Hhoho, ngebut ngetik neh! Udah apdet cepet neh! Puas? *plak*

LAPTOP RUKI SEMBUH! YEY!

SELAMAT PADAKU!

Ruki mau bikin fanfic one shot IchiHime, jadi mungkin habis updatenya fanfic ini, semua ff di akun Ruki akan hiatus, demi bikin fanfic oneshot IchiHime! Hehehe, aku bikin IchiHime buat kamu lhoo, meski Ruki nggak seneng ichiHime, Ruki berkorban(halah) XD *curcol mode on*

OK! Ceritanya makin gaje lho~! Masi minat baca?


TEACH ME HOW!

Chapter 4 :: DEKAP!

Bleach © Tite Kubo

.

By Rukiberry a.k.a Rukishirou

.


"Mau makan? Udah jam 8 malem"

"Ah celaka! Orang tuaku!" teriak Rukia bangkit berdiri dan segera mengutak-atik hanphonenya yang bersticker Aaronierro. "GAWAT! 28 message dari orang tuaku!" jerit Rukia panik.

Ichigo tersenyum, "Itu bias diatur," jawabnya enteng.

"Apa?" ucap Rukia heran.

"Untuk sekarang, bayangkan saja kita adalah rekan kerja. Dan kita sedang dalam salah satu proses dalam pekerjaan, ok?" kata Ichigo meyakinkan Rukia.

"Umm…. Yah…" ucap Rukia pelan.

Ichigo senyum pepsodent *cling* "Itu baru mangaka yang professional!" pujinnya.

JEPRET

"Aru?" Ichigo bingung. "Apa yang kau lakukan?" lanjutnya.

Rukia meloncat-loncat kegirangan, "Yey, akku dapat gambar Aaronierro berambut jeruuuk" ucapnya lantang.

Orang yang dipanggil berambut jeruk itu menjadi sewot, "Jangan-jangan kau jadian padaku karena aku mirip Aaroniero ya?" tanyanya kesal.

"Begitulah!"

Ichigo jawdrop, "JAHAT!"

"Btw Ichi, aku mau mandi! Kamar mandinya dimana ya?" Tanya Rukia tanpa dosa.

"Kalau mau kekamar mandi harus melewati kamarku dulu. Kamarku itu, yang ada ukiran lambing satanic nya. Mandi sana! Toh kau tak suka padaku." Ichigo ngambek dengan duduk membelakangi Rukia yang berdiri.

Rukia hanya bisa tertawa kecil melihat sifat cowoknya yang kekanak-kanakkan, "Jangan marah," ucapnya seraya memeluk Ichigo dari belakang. "Aku mencintaimu karena sifatmu," ucap Rukia sambil cekikian.

"Ichigo, aku mandi dulu~ Jaa nee~"

.

ICHIGO POV

Huh, kesel ngeladeni itu midget. Midget, midget, midget! Yah, meski dia mungil begitu aku menyukainya. Dia otaku sih, lagipula sulit cari cewek yang otaku juga. TAPI! Sebaiknya aku harus memberinya pelajaran! Masa dia bilang dia menyukaiku karena sifatku? Menyindir ya? Dasar midget, kau kira kau lebih baik dariku? (A/N : EMANG!) Hhuhu, pokoknya hari ini aku harus memberinya pelajaran.

"Tapi ngerjain kaya gimana!" jeritku dalam hati sambil menatap handphonenya.

Kalau kuhapus data Aaronierro dihp nya, nyawaku bakal terancam.

Kulihat tasnya,

Kalau kuambil bukunya dia pasti nggak akan sadar, namanya juga midget.

"TERUS APA!" jeritku sambil mengusrek-usrek kepalaku yang tidak gatal.

Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kulakukan?

"ICHIGO~" seru Rukia memanggil namaku.

Dengan malas aku mendatangi dimana suara itu berasal.

"Apa?" jawab ku singkat.

