"MY ENEMY MY LOVELY" [God! Ini judul macem apa sih ?]

Cast : Cho Kyuhyun Lee Sungmin and other SJ's member

Genre : Romance

Chapter : 4/?

Rating : T

Warning : yaoi :D Typo? Abal .. gaje EYD tak sesuai .. aneh :D

Summary : saat yang tidak tepat bagi seorang Kyuhyun untuk mengingat kembali masa lalunya.. adakah yang mau menjadi sandaran sang Magnae karena masa lalunya itu... [summary macam apa ini.. ._.a]

Disclaimer : SJ dan semua member milik Tuhan :3 .. KyuMin milik shipper.. dan terkadang Sungmin menjadi milikku :D #PLAK!

[seCUIL kisah dari ff aneh ini]

"Yeobosaeyo.."

"yeobosaeyo.. kyuhyun-ah.. kau masih mengingatku.?"

Aku tercekat mendengar suara itu. Suara yang sangat kukenal.

BRAKK…

Aku menjatuhkan ponselku. Mataku menerawang kosong. Tak memikirkan apapun.

"Kyuhyun-ah.. gwenchana?"

Continue

Sungmin's POV

Aku mendengar ponsel jatuh. Bodoh! Ponselmu jatuh Cho Kyuhyun. Aku melotot kearahnya. Tapi ekpresi yang tak terduga tertangkap oleh mataku. Pandangan matanya kosong. Ada apa dengan namja ini?

"Kyuhyun-ah.. gwenchana?"

"…"

"kyu.."

"…"

Pandangan matanya masih kosong. Ada apa dengan panggilan itu.

Aku meraih ponsel Kyuhyun yang jatuh dibawah meja. Masih tersambung. Aku mencoba berbicara.

"Yeobosaeyo..?"

"aah.. Kyu sudah punya kekasih baru ternyata.."

"aish! Siapa kau.. seenaknya saja.. "

"oh ya.. sampaikan salamku padanya.. Saranghae.."

Aku melotot mendengar suara di sebrang sana. Apa dia orang yang special bagi Kyuhyun? Tapi kenapa Kyuhyun begitu shock saat mendengar suara itu.

"hanya itu saja?" gumamku.

"aku akan menemuinya segera.. gomawo"

"baiklah.." Tak lama sambungan terputus, aku meletakkan ponsel Kyuhyun di meja.

Aku duduk kembali dan menatapnya..

"kenapa kau memandangku seperti itu..?" tanyanya getir. Dia memalingkan muka. Ekpresi itu mencoba melupakan hal yang barusan terjadi. Ekspresi gagal!

"pemilik suara itu bilang.. kalau dia akan menemuimu.. segera.."

"…" dia melotot kearahku. Mulutnya seakan ingin mengumpat tapi terkunci rapat.

"aku hanya menyampaikan pesan.."

"kenapa kau peduli..?"

"kubilang aku hanya menyampaikan pesan.. aku tak peduli padamu.." aku tak menatapnya lagi. Pandanganku tertuju pada Music Book yang ada dihadapanku.

"Cih.." umpatnya dan beranjak pergi meninggalkanku.

"dia juga bilang…"

Kulihat langkahnya terhenti.

"Saranghae…" ucapku hati-hati. Benar! Tangannya mengepal kuat. Apa yang terjadi padanya. Huh? Aku merinding.. apa ini aura dendam?

Aku menatap benda hitam yang ada dimeja. Err.. dia meninggalkan barang bodoh di dekatku. Itu artinya aku harus bertemu dengannya dan menberikan barang bodoh ini.

Kuraih benda hitam itu dan memasukkannya ke saku jaketku. Dan otomatis hidungku yang tajam ini menempel pada jaket yang aku kenakan.

"uhmm.. ini bukan bau parfumku.. kenapa bau parfum lain di jaketku.. ?" gumamku pelan.

Jaket ini tak pernah dipakai orang lain.. kalau ada , itu SungJin.. namdongsaengku.. tapi aku sangat kenal parfum SungJin.. ini parfum lain.. Tapi Kyuhyun bilang .. dia tak memakainya.. malah bilang kalau bisa terkontaminasi..! huh.. kenapa berasa virus mematikan..?

"eer… masa bodoh!"

