"The Tale Of New Ninja (Re-Make)"

Disclaimer : Masashi Kishimoto©Naruto

Genre : Adventure

Rating : T

Warning : Typo-/Miss Typo, OOC, Alur terlalu cepat/kurang jelas,Strong!Naru,GodLike!Naru,Alive!MinaKushi,Semi-dark!Naru(Maybe), dll.

Summary : Naruto adalah seorang anak yang tidak bersalah. Namun karena alasan tidak memiliki chakra, ia dikucilkan bukan hanya keluarganya, bahkan hampir seluruh desa. Namun apa jadinya jika ia bertemu dengan Sage Of Six Path atau yang orang kenal dengan "Rikkudo Sennin" di Alam Bawah sadarnya dan mendapat Rinnegan dan Chakra murni yang hanya dimiliki keturunan Otsutsuki?

=ENJOY=

Sebelumnya : Setelah melompati rumah warga dan sedikit berjalan, akhirnya Naruto sampai di titik pertemuannya dengan Tobi. Dan ternyata Tobi sudah berada disana sambil bersandar pada sebuah pohon.

Narutopun mendekati Tobi dengan agak cepat karena tidak mau berlama- lama lagi. "Kita pergi." Ucap Tobi sambil memegang pundak Naruto. Kemudian mereka berdua terhisap kedalam lubang topengnya.

"Meet New Family In Amegakure"

=Suatu Tempat=

[Syuutt] Disuatu tempat yang agak gelap, dua orang yang berbeda penampilan tiba- tiba keluar dari sebuah pusaran. Yang seorang berambut kuning bermata dan yang satunya menggunakan topeng spiral berwarna oranye dengan lubang untuk mata sebelah kanannya.

Dihadapan kedua orang itu, ada seorang wanita berambut ungu dan seorang lagi pria berambut merah. Keadaannya cukup memprihatinkan karena dia duduk disebuah mesin dan dibelakang punggungnya terdapat beberapa batang besi yang menancap. Tubuhnya juga bisa dibilang sangat kurus karena menampilkan tulang rusuk di dadanya. Kepalanya dalam keadaan tertunduk sehingga rambut merahnya itu menutupi setengah wajahnya.

"Jadi ini anak yang kau ceritakan?" kata si wanita berambut biru. Pria bertopeng A.K.A Tobi itupun mendekati si wanita diikuti oleh si rambut kuning alias Naruto. "Dia tidak terlihat kuat." Lanjut si wanita.

Naruto yang mendengar komentar si wanita agak kesal karena ia diremehkan. "Maaf nona, tapi aku tidak selemah yang kau pikirkan." Katanya sambil menatap Konan dingin. Sedangkan Konan yang melihat tatapan itu agak tersentak.

"Sudahlah Konan. Jangan pernah melihat buku dari sampulnya. Anak ini lebih kuat dari yang kau pikirkan. Nah, kalian silahkan saling berkenalan. Aku akan melihat keadaan Konoha." Ucap Tobi kemudian kembali terhisap ke lubang topengnya.

"Jadi kau Uzumaki Naruto?" tanya wanita yang bernama Konan itu. "Ya." Jawab Naruto singkat.

Konan yang mendengar jawaban Naruto hanya bisa menghela napas. "Kenapa rambutmu tidak berwarna merah seperti Uzumaki yang lain?" tanya Konan lagi.

"Karena rambutku mengikuti Tou.. Maksudku Minato-sama." Jawab Naruto lagi namun kemudian ia menundukan kepalanya.

"Jadi begitu. Tobi sudah menceritakan segalanya tentang dirimu. Namun aku belum mengerti sepenuhnya. Bisa kau jelaskan lebih detil?" ucap Konan.

Narutopun menghembuskan napas beratnya sambil mengambil posisi duduk. "Tidak apa kan aku menjelaskan sambil duduk?" tanyanya.

"Ya silahkan. Aku tidak melarangmu." Balas Konan yang kemudian duduk berhadapan dengan Naruto.

Narutopun memulai ceritanya mengenai keadaan dirinya. Mulai dari Menma yang menjadi Jinchuuriki, kemudian diketahui ia tidak memiliki Chakra, sampai akhirnya ia bertemu dengan "seseorang" yang ia katakan memberinya Chakra. "Begitulah ceritanya." Ucap Naruto mengakhiri kisahnya.

Konan agak kaget mendengar bahwa Naruto mendapatkan Chakra yang seharusnya tidak bisa diberikan dengan semudah itu. "Tidak mungkin! Bagaimana bisa?" tanyanya.

