trdanszharfan present...

.

.

.

.

.

STILL THE SAME

Main Cast : Oh Sehun , Xi Luhan

-and other pairing cast-

Genre : Romance, Hurt/Comfort, Drama, Family

Rated : M

Author : trdanszhafran

WARNING!

GENDERSWITCH/HUNHAN/

.

.

.

.

.

.

I sincerely hope you, you still love me or not I do not know. But I tried to forget you, and these feelings will always be with you. STILL THE SAME LOVE YOU AND WHATEVER HAPPENS. LET'S FIGHT THEM TOGETHER

.

.

.

.

.

.

.

.

.

FLASHBACK

"Tuan, Nyonya aku pulang terlebih dahulu." Ujar Luhan meminta ijin kepada kedua orang tua Sehun.

"Jangan memanggil kami Tuan dan Nyonya panggil kami Mom dan Dad seperti Sehun memanggil kami saja." Ujar Ibu Sehun sambil tersenyum.

"Baiklah Tu-..Dad dan Mom Luhan pulang terlebih dahulu." Ujar Luhan sambil menunduk malu.

"Lihat Yeobo betapa lucunya dia." Ujar Ibu Sehun sedikit tertawa.

"Dia memang lucu Mom seperti yang ku katakan." Timpal Sehun.

"Baiklah kau boleh pulang. Hati-hati dijalan ya nak. Kunjungi kami berdua jika kau ada waktu." Ujar Ayah Sehun.

"Baik Dad."

Sehun dan Luhan pun berjalan menuju mobil dan memasuki mobil. Luhan pun langsung melambaikan tangannya kearah dua orang tersebut. Ini tak seperti yang ia kira, orang tua Sehun menerimanya. Ia pun tersenyum.

"Mereka menerimamu,kan?"

"Iya, aku sangat bahagia Sehunna." Jawab Luhan sambil merangul lengan Sehun dan bersender dibahu priannya. Sehun pun hanya tersenyum mengingat interaksi kekasihnya dan orang tuanya. Ia turut bahagia.

.

.

.

.

.

.

.

THE STORY BEGIN

CHAPTER 4

WARNING! NOT FOR CHILDREN!

"Terimakasih Sehun telah mengantarkanku." Ujr Luhan setelah mobil Sehun berhenti di depan rumahnya, tempat ia tinggal bersama adiknya-Luna. Ia pun turun dari mobil tersebut tetapi Sehun malah mencegahnya dengan menarik tangannya.

"Aku menginap di rumahmu ya Lu. Sekali saja." Ujar Sehun memohon dengan tampang memelas.

"Memangnya kenapa kok kamu tiba-tiba ingin menginap di rumahku?"

"Tak apa. Aku hanya ingin menginap di rumahmu." Jawab Sehun masih dengan muka memelas dan menarik-narik tangan Luhan.

"Ya?"

"Ya?"

"Ya?" Pinta Sehun berkali-kali dan berhasil membuat Luhan berkata Iya.

Mereka pun memasuki rumah Luhan. Para maid dibuat terkejut oleh kedatangan seorang lelaki asing yang bergandengan dengan majikan mereka. Luhan yang melihat raut muka maidnya pun segera berkata, "Perkenalkan ini Oh Sehun, kekasihku."

Para maid pun dibuat terkejut apalagi Bibi Lee yang menjadi pengasuh Luhan dan Luna sejak kecil. Ia pun mendekati Luhan dan berkata, "Hati-hati Luhan. Kekasihmu terlihat sedikit agresif daripada lelaki lain."

Muka Luhan pun memerah dan memukul lengan Bibi Lee.

"Bibi..." rajuknya manja.

"Sana naiklah bersama kekasihmu Sehun itu. Sudah Bibi peringatkan lohh..." godanya dan langsung berjalan menuju kamar khusus untuknya sambil tertawa kecil.

"Siapa itu Lu?" tanya Sehun setelah melihat interaksi keduannya yang cukup akrab. Sehun tahu bahwa Luhan kehilangan ibunya dan tak mungkin orang tersebut ibunya lagipula Luhan memanggilnya Bibi.

"Itu Bibi Lee, pengasuhku dan Luna sejak kecil. Sekarang kita keatas." Ujar Luhan cepat membuat Sehun bingung akan tingkah kekasihnya ini.

.

.

.

"Jadi ini kamarmu Lu?"

"Iya."

"Mengapa kau menempelkan poster Christiano Ronaldo disana?" ujar Sehun sambil menunjuk-nunjuk poster Christiano Ronaldo.

"Bukankah kau sudah kuberitahu bahwa aku penggemar fanatik Christiano Ronaldo?"

"Itu merusak pemandangan kamarmu." Ujar Sehun ketus.

"Ayolah, itu hanya poster."

