Balas review dulu bentar ye.

Febri22: Haaaa... selfie je lah sama aku *Probe

Fithrini Annisa: Iya juga sih wkwk. Iya Boboiboy nyender di pundak Rini :3. Thank you!

Shirokuro 00: Hehehe, makasih banget bisa sempet review.

Adhadeva. Kirana: SALAM KENAL JUGA MUEHEHEH~

DesyNAP: Aku aja masih amatiran ._. v

ZDN: Heheh, soalnya pas jaman aku SMP disebutnya dark readers. Thank you :D

AnggiAfi: (YN) itu your name atau nama kamu looh. Kuase? Liat nanti je lah :D

Trqathyst: Cliffhanger?

Sofia48: Teruskan imajinasimu ;D

Aozora Yuki: Sesuain umur kamu aja. Boleeeh XD

Hariken yuu-chan: Arigatou Gozaimasu! Peluk eraaaaat terus mereka bertiga. Jangan di lepas!

Zaky UzuMo: Author juga gemes XD

Charlotte-chan: Thank you :D

Silver Celestia: See you in next review!

Robin: Udah lanjuuut :)

Tsermi Michiko: Lihat saja nanti ;). Hehehe, sorry for the typo.

Marmut2002: Unyu dooong :3

A/N: HOLAAAAA! *tebarbungamawar . By the way anyway busway, kalian udah liat video klip ekslusif Boboiboy The Movie? Kalau belum, cepetan liat di Youtube. Boboiboy nyaris terlihat ga pake topi. Comelnyeeeeeee!

Author seneng bangeeeet dikonfirm Nizam Razak di Facebook! *paketoa. Rasanya ada manis-manisnya gituuuu.

Udah ah, basa-basi meleeee. Cekidot!

Before:

TING! Teringat di otakmu kata-kata Boboiboy dan teman-temannya. Ya, kalau tidak untuk mencuri koko dan Ochobot, untuk apa Adu Du ke sini? Sambil bawa senjata laser pula.

Refleks kamu pun melindungi Ochobot dengan merentangkan tangan.

"Mau apa kau hah?"ucapmu sambil memandang tajam ke arah mereka.

"Aik, siapa orang ni, Incik Bos?"ucap Probe, robot ungu disamping Adu Du.

"Ha ah lah. Siapa kau hah? Jangan ikut campur urusanku,"cibir Adu Du.

"Huh! Jangan harap! Akulah pemilik kedai ni!"ucapmu dengan suara sangar.

"Jangan harap! TEMBAKAN LASER!"

DUAR!

Kamu yang tidak punya senjata apapun, terlempar dan jatuh ke tanah karena serangan brutal Adu Du.

"Aduh, sakiiit,"ringismu.

"HUWAA! TOLOOONG!"

"OCHOBOT!"

.

.

.

.

.

.

Dalami perasaanmu. Bayangkan kamu menjadi kakak Boboiboy. Teruslah gali bayanganmu. Imagine you have brother. His name Boboiboy. You love Boboiboy so much as sibling.

.

.

.

.

.

.

.

Kamu melihat Probe dan Adu Du mengejar Ochobot. Ditambah lagi Adu Du sudah memegang satu kaleng koko di tangannya. Ini tidak bisa terjadi!

"HOI! JAUHKAN OCHOBOT!"teriakmu sekuat tenaga.

Tidak peduli dengan posisimu sekarang. Lututmu terluka. Mengalirkan darah. Perih memang. Tapi, lebih perih lagi jika kamu melihat Ochobot yang sedang kesusahan. Kamu pun perlahan berdiri. Berdiri dengan sisa tenaga yang ada. Nafasmu sudah ngos-ngosan.

Ochobot sudah terjebak di dalam kedai. Dicegat oleh Adu Du dan Probe.

"Ahaha! Nak lari mana?"ejek Probe dengan tangan yang siap menangkap Ochobot.

Dengan sekuat tenaga, kamu berlari menuju Adu Du dan Probe.

