Cinta pertama Sakura adalah Sasuke. Tapi jangan salah.. Justru teman kencan pertama Sakura adalah Naruto. Namikaze Naruto. Orang yang selalu ia katakan bodoh dan menyukainya sejak kecil.
Teman kencan Namikaze Exblack
Naruto Masashi Kishimoto
Genre Romance
Warning : Out of Character, Another Universal
Naruto and Sakura Fanfiction
Chapter 4
Naruto melangkahkan kakinya keluar dari Cafe. Dingin. Begitulah yang ia rasakan saat itu. Ia lupa memakai syalnya. Ya namanya juga penyesalan. Selalu saja kan hal itu datang terlambat. Andai saja ayah ibunya tidak keluar kota hari ini. Ia pasti tidak perlu mengantar Konohamaru pergi ke taman kanak-kanak terlebih dahulu. Ia harus berjalan memutar antara apartemennya lalu ke apartemen orang tuanya. Dan kembali ke sekolah Konohamaru yang sebenanya dekat dengan apartemennya sendiri.
Ia terus menggosok-gososkkan kedua telapak tangannya satu sama lain. Ia masih menunggu Sakura yang belum keluar dari Cafe. Katanya ia akan pergi ke kamar mandi dulu.
Selang tak lama kemudian si gadis pink itu akhirnya keluar. Ia melirik syal merah rajut yang dikenakan Sakura. "Pasti hangat," batinnya. Lalu ia kembali ingat. Bahwa alasan ia berkencan dengan Sakura adalah Sasuke. Urusan tentang Sasuke telah berakhir sejak tadi. Dan apakah kencan ini juga akan berakhir..
"Jadi? Sudah selesaikah?" Tanya naruto.
"Nani?" Sakura bertanya balik pada lelaki dihadapannya.
"Kencan.. ini?" Naruto berujar pelan. Sungguh. Walau Naruto tahu bahwa niat gadis ini mengajaknya kencan adalah untuk mengorek informasi tenatang Sasuke ia masih tidak rela bahwa kencan pertamanaya ini akan berakhir begini saja. Ia mengharapkan sesuatu yang lebih dari kencan kali ini. Karena ia tahu kencan ini adalah kencan pertama dan terakhirnya dengan Sakura. Ia tahu dan sangat tahu. Bahwa selama bertahun-tahun ini orang yang ada dipikiran gadis pink itu adalah Sasuke Uchiha. Bukan Uzumaki Naruto.
Sakura mengembangkan senyumnya. "Sepertinya kau masih belum rela ini berakhir," kata kata tersebut mampu membuat pipi naruto bersemu merah. Apakah mungkin? Bahwa gadis Haruno itu bisa membaca isi hatinya.
"Baiklah Naruto.. bagaimana kalau setelah ini temani aku makan eskrim," Sakura mengatakannya dengan begitu bersemangat.
"Es krim?" Naruto kaget. Ia sempat mengira ia salah dengar sebelumnya. Sampai gadis Haruno itu menjawab pertanyaan kagetnya.
"Iya.. Eskrim. Jangan bilang diusia sebegini tua kau masih tidak tahu apa itu eskrim," Sakura memicingkan matanya mengejek seolah-olah Naruto tidak tahu apa yang dibicarakannya. Padahal itu hanya semata-mata untuk mengajak pemuda Kuning itu berkelakar saja.
"Diudara sedingin ini? Kau mau makan eskrim? Kau bisa sakit flu Sakura-chan."
"Tidak akan Naruto. Kau belum pernah mencobanya kan. Kau tidak pernah tahu kan kalau makan eskrim di cuaca seperti ini begitu menyenangkan. Ayo," Sakura menarik lengan Naruto dan berlari kecil. Jantung Naruto berpacu. Hangat. Udara dingin ini tidak terasa lagi. Mungkin karena jaketnya. Bukan. Itu karena Haruno Sakura.
Ia terus berlari tanpa menyadari bahwa si gadis pink mukanya kembali menjadi merah. Ia terus berpikir betapa bodoh dirinya karena mengajak pria kuning itu untuk membeli eskrim sambil menggenngam tangannya. Namun Sakura pun tak dapat menampik bahwa ada rasa hangat saat tangannya dan tangan Naruto saling bertautan.
