Sakura menaikkan sebelah alisnya. Tumben Natsu dan Naruto akur. Biasanya Natsu akan sinis pada ayahnya dan Naruto akan cuek ke anak mereka.

Tapi yang dilihat olehnya adalah keduanya sedang berlatih rasengan dengan tawa senang. Bukan tawa sinis Natsu.

Sudut bibir Sakura tertarik ke atas. Hilang sudah kepenatannya karna seharian bekerja di rumah sakit. Ia bersyukur Natsu bisa membuka hati pada Naruto.

"Kaa-san!"

Natsu memeluknya secara tiba-tiba. Entah kapan anak itu tiba di depan Sakura.

"Kaa-san akan masak makan malam, kau dan Tou-san mandi dulu ya" Sakura mengusap surai merah muda anaknya.

"Ha'i"

Natsu lalu menuju kamar mandi meninggalkan Sakura dan Naruto. Keduanya berpandangan lalu melempar senyum.

Naruto menghampiri Sakura dan memeluknya seperti yang dilakukan anak mereka. Badan Sakura yang lebih pendek dari Naruto membuat Sakura tenggelam di dada sang Nanadaime.

"Natsu kita...dibandingkan dengan usianya, dia lebih dewasa dalam memahami keadaan kita"

Sakura mengangguk dan membalas pelukan Naruto. Tak jauh dari sana, Natsu memperhatikan kedua orang tuanya.

.

Desclaimer: Masashi Kishimoto

Judul: Innocent Liar

Rate: T-M

Warning: OOC, crack pair, DLDR, semi-canon, Gaje, Typo(s) de-el-el.

Summary: Tim 7 generasi ini sungguh berwarna. Yui si misterius Raven, Hatake Irie yang dewasa sebelum waktunya dan Natsu Uzumaki pembuat onar wahid. Kiba rasa ini akan menarik terlebih lagi mengetahui sebuah genjutsu rahasia Yui.

.

.

.

Irie dan Yui sore itu berada di hutan. Bukan untuk latihan atau kepentingan yang menyangkut status shinobi mereka. Tapi sedang memetik buah blueberry. Awalnya Irie hanya mengikuti Yui ke hutan karna penasaran. Walau Yui tau sedang diikuti, ia diam saja.

Sebenarnya Yui juga sedang kesepian. Biasanya ia akan ke perpustakaan untuk mempelajari jutsu-jutsu baru atau ke kuil. Tapi karna persediaan blueberry-nya habis jadi Yui memutuskan untuk memetiknya gratis di hutan.

"Jadi karna ini ya bau-mu itu blueberry. Kukira memang alami lho. Kaa-san ku juga sering menggunakan wewangian. Tapi wanginya lavender. Aku dan otou-san sering mengejeknya seperti obat pengusir nyamuk"

'Kaa-san juga beraroma lavender' ucap Yui dalam hati

Yui diam namun ia mendengar apa yang Irie katakan. Bukan karna ia tidak ingin menanggapi. Tapi karna ia tidak tau harus berekspresi apa.

"Bagaimana caranya membuat wewangian dari buah ini?" tanya Irie pada Yui.

"Dengan menyulingnya"

"Pasti melalui banyak proses ya"

Irie kembali dengan ocehannya yang dibalas dengan deheman dari Yui. Gadia itu sebenarnya senang dengan kehadiran Irie. Tapi ia tidak menunjukkannya. Tentu saja karna gengsi.

.

.

.

Kakashi dan Naruto sepakat bahwa Sasuke yang paling tepat dengan misi pengintaian kali ini.

"Sebenarnya dia adalah kunoichi paling berpotensi menjadi hebat. Tapi kehadirannya tiba-tiba dan kepergiannya yang sering ke Oto, kami harus waspada"

Sasuke mendengus.

"Dengar. Aku punya rasa penasaran pada bocah itu. Aku tidak jamin akan memberitahu kalian apa yang kudapatkan darinya"

"Tidak bisa begitu! Laporkan segala hal tentangnya! Huh... kita sudah mengintainya ketika dia menjadi gennin. Tolong kerja samanya, Sasuke" Naruto memasang wajah memohon dan Kakashi memeberi kode 'sudah turuti saja'.

Sasuke menghembuskan nafas berlahan.

"Akan ku lakukan sebisanya" ucapnya singkat.

