Gomen Minna, saya baru bisa update WCLWY chapter 4 hari ini, soalnya ada beberapa masalah dan kesibukan tertentu.. ^^
Chapter 4 Update!
Selamat membaca.. ^^
Warning: OOC, Ide pasaran, Typo, Gagal story, dan masih banyak kekurangannya. RnR?
Fanfict: Naruto Shippuden
Author-Yoshino
Disclaimer-Masashi Kishimoto
We can't life without you ..
Chapter 4
Aku ingin keluar !
"Haa! Naruto kun berasal dari planet bumi!" Teriak Naruko dengan ekspresi tidak percayanya.
Naruko masih terlihat tidak percaya dengan apa yang baru saja Naruto katakan kepadanya, tatapan matanya hanya mengarah kepada Naruto seorang, mimic wajahnya berubah menjadi sedikit aneh dengan rasa ketidak percayaan yang sangat tinggi. Mereka pun saling menatap dan wajah Naruko pun tiba-tiba memerah, dia memalingkan wajahnya, rambut kuningnya, senyuman manis dibibirnya. Terlihat mirip dengan gadis yang Naruto suka.
"Kenapa kau memalingkan wajahmu? Apa kau takut denganku? Dattebayou." Naruto berbicaa kepada gadis manis tersebut sembari memegang pundaknya, wajah manisnya membelakangi wajah Naruto.
"Ano, setelah melihatmu aku teringat dengan seseorang?"
"Ha?" Jawab Naruko, dia pun berbalik ke arah Naruko lagi sambil menekuk lututnya. Dan duduk didepan Naruto.
"Iya… dattebayou." Ucap Naruto tersenyum lepas, seakan-akan dia tidak merasakan beban yang diembannya.
"Memang siapa dia?" Tanya Naruko penasaran, wajah manisnya masih memperhatikan wajah Naruto. Di tempat itu mereka masih berbincang-bincang dengan santainya tanpa rasa takut ataupun cemas, walaupun Naruto masih memikirkan temannya Kurama, yang ditangkap oleh para Rikudou mysterius yang baru-baru ini dilawannya.
"Namanya Sakura, dattebayou.." Ucap Naruto menjawab pertanyaan dari Naruko, dia pun menceritakan tentang Sakura kepadanya.
"Oh gitu ya? jadi pada dasarnya kau menyukainya ya Naruto-kun?" Jawab Naruko dengan tersenyum, ekspresi wajahnya terlihat menggoda Naruto. Wajah Naruto pun memerah, dan dia berusaha untuk mengelaknya.
"TTT-DAKKK! DATTEBAYOU!" Ucap Naruto tergagap. Dari cara Naruto berbicara, Naruko pun semakin curiga.
"Ma ii ka, lagi pula suka atau tidak suka itu bukan urusanku…" Balas Naruko sambil memalingkan wajahnya ke pintu sel tahanan. "Entah mengapa, aku ingin cepat keluar dari sini." Pikirnya.
Di luar tahanan, saya akan mendiskripsikan sedikit tentang markas dari klan Rikudou.
Desa yang mempunyai luas sekitar 100 km2.. rumah terbuat dari kayu desain hampir mirip seperti rumah-rumah yang berada di Konoha, jalan yang berada di desa tersebut masih berbahan tanah, dengan debu yang akan terbang jika terkena angin, pepohonan di tempat tersebut tergolong banyak, penduduk mayoritas mempunyai mata Rinnengan. Dari anak kecil sampai orang dewasa, dan lagi di desa tersebut banyak dijumpai patung yang mirip dengan Gedou Mazou.
Dan sel tahanan yang sekarang di tempat oleh Naruto berada di dalam ruang bawah tanah, yang mempunyai kedalaman hampir 100 meter, ruangan/sel tahanan tersebut hanya diperuntukkan oleh klan Namiaze yang merupakan musuh bebuyutan klan Rikudou.