"Bagiku mungkin saja. Karena kita tidak sepenuhnya mengetahui seluruh rahasia dunia ini." Balas Naruto. Konan yang mendengar hal itu hanya bisa mengulas senyum dihatinya. 'Anak ini seperti Yahiko.' Batinnya.

"Nah Konan-san, bisakah aku mengenal orang dibelakangmu itu?" kata Naruto sambil menunjuk orang dibelakang Konan.

"Dia adalah Uzumaki Nagato. Temanku sejak kecil. Dia ikut organisasi ini karena ia sangat menginginkan perdamaian. Mungkin Nagato sedang tidur karena kelelahan." Jawabnya.

Tepat setelah Konan berkata begitu, orang dibelakangnya mendongakan kepala dan rambutnya mulai tersingkir dari wajahnya. Namun, Naruto tersentak ketika melihat mata Nagato. Mata itu berpola riak berwarna agak perak. Mirip dengan matanya dan Hagoromo.

"Ri-rinnegan?" Ucap Naruto kaget. Nagato yang mendengar ucapan Narutopun menatapnya dengan intens. "Darimana kau tau?" tanya Nagato.

Narutopun kembali menghela napasnya agak panjang kemudian berkata. "Apa kalian tipe orang yang bisa menjaga rahasia?" Tanya Naruto agak berbisik.

"Ya. Kami bisa menjaga rahasia dengan baik. Memang kenapa?" tanya Konan balik. "Aku ingin kalian mengetahui salah satu rahasia terbesarku." Ucap Naruto sambil memejamkan mata.

"Rahasia ap-" ucapan Konan terputus ketika Naruto membuka kembali matanya. Mata Naaruto telah berubah menjadi berpola riak dengan warna ungu terang, berbeda dengan Nagato yang berwarna agak keperakan.

"Ba-bagaimana kau mendapatkan mata itu?" ucap Nagato kaget. "Hah. Sepertinya kalian harus mendengar versi lengkap ceritaku. Sebenarnya orang yang memberikan Rinnegan ini adalah penciptanya, Rikkudo Sennin." Ucap Naruto agak lirih. "Ia memberikanku Chakra bersama dengan Rinnegan ini." Lanjutnya.

"Ri-Rikkudo Sennin? Tapi orang bilang dia hanya mitos?" tanya mereka kebingungan. "Sudah kubilang kan? Kita tidak mengetahui seluruh misteri dunia ini." Jawab Naruto.

Merekapun terdiam tanda mengiyakan pernyataan Naruto. "Apa kau bisa menggunakan Rinnegan Nagato-san?" tanya Naruto.
"Aku bisa menguasai ke-enam jalur Rinnegan. Tapi mungkin kekuatannya jauh dibawahmu karena Rinneganmu adalah Rinnegan murni. Tapi aku bisa mengajarimu." Jawab Nagato

"Begitukah? Terimakasih Nagato-nii!" balas Naruto semangat. "Nagato-nii?" ucap Nagato. "Tidak apa- apa kan? Hanya kalian yang mengenal diriku seutuhnya. Dan kalian sudah aku anggap keluarga." Balas Naruto. Nagatopun tersenyum mendengar penuturan Naruto. Ia merasakan suatu kehangatan yang sudah lama tidak ia rasakan.

"Hei- hei! Bagaimana denganku?" tanya Konan yang merasa dihiraukan. "Apa panggilan Konan-nee cocok untukmu?" balas Naruto.

Konan hanya mengangguk antusias karena merasakan kehangatan yang sama dengan Nagato. "Baiklah. Jadi kapan kita mulai berlatih?" tanya Naruto lagi. "Mungkin besok atau lusa. Dan aku akan melatihmu melalui 'tubuh yang lain' ". Jawab Nagato.

Iapun segera berkonsentrasi kemudian mengalirkan Chakranya. Kemudian, munculah seorang berambut oranye dengan berbagai tindikan disekujur tubuhnya. "Kakiku sudah tidak bisa digunakan untuk berjalan. Maka dari itu, aku akan menggunakan tubuh yang lain seperti yang kau lihat." Katanya.

"Apa aku bisa memberikanmu sesuatu Nagato-nii?" tanya Naruto. Nagato merasa bingung dengan apa yang dikatakan Naruto. "Memang apa yang akan kau berikan?" tanyanya.

Narutopun mendekati Nagato kemudian menyentuh dadanya. Sedetik kemudian, Chakra berwarna abu- abu mulai menguar dari tangannya dan masuk ke tubuh Nagato. Lama- kelamaan, tubuh Nagato kembali berisi dan luka di kakinya perlahan- lahan pulih. Besi yang menancap ditubuhnya pun perlahan- lahan mulai berjatuhan. Dan tubuh lain yang dikendalikan Nagato terjatuh karena tidak mendapat Chakra.

