Chapter 4
My Chullie My Cinderella
By
RyoraChan
Pairing :: KyuChul ( Kyuhyun Heechul ), Hanchul ( Hankyung Heechul ,) slight Sichul
Disclaimer :: Chullie and Kyuhyun was forever Mine!
Warning :: YAOI, OOC, gaje, typo(s), M-Preg, NC.
Xxx
Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju ruang makan, Di ruangan itu terlihat seorang namja cantik yang sedang memakan roti dengan lahapnya.
" Kau rakus, Makan sendirian tidak membangunkan aku "
" Aku tak peduli " Jawab Namja itu cuek.
Kyuhyun berpikir dalam hati, Orang ini cepat sekali berubah pikiran.
" Hey Evil, Tentang tadi malam terima kasih " Kata Heechul pelan
" Siapa yang Evil "
" Tentu saja dirimu "
" Tadi kau bilang apa, Aku tidak mendengarnya? " Goda Kyuhyun pura-pura tak mendengar apa yang Heechul katakan.
" Memangnya apa yang kukatakan? " Tanya Heechul heran.
" Kau mengatakan sesuatu tentang terima kasih padaku "
" LUPAKAN SAJA " Kata Heechul sambil meninggalkan ruang makan yang diikuti cengiran Kyuhyun.
Kyuhyun mengambil roti yang dimakannya lalu berjalan mengikuti Heechul ke ruang keluarga. Heechul yang sedang duduk di sofa menyalakan TV, Kyuhyun duduk disebelahnya. Cukup lama Heechul terdiam sambil melihat TV, tidak ada acara khusus yang ingin ditontonnya. Heechul hanya berusaha mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun yang dari tadi menatapnya tajam.
" Aish, Apa yang sebenarnya yang dipikirkan anak ini? " Batin Heechul.
" Setelah aku pikirkan lagi ternyata aku tidak salah jatuh hati padamu, Kau begitu cantik dan indah. Padahal aku sempat bingung kenapa aku bisa jatuh cinta pada Namja dengan temperamen buruk sepertimu " Ucap Kyuhyun tiba- tiba.
" Kau itu memuji atau menghinaku. Aku memang sudah seperti ini sejak dulu "
" Akan lebih baik kalau memiliki temperamen yang bagus juga "
" Apa kau tak pernah tahu kalau Tuhan itu adil. Aku memiliki wajah yang tampan dan kepintaran, Wajar saja bila aku memiliki temperamen yang buruk " Balas Heechul sambil memanyunkan bibir merahnya. Sangat imut pikir Kyuhyun, Ingin sekali dirinya merasakan manisnya bibir itu. Tapi keinginan itu dipendamnya dalam - dalam. Saat ini Kyuhyun hanya ingin mengetahui lebih banyak tentang Heechul.
" Siapa namja ini? " Tanya Kyuhyun sambil memperlihatkan sebuah foto, yang tampaknya membuat Heechul sedikit terkejut.
" Itu Hankyung " Jawab Heechul singkat, Heechul menghembuskan nafasnya dengan berat.
" Mungkin aku sebaiknya bercerita padamu, Karena kupikir kau akan terus menanyakan hal ini sampai kau mendapatkan jawaban dan aku tak mau hal mengganggu seperti itu terjadi "
" Kau memahami apa yang kupikirkan " Jawab Kyuhyun sambil tersenyum
" Hankyung adalah teman baikku atau bisa dibilang mantan kekasihku " Kata Heechul yang membuat Kyuhyun sedikit terkejut. Tapi dia masih fokus mendengarkan cerita Heechul.
Aku dan Hankyung telah berteman lama, kami tinggal bersama dalam satu apartemen selama kurang lebih 4 tahun. Dulu aku disekolahkan Appaku di Super School, karena Appaku tahu aku tidak mungkin bisa bersekolah di sekolah umum dengan temperamenku yang buruk. Di sekolah itu aku bertemu dengan Donghae, Siwon,Eunhyuk,Jung Mo,Teukie dan Kibum, Mereka adalah sahabat yang sudah aku anggap saudaraku sendiri.
Di sekolah itu kami tinggal dalam dorm, Satu kamar ditempati dua orang, Hankyung adalah teman sekamarku. Di awal pertemanan, Kami lebih banyak diam karena aku bukanlah orang yang cepat beradaptasi dengan orang yang baru kukenal. Kami juga mengalami kesulitan berkomunikasi, Karena Hankyung berasal dari cina, Dia tidak bisa menggunakan bahasa korea. Pada awalnya kami menggunakan bahasa isyarat, tapi pelan – pelan aku mulai mengajari Hankyung bahasa Korea.