Sasuke lalu pergi dari kantor Hokage. Naruto dan Kakashi saling pandang dan tersenyum.

.

.

.

Pagi harinya tim-7 di bawah bimbingan Kiba berlatih shinobi kumite. Sekarang waktunya Irie melawan Yui.

Kiba memberi aba-aba untuk memulai permainan. Irie dan Yui pun bertarung dengan sengit. Irie yang memang sudah sering berlatih dengan Kakashi tidak percaya bahwa Yui mampu menandinginya.

Gerakannya luwes seolah mampu melihat serangan Irie. Keduanya terengah saat ada kesempatan untuk mengambil ancang-ancang. Irie mengeluarkan tanto-nya dan Yui menggunkan kunai-nya.

Kiba dan Natsu menonton dengan serius. Mereka juga menilai gerakan dari kedua orang yang sedang bertarung itu.

Bunyi kedua senjata yang bergesekan terdengar nyaring.

Kroekk...

Empat pasang mata itu melotot. Rok Yui yang berwarna putih itu entah kenapa bisa sobek. Pelakunya tidak lain tidak bukan adalah Irie.

"Kau benar-benar mesum ya, Irie-kun" kata Yui sambi memandang Irie tajam.

Bugh!

Yui memukul Irie dengan keras. Setelahnya Irie pingsan. Bukan karna pukulan Yui. Tapi karna mimisan.

.

.

.

Setelah latihan, Yui terlihat menghindari Irie. Ia malu. Apalagi Irie mesum. Habis ini pasti Irie mengejeknya habis-habisan.

Saat ini, Natsu, Irie dan Yui sedang berjalan menuju rumah masing-masing.

"Yui-chan, kau marah padaku ya?" Irie menoel-noel pipi chubby Yui.

"Apa sih?" dengan kasar Yui menepis tangan nakal Irie.

Melihat itu, Natsu hanya geleng-geleng kepala. Setelahnya ketiganya berpisah karna arah rumah berbeda.

Yui tidak langsung pulang, ia pergi ke kuil untuk berdoa. Lima belas menit kemudian ia sampai di kuil Uchiha. Suasana yang sepi sangat mendukung acara berdoanya.

"Jika balas dendam tidak menyelesaikan masalah, setidaknya aku bisa membunuh orang itu" gunamnya.

"Yui-chan, kau itu imut!"

"Akui saja kalau kau iri pada Hana."

"Ini adalah suling genjutsu. Hana pandai memainkannya"

"Dasar judes"

"Yui-chan moe!"

"Selamat tinggal"

Satu persatu kenangannya bersama Rika berputar seperti film di pikirannya. Hana dan Rika mati ditangan orang itu dan Yui janji akan membalaskan dendamnya.

Kedua tangan mungil itu terkepal erat. Hampir saja warna matanya berubah karna kehilangan kontrol kalau saja tidak ada suara yang mengintrupsinya.

"Dendam itu mengerikan"

Yui berbalik untuk melihat siapa yang berbicara. Oh! Orang itu. Yui hanya menatapnya datar.

"Urusi saja urusan paman sendiri" katanya lalu beranjak pergi dari kuil itu.

"Tunggu dulu"

Yui menghentikan langkahnya.

"Aku sudah pernah merasakan dendam seperti itu. Berhenti sebelum kau kehilangan lebih banyak"

"Paman tidak usah repot-repot untuk menasehatiku"

Yui menolehkan kepalanya ke arah orang itu.

"Aku pergi. Selamat tinggal" Yui melanjutkan langkahnya.

Orang itu hanya menatap kepergian Yui

'Sifatnya yang menyebalkan itu mirip Itachi. Iya! Menyebalkan mirip pamannya. Bukan mirip denganku. Karna aku tidak menyebalkan' batinnya.

.

.

.

Tidak terasa sudah tiga bulan Yui, Natsu dan Irie berada di Tim-7 dibawah bimbingan Kiba.

Telah banyak misi yang mereka jalani dan berakhir sukses. Dari pengalaman misi-misi tersebut juga mereka berempat mengenal satu sama lain.

Saat ini mereka dalam misi tingkat B, yaitu mengantar tamu dari Suna Gakure sampai di perbatasan. Memang sejauh ini tidak ada gangguan berarti. Mereka mengantar tamu itu dengan selamat sampai perbatasan. Tapi bencana datang saat dalam perjalanan pulang.

