Malam ke lima belas bulan Agustus. Taehyung masih bobok cantik di atas ranjang sehabis begadang keasyikan bermain Nintendo. Setelah jarum jam menunjukkan pukul delapan malam, akhirnya si tuan putri kembali dari alam mimpi. Sambil menggaruk-garuk perut, lelaki itu pergi ke kamar mandi setengah sadar.
Taehyung keluar dari kamar mandi setelah dua puluh menit berlalu dengan handuk yang melekat dari bagian dada sampai paha bagian atas. Kemudian ia berjalan dan membuka lemari putih tempat pakaiannya tersimpan. Omong-omong, beberapa hari yang lalu, seluruh pakaian Taehyung yang ada di kediaman Bogum telah dikirim ke sini. Jadilah Taehyung mendapatkan kembali pakaian-pakaian mini dan celana-celana dalamnya. Tak lupa kotak rias juga telah kembali ke tangannya.
Oleh karenanya, Taehyung bermaksud kembali mangkal di klub bersama teman-teman sejenisnya malam ini.
Sehubung koleksi baru merek pakaian desainer terkenal baru rilis pula, baginya inilah saat yang tepat untuk kembali bekerja dan meraup untung besar.
Taehyung itu primadona distrik merah ibukota. Jadi dambaan setiap lelaki sampai hidung belang. Namun sayang sekali, Taehyung itu berharga fantastis. Sekali masuk bisa sampai 10 hingga 15 juta. Itu belum termasuk bonus dan barang-barang pemberian para klien. Jangan tanya lagi kenapa Taehyung betah menjajakan diri. Yang jelas, Taehyung itu bukan lelaki murahan seperti kata orang.
Hari ini Taehyung pilih pakai atasan berwarna putih dengan modelan Shoulder Bell menampakkan seperempat lengan mulus dan tulang selangka. Skinny Jeans ikut turut serta membentuk paha dan bokong semoknya. Tak lupa ia pamerkan kalung permata hijau dan anting emas putih di cuping telinga kirinya. (kira-kira setelan pakaian seperti yang pernah Taehyung pakai saat ke acara SBS Taipei)
Selanjutnya, lelaki manis itu mengambil alat-alat rias kemudian mulai mempoles wajahnya. Taehyung hanya pakai eyeshadow dan pewarna pipi. Sengaja agar tak terlihat terlalu mencolok. Lagipula Taehyung memang sudah manis tanpa polesan apapun lagi.
Jadilah Tehyung sekarang berdiri di depan kaca lengkap dengan atribut siap berburu dan menjajakan diri kepada om-om berduit.
Tiba-tiba pintu terbuka.
Memperlihatkan Jeongguk dengan rambut dan pakaian setengah rapih. Maklum habis berdesak-desakkan naik bus saat jam pulang kantor.
"Aku pula..ng?"
Jeongguk terperangah. Melongo menatap kekasih manisnya yang tengah sibuk bersolek di depan kaca. Taehyung menoleh lantas kembali lanjut merias wajahnya.
Pulang kerja bukannya disambut oleh kecupan manis di pipi malahan dihadapkan oleh kekasihnya sedang yang sibuk bersolek.
"Tae mau pergi kemana malam-malam begini?" Jeongguk menaruh barang-barangnya di sebelah lemari. Membuka dan menyelampirkan jas hitamnya pada kursi meja belajar.
"Mau pergi ke klub." Tukas Taehyung sambil membuka sebuah pewarna sekaligus pelembab bibir warna merah muda natural. Kemudian memakaikan pada bibir ranum kebanggaannya tersebut. Sesudah itu, Taehyung berdiri berbalik menghadap Jeongguk. Sengaja pamer gincu, biar dikomentari.
Jeongguk balas tatap Taehyung dari kepala sampai ujung kaki. Ia melangkah maju mendekati sang kekasih. Taehyung sudah bersiap menutup kedua mata, persiapan sebelum kena semprot.
Namun dugaannya salah.
Taehyung kaget ketika merasakan kedua sisi lengannya yang tereskpos dielus pelan oleh telapak tangan Jeongguk yang kasar akibat sering dipakai untuk bekerja.
"Jangan malam-malam ya pulangnya.."
