...School Of Magic...

.

.

.

Disclaimer : Naruto [Masashi Kishimoto]

Created by : Al - kun666

Rated : T

Genre : Action, Adventure, Fantasy, Martial Art, School, Sci - Fi, Romance and Etc.

Pairing : ?

Warning : Typo (s), Miss Typo (s), OOC, OC, Alternative Universe and Etc.

Don't like, Don't read ..

.

.

Summary : Kyoto Akademi, salah satu sekolah sihir terbesar dijepang, Namikaze Naruto seorang pemuda dengan minat yang kurang tentang sihir, terpaksa harus masuk sekolah tersebut karena paksaan kedua orang tuanya.

.

.

Chapter 4

..

.

"I-itu .." Guman Kyuubi terbata saat melihat Skeleton Dragon yang keluar dari lingkaran sihir berwarna ungu besar yang tiba - tiba muncul dilangit.

"Grooargghh !" Naga tersebut meraung dengan keras, yang membuat beberapa siswa yang melihatnya sedikit ketakutan.

"..." Naruto sendiri hanya diam melihat itu, tak lama kemudian dirinya bangun lalu berlalu meninggalkan Kyuubi yang masih menatap kaget kemunculan Skeleton Dragon yang tiba - tiba.

Sementara itu ditempat kepala sekolah, Tsunade kini nampak panik karena kemunculan Skeleton Dragon yang tiba - tiba ditengah - tengah Dungeon.

"Ini pasti perbuatan pengguna Foribidden Magic, tapi ... siapa?" Guman Tsunade yang nampaknya sedang berfikir keras, dirinya juga sudah menyuruh Kakashi dan beberapa guru lain nya untuk segera mengamankan area kemunculan Skeleton Dragon itu, agar tidak ada murid yang terluka.

"Tenanglah Tsunade, jika lingkaran sihir itu muncul di Dungeon, itu artinya pengguna Foribidden Magic itu juga pasti ada dalam Dungeon" Ucap Jiraiya yang mencoba menenangkan Tsunade.

"Tapi siapa Jiraiya?!, kau tahu sendiri tidak ada yang memiliki jenis sihir itu di sekolah kita !" Balas Tsunade dengan nada yang naik satu oktaf sambil memijit keningnya pusing.

Sedangkan Jiraiya yang mendengarnya hanya menghela nafas sesaat, tak lama kemudian Jiraiya mulai beranjak dari situ, dan berjalan keluar tenda.

"Mau kemana kau?" Tanya Tsunade yang kini menatap heran Jiraiya.

"Hm, aku akan membantu para guru untuk mengalahkan mahluk itu, lagipula aku juga guru disini" Balas Jiraiya sambil tersenyum lebar kearah Tsunade yang membuat Tsunade menghela nafas dibuatnya.

"T-tsunade - sama !"

Belum sempat Jiraiya keluar tenda, seorang guru wanita berambut ungu yang dikuncir satu nampak masuk dengan tergesa - gesa sambil meneriaki nama Tsunade dengan sedikit tergagap.

"Ada apa Anko?" Tanya Tsunade yang kini menatap Anko dengan heran.

"Ini gawat !" Balas Anko sambil mengatur nafasnya yang sedikit terengah - engah.

"Memangnya apa yang gawat Anko?" Balas Tsunade dengan sebelah alisnya yang sudah terangkat.

"Ini benar - benar gawat Tsunade - sama !"

Dahi Tsunade mulai berkedut kesal mendengar jawaban Anko barusan, sedangkan Jiraiya yang melihatnya pun mulai mengambil inisiatif sendiri.

"Jelaskan bagaimana situasi disana Anko, dan apa yang gawat?" Tanya Jiraiya yang kini tengah memandang serius Anko.

"Situasi disana benar - benar gawat Jiraiya - sa-"

Braakk ..

Tsunade memukul meja didepan nya dengan keras hingga membuat meja tersebut belah menjadi dua, dan tentu saja mengagetkan Anko dan Jiraiya yang berada disana.

"Jelaskan apa yang kau sebut gawat itu, sekarang juga Mitarashi Anko !" Ucap Tsunade yang kini menatap tajam Anko yang sedang berkeringat dingin.

