Weee... dateng juga chapter 4 nya... :D
Wuhu... lagi ngelamun, lagi bengong, lagi stres... tiba-tiba keinget fanfic chapter 4...
Maka... tanpa basa basi lagi... ini chapter 4...
Selamat membaca... \(^-^)/
Norma P.O.V
Miku dan rin oun terpental keluar dari mobil mereka yang terus berguling-guling sampai akhirnya berhenti karena menabrak batu...
.
.
BRUKK...!
.
.
Rin P.O.V
"aaw... huhu.. sakiitt..."
"aduh... kepalaku juga memar..."
"haaa...!"
"mobilya...!"
"miku...! miku...! kau dimana? Apa kau masih di dalam sana? Ayo jawab aku miku...!"
.
.
Miku P.O.V
"hah..hah.. kenapa rasanya sakit yaa?"
"padahal aku ada di dalam..."
"Tapi tetap saja aku merasakan sakit..."
"hmmmhh... pusiingg..."
"miku...! miku...! kau dimana? Apa kau masih di dalam sana? Ayo jawab aku miku...!"
"haduuhh... itu suara siapa yaa? Emm.. Rin bukan? "
"heeii.. kau ... siapa namamu?"
.
.
Rin P.O.V
"heeii.. kau ... siapa namamu?"
"waaa... Miku.. ternyata kau masih di dalam sana? "
"emhh... kau siapa? Aku lupa... dan bagaimana ceritanya aku bisa di dalam sini?!"
"apa?! Kau lupa siapa aku?! Jangan bercanda mi...! ini aku Rin..! temanmu.. kau ingat?"
"aa... Rin? Siapa ya..."
.
.
#miku flash _back on
"apa?! Kau mau membunuhku?"
"tidakk..tidak.. heii... aku ingin membawa ke keluarga ku saja.. tidak ada niat bunuh membunuh.."
"aku tau kau ingin bertemu keluargamu.. tapi mereka manusia... mereka bisa membunuhku..."
"hei..heii.. tenanglah sedikit...aku ingin kita selamat... satu,satunya tempat bersembunyi ... ya tempat dimana keluargaku berada..."
"tidak mau...! lebih baik aku kembali pada Meiko saja... ia lebih banyak membantuku disana..."
"itu tidak akan terjadi..."
#miku flash_back off
.
.
"aaa..! aku ingat kau.. kau Rin bukan?"
"fiuh... untung kau ingat semuanya... apa kau baik-baik saja di dalam sana?"
"emm.. agak pusing sih... tapi ayolah sekarang kita lanjutkan perjalanan kita..."
"yaa.. tapi... caranya gimana?"
"apanya yang gimana?! Kan ada mobil ya pake aja lah..."
"karena... mobilnya udah rusak... nih liat...!"
"ba—bagaimana?"
"sudah itu cerita panjang... jadi sekarang gimana?"
"emm... yang jelas kita udah ga bisa mundur lagi rin..."
"yaa... karena ini udah terlalu jauh buat balik lagi ke asrama"
"oke... cara lain..."
"apa?"
"jalan kaki... "
"apa?! Tapi kan tempatnya jauhh... gimana bisa kita nyampe ke sana?! "
"kita kan bawa air minum tadi... yang aku temuin di mobil... kau harus menghematnya... suapaya kia bisa sampe tempat keluargaku dengan selamat..."
"hmm oke... ayo kita jalan..."
*menginjak pasir...*
"eehh..! jangan injak pasir.. nanti ada bekasnya... kau harus belajar jalan di atas batu... supaya kita tidak bisa di lacak identitasnya.. ayo... diatas batu.. ingat...!"
"emm... ya.. ya..."
*sekarang jalan di atas batu*
~skip time... (perjalanan menuju suatu tempat)~
.
.
"haah...hahh... mi...sekarang kita ada di mana? Masa di mana-mana pasir semua?!"
"haduuhh... dasar bodoh!.. kalau banyak pasir ya dimana lagi kalau bukan di padang gurun hah?!"
"apaaaa?! Dipadang gurun? Kita ga salah jalan? Kau yakin dimana tempatnya?"
"cerewet...! di dekat padang gurun ini ada rumah pamanku... siapa tau disana kita bisa minta bantuannya... ayoo jalan saja... dan jangan lupa hemat air ya.."
"aarghhh.. kau enak mi... ga ngerasain apa-apa... tapi aku capeek..."
"yaaa.. semangat semangat laahh... hehehe.. ganbatte... "
"hmmm... trimakasih... "
.
.
DUUK..!
.
.
"awww... kakiku sakit..."
"ke—kenapa? Apa ada yang terluka rin?"