"SUDAH AKU KATE JAUHKAN OCHOBOT!"teriakmu.

BRUAK!

"HUWAAA!"

Kamu menabrak Adu Du dan Probe. Kamu kembali jatuh di depan Ochobot. Sedangkan Adu Du dan Probe terpelanting cukup jauh. Dengan cepat kamu berdiri seraya merentangkan tangan melindungi Ochobot.

"Kak (YN)! Kau baik-baik je ke?"tanya Ochobot panik.

"Sudahlah! Aku takpe,"

"BERANINYA KAU! IIIIIH!"geram Adu Du.

"Hah! Incik Bos akan tembak kau,"ucap Probe.

Dengan posisi siap, Adu Du mengarahkan pistolnya ke arahmu dan Ochobot. Ochobot hanya bersembunyi ketakutan di belakangmu.

Adu Du punya senjata sedangkan kamu tidak.

Kamu sedang tidak dilindungi oleh Boboiboy dan teman-temannnya. Plus kamu tidak punya kekuatan apapun.

Tapi, bukan berarti kamu tak bisa apa-apa. Otakmu berpikir cepat. Kamu melihat barang sekitar kedai. Terlihat gelas yang mengeluarkan uap.

Kamu baru ingat. Itu gelas berisi air panas yang siap kamu tuangkan serbuk koko. Kamu perlahan mengambil gelas itu.

SPLASHH!

Kamu menyiram Adu Du dan Probe dengan air panas.

"GYAAAA!"

Adu Du dan Probe pun meronta-ronta kesakitan. Wajah Adu Du terlihat memerah ditambah dengan ekspresi kemarahannya. Sedangkan Probe terlihat bagian yang kelupas di tubuhnya.

"KURANG AJAR!"gertak Adu Du.

"Kau ni! Masih mau disiram?"ancammu tanpa takut.

"Hiiii! Awas ya kau! Aku akan kembali hahahaha! Saksikanlah nanti! Saksikanlaaaah! Bwahahahahaha!"

Adu Du pun segera naik ke kepala Probe yang sudah terbuka dan kabur.

"Yelah tu,"ucapmu jengah.

"(YN)! OCHOBOT!"

Terlihat Tok Aba yang tergesa-gesa lari menujumu dan Ochobot. Wajahnya sangat khawatrir. Beliau tidak memedulikan barang-barang yang tengah dibawanya jatuh ke tanah.

GREP!

Tok Aba memelukmu.

"Kau tak ape ke? Ya Ampun. Apa yang terjadi ni? Mengapa kau bertarung dengan Adu Du seorang?"

"Umm, Tok?"

"Iye?"

"Aku tak bisa nafas Tok!"

Refleks Tok Aba melepasmu. Dilanjutkan dengan kekehannya.

Kamu pun segera menjatuhkan diri ke kursi bundar Kedai Kokotiam.

"Pertama, aku tak pe, Tok!"

"Alah, bohong! Lututmu terluka,"cerocos Ochobot sambil menenteng kotak P3K. Dengan sigap, dia mengobati lukamu.

Kamu merasakan perih yang amat sangat di lututmu.

"AWW! Sakitlah!"protesmu.

Namun, Ochobot tidak peduli dan terus melakukan pekerjaannya.

"Kedua, Adu Du dan Probe datang ke sini sambil membawa senjata. Ketiga, memanglah aku seorang. Nak sama siapa lagi?"jelasmu.

"Ish! Dasar Adu Du. Dah tau kau takde senjata. Masih je nak serang,"

"Hahaha. Tak pelah tu,"tawamu.

"Kau ni. Sudah terluka masih sempat gelak,"sindir Ochobot.

Tok Aba dan kamu pun tertawa geli mendengar sindiran Ochobot. Tiba-tiba, kamu pun teringat Adu Du yang membawa satu kaleng koko. Itu berarti kamu lalai menjaga kedai ini. Yah, mau bagaimana lagi? Kamu saja baru menyadari kaleng itu sudah di tangan Adu Du ketika kamu mencoba berdiri.