Dia adalah orang yang sangat baik, tulus dan pekerja keras. Terlalu banyak hal menyenangkan dan indah yang kami alami bersama – sama. Karakternya yang tenang dan kalem dapat mengimbangi karakterku yang cenderung tempramental. Banyak teman kami yang heran melihat kedekatan kami. Bagiku dia adalah Satu – satunya orang yang bisa mengerti dan menerimaku apa adanya.
2 tahun setelah tinggal bersama, akhirnya Hankyung menyatakan perasaannya padaku. Aku sangat senang dengan hal itu, Karena aku juga sangat menyukainya. Heechul tersenyum sangat manis saat mengingat lagi kenangannya bersama Hankyung.
Tidak lama kemudian kami pun menjalin hubungan serius, Aku juga telah memberitahu Eomma dan Appaku. Mereka senang dan menerima hubunganku dengan Hankyung, Karena mereka sekarang melihatku lebih ceria dan terbuka setelah berteman dan berhubungan dengannya.
" Lalu apa yang terjadi selanjutnya, Kemana Hankyung sekarang? " Tanya Kyuhyun penasaran.
Heechul terdiam sejenak, setelah mendengar pertanyaan Kyuhyun.
" Aku masih mengingat hal itu dengan jelas "
Pada tanggal 19 maret, saat aku menunggu Hankyung di dorm untuk merayakan hari jadi kami. Aku sudah menyiapkan segalanya dengan bantuan Donghae, Teukie dan Kibum. Hankyung memasuki Dorm kami, Diam tanpa mengatakan apa – apa. Tapi aku bisa melihat matanya sembab seperti habis menangis.
" Gwaenchanayo, Han ? "
" Anio, Chullie tidak apa – apa "
" Jangan Bohong padaku "
Hankyung langsung memeluk tubuh mungil Heechul, air matanya menetes.
" Mianhamnida, Chullie "
" Apa maksudmu, Ge? "
" Appaku meninggal, Aku harus kembali ke China "
" MWO !? "
" Aku cukup terkejut dengan apa yang baru saja kau katakan saat ini aku benar – benar ingin bersamamu tapi aku tidak boleh egois keluargamu lebih membutuhkanmu saat ini "
" Kau harus pergi Ge, Appa yang kau sayangi telah pergi. Pasti sangat berat bagimu, Chagi " Kata Heechul sambil mengelus punggung Hankyung.
" Mian, Chullie. Aku tak ingin hal ini terjadi, Tapi aku telah memutuskannya karena ini permintaan Appaku yang terakhir "
" Apa yang kau bicarakan Ge, Kau kan hanya harus kembali ke China lalu nanti kembali kesini kan? " Tanya Heechul bingung.
Hankyung hanya diam,
" Han, Jawab aku "
" Mian Chullie aku tak bisa, Aku tak bisa kembali lagi ke Korea menemuimu "
" Apa maksudmu, Han? "
" Permintaan terakhir Appaku adalah aku harus kembali ke China dan menikahi wanita yang telah dijodohkan denganku. Aku harus mengurus perusahaan yang telah didirikan Appaku dengan susah payah "
" Tapi kan kau masih belum cukup umur, Han "
" Aku tahu, Tapi itu permintaan terakhir Appaku Chullie dan aku sudah membuat keputusan. Aku akan pergi ke China kembali pada keluargaku "
Heechul terdiam tak bisa berkata apa – apa. Mulutnya seakan terkunci, kakinya berjalan gontai menuju tempat tidur. Air matanya mulai menetes.
" Chullie, Aku menyayangimu sangat menyayangimu, Kumohon katakan sesuatu jangan diam seperti ini " Bujuk Hankyung karena melihat Heechul hanya diam.
" Kapan kau berangkat, Han? "
Hankyung hanya diam tak menjawab.
" Kalau itu keputusanmu aku tak bisa apa –apa lagi. Pergilah, Han "
Sepanjang malam Heechul hanya terdiam. Teman – teman yang lain sangat mengkhawatirkan Heechul. Mereka memutuskan untuk membujuk Hankyung supaya tetap tinggal, tapi sepertinya keputusan Hankyung sudah bulat. Heechul dan Teman – temannya hanya bisa menghormati keputusan yang telah dia buat. Karena mereka menyayanginya, sangat sayang.
Tiga bulan setelah kepergian Hankyung, Duniaku seakan runtuh hancur berantakan. Aku hanya mengurung diri di kamar. Aku tidak mau menemui siapa – siapa, Aku mengalami depresi berat. Aku seperti mayat yang hidup, Aku tidak dapat merasakan apa – apa. Keluarga dan temanku berusaha menghiburku, mereka terlihat sangat mengkhawatirkan aku.