"S-sebenarnya, Skeleton Dragon itu tidak mempan terhadap sihir level 5 kebawah"

"A-apa?!" Balas Tsunade tak percaya, begitu pula Jiraiya yang menatap tak percaya Anko.

"K-kau tidak bercanda kan?!" Lanjut Tsunade bertanya kepada Anko dengan wajah tidak percaya.

"H-ha'i, sihir kami yang berada di level 5 kebawah tidak mempan terhadap tubuhnya" Balas Anko takut - takut saat melihat wajah Tsunade yang berubah menjadi garang.

"Sialan !" Teriak Tsunade yang langsung saja pergi meninggalkan Jiraiya dan Anko yang saling berpandangan untuk sejenak yang tak lama kemudian pergi menyusul Tsunade yang terlebih dahulu pergi meninggalkan mereka.

...xxXxx...

"Hahaha lihatlah para guru bodoh itu, mereka pikir bisa menghancurkan Skeleton Dragon milikmu hanya dengan serangan sihir murahan seperti itu, sihir level 7 Foribidden Magic memang hebat hahaha" Ucap seseorang yang memakai jubah hitam disalah satu dahan pohon sambil memperhatikan para guru Kyoto Akademi yang nampak terus - menerus menyerang Skeleton Dragon dengan sihir level 5 kebawah, meskipun semua sihir itu tidak ada yang mempan sama sekali.

"Tentu saja, aku menguras setengah mana ku untuk menggunakan sihir level 7 itu" Balas salah seorang sosok berjubah hitam yang kini tengah menyandarkan punggungnya disalah satu batang pohon.

"Haha, tapi aku tak menyangka Taichou cuma menugaskan kita untuk hal ini, bukankah lebih baik jika membunuh beberapa siswa atau guru mungkin" Balas sosok yang kini tengah menyeringai dibalik jubah yang dikenakan nya.

"Kau tau sendiri Kuro, ini hanyalah pengalih perhatian untuk memudahkan rencana Taichou" Balas sosok yang kini masih menyenderkan punggungnya dengan santai.

Sosok yang dipanggil Kuro tersebut hanya terkekeh pelan.

"Yah meski begitu, tidak salah bukan, jika kita membunuh satu atau dua murid, Shiro?" Tanya Kuro sambil menyeringai kecil kearah sosok yang dipanggil Shiro.

Shiro sendiri yang mendengar penuturan Kuro hanya menghela nafasnya pelan.

"Hentikan kebiasaan burukmu itu Kuro, kau bisa mengacaukan rencana Taichou karena sifatmu itu" Balas Shiro yang tak lama kemudian mengalihkan pandangan nya kearah Skeleton Dragon miliknya yang nampak sedang mementalkan beberapa guru yang nampak menyerangnya menggunakan Body Magic.

Sementara itu di tempat para guru, Kakashi kini tengah mengkomando para guru untuk segera mengambil posisi bertahan dan berhenti menyerang Skeleton Dragon menggunakan sihir level 5 kebawah.

"Kalau memang sihir level 5 tidak mempan, maka tidak ada cara lain" Guman Kakashi yang tak lama kemudian mulai berkonsentrasi untuk menggunakan sihir level 6 miliknya.

"The Black Hole : Kamui !" Teriak Kakashi yang bersamaan dengan itu muncul lingkaran sihir berwarna putih di sayap kiri Skeleton Dragon yang sedang terbang di atas mereka.

Tak lama kemudian dari lingkaran sihir itu muncul Black Hole berskala kecil yang membuat sayap kiri Skeleton Dragon menghilang, dan terjatuh karena kehilangan keseimbangan.

Blaarr ..

Skeleton Dragon jatuh dengan keras hingga membuat beberapa pohon tumbang dan hancur, untung saja para guru sudah mempersiapkan sihir pertahanan agar mereka tak ikut terkena imbasnya.

"Groaaarrghh !" Skeleton Dragon nampak meraung keras dan mencoba bangkit meskipun tanpa sayap kirinya.

