"Hei, lihat! Mereka serasi banget"
"Benar, memang kalau Putri itu hanya diciptakan untuk sang pangeran begitupula sebaliknya"
"Kyaaa Miku dan Kaito, selamat ya untuk kalian berdua!"
Luka menatap kosong ke arah pasangan didepan kelasnya, Miku dan Kaito. Mereka baru saja mengumumkan bahwa mereka jadian. Miku terlihat bahagia mengapit lengan Kaito manja "Luka..." Meiko menatap Luka, ia khawatir dengan perasaan perempuan tersebut. Begitupula Gumi dan Gakupo, saat mengetahui berita tersebut. Mereka bertiga bersamaan dengan jam istirahat yang berbunyi segera berlari menuju kelas Luka untuk memastikan berita tersebut. Namun alangkah terkejutnya mereka, bahwa berita Miku dan Kaito jadian itu adalah benar.
Gakupo menatap kearah Kaito marah, ia tahu perasaan Luka terhadap pemuda biru tersebut. Dan ia telah mengalah untuk kebahagiaan mereka. Namun tak ia sangka bahwa pemuda tersebut lebih memilih Miku, perempuan jahat yang selalu menyiksa teman mereka demi kepuasaan pribadi. Gumi menatap Kaito kecewa, kemudian berbalik menatap Luka sedih. "Luka, kamu tidak apa-apa?" tanyanya.
Luka tersenyum, dan mengangguk "Iya aku baik-baik saja, mereka memang serasi. Dan aku senang jika mereka bahagia" bohongnya, menyayat hati dirinya begitupula dengan ketiga teman yang teramat menyayanginya tersebut. Luka berdiri dari mejanya, kemudian berjalan ke arah Kaito dan Miku diikuti dengan ketiga temannya. "Miku..." Miku memandang tangan Luka "Apa?", Luka tersenyum dan menarik tangannya kembali kesisi kanan tubuhnya "Selamat untuk kalian berdua" ucapnya dengan nada bahagia –yang Gakupo,Gumi, dan Meiko ketahui merupakan kebohongan belaka.
Miku tersenyum menyindir, ia eratkan dekapannya kepada Kaito "Heh, terimakasih Luka. Kamu tidak perlu bersusah susah untuk mengucapkan selamat kepada kami. Kami saling mencintai, dan kami akan terus bersama. Kamu tak perlu khawatir dengan hubungan kami"
"Hn, aku gak yakin" ucapan Gakupo mendapat anggukan dari Meiko dan juga Gumi. Miku menatap sinis kepada pemuda ungu tersebut "Hey, maaf ya banci. Jaga omongan, lokan gak tau hubungan kita. Bilang aja cemburu dengan hubungan kami". Gumi menatap Miku benci "Hello Miss yang sok benar, dan sok tau. Liat diri sendiri dulu deh. Gw yakin Kaito melakukan hal ini demi Luka. Kaito itu ingin melindungi Luka dari sikap lo yang kasar dan semaunya. Percuma jadi idol sekolah kalau sifatnya aja jelek kayak wajahnya" Gakupo dan Meiko tertawa mendengar ucapan Gumi. Dengan muka yang memerah karena menahan amarah Miku menatap ke arah pemuda yang telah menjadi pacarnya tersebut –dengan terpaksa."Kaitoo! Liat teman-teman kampunganmu itu!" Kaito hanya tersenyum sumringah, berusaha menahan tawanya. Dan itu membuat Miku tambah marah dan kesal.
かわいい悪魔
Summary : Megurine Luka, gadis sederhana yang memiliki kemampuan aneh. Di jauhi oleh orang di sekitarnya, dan menjadi bahan lelucon bagi teman-temannya. Bagaimana, bila suatu hari seorang iblis datang mengulurkan tangan padanya. Bagaimana reaksi Luka atas tawaran diberikan oleh Iblis tersebut.
Rated : T
Genre : Supranatural, Romance, -sedikit Humor
Char : Megurine Luka, Hatsune Mikuo, dan Kaito Shion
Pair : LukaMikuo , LuKaito, -Slight MikuKaito
Warning : Cerita abal, ide pasaran, OOC, OC, dan gak jelas banget !
Disclaimer : Vocaloid hanya milik YAMAHA, dan Alice hanya meminjamnya.
Esok harinya, Luka tengah bersiap dengan seragam sailor khas Crypton Gakuen. Kini perempuan tersebut tengah di sibukkan oleh dasi sailor sekolahnya, hingga Mikuo datang dan mengusik kegiatannya.