Setelah sekitar 5 menit, Narutopun menghentikan pengeluaran Chakranya kemudian agak terengah- engah. "Hosh...Hosh.. hanya itu..Hosh...yang bisa..Hosh..Kuberikan." katanya sambil berjalan mundur dan terduduk.

Kemudian, Nagato merasakan seluruh tubuhnya mengalir kekuatan baru yang sangat kuat. Iapun bisa menggerakan kakinya kembali. Iapun bangun dari duduknya di mesin itu kemudian berjalan menuju Naruto. "Terimakasih Naruto. Aku berjanji akan melindungimu dengan segala kekuatan yang kumiliki." Katanya sambil berlutut dan menyentuh pundak Naruto dan menatap mata yang masih menyala terang itu.

Konan yang bisa melihat Nagato berjalan kemudian menghampiri Naruto. "Aku juga akan melindungimu Naruto. Kau sudah kuanggap adik kandungku sendiri. Dan maaf telah meragukan kemampuanmu." Katanya.

Sedangkan Naruto hanya tersenyum dan perlahan- lahan tubuhnya goyah kebelakang dan matanya kembali menjadi biru. Dengan sigap Nagato menangkapnya dan menggendongnya ala bridal style. "Dia kelelahan. Chakra yang ia berikan cukup banyak." Kata Nagato kemudian segera pergi dari situ untuk mengistirahatkan Naruto. Konanpun mengikuti Nagato setelah mengurus tubuh lain Nagato yang terbaring disana. "Andai kau ada disini, Yahiko." Gumam Konan.

=Skip Time (Konoha)=

Sinar mentari yang hangat membangunkan seluruh makhluk yang ada di Konoha. Tidak terkecuali sebuah keluarga yang satu ini. Seorang anak berambut merah yang sedang tertidur perlahan- lahan membuka matanya, menampilkan manik violet yang cukup indah.

"Hoaamm.. Sudah pagi ya?" gumamnya. Iapun segera menyingkirkan selimutnya kemudian bergegas untuk mandi. Setelah selesai, ia segera mengenakan pakaiannya dan menuju kebawah untuk sarapan.

"Ohayou Tou-san, Kaa-san." Sapanya setelah sampai di meja makan. Iapun segera mengambil tempat duduk dan mengambil makanan yang sudah tersedia.

"Hm. Bagaimana keadaanmu Menma? Apa sudah merasa lebih baik?" tanya Minato sambil membaca koran. Semenjak kemarin Menma telah pulang dari rumah sakit. Penyembuhannya menjadi lebih cepat karena dibantu oleh Chakra Kyuubi dalam tubuhnya.

"Sudah Tou-san. Ittadakimasu!" Katanya setelah itu mulai memasukan makanan di piringnya kedalam mulut. "Ngomong- ngomong, dimana Naruto? Dia tidak terlihat sejak kemarin." Katanya disela makannya.

"Kau tidak perlu memikirkannya. Dia sudah tidak dianggap sebagai bagian keluarga kita lagi. Mungkin kita akan menghapus namanya dari keluarga kita." Balas Minato. Namun, Kushina yang sedang mencuci piring tentu mendengarnya dengan jelas. Perlahan- lahan ia mulai meneteskan air mata. 'Jika saja kau mendengar ini Naruto. Pasti kau akan membecinya seumur hidupmu.' Batin Kushina sedih.

"Kau tidak makan Kushina?" tanya Minato yang masih membaca korannya. "Tidak." Jawab Kushina singkat. Ia sedang tidak ingin berbicara dengan Minato hari ini.

Setelah selesai mencuci piring, iapun segera mencuci tangannya kemudian mengeringkannya. Dan kemudian, ia segera keluar rumah dengan alasan ingin berjalan- jalan. Padahal sebenarnya ia ingin menghindari Minato. 'Dasar ayah bodoh!" batinnya.

Namun mereka tidak menyadari bahwa sebenarnya ada yang mengawasi mereka. "Begitu ya?" gumamnya kemudian menghilang dalam sebuah pusaran.

=Amegakure=

Tidak jauh berbeda dengan di Konoha, sinar mentari juga menyinari Amegakure. Namun, sepertinya sinarnya sedikit terhalang karena awan hitam yang bergulung diatas sana.

Seorang anak berambut kuning sedang tertidur nyenyak dalam sebuah kamar kecil dengan sebuah ranjang dan lemari. Perlahan- lahan, anak yang tidak lain dan tidak bukan adalah Naruto itu mulai membuka matanya. Ketika ia sudah sadar sepenuhnya, seorang pria berambut meraah dan seorang wanita berambut biru masuk dari satu- satunya pintu di kamar itu.