"Baiklah semuanya, siapkan sihir terkuat kalian, kita akan menyerangnya bersama - sama dengan aba - abak-"

"One Punch Death !"

Braakk .. Blaarr ..

Ucapan Kakashi terputus kala tiba - tiba Tsunade muncul diatas Skeleton Dragon, dan memukul kepala naga tersebut dengan tangan nya yang sudah terselimuti aura biru pekat dengan keras, hingga membuatnya hancur dengan kawah yang cukup lebar disana.

"S-sugoii"

Beberapa guru nampak kagum dengan kekuatan kepala sekolah mereka yang dapat mengalahkan Skeleton Dragon hanya dengan satu pukulan, sedangkan Tsunade sendiri memang menggunakan sihir Body Magic level 7 untuk menghancurkan kepala naga buluk tadi.

Sementara itu ditempat Kuro dan Shiro, keduanya nampak memandang kejadian tersebut dengan ekspresi yang berbeda.

"Wah sugoii, dia menghancurkan Skeleton Dragon milikmu hanya dengan sekali pukul" Ucap Kuro yang kini tengah tertawa pelan melihat ekspresi kesal Shiro.

"Cih, tentu saja, lagipula dia adalah pengguna Body Magic yang pertama mencapai level 8 di jepang, sihir level 7 tidak akan ada apa - apanya jika lawan nya adalah dia, tapi .. pertunjukan baru saja dimulai, karena sihir Foribidden Magic itu semuanya spesial" Ucap Shiro yang kini tengah menyeringai kecil di balik jubah yang dipakainya saat melihat kepala dan sayap kiri Skeleton Dragon yang hancur tiba - tiba menyatu kembali dengan cepat.

"M-mustahil !"

Para guru menatap tidak percaya apa yang terjadi didepan nya, begitu pula Tsunade yang memang berada paling dekat dengan Skeleton Dragon yang kini kembali utuh.

"Grooaarrgghh !" Skeleton Dragon meraung dengan keras yang tak lama kemudian mengumpulkan energi ungu dari mulutnya.

"Cepat buat sihir pertahanan terkuat kalian !" Teriak Tsunade yang mengkomando para guru untuk segera membuat sihir pertahanan terkuat mereka, sedangkan Tsunade sendiri kini tubuhnya sudah diselimuti aura berwarna biru pekat dengan lingkaran sihir yang muncul dibawah kakinya, untuk seorang pengguna Body Magic, cara bertahan mereka memang sedikit unik, daripada menggunakan Mana untuk membuat sebuah kubah atau Shield untuk melindungi dirinya, pengguna Body Magic sendiri lebih cenderung menggunakan Mana nya untuk melapisi tubuh mereka secara langsung.

Karena faktanya, rata - rata fisik pengguna Body Magic memang berada di atas rata - rata fisik pengguna Magic lain nya.

Wuusshh .. Dhuaarr ..

Skeleton Dragon menembakan energi berwarna ungu di mulutnya kearah para guru yang membuat sihir pertahanan, hingga menimbulkan ledakan yang cukup besar.

Tak lama kemudian ledakan itu menghilang, kepulan debu nampak menutupi daerah sekitar, pohon - pohon yang tadi menghiasi tempat itu kini sudah hancur sebagian besarnya karena serangan tadi, nampak juga beberapa mayat Goblin dan Orc yang mati dan tak lama kemudian menghilang menjadi partikel cahaya.

"Groaargh !" Untuk kesekian kalinya Skeleton Dragon meraung dengan keras hingga membuat debu yang menutupi area sekitar mulai menghilang dan menampilkan para guru yang nampaknya selamat dari serangan tadi, meskipun sebagian dari mereka ada yang kelelahan bahkan pingsan karena kehabisan Mana.

"Kakashi, cepat bawa guru yang terluka dan yang sudah kehabisan mana kembali ke sekolah dan suruh Shizune untuk menyembuhkan mereka, biar disini aku yang urus, dan untuk kalian yang masih bertahan, bantu Kakashi untuk membawa rekan kalian, dan sampaikan pada para murid bahwa Survival Training ini dibatalkan dan segera kembali ke sekolah, cepat !" Perintah Tsunade yang kini terlihat sangat kesal, bagaimana tidak, dari 10 guru yang menghadapi Skeleton Dragon, hanya tersisa 4 orang termasuk Kakashi yang belum kehabisan Mana.