"Pinjam bajumu donk! Aku nggak bawa baju ganti!" ucapnya sambil membuka sedikit celah pintu kamar mandi dan menampakkan tangannya.

Kulihat sekelilingku, nah! Saat aku meihat cover death note di buku catatan Kimia ku, munculah ide nakal!

"AKU TAU!" jeritku dalam hati(lagi).

Aku segera mengambil pakaian yang kugunakan tahun lalu untuk cosplay jadi L. Lawliet. Dan menyerahkannya pada Rukia.

.

.

.

"Kau kejam Ichigo," ucapnya perlahan.

Aku menghentikan aktifitas mengetikku. Ya! Tentu aja mengetik fanfic terbaruku! Aku menoleh padanya, tawaku benar-benar tak bisa ditahan lagi! Gyahahah! Ya ampun! Liat deh Tuhan~ mahkluk kecil ini pakai baju L. Lawliet! Mana kedodoran! Liat tuh sweaternya, apalagi bagian kerahnya, tali nya aja sampe kelihatan saking kebesaran sweeter! Gyahahah! Kedua tangannya yang super kecil itu menahan jeans biru itu biar kagak melorot. KHAHAHA! Lucu! Sumpah! IMUT SUMPAH!

"Jangan ketawa Ichi!" ucapnya sambil mengeluarkan deathglare.

Aku cuma bisa menahan cekikianku yang makin menjadi-jadi. "Ha-habisnya, KHAHAHA! BENAR-BENAR NGGAK MIRIP L!"

"Cukup!" ucapnya seraya melpaskan jeans itu. WAIT! Melepasnya? Didepanku! NO WAYY! (A/N : Jangan lebay oii)

Ia menyerahkan (baca : melempar) jeans itu kemukaku.

"Sweater ini udah cukup," ucapnya pelan lalu merebahkan dirinya dikasurku.

Yah, mau gimana lagi? Ternyata sweeter yang kekecilan untukku itu udah cukup panjang untuk menutupi pahanya, haah, kecewa…. Ya sudahlah~ mungkin bukan rejeki ku. Mau tidak mau, segeralah aku melanjutkan kegiatan mengetikku.

"Hei Ichigo," tegurnya padaku.

"Hn?"

"Tidak, lupakan saja." ucapnya dengan tertawa kecil.

Aku cuma bisa geleng-geleng kepala melihat tingkahnya yang semakin lama semakin aneh. "Mau dilanjut ke bab 3?" tanyaku. "Cuma sepele sih," lanjutku.

Normal POV

"Memang apa bab 3?"

"Dekap," jawab ichigo singkat.

"Kita sering melakukannya kan? Apalagi waktu cosplay couple, iya kan?" ucap Rukia yakin sambil menelusuri rak komik Ichigo, berharap ada manga faforitnya.

Ichigo menghentikan kegiatan mengetiknya dan menoleh pada Rukia, "Itu peluk, bukan dekap."

"Eto, ini komik apa Ichi? Tumben banget kamu punya komik shojo?"

"Oh, itu Kaichou Wa Maid-sama, aku cuma membelinya karena tokohnya mirip kita. Baca aja kalau mau, hei! Jadi dilanjut tidak? Kalau nggak aku mau tidur," jawab Ichigo males.

"Eh, eh! Jangan tidur! Kau belum makan, gosok gigi, mandi, bahkan masih pakai seragam sekolah lagi! Jorok!" tegur Rukia sebel.

Ichigo bangkit dari kursi tempat ia duduk, "Cerewet, aku biasanya begini koq" singkatnya.

Rukia mendorong Ichigo menuju kamar mandi (dengan sepenuh jiwa, raga dan tenaga spiritualnya*hah?*). "Paling nggak, mandi… Mana ada cewek yang mau didekap cowok seBAU kamu!" ucapnya.

Ichigo menoleh ke Rukia dengan evil smile nya *plak* "Rukia, talinya keliatan loh" godanya.