"Tok, maafkan (YN) yang tak becus menjaga kedai. Satu kaleng koko sudah dirampas Adu Du tadi,"ucapmu dengan murung dan menundukkan kepala.

Kamu siap dengan ocehan Tok Aba. Ya apapun itu resikonya. Yang penting, kedai ini belum hancur.

"Dahlah. Atok tak peduli. Nasib baik kau selamat,"ucap Tok Aba seraya mengelus kepalamu dengan lembut.

Ya memang inilah Atokmu. Lembut, penyayang, dan terkadang tegas juga. Yang terpenting baginya ialah cucunya selamat.

Kamu pun mendongakkan kepala dan tersenyum cerah kepada Tok Aba.

"Terima Kasih, Tok Aba! Terbaik!"ucapmu sambil mengancungkan jempol.

"Baru satu kaleng je. Adu Du pernah mencuri lebih dari ini,"jelas Ochobot sesudah mengobati lukamu.

"Ha ah lah. Masih Atok catat dalam buku hutang. Hehehe,"timpal Tok Aba.

Kemudian kalian tertawa bersama.

"TOK ABA! KAK (YN)! OCHOBOT!"

Seseorang berteriak memanggil kalian bertiga. Kamu pun menengok ke sumber suara. Terlihat Boboiboy berlari ke arahmu disusul teman-temannya. Nafasnya terengah dan terlihat kekhawatiran di wajah comelnya.

"Ape jadi ni?"serbu Boboiboy panik.

"Yalo! Ape pasal Kak (YN) terluka ni?"timpal Ying ketika melihat lututmu.

"Kenape ni baju kotor sangat? Kau takpe keh Kak (YN)?"ucap Yaya khawatir melihatmu.

"Ape korang buat ni sampai berantakan sangat?"tambah Fang.

"Ha ah lah! Nah, Tok Aba, pesan Ice Koko satu,"ucap Gopal sambil mengancungkan telunjuk dan segera duduk di kursi sebelahmu.

Krik... Krik...

BLETAK!

"Aduh! Sakitlah Kak (YN)!"protes Boboiboy sambil mengelus kepalanya setelah kamu menjitaknya.

"Kau ni! Seenggaknya ucapkan salam dulu,"kritikmu.

"Hehehe! Assalamualaikum,"

"Telat. Waalaikumsalam,"balasmu sambil memeletkan lidah.

"Hoi! Cepatlah jelaskan ape jadi ni?!"ucap Fang ga sabaran.

"Adu Du datang kemari,"balas Ochobot.

"HAH?!"teriak semua orang kecuali kamu, Tok Aba, dan Ochobot.

"Macem mana?"ucap Gopal panik.

"Kemana sekarang Adu Du?"ucap Yaya.

"Iiiih dasar kepala kotak!"geram Ying.

"Kak (YN) menyerangnya tadi dengan air panas. Dia juga sempat jatuh karena tertembak Adu Du,"jelas Ochobot.

Dasar Ochobot. Kenapa harus menjelaskan kejadian tadi kepada mereka? Yang jelas, kamu tidak mau mereka terlihat khawatir. Ini akan memperumit masalah dan kamu membencinya akan itu.

"Pfffttttt... hahahahaha,"gelak Gopal tiba-tiba sambil memegang perutnya.

Ying pun menjitaknya.

"Hoi! Balik saja lah kau. Kite ni sedang khawatir,"omel Ying.

"Alaaaah. Lawak sangat adegan siram air panas tu. Hehehe,"ucap Gopal.

"Kau takpe keh Kak (YN)?"tanya Boboiboy dengan khawatir.

Kamu pun tersenyum.

"Aku takpe Boboiboy. Tenanglah. Adu Du sudah pergi,"balasmu.

"Tapi lutut kau terluka!"ucap Yaya agak histeris.

"Luka kecik je lah,"

"Kenapa kau tak panggil kitorang je Kak (YN)?"tanya Fang.