Setelah itu Jeongguk menarik kedua kerah pakaian Taehyung agar menutupi tulang selangkanya. Jujur, Jeongguk benci sekali ketika tubuh kekasihnya ini dilihat banyak orang. Terlebih pada bagian-bagian vital seperti tulang selangka (ini bagian favoritnya). Sungguh melihat Taehyung berpakaian seperti ini saja sudah cukup untuk membuatnya gatal dan dongkol ingin marah. Ingin sekali rasanya memerintahkan Taehyung untuk ganti pakaian dan melarangnya untuk mangkal di klub. Seperti yang biasa ia lakukan ketika Taehyung minta izin pergi ke tempat itu.
Entahlah, yang ada malahan nanti Taehyung kabur lagi seperti kejadian beberapa waktu lalu. Dan tentu saja, Jeongguk tidak mau kejadian seperti itu terulang lagi. Sepenuh hati ia turuti segala kemauan sang kekasih dengan tabah dan sabar. Berharap perasaannya akan terbalas suatu waktu nanti.
Jeongguk tersenyum meneliti seluruh bagian wajah Taehyung. Setelahnya, berbalik menghadapkan punggung ke arahnya dan pergi meninggalkan Taehyung.
Senyumnya manis sekali, sampai-sampai Taehyung tak kuasa menahan rona merah di kedua pipi gempalnya. Berkali-kali ia kedipkan kedua netra, apakah ini sebuah mimpi? Jeongguk yang tak mengomel ketika dirinya pakai pakaian ketat nan seksi (bagi Jeongguk ini sudah cukup seksi) justru malah memamerkan senyum manis di atas wajah gantengnya?
Taehyung buru-buru buang wajah beralih pakai sepatu boots hitam andalan. Setelah itu langsung membuka pintu dan pergi tanpa pamit.
Jeongguk terdiam ketika mendengar decitan pintu tertutup. Bibirnya menyunggingkan senyuman pahit. Jauh dalam hati, ingin sekali menghentikan Taehyung agar tak jadi pergi.
Kini Jeongguk hanya bisa menunggu dengan sabar hingga kekasihnya pulang. Tentu sambil lanjut mencari nafkah.
Benar saja, keesokan pagi Taehyung pulang dengan kondisi mabuk berat. Sekarang sabtu pagi. Tentu saja Jeongguk hari ini libur bekerja.
Jeongguk dengan mudah membopong tubuh kekasihnya ke atas ranjang. Hari ini juga Jeongguk sudah begadang menunggu Taehyung untuk pulang.
Penampilan Taehyung sudah tak karuan. Riasan wajah setengah hilang, rambutnya sudah acak-acakan. Terdapat bercakkan merah di lehernya.
Jeongguk tak dapat memberi komentar apa-apa. Selain mengganti pakaian dan menghapus riasan yang telah melekat pada wajah Taehyung dalam diam. Kalau boleh jujur, dadanya ikut menyempit melihat pemandangan yang sangat tak mengenakkan hati ini.
Jeongguk menghela nafas setelah berhasil menggantikan seluruh pakaian Taehyung.
Setelahnya lelaki berumur dua puluh satu tahun itu duduk di tepi ranjang. Menatap lamat-lamat wajah manis pujaan hati dengan sayang. Kemudian tangannya bergerak untuk membelai pipi Taehyung.
"Aku sangat mencintaimu.." katanya jujur sambil terus mengelus lembut pipi tembam Taehyung.
"Maafkan aku.. Aku akan bekerja lebih giat lagi agar kau tidak usah melakukan hal-hal seperti ini lagi.."
Dengan senyuman pahit, Jeongguk mengangkat bokongnya dan kembali bersiap karena baru ingat ada kerja sebagai pekerja konstruksi di daerah Mapo-gu.
Tidak apa, walau harus bekerja siang malam tak henti. Semua akan dilakukan Jeongguk demi Taehyung.
Hanya untuk Taehyung seorang.
.
Budak Cinta
Jeon Jeongguk x Kim Taehyung
[KOOKV]
Chapter 4 :
Haus Atensi
Selamat menikmati:)))
.
Masih di hari yang sama, Taehyung akhirnya bangun dari tidur lelapnya. Mengucek-ucek mata meneliti sekitar.
"Gukkie?"
Tentu saja tidak ada jawaban yang menyahut dari manapun. Taehyung cemberut.
Ketika baru saja berdiri di atas kedua kaki, Taehyung merasakan perutnya begitu mual. Lantas ia berlari menuju kamar mandi sebelum ia memuntahkan seluruh isi perutnya. Jangan terkejut, semua ini sudah sering Taehyung alami akibat semalam terlalu rakus minum alkohol sampai dua botol.
