Fast Update...

Silahkan di baca...

DISCLAIMER : Angel Beats! punya om Jun-san... fic ini punya saya...

WARNING : TYPO, OC, OOC, EYD gak bener, dll.

One Year With Onii-chan

Chapter 4 : Reunion (part 3)

"Hmm.. Apa kabarmu, sobat?"

"Aku baik"

Kedatangan Kenji di sambut teman-temannya yang juga pergi ke luar negeri. Yap, Tokyo Senior High School bekerja sama dengan perusahaan otomotif Jepang, dan untuk memperingati hari jadinya, perusahaan itu bekerja sama dengan seluruh sekolah menengah atas di Jepang dalam bentuk beasiswa untuk 5 anak dengan prestasi terbaik di sekolahnya. Dan Kenji adalah salah satunya.

"Ken-kun, bagaimana dengan suasana di London?" tanya seorang gadis.

"Yah.. Disana lebih dingin dari Jepang. Aku saja harus memakai jaket dan syal kalau ingin kemana-mana" jawab Kenji. "Dan bagaimana suasana di Paris, Mio?"

"Di sana indah sekali. Tempatnya romantis sekali.." jawab sang gadis yang di panggil Mio itu.

Mio Tsubaki, dia adalah teman sekelas Kenji sekaligus pengagum rahasianya. Mio mengagumi Kenji karena menurutnya, Kenji adalah pria yang baik, manis, dan jago bermain alat musik, terutama gitar dan piano. Sejak saat penampilan pertama Kenji saat festival sekolah. Dia langsung jatuh hati kepada Kenji. Dan dia bertekat akan menyatakannya cintanya saat kelulusan nanti.

"Oh iya, Shin. Bagaimana suasana di Berlin?" tanya Kenji kepada Shin.

"Yah.. Kota itu mempunyai suasana kota yang bagus" jawabnya.

Shintaro Sekine, pemuda ini adalah teman Kenji semasa sekolah dasar. Dia adalah kakak dari Shiori Sekine. Shinoda adalah pria yang menurut teman-temannya sedikit aneh. Padahal sebenarnya, dia adalah bintang sekolah. Dia juga anggota ekskul sepakbola dan basket. Karena itu, dia tidak pernah absen sekolah. Dan dia juga memiliki tubuh yang sixpack. Tapi sayang, dia agak mesum.

"Hei, Yuuki. Bagaimana keadaan Sydney? Apa kau menemukan pasangan baru? Hahahahaha..." tanya Kenji sambil menggoda teman wanitanya yang satu ini.

"U-urusai..." balas Yuuki dengan gelagapan.

Yuuki Hinata, gadis tomboy pecinta olahraga ini adalah kakak dari Hideki Hinata. Dia juga merupakan anggota dari ekskul Tae Kwon Do dan Judo. Kekuatannya? Jangan salah, 3 preman saja bisa dia kalahkan sekaligus. Tapi dari sosoknya yang tomboy, dia adalah kakak yang over-protektif terhadap adiknya. Meskipun tomboy, dia adalah salah satu dari murid terpintar di sekolahnya. Dia juga pernah berpacaran dengan seorang murid dari sekolah lain, lebih tepatnya tetangganya. Tapi karena kesalah pahaman, mereka memutuskan hubungan mereka.

Back to story

Kenji bingung karena yang datang baru 4 orang termasuk dirinya. Tak berapa lama, muncul seorang pemuda yang ditunggu kehadirannya.

"Sumimasen, aku terlambat"

"Tak apa, ayo duduk dulu" seru sang kepala sekolah.

"Tak kusangka, 'Pria Idaman' juga bisa terlambat, Jin" sahut Kenji kepada pemuda yang di panggil Jin itu.

"Hmmp, ku kira kau mati dalam kecelakaan pesawat, Kenji" balasnya.

Jin Takamura, pemuda dengan predikat 'pria idaman' ini adalah saingan Kenji sejak SMP. Prestasinya di sekolah sudah tidak bisa dihitung dengan jari. Dia juga selalu mendapatkan peringkat paling atas di sekolah. Persaingannya dengan Kenji juga sudah bukan persaingan antar-murid, tapi lebih sebagai persaingan antar-pria idaman. Kenji memang unggul di fisik, tapi Jin unggul dalam ilmu pengetahuan. Dia memiliki perasaan terhadap Mio. Namun, setelah dia mendengar bahwa Mio menyukai Kenji dari pertama kali masuk ke sekolah ini. Rasa kesalnya terhadap Kenji semakin besar.