"Korang kan sekolah. Masa sih aku harus nelfon segala,"ucapmu sambil bercanda.

Yang lain pun diam. Menatapmu penuh kekhawatiran. Yah, mereka pulang sekolah tiba-tiba langsung disambut pemandangan buruk seperti ini. Terutama Boboiboy. Dia tak henti-hentinya memandang kamu.

"Dahlah. Kite ni tak ape-ape. Nah, Boboiboy, lebih baik kau segera pulang ke rumah untuk makan siang. Kau juga (YN),"perintah Tok Aba.

"Lalu, macem mana dengan kedai ni? Tok Aba sendiri sudah makan ke?"tanyamu.

"Atok akan makan di sini je. Kedai ni biar Tok Aba dan Ochobot yang urus,"

"Boboiboy akan bantu Atok setelah makan siang,"timpal Boboiboy.

"Oke,"

Kamu pun segera beranjak dari tempat duduk. Ketika kakimu menginjak tanah, kamu merasakan nyeri yang hebat di lututmu yang terluka.

"Awww,"

Dengan sigap, Boboiboy memegang lenganmu agar kamu bisa berdiri.

"Tenanglah Kak (YN). Kami akan disini untuk jaga-jaga,"ucap Yaya menenangkanmu.

Kamu pun menangguk dan melempar senyum kepada Yaya.

"GERAKAN KILAT!"


Dengan gerakan kilatnya, Boboiboy dan kamu sudah sampai di rumah dalam sekejap.

Boboiboy membantu memapahmu sampai ke meja makan. Kemudian ia pergi ke kamarnya untuk mengganti baju dan kembali lagi menuju dapur. Ia menyiapkan peralatan makan di meja makan. Kamu hanya duduk memandang aktivitasnya. Wajah Boboiboy masih saja belum lepas dari kekhawatiran akan kejadian tadi.

Tak lama kemudian, hidangan sudah tersedia di meja dan kamu menikmatinya bersama Boboiboy.

Ya, dalam keheningan.

Hanya terdengar suara dentingan sendok yang beradu dengan piring. Kamu tidak tahan dengan keheningan ini. Akhirnya, kamu mencoba berbicara untuk memecah keheningan.

"He..."

"Kenapa tadi Kak (YN) tak menelfon kitorang?"tanya Boboiboy dengan kepala menunduk.

Aih, masih saja bahas soal yang tadi.

"Hum, kau ni. Kan udah aku kate tadi. Akupun tak sempat menuju gagang telfon kedai,"

"Tapi, seenggaknya Kak (YN) berusaha meraih gagang telfon. Bukannya melawan Adu Du,"balas Boboiboy dengan nada tercekat.

"Ya, kalau ga ngelawan. Aku harus ngapain dong? Kabur gitu? Hahaha,"

BRAK!

Boboiboy memukul meja dengan kedua tangannya. Kamu pun kaget. Baru kali ini ia begitu marah sampai memukul meja. Untung mejanya ga hancur. Jangan lupakan kalau ia punya kekuatan super. Kemudian ia menatapmu dengan intens.

"Jangan bercanda Kak (YN)!"

"Aku gak bercanda. Kenyataan kok,"balasmu sengit.

"Kak (YN) ni! Nasib baik hanya Adu Du dan Probe. Macem mana kalau die bawa pasukan robotnya?"

"Tak tahu,"balasmu sambil memutar bola mata dan menopang wajamu dengan tangan.

Hening.

Ya, benar kata Boboiboy. Untung saja Adu Du tidak membawa pasukannya hanya untuk sekedar mencuri koko. Kalau tidak, kamu pasti tidak ada di sini saat ini.

Boboiboy pun kembali menunduk.

"Aku hanya takut kalau Kak (YN) sampai kenapa-kenapa,"ucap Boboiboy dengan suara pelannya.

Pelan sampai nyaris kau tidak bisa mendengarkannya.