Jam menunjukkan pukul 10:00 pagi, terdengar suara langkah kaki mendekati sel tahanan yang ditempati oleh Naruto dan Naruko. Orang misterius bermata rinnengan pun menghampiri mereka dan memberikan makanan.
"Cepat makan.." Ucap pria misterius tersebut sambil memberikan makanan kepada Naruto dan Naruko.
"Makanan apa ini? Dattebayou!" Teriak Naruto spontan, makanan berwarna ungu dengan kebiru-biruan dilihatnya, "Apa kau akan meracuniku!? Dattebayou." Lanjut Naruto, tangan kanannya menunjuk kepada wajah pria tersebut.
"Hey Naruto, diam lah! Dan makan makanan ini." Sela Naruko sembari menarik tangan Naruto untuk duduk kembali.
"Kisama! Sudah bagus ketua mau memberi kalian makanan, seharusnya kalian harus berterima kasih! Dasar klan terkutuk!" Bentak pria mysterius tersebut. Naruto pun terdiam, tapi berbeda dengan Naruko tatapan wajahnya berubah, dia tidak terima dengan perkataan orang tersebut dan berusaha menjawabnya.
"Klan kalian lah yang terkutuk, jika saja klan kalian tidak ada, maka ibuku dan ayahku tidak akan mati!" Teriak Naruko, matanya un meneteskan air mata.
"Kau membentakku! Beraninya kau!" Ucap pria tersebut, kemudian Naruko pun terhempas sampai ke tembok, benturan tersebut membuat Naruko kesakitan. Melihat itu Naruto pun kesal, dia menghampiri Naruko. "Naruko, daijobu?" Ucapnya singkat, dia merasa cemas dengan keadaan Naruko.
"Cih kuso!" Teriak Naruto keras.
'Dia memakai mata Rinnenganya untuk menghempaskan Naruko. Ini seperti jutsu pain yang pernah aku lawan sewaktu dulu.' Batin Naruto sembari menatap pria tersebut dengan tajam.
"Dengar baik-baik, hidup kalian tidak akan bertahan lama, jadi persiapkan diri kalian untuk menghadapi kematian yang sudah ditakdirkan." Ucap Pria tersebut dengan tatapan sinis, dia pun berjalan meninggalkan sel tersebut.
"Dasar klan yang tidak tahu diri." Gumam pria tersebut sambil meneruskan jalan kakinya.
"Sial, kenapa mereka sangat kejam sekali dattebayou" Gumam Naruto, dia masih terlihat marah dengan perlakuan yang tidak masuk akal dari pria dengan mata Rinnengan. Naruko masih menangis tersedu-sedu.
"Sebenarnya apa yang terjadi, dattebayou. Ceritakan kepadaku.." Ucap Naruto sembari memegang kedua pundak Naruko dengan kedua tangannya. Naruko hanya menatap Naruto dengan tangisan dan kesedihan, dari raut wajahnya dia terlihat sangat ketakutan.
"Cepat katakanlah .." Ucap Naruto penasaran, dia merasa beban klan ayahnya adalah bebannya juga.
Naruko pun memeluk Naruto secara tiba-tiba, dan Naruto pun terkejut. "Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, Naruto tolong kami.." Ucap Naruko sembari memeluk Naruto dengan eratnya, sambil menangis di dadanya. Naruto pun juga membalas pelukan Naruko dengan mengelus-elus rambut kuning lurusnya.
"Semuanya akan baik-baik saja, percayalah .." Ucapan Naruto membuat Naruko sedikit tenang dan berhenti menangis, dia pun melepas pelukannya dan berusaha menghilangkan bekas air matanya.
"Hehe, kau sudah melihatku menangis sampai seperti ini, aku jadi sangat malu.." Jawab Naruko tersenyum sembari mengusap-usap bekas airmatanya yang mengalir di pipi halusnya.