"Kau sudah baikan Naruto?" tanya Si pria yang bernama Nagato itu. "Sepertinya sudah. Terimakasih Nagato-nii." Balas Naruto.

Nagato yang mendengar hal itu tersenyum simpul. "Apa kau mau berlatih hari ini atau kau mau menunggu sampai kau pulih sepenuhnya?" tanyanya lagi.

"Lebih baik sekarang saja. Lebih cepat lebih baik." Jawab Naruto. Merekapun segera meninggalkan kamar itu untuk pergi berlatih. Namun baru sampai didepan kamar itu, sebuah pusaran muncul dan menampilkan seorang bertopeng spiral. "Tidak mungkin! Bagaimana kau bisa berjalan? Dan badanmu itu sudah kembali berisi?" tanya Tobi kebingungan. "Seorang anak memberikanku Chakra dan menyembuhkanku." Balasnya sambil menatap Naruto.

Sedangkan yang dimaksud oleh Nagato hanya bisa menggaruk kepalanya. "Ehehehe.." tawanya gugup. "Jadi begitu ya? Baguslah kau sudah sembuh." Balas Tobi.

"Naruto, aku mempunyai sebuah berita untukmu." Kata Tobi lagi. "Apa itu?" tanya Naruto penasaran.
Tobipun menghela napasnya berat kemudian berkata. "Minato sudah tidak menganggapmu sebagai keluarganya." Lanjutnya.

Mereka semua minus Naruto dan Tobi agak terkejut mendengar berita ini. "Begitukah?" gumam Naruto agak sedih. Mereka menatap Naruto dengan tatapan sendu. "Kau baik- baik saja Naruto?" tanya Konan memastikan. "Ya Konan-nee." Balas Naruto.

"Heh, sepertinya kalian sudah akrab ya?" kata Tobi mendengar panggilan Naruto. "Ya, seperti yang kau lihat." balas Naruto. "Nah, aku akan mengurus beberapa hal lagi. Aku pergi dulu." Ucap Tobi dan kembali menghilang dalam pusaran.
Merekapun berpandangan satu sama lain. "Kita merahasiakan hal ini darinya kan?" kata Naruto pada Konan dan Nagato. Mereka berduapun menangguk menyetujui apa yang dikatan Naruto. Dan setelah itu mereka segera pergi menuju keluar untuk mencari tempat latihan yang cocok.

=Tempat Latihan=

Setelah sekitar 30 menit, mereka akhirnya sampai disebuah hutan yang cukup rindang dan cukup jauh dari tempat mereka sebelumnya. Namun saat ini mereka berada di bagian hutan yang lapang ."Nah, kita akan berlatih disini Naruto. Baiklah, sekarang kita akan melakukan sparring untuk mengetahui sejauh mana kemampuanmu." Kata Nagato. Konan yang mendengar mereka bersiap- siap segera menyingkir dari arena untuk mempersilahkan mereka bertarung.

"Baik, siapa takut?!" balas Naruto kemudian melompat mundur. Iapun merangkai segel tangan kemudian mengucapkan nama jutsunya. [Suiton: Mizzurapa! BYARR!]. Dari dalam mulut Naruto keluarlah air yang cukup deras dengan intensitas cukup besar mengarah ke Nagato.

Sedangkan Nagato yang melihat hal itu, juga merangkai segel tangan dan mengucapkan jurusnya. [Katon : Goukakyu No jutsu!]. Dan sebuah bola api berukuran cukup besar segera keluar dari mulut Nagato dan mengarah ke semburan air Naruto.

[BLARRR! BZZZ!] Kedua jutsu itupun saling bertabrakan dan menghasilkan kabut yang cukup tebal. Narutopun segera mengambil inisiatif dengan berlari mendekati Nagato, berniat untuk menyerangnya dari jarak dekat.

Setelah sampai didepan Nagato, Narutopun segera memutar tubuhnya dan mengayunkan kaki kanannya kearah Nagato. [Takk!] Namun sayang serangannya berhasil digagalkan oleh Nagato dengan menangkap kakinya dengan tangan kirinya. Kemudian, Nagato segera menarik kaki Naruto kebelakang dan menggunakan tangan satunyauntuk memukul kepala Naruto[Sett! Takk!]. Secara reflek Naruto segera menahan kepalan tangan Nagato menggunakan tangan kanannya kemudian menggunakan kaki kirinya yang dilapisi Chakra untuk menendang perut kanan Nagato dan [Takk!Buagh!] Nagato yang tidak memiliki perlindungan lagi segera terpental ketika Naruto mendaratkan tendangannya.