Boboiboy pun melanjutkan makannya. Kali ini tidak ada sepatah kata apa pun lagi keluar dari mulut Boboiboy. Ternyata ia makan dengan lelet karena memikirkan masalah ini. Kamu pun sudah selesai makan.

Lalu kamu berdiri dan berjalan menuju Boboiboy. Nyeri di kakimu masih terasa.

"Aww,"

Boboiboy yang melihatmu hanya terserentak. Ketika ia ingin membuka mulutnya untuk berbicara, kamu merangkulnya. Kemudian duduk disampingnya.

"Hei! Aku tak nak kau khawatir sampai makan pun kau lelet. Tenanglah, aku masih ada di sampingmu. Lagipula, ini cuma luka kecik. Semuanya aman. Aku pun senang bisa kalahkan Adu Du,"ucapmu sambil tersenyum.

Boboiboy pun hanya diam. Kamu menghela nafas. Sudah menyerah mau bicara apa lagi sama budak comel ni.

"Yelah tu. Lain kali aku telfon kau,"ucapmu yang akhirnya jengah sambil memutar bola mata.

"Hehehehe. Terbaik,"balas Boboiboy yang akhirnya tersenyum dan mengancungkan jempolnya.

Kamu pun terkekeh geli. Lalu mengambil sendok di piring makan Boboiboy yang masih tersisa nasi dan lauk pauk. Kamu pun menyuapkan sendok yang sudah di isi nasi ke arah Boboiboy.

"Alah. Aku sudah besar. Tak payah menyuapkan aku pula,"cegah Boboiboy.

"Biarlah. Hihihi,"

"Tak nak,"

"Buka mulutmu,"

"Yelah tu,"

Kamu dan Boboiboy akhirnya tertawa bersama. Rasanya senang melihat adikmu yang kembali cerah. Kamu berharap kebersamaan ini terus berlangsung. Tanpa ada masalah yang menimpamu maupun Boboiboy.


Tentu ada sedikit masalah.

SPLASH!

Kamu terbangun saat mendengar suara aneh. Kamu mengucek mata dan segera melihat jam dinding. Jam 3 pagi.

SPLASH!

"Suara ape tu?"gumammu.

SPLASH!

Kesal, kamu akhirnya beranjak dari kasurmu. Lalu kamu mengikuti suara aneh itu.

SPLASH!

Suara itu berasal dari kamar Boboiboy. Kamu berjalan ke arah kamar Boboiboy.

SPLASH!

Kamu membuka kenop pintu. Kamar Boboiboy gelap. Kamu menyalakan saklar lampu.

Hal yang pertama kamu lihat adalah Ochobot yang memegang ember dan Boboiboy duduk dengan tubuh yang basah. Dari kepala sampai ujung kaki. Bahkan topi, kaus, dan celananya ikut basah. Keadaannya sangat payah.

"Ape yang korang buat malem-malem ni?"tanyamu heran.

"Hmm, Boboiboy nak tukar jadi Boboiboy Api,"ucap Ochobot.

"Hah?"

Boboiboy hanya menundukkan kepalanya.

"Kenapa bisa?"tanyamu sambil duduk di ranjang Boboiboy yang sudah basah minta ampun.

"Die berubah jadi Boboiboy Api sebab tertekan masalah,"

"Masalah?"

Masalah? Masalah yang tadi siang kah? Ampun deh, ini anak kepikiran banget.

"Tapi, tak payah siram Boboiboy segala,"

"Takpe, Kak (YN). Ochobot jaga aku je,"balas Boboiboy.

"Tak boleh. Kau tak bisa tidur tenang dengan keadaan seperti ini,"tegasmu.

"Tapi nanti aku bertukar jadi Boboiboy Api. Aku sangat membahayakan,"ucap Boboiboy dengan miris.

"Bahaya?"

"Yelah, nanti dia membakar sekitarnya,"imbuh Ochobot.