Aku mulai hidup dengan benar berkat perkataan Eunhyuk dan teman yang lain. Aku sangat tersentuh dan merasa bersalah pada orang – orang yang menyayangiku karena telah membuat mereka khawatir.
Lagu klasik yang sering aku dengarkan, Adalah lagu favorite Hankyung. Saat itu dia memainkan lagu itu dengan menggunakan piano hanya untukku. Makanya aku sangat menyukai lagu itu karena lagu itu akan selalu membuatku mengingatnya. Mengingat Pangeran dari China yang telah berhasil merebut hatiku. Kata Heechul sambil mengusap air mata di pipinya.
" Sudah lama aku memendam hal ini, Kyu "
" Pasti sangat berat untukmu " Kyuhyun memeluk tubuh Heechul dengan sangat erat.
" Itu masa lalu "
" Apa kau masih mencintainya? " Tanya Kyuhyun ragu
" Dia adalah cinta pertamaku " Jawab Heechul pelan.
" Aku tidak mengerti kenapa namja beruntung seperti dia meninggalkanmu begitu saja "
" Beruntung ? "
" Ne, Karena dia bisa merebut hatimu. Tapi dia bodoh melepaskannya begitu saja, Cinta pertama yang kau rasakan telah melukai hatimu. Jangan Khawatir aku tidak akan pernah menyakiti dirimu "
" Percaya diri sekali "
" Tentu saja, Aku kan Cho Kyuhyun "
" Lepaskan pelukanmu, Aku tidak bisa bernafas "
" Tidak mau, Aku jadi semakin mencintaimu "
" Terserah " Kata Heechul sambil memutar bola matanya lalu mendorong tubuh Kyuhyun.
" APPO " Kata Kyuhyun sambil membelai kakinya yang sakit karena di tendang oleh Heechul.
" Kenapa kau tidak bisa bersikap sedikit manis padaku "
" Malas "
Heechul berjalan meninggalkan Kyuhyun dengan sebuah senyuman di wajah cantiknya
.
.
" Liburanmu tinggal 4 hari lagi, Kau mau kemana lagi biar aku antar "
" Tidak mau apa – apa, Selain dirimu Heechul "
" MWO! " Teriak Heechul dengan muka yang agak merah sekarang.
" Hahaha, Kau akan jadi milikku nanti pasti " Ucap Kyuhyun mantap
" Jangan mimpi di siang bolong, Bikin permintaan yang wajar "
" Aku serius " Bantah Kyuhyun
" Aku bosan menanggapimu "
Kyuhyun tidak bosan – bosannya menggoda cinderella cantiknya.
Hari itu Heechul mengajak Kyuhyun berkeliling ke perkebunan milik keluarganya. Padahal cuaca hari itu sangat dingin tapi Heechul terlihat biasa saja, Sedangkan aku kedinginan setengah mati. Yah, sejak kecil aku hidup di Seoul yang hangat. Tidak seperti Heechul yang asli penduduk Kangwondo yang dingin. Karena tidak kuat dingin aku mengajak Heechul pulang.
" Kenapa, Tidak kuat dingin? " Goda Heechul dengan senyum evilnya.
" Ayo, Pulang sebelum aku mati beku disini " Teriak Kyuhyun.
" Arraseo, Dasar lemah "
Setibanya di rumah Kyuhyun langsung masuk kamar, berusaha menghangatkan badannya yang menggigil kedinginan. Kyuhyun berbaring di ranjang dengan selimut tebal yang menyelimuti seluruh badannya. Kepalanya terasa berat dan pusing
" Kyu, Makan malamnya sudah siap. Cepat turun " Teriak Heechul
Tapi tak ada jawaban dari Kyuhyun, setelah dipanggil beberapa kali tidak menjawab. Heechul memutuskan untuk mendatanginya di kamar.
" C-Cklek " Suara pintu terbuka,
" Kyu, Ayo makan nanti kalau kau sakit. Aku bisa kena marah Eomma " Kata Heechul sambil membuka selimut yang menutupi tubuh Kyuhyun.
" Aneh ", pikir Heechul karena Kyuhyun tak memberikan reaksi apa – apa.
" Apa dia Sakit? ", Kata Heechul sambil memegang kening Kyuhyun yang ternyata sedang demam.
" OMO, Kau demam" Heechul langsung mengambil handuk dan menbersihkan tubuh Kyuhyun yang penuh keringat dengan handuk hangat. Dia mengganti baju Kyuhyun dengan piyama. Lalu menyelimuti Kyuhyun dengan selimut.