"Ehem.. Baiklah, kalian bisa kembali ke kelas yang sudah ditentukan. Dan sekali lagi, selamat datang kembali disekolah ini.." ucap kepala sekolah.

"Ha'i" jawab kelima murid tersebut.

Di kelas 2-3

Suasana kelas 2-3 sangat sepi bagai taman pemakaman. Mengapa? Karena mereka semua sedang mengadakan ulangan harian dari Tanaka-sensei. Tanaka-sensei adalah guru di mata pelajaran fisika dan terkenal sebagai guru yang paling ditakuti, apalagi saat ulangan. Pernah suatu hari saat kelas ini mengadakan ulangan dadakan, ada seorang murid yang nekat tuk mencontek. Karena ketahuan, Tanaka-sensei pun mengambil kertas soal beserta lembar jawabannya. Tanaka-sensei tidak segan merobek kedua kertas itu dan menyuruh si murid tadi berdiri di depan kelas sampai ulangan selesai. Kejamnya... Sejak kejadian itu, tidak ada yang berani lagi untuk mencontek saat Tanaka-sensei mengadakan ulangan.

Kembali ke cerita

"Anak-anak, waktu tinggal 10 menit lagi. Jika ingin mengumpulkan, periksa kembali jawabannya" seru Tanaka-sensei.

Seluruh murid di kelas pun langsung panik tingkat dewa. Suasana kelas pun menjadi sedikit riuh. Hinata yang duduk di samping Otonashi bertanya pada sohibnya ini.

"Hoi Otonashi, kau sudah selesai? Kalau sudah, beri aku satu jawaban saja" pintanya.

Yang di tanya hanya bisa menghela nafas "Hah.. Baiklah, nomor berapa?"

"Nomor 14"

"Hmmm... Menurutku, jawabannya C"

"Arigatou atas jawabannya, kau memang temanku yang sangat baik" balas Hinata sambil tersenyum.

Otonashi yang melihatnya hanya bisa sweatdrop sambil memeriksa hasil kerjanya itu.

"Ya... Waktunya habis, silahkan dikumpulkan.." seru Tanaka-sensei tanda waktu sudah selesai.

Bagi murid-murid di kelas ini. Jika pelajaran Tanaka-sensei sudah selesai, itu berarti masa penjajahan atas kebebasan mereka telah usai. Semua murid mengumpulkan pekerjaan mereka di meja guru.

"Untuk soalnya, boleh kalian bawa pulang untuk belajar di rumah" seru Tanaka-sensei.

Di kelas 2-2

Di kelas ini susananya berbanding terbalik dengan suasana di kelas 2-3. Mengapa? Karena guru yang seharusnya mengajar di kelas mereka tidak bisa hadir karena sakit. Itu merupakan seuatu kebahagian tersendiri untuk mereka. Ada yang bermain Mahjong, kartu, makan, bahkan ada yang tidur.

"Hahahaha... Aku menang lagi.." tawa seorang gadis yang sedang bermain Mahjong.

"Kuso... Kau menang lagi, Hisako.." seru salah seorang pria.

"Keberuntunganmu bermain mahjong memang tinggi.." ucap pria satu lagi.

"Keberuntungan? Aku memang ahli dalam bermain ini... Kalian saja yang payah.." sangkal Hisako.

"Kalau begitu, ayo main lagi.." ucap sang pria untuk segera memulai permainan baru.

Sementara di pojok kelas.

Seorang gadis berambut merah muda dengan potongan pendek sedang menulis, lebih tepatnya menulis lagu baru. Dan dia baru saja menyelesaikannya.

"Haaah.. Akhirnya selesai juga" ucap gadis itu dengan perasaan lega.

"Kau sedang apa, Iwasawa?" tanya teman wanita yang duduk di depannya.

"Aku sedang menulis sebuah lagu yang nanti akan dinyanyikan di festival sekolah nanti" balas Iwasawa.

"Wah aku sudah tak sabar ingin mendengarnya, Iwasawa.."

Iwasawa yang mendengarnya pun tersenyum.