Ada beberapa ninja pelarian yang entah darimana menyerang mereka. Salah satu yang dikenal Yui adalah Yuuko.

"Lama tidak bertemu, Yui-san. Tak kusangka kau adalah shinobi Konoha"

Yuuko lalu tertawa keras mengejek.

"Hana dan Rika sudah kubunuh. Dan mungkin hari ini adalah kesempatan untuk membunuhmu"

"Kau mengenalnya?" tanya Kiba pelan.

Yui mengangguk. Yuuko, Hana dan Rika adalah sahabatnya. Sebelum Yuuko bertemu dengan ayah kandungnya yang seorang rentenir kaya.

Setelahnya gadis seumuran Rika itu jadi sombong dan kejam. Yuuko yang memang memiliki sifat egois semakin membuat parah keadaan waktu itu.

Seharusnya mereka tau bahwa saat itulah penderitaan merekaa dimulai. Yuuko yang dikenal Yui bukanlah Yuuko yang ada di hadapannya. Sahabatnya sudah berubah.

Hingga akhirnya mereka berselisih paham dan berpisah.

Saat itu juga Yui mengaktifkan sharingan untuk yang pertama kalinya.

Saat itu Yui meminta agar Hana dan Rika mau menyembunyikan keberadaan sharingan-nya. Terutama dari ibunya. Mereka menuruti saja. Kakak beradik itu tau bahwa ada alasan kenapa Yui menutupinya.

Yui sangat kehilangan karna memang hanya mereka bertigalah yang mau berteman dengannya.

"Dia adalah sahabatku..." Yui mengamati ekspresi Yuuko yang berubah menyendu.

"... sebelum berubah dan membunuh sahabatku yang lainnya"

Irie dan Natsu menoleh ke arah Yui mengamati raut wajah Yui yang terlihat menahan amarah. Entah hanya perasaan mereka berdua atau memang Yui memiliki niat membunuh yang besar.

Akamaru sedikit bersuara dan memilih bersembunyi dari Yui dibalik Kiba. Niat membunuh Yui semakin besar.

Yuuko mendecih lalu memerintahkan anak buahnya yang berjumlah sekitar tiga belas orang setingkat jonnin untuk menyerang.

Natsu menggunakan kage bunshinnya membantu pertarungan yang tidak adil itu.

Lawanmu adalah aku" Yuuko menyerang Yui dengan jarum beracun.

Yui menghindar dengan cepat dan menepis jarum-jarum itu dengan kunai.

Kiba dan Akamaru kewalahan melawan dua jonnin pengguna raiton. Dapat Kiba kira bahwa anak buah Yuuko adalah ninja pelarian dari berbagai desa.

Disaat menyerang Yuuko, Yui merasakan ada yang menyerangnya dari belakang. Serangannya cukup cepat sampai gadis itu tidak bisa mehindar.

Crack

Yui tak merasakan sakit.

"IRIE!!" teriakan Natsu membuat Yui menoleh ke belakang.

Di sana Irie terluka di bagian dada sebelah kiri. Banyak darah yang keluar dari dadanya. Rumput yang ada di bawahnya berubah warna menjadi merah.

Yui bertambah geram. Ia membuka segel di dahinya dan menampakkan sharingan yang berubah pola.

Yuuko melihatnya terkejut dan sedikit takut.

"Kau gentar, heh?" Yui menggunakan genjutsu-nya sehingga Yuuko tidak bisa bergerak.

Yuuko pasrah menunggu kematiannya saat Yui melangkah mendekat.

"Ini dari Hana dan Rika"

Yui mengambil tanto-nya dan menusuk Yuuko tepat di jantung.

"Selamat tinggal"

"Yu-Yui-chan, a-aku se-senang b-bisa be-bergabung bersama me-mereka"

Yuuko tersenyum disaat mulutnya memuntahkan darah. Yui terkejut melihatnya.

"Jadi selama ini kau dipengaruhi genjutsu?" tanya Yui.

Yuuko mengangguk lemah. Ia sudah tau akan seperti ini akhirnya.

"A-aku ... hiks... se-selalu... me-menyayangi ka-ka-lian"

Yui menatap Yuuko dengan pandangan sendunya. Air matanya sudah jatuh sedari tadi.

"Katakan pada Hana dan Rika, aku akan merindukan mereka. Dan juga dirimu"

Yuuko mengangguk lemah.