Setelah beberapa saat berlalu, Taehyung akhirnya merasa sedikit lebih baik. Lantas ia melangkah ke depan wastafel untuk mencuci wajah serta mulutnya. Setelah itu kumur-kumur bersiap menggosok gigi. Saat ingin memasukkan sikat gigi tersebut, Taehyung melotot melihat pancaran wajah dirinya sendiri. Reflek menjatuhkan sikat tersebut ke dalam wastafel.
"Astaganaga!"
Apa yang telah ia lakukan semalam?
Sejauh yang dia ingat, dirinya hanya sedikit minum-minum? Kemudian joget-joget di atas lantai dansa? sedikit cium-cium lelaki, kemudian sedikit gesek-gesek lalu sedikit-
Astaga.
Taehyung ingat kemarin habis melayani klien setengah tua yang agresif dengan isi dompet fantastis.
Itulah mengapa terdapat beberapa bercakkan merah keunguan di leher, padahal kemarin sudah meminta klien untuk menyepakati agar tidak membubuhi kecupan 'cinta' di manapun. Taehyung mengumpat.
"Sialan.."
Jari tangannya bergerak meraba noda-noda tersebut. Taehyung juga menyadari bahwa wajahnya sudah tak dipoles oleh riasan. Itu artinya, Jeongguk sudah melihat segala kekacauan yang telah ia perbuat.
Maniknya berkedip, rasa bersalah kembali datang menghampiri hati. Dalam kepala terbesit begitu banyak tanya. Namun hanya ada satu yang paling penting. Apa yang dirasakan Jeongguk ketika melihat noda-noda ini? Toh paling juga Jeongguk tak peduli, karena hanya pekerjaan saja yang ada di dalam kepalanya. Itulah pikiran Taehyung selama ini.
Taehyung tak tahu, bahwa yang selama ini memenuhi hati dan menghantui pikiran Jeongguk hanyalah dirinya.
Ia mengedikkan bahu dan menyimpan rapat-rapat rasa bersalahnya dan lanjut menggosok gigi. Yah setidaknya ia sudah mengantongi belasan juta dalam semalam yang cukup untuk menghibur dirinya sejenak. Taehyung tersenyum bangga atas pendapatan yang telah ia dapatkan tersebut. Setelah bersih menggosok gigi, Taehyung bergegas membersihkan diri.
Sekarang sudah pukul sembilan kurang sepuluh malam.
Taehyung menghabiskan hari dengan cara berguling-guling merebahkan diri di atas ranjang sambil baca komik dan makan keripik. Atau sekadar bermain ponsel dan menonton televisi. Dan sekarang ia merasa bosan karena tidak ada lagi yang bisa dilakukan.
Ingin main Mobil Lejen, tidak ada teman yang sedang Online. Mau cari perhatian, Jeongguk juga belum pulang. Taehyung manyun sambil berebah di atas kasur menatap langit-langit kamar.
Akhirnya pintu terbuka.
Kembali menampakkan sosok yang saat ini sedang ia tunggu-tunggu. Jeon Jeongguk dengan wajah kusut sehabis pulang menguli sedari pagi. Taehyung bangkit dengan wajah cerah.
"Jeongguk!" Katanya ceria. Namun Taehyung tersadar akan nada dan intonasi perkataannya, lantas buru-buru tutup mulut dan pasang wajah sedatar-datarnya.
Jeongguk mendongak setelah mencopot sepatu dan hanya tersenyum melihat wajah ayu sang kekasih.
Namun pandangannya ia alihkan lagi ke bawah setelah melihat bercakkan noda di leher Taehyung. Lagi, dadanya terasa sempit kembali. Lelaki yang baru saja datang tersebut langsung berjalan menuju kamar mandi untuk bebersih. Taehyung cemberut kembali merasa diabaikan.
Bahkan setelah selesai mandi Jeongguk juga tak bergeming untuk menoleh ke arah dirinya sedikitpun. Taehyung semakin sebal, bibir tebalnya mengerucut karena melihat Jeongguk yang sekarang sudah disibukkan kembali oleh pekerjaan. Melihat Jeongguk yang tengah sibuk menatap layar laptop dengan serius tak mengacuhkan Taehyung yang sedang duduk di atas ranjang mengamati dirinya.
"Jeongguk.."
Terdapat jeda sejenak sebelum Jeongguk menyahut. "Ya hyung?"
"Aku bosan." Jeongguk hanya tersenyum tak mengalihkan tatapannya dari layar.
Dahi Taehyung mengerut kesal karena benar-benar merasa diabaikan. Akhirnya ia kedapatan suatu ide nakal.