"Fire Element : Fire Ball !" Seru sebuah suara yang tak asing di telinga Tsunade, yang tak lama kemudian muncul lingkaran sihir berwarna merah diatas Skeleton Dragon dan mengeluarkan sebuah bola api berdiameter 5 meter yang kini melesat turun kearah Skeleton Dragon.

Blaarrr ..

Terjadi ledakan kecil saat bola api tersebut mengenai kepala Skeleton Dragon dengan telak.

Tap ..

"Yahh, ternyata memang tidak mempan ya".Guman sang pelaku penyerangan saat melihat Skeleton Dragon yang nampak baik - baik saja sambil mendaratkan kakinya didekat Tsunade yang hanya melirik kearahnya.

"Bukankah kau sendiri sudah dengar dari Anko bahwa sihir level 5 kebawah tidak akan mempan Jiraiya?!".Ucap Tsunade pada pelaku penyerangan yang ternyata adalah Jiraiya.

"Yaahh aku hanya ingin melihatnya langsung dengan mataku sendiri" Balas Jiraiya sambil menggaruk tengkuknya lalu tersenyum lebar kearah Tsunade.

Tsunade sendiri hanya menghela nafasnya pelan, kelakuan Jiraiya dari dulu memang tidak pernah berubah.

"Jadi, kau sudah menemukan kelemahan nya?" Tanya Tsunade dan dibalas anggukan oleh Jiraiya.

Jiraiya daritadi memang sudah berada disana bersamaan dengan Tsunade yang melancarkan serangan pertamanya, hanya saja dirinya memang terlebih dahulu diam mengamati dan mencari tahu kelemahan Skeleton Dragon.

"Kau lihat permata ungu yang berada didalam dadanya, kurasa itulah kelemahan nya" Jelas Jiraiya sambil menunjuk permata ungu yang melayang di dalam tubuh tengkorak Skeleton Dragon.

"Kau .. yakin?" Tanya Tsunade yang nampak melihat Jiraiya ragu - ragu, oke bukan dirinya tidak mempercayai Jiraiya, hanya saja kadang - kadang spekulasi Jiraiya itu salah besar, pernah sekali dirinya dan Orochimaru hampir mati dulu karena Jiraiya yang salah memberikan informasi tentang kelemahan monster yang mereka lawan, jadi wajar bukan jika dia sedikit ragu dengan Jiraiya?.

"Oh ayolah hime, sampai kapan kau tidak mempercayaiku terus" Balas Jiraiya yang kini tengah memasang wajah sebal.

"Itu bukan salahku, memangnya dulu siapa yang membuatku dan Orochimaru hampir mati karena spekulasinya?!"

Tsunade merengut sebal saat melihat Jiraiya yang malah bersikap seolah - olah itu bukan salahnya, dasar laki - laki.

"O-oke oke itu salahku, jadi untuk sekarang kita coba dulu saja spekulasiku, lagipula tidak ada titik kelemahan lain selain itu kan?"

"Awas saja kalau spekulasimu membuatku hampir mati lagi" Balas Tsunade sambil memejamkan matanya untuk berkonsentrasi.

"Haah lagipula dia tidak akan mati semudah itu, dia kan pengguna Healer Magic level 7" Bisik Jiraiya menggerutu pelan, oh ayolah Tsunade terlalu melebih - lebihkan masa lalu.

"Ayo mulai !"

...xxXxx...

Shikamaru terbangun dari tidurnya saat mendengar sebuah ledakan yang lumayan besar tak jauh dari tenda kelompoknya.

"Hoaamm" Shikamaru kembali menguap pelan sambil berjalan keluar tenda, namun nampaknya dia tidak menemukan tanda - tanda Lee maupun Naruto, yang membyat dirinya menghela nafas panjang.

"Ya ampun kemana kedua orang merepotkan itu" Keluh Shikamaru yang kini duduk didepan kedua tenda teman nya.