Naruto hanya terdiam dia masih memikirkan cara untuk menyelamatkan Kurama dan pulang ke bumi. Tapi ada sesuatu yang sangat penting yang harus ia lakukan, yakni membuat perdamaian di bulan dan menyelamatkan klan Namikaze dari cengkraman klan Rikudou.
"Sekarang ceritakan kepadaku .. mengenai seluk beluk dari perselisihan antar klan ini?" Tanya Naruto yang duduk di depan Naruko, Naruko masih tertunduk lesu, dan bibirnya memulai pembicaraan antara mereka berdua..
"Sebenarnya … aku tidak tahu." Jawab Naruko tersenyum polos, air mata yang membekas di pipinya sudah mulai menghilang dengan sendirinya.
"Haaa? bagaimana kau bisa tidak tahu tentang masalah ini dattebayou!" Teriak Naruto keras dengan mimic yang menyebalkan.
Wajah Naruko pun meneteskan air matanya lagi "Hikz hikz.."
"Berhentilah memasang wajah seperti itu dattebayou!" Ucap Naruto keras dengan suara yang terlihat bercanda.
"Datte, aku juga tidak tahu, yang aku tahu mereka sudah membunuh kedua orang tuaku, itu saja. Mengenai sejarah mereka, aku belum mengetahuinya. Yang hanya tahu sejarah tersebut adalah pemimpin kami, namanya adalah Namikaze Ziba-sama. Dia satu-satunya orang yang masih hidup sejak perang sebelumnya terjadi…
Di saat perang itu klan kami kalah dalam peperangan, dan menyisakan anak-anak dan ibu-ibu yang masih hidup sampai sekarang, meskipun begitu klan kami masih bisa bertahan dan populasinya semakin bertambah sedikit demi sedikit, dan pada akhirnya kami berhasil mendirikan sebuah desa yang jauh dari markas klan Rikudou, klan Rikudou masih belum mengetahui klan kami, dan untuk itulah mereka menyandraku yang digunakan sebagai umpan untuk memancing agar klan Namikaze muncul." Jelas Naruko panjang lebar, dia menceritakan semua yang ia tahu, tapi permasalahan sebenarnya belum ia ketahui dan itu pun membuat Naruto semakin penasaran.
"Aku harus menanyakannya kepada Namikaze Ziba. Dattebayou.." Ungkap Naruto dengan semangatnya yang kembali seperti biasanya, Naruko pun hanya terdiam dan kemudian dia mengangkat tangannya.
"Ano kita tidak mungkin bisa menemuinya .."
"Nande?"
"Karena kita masih terjebak di sel tahanan ini.."
"Benar juga dattebayou, apakah ada jalan keluar disini?" Tanya Naruto sembari melihat-lihat pondasi sekitar yang ia pikir dia bisa keluar dari sel tahanan tersebut dengan menganalisa seluk-beluk tempat dan cara menghancurkannya.
"Sel ini bukan sel biasa, jika kau menyentuh pagar besi itu, kau akan kehilangan sebagaian besar chakramu dan bisa terdeteksi oleh penjaga di tempat ini, dan mereka pikir kita akan kabur sehingga mereka akan datang kesini dan menganiaya kita.." Jawab Naruko sambil menujukkan jarinya kepada pagar besi yang berada tidak jauh darinya.
"Kenapa kau bisa tahu, dattebayou?" Ucap Naruto dengan logat seperti biasanya, dia terlihat berpikir namun dia tidak bisa memikirkan apapun.
"Karena aku pernah mencobanya.." Jawab Naruko singkat.
Naruto pun hanya terdiam dan selang beberapa saat dia berteriak. "Yosh aku akan mencobanya."
Kemudian Naruto mengeluarkan 2 bayangannya, satu bayangan terlihat mengisi chakra biru di tangan Naruto. Dan hasilnya bola spiral yang cukup besar pun terbentuk.
