Tiga

.

.

.

.

"–Aku akan datang 5 menit lagi."

Panggilan terputus. Chanyeol segera menaruh handphonenya di samping closet, lalu kembali mengocok penisnya dengan gaerakan cepat. Walaupun segala pikiran terus berkecamuk di dalam otaknya mengenai Baekhyun yang benar-benar ingin membantunya.

"Ashhhh,, nmhhh"

Keringat mulai keluar dari keningnya begitu merasakan udara di sekitarnya semakin panas. Ereksinya terus bertahan dan tidak melemas sama sekali. Setelah hampir 5 menit, akhirnya Chanyeol menghentikan gerakan di tangannya. Nafasnya memburu karena lelah, ia tidak menyangka melemaskan penis yang ereksi ternyata sesulit ini.

Kedua tangannya terkulai lemas di samping tubuhnya, Chanyeol menengadahkan kepalanya keatas sambil menatap penisnya yang tegak berdiri di bawah. "Ereksi sialan,"

Suara desahan Sehun dan Luhan di bilik samping sudah tidak terdengar lagi. Apa mungkin mereka sudah selesai? Tapi sejak kapan?

Sampai tiba-tiba suara pintu kamar mandi yang terbuka terdengar, membuat kedua mata Chanyeol membola. Apa itu Baekhyun? Lidahnya mengelap bibirnya yang kering tiba-tiba, sambil tetap berusaha menahan sakitnya ereksinya yang masih tegak.

"Chanyeol?" Sebuah suara terdengar dari luar bilik.

"Baekhyun! Aku disini, cepat bantu aku!" Sahut Chanyeol dengan cepat. Langkah kaki Baekhyun terdengar mendekat, lalu suara ketukan dari Baekhyun terdengar.

"Kau disini?" Balas Baekhyun.

Chanyeol mengepalkan kedua tangannya, "Cepatlah!" Sahutnya lagi tidak sabar.

Akhirnya bilik Chanyeol terbuka. Senyum lebar langsung tercetak di wajah Chanyeol ketika melihat sosok mungil Baekhyun dengan surai coklatnya menatap ereksi Chanyeol dengan terkejut. Namun, begitu pandangan Chanyeol memperhatikan sebuah benda yang dibawa Baekhyun di tangannya, kedua alis Chanyeol langsung terangkat.

"Kau kenapa bawa em-"

Byurr!

Mulut Chanyeol terbuka lebar begitu merasakan berliter air di wajahnya, membuat seluruh seragam dan wajahnya basah karena siraman air 1 ember yang di bawa Baekhyun.

"Yah! Michyeoseo?!"

Nafas Baekhyun terlihat terengah-engah karena membawa 1 ember penuh berisi air dari lantai bawah. Matanya menatap tajam Chanyeol dengan kesal apalagi ketika melihat penis –sudah basah Chanyeol, berdiri sangat tegak di bawah sana.

"Kau yang gila sialan! Kau pikir aku siapa? Pemuas napsumu? Seenaknya menyuruhku membantumu mengeluarkan hasrat sialan mu itu! Bahkan menyentuh penis itu lagi aku tidak akan sudi!" Teriak Baekhyun keras sebelum melemparkan ember yang sudah kosong itu ke lantai.

Chanyeol mengigit bibirnya keras menahan amarah sekaligus menahan sakit yang dirasakan penisnya. Ia lalu dengan cepat menarik celananya keatas, lalu memakainya lagi sambil memasukkan penisnya dengan paksa.

Kemudian, dengan gerakan lambat, ia mulai mendekati Baekhyun perlahan sambil menampilkan senyuman miring ke arah laki-laki mungil itu.

Mata Baekhyun membulat begitu sadar pergerakan Chanyeol yang semakin lama semakin mendekat. "Ma– Mau apa kau!"

Chanyeol tetap berjalan mendekat membuat Baekhyun memundurkan kakinya sesuai dengan gerakan maju Chanyeol. Namun, begitu merasakan tubuhnya menabrak tembok di samping pintu kamar mandi, Baekhyun langsung meneguk ludah dengan gugup.

"Jangan mendekatiku! Pria mesum!"

