa aku terlambat?" Tawa Ochobot, kemudian menyusul duduk dibangku yang kosong bersama Xing Gui.

"Sedikit, kami baru saja akan berkenalan dengan mereka." kata Probe.

"Begitu.. Ah ya aku bawa satu orang lagi.." kata Ochobot melirik perempuan disampingnya, yang dilirik hanya tersenyum.

"Yeeyy!"

"Hei! Hei! kapan mulainya!" interupsi seseorang diantara mereka.

"Baik-baik.. kita mulai dari yang ujung sana." Kata Yaya sambil menunjuk orangnya.

"Haa! namaku Fudan, aku laki-laki." Katanya sambil nyengir.

"Aku tau kau lelaki lah!"Kata Gopal memasang wajah -_-.

"Haa.. baik-baik, lalu yang sebelahnya!"

"Aku Jnay.." Katanya sambil memperlihatkan senyum khasnya (Imagine!)

"Hihi.. sepertinya dia wanita yang polos Ocho, kau jangan coba-coba menodai kepolosannya ingat!" Ying berbisik pada Ochobot sambil terkikik, Ochobot yang mendengarnya langsung nyengir.

"Lalu selanjutnya!" Kata Yaya.

"Aku Tin-tin... salam kenal semua~" Ucapnya dengan senyum.

"Eh? kamu tetanggaku yang baru pindah itu kan?" Tanya Yaya.

"Umm.. eh iya kamu yang semalam nganterin biskuit itu kan?" Tanggapnya.

"Hoo.. iya iya wahh.. tak kusangka aku akan mempunyai tetangga fujo baru selain Ying, iya kan Ying?"

"Yaa betul besok kita berangkat bersama oke?" kata Ying.

"Oke!"

"Apa rasa biskuitnya enak?" Celetuk Gopal, seketika suasana menjadi hening.

"A-ahh lupakan! selanjutnya!" ucap Ying mengganti topik pembicaraan yang dibawa Gopal.

"Namaku Rani kalian boleh panggil Suma." Ucapnya.

"Loh? namanya Rani atau Suma?" Tanya Adu du.

"Ehehe.. terserah kalian mau panggil apa." Jawabnya.

"U-umm oke baik, selanjutnya!" kata Adu du.

"Haii~! panggil aja Cindy oke!?" Ucapnya dengan sangat riang.

"Oke! sepertinya kamu bersemangat sekali." Komentar Ejo jo.

"Haha.. harus."

"Emm baik selanjutnya!" Ucap Probe.

"Aura." ucapnya singkat :v.

"Si-siapa?" Tanya Probe yang sepertinya telinganya kurang peka.

"Aura!" Ulangnya sedikit kesal.

"OOh.. hehe maaf-maaf aku kurang jelas tadi."

"tak apa."

Probe menghela nafas."Selanjutnya!"

"Aku Sawsan Zakkiya, panggil aja Sawsan."

"Emm.. oke Sawsan. Next!" Ucap Ochobot.

"Namaku Red." ucapnya.

"Oh aku tau! Red itu yang nyesek ya?" Celetuk salah satu anggota yang duduk paling ujung a.k.a Fudan.

"Nyesek?" wanita disebelahnya a.k.a Jnay menyaut.

"Iya.. Nyesek kalo Bbm cuma di 'Red' aja." jawabnya watados, seketika hening lagi, semua tatapan yang tertuju padanya seakan mengatakan 'What Do You Mean?' padanya.

"Ehehe~ ga lucu ya?"

"Ahahahhaa~" seketika yang tadinya hening jadi tertawa karena lelucan yang ehm garing tadi. /Jangan salahkan Author! kak Fudan-san nya sendiri kok yang minta. :D/

"Itu Read bukan Red!" koreksi si pemilik nama.

"Jangan di masukan kehati~" Ucap Cindy.

"Engga biasa aja kok." Balas Red sedikit menarik sudut bibirnya.

"Ya sudah lanjut!" Kata Gopal /tumben apa nih anak ?/.

"Panggil aja Karin."

"Salam kenal Karin~" ucap Gopal sambil tersenyum aneh /modus tuh si Gopal! kak Karin jangan mau!/.

"Apa liat-liat!" semburnya, Gopal hanya nyengir yang makin aneh (?).

"Ayo~ selanjutnya!" Ucap Ying yang masih semangat.

"Namaku Willy~"

"Namaku Ochobot~" Kata Ochobot /Lah ni anak ikutan modus./

"Salam kenal emm-Ochobot~" Jawabnya dengan senyum.

"Kyaaa! salam kenal~.. kau lihat itu Xing Gui? dia menjawabku~" Ochobot kesenengan sambil narik-narik tangan Xing Gui.

"Iya kak, iya." Respon Xing Gui, yang lain hanya menatap aneh pada Ochobot.

"Abaikan Ochobot, Willy.. sekarang lanjut!" Ucap Gopal sedikit bosan, mungkin dia masih iri dengan Ochobot yang mendapat respon sementara dirinya dicuekin sama Karin. /Jangan gebuk Author ya kak Karin~/.

"Nama aku Dian, Dian Alfalah. Salam kenal." Ucapnya dan tak lupa dengan senyumnya.

"Salam kenal~" Kata Gopal. /Nianak modus lagi./

"hm." yang dibalas oleh gumaman tidak ikhlas :v. Tapi Gopal malah nyengir lebar, haha.

"Naah! sekarang nih aku kenalin, namanya Liu Xing Gui! dan ini adiknya Fang~" Seru Ochobot.