Oodama Rasengan dattebayou !
"Chakra besar berbentuk bulat? Apa yang akan dia lakukan?" Pikir Naruko yang sedari tadi memperhatikan Naruto.
"Aku yakin ini akan berhasil dan dapat menghancurkan pagar besi ini!" Ujar Naruto bersemangat kemudian ia berlari beberapa langkah.
"Hey apa yang kau lakukan! Naruto!" Teriak Naruko keras, dari ekspresi wajahnya dia terlihat mencemaskan keselamatan Naruto. "Jangan lakukan itu!" Tambahnya.
Rasengan tersebut di hempaskan tepat ke arah pagar besi. Hembusan angin yang cukup kuat dapat dirasakan di area sekitar situ.. suara keras dari hantaman itu memantul dan berdengung.
Dan hal yang dikatakan oleh Naruko benar, Rasengan Naruto perlahan-lahan menyusut dan lenyap. "Ada apa ini?" Ucap Naruto kebingungan. "Ini seperti Ninjutsu yang digunakan oleh pain, yang bisa menghisap semua jenis ninjutsu.." Pikir Naruto sambil membayangkan saat pertarungannya dengan ke 6 pain khususnya pain yang telah menyerap Rasen Shurikennya.
Dan kejadian tersebut menimbulkan reaksi yang sangat cepat dari orang-orang yang menjaga tempat tersebut, 2 orang berambut hitam lurus satunya pendek dan yang satunya panjang. Mereka berdua berlari ke sel Naruto. Mereka juga mempunya mata Rinnengan yang mengerikan.
"Suara langkah kaki mendekat? Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?" Pikir Naruko yang terlihat mencemaskan Naruto.
Dan kedua penjaga tersebut sudah sampai ke depan pagar besi tempat dimana Naruto dan Naruko dipenjarakan.
"Apa yang kalian lakukan, kisama!?" Bentak pria berambut pendek dengan tatapan Rinnengan yang mengerikan, tatapan tersebut sampai membuat Naruko ketakutan.
"Chakraku sebagian besar menghilang, benar yang dikatakan oleh Naruko, pagar ini menyerap ninjutsu dan chakra pengguna ninjutsu tersebut.." Batin Naruto yang terlihat kelelahan, matanya menatap kedua pria tersebut, kemudian ia berdiri perlahan-lahan, ia masih sulit untuk berdiri tapi tekad dan semangatnya membuat Naruto dapat berdiri dengan tegap.
"Aku yang melakukannya! Dattebayou." Jawab Naruto keras, dia berusaha untuk mengalihkan perhatian dari kedua pria tersebut yang sedari tadi menatap tajam Naruko.
"Jadi kau ya? yang melakukannya?" Ucap pria berambut panjang sembari menundukkan kepalanya, dan membuka pagar besi tersebut, tangannya mengepal seolah-olah dia ingin memukul Naruto.
Krkk-krrk suara pintu besi yang terbuka, bersamaan dengan itu Naruto pun menjadi bulan-bulanan oleh kedua pria tersebut. "Hentikan!" Teriak Naruko keras, dia sangat mengkhawatirkan Naruto yang dipukuli didepan matanya.
Naruto tidak bisa berbuat apa-apa karena chakra dan kekuatannya terserap cukup banyak, untuk berdiri saja sudah sangat sulit.
Puluhan kaki melayang dan menimpa Naruto, Naruto pun diinjak-injak dengan tragisnya. Kedua pria tersebut hanya tersenyum senang melihat penderitaan yang dialami Naruto.
"Makanya jangan berani-beraninya kau kabur dari sel ini…" Ucap salah satu pria tersebut sembari menghentikan injakan kakinya, tatapan masih sama dari sebelumnya, Naruto hanya melihat tatapan tersebut dengan mata yang sayup-sayuo menutup. Dia hampir tidak sadarkan diri..