"Sekolah?" Luka mengangguk, Mikuo menatap perempuan tersebut.
"Kamu sudah siap untuk menghadapi mereka?"
"Maksudmu Mikuo-kun?" Luka menatap sang iblis penuh tanda tanya.
"Kaito dan Miku, mereka jadian. Apa kamu bisa melihat wajah mereka? Setelah mereka melukai hatimu Luka, apalagi Miku" Luka terdiam, kemudian menunduk "Bukan urusanmu" ucapnya. Membuat Mikuo menggertakkan gigi, dan mencengktram tangan perempuan tersebut marah "A-aw ittai Mikuo-kun, ini sakit"
"Luka, aku tidak suka melihatmu terluka dan juga menderita! Apalagi jika harus membohongi perasaanmu sendiri!" ucap Mikuo dengan penekanan disetiap katanya, Luka terdiam "D-Darimana kamu beranggapan seperti itu!? HAH!? Kamu tidak tahu apa-apa tentangku MIKUO!" Mikuo menatap azure milik Luka, menyelami pancaran dari kedua manik tersebut. Menghela napas, melepaskan cengkramannya terhadap tangan gadis didepannya itu. "Aku tau perasaanmu Luka. Semua itu terbaca dari matamu.. Luka" ucapnya sebelum menghilang, meninggalkan Luka yang hanya bisa terdiam, terpaku dengan ucapan pemuda teal tersebut.
Diperjalanan menuju kelasnya, kembali terngiang ucapan Mikuo di kepala Luka.
"Kaito dan Miku, mereka jadian. Apa kamu bisa melihat wajah mereka? Setelah mereka melukai hatimu Luka, apalagi Miku"
"Luka, aku tidak suka melihatmu terluka dan juga menderita! Apalagi jika harus membohongi perasaanmu sendiri!"
"Aku tau perasaanmu Luka. Semua itu terbaca dari matamu.. Luka"
Menunduk, hatinya sedih, kesal, sekaligus bersalah. Raut wajah Mikuo yang terlihat sedih membuat ia merasa telah berlaku kejam kepada pemuda yang –tak bisa ia ungkapkan sangat penting baginya - belakangan ini terus menemaninya. "Apa Mikuo akan memaafkanku? Atau mungkin... mungkinkah ia akan meninggalkanku?" gumamnya sedih. Ia tidak ingin kehilangan pemuda itu, namun ia juga tak ingin mengakui bahwa apa yang diucapkan oleh Mikuo itu adalah benar.
Selama ini ia selalu tersakiti. Dengan membohongi hati dan perasaannya sendiri, jujur iapun ingin membuat dunia mendengar keluh, kesah, serta kesedihan yang telah tertumpuk didalam hatinya. Namun iapun tak ingin melukai perasaan orang disekitarnya. Dan dengan memendam serta membohongi perasaannya sendiri sajalah ia dapat membuat orang lain bahagia, walau itu sama saja dengan menyakiti hatinya sendiri.
"LUKA!" sebuah suara yang telah ia kenal menyadarkannya dari lamunan. Menatap pemuda biru dihadapannya. Jujur ia tidak ingin, dan sungguh takut untuk menemui pemuda itu sekarang. Tak mau memperpanjang masalah dengan Miku, ia segera pergi berlalu, mengacuhkan pemuda dihadapannya tersebut.
"LUKA TUNGGU!" teriak Kaito sekali lagi, kali ini pemuda tersebut menggenggam tangan Luka. Tak membiarkan wanita itu pergi dan mengacuhkannya seperti kemarin.
"Maaf Kaito-kun, tapi akutidak ingin mempersulit masalahku dengan Miku hanya karena kau. Jadi, bisakah anda lepaskan genggaman tanganmu dariku?"
Kaito menatap Luka tidak percaya, sejak kapan Luka bisa berbicara seformal ini terhadapnya? "Luka kita harus bicara, ada yang ingin aku..."
"Maaf Kaito-kun tapi aku ada urusan, Sonika-sensei memanggilku untuk menghadapnya"
"Tidak Luka, aku tahu kamu berbohong"
"Aku tidak berbohong Kaito!"
Kaito menatap Luka tak percaya, dan itu membuat gadis dengan mahkota pink tersebut kesal "LEPASKAN TANGANMU SHION-SAN!" Kaito terperajat, Luka kaget tak menyangka bahwa ia dapat memaki Kaito marah.
Sekelika koridor tersebut penuh dengan para siswa-siswi yang ingin melihat kejadian didepannya –Luka dan Kaito- . Luka panik, ia berusaha sekuat tenaga menarik tangannya dari cengkraman tangan pemuda didepannya itu. Walau hal itu malah menyakiti tangannya.