"Aku tau, aku tau! Sweater ini ke-be-sa-ran!" ucap Rukia dengan sekuat-tenaga-mendorong Ichigo kekamar mandi.

Ichigo pun menyikukan tangannya dipintu kamar mandi, "Nggak mau mandi! Nggak mau!" rontanya.

Rukiapun makin emosi liat tingkahnya Ichigo dan terus mendorong-dorong bahkan menyepak-nyepak punggung ichigo, namun sia-sia (of course) tapi dia nggak nyerah! "HEY MANDI! ATOU KU MANDIIN TAU RASA!"

"Boleh! Mandiin ya!"ucap Ichigo seraya melepas kemejanya.

"He-hey…! Aku tidak serius!" Rukia panic.

Ichigo yang bersiap melepaskan celananya pun kena bogem mentah dari Rukia. (A/N : Pasti sakit). Dengan mengacuhkan jurus 'cium-bogeman-gue' milik Rukia, ia berdiri dengan jantan (bgm : L's death note theme) dan tetap melepaskan celananya, tapi tidak dengan boxernya.

Ichigo menarik tangan Rukia memaksanya agar mau masuk kedalam kamar mandi berdua! BERDUA! Rukia berontak, namun apa daya? Orang si jeruk sekuat gitu, mau nggak mau Rukia ikut keseret.

.

.

CKLACK

"Hei, kenapa kau kunci hah!"

"Bodoh, kalau tidak kukunci ntar kau kabur. Iya kan Rukia?" ujar Ichigo seraya menyambar shower dikamar mandinya dan menyerahkannya pada Rukia. "Ini" ucapnya.

Rukia menerima shower itu sambil melihat kea rah Ichigo dengan aneh, "A-apa?" ucapnya gugup.

"Kau mau mandiin aku kan?" Tanya Ichigo dengan berdiri membelakangi Rukia. "Mikir apa sih Ru? Cuma mandiin, kamu mikir apa sih?" goda Ichigo

BUKK

Sekali lagi jurus 'cium-bogeman-gue- milik Rukia mengenai tepat dipunggungnya, Ichigo tewas terkapar merasakan pinggangnya yang sedikit encok.

"Sakit…." Rintih Ichigo dalam hati dan mencoba berusaha berdiri. "Ma-masa gini aja nggak mau Ru? Punggung doang…." gerutu Ichigo.

Rukia Cuma bisa mendengus kesal melihat tingkah laku Ichigo, "Lihat," ucapnya sambil menunjukkan telapak tangannya. "Tanganku sekecil ini, kalau menggosok punggungmu bisa selesai berapa tahun?" lanjutnya.

"Ok, kalau gitu keramasi rambutku aja ya?" ujar Ichigo mengambil posisi duduk menghadap Rukia yang tengah berdiri kesal.

Rukia kembali mendengus kesal, "Baik, baik, aku menyerah," ucapnya sambil mengambil sampo.

"Nah, tundukkan kepalammu Ichi," ucap Rukia dengan berdiri menghadap Ichigo yang tengah duduk yang pastinya mendongak ke atas.

Ichigo menundukkan kepalanya, "udah,"

BYUR

"DINGIIIIIIIN!" jerit Ichigo sesaat setelah Rukia menyiramkan air dari shower Ichigo.

"Dingin apanya? Showermu sarap kali?" timpal Rukia heran.

"BAKA! Bukan showerku! Tapi otakmu! Kau sengaja set air dingin ya!"

"Gomen, aku salah mengeset suhu airnya," ucap Rukia sambil terkekeh.

"Khh,,, kalau begini aku akan balas dendam!" ujar Ichigo menyambar shower yang Rukia pegang dan menyemprotkan air-dingin seperti yang tadi ia terima dari Rukia.

"Kyaaaaa…! Ichi! Kono yaro!" jerit Rukia yang udah basah lantaran semprotan air dingin dari Rukia.