Ipun terpental sejauh 6 meter dan mendarat dengan posisi telungkup menghadap Naruto. "Uhuk..Uhuk.. Tendanganmu kuat juga ya, Naruto?" kata Nagato sambil terbatuk. Menggunakan kedua tangannya, Nagato mencoba bangkit dari posisinya. Sebentar kemudian asap bekas pertemuan dua jurus tadi menghilang.

"Apa kau sudah menyerah Nagato-nii?" tanya Naruto agak keras agar Nagato dapat mendengarnya. "Kau bercanda? Aku belum menunjukan kekuatanku." balas Nagato setelah berdiri tegak. Setelah itu, ia segera merentangkan kedua tangannya kearah Naruto. [ Tendo : Shira Tensei!] ucapnya. [Cuiing! Buaghh!] Narutopun segera terpental sejauh 20 meter dari tempatnya dan mendarat setelah berputar- putar.

"Ughh... Jutsu apa itu?" tanya Naruto pada dirinya. Setelah itu iapun berdiri dan membersihkan baju dan celananya yang kotor. Setelah selesai membersihkan bajunya, Narutopun melihat kearah Nagato yang masih dalam posisi merentangkan tangannya.

=Nagato Side=

"Kau sudah menyerah Naruto?" teriak Nagato sambil menurunkan tangannya. Nagato menjadi agak bingung ketika Naruto tidak membalas perkataannya. Namun beberapa detik kemudian, ia melihat Naruto tersenyum. Namun sebenarnya presepsinya salah.

=Naruto Side=

Ternyata dari jauh, seringaian Naruto terlihat sebagai sebuah senyuman. "Heh, kita lihat apakah jutsu itu bisa menahan Chakra ini." Ucap Naruto. Sedetik kemudian, Chakra berwarna abu- abu yang cukup tebal mulai menyelimuti tubuhnya. Rambutnyapun mulai berdiri menantang gravitasi akibat dari pengeluaran Chakranya. Sedangkan tanah yang ia pijak segeraa retak dan membuat suatu kawah berdiameter 2 meter. "Chakra yang luar biasa." Ucap Naruto bangga. Kemudian, ia mulai mengumpulkan pusaran Chakra berwarna sama di tangan kanannya. Dan Narutopun melaju kearah Nagato dengan bantuan Chakranya sehingga gerakannya tidak terlihat dengan jelas.

Nagato yang melihat keluarnya Chakra abu- abu itu takjub. Apalagi ia bisa merasakan pancaran kekuatan yang besar dari jarak yang cukup jauh seperti ini. Namun, matanya melebar dikala ia melihat terkumpulnya Chakra spiral di tangan Naruto. "Ra-rasengan? Bagaimana dia bisa menggunakan jurus Jiraya-sensei. Tapi, kenapa warnanya berbeda?" gumam Nagato.

Dan tepat setelah Nagato selesai bergumam, Naruto sudah berada didepannya sekitar satu meter dengan bola spiral ditangannya. "Terima ini! [Otsutsuki Rasengan!]" kata Naruto sambil memajukan tangan kanannya ke arah Nagato.

Sedangkan Nagato yang melihat hal itu, dengan cepat segera melebarkan kedua tangannya kearah kiri dan kanan tubuhnya. [Shinra Tensei] ucapnya. [Cuing! Blarr!] Dan betapa terkejutnya Nagato ketika ia melihat Naruto tidak terpengaruh oleh jutsu andalanya. Hanya tanah dibelakang Naruto yang terangkat dan terpental. 'Heh ternyata berhasil' batin Naruto. Iapun segera menanamkan jutsunya di perut Nagato dengan cepat. [Suingg! Blarr!] Nagatopun berputar dan terpental cukup jauh akibat jutsu barusan.

"Aku menang." Ucap Naruto kemudian menonaktifkan Chakranya. Iapun berlutut dan terengah-engah akibat kelelahan karena ia belum bisa sepenuhnya mengendalikan Chakranya. Sedangkan Konan yang melihat hal itu hanya bisa terkagum- kagum. Ia mengira kemampuan Naruto masih jauh sekali dibawah Nagato. Dan setelah itupun mereka segera menghampiri Nagato.

=Nagato Place=

"Uhuk..Uhukk..serangannya kuat sekali.." ucap Nagato yang masih terduduk disebuah batu yang cukup besar. Perutnya terluka cukup parah karena menerima serangan Naruto tadi. Iapun segera merangkai segel tangan. [Jigokudo!] ucapnya. Iapun menghentakan tangannya ke tanah dan kemudian, keluarlah sebuah patung yang memiliki Rinnegan atau yang biasa disebut Raja Neraka. Iapun masuk kedalamnya untuk melakukan pengembalian tubuh.