"Luka, Luka dengarkan aku..!"
"Apa yang mereka lakukan!?"
"Gila! Dasar perempuan bermuka dua. Mau merebut Kaito dari Miku rupanya dia!"
"Jahatnya..."
"Miku akan sedih jika mengetahui hal ini"
"Jika Kaito dan Miku putus, ini semua adalah salahnya!"
"Dasar perempuan gampangan, bisa-bisanya ia mencari perhatian dari pacar mantan temannya"
"Halah, dia itu ingin balas dendam ke Miku-chan tau"
"Benarkah!? Kasihan sekali Miku-chan..."
Luka menutup matanya, kupingnya panas dengan ucapan-ucapan buruk yang terlontarkan untuk dirinya. Sungguh ia lelah menjadi orang yang selalu disalahkan oleh sekitarnya. Sambil menahan tangis, ia tetap berusaha mencoba melepaskan diri dari cengkraman Kaito.
Kaito terdiam saat melihat keadaan Luka, ia ingin meneriaki kepada semuanya bahwa ini tidak ada hubungannya dengan gadis tersebut, ini adalah keinginannya dia. Dan memberitahukan bahwa gadis yang ia cintai selama ini hanyalah perempuan bermahkota pink didepannya, dan bukanlah Miku. Dan mengakui bahwa hubungan ia dengan Miku hanyalah terpaksa, demi melindungi perempuan yang ia cintai. Kaito tak ingin melihat Luka menangis, maka karena itu ia akan melakukan berbagai cara untuk melindungi gadis tersebut. Namun sepertinya Luka telah salah memahami hubungan Kaito –yang terpaksa- dengan Miku yang sebenarnya hanyalah sebuah kebohongan, menjadi berdasarkan atas cinta di mata Luka.
"Luka.."
"Lepaskan Kaito-kun!"
GRAB
Luka kaget, tiba-tiba saja seseorang menarik, dan membawanya kedalam sebuah pelukan yang erat. Penasaran ia segera menatap pemuda –ia mengetahuinya melalui wangi maskulin pemuda tersebut-, kedia azurenya membulah tidak percaya "M-Mi.."
"Siapa bilang kamu dapat memeluk gadis ini semaumu, Kaito-san" Mikuo menyeringai menatap pemuda biru –yang tengah membatu, kaget- didepannya itu.
"Mikuo-kun!" Mikuo menatap Luka, kemudian mengecup keningnya lembut –dan hal itu membuat Luka memerah-. Sebelum akhirnya beralih memperhatikan sekelilingnya. Menghela napas kemudian tersenyum penuh arti. "Siapapun yang berani menyentuknya, bahkan membuat perempuan didekapanku ini, Luka menangis. Maka ia akan berurusan denganku Hagane Mikuo! Karena mulai detik ini, ia, Megurine Luka. Ia telah resmi menjadi kekasihku" Mikuo semakin memperlebar senyumannya.
"T-tunggu apa !? M-Mikuo bilang apa!? A-aku? adalah ke-kekasihnya!?" Batin Luka kaget. Luka menatap Mikuo tak percaya.
Sementara Kaito, hanya dapat terdiam dengan hati yang telah hancur mendengar ungkapan Mikuo.
Bagaimana cerita cinta antara Mikuo x Luka x Kaito ? Ayo tunggu lanjutan ceritanya hanya di Kawai Akuma! Dijamin akan semakin membuat readers sekalian penasaran.
Maaf sebelumnya, chapter 4 kali ini pun sama saja. Pendek hehehe. Soalnya Alice pengen ngebuat readers sekalian penasaran dengan kelanjutannya.
Dan sekali lagi, Alice minta kritik, saran, serta kalau bisa tolong jawab pertanyaan dibawah ini demi perkembangan cerita~!
1). Apa sebaiknya saya memasukkan karakter lagi kedalam cerita? Biar tambah complecated. Kalau iya sebaiknya siapa yang harus saya pilih di antara Lenka dan Rinto, atau Yuuma dan Akaito?
2). Bagusnya Miku tetap bersama Kaito, atau nggak?
3). Bagus gak kalau misalnya Luki di cerita ini membenci (tidak menyetujui) Mikuo dengan Luka, dan lebih memilih Kaito dengan Luka?
Terimakasih bagi yang mau menjawa pertanyaan di atas, serta telah meriview cerita ini. Akhir cerita~
~R and R PLEASE ~