"Ow, warna hitam," ucap Ichigo seraya melihat pakaian dalam Rukia yang tertampang dari dalam sweater putih tipis basah yang Rukia pakai. "Satu sama untuk Kurosaki Ichigo," lanjutnya dengan penuh kemenangan.

Dengan secepat kilat Rukia menyambar gayung di bath tub (A/N : ada gayung di bath tub?) dan menyiduk air yang setengah mendidih, kemudian…. (tebak apa yang terjadi)

"PANAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAS!" jerit Ichigo lantang saat air yang setengah mendidih itu tepat! TEPAT MENGENAI WAJAHNYA! (yes).

"Mesum, dua kosong untuk Nona Kuchiki Rukia!"

Nggak terima, Ichigo kembali menyemprotkan air dingin ke tubuh Rukia dan Rukia membalasnya dengan air setengah mendidih tadi. Terjadilah perang air terbesar abab ini.

.

.

"Haah, cukup…" ucap Rukia duduk dipojokan kamar mandi Ichigo.

"Nah, sekarang keramasi aku." Ucap Ichigo semangat.

Dengan malas Rukia menghampiri Ichigo yang tengah duduk dan menundukkan kepalanya. Rukia membungkukkan tubuhnya dan membasuh rambut oranye Ichigo dengan lembut dan mulai menuangkan sampo wangi lemon (A/N : HIDUP LEMON!) perlahan.

"Ichi, aku mau menggosok kepalamu yang bagian atas. Angkat kepalamu bentar."

Ichigo mengangkat kepalanya, "wow…" ucapnya kagum.

"Kenapa?" Tanya Rukia heran.

Ichigo Cuma tersenyum kecil, "hehe, kakimu bagus" ujar Ichigo sambil melihat bagian paha atas Rukia.

Dengan kedua tangannya, Ichigo memeluk kaki Rukia, Ichigo memeluknya erat sehingga mukanya itu lho nempel di *eheeem!* Rukia. Kedua tangan Ichigo mencengkeram erat pinggul Rukia.

"Hei mesum, lepasin,"

"Bab 3 dekap,"

"Lepasin Ichi…"

"Bab 3 itu dekap,"

"LEPASIN!"

"Ok," Ichigo melepaskan pelukannya.

Kemudian Rukia membilas rambut Ichigo. Selesai membilas, Rukia berusaha mengeringkan sweaternya dengan cara memeras bagian bawah sweater putih itu.

"Tak mungkin bisa kering," ucap Ichigo yang memulai mandinya dengan menggosokkan sabun ke lengannya.

"Dingin!" kata Rukia singkat.

"Berendam dibath tub aja deh, dijamin anget" perintah Ichigo santai. "BTW, sampai kapan mau mojok disudut kamar mandi kayak gitu?" lanjutnya + sweatdrop.

"Sampai kau selesai mandi lah."

"Kenapa?"

"Kau udah melepas boxer mu bego, Aku tak mau melihat sosok menyedihkanmu yang tanpa busana begitu,"

"Hey! Menghina! Tubuh ku bisa dibanggakan koq!"

Rukia tidak menjawab perkataan Ichigo. Hanya diam dan diam. Keheningan mennyelimuti merea berdua, Cuma ada suara gemericik air yang menetes ke lantai. Rukia tetap berdiri dipojokan dengan membelakangi Ichigo, sedangkan Ichigo sendiri masih sibuk membilas tubuhnya. Tubuh Rukia perlahan mengigil kedinginan. Wajar saja, kini Rukia memakai sweater besar dan basah lagi. Gimana nggak menggigil hayo?

"He Rukia" tegur Ichigo.

"A-apa?"

"Udah ndengerin lagunya SID japan yang Rain?"