Mendengarnya, suara kekehan kecil keluar dari mulut Chanyeol. Begitu kakinya sudah berada pas di depan kaki Baekhyun, Chanyeol menyondongkan tubuhnya lalu menaruh bibirnya di telinga kiri Baekhyun. Tetesan air dari rambut Chanyeol yang basah, turun mengenai pipi Baekhyun, membuat kesan dingin di tubuhnya terasa,

"Lucu sekali ketika kau memanggilku mesum, tapi tidakkah kau mengingat siapa yang menghisap penisku duluan kemarin?" Bisiknya membuat seluruh bulu kuduk Baekhyun meremang.

Baekhyun mendengus sambil mendorong tubuh Chanyeol kuat, membuat laki-laki tinggi itu sedikit memundurkan tubuhnya karena dorongan Baekhyun didadanya. "Aku menghisap racun di penismu, sialan! Kalau tidak kuhisap, kau sudah mati ditempat!"

Kali ini tawa keras keluar dari mulut Chanyeol, "Ahh.. ternyata kau menghisap racun dari penisku? Begitu? Tapi kenapa malah kau telan racun itu, Byun? Bahkan kau menelannya bersama spermaku."

Wajah Baekhyun langsung merona hebat, ia membuang pandangannya lalu mendengus lagi. "I– Itu–"

Sampai tiba-tiba semua kata-katanya terputus begitu saja, ketika Chanyeol menekan tubuhnya dengan kuat, lalu menaruh kedua tangannya di samping kepala Baekhyun. Mengukung Baekhyun ke tembok membuatnya tidak bisa melepaskan diri dari Chanyeol.

"Kau harus mau membantuku sekarang. Dan aku berjanji, aku tidak akan mengganggumu lagi. Bagaimana, cantik?" Bisik Chanyeol sambil mengulum daun telinga kiri Baekhyun dengan sensual. Persetan dengan nanti. Chanyeol benar-benar tersiksa dengan ereksinya saat ini.

Tangan Baekhyun langsung bergerak meremas lengan kokoh Chanyeol begitu merasakan lidah Chanyeol yang menjulur mengulum daun telinganya sambil menghisapnya perlahan. Kedua matanya mulai terpejam tanpa sadar. Bibirnya terus ia gigit menahan desahan agar tidak keluar dari mulutnya. Bisa-bisa kalau sampai keluar desahan, Chanyeol akan merasa bahwa ia sudah menang saat ini.

Sekadang ia harus bagaimana? Kuluman Chanyeol di telinga dan wangi yang keluar dari laki-laki tinggi itu sangat tidak membantunya untuk berpikir saat ini.

"Ka– Kau, nghh, berjanji?"

Kau benar-benar bodoh, Byun Baekhyun.

Chanyeol melepaskan mulutnya dari daun telinga Baekhyun, lalu menjauhkan wajahnya sejenak, menatap wajah Baekhyun yang sedang memejamkan matanya sambil membuka bibir tipisnya lebar.

Chanyeol langsung menjilat bibirnya menahan napsu yang menguar semakin besar, ketika melihat wajah Baekhyun.

"Aku janji. Jadi tolong aku sekarang, ne?"

Kedua mata Baekhyun terbuka dan langsung bertemu dengan mata Chanyeol yang menatapnya intens menanti jawaban darinya. Kedua tangan Baekhyun yang semula berada di lengan Chanyeol, perlahan mulai naik lalu mengalungkannya di leher laki-laki tinggi itu.

Begitu melihat Baekhyun mengangguk kecil tanda setuju, Chanyeol langsung menyambar bibir tipis pink milik Baekhyun dengan bibirnya, lalu mengulumnya kasar. Bibirnya menyesap bibir atas dan bibir bawah Baekhyun bergantian, lidahnya terus menjilat semua sisi bibir tipis Baekhyun dari ujung ke ujung.

"Anhhh.." Suara desahan Baekhyun keluar dari mulutnya begitu merasakan gigi Chanyeol mengigit bibir bawah Baekhyun dengan kasar. Tangan Baekhyun dengan reflek, meremas dan menjambak rambut hitam Chanyeol dengan sedikit kasar. Lutut Baekhyun perlahan mulai naik sedikit, lalu mengosokkan lututnya di bagian menyembul selangkangan Chanyeol. Membuat Chanyeol mendesah dalam ciuman lidah yang mulai dimasukkan Chanyeol sejak tadi.

