Title : The Wrong Love Poison

Cast : VIXX - N, Leo, Ken, Ravi, Hongbin, Hyuk

Pairing : Keo, Navi, slight!Hyukbin

Rate : T

Genre : Romance, drama, mystery

Chapter : 3/5

A/N : Maaf, chapter ini bakal pendek banget. But i hope you'll still like it. Enjoy ^^


CHAPTER III

^Maknaes' Survey^

Dua hari berlalu setelah kejadian itu. Dan dua hari pula, tak terlihat Ken di samping Leo. Pria berhidung besar itu tak pula mempedulikan Leo tiap kali sang main vocal menyapanya.

Tak berbeda sikap Leo kepada N. Merasa orang terpenting baginya direbut, ia tak mau menganggap sang leader di sana. Di samping Ken yang tak mau lepas darinya. Sang main vocal berpredikat 'chic' itu tak mau mempedulikan N tiap kali sang leader berbicara padanya.

Ken. Entah apa yang ada di pikirannya, semua hanya tentang N. Ken tak mau berpisah dengan N sejak kejadian itu. Sama halnya seperti yang Ken lakukan pada Leo sebelum kejadian itu terjadi.

Tak ada yang tahu mengapa Ken bertingkah seperti itu. Bermanja-manja kepada sang leader setiap menit, bahkan setiap detik. Kecuali N yang secara tak langsung adalah penyebab semua ini. Dengan racun itu.

Ketiga dongsaeng pun menyadari kejanggalan yang terjadi. Tapi mereka berpura-pura tak tahu, tak ingin membuat keadaan menjadi runyam.

Meski melihat Ken selalu bersama orang yang ia sukai, tapi Ravi tak pernah merasa cemburu. Karena ia tahu, Ken tidak benar-benar tertarik pada N. Ravi tahu ada yang salah di sini, meski tak tahu asal-muasal perubahan sikap Ken. Ken yang kini mengacuhkan Leo.

Bertingkah seolah detektif, kedua maknae-Hongbin dan Hyuk-terus menganalisis semua yang Ken lakukan.

Bisa saja Ken hyung melakukan itu sengaja agar Leo hyung cemburu.

Atau mungkin Ken hyung memang sudah menyerah dalam mengejar cintanya pada Leo hyung yang tak terbalaskan (karena Leo seperti tak pernah mengindahkan apa yang Ken lakukan), dan akhirnya memutuskan untuk berpaling pada N hyung.

Setidaknya itulah pikiran-pikiran iseng plus kekanak-kanakkan yang muncul di otak keduanya.

.

.

.

.

.

Dua hari memperhatikan Ken, tak ada yang mereka dapatkan selain kebiasaan Ken yang memang terkenal manja, suka merengek, dan suka ber-aegyo ria. Hanya saja kali ini, korbannya tak sama.

-Maknaes' Survey-

1. Analisis ini mereka mulai dari bagaimana Ken bertingkah di depan sang leader. Bertingkah seakan N adalah satu-satunya orang di dunia ini selain dirinya. Kemana pun N pergi, Ken pasti mengikuti. Sekali ia temukan N beranjak dari sampingnya, kalimat "Kau mau ke mana hyung?" selalu terlontar dari mulutnya, seolah N akan meninggalkanya selamanya. Dan pada akhirnya, N terpaksa menunda niatnya untuk pergi ke tempat yang awalnya ia tuju.

2. Bagaimana Ken selalu berusaha agar sang leader meperhatikannya. Seperti kucing yang selalu bertingkah lucu di depan majikan atau bahkan teman-teman majikannya. Mencoba menjadi yang terbaik di depan leader. Sebagai contoh, ketika di practice room. Seusainya mereka berlatih, Ken akan segera memeluk lengan N dan bertanya, "Hyung, bagaimana gerakanku tadi? Sudah benar, kan? Aku hebat, kan?" Dan N hanya bisa mengangguk sembari tersenyum.

3. Tak mau berpisah dengan N. Ini yang paling sulit bagi N. Ke mana pun N pergi, pria kelahiran tahun 92 itu akan selalu ada di sampingnya atau paling tidak di belakangnya. Ken akan menunggu di depan pintu kamar mandi selagi N di dalam dengan 'urusannya', dan kembali menggelayut di lengan sang leader ketika ia keluar dari kamar mandi. Tak hanya itu, Ken sampai memaksa bertukar tempat dengan Hyuk yang tidur di samping N. Hyuk kini mau tak mau tidur di samping Leo-salah satu hyung yang paling ia takuti.