"Jeongguk.."
"Ya hyung?"
"Aku mau seks."
Jeongguk diam membatu di tempat. Kemudian lanjut mengetik laporan yang sedang ia kerjakan sedari tadi. Tak juga mengindahkan perkataan Taehyung.
Tentu saja hal itu membuat Taehyung kesal. Lantas menginjakkan kakinya di atas lantai berbahan kayu tersebut. Kemudian berjalan dan duduk di sebelah Jeongguk yang tengah sibuk membuat laporan.
"Aku serius dengan perkataanku. Ayolah, ini sudah bulan ketujuh semenjak kita berpacaran. Tetapi kita tak kunjung melakukan 'itu' juga.. kau bahkan tak mau melirikku sedikitpun." Jeongguk hanya diam terus menggerakkan kedua jari diatas keyboard.
Taehyung berdecih frustasi. Kesal akibat perlakuan yang katanya kekasihnya itu.
"Kenapa kau tak mau bercinta denganku? Apa aku sebegitu menjijikannya untukmu?" Ceplos Taehyung frustasi. Wajahnya merah menahan emosi. Akhirnya Jeongguk menoleh dengan ekspresi wajah tak terbaca.
"Kenapa tidak tanyakan hal itu kepada dirimu sendiri? Selama ini kau yang selalu menarik diri dariku. Hyung sendiri yang selalu tak suka ketika aku sentuh." Taehyung menarik kedua alisnya. Apa betul dirinya seperti itu?
"Tae, aku tak akan memaksa kalau memang kau tak suka melakukan hal-hal seperti itu denganku. Kau dan aku sama-sama tahu, bahwa aku memacarimu bukan karena tergiur dengan keelokan tubuh ataupun wajah cantikmu."
"Sungguh aku tak apa dengan hubungan kita yang hanya sebatas tukar satu atau dua buah kata saja."
"Bagiku melihat senyum manismu meski semua itu bukan karena aku, itu sudah lebih dari cukup. Aku tidak apa-apa, jangan pedulikan aku, yang penting Hyung senang."
Kini suasana telah berubah menjadi serius. Taehyung menatap Jeongguk yang kini sudah balik menatap layar kaca. Hati terasa begitu ngilu mendengar seluruh perkataan Jeongguk tentang perasaannya selama ini.
"U-uhm aku-"
"Tak perlu Taehyung, aku yang salah. Tak seharusnya aku berkata seperti itu. Maafkan aku."
Jeongguk tersenyum pahit menutup layar laptop kemudian bangkit dari duduknya. Ia melangkah mengambil dompet dari atas meja, lantas bergerak mengambil sandal dari rak sepatu dan berniat untuk pergi ke luar.
Sesaat sebelum membuka pintu, kedua lengan meraih pinggangnya dari belakang.
Taehyung dengan beruraian air mata memeluk Jeongguk dari belakang.
"A-aku mohon.. t-tolong jangan tinggalkan aku sendiri lagi.."
Jeongguk berbalik menatap wajah rupawan sang kekasih. Bahkan ketika menangis, Taehyung masih terlihat begitu menawan di mata Jeongguk. Tentu saja hati kecilnya tak tahan melihat pujaan hati menangis seperti ini. Terlebih menangis gara-gara perbuatannya.
"Sayang.. aku tak pernah pergi kemanapun." Jeongguk menyeka air mata yang telah jatuh di kedua pipi Taehyung dengan lembut.
"Tetapi Gukkie selalu sibuk bekerja…" Sisi manja dan kekanak-kanakan Taehyung keluar lagi. Namun siapa sangka, Kim Taehyung alias V memiliki sifat manja seperti ini terlepas dari kehidupan malam serta penampilan menawan dan nakalnya ketika bekerja. Yang tentu spesial hanya diperlihatkan kepada sang kekasih yaitu Jeon Jeongguk.
Jeongguk mengangkat kedua paha Taehyung dan menggendong lelaki manis tersebut. Taehyung menempel pada tubuh atletis Jeongguk seperti Koala. Jeongguk mendudukkan diri di pinggir ranjang ukuran single tersebut.
Taehyung kini duduk diatas paha Jeongguk. Kedua lengannya ia kalungkan pada leher kekasih, wajahnya ia sembunyikan pada leher Jeongguk. Sambil sesekali sesenggukkan.
Yang diduduki sibuk menenangkan si manis dengan cara mengecupi pelipis hingga pipi gempalnya. Tangannya bergerak menyisir surai pirang serta mengelusi punggungnya.