Kalau dipikir - pikir, Shikamaru memang baru saja bangun dari tidurnya, hal yang dia ingat saat sebelum dia tidur adalah Lee yang pergi mencari Monster sedangkan Naruto sendiri tak memberitahukan apa - apa padanya.

"Oh kau sudah bangun?"

Shikamaru dengan cepat menoleh keasal suara saat ia mendengar seseorang yang berbicara padanya.

"Eh? Naruto?" Tanya Shikamaru heran, saat melihat asal suara yang ternyata adalah Naruto yang sedang membakar tiga ikan tak jauh dari tempat tenda mereka.

"Apa?" Balas Naruto malas sambil membolak - balik ikan yang di bakarnya.

Sehabis diintrogasi oleh Kyuubi dan kemunculan Skeleton Dragon tadi, Naruto memang langsung saja kembali ketenda sambil membawa tiga ikan yang ia tangkap diperjalanan, baginya berada di sanapun tidak akan ada artinya, itu urusan guru bukan urusan nya.

Buat apa dirinya repot - repot mengurusi masalah orang lain?, asal kalian tahu, dirinya bukanlah sosok Hero yang akan selalu membantu orang yang sedang kesusahan.

"Darimana saja kau? dan dimana Lee?" Tanya Shikamaru yang kini dengan seenaknya mengambil satu ikan bakar milik Naruto, dan nampaknya Naruto juga tidak keberatan dengan hal itu.

Sedangkan Naruto hanya mengangkat bahunya pelan sambil memakan salah satu ikan bakar yang dipegangnya.

"Hei kalian, kenapa kalian masih ada di Dungeon, bukankah Survival Training ini dibatalkan karena kemunculan Skeleton Dragon, ayo cepat kembali ke sekolah, bila ada yang terluka segera ke ruang kesehatan"

Tiba - tiba seorang guru berwajah cukup sangar yang sedang memapah guru yang nampak pingsan berucap kepada Shikamaru dan juga Naruto yang tengah asik memakan ikan bakar.

"Eh? Skeleton Dragon?" Tanya Shikamaru heran, kenapa tiba - tiba begini, lagipula dirinya belum pernah dengar nama Skeleton Dragon sebelumnya.

Sedangkan Naruto sendiri hanya diam dan terus asik memakan ikan bakarnya, ini orang memang benar - benar mempunyai moto hidup 'bodo amat'.

"Sudahlah, ayo ikut aku kembali ke sekolah" Ajak guru tersebut yang hanya dibalas oleh anggukan Shikamaru.

"Sebentar, kami akan membereskan barang - barang kami terlebih dahulu" Balas Shikamaru yang kini mengajak Naruto membereskan tenda dan barang - barang mereka yang lain nya.

"Ayo berangkat"

...xxXxx...

Duakhh .. Blaarr ..

Tsunade mendarat dengan mulus ditanah sambil sedikit terengah - engah, berapa kalipun dia menyerang, Skeleton Dragon terus menerus kembali ke bentuk semula, bahkan sampai sekarang dirinya dan Jiraiya belum sempat menyentuh kristal ungu yang merupakan kelemahan Skeleton Dragon itu, menurut Jiraiya.

Dan dari tadi, dirinya terus - menerus menggunakan sihir level 6 yang membuat Mana nya lumayan terkuras.

Swwuusshhh .. Kraaakkk .. Pyaarr ..

Muncul panah yang terbuat dari es, yang melesat dengan cepat kearah kristal ungu yang berada di dalam tulang rusuk dada naga tersebut, dan dengan cepat setelah panah es itu mengenai kristal tersebut Skeleton Dragon seketika terselimuti es lalu hancur menjadi partikel cahaya.

Tsunade dan juga Jiraiya mengalihkan pandangan nya kearah panah tersebut berasal, dan mereka berdua dapat melihat sesosok gadis cantik berambut putih panjang yang mengenakan seragam khas Kyoto Akademi dengan pin perak yang menempel didadanya.

Tap ..

Gadis tersebut mendarat mulus didepan Jiraiya dan juga Tsunade yang kini tengah tersenyum kearahnya.