"Jangan bercanda. Ya jelas udah pernah! SID Japan itu band faforitku nomor 1! Jayus banget kau bertanya hal itu padaku disaat seperti ini. Pasti sekarang kau pasti ada maunya! Meski aku menyukai SID karena vokalisnya mirip Drocell, asal kau tahu ya, kali ini kau takkan bi-"

"STOP! Udah ngomelnya! Aku Cuma mau biang kalo lyricnya NUSUK banget!"

Rukia Cuma bisa terseyum pahit, "Boleh aku keluar?"

"Nggak…"

"Ayolah! Aku kedinginan Ichigo!"

"Ya udah, sini aku angetin!" goda Ichigo dengan santainya.

"NGGAK, MAKASIH"

"Lhoh lhoh? Katanya dingin?" ucap Ichigo seraya mendekati Rukia yang tengah menggigil. Kedua lutut Rukia yag tadinya bergetar tak karuan pun tumbang karena lemas hingga tak sanggup menyangga tubuh Rukia lagi.

"Hei, kenapa malah duduk?" Tanya Ichigo santai.

"Di-dingin…" ucap Rukia singkat.

Ichigo Cuma terkekeh dan memeluk Rukia dari belakang, "bagaimana? Sudah hangat?"

Rukia Cuma bisa blushing, ia bisa wangi lemon samar-samar dari tubuh Ichigo dan ia dapat merasakan tubuh Ichigo yang basah dan hangat. Kedua tangan Ichigo dikalungkan dipundak Rukia dari belakang menyamankan kekasihnya itu dan membawanya berdiri.

"Sedikit,"

"Ruki, arahkan tubuhmu mengahadapku" perintah Ichigo

"E-eeeh!"

Akhirnya Ichigo sendri yang membalik paksa tubuh Rukia itu. Rukia dapat merasakan tonjolan dari balik handuk Ichigo yang menekan *ehem* nya itu. Handuk? Ya Ichigo tengah mengenakan handuk. Begitu juga dengan Ichigo, ia dapat merasakan 'barang' hangat dipangkal paha Rukia itu, untuk menahan 'hal yang belum waktunya' Ichigo semakin mendekap Rukia erat hingga kaki Rukia sedikit menjauh keatas dari lantai.

"He-hei! Jangan sentuh bokongku! Mesum!" jerit Rukia.

Ichigo tertawa kecil, "Aku tidak menyentuhnya, aku meremasnya tau!" ucapnya pede.

"Ba-baka! Sakit! Lepasin! Kau mencakar punggungku!"

"Aku tidak mencakarnya, aku hanya mencengkeramnya erat!"

"Mikan baka no yaro! Lepas!"

"Bentar, aku masih ingin merasakan sensasi waktu punyaku menyentuh punyamu."

"Punyaku punyamu apaan hah! Sakit! Lepas! Woi!"

"Okeh"

Dengan seketika Ichigo melepaskan pelukannya, " Sudah hangat?"

"Sesak!" Rukia berdiri lemas.

Ichigo menjepit Rukia dipojokan kamar mandi, "Lanjut disini aja yah?"

"Ha-haah!"

.

.

.

TEBECE


Harusnya lho lebih banyak. Tapi Ruki singkat! Muales ngetik!

Special thanks for mio 'ichirugiran' kyo XD

Udah mau bantu Ruki ttg hal ituuu


Balesan review :)

Voidy : Ok Ruy-san! Hehehe, iniii dia yang susah :( tapi Ruki bakal berjuang! XD

mio 'ichirugiran' kyo : SIP SIP! XD

NaruNaruw : maaf :(

junya kasuga : iyaa maaf :(

Hikaru Uzumaki : bab nya? Rahasia laaah *plak*

Aizawa Ayumu : aku juga pilih shigure! HEHEHE! Ini fanfic terinspirasi dari manga itu looh. Aduuh, ruki pusing mikir buat Ichiruki day. :(

Rio-Lucario : SIP HEHE XD

Kurosaki Hiru : hehe, Ruki juga pingin! Ok ok! XD