"aduh... gatau kenapa aku bisa kena batu ini... haduuh... sakit..."
"emmm... yasudah.. sekarang kita istirahat dulu saja... coba cari pohon ada tidak?"
*rin melihat sekliling dan menemukan pohon yang bisa di bilang cukup rindang*
"yaaa... aku lihat mi..."
"ayoo kita kesana.. pelan-pelan saja ya?"
"iya..iya..."
*berjalan ke arah pohon*
"hmmhh... perih.."
"buka dulu sepatumu... juga kaos kakimu itu..."
"baik..baikk... sudah.. waaa!"
"ada apa?!"
"kakiku...kakiku.. berdarah..!"
"ohh.. kau lebay banget sih... (-.-") masih ada air tidak?"
"masih ada tapi sedikit lagi..."
"tumpahkan sedikt saja lewat tutup botol lalu kau basahi kakimu itu... supaya ga infeksi..."
"itu... nanti perih kan?"
"yaa ...iya lah... mana ada luka yang ga perih.. ayo cepat.. basahi saja... kalau kau tidak bisa melakukannya.. maka aku yang akan melakukannya.. ini kan tubuhku juga..."
"waaa.. ! baik... baik.."
*membasahi kakinya miku*
"aww... hwaa! Perih..."
"kau ini cerewet...berisik tauu... sudah sekarang kita disini saja dulu...semoga Meiko tidak bisa menemukan kita.."
"haah..hahh... aku...aku.. mulai pusing..."
"eehh... kau jangan tidur sesiang ini... kau bisa mati dehidrasi nanti..."
"hmmhh... aku pusing mi..."
.
Normal P.O.V
Rin pun pingsan karena ia mulai dehidrasi... ia tertidur di siang bolong... sampai rombongan keluarga Miku datang menemukan mereka...
.
.
Leon : "heeii... apakah ini hatsune miku? Keponakan ku? "
Lola : "apa...kau yakin leon? Rasanya tidak mungkin..."
Leon : "heii laa.. apa kau tidak bisa melihatnya... lihat saja dari rambut hijau toscanya itu... tidak ada gadis yang semirip dia... ayo lebih baik kita tolong saja dia..."
Akito : "paman? Ada apa? Heeii.. siapa gadis ini? Apa dia manusia?"
Lola : "tenanglah sedikt ki.. sekarang kita masih bingung.."
Akito : "emm... baik-baik..."
Kaito : "miku? Paman? Apa ini benar miku? "
Akito : "tunggu sebentar kak... mereka masih bingung... kita harus menunggu gadis ini bagun supaya kita bisa melihat matanya..."
Kaito : "hhh... baiklah.." *menatap miku dengan pandangan kosong*
.
.
Rin lalu terbangun bersama dengan miku juga yang terbangun karena ada air segar yang mengalir segar melalui mulutnya... tanpa menunggu waktu, rin langsung meminum air itu dengan mata tertutup.. sampai ia...
Rin : "haahh... paman.. kau menemukan kita.."
Leon : "ha? Sebentar... kita? Maksudmu?"
Rin : "iya... kau menemukan kita..." sembari membuka matanya...
Betapa terkejutnya semua keularga miku dan teman kaito, karena mata miku telah berubah bukan berwarna yang sama dengan rambutnya tapi berwarna kuning...
Leon : "a-apa ini?"
Akito : "paman menjauh darinya... ia berbahaya!"
Lola : "leon! Menjauh jangan dekati mahluk itu..!"
Leon : "kalian ini... bisa diam sedikit tidak? Ini miku bukan?"
Kaito : "aku.. tidak yakin ini miku..."
Rin : "emm.. apa itu kau kaito? Ah.. aku sangat bahagia bisa menemukan ka..."
Belum sempat rin melanjutkan kata-katanya, kaito sudah mendorong rin sampai terjatuh ke pasir.
Kaito : "siapa kau hah?! Jangan berani bicara padaku!" *pergi meninggalkan rin*
Rin : "t-tapi.. aku.. kan.."
Len : "hei.. kau akan mati..!"
Rin : "apa?!"
"Rin... sudah mereka tidak akan percaya kalau sebenarnya dalam diri ini ada aku..."
Rin : "ini akan sulit mi..." *berbisik*
Gakupo : "sekarang juga aku bisa membunuh mahluk ini.." *memegang samurai*
Leon : "kau ini... diamlah... kita akan membawa mereka ke tempat persembunyian kita saja..."
Piko : "kalau warga melihat matanya.. mungkin mereka juga akn membunuhnya..."
Lola : "benar.. lebih baik kita tinggalkan saja disini..."