Sehun pun berjalan menghampiri poster tersebut dan dalam sekali gerakan tangan poster sialan tersebut sudah terlepas dari dinding kamar Luhan. Sehun pun meremas-remas poster tersebut dan mengabaikan teriakan tak rela Luhan. Dan Sehun pun membuangnya ke tempat sampah.

"Itu terlihat indah saat di tempat sampah." Ujarnya.

Luhan pun cemberut sambil melipat tangannya di depan dada. Sehun yang melihatnya pun langsung bertindak.

"Ayolah Lu, itu hanya poster sialan yang merusak pemandangan kamarmu." Ujarnya. Luhan tetap tak merespon.

"Lu?"

"Kau marah padaku?"

"Lulu sayang?"

"Luhannie sayang?"

Bujukan Sehun untuk membuat Luhan tak marah hanya sia-sia. Sehun pun mengecup bibir Luhan. Namun Luhan tak merespon sama sekali.

'Sepertinya aku harus melakukan ini!' ujar Sehun dalam hati sambil sedikit menyeringai. Sehun pun meraup bibir ranum Luhan dan melumatnya sambil memainkan puting Luhan.

Tanpa melepas pangutan mereka, Sehun mendorong Luhan perlahan-lahan ke ranjang. Sehun pun merobek kasar baju Luhan. Luhan hanya terdiam kaku.

Sehun pun menjilat pucuk dada Luhan, bermain-main disana. Menjilat dan menghisapnya membuat Luhan memekik kecil. Lalu jilatan itu perlahan turun menuju pusar Luhan, lidahnya bermain disana sementara tangannya ia gunakan untuk meremas bokongnya.

Sehun pun kembali sibuk dengan bibir Luhan. Ia menyesapnya dan menyedotnya bagaikan permen. Luhan tak mau kalah. Ia juga menyedot bibir Sehun habis-habisan.

Perlahan Sehun pun memasukan lidahnya dan mengabsen satu persatu gigi Luhan. Mereka saling bercumbu penuh gairah. Luhan tak menyadari bahwa Sehun sedang menggesek-nggesekan junior tegangnya. Luhan sudah sibuk akan kenikmatan yang sedang ia rasakan.

"Ngghhhh..."

SRET!

Luhan pun mengaitkan lengannya pada leher Sehun. Sehun juga menekan tengkuk Luhan habis-habisan agar mereka lebih dekat dan intim. Lelehan air liur Luhan terlihat mengalir melalui lehernya. Pangutan mereka berdua pun terlepas.

"Aku akan melakukannya Lu!"

"Ini pertama kalinya untuku."

"Aku akan berhati-hati."

Sehun pun segera memposisikan joniornya di vagina Luhan yang terlihat sempit. Luhan menggigit bibir bawahnya saat junior tersebut melesak masuk ke vaginanya.

"Arghhh..Sehun!"

"Apa sangat sakit Lu?" tanya Sehun ketika melihat setetes air mata turun dari mata kekasihnya. Luhan tak menjawab. Ketika junior Sehun mulai terasa penuh di vaginanya rasa sakit itu tergantikan dengan rasa nikmat.

"Apa masih sakit Lu?" tanya Sehun khawatir.

"Tidak, lanjutkan!"

"Ternyata Luhanku sekarang sudah menjadi nakal."

"Aku nakal karenamu."

Sehun pun mulai bergerak, membuat suara decitan ranjang.

"Ahh—kau sempit lu..." racau Sehun.

Luhan mencengkram ranjang saat Sehun mulai bergerak. Luhan menahan nafas saat Sehun menghujam prostatnya dengan kuat. Ini nikmat sekali!

"Ouhhh..—Faster hunn..." racauan Luhan mulai terdengar. Desahannya membangkitkan gairah Sehun untuk terus menghujam vaginanya.

"Desahanmu memang yang terbaik Lu."

Sehun pun terus bergerak dan tak disangka Luhan juga ikut menusuk junior Sehun sehingga mereka berdua bergerak berlawanan, membuat sensasi yang sangat nikmat.

"Shit—Kau sempit Lu.." racau Sehun diiringi desahan Luhan. Sehun semakin dalam menusuk membuat tubuh Luhan terhentak-hentak.

CROT!

CROT!

Sperma Sehun masuk kedalam tubuh Luhan. Keduanya dipenuhi peluh. Tubuh Sehun pun ambruk.

"Tadi kau sangat mengagumkan Lu." Puji Sehun.

Luhan pun tersenyum malu dan keduannya tertidur akibat kelelahan akan kegiatan yang baru saja mereka berdua lakukan.

.

.

.

.

.

..

..

..

..

...

...

...

TBC

Haiii...

Aku udah update. Maaf agak lama. Aku nggak bisa nulis adegan nc-nya panjang karena aku nggak kuat. Yaudah ini yahhh udah aku update buat yang nungguin.

Next update Infinitely Yours.

Thankyou

Big Love, T