Kring... Kring...

Bel tanda istirahat sudah berbunyi, semua siswa berbondong-bondong pergi ke kantin untuk makan. Tapi bagi yang membawa bekal, mereka cukup berkumpul di koridor kelas. Hari ini, Kanade, Otonashi, dan Yuri seperti biasa saat jam istirahat. Mereka berkumpul di koridor kelas untuk menyantap bekal mereka. Tapi hari ini, mereka tidak hanya bertiga. Mereka ditemani oleh Hinata, Iwasawa, dan juga Shiina untuk menyantap bekal mereka masing-masing.

"Hoi Otonashi, boleh aku minta sedikit bekalmu" pinta HInata.

"Baiklah, sedikit saja ya.." jawab Otonashi.

"Huu.. Dasar tidak tahu malu.. Sudah bawa bekal masih saja minta punya orang lain.." celetuk Yuri.

"Dasar bodoh" sambung Shiina.

Hinata yang mendengarnya langsung terpukul. Tapi karena Otonashi baik hati, dia tetap memberinya sedikit dari bekalnya. Hinata yang melihatnya terharu. Dan mereka menghabiskan bekal mereka dengan penuh canda tawa.

SKIP TIME

Akhirnya, jam sekolah telah usai. Murid-murid telah bersiap untuk pulang. Di gerbang sekolah, rombongan Kanade bertemu dengan rombongan kakaknya.

"Oi... Kanade..." sapa sang kakak.

"Ada apa, onii-chan?" sahut Kanade.

"Boleh kami pulang bersama kalian?" tanya Kenji.

"'Kami'? memangnya kau bersama siapa, Kenji-nii?" tanya Yuri.

"Oh.. Aku bersama teman-temanku. Oh ya, aku belum memperkenalkan mereka pada kalian ya..."

"Ini Shintaro. Ini Mio. Dan ini Yuuki." lanjut Kenji sambil memperkenalkan mereka semua.

"Salam kenal semua" sahut yang diperkenalkan sambil membungkukan badan.

Saat Yuuki menegakkan badannya kembali, Yuuki tertegun melihat sesosok pemuda yang sudah tidak asing lagi baginya. Yap, dia melihat adiknya, Hideki Hinata. Yang menjadi objek penglihatan Yuuki pun terkejut sambil menelan ludah.

'Kenapa kau kembali, baka nee-san' gumam Hinata sambil menatap sinis.

"Apa kau bilang, Hideki?" sahut Yuuki diiringi aura hitam siap membunuh.

"A-aku bilang, nee-san k-kenapa t-tak k-kembali keru-mah sa-at k-kembali ke J-Jepang?" elak Hinata sambil bercucuran keringat dingin.

"Jangan bohong, aku tahu kau bergumam 'Kenapa kau kembali, baka nee-san'" balas Yuuki dengan aura yang semakin hitam dan kelam.

Hinata pun langsung lari dan disusul oleh sang kakak. Sementara yang lain langsung ber-sweatdrop ria.

"Ken-kun, ini adikmu?" tanya Mio memecah keheningan.

"Eh.. Iya, ini adikku. Namanya Kanade" jawab Kenji.

"Salam kenal. Aku Kanade Tachibana"

"Iya, salam kenal juga. Aku Mio Tsubaki"

"Oh.. Jadi ini adikmu, Kenji. Kawaii juga" sahut Shintaro sambil berusaha mencubit pipi Kanade tapi ditepis oleh sang kakak.

"Jangan kelewatan, dasar mesum"

"Oh iya, aku belum memperkenalkan teman-temanku" lanjut Kanade. "Ini Yuzuru. Dan ini Yuri"

"Salam kenal semua"

"Oh iya, daripada kita diam disini, lebih baik kita pulang" sahut Mio.

"Kalau begitu, ayo jalan"

Dan mereka semua pun jalan bersama menuju rumah masing-masing.

Ada yang tahu Hinata dimana? Dia sudah lari duluan kerumahnya. Yuuki? Dia sudah capek mengejar sang adik yang larinya lebih cepat dari dia dan akhirnya dia pulang sendirian ke apartemennya.

TBC


Yes... Fast update selesai juga nih..

Untuk chapter selanjutnya.. Tunggu ya...

Mohon review-nya ya...