Setelah beberapa menit, datanglah Konan dan Naruto. Naruto agak bingung melihat sesosok patung yang memiliki Rinnegan didepannya. "Apa itu milik Nagato-nii?" tanya Naruto. "Ya. Itu salah satu jutsu dari Rinnegan, Jigokudo. Pasti sekarang ia sedang melakukan pemulihan diri. Hanya pemilik Rinnegan yang bisa memulihkan dirinya didalam sana. Jika tidak, maka saat ia keluar malah akan semakin parah hasilnya." Jelas Konan panjang lebar.

Dan setelah itu, keluarlah Nagato dalam keadaan seperti sebelum mereka bertarung. Patung Raja Neraka itupun segera menghilang dalam sebuah kepulan asap. "Kau hebat Naruto. Kau bahkan dapat melawan kekuatan Shinra Tensei." Ucap Nagato. "Terimakasih Nagato-nii. Sekarang, bisakah kau mengajariku?" tanya Naruto. Nagatopun mengangguk dan mulai mengajari Naruto tentang dasar- dasar Rinnegan.

=Skip Time=

"Apa kau sudah mengetahui dasar- dasar Rinnegan Naruto?" tanya Nagato setelah mereka berdiskusi tentang Rinnegan selama beberapa jam. "Ya ya aku mengerti. Tapi kapan kita mulai prakteknya?" kata Naruto bosan. "Kita bisa mulai dari tingkat yang paling bawah yaitu Jigokudo. Cobalah memanggilnya kemari dengan Rinneganmu." Kata Nagato yang dijawab anggukan oleh Naruto.

Iapun segera mengaktifkan Rinnegannya dan merangkai beberapa segel tangan. [Jigokudo!] kata Naruto sambil menghentakan kedua tangannya ketanah. Dan setelah 3 detik, munculah patung Raja Neraka seperti Nagato. Namun, miliknya mengeluarkan semacam ungu yang memancarkan aura yang kuat dan membuat takjub Konan dan Nagato. 'Auranya sangat kuat.' batin Nagato dan Konan.

"Kalian kenapa?" tanya Naruto ketika melihat Konan dan Nagato menatap Raja Nerakanya dengan terkagum- kagum. "Milikmu memiliki pancaran energi yang kuat Naruto." Kata Konan. "Begitu ya? Hehehe.." respon Naruto mendengar hal itu. Iapun menghilangkan jutsunya dan kembali berdiri.

"Nah, kau sudah menguasai salah satu teknik Rinnegan dengan singkat dan tepat. Itu artinya kau lebih baik diajari langsung dengan praktek dari pada dengan teori." Kata Nagato. "Nah, besok kita akan latihan lagi, sekarang kita harus kembali karena.." ucapan Nagato terputus ketika mereka melihat seorang bertopeng spiral berjalan ke arah mereka. "Karena aku mencari kalian hm?" ucapnya sambil menggantungkan tangan didadanya. "Jadi kau memiliki Rinnegan juga ya, Naruto?" tanya Tobi santai.

"Ahaha.. Maaf tidak memberitahumu Tobi" jawab Naruto sambil tertawa gugup. "Tidak apa. Aku tidak akan memberitahu sisapapun tentang hal ini, jadi kau bisa percaya padaku." Balas Tobi. "Terimakasih." Jawab Naruto lagi. Dan merekapun segera meninggalkan tempat itu untuk kembali ke persembunyian.

Dalam perjalanan tanpa jutsu Tobi yang Naruto ketahui namanya Kamui, Naruto baru sadar ternyata ia berada di Amegakure. Seperti namanya, desa ini sering mengalami hujan yang deras seperti sekarang.

Dan setelah berjalan sekitar 20 menit karena menggunakan Chakra Boost, akhirnya mereka sampai di sebuah gedung dengan puncak seperti 4 kepala dan memiliki lidah yang menjulur.

Merekapun segera naik ke gedung itu dan masuk melalui salah satu kepalanya. Setelah berjalan lagi didalamnya, akhhirnnya mereka sampai ditempat pertama mereka bertemu.

"Duduklah. Aku memiliki sesuatu untukmu Naruto." Kata Tobi sambil duduk dan mengeluarkan sesuatu dari dalam bajunya satu- persatu. Dan ternyata yang ia keluarkan adalah beberapa gulungan mengenai jutsu. Merekapun segera duduk dan melihat apa yang akan Tobi berikan. Gulungan pertama berwarna merah betuliskan kanji "KATON", yang kedua adalah gulungan berwarna biru muda bertuliskan "SUITON, yang ketiga berwarna hijau bertuliskan "FUUTON", yang keempat berwarna biru tua bertuliskan "RAITON" dan yang terakhir berwarna cokelat dengan tulisan "DOTON".