"Maaf atas keterlambatan saya Tsunade - sama, Jiraiya - sama" Ucap gadis tersebut sambil membungkukan badan nya.

"Tidak apa Kaguya - chan, terima kasih kau sudah menolongku dan juga Jiraiya, aku tidak tahu kau mempunyai sihir hebat yang dapat membuat mahluk tadi mati hanya dalam satu serangan" Puji Tsunade sambil tersenyum lembut kearah murid terbaiknya sekaligus murid yang menjabat sebagai ketua Osis ini.

Ootsutsuki Kaguya, merupakan murid paling berbakat di Kyoto Akademi, bagaimana tidak, di usianya yang masih muda ini, dirinya sudah menguasai Element Magic level 6, yang bahkan melebihi rata - rata level guru di Kyoto Akademi, tidak heran kalau dirinya menjadi ketua Osis di Kyoto Akademi.

"Ah tidak juga Tsunade - sama, Skeleton Dragon tadi memang sudah lemah karena serangan anda dan juga Jiraiya - sama" Balas Kaguya sambil tersenyum kecil, membalas senyuman Tsunade.

"Oh ya Kaguya - chan, apa semua murid baru sudah kembali kesekolah?" Tanya Tsunade sambil berjalan kearah Kaguya yang masih sedikit membungkukan badan nya.

"Sudah Tsunade - sama, para anggota Osis juga ikut membantu, jadi pengevakuasian berjalan cepat"

"Bagus kalau begitu, ayo kita kembali ke sekolah, ada yang ingin kuumumkan pada para murid baru"

Sementara itu ditempat Shiro dan Kuro, keduanya yang melihat kejadian barusan hanya diam, yang tak lama kemudian saling pandang, lalu menghilang dari sana menggunakan sihir Teleport milik Kuro.

...xxXxx...

Sedangkan di aula sekolah, kini telah berkumpul ratusan murid baru yang nampak bingung karena Survival Training yang tiba - tiba dibatalkan.

Diantara ratusan murid baru tersebut, terlihat pemuda berambut kuning yang kita kenal bernama Naruto bersama pemuda berambut hitam dengan gaya nanas yang kita kenal bernama Shikamaru nampak sedang duduk di kursi paling belakang di aula.

"Naruto, kau kenal gadis itu, nampaknya dari tadi dia terus memandang kearahmu" Bisik Shikamaru sambil melirik seorang gadis berambut pirang pucat yang terus memandang tajam kearah Naruto.

Naruto menoleh sesaat, kemudian melirik gadis yang Shikamaru maksud.

"Tidak" Balas Naruto yang kembali memejamkan matanya sambil menyenderkan badan nya ke kursi yang didudukinya.

"Hooaamm, lebih baik tidak usah berurusan dengan wanita Naruto, wanita itu merepotkan" Ucap Shikamaru sambil menguap pelan, tak lama kemudian dirinya menarik dua kursi kosong didekatnya lalu membaringan tubuhnya dengan bantalan tiga kursi tersebut.

Memang pada dasarnya Shikamaru itu tukang tidur, baru saja beberapa saat dia memejamkan matanya, dirinya sudah menyelami alam mimpi.

Naruto sendiri yang memang terlebih dahulu memejamkan matanya, belum bisa menyelami alam mimpi seperti Shikamaru.

Sedangkan gadis yang dari tadi memandang tajam kearah Naruto hanya mendengus pelan saat melihat Naruto yang malah tertidur.

"Ada apa Shion - chan?" Tanya teman gadis tersebut yang mempunyai rambut merah panjang sambil memandang gadis yang dipanggil Shion dengan heran.

"Ah tidak apa - apa Saara - chan" Balas Shion sambil tersenyum kearah Saara.

"Jangan bilang kau menyukai lelaki pirang itu Shion?" Ucap gadis berambut merah panjang, meski tidak sepanjang Saara, dan jangan lupakan kacamata berframe hitam yang membingkai di wajah cantiknya, sambil menunjuk Naruto yang tengah tertidur di kursi.