Aku menutup Music book dan beranjak ke kelasku.. Kyuhyun sedang kesal bukan.. berarti dia tak mengerjaiku! Meski aku harus mengembalikan PSP bodoh itu.. kalau benda hitam itu aku tahan..?

Aish! Pintarnya Lee Sungmin.!

KRINGGG…

KRINGGG…

Bel istirahat..

Sepertinya aku baru saja istirahat. Bukannya 15 menit yang lalu aku ada di kantin dengan Music Book dan segelas jus strawberry? Ah… pelajaran kosong membuatku berasa tak pernah bersekolah..

"Hyung! Apa kau tak ingin ke kantin?" Tanya Eunhyuk pelan. Dia memanggilku hyung.. karena kelas dia memang dibawahku.. satu jurusan meski itu tingkat 1 , 2 , dan 3 saling mengenal satu sama lain. Jadi tak heran jika Eunhyuk sering berkunjung ke kelasku..

"aniyo.. aku sudah ke kantin tadi.. pelajaran kosong.. "

"ah.. geurae? Aku duluan hyungg.."

"umm…"

Membereskan bangku yang berantakan itu sungguh malas. Terlebih itu menyita waktu istirahat.. baiklah.. apa boleh buat. Tak lama aku beranjak keluar kelas menuju taman di dekat gerbang sekolah. Aku mengedarkan pandanganku. Dan kali ini ada yang menarik perhatianku.!

Seorang namja berambut merah dengan tubuh yang tinggi , Disampingnya namja kecil yang imut dan berkulit putih susu menggantungkan sebelah tangannya ke namja yang berambut merah. Dari penampilannya sepertinya siswa baru. Mereka memakai seragam sekolah ini.. Dan mereka berjalan ke arahku.

"permisi.." ucap namja yang berambut merah.

"ah ne? ada yang bisa saya bantu.." jawabku pelan. Kali ini diluar café aku sudah merasa seperti pelayan. Padahal aku di bagian kasir.. eh? Kenapa jadi berpikiran macam-macam.

"ah.. ada apa?" jawabku lagi.

"aku mencari Kyuhyun.. Cho Kyuhyun.. apa kau mengenalnya..?" Tanya namja rambut merah itu lagi. Dan kulihat namja imut disebelahnya hanya diam saja.

"uhm.. iyaa.. aku mengenalnya.."

"kenalkan.. namaku Zhoumi.. dan yang disebelahku ini… namjacinguku .. Henry.." namja rambut merah itu tersenyum padaku. Aku membalas senyumnya sekilas.

"Sungmin imnida… "

"Sungmin-ssi.. apa kau tahu dimana Cho Kyuhyun..? aku ingin bertemu dengannya.." Tanya Zhoumi. Tapi pertanyaan itu langsung dibalas cengkraman dari namja imut disebelahnya, Henry.

"Mimi-ge!" potong Henry.

"Mochi chagi.. aku tak akan membuatmu cemburu.. aku sangat sayang padamu.. aku hanya menyampaikan permintaan maafku saja kok.." cibir Zhoumi.

"terserah.."

"Mianhae.. kami jadi sibuk sendiri.. apa kau tau Sungmin-ssi?" Tanya Zhoumi lagi. Aku hanya mengangguk.

"biasanya dia di atap sekolah..di gedung olimpiyade disebelah sana… bermain dengan PSPnya.." aku menunjuk sebuah gedung berwarna putih yang tepat disebelah gedung perpustakaan.

"ah baiklah.. jeongmal gomawo Sungmin-ssi .. annyeong.."

"ne.. annyeong.."

Aku menatap kedua punggung itu menjauh kearah yang aku tunjukkan.

Aneh.. ada sesuatu dengan mereka.. terutama namja berambut merah itu.

"Sungmin-ssi?"

"eh Siwon-ssi… ada apa?" aku terkejut memandang Siwon yang sudah ada di depanku.

Kenapa ada yang mengganjal. Sepertinya ada yang kulewatkan..! ah ya.. hari ini musuhku tak terlihat bukan.. ahh.. betapa damainya hidup ini tanpa Cho Kyuhyun. Pasti dia sekarang bertemu dengan kedua namja itu.

Aku merogoh saku kananku. Tanganku berhenti merapa benda kotak yang ada didalamnya. Apa aku melewatkan sesuatu lagi?

"Sungmin-ssi .. apa kau mau ke kantin denganku.."

"….."