"Ini gulungan jutsu?" tanya Naruto padanya. "Ya, kau benar. Ini semua adalah gulungan jutsu dari berbagai desa yang berhasil aku kumpulkan. Gulungan- gulungan ini berisi jutsu rank B sampai Rank S. Karena memiliki Rinnegan, kurasa kau dapat menguasai jutsu dari gulungan- gulungan ini dengan mudah." Balas Tobi.

"Apa dia bisa Tobi? Bagaimanapun dia masih berumur jauh dibawah kita." Tanya Nagato. "Dia pasti bisa. Kau lihat sendiri dia bisa melawan jutsu andalanmu itu." jawab Tobi. Namun mereka kembali dibingungkan oleh Tobi ketika ia mengeluarkan satu gulungan lagi. Gulungan ini berwarna hitam dengan corak seperti ranting berwarna hijau teraang namun tidak ada tulisan yang menyertainya.

"Aku juga ingin kau belajar menguasai ini. Tapi kalaupun tidak bisa tidak apa- apa." Kata Tobi sambil meletakan gulungan tadi. "Apa ini?" tanya Naruto sambil mengambilnya. "Bukalah dan kau akan tahu." Balas Tobi yang diikuti anggukan dari Naruto. Iapun membukanya dan membacanya perlahan- lahan. "I-ini..?" "Ya benar. Ini adalah gulungan Jutsu Shodaime Hokage Hashirama Senju." Potong Tobi. Naruto agak terkejut saat mendengar kata Hokage. Yang artinya, Tobi mengambil gulungan ini dari Konoha. "Apa kau Ke Konoha?" tanya Naruto lagi.

"Ya. Aku juga kesana untuk menjemput seseorang." Jawab Tobi. Setelah ia selesai berkata begitu, masuklah seorang pria dengan dua Sharingan tiga tomoe yang menyala. Dia juga menggunakan Hitai-ate Konoha yang dicoret melintang. "Uchiha Itachi, Rank-S mising-nin." Kata Naruto sambil menatapnya. "Begitukah? Jadi kau sudah mengenalku, Uzumaki Naruto. Anak dari Hokage Ke-empat." Balas sang Uchiha.

"Heh, sekarang tidak lagi Uchiha-san. Minato sudah tidak menganggapku sebagai anaknya lagi." Kata Naruto meralat. Itachi agak terkejut mendengar perkataan Naruto bahwa dia sudah tidak dianggap keluarga oleh Sang Hokage. "Jadi untuk apa dia disini?" tanya Naruto pada Tobi. "Tentu untuk membantu kita mencapai kedamaian." Balasnya.

"Begitukah? Jadi organisasi ini berisi kriminal kecuali aku?" tanya Naruto lagi. "Ya. Dan aku akan mengumpulkan anggota dari berbagai desa. Dan Khusus untuk Nagato, aku memberikan waktu sekitar 5 tahun untuk melatih Naruto." Balas Tobi lagi. "Baiklah. Aku,Konan,dan Itachi akan mencari anggota lain mulai besok. Kalian bisa mulai berlatih juga mulai besok." Kata Tobi. Merekapun mengangguk dan pergi ke kamarnya(?) masing- masing untuk beristirahat.

.

.

.

.

=SKIP TIME=

Pagi hari ini diwarnai oleh hujan deras yang masih mengguyur daerah Amegakure. Dan seperti perjanjian mereka, hari ini Konan, Tobi dan juga Itachi akan pergi untuk mengumpulkan anggota Akatsuki yang lain. Sekarang mereka berada di tempat latihan Nagato dan Naruto kemarin.

"Nah, kami akan pergi seperti perjanjian. Dan mungkin Konan akan menyempatkan diri untuk kemari dan membawakan informasi baru bagi kalian. Ingatlah untuk berlatih dengan keras Naruto. Kuasailah jutsu yang ada di gulungan yang kuberikan." Kata Tobi.
"Baiklah, terimakasih Tobi-nii." Balas Naruto tersenyum polos bagaikan anak kecil yang diberikan lolipop. Tobi yang mendengar panggilan dan senyuman Naruto mulai merasakan suatu kehangatan didalam hatinya. 'Anak ini.' Batinnya. Iapun menepuk kepala Naruto dan mengacaknya pelan. Dan seperti mengerti keadaan, anginpun mulai berhembus dan menambah kesan dalam suasana ini.

