Ugly
.
.
Title :: Ugly
Genre :: Drama, Romance
Pairing :: YunJae
Author :: Moonlite444 (translatedbyme)
Rating :: Teens-Mature (Contains a little smutt)
Length :: ...shoots
Disclaimer :: All story belong to Moonlite444 (translatedbymedenganperubaha nseperlunya)[TELAH DIBERI IZIN OLEH MOONLITE444]
Warning :: NC, Typo(s), Genderswitch
.
.
.
Characters ::
*Kim Jaejoong : 18 y.o, Girl, Baru lulus High School, Pintar, Gendut, Jelek.
*Jung Yunho : 35 y.o, Man, Bisnisman, Kaya, Tampan.
*Mr. Kim : Ayah Jaejoong, Supir Yunho.
*Mrs. Kim : Ibu Jaejoong.
.
.
.
"Bajumu ada di lemari jika kau ingin menggantinya,"ucap Yunho saat mereka tiba di kamar mereka sambil menunjuk lemari tersebut.
Jaejoong hanya mengangguk, tapi dia tetap berdiri di depan pintu masuk.
"Hey, kenapa kau berdiri terus disitu? Masuklah!" panggil Yunho yang melihat Jaejoong.
Jaejoong mengangguk sekali dan berjalan memasuki kamar dengan langkah lambat.
"Apakah kau takut padaku?" ucap Yunho mengerutkan dahinya.
.
Jaejoong menggeleng pelan mendengar ucapan Yunho.
"Jangan takut. Aku tidak akan mungkin melakukan sesuatu yang buruk terhadapmu," ucap Yunho lalu menarik pelan tangan Jaejoong untuk duduk disebelahnya diranjang mereka.
Setelah Jaejoong duduk, Yunho berdiri dan mengunci pintu kamar mereka, kemudian dia membuka bajunya dengan perlahan tepat dihadapan Jaejoong.
"Yunho-ssi, apa yang kau lakukan?!" pekik Jaejoong yang kaget melihat kelakuan Yunho.
"Malam ini adalah malam pernikahan kita. Kau juga sudah 18 tahun. Kau tentunya tahu apa yang akan aku lakukan," ucap Yunho yang sekarang hanya mengenakan celana pendeknya saja.
Jaejoong menundukkan kepalanya dalam-dalam. Dia tidak punya keberanian untuk melihat Yunho. "Tapi kau bilang kau akan menunggu sampai aku lulus kuliah?"
Yunho terkekeh pelan, "Aku bilang aku akan menunggu sampai kau lulus kuliah untuk mempunyai anak. Itu bukan berarti kita tidak akan melakukannya. Jangan cemas, aku akan menggunakan pelindung, jadi kau tidak akan hamil," jelas Yunho panjang sambil mengambil kondom dari laci nakas. Kemudian dia melepas celana pendeknya.
Jaejoong makin menundukkan kepalanya dan menutup matanya erat-erat, "Apakah kita akan benar-benar melakukannya?"
"Boojae, apakah kau belum siap untuk melakukannya? Bila kau belum siap, aku tidak akan memaksamu."
"Apakah kau benar-benar akan melakukannya denganku? Tidakkah kau merasa kecewa?" tanya Jaejoong dengan tetap menutup matanya. "Kau seharusnya tidak ingin untuk menyentuhku. Kau seharusnya merasa yah kau tahu, jijik mungkin? Karena akan menyentuhku yang gendut dan jelek ini."
"Apakah itu masalahnya?" Yunho mengerutkan keningnya, "Itukah?"
Jaejoong hanya diam dan menganggukkan kepalanya lemah.
"Berhenti memikirkan tentang itu! Berhenti mengkhawatirkan tentangku, reputasiku, DAN SESUATU YANG SEPERTI ITU!" ucap Yunho dengan sedikit berteriak.
"Aku takut kau akan merasa kecewa denganku!" jawab Jaejoong pelan sambil menangis.
"KAU MAU TAHU YANG SEBENARNYA?! YA! KAU BENAR-BENAR MEMBUATKU KECEWA!" teriak Yunho tiba-tiba.
Jaejoong merasa hatinya tertusuk. Rasanya sakit sekali saat Yunho mengatakan hal itu. Dia tidak pernah memikirkan kalau Yunho akan mengatakan hal itu dengan tegas. Perlahan dia membuka matanya yang dipenuhi air mata dan melihat kearah Yunho.
"Tahukah kau apa yang membuatku kecewa?" ucap Yunho lembut sambil menatap tajam mata besar Jaejoong.
"Maafkan aku," ucap Jaejoong tanpa menjawab pertanyaan Yunho, lalu menundukkan kepalanya lagi.
"Aku kecewa karena kau menolakku dengan alasan yang tidak bisa diterima akal," kata Yunho lembut.
Jaejoong kembali menaikkan kepalanya untuk melihat suaminya itu. Dia bisa melihat kesedihan dalam ekspresi wajah Yunho. Itu membuatnya merasa sangat bersalah.
"Aku bisa menerima kalau kau merasa belum siap untuk melakukannya karena kau masih terlalu muda untuk melakukan hal itu. Atau mungkin kau takut melakukannya karena akan menyakitkan, tapi hal ini... ini benar-benar tidak masuk akal," ucap Yunho, lalu dia menyambung, "Itu berarti kau meragukanku. Kau tidak mempercayaiku. Sebagai seorang suami, aku merasa sangat terluka."
"Maafkan aku," ucap Jaejoong ditengah-tengah tangisannya yang makin keras.
.
.
*TBC*
.
.
Gyahahahha nista sekali ini dipotong o.O yah, chapter ini saya jadikan chapter bonus karena yang review banyak ^^ yay ! *bahagia sekali*
Oh iya, NC -nya di chap depan yah ? Sebenernya mau ditaruh di chap ini, tapi enggak jadi ah :P
btw, maafin ya kalo aku gak balas review, soalnya ngetiknya di ponsel, jadi harus buru2 demi kuota yang gak seberapa ini :(
Okeee, kalo review-annya banyak lagi kayak kemaren, janji deh bakal update cepat~
R
E
V
I
E
W
Please :)
AIrzantiHuang_