Dengan begitu, sudah jelas.

Posisi Leo hyung telah tergeser oleh N hyung.

Setidaknya itu yang bisa Hongbin dan Hyuk simpulkan saat ini.

.

.

.

.

.

"Aku masih tak mengerti dengan ini semua." Gumam Hongbin sambil melempar tubuh ke sofa.
Hyuk yang sedari tadi sudah berada di sofa itu sembari memainkan gadget-nya, menoleh. Merasa hyung-nya itu berbicara padanya karena tak ada siapa-siapa di dorm saat itu, sang maknae melontarkan pertanyaan singkat.

"Apa?"

"Ken hyung.." Jawaban singkat dari Hongbin hanya terbalas oleh anggukan Hyuk yang kini kembali fokus pada game di iTouch-nya. "Sejak kejadian Ken hyung pingsan di practice room, dia selalu menempel pada N hyung."

"Kau benar, hyung." Ucap Hyuk singkat sebelum mematikan gadget-nya, dan menyandarkan kepala di sandaran sofa. "Tapi entah kenapa aku merasa ada yang aneh. Ken hyung tidak pernah menyukai N hyung, kan?"

Hongbin hanya mengangguk. Keadaan hening sesaat, sebelum terdengar suara helaan nafas yang lumayan panjang dari Hyuk.

"Aku hanya kasihan dengan Leo hyung.."

Hongbin menoleh dengan ekspresi bingung. "Leo hyung?"

"Coba berpikir selayaknya kau dalam posisi Leo hyung. Kau yang sebelumnya selalu bersama Ken hyung. Apa perasaanmu, setelah tiba-tiba Ken hyung seperti melupakanmu dan kini tidak pernah mengacuhkanmu?"
Hongbin meletakkan jari telunjuknya di dagu, memikirkan bila ia adalah Leo.

"Kalau aku adalah Leo hyung, aku akan merasa senang. Kau tahu, kan, Leo hyung itu tidak suka dengan hal berisik. Dan kalau hal berisik-yang disebut dengan Ken hyung-itu pergi, tentu dia sangat merasa tenang." Jawab Hongbin dengan polosnya.

Hyuk memukul lengan kekar Hongbin setelah mendengar jawaban sang visual itu. Hongbin sendiri pun hanya bisa meringis kesakitan.

"Hyung babo. Memang hyung pikir alasan apa yang membuat Leo hyung mau tak mau mengikuti Ken hyung ke mana pun dia minta? Selalu memberikan apa pun yang Ken hyung mau?" Nada bicara Hyuk mulai terdengar kesal.

"Mungkin agar Ken hyung diam dan berhenti merengek?"

Sang maknae kini hanya menepuk keningnya sendiri, kemudian terdiam. Membiarkan sang visual berpikir, dan memikirkan bagaimana cara menjelaskan masalah ini pada Hongbin.

"Tunggu! Apa mungkin Leo hyung-"

"Bagus, kalau hyung sudah menyadarinya." Kalimat Hyuk terdengar dingin, membuat lelaki yang tadinya berwajah terkejut, kini kebingungan.

"Hyuk-ah. Kenapa kau terlihat kesal?"

Hyuk tak menjawab. Sang maknae itu malah beranjak meninggalkan sofa di mana ia dan hyung-nya itu duduk sebelumnya. Meninggalkan sang visual yang masih kebingungan dengan sikapnya.

Langkahnya cepat menuju kamar. Dan mulutnya bergumam pelan.

"Kalau hyung tidak peka dengan perasaan hyung yang lain, bagaimana kau akan tahu perasaanku?"

.

.

.

.

.

TO BE CONTINUED


A/N : Nyahaah! Bener kan, pendek banget? wkwk Mian, author nggak tahu harus dibikin kayak apa biar lebih panjang. Sudah begini dari awal ya sudahlah begini jadinya (?)

Okay, thanks for reading and please review! Criticisms are allowed as long as you guys are not rude!

Thank you, and please wait for the next chapter! See ya! ^^