"Se-selamat ti-tinggal"

Bruukk...

Tubuh Yuuko jatuh saat itu juga. Yui hanya menatapnya kosong. Onyx-nya sudah kembali.

Flashback...

"Akhirnya aku bertemu dengan Tou-san ku" kata Yuuko senang.

"Kau bertemu dengan ayah kandungmu?" beo Hana, Rika dan Yui.

Yuuko mengangguk senang. Bibirnya tak henti-henti tersenyum. Ia menceritakan betapa baiknya ayahnya.

"Aku jadi iri. Kita tidak tau siapa tou-san dan kaa-san kita" kata Hana pada Rika.

"Kau masih punya aku, Hana" jawab Rika.

"Tapi aku akan tinggal di Kumo mulai bulan depan" senyum Yuuko berubah menjadi sedih.

"Kau akan meninggalkan kami?!" seru Hana tidak suka.

Rika menatap adiknya memperingatkan.

"Aku ikut senang mendengarnya, Yuuko-chan. Kau pasti akan bahagia bersama keluargamu" ucap Rika yang paling tua dan bijak disana.

Yui menyilangkan tangannya di dada. "Kapan-kapan berkunjunglah kemari. Kami akan merindukanmu" ucapnya.

Yuuko mengangguk antusias. Hana yang melihatnya malah pergi. Yuuko merasa bersalah.

"Biar aku yang menanganinya"

Rika mengikuti Hana dan meninggalkan Yuuko dan Yui.

"Yui-chan, bicaralah. Aku ingin mendengar suaramu. Kau kan jarang bicara"

"Aku tidak tau harus berkata apa. Tapi... kau pasti senang. Aku akan merindukanmu. Kau seperti kakak kedua bagiku"

Yuuko tersenyum dan mengelus rambut Yui.

Hari-hari berikutnya ketika Yuuko berkunjung malah membawa petaka. Yuuko berubah karna pengaruh ayahnya.

"Mereka benar-benar menghindariku karna aku kaya tou-san" adu Yuuko pada ayahnya.

"Itu wajar. Mereka iri padamu sayang"

Ayah Yuuko menyeruput tehnya.

"Lihat mataku"

Yuuko menatap mata ayahnya dan terperangkap di genjutsu ayahnya.

"Anak ini polos sekali. Bisa-bisanya dia diperdaya olehku. Sekarang bakatnya akan menjadi milikku"

Orang itu sebenarnya bukan ayah Yuuko. Melainkan orang yang memanfaatkan kemampuan Yuuko untuk memperkaya diri.

"Sekarang bunuh Hana yang sudah membencimu, sayang"

Yuuko dengan pandangan kosong mengangguk.

"Ha'i tou-san"

Flashback End

Kiba, Akamaru dan Natsu menghabisi yang lainnya sementara Yui mengobati Irie dengan ninjutsu medis.

"Sa-sakit" ucap Irie dengan suara lirih dan serak.

"Jangan banyak bicara!" bentak Yui. Yui tidak tega mendengar suara itu.

"Semuanya gelap, Yui-chan"

"Tidak! Sudah kubilang jangan banyak bicara!"

Kali ini Yui berkata dengan nada putus asa. Kemampuan Yui dalam medis memang bagus. Tapi jika lukanya separah Irie, Yui tidak bisa.

"Bawa Irie keatas Akamaru! Natsu dan aku akan menangani yang di sini"

Yui mengangguk. Dengan susah panyah menggotong Irie agar lukanya tidak mengeluarkan darah lebih banyak.

"Kembali ke Konoha dan bawa Irie ke rumah sakit!" perintah Kiba yang langsung diangguki Yui.

Yui tetap mengobati Irie di atas Akamaru yang melaju.

"Aku rasa aku akan mati" suara Irie semakin serak mengingatkan Yui pada suara Orochimaru.

"Kau tidak akan mati! Kau bilang kita akan menikah di masa depan"

Tumpah sudah air mata Yui yang sudah ia tahan sedari tadi. Irie tersenyum kecil.

"Percuma saja. Semua terasa gelap"

TBC

Hai semua

Aku kembali bawa chapter terbaru Innocent Liar.

Terima kasih buat kalian yang udah review ~~

Makasi ya yang udah ngasi saran dan dukungan.

Next or END?