BODOH! LEE SUNGMIN ! ini PSP milik Cho Kyuhyun!

"Sungmin-ssi…"

"ah.. mianhae Siwon-ssi.. aku tak bisa ! lain kali saja.. atau kau bisa bisa ke kantin dengan namja itu.." aku menunjuk ke arah namja yang duduk di bawah pohon taman. Ah! Untung saja ada Kibum disana.. dia temanku dari jurusan Bisnis dan Hukum sama seperti Siwon. Semoga Siwon mengenalnya.. kalau tidak, mau dibawa kemana wajahku yang kelewat aegyo ini jika menunjuk namja sembarangan untuk seorang Siwon.

Aku harus bergegas.

"mianhae Siwon-ssi.." ucapku dan segera berlari ke arah gedung olimpiyade. Dan kulihat ekspresi Siwon yang sempat Shock aku menolak permintaannya. Itu… mianhae.. ini sudah masalah genting.!

5 menit ke gedung olimpiyade yang normal .. tapi hanya kutempuh dengan 1 menit.

"Hosh..hossh.." aku menarik nafas dalam dan menstabilkan nafasku.

Terdengar percakapan serius di atap sekolah. Dan aku sebaiknya bersembunyi di balik pintu. Masa' aku tiba-tiba nongol gitu aja.. sudah kubilang mau dibawa kemana wajah aegyoku ini.. jika aku bertindak bodoh..

Aku mengintip sedikit agar bisa tahu kondisi. Ah! Mungkin aku cocok menjadi mata-mata ya?

"Cih.. mau apa kau kesini.." itu suara Kyuhyun. Dia sedang menatap pagar atap sekolah dan tak memperdulikan dua namja yang ada di belakangnya. Itu Zhoumi dan Henry kan?

Haahh.. apa dia punya mata dibelakang kepala? Sepertinya hafal dengan orang yang dibelakangnya tanpa melihat orang itu.

"Aku ingin minta maaf..!" kali ini suara Zhoumi.

"Sudah tak berguna.. ada apa kau kesini..? untuk mengenalkan pacar barumu itu.. "

"Kyu.."

"Diam! Aku tak ingin dengar apapun tentang dirimu… setelah kau menyakitiku di bandara 3 tahun silam! Kau sendiri masih ada hubungan denganku.. tapi berani menciumnya di bandara!" bentak Kyuhyun sambil menunjuk Henry.

Aku bersembunyi sejenak. Takut kalau aksi mengintip bin menguping ini ketahuan. Berciuman? Ini semakin rumit!

"aku akan menyelesaikannya hari ini.. " ucap Zhoumi pelan.

"tak perlu.. itu semua sudah selesai!" potong Kyuhyun dingin.

"baiklah.. kita putus Cho Kyuhyun.." suara Zhoumi penuh dengan penekanan itu terdengar sakit ditelinga siapapun yang mendengarnya.

JLEB!

Apa maksudnya? Aku tak mengerti jalan cerita mereka. Apa aku melewatkan sesuatu lagi? Aku memandang lagi ke arah mereka. Kulihat Zhoumi dan Henry berjalan menuju pintu tempatku berdiri.

Ahh! Sebaiknya aku bertindak!

Aku mulai turun tangga ke beberapa lantai. Dan dan mengulangi naik tangga secara perlahan. Berdalih kalau aku akan ke atap sekolah dan kebetulan bertemu dengan mereka berdua.

"Annyeong Sungmin-ssi!" sapa Henry.

"Ne Annyeong.." sapaku pelan sambil tersenyum ke arah mereka berdua. Tapi sayang, senyumanku hanya dibalas oleh Henry. Zhoumi tak memandangku sedikitpun. Aku mulai beranjak perlahan naik kea tap sekolah.

"jadi … kau yang di telpon tadi pagi?" suara pelan Zhoumi itu terdengar di telingaku meski jarak kita sudah berjauhan. Sesuatu memang mengganjal dihatiku sekarang. Jadi.. orang yang mengatakan kata Saranghae di telpon itu dia…

Tap..Tap…Tap..Tap..

"Kyuhyun-ah!" ucapku saat aku sudah sampai di atap sekolah. Aku berlari setelah mendengar perkataan Zhoumi. Aku mulai tahu sedikit.

Kulihat tubuh Kyuhyun yang meringkuk membelakangiku. Dia terdiam tidka menjawab panggilanku.