Chanyeol akhirnya menjauhkan wajahnya dari wajah Baekhyun, begitu dirinya sudah puas merasakan bibir tipis itu, seringai lebar langsung tercetak di wajahnya, ketika melihat bibir tipis Baekhyun yang membengkak dan basah dengan saliva di kedua ujung bibirnya. Kedua mata Baekhyun menatap Chanyeol dengan sayu.

"Chanyeoliehhh..." Baekhyun mendesahkan nama Chanyeol.

Cukup sudah. Chanyeol tidak tahan lagi.

Dengan gerakan cepat, Chanyeol membuka celananya lagi, lalu menurunkannya dan menaruh kedua tangannya di pinggul Baekhyun. Kepalanya bergerak menjilat leher Baekhyun yang otomatis menengadah ke atas, seakan memberikan jalan untuk Chanyeol. Tangan Chanyeol mulai perlahan-lahan turun ke bawah, lalu masuk ke celana seragam Baekhyun yang ketat. Menampung dua bongkahan pantat sintal Baekhyun yang sangat besar dan empuk di tangannya.

Baekhyun mendesis dan mulai menekan kepala Chanyeol di lehernya. Mencoba memperdalam kepala laki-laki tinggi itu, agar bisa menghisap lehernya lebih dalam lagi.

"Chanyeolliehh.. pin– pintu kamar, nngh, mandinyahh, ahhh.. Beluumhh di kuncihh?" Tanyanya beberapa menit setelah sadar dengan situasi.

Chanyeol meremas pantat sintal Baekhyun lebih keras. Membuat tubuh mungil itu sedikit berjinjit menahan nikmat. "Tenang saja. Sudah bel pulang, jadi tidak akan ada yang mau kesini." Seru Chanyeol kemudian menjauhkan wajahnya dari leher Baekhyun.

"Bisakah kau membuka kemejamu? Tanganku sedikit sibuk di bawah," Bisik Chanyeol yang tidak berhenti meremas-remas pantat Baekhyun. Sepertinya, pantat sintal milik Baekhyun ini akan menjadi bagian terfavorit Chanyeol dari tubuh Baekhyun.

Baekhyun mengangguk kecil sambil mengigit bibir bawahnya. Kemudian tangannya bergerak pelan ke arah kancing lalu membukanya satu persatu.

Begitu terlihat dua puting Baekhyun yang mencuat keluar dan terlihat sangat keras, Chanyeol kembali menyeringai.

"Terlihat segar..." Sahut Chanyeol dan segera membenamkan wajahnya didada Baekhyun. Menghisap dan Menjilat puting coklat mungil milik Baekhyun, yang langsung disapa desahan kencang dari Baekhyun. Ia telah salah. Ada dua bagian favorit dari Baekhyun. Pantat dan puting. Sekarang Chanyeol jadi penasaran bagaimana rasa penis mungil dan lubang milik laki-laki mungil itu.

Baekhyun terus menekan kepala Chanyeol ke dadanya, sambil mendesah kencang memanggil nama Chanyeol dan menarik-narik rambut Chanyeol dengan kasar.

"Ahhhhh! Nghhh, Yeolliehh.. masukkannhhh"

Chanyeol melepas kepalanya sejenak dari puting kiri Baekhyun, kemudian berganti posisi ke puting kanan Baekhyun. Melakukan gigitan kasar di puting kanannya dengan lebih keras. "Kau sudah tidak sabar, hmm?" Suara Chanyeol teredam namun masih bisa didengar Baekhyun. Baekhyun tidak menjawab dan masih terus menekan-nekan kepala Chanyeol.

Akhirnya, tiga jari panjang milik Chanyeol, berhasil ia masukkan ke lubang surgawi Baekhyun, setelah jari-jarinya mengosok-gosok lubang mengkerut itu sejak tadi.

"Ahhhh! Chanyeollhhh..!" Baekhyun menjerit. Lubangnya terasa sakit begitu merasakan benda asing yang memaksa masuk. Seumur hidupnya, tidak pernah sekalipun ia merasakan hal senikmat ini. Tubuhnya masih sangat perawan. Tidak pernah ada yang berani menyentuh lubangnya. Hanya beberapa orang yang memang melecehkannya dengan meremas pantat atau penisnya. Namun, tidak ada satupun yang berani menyentuh lubang itu.