"Ssh, sudah cukup sayang, aku disini.." Taehyung hanya berdeham semakin menenggelamkan wajah pada aroma maskulin tubuh Jeongguk. Aroma yang membuatnya tenang hingga merasa begitu nyaman.
Dirasa kondisi Taehyung sudah tenang, Jeongguk meraih dagu kekasihnya tersebut.
"Taehyung, dengarkan aku baik-baik.. walau aku terus bekerja sepanjang hari, tak berarti isi kepalaku hanya kerja,kerja dan kerja. Kau tahu, aku melakukan ini semua untukmu. Agar kau tak usah pergi ke klub lagi.. " Taehyung menatap kedua manik obsidian kekasihnya. Sedikit melongo memperhatikan wajah tampannya.
"Selama aku bekerja, aku hanya memikirkanmu. Tidak ada yang lain sayang, aku hanya memikirkan senyum dan wajahmu. Jadi tak perlu cemburu dengan pekerjaanku, mengerti?" Intonasi suara Jeongguk begitu lembut terdengar di telinga.
Itu dia. Selama ini alasan yang membuat Taehyung jengkel dan kesal hingga berani kembali mangkal di klub. itu semua karena dirinya merasa cemburu dengan kesibukkan Jeongguk. Karena itu pekerjaan-pekerjaan sialan itu, Jeongguk jadi jarang sekali memanjakkan dan memerdulikannya.
Memang, satu-satunya orang yang mengerti Taehyung hanyalah Jeongguk.
Taehyung hanya mengangguk kecil mendengar perkataannya tersebut. Jeongguk tersenyum mengecup kening Taehyung. Pipi Taehyung merekah, Jeongguk gemas kembali menciumi pipi kekasihnya tersebut.
Tetapi Taehyung masih tak gentar dengan keinginannya.
"Gukkie.. sentuh aku." Jeongguk mengangkat kedua alis. Sejenak berpikiran bahwa Taehyung masih mengujinya. Baru saja ketika Jeongguk ingin buka mulut, Taehyung kembali memotong perkataanya.
"Aku mohon, tunjukkan aku rasanya disentuh dengan cinta. Selama ini orang-orang menyentuhku dengan dan karena nafsu. Aku menginginkanmu Jeongguk.. aku mohon.." Taehyung berbinar menatap kedua manik kekasihnya. Berharap sang kekasih mau mengabulkan permintaannya.
Hampir saja Jeongguk tergoda. Kemudian lelaki itu menggelengkan kepalanya.
"Tidak sayang, tidak sekarang…" Taehyung cemberut.
"Kenapa tidak..? apa kau jijik kepada-" Jeongguk memotong perkatannya dengan kecupan di pelipis.
"Aku tak mau melakukan hal 'itu' sebelum kau yakin dengan perasaanmu.. Aku ingin Tae menyukaiku karena cinta, bukan diawali dengan aktivitas seks seperti itu.. Bagiku itu sama saja seperti memanfaatkanmu." Tolak Jeongguk lagi.
"T-tetapi aku tetap menginginkanmu Gukkie.. t-tidak usah s-seks aku hanya ingin disentuh olehmu.. aku mohon ini permintaanku." Pinta Taehyung sambil menampakkan wajah memelas dan sepolos-polosnya. Jeongguk menghela nafas.
"Baiklah.." Taehyung tersenyum sumringah. Dia bangkit dari tempat duduknya yang nyaman serta cengkraman lengan kuat Jeongguk, kemudian membalikkan tubuhnya. Menyenderkan punggung kepada dada bidang Jeongguk.
Jeongguk mulai menggerakkan tangannya, menyelusup ke dalam kaus putih miliknya yang tengah di pakai oleh Taehyung. Sejenak ia merasa ragu dengan tindakannya.
"Jangan ragu Gukkie.. Aku sangat menginginkan ini.."
Cukup dengan kalimat tersebut, Jeongguk semakin percaya diri dan berani.
Jeongguk mulai menggigiti telinga lelaki yang tengah terduduk di pangkuannya tersebut. Sedangkan tangan kirinya bergerak mengelus-elus paha mulus Taehyung. Mulutnya terus membisikkan kata-kata manis. Taehyung menggeliat hanya karena diperlakukan seperti itu. Padahal kalau sedang 'melayani' konsumen, ia harus memaksa dan memalsukan segalanya. Tetapi berbeda dengan kali ini, ia membiarkan Jeongguk melakukan apa saja dan tak menahan diri dari apapun.
Segalanya terasa begitu benar