Heechul termasuk orang yang sangat tanggap dan perhatian dalam hal – hal macam ini. Heechul mengambil obat dan membuat Kyu meminum obatnya dalam keadaan setengah sadar. Selama semalaman Heechul menjaga Kyuhyun di kamar.
Perlahan – lahan mata Kyuhyun terbuka, Kepalanya pusing, Matanya sayup – sayup menangkap sosok seorang namja cantik yang tertidur di sebelah ranjangnya.
" Cantik Sekali " Pikir Kyuhyun
Heechul tidak sengaja terbangun dan melihat Kyuhyun telah sadar.
" Kau sudah bangun, Kau lapar "
Kyuhyun hanya mengangguk lemah. Tidak lama kemudian Heechul datang dengan membawa semangkuk bubur di tangannya. Dengan perlahan dan hati – hati disuapinya Kyuhyun. Kyuhyun sangat menikmati perhatian dan kasih sayang Heechul. Membuatnya merasa dimanjakan.
" Pasti kau akan jadi Istri yang hebat buatku " Kata Kyuhyun sambil tersenyum menatap Heechul.
" Kau gila, Karena panas separuh otakmu sudah tak bekerja dengan baik " kata Heechul
" Aku memang gila, Gila karena dirimu Cinderellaku yang cantik " Kata Kyuhyun sambil mencium bibir Heechul cepat.
" Kau mau menulariku ya, Cepat Minum obatmu. Dasar orang sakit " jawab Heechul sambil berjalan meninggalkan Kyuhyun di dalam kamar. Kyuhyun dapat melihat dengan jelas wajah Heechul memerah. Keinginan untuk memiliki Heechul semakin besar saja.
" AGH... Aku ingin 'memakannya', Tapi jangan sekarang, Aku kan lagi sakit kalu dia tertular bagaimana " Batin Kyuhyun.
.
.
Heechul memasuki kamar Kyuhyun sambil membawa baskom berisi handuk dan air handuk untuk membasuh tubuh Kyuhyun.
" Dia sedang tidur " pikir Heechul.
Heechul mulai membuka piyama atas Kyuhyun dan membersihkan tubuh bagian atasnya. Dengan perlahan dia mengusapkan handuk tersebut ke tubuh putih Kyuhyun.
" Dasar cinderella nakal " Kata Kyuhyun sambil menjatuhkan Heechul ke ranjang. Ternyata dia berpura – pura tidur pikir Heechul dalam hati.
Kyuhyun memandangi wajah putih dan mulus Heechul sambil sedikit menelan ludah. Pelan – pelan di kecupnya bibir merah Heechul yang menggoda. Dilumatnya bibir Heechul dengan lembut, dia mencoba mencari jalan memasuki mulut Heechul. Tangannya mulai bergerak menyentuh belakang telinga Heechul berusaha mencari titik sensitivenya.
" Hmn..." desah Heechul pelan sambil sedikit membuka mulutnya. Tanpa ragu Kyuhyun memasukkan lidahnya ke dalam rongga hangat Heechul dan mulai menjelajahinya ke semua sudut. Saliva – saliva mengalir deras dari sudut bibir Heechul.
" Aku rela demam terus kalau kau yang merawatku "
" Orang sakit tidak akan memiliki kenginan berbuat mesum seperti dirimu "
" Aku seperti ini karena dirimu yang terlalu cantik "
" Maaf saja, Aku ini tampan bukan cantik "
" Dimataku kau terlihat cantik " Kyuhyun kembali melumat bibir Heechul dengan lembut.
" Ting Tong, Heechul, Kyuhyun Dimana kalian?", Terdengar suara nyonya Kim yang memanggil.
" Aish, kenapa harus disaat seperti ini " Pikir Kyuhyun sambil melepaskan ciumannya pada Heechul.
" Aigo, Sampai basah begini " Kata Kyuhyun sambil membersihkan bibir dan pipi Heechul dari salivanya atau saliva Heechul. Heechul hanya terdiam tak percaya dengan apa yang dilakukan Kyuhyun. Kyuhyun menepuk pipi Heechul pelan, berusaha menyadarkan Heechul.
" Kau tak apa – apa kan? "
"Anio, Aku harus segera menemui Eomma " Ucap Heechul sambil berjalan turun diikuti oleh Kyuhyun.
" Kenapa Ahjumma bisa kesini?" tanya Kyuhyun.
" Aku yang menelpon Eomma, Takut kalau terjadi sesuatu padamu " Heechul tak berani menatap wajah Kyuhyun karena malu.
