Rain

By:Hikary_Cresenti

Disclaimer :Bleach punya Tite Kubo

Rated:T

Warning:OOC,Mistypo(s),EYD(s)

Enjoy my fic

Chapter IV:Pain and sadness

Kaien Pov's

Aku Kaien. Shiba Kaien lengkapnya. Jika ditanya tentang masa laluku, aku tidak ingat dan tidak ingin menginhatnya. Semua terlalu menyakitkan. Dan juga aku tidak mau membuat ayahku hawatir jika penyakitku kambuh lagi. Aku mengidap penyakit kanker otak. Dan karena itu jugalah aku tidak punya teman, atau lebih tepatnya temanku hanyalah laptop ini. Aku sendiri tidak tau bagaimana bisa aku terkena penyakit ini. Aku takut harus kehilangan semuanya. Aku...

Ingatanku hanya berupa potongan-potongan kejadian yang tidak jelas. Bahkan sejujurnya aku tidak ingat tentang diriku sepenuhnya. Setiap mengingat sesuatu semuanya terasa sakit. Bahkan untuk mengingat nama saja aku sudah kewalahan. Oleh karena itu, dokter menyarankanku untuk selalu membuat diary tentang hal apapun yang terjadi dalam kehidupanku. Karena penyakit ini, hidupku bagai burung dalam sangkar. Duniaku hanyalah kamarku ini. Aku rindu merasakan sejuknya angin. Aku rindu dengan hangatnya matahari. Aku benci hujan... Hujanlah satu-satunya kenangan yang mu miliki tentang ibuku. Aku samar-samar ingat, saat itu ia pergi. Saat hujsn turun dengan derasnya. Aku tidak tau kenapa ia pergi. Ayah tidak pernah cerita apapun tentang ibuku. Bahkan namanya pun aku tidak ingat. Aku benci dengan diriku yang lemah ini. Dan suatu hari keinginanku untuk mempunyai seorang adik terkabul. Saat itu aku senang. Sangat senang. Setidaknya dengan begini aku tidak sendirian lagi. Aku tidak bisa mengingat namanya seutuhnya aku hanya ingat dengan nama panggilan yang ku beriksn padanya, Sagi. Meskipun dia bukan adik kandungku tapi aku senang. Sangat senang malahan. Karena dengan begini aku punya teman ngobrol fan berbagi. Namun kekhawatiranku muncul. Bagaimana kalau dia tau bahwa aku mengidap penyakit ini?bagaimana jika dia mengetahui hal ini? bagaimana jika dia pergi? Seperti ibu yang meninggalkanku di malam itu. Rasa sakit dan nyeri kembali menyerangku. Aku meremas kepalaku perlahan lalu bangun perlahan dari tempat tidur. Aku tidak mau membangunkan Sagi. Pandanganku mengabur lagi. Ku paksakan tubuhku untuk mengambil obat yang berada di salah satu laci. Namun hal itu tidak mudah... berhubung dengan kondisiku yang parah seperti ini.

"Nii-chan kenapa?"

Suara Sagi saat itu membuatku menghentikan aktivitasku.

"Tidak ada apa-apa Sagi... "ujarku seraya tersenyum.

"Tapi... kenapa Nii-chan berkeringat? Nii-chan sakit?"tanya Sagi hawatir.

"Tenang saja. Aku tidak apa-apa,"ujarku lagi. Aku tidak mau dia hawatir. Namum sayangnya nasib berkata lain. Tiba-tiba tubuhku terasa berat bahkan aku tidak mampu untu menopang tubuhku sendiri. Hal terahir yang ku dengar sebelum semuanya memudar adalah panggilan Sagi.

Saat sadar aku berada di sebuah ruangan yang bewarna biru muda. Aku ingat perlahan. Tempat ini adalah kamarku, kamarku yang dulu sebelum mom pergi. Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan seorang bocah berambut janrik hitam masuk. Umurnya kira-kira 5 tahun.

"Nii-chan! pagi!"ujarnya seraya tersenyum

"Ah pagi,"ujarku singkat. Ku perhatikan rambut jabrik hitamnya yang familiar dan juga iris abu-abunya yang tidak asing lagi. Penampilannya mengingatkan ku pada Sagi.

"... Sagi... ?"

"Ya, Nii-chan? ada apa?"

'Jadi dia... benar-benar Sagi... Tapi... bagaimana bisa... ?'gumamku lagi

"Nii-chan... Nii-chan... "panggil Sagi lagi seraya menepukbpundakku

"Eh, ya?"

"Kau baik-baik saja?"tanyanya lagi

"Yep. Tenang saja. Aku baik-baik saja... "ujarku lagi

"Syukurlah... aku hawatir jika kepala Nii-chan sakit lagi... "ujarnya lagi

'Eh... ? Dari mana Sagi tau kalau... '

"Nii-chan... "

"Ada apa?"tanyaku lagi

" Kau tidak akan melupakanku kan?"tanyanya lagi

" Maksudmu apa Sagi?"tanyaku lagi

"Aku takut... kalau Nii-san melupakanku,"ujar Sagi lagi seraya tertunduk

"Sagi... Tenang saja. Aku janji kalau aku tidak akan melupakanmu... "ujarku seraya memeluk tubuhnya erat

Ia hanya menangis terisak.

"Sagi jangan menangis... tenanglah... aku akan baik-baik saja. Jadi jangan sedih ya?"ujarku lagi seraya mengusap kepalanya pelan "Lagi pula... anak laki-laki tidak boleh cengeng Sagi... "ucapku lagi

"Iya Nii-san... "ujarnya seraya menyeka air matanya. "Aku menyayangimu Kai-nii-chan... " ujarnya lagi serays tersenyum

"Aku juga menyayangimu Sagi... "ujarku seraya memeluknya erat

"Kaien... ayo... "panggil seorang pria dengan rambut raven sepertiku

"Yah... tidak lama kan?"tanya Sagi lagi

"Tenang saja. Hanya sebentar kog,"ujar pria itu lagi. Dia Ayahku.

"Ayo Kai... "ujar Ayah lagi

"Iya Yah. Aku pergi dulu Sagi... "ujarku lagi

"Iya Nii-chan... hati-hati,"ujar Sagi lagi

Lalu aku pun berangkat dengan dad dan... setelah itu semuanya memutih...

Is it you I want

(Apakah dirimu yang ku inginkan)

or just the notion of a heart wrap around

(Ataukah hanya sebuah faham tentang perasaan yang saling berhubungan)

So I can find my way around

(jadi aku bisa mencari jalan kehidupanku yang lain)

Safe to say from here You're getting closer now

(Aman untuk mengunkapkannya sekarang Kamu telah berada semakin dekat)

We are never sad cause we are not allowed to be

(Kita tidak pernah merasa sedih karena kita tidak boleh untuk bersedih)

Tbc

"Gommen karena telat updatenya. Rencana kemarin tapi karena sibuk jadi di tunda. Untuk Translate lagunya jika ada kedalahan bisa lewat review dan Pm. Terimakasih banyak pada readers yang udah mau membacanya. Chapter depan chapter terahir. Mind to RnR?"