"Kyu.."

"…."

Aku semakin mendekat.

"kyu.. gwenchana?"

Kulihat tubuhnya bergetar. Kali ini bukan kedinginan.. dia menahan emosinya.! Aku yakin! Kuurungkan niatku untuk mengembalikan PSP miliknya ini. kutempatkan diriku untuk duduk tepat disebelahnya. Jika temanku sedang seperti ini.. biasanya aku memeluknya untuk membuatnya tenang. Meski sikapnya yang terlihat membenciku.. aku membenci Karena sikap kekanak-kanakannya itu… tapi .. entah mengapa tanganku ini dengan reflek memeluk bahunya. Kyuhyun menyandarkan diantara bahu dan dadaku. Harusnya hangat.. tapi ini dingin.. inikah aura kesedihan..

"Aku tak tahu apa yang terjadi.. hanya saja.. jika kau ingin menangis.. menangislah sepuasmu.. aku akan menjadi sandaran untukmu…" ucapku pelan.

Dan benar.. Kyuhyun terdiam di pelukanku..tapi bahuku terasa basah. Dia menangis.. seorang Cho Kyuhyun, yang keras kepala.. hatinya sedang tersakiti.

Tes… Tes.. Tes…

Hujan? Dan kurasa aku akan terus menemaninya.. meski hujan.. dia butuh seseorang yang harus menguatkan hatinya..

Perlahan hujan mengguyur tubuh kami berdua. Aku masih bertahan.. mana mungkin aku meninggalkan anak kecil ini disini kehujanan sedangkan aku tidak!. Aku selalu ingin menjadi sandaran bagi setiap orang yang bersedih.. menjadi wadah untuk pengungkapan kesedihan..dan menjadi curahan hati meski itu tak ada hubungannya denganku.. karena dari itu.. aku bisa belajar untuk lebih dekat satu sama lain.

"apa kau benar-benar bersedih dan tersakiti kyu? Seperti derasnya hujan ini..?" gumamku pelan. Dan sebuah anggukan kecil dari Kyuhyun membuat hatiku teriris. Seperti inikah rasanya tersakiti kyu? Kenapa seseorang seperti dirimu.. yang selalu terlihat tegar dihadapanku yang mengalami ini semua?

"kau tak boleh seperti ini kyu.. kau boleh menangis sepuasmu dihadapanku.. aku tak akan bilang pada siapapun… tapi kau harus bangkit.. " ucapanku membuat Kyuhyun beranjak berdiri perlahan dan melepas pelukanku.

"hyungg.. aku membencimu.." potong Kyuhyun lirih.

"silahkan .. itu hakmu jika kau membenciku.. ini sudah sore.. akan kupanggilkan taksi untukmu.."

Kutarik tangan Kyuhyun dan berlari menuruni tangga. Tak peduli jika baju kami sudah basah, sepatu yang licin karena air… setelah menemukan taksi aku segera membuka pintu dan mendorong tubuh Kyuhyun untuk masuk ke dalam taksi.

"Segera mandi dan istirahatlah .." kuberi sedikit pesan untuknya.

"uhm.."

"Ahjussi.. tolong antarkan kerumahnya ne?" ucapku kepada pengemudi Taksi dan dibalas dengan anggukan.

Kutatap taksi itu berlalu. Jaketku basah terkena air hujan. Aku segera berteduh dan merogoh sakuku. Semoga PSP ini baik-baik saja.

"Sungmin-ssi!"

"eh.. Siwon-ssi.. belum pulang.."

"aku mencarimu… kau kehujanan.." raut wajah Siwon terlihat khawatir. Aku membalasnya dengan senyuman.

"uhmm.. mianhae soal tadi.. oh ya.. Siwon.. kau sahabat Kyuhyun kan?"

"gwenchana.. uhm.. dia sahabat sejak kecil.."

"apa kau tahu namja yang bernama Zhoumi..? ada hubungan apa dengan Kyuhyun?" tanyaku hati-hati. Siwon terkejut mendengar pertanyaanku. Beberapa detik kemudia dia mengatur nafasnya dan mulai bicara.

"Sebenarnya….."

"aku pulang.."

"Sungmin chagi.. kehujanan lagi.."

"ah mianhae umma.. aku tadi terburu-buru.. jadi aku terobos saja semua… termasuk hujan!" potongku pelan.