.
.
" Kyuhyun, Kau baik – baik saja, Nak? " tanya Nyonya Kim Khawatir.
" Nee, Ahjumma Heechul Hyung menjagaku dengan baik "
" Syukurlah kalau begitu, Aku sempat khawatir kalian jadi tidak akur karena temperamen Heechul yang sering berubah "
" Eomma, Kenapa berbicara begitu " Protes Heechul
" Sudahlah, Ayo makan Eomma membawakan makanan untuk kalian "
Saat makan, dan saat Nyonya Kim pergi, Heechul sama sekali tak memandangku. Dia langsung masuk ke kamar dan belum keluar sampai sekarang. Apa dia marah karena apa yang kulakukan tadi, Bagaimana kalau dia tidak mau melihat aku lagi. Aku tak mau hal itu terjadi.
" Heechul kenapa kau menghindariku, Memangnya apa yang kulakukan? "
" Apa yang kau katakan Kyu, Itu hanya perasaanmu saja " Jawab Heechul sambil melahap sarapan paginya.
" Bahkan saat bicara kau tak memandang wajahku "
" Aku selesai makan, Aku mau pergi dulu " Heechul lalu berdiri meninggalkan ruang makan.
" Anio, Kau belum menjawab pertanyaanku, Kenapa kau menghindariku dari kemarin? " Tanya Kyuhyun sambil memegangi erat tangan Heechul. Wajah Heechul mendadak menjadi merah mengingat kejadian kemari.
" Lepas ", Heechul berontak
" Anio, Sampai kau jawab pertanyaanku "
Heechul tahu betapa keras kepalanya anak ini, tidak ada jalan lain selain memberitahu dia alasannya.
" Aku malu "
" Wae " tanya Kyuhyun yang tidak begitu jelas mendengar apa yang dikatakan Heechul.
" Aku malu Kyu, Aku sudah lama tidak melakukan hal – hal semacam itu " Kata Heechul sambil menggigit bibir bawahnya. Yang membuatnya kelihatan semakin menggoda di mata Kyuhyun.
" Tidak biasanya kau bersikap baik seperti ini Cinderella "
" Cinderella, May i kiss u again? " tanya Kyuhyun dengan senyum manisnya.
" Mwo! Andwe " Jawab Heechul salah tingkah.
" Jangan khawatir Cinderellaku, Prince Kyu tidak akan pernah menyakiti atau meninggalkanmu, Itu janjiku " Ucap Kyuhyun sambil mendaratkan Ciuman lembut di bibir Heechul.
" Prince, huh... yang benar saja kau itu Evil bukan Prince " Ejek Heechul
" Kenapa kau melakukan ini semua, Kyu?" Tanya Heechul
" Kenapa, Kau bertanya padaku kenapa aku melakukan hal ini. Tentu saja karena aku mencintaimu "
"Cup" Kyuhyun mulai melumat bibir Heechul lagi, kali ini Heechul membalas lumatan bibir Kyuhyun.
" Apa kau menerima cintaku, Cinderella? "
" Kita lihat nanti, Prince Kyu" jawab Heechul sambil mengeluarkan evil smirknya.
" Omo, Apa yang kalian lakukan " Teriak Nyonya Kim diikuti tatapan horor dari Kyuhyun dan Heechul.
" Eomma " Heechul langsung mendorong tubuh Kyuhyun.
" Aish, aku lupa kalau Eomma Kim ada disini " Batin Kyuhyun
" Apa terjadi sesuatu? " Tanya nyonya kim sekali lagi.
" Kyuhyun bilang kepalanya pusing Eomma " Jawab Heechul seadanya.
Kyuhyun melotot pada Heechul sambil berbisik, " Apa tidak ada alasan lain yang lebih bagus "
Tapi Heechul hanya menjulurkan lidahnya sebagai jawaban pada Kyuhyun.
" Omo, Kalau bagitu kau harus berbaring Kyuhyun, Apa yang akan kukatakan pada Appamu kalau kau sakit "
Nyonya Kim langsung menarik tangan Kyuhyun dan membaringkan paksa tubuh Kyuhyun di ranjang.
" Hari ini kau tidak boleh keluar ranjang, Arraseo " Ucap nyonya kim dengan sangat tegas.
" Ne" jawab Kyuhyun pasrah
Heechul tertawa melihat perlakuan Eommanya pada Kyuhyun.
" Rasakan "
" Kapan aku bisa merasakan bibir itu lagi? " Tanya Kyuhyun dalam hati.
Liburan Musim panas telah berakhir mereka kembali ke seoul dibawah pengawasan Nyonya kim.