"Hmm.. salam kenal~"

"Haah! adiknya Fang?"-Semuanya kecuali Ocho danXing Gui.

"Waaw hebat!"-Cindy.

"Bakalan mudah nih~"-Fudan.

"Betul! bakalan mudah"-Red.

"Hebat! bahkan adiknya ngerestuin!" -Karin.

"Haa~ Daebak!"-Tin tin.

"Yeeyyy!"-Sawsan.

"OTP! OTP!"-Dian.

"Terbaikk!"-Willy.

"Bersatu!"-Suma.

"Horee!"-Jnay.

"Yes ada adiknya Fang,ada sepupunya Boboiboy!"-Aura.

"Semuanya mendukung~"-Suma.

"Yaaa~ BoiFang!"-Jnay.

Dan masih banyak lagi gumaman maupun omongan mereka.

"Eitsss! tenang-tenang!" Seru Ochobot, walaupun ini di kantin, tapi mereka brada di meja paling pojok, jadi yang mendengar hanya segelintir itupun jika mereka peduli, jika tidak ya everything is gonna be okay bukan?.

Suasana kembali tenang. Mereka gampang diatur bukan?.

"Aku ga nyangka loh Fang punya adik." Ucap Ying.

"Hehe, kak Fang kan emang ga suka cerita orangnya." Ucap Xing Gui.

"oh hehe kau benar."Kata Ying.

"Baiklah semuanya, misi kita disini mendekatkan Boboiboy dan Fang, kalian sudah pasti tau kan?" Kata Yaya, mereka mengangguk sebagai jawaban.

"Pokoknya, kalau ada kesempatan buat ngedeketin mereka, ya deketi aja oke?.. Yah walaupun sebenarnya akhir akhir ini mereka semakin dekat, tapi kita akan coba dekatkan sampai mereka benar-benar jadi pasangan real. Mengerti kan semua? dan ingat kantin ini markas kita." Jelas Yaya.

"ya."

"hm."

"Aye captain~"

"Siap!"

Dan masih banyak lagi, tapi yang penting semuanya mengerti.

"Dan jika kalian beruntung~ kalian akan mendapat adegan sho-ai bahkan Yaoi live dengan mata kalian!" seru Ochobot.

"Benarkah?.."

"Horee!"

"Baiklah semua!~… selamat bergabung!~"

"Yaaa!"

"Yeey!"

"Yuhuu~"

KRINGGG!

Bel masuk akhirnya berbunyi membuat semuanya menghela nafas bosan dan kecewa.

"Cih bunyi yang menyebalkan."

"Baiklah, ayo masuk kelas! kita lanjutkan besok okay! daah~" ucap Yaya dan Ying kemudian menarik kerah baju Gopal.

"Daah~!"

Dan mereka bubar ke kelas masing-masing.

ToBeContinue~

.

Hoaaa rated 'M'esum ini! haduuhh.../lap keringet/ lap idung/ Tarik napas/hembuska/.

Haaa! gimana ocnya? puaskah?.. maaf bila tidak sesuai harapan (bisa kritik ko), atau adegannya terlalu frontal mungkin?. Ini rated M loh ya, BTW soal lemon, itu gimana nanti kalo angka review sesuai target Author, mungkin last chapter nanti. hehe. dan sedikit curhat bahwa di sekolah sedang heboh yang namanya LGBT gitu.. Haisshh da saya mah sukanya yaoi bukan LGBT, kenapa? karena kalau yaoi biasanya ukenya manis manis haha~.. dan apa itu ff yadong? temen temen banyak yang ngomongin jiahaha..

Authornya ngaret ya updatenya?.. ada beberapa alasan untuk itu.

Pertama: Hafalan disekolah makin numpuk.

Kedua: Sibuk UTS.

Ketiga: sekalinya buka laptop malah liat drama korea :v terutama hobi banget ngulang EXO NEXT DOOR. saya exo-l? jawabannya ya.

Keempat:Dan sekarang Laptopnya barengan sama mamah, haduuh bisa gawat.

Kelima:Updatenya jadi kewat HP -_- dan mood yang turun naik -_-.

So~

Setelah saya naikkan rated dan update ngaret adakah yang mau mereview? semoga ada ya readers.. *Aegyo.*puppyeyes. Terutama yang udah Author jadiin Oc, setidaknya dihargai ya~ Mohon reviewnya~

Oh ya sebelum itu:

-KENAPA FF DENGAN PAIR SHO-AI/YAOI DI FANDOM INI JADI MENIPIS!... OH DAN DISINI SAYA MERASA SEBAGAI READER YANG KEKURANGAN ASUPAN../Fullcapslock/ ayo dong~ bikin humu lagi/dibekep.

Kritik saran review aja oke!.

Yang Oc usahakan review ya! kalau 2 chap ga review Author hapus! jahat ya? makanya review :v/nianakmaksa/.

Spesial Thanks: Xiang Qi, Natsu Hiru Chan, Fudan-San 22, Oranyellow-chan, Hanaciel Jaeger, K.T-StarSparkleDark1-K.H, jnays, Phantom3148, Hye Lin, doiian, MoonRyuPyo, AllanLee, CindyTaufan, Aura, hiluph166, Sawsan, Guest, fayzaghoul, Uchiha BBBF, Winter, 306yuzu, Viierra273, ArdhanaChan, KarinNU95, kumiko Ve, willy, Maggie683, Munraito Yami, fujoshi-chan, DianAlfalah2051.

Sampai disini chapter 4, see you next chapter~.. bye~

Yang review, author sayang kalian~