"Naruto!" Teriak Naruko keras, dia berusaha mendekati Naruto tapi ada yang menghalanginya, "Beritahu temanmu untuk tidak memberontak lagi." Ucap pria berambut panjang dengan dingin.
Kemudian kedua pria tersebut berjalan meninggalkan sel tersebut, "Dasar merepotkan saja…" Ucapnya sembari menutup pintu sel.
"Naruto, kau tidak apa-apa?" Suara Naruko hanya terdengar di telinga Naruto, namun Naruto hanya diam saja karena tidak mampu berbicara, matanya mulai menutup dengan sendirinya…
Naruko terus berteriak memanggil Naruto, tapi Naruto sudah terlanjur tak sadarkan diri.. dalam batinnya, 'Apa yang dipikirkannya, dia bisa mati jika begini terus, dia mengeluarkan chakra yang besar, dan sebagian besar chakranya yang berada ditubuhnya sudah terhisap oleh pagar besi tersebut, di tambah lagi dia menjadi bulan-bulanan oleh penjaga tersebut, kau ini bodoh atau apa sih?'
Naruko menatap Naruto sembari menyangga kepalanya di pahanya, dia masih menatap wajah Naruto yang masih pingsan dan tak sadarkan diri .. 'Jika diperhatikan dia cukup tampan dan keren..'
Wajah Naruko pun memerah dengan sendirinya, "Apa yang aku pikirkan, disaat-saat seperti ini…" Pikir Naruko salah tingkah, wajahnya masih memerah dan mengeluarkan keringat hangat …
Di Konohagakure..
Di sore hari, Sakura berjalan menuju toko bunga milik keluarga Yamanaka. "Permisi.." Ucapnya pelan, suara halusnya dapat membuat semua pria takluk. Dan salah satu orang pun berjalan keluar untuk menemui pelanggannya tersebut.
"Oh Sakura ya!" Ucap Ino tersenyum lepas, Sakura pun hanya tertunduk dan tidak membalas senyuman dari Ino.
"Aku hanya ingin membeli bunga.." Jawab Sakura sembari mendekati bunga-bunga yang berada tidak jauh dari jangkauannya. Dia pun mengambil salah satu tangkai bunga dan menciumnya, "Wangi sekali baunya.." Ucapnya singkat.
"Aku beli ini .." Ucap Sakura, tangannya menunjuk ke bunga berwarna merah yang sangat cantik, Ino pun mengambilnya dan menghiasainya dengan cantik.
"Pasti buat Sasuke ya?" Goda Ino dengan nada bercandanya.
"Sasuke? Bukan ini untuk orang yang aku cintai.." Jawab Sakura sambil memegang bunga yang diberikan kepada Ino.
"Jadi, siapa yang sekarang kau sukai?" Tanya Ino, ia berhenti menggoda Sakura dan berkata kepada Sakura dengan cukup serius.
"Ini untuk orang yang selalu berada di sampingku .." Jawab Sakura tersenyum.
"Dia tersenyum? Sudah lama sekali aku tidak melihat senyumannya,dan lagi siapa orang yang selalu berada di dekat Sakura selama ini.." Pikir Ino penasaran.
"Kalau kau sudah mempunyai orang yang kau cintai selain Sasuke, jadi Sasuke menjadi milikku ya?" Ucap Ino tersenyum, kali ini dia serius walaupun raut wajahnya sangat santai dan tenang.
"Baiklah, aku serahkan Sasuke kepadamu.." Balas Sakura sembari meninggalkan tempat tersebut .
Sakura pun berjalan pelan, sinar matahari yang terbenam menemani langkah kakinya, dia berjalaan menyelusuri jalanan yang cukup ramai, dia masih menundukkan wajahnya. Walaupun di jalan tersebut sangat ramai oleh orang-orang yang lalu lalang, tapi hati Sakura terasa sangat sepi tanpa kehadirannya.