'Biasanya dia tidak sehangat ini. Naruto memang anak yang misterius.' Batin mereka minus Naruto dan Tobi yang mengetahui secara jelas bagaimana kepribadian si topeng spiral ini. "Baiklah Outoto." Balas Tobi sambil tersenyum di dalam topengnya yang tentu saja tidak terlihat.

Mereka bertigapun segera pergi dari sana untuk beberapa tahun kedepan dalam rangka mencari anggota lain. Dan tinggalah Naruto dan Nagato di tempat itu. "Nah Naruto. Saatnya kita juga berlatih. Kau tidak mau terlihat lemah dihadapan para kriminal itu kan?" kata Nagato. "Yosh! Ayo kita berlatih." Jawab Naruto semangat. Dan merekapun memulai latihan mereka hari itu dengan berlatih tahap- tahap berikutnya dalam teknik Rinnegan.

=Skip Time (2 Tahun)=

Seperti kata Nagato, Naruto lebih mudah diajari dengan praktek dari pada teori. Hal ini terlihat dengan adanya peningkatan pesat dalam dua tahun latihannya dengan Nagato. Sekarang, Naruto sudah dapat menguasai Rikkudo jutsu seperti Nagato. Bahkan ia dapat menggunakan Chibaku Tensei yang cukup kuat untuk mengangkat satu desa kedalamnya menurut perkiraan nagato.

Naruto juga sudah dapat menguasai jutsu dari gulungan yang diberikan Tobi sampai rangking S di dua elemen, yaitu Katon dan Suiton. Iapun berhasil mengendalikan kekuatan Chakranya secara penuh dengan bantuan dari Nagato.

Sedangkan untuk Mokuton, ia belajar seorang diri karena Nagato kurang memahami tentang konsep maupun praktek pemggunaan Mokuton.

"Baiklah sampai disini dulu lathannya Naruto." Kata Nagato yang baru saja menghidari salah satu jutsu Katon tingkat tinggi yang dikeluarkan Naruto. "Huh, baiklah Nagato-nii." Balas Naruto sambil melepas handsealnya.

Akibat dari jutsu Naruto barusan, beberapa pohon yang ada dibelakang Nagatopun terbakar dengan cukup luas. Mereka pun saling berpandangan dan kemudian Naruto mengangguk. Iapun segera merangkai beberapa segel tangan dan mengucapkan nama jutsunya. "[Suiton : Suishoha!]" ucap mereka bersamaan. Dan segeralah mengalir gelombang air dahsyat dari ketiadaan dan mengarah ke hutan yang terbakar itu. [Byarr!Bzzz!] Kebakaran di hutan itupun padam namun meninggalkan kabut dan pohon- pohon yang gosong dari daun hingga batangnya.

"Sepertinya aku ingin mencoba salah satu jutsu Mokuton-ku." Gumam Naruto. Iapun segera mengganti segel tangannya dan menghentakannya ke tanah. "[Mokuton Hijutsu : Jukai Kotan!]" Ucapnya. [Brakk!] Dan dari dalam tanah, munculah akar- akar dan akhirnya membentuk pohon- pohon yang cukup besar dan mengganti pohon yang terbakar tadi.

Nagato menjadi takjub akan perkembangan Naruto dalam dua tahun latihannya ini. Ia bahkan tidak memperkirakan Naruto akan menguasai Mokuton dalam jangka waktu sesingkat ini. Iapun jatuh terduduk dan terengah- engah "Hah..Hah..Hah..." akibat mengeluarkan 2 jutsu tingkat tinggi tanpa jeda.

"Kau hebat sekali Naru-chan." Kata Nagato sambil duduk disebelah Naruto. Narutopun hanya tersenyum mendengar penuturan dari seorang yang dianggapnya kakak itu. "Ne Nagato-nii, apakah kau mau mengantarku ke suatu tempat?" tanya Naruto. Nagatopun menaikan alisnya bingung ata s pertanyaan Naruto. "Memang kemana kau akan pergi?" tanya Naruto. "Kita akan pergi...

.

.

.

.

Ke Konoha.."

=TBC=

A/N : Selesai sudah chapter 4 ini. Maafkan saya yang sudah memperlambat waktu pengapdetan karen berbagai hal yang menghalangi. Tapi saya harap hal- hal yang ditanyakan reader sudah terjawab di chapter ini. Sekali lagi saya mengucapkan terimakasih bagi reader sekalian yang sudah Fav, Follow, maupun Review di fiv gaje ini. Dan saya berharap cerita ini dapat saya tamatkan dengan chapter diatas 20-an. Nah, sampai jumpa di chapter berikutnya.

=AnselmusSarira=

::LOGOUT::