Chanyeol menegakkan tubuhnya, kemudian memangut bibir tipis Baekhyun dengan kasar yang langsung dibalas Baekhyun. Kedua lidah mereka bermain.

"Tidak untuk kali ini Baek, aku tidak akan memasukkan penisku ke lubangmu atau mulutmu." Bisik Chanyeol sedikit menjauhkan wajahnya lalu mengecup pipi Baekhyun dengan lembut.

Kening Baekhyun mengkerut bingung. "Nghh, lalu.. Bagaimana aku membantumu?"

Seringai tipis tercetak di mulut Chanyeol. "Dengan kedua pahamu.."

.

.

.

Sosok mungil itu terduduk di wastafel kamar mandi dengan kaki telanjang dan kemeja yang terbuka seluruh kancingnya. Menampilkan dada mulusnya dan kedua puting coklatnya yang tegang dan basah.

"Se– Sekarang Baekhyun harus apa Yeol?" Tanya Baekhyun merapatkan kakinya menahan malu karena penis mungilnya terekspos sejak tadi.

Chanyeol tersenyum mendengar panggilan Baekhyun yang mengubah kata Aku menjadi namanya. Benar-benar menggairahkan. Kedua tangannya meraba paha mulus Baekhyun dengan seduktif. "Yang kau lakukan hanya menjepit penisku keras-keras dengan kedua pahamu itu. Tidak akan sulit, Baek."

Kedua pipi Baekhyun merona membayangkan pahanya menjepit penis raksasa milik Chanyeol itu. Ia mengangguk pelan lalu membuka kedua pahanya lebar. "Kemarikan penismu, Chanyeol..." Sahutnya dengan senyuman tipis yang membuat penis Chanyeol semakin tegak setiap detiknya.

Chanyeol akhirnya menaruh penisnya di antara kedua paha Baekhyun yang terbuka lebar, lalu meremas kedua paha laki-laki mungil itu, dan merapatkannya. Membuat kedua matanya menutup seketika merasakan daging paha Baekhyun yang sintal dan mulus.

"Tahan dengan kuat Baek.. Jepit penisku.." Sahut Chanyeol menaruh kedua tangan Baekhyun di pundaknya.

Chanyeol mulai bergerak pelan. Matanya terpejam nikmat sambil terus mendesahkan nama Baekhyun begitu gerakannya semakin lama semakin cepat. Tangan Chanyeol mulai bergerak mengocok penis mungil Baekhyun sesuai dengan gerakan masuknya.

Baekhyun berusaha sekuat tenaga menahan pahanya tetap merapat sambil terus meremas bahu Chanyeol dengan kencang.

"Ahhh.. nghhh.. Baekhhyunnn.."

"Yeoliihhh.. enakkhhh.."

Pikiran Chanyeol mulai semakin gila begitu melihat situasi penisnya yang dijepit paha montok Baekhyun dengan rapat. Penisnya terus menggesek kedua paha itu dengan kasar dan cepat. Membuat Baekhyun sangat yakin bahwa pahanya pasti akan memerah nanti.

Ketika akhirnya merasakan sesuatu yang ingin keluar dari penisnya, Baekhyun langsung mengarahkan kepala Chanyeol ke dadanya. Menyuruh laki-laki tinggi itu untuk menghisap putingnya seperti tadi.

"Baekkhyunn.. mauhh.. keluarhhh yeollhh"

Chanyeol mendesis di puting Baekhyun, begitu merasakan paha Baekhyun semakin mengetat. Bisa gila. Sungguh, ia benar-benar bisa gila.

Ia semakin cepat mengocok penis Baekhyun dengan tangannya. Hingga akhirnya desahan Baekhyun keluar keras begitu klimaks dirasakan oleh laki-laki mungil itu. Membasahi tangan Chanyeol dengan spermanya.

Chanyeol semakin brutal menggerakan penisnya dipaha Baekhyun. Membuat tubuh mungil itu sedikit tersentak-sentak karena gerakan Chanyeol.

"Sedikithh ahhhhh, sedikithh lagihhh sayangg.."

Tangan Baekhyun terus menjambak rambut Chanyeol dengan kuat menahan panas yang dirasakan pahanya saat ini.