"Hah?! jangan bercanda Karin, levelku tidak serendah itu" Balas Shion tak terima atas tuduhan Karin yang menyebutkan kalau dirinya menyukai Naruto, cih jangankan menyukai, dirinya malah membenci pecundang itu.

"Dengar ya, dia adalah target utama untuk ku bully, aku tidak mau tahu kalian berdua harus mencari informasi tentang pecundang itu" Lanjut Shion sambil menyeringai kecil.

Jangan salahkan Shion dirinya seperti ini, salahkan Naruto yang bahkan tidak mau menolongnya saat dirinya dalam bahaya, benar - benar pecundang.

"T-tunggu Shion, memangnya ada masalah apa antara kau dan dia?" Tanya Karin sambil mengernyit heran, karena biasanya Shion itu hanya akan bersikap buruk pada orang yang bermasalah dengan nya, dan Karin tidak tahu apa yang membuat sepupunya berurusan dengan Shion.

Tunggu dulu, sepupu?, ya Karin adalah sepupu jauh Naruto, dirinya dan Naruto pertama kali bertemu pada usia 6 tahun dirumah bibinya Kushina, dan nampaknya Naruto tidak ingat padanya, tapi untuk Karin sendiri, mengenali Naruto adalah hal mudah karena kumis kucing yang ada di pipinya.

"Cih, kalian tahu kan kejadian di Dungeon dimana aku hampir diperkosa oleh tiga murid sialan itu?" Tanya Shion sambil menahan kesal karena kejadian itu.

"Pecundang itu ada disana, dan dia tidak mebolongku sama sekali" Lanjut Shion sambil menunjuk Naruto dengan kesal.

"B-benarkah?" Tanya Saara seolah tidak percaya, karena menurutnya mana ada lelaki yang setega itu, apalagi pada gadis seperti Shion, menurut Saara agak mustahil sih ada pria yang tidak peduli pada Shion, kecuali ..

"Mungkin dia takut pada ketiga murid itu, makanya dia tidak berani menolongmu" Lanjut Saara mengungkapkan pendapatnya yang dibalas dengusan oleh Shion.

"Hahaha itu tidak mungkin Saara, dia itu bukan tipe orang yang penakut, kau tahu dulu pernah waktu aku masih sd, ada lima orang senpai yang menjahiliku dan aku secara spontan mengadu kepada bibi Kushina, dan kebetulan dia mendengarnya, dan kalian tahu apa yang terjadi?" Tanya Karin sambil memandang kedua teman nya yang hanya menggelengkan kepala mereka pertanda mereka tidak tahu.

"Kelima senpai yang menjahiliku semuanya masuk rumah sakit karena dia hahaha" Lanjut Karin sambil tertawa senang saat mengingat hal itu.

Pada saat dirinya masih sd, dirinya memang tinggal dirumah paman Minato dan bibi Kushina, karena ayahnya harus ke amerika untuk beberapa tahun, dirinya juga cukup akrab dengan Naruto waktu itu, dan pada saat dirinya menginjak Smp dirinya pindah dan tinggal kembali bersama ayahnya yang baru saja pulang dari Amerika.

"Waahh, benark- tunggu dulu !, kau kenal dia?!" Tanya Shion dengan raut muka kaget sambil menunjuk Naruto.

"Tentu saja, dia kan sepupuku" Balas Karin santai yang membuat Shion dan Saara kaget dibuatnya.

"Ha?! sepupu?!" Teriak Shion dan Saara bersamaan, untung saja suasana aula sangat riuh hingga membuat teriakan mereka tidak begitu menonjol.

"Tetap saja dia tidak menolongku waktu itu, aku tidak terima itu" Ucap Shion yang kini memandang tajam kearah Naruto yang masih tertidur.

"Hahaha, jangan terlalu berlebihan Shion, dari dulu dia memang seperti itu, dia itu tidak suka mencampuri urusan orang lain, dia menolongku waktu itu aku juga tidak tahu karena apa, jalan pikirnya sangat sulit untuk dimengerti" Balas Karin sambil memandang Naruto yang tengah tertidur.