Len : "gadis ini... terlihat aneh.."
Piko : "memang.. apa yang menurutmu paling aneh?"
Len : "tentu saja matanya..."
"rin.. gimana nih... lakukan sesuatu..."
Rin : "aku tidak bisa... aku terlalu takut..." *berbisik sepelan mungkin*
Leon : "ada yang punya tali dan penutup mata hah?"
Rin : "apa yang akan kalian lakukan?"
Len : "sudah kau diam saja.."
Lola : "hei piko... pegang tangannya dan hati-hati... "
Piko : "hmm.. baik.. " *memegang tangan miku dengan erat*
"rin.. maafkan aku ya? Aku tidak tahu kalau ternyata mereka membenci kita.."
Rin : "sudahlah mi.."
Leon : "tenang.. aku hanya membawamu ketempat yang aman.."
Lola : "aku tidak mau ikut campur..."
Kaito : "seharusnya kita tinggalkan saja..."
Len : "aku setuju..."
Setelah mengikat tangan miku dan menutup matanya, mereka membawa miku dan rin kerempat persembunyian mereka yang tidak diketahui oleh para "pencari" meiko
.
.
Skip time... perjalanan ke goa
.
.
Sesampainya mereka ke goa mereka melepas ikatan dan penutup mata miku dan membawanya ke ruang tahanan. Kaito disuruh oleh pamannya untuk menjaga miku. Dengan muka terpaksa ia menjaga miku di pintu kamarnya
Rin P.O.V
Harusnya... aku tidak ikut sampai ke sini... aku belum mau mati. Aku harus pergi ke penyembuhku... dokterku.. megurine luka. Kenapa? Kenapa aku harus percaya dengan kata-kata miku?
.
Miku P.O.V
Rin maafkan aku ya? Aku tidak tahu kalau akhirnya akan begini... sekarang.. aku merasa bersalah...
.
Normal P.O.V
Kaito menjaga miku dengan muka terpaksa, karena ia tidak meu menjaganya.. dan ia juga tidak percaya apa miku masih hidup atau tidak. Saat kaito sedang duduk diam termenung teman-temannya datang dan langsung memanggil dia...
Gakupo : "heeiii kaito.. ayoo kesini sebentar..!"
Piko : "iya... cepatlah.."
*kaito bangkit dan keluar menemui teman-temannya*
Kaito : "hmm.. ada apa?"
Len : "kurasa sekarang kita harus menyingkirkan seseorang..." dengan muka jahat
Piko : "yeahh..dengan benda tentunya akan lebih cepat..."
*menunjuk samurai gakupo*
Gakupo : "ohh jelas... samuraiku selau siap.."
Kaito : "emm.. yang kalian maksud miku?"
Len : "yap... siapa lagi memangnya hah?"
Kaito : "sebaiknya jangan.. kalian biarkan saja di hidup.. aku tidak mau mencari masalah.."
Gakupo : "jadi sekarang kau mau melindunginya? Atau ada hal lain yang ia katakan padamu.. jadi kau tidak membiarkan kita membunuhnya?! Hah?! Ayo jawab!
Kaito : "heei... tidak..! tidak...! tenang sebentar.. maksudku.. aku tidak mau mencari masalah dengan paman.. kalau sampai paman tahu kita membunuhnya.. ia bisa membunuh kita juga...!"
Piko : "ooo... jadi hambatanmu selama ini hanya Leon? Seorang Leon saja kau takut?! Hahaha... pengecut kau...!"
*memukul muka kaito*
Kaito : "heii..! apa mau mu hah?! Jangan ganggu dia sekarang.. situasinya masih rumit...!"
Len : "ahh... kaitoo.. kau ini memang bodoh ya.. di padang pasir kau bilang tidak mau membawanya kesini...! sekarang.. kau berusaha melindunginya.. apa yang kau pikirkan heiii...!"
*mendorong kaito jke dinding goa*
Sementara mereka memukuli kaito dan berusaha membujuknya.. rin keluar untuk melihat-lihat keadaan yang sedang terjadi di depan kamarnya.
.
Rin P.O.V
"mi.. kurasa..aku.. emm maaf.. maksudku.. kita harus keluar untuk melihat keadaan..."
"jangan! Terlalu berbahaya disana..! kita akan mati...!"
"yaa.. terserah.. kali ini aku yang memaksa... dan kita akan tetap keluar.."
"ayolah rin...!"
*rin berjalan keluar dari kamarnya*
============== TO BE CONTINUED ================
Ini dia... chapter 4 akhirnya beres... :D
Reviewnyaa yaa... jangan lupa... :P
Makasi... :D