Aku segera masuk ke dalam kamarku. Bergegas mandi dan mengganti bajuku. Pikiranku masih melayang dengan cerit adari Siwon tentang Kyuhyun.

Dulu.. saat dia duduk di bangku Junior highschool .. dia mulai mengenal sosok Zhoumi.. bermula seperti yang kualami ini.. bermula dari permusuhan.. hingga suatu hari Kyuhyun dan Zhoumi menjalin hubungan khusus dan mengakhiri perang dingin mereka.. Siwon bilang ini seperti benci jadi cinta..

Kyuhyun sangat sayang pada Zhoumi. Hingga sesuatu hal yang tidak terduga terjadi padanya. Kyuhyun yang masih ada hubungan dengan Zhoumi melihat kekasihnya itu berciuman dengan seorang namja di bandara saat perpisahan untuk Studi Zhoumi di China. Setelah kejadian menyakitkan itu.. Zhoumi tidak pernah menghubunginya lagi.

Mungkin itu adalah kejadian yang biasa, tapi bagi Kyuhyun yang notabene-nya Zhoumi adalah cinta pertamanya.. itu sangat menyakitkan. 2 hari setelah itu Kyuhyun mengalami depresi yang sangat parah. Sampai seorang dokter menyatakan dia gila. Tentu saja keluarga dan kerabatnya tidak terima! Hari demi hari Kyuhyun di beri tertapi untuk melupakan kejadian itu…. Dan itu berhasil..

Tapi..

Kurasa kejadian kemarin merobek kenangan pahit yang telah terkunci rapat itu di dalam benaknya.. masih kuingat betapa rapuh dan tersakitinya seorang Cho Kyuhyun.

"hmm.. itu menyakitkan.. apa aku harus masuk kedalam dunianya ..? Aish.. molla molla… aku tak peduli.. sebaiknya aku tidur.."

….

Aku sudah bersiap untuk pergi kesekolah. Tentu saja masih dengan kebiasaanku.. toh umma juga biasa saja menanggapinya. Siap untuk terlambat Lee Sungmin?

"SANGAT SIAP!"

Aku segera keluar dari rumah dan berjalan santai ke arah sekolah. Tapi aku mendapati seorang Cho Kyuhyun duduk di halte yang biasa aku datangi untuk naik bus ke sekolah. Dan kali ini dia memakai baju bebas.

"Hey! Anak manja! Kau membolos hah?" ucapku blak-blakan.

"apa urusanmu..?" jawab Kyuhyun pelan. Dia menatapku dengan pandangan aneh! Aku tak mengerti.!

"yaa.. kurasa itu juga bukan urusanku.. !" gumamku beranjak meninggalkannya.

Dan apa yang terjadi. Dia menarik tanganku dan menuntunku untuk mengikutimu!

"Aish! Yak! Bagaimana kalau ketahuan anak sekolah bolos!" bentakku.

"ikut aku.."

"yak! Sudah kubilang itu bukan urusanku bodoh! Jangan menarikku seenaknya!" aku mamaki orang yang sedang menarik tanganku saat ini.

"aku membencimu hyung! Kau harus ikut aku!"

"apa urusannya denganku hah? Aku lebih membencimu!"

"sudah kubilang aku membencimu.. jelas ada urusannya denganmu.. karena orang yang aku benci adalah hyung!"

"mana ada aturan bodoh seperti itu..!" cibirku.

"kalau begitu.. kalau aku bukan urusanmu.. hyung urusanku sekarang.. !"

"hah?"

-TBC-

Taddaa.. kyumin moment masih kurang ya. Dan masih kurang panjang.. #gantungdiri .. hihihi.. kurasa aku paling suka part ini :D .. entah mengapa .. aku penuh konsentrasi di fict part ini..meski mengecewakan karena masih kurang panjang.. ceritanya jadi gimanaa gtu.. antara keluar dari prosedur konsep awal atau malah cocok sama prosedur awal.. yang jelas author benar-benar berpikir keras di part ini..

Sekian dulu.. :D

RnR sangat membantu semangat saya.. terimakasih! Hug and kiss for all reviewer! Saya sangat berterimakasih.! Akan kubalas di part akhir yang sepertinya semakin dekat ini.. [cepet amat].

Akhir kata..

Gomawoo…