"Katakan padaku, apa kau masih hidup?" Batinnya sambil meneteskan air mata.
Di pemakaman pahlawan Konoha ..
Sakura berjalan mendekati makam Naruto, disitu hanya terdapat makam tanpa jasad Naruto, hal itu hanya digunakan untuk para jiarah yang ingin mendoakan Naruto. Di tempat tersebut sudah berdiri beberapa orang sembari meletakkan bunga-bunga dan hal yang lain yang bisa membuat arwah Naruto tenang.
Sakura pun menegakkan wajahnya dan dilihatnya Kakashi, Sasuke, Tsunade dan Shikamaru yang sudah berada di tempat tersebut sebelum Sakura datang.
"Baru kali ini aku melihatmu peduli dengan seseorang, Sasuke?" Tanya Shikamaru dengan logat seperti biasanya, merasa bosan dan malas.
"Hmmm, aku merasa bersalah setelah meninggalkannya cukup lama dan aku kembali begitu saja, tapi dia tetap menerimaku walaupun aku sudah menyakiti perasaannya. Dia adalah sahabat terbaikku.." Ungkap Sasuke berterus terang kepada semua orang yang berada di tempat tersebut, Shikamaru, Tsunade dan Kakashi sangat terkejut dengan pernyataan Sasuke. "Dia berbicara tentang orang lain, dan lagi dia membicarakannya kepada kami. Ucap Nenek Tsunade terkejut dengan pernyataan dari Sasuke.
Sakura pun akhirnya sampai ke makam tersebut, "Sakura?" Ucap Tsunade yang melihat kedatangan muridnya yang cukup mengejutkannya.
"Aku hanya ingin memberikan bunga ini kepadanya …." Ucap Sakura sembari berjalan melewati orang-orang tersebut dan meletakkan bunga yang dibawanya, dia pun duduk dan mendoakan arwah Naruto..
FLASHBACK ..
Sakura kecil terlihat berlari terburu-buru untuk membeli bunga di toko Yamanaka. "Terima kasih banyak." Ucapnya sembari berjalan cepat sambil memegang bunga yang baru saja ia beli. "Semoga saja Sasuke suka.." Batinnya dalam hati, dan setelah beberapa saat berjalan ia pun bertemu orang yang tidak diduga-duga..
"Sakura-chan!" Teriak Naruto keras, dia terlihat terjun dari atas pohon. Naruto mendarat dengan selamat. "Apa bunga ini untukku Sakura-chan?" Ucap Naruto tersenyum lepas.
"Ha! apa kau bilang!" Jawab Sakura dengan lantang, dia merasa Naruto terlalu percaya diri.
"Benarkan ini untukku? Dattebayou." Balas Naruto dengan logat seperti biasanya, Sakura pun langsung memukul kepala Naruto dan berjalan meninggalkannya begitu saja.
"Ini untuk Sasuke, jangan harap kau akan menerima bunga dariku, seumur hidup…" Ucapan Sakura terdengar jelas ditelinga Naruto, Naruto pun hanya terdiam, perkataan yang sangat menyakitkan baru saja Naruto terima dari orang yang sangat dia cintai.
FLASHBACK END ..
"Gomen-gomen.." Ucap Sakura sambil menangis, air matanya mengalir deras dan membasahi pipinya. "Aku tidak bermaksud untuk menyakiti perasaanmu, Naruto. Aku-aku mencintaimu!" Teriakan Sakura dapat di dengar oleh semua orang yang berada di tempat tersebut..
Sakura berteriak sambil menangis tersedu-sedu, semua orang yang berada di sama hanya terdiam dan melihatnya.
To be continue
Chapter 4 END
Terima kasih sudah membaca fanfict gaje ini , tolong direview ya? Saran akan saya terima yang penting bersifat membangun dan memotivasi. Please Review onegai!
Oke dengan ini saya ucapkan sampai jumpa dichapter 5…
Jaa ne!