"Cih, tapi kau tidak keberatan kan jika aku mengerjai sepupumu sedikit Karin?" Ucap Shion sambil tersenyum jahil kearah Karin.

"Silahkan saja, lagipula orang seperti dia mana bisa dikerjai" Balas Karin santai sambil mengangkat bahunya tidak peduli.

"Keh lihat saja, jangan salahlan aku jika Akamiya Shion - sana ini mempermalukan sepupumu Karin"

"Ya ya, lakukan sesukamu jika kau bisa Shion"

Shion yang mendengar balasan dari Karin menyeringai kecil, tak lama kemudian dirinya beranjak dari kursinya dan berjalan kearah para siswa yang nampak sedang membicarakan sesuatu.

"Ano sumimasen .." Ucap Shion sambil tersenyum manis, wajah khas boneka barbie nya akan berguna saat ini.

Kelima pemuda yang sedang mengobrol tersebut kemudian menoleh kearah Shion, dan seketika wajah kelima pemuda tersebut memerah melihat wajah imut Shion.

"Bolehkah aku meminta tolong?" Tanya Shion sambil memiringkan sedikit kepalanya hingga membuat wajah kelima pemuda tersebut kembali memerah padam.

"T-tentu saja, memangnya apa yang bisa kami bantu?" Balas salah satu lelaki tersebut.

"Emm a-ano, ada seorang lelaki yang b-berbuat jahat padaku" Ucap Shiob dengan gaya malu - malu yang tentu saja ia buat - buat.

"Tenang saja, aku Jirōbō tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu nona manis, katakan dimana orangnya, biar kuhajar dia" Ucap seorang pria berbadan gendut dengan gaya rambut mohawk yang diwarnai warna orange sambil bangun dari kursinya.

Shion yang melihatnya menyeringai kecil dalam hati.

"I-itu orangnya" Ucap Shion pelan sambil menunjuk Naruto yang tertidur dikursi paling belakang aula.

"Hah, biar kuhajar dia" Ucap Jirōbō sambil berjalan dengan gagah berani kearah Naruto yang tampak tengah tertidur.

Duaakhhh .. Braaakkhh ..

Saat dirinya sudah berada didepan Naruto, tanpa aba - aba Jirōbō langsung saja memukul pipi kiri Naruto dengan keras, hingga membuat Naruto terpelantibg kebelakang dengan keras, dan aula seketika hening karena kejadian barusan.

Semua murid menatap kejadian tersebut sambil berbisik - bisik heran, Shion sendiri yang melihatnya menyeringai kecil dalam hati, menghiraukan Karin yang menatap kesal kearahnya.

Naruto membuka matanya pelan sambil bangkit berdiri dan menyingkirkan kursi yang menghalanginya.

Memandang Jirōbō yang kini juga tengah memandangnya dengan seringai meremehkan.

"Kau tidak terima hah?! kesini, lawan aku pecundang !" Ucap Jirōbō sambil memasang kuda - kuda bertarung miliknya.

Naruto memandang malas Jirōbō yang mengganggu tidur siangnya.

"Kau ingin mati?"

...xxXxx...

To Be Continued ..

Skeleton Dragon : Merupakan salah satu sihir Foribidden Magic level 7 yang memungkinkan sipengguna memanggil mahluk berbentuk naga tengkorak, kelebihannya yaitu naga tersebut tidak akan mati jika kristal didalam dadanya tidak dihancurkan artinya naga tersebut semi - Immortal, dan kelemahan nya tentu saja kristal didalam dadanya.

- Goblin :

Type : Beast

Sihir : -

Level : 1 bawah

Senjata : Pisau, Tombak dll.

- Orc :

Type : Beast

Sihir : -

Level : 1 menengah

Senjata : Gada, palu, kapak dll.

A/N : Untuk chap kali ini saya ga bakal berkata panjang lebar, silahkan berikan tanggapan kalian buat chap ini, oh iya sedikit penjelasan tentang sifat Narutp, sifat Naruto disini ngga Dark, mungkin Gray.

Makasih buat yang udah fav, foll, review dan baca fic ini ..

Sampai jumpa di chap depan, jaa ne ..