Akhirnya, dengan gerakan semakin cepat, cairan putih keluar dari penis Chanyeol, dan membasahi seluruh paha Baekhyun hingga ke perut. Chanyeol terengah-engah. Ia menaruh kepalanya di bahu Baekhyun. Membuat laki-laki mungil itu memeluk kepalanya sambil berusaha mengambil napas.

Tangan Chanyeol perlahan bergerak menyingkap kemeja Baekhyun ke bawah, lalu mengecup bahu Baekhyun dengan lembut. Membuat sang pemilik tanpa sadar merona dan menarik kedua ujung bibirnya kecil.

"Terimakasih.. Sungguh, aku berterimakasih sekali Baek."

Sedetik kemudian Chanyeol langsung membangkitkan tubuhnya, lalu mengambil tisu di samping wastafel, dan mengelap sperma miliknya yang ada di perut dan paha Baekhyun. Ia kemudian kembali mengancingkan kemeja Baekhyun, dan menyerahkan celana seragam Baekhyun yang ia taruh di samping laki-laki itu.

"Maaf membuat bajumu basah," Sahut Baekhyun kemudian ketika sudah berdiri tegak dengan seragam lengkap. Punggung tangannya menyeka keringat yang turun dari keningnya.

Chanyeol hanya mengangguk sambil masih membersihkan diri dan mengancingkan kembali celana dan kemejanya. Ia lalu mengambil tas yang sempat ia lempar di ujung kamar mandi, saat sedang berlari menahan pipis tadi.

Kemudian kakinya melangkah mendekati Baekhyun lalu tangannya menjulur mengelus pipi gembul laki-laki mungil itu dengan halus. "Maaf sudah membuatmu merasa dilecehkan seperti ini. Aku benar-benar tidak bermaksud seperti itu."

Baekhyun menghela napasnya. Harusnya sejak tadi, kalau menggunakan otak yang waras, ia bisa menendang ereksi sialan Chanyeol itu lalu segera kabur darinya. Namun, sepertinya, Baekhyun sudah tidak menggunakan otaknya lagi sejak ia melihat ereksi laki-laki itu.

"Tidak apa-apa. Aku tau kau pasti tersiksa."

Chanyeol tersenyum manis. Membuat kedua pipi Baekhyun lagi-lagi merona karena laki-laki itu. Kemudian tanpa meminta izin, Chanyeol menangkup wajah Baekhyun dengan kedua tangan besarnya, lalu mencium bibir Baekhyun dengan lembut. Tanpa lidah dan hanya menggerakkan bibir tipis itu dengan bibir tebalnya.

"Itu ciuman perpisahan.." Bisiknya menempelkan keningnya dengan kening Baekhyun. Ibu jarinya mengelus pipi Baekhyun dengan lembut. Bibirnya kembali memangut bibir tipis Baekhyun lagi.

"Astaga, sebenarnya terbuat dari apa bibirmu itu? Kenapa bisa se-enak ini?"

Baekhyun terkekeh pelan. Hatinya menghangat tanpa sadar bercampur dengan jantung yang terus bergemuruh. Ia tidak menyangka Chanyeol mempunyai sifat romantis seperti ini. Namun, begitu merasakan tubuh Chanyeol yang menjauh, rasa hangat langsung hilang dari tubuhnya.

"Aku pulang dulu. Terimakasih untuk semuanya, Byun. Aku akan menepati janjiku, ne?" Setelahnya Chanyeol langsung pergi sebelum mengacak surai cokelat Baekhyun lembut dan meninggalkan laki-laki itu keluar.

Dan Baekhyun tidak mengerti. Apa saat ini hatinya merasa senang atau sedih karena kehilangan.

"Tentu saja kau harus bahagia Baek, akhirnya kau jauh-jauh dari laki-laki mesum itu!'" Gumamnya perlahan.

Namun begitu merasakan jantungnya yang tidak berhenti berdetak kencang, Baekhyun membawa tangannya ke jantungnya lalu menunduk,

"Aku... akan seperti dulu lagi kan..."

.

.

.

.

Tbc

Waduh satu part isinya ena2 doank...
Cepet juga ya baru chapter 3 udah naena...

Maaf kalo kurang hot, janji ena2nya udh ku kabulin ya. Tapi belom di lubang sih.. Hehehehehe

See you in next chapter! JANGAN LUPA KOMEN DITUNGGU YAA BALGINERS!

ANJAY

-diva-