Jadi ini yang dimaksudkan Boboiboy Taufan kemarin. Ada dua orang yang akan muncul. Kamu akan bertemu dengan salah satunya. Boboiboy Api. Ya, api. Api yang akan menghangatkanmu dan api yang bisa membuatmu mati seketika juga. Namun, bagaimana pun juga, Boboiboy tetaplah adikmu. Dia tak mungkin berbahaya. Kamu yakin itu.

"Dahlah aku tak peduli. Sekarang juga pindah ke kamarku. Kau tak bisa tidur di kasur yang basah sangat ni,"perintahmu sambil memegang kasur Boboiboy.

"Tapi Kak (YN)..."

"Tak ada tapi tapian! Cepatlah,"

"Aku ikut ye? Hehehe,"tanya Ochobot.

"Yelah,"

Kamu, Boboiboy, dan Ochobot berjalan menuju kamarmu.


"Macem mana aku berubah nanti?"

"Tak pe lah. Aku awasi kau,"

"Macem mana jika kau terluka nanti?"

"Tak kan,"

"Macem mana..."

"Boboiboy,"

Kamu menangkup wajah Boboiboy dengan kedua tanganmu. Menatap matanya kemudian tersenyum.

"Aku takpe. Yang penting kamu harus tidur dengan tenang. Besok kan sekolah,"ucapmu menenangkan Boboiboy.

Boboiboy hanya menghela nafas. Dengan mata yang pilu, dia menatapmu.

"Lalu Kak (YN) tidur kat mana?"

"Aku tak bisa tidur lagi,"cibirmu lalu melepaskan tanganmu dari wajah Boboiboy.

"Dah lah pergi tidur,"perintahmu.

"Okay,"

Boboiboy pun berbaring di atas kasurmu. Kamu duduk di kursi dekat ranjang. Ochobot hanya mengawasi Boboiboy.

Sedetik kemudian, ia terlelap. Boboiboy kelelahan dan itu bukan main-main. Terlihat lingkaran hitam di sekitar matanya.

"Ape bener Boboiboy Api berbahaya?"ucapmu seraya melirik Ochobot.

"Ha ah. Dia lepas kendali. Bahkan Gopal, Yaya, Ying, dan Fang kena serangan die,"jelas Ochobot.

"Ya ampun,"

"Errggghhh,"

Tiba-tiba, Boboiboy menggeliat di atas kasur. Mengerang seperti orang kesakitan.

Ochobot yang sudah siaga dengan ember berisi air, kamu tahan dengan tanganmu. Kamu membiarkan perubahan bocah itu selanjutnya.

Cahaya yang datang dari Boboiboy menyinarimu cukup lama. Setelah redup, perlahan kamu melihat Boboiboy.

Boboiboy berbeda. Tapi, kenapa tidak ada Halilintar, Taufan, dan Gempa? Boboiboy hanya seorang diri. Dengan jaket warna merah tanpa lengan dan zip terbuka, ia memegang kobaran api di tangannya. Topinya agak terangkat ke atas, memperlihatkan sedikit rambutnya. Dengan sepatu hitam dan talinya yang berwarna merah menyala.

Oh, kamu tidak mempermasalahkan itu. Mimik wajah Boboiboy terlihat seram. Ia seperti orang marah yang bersiap-siap membakar seisi rumah ini. Kamu nyaris tidak percaya bahwa orang yang di depanmu adalah adikmu sendiri.

Boboiboy memutar kepalanya ke arahmu. Bersiap untuk menyerangmu dengan kobaran api di tangannya.

.

.

.

.

.

.

.

.

A/N: Gimana? Udah panjang? Kurang puas? Wkwk. Maafkan Author yang tak pandai mendalami perasaan T_T . Sorry for the bad Bahasa Indo and Malay.

Last, doakan aku ya semoga dilancarkan SBMPTN tanggal 9 Juni lagi. Setelah semua ujian masuk PTN kelar, aku akan menulis FF Boboiboy lebih rajin lagi. Hehehehe. Banyak ide numpuk di otak *pamer dah.

Review jangan lupa! Silent reader, review lah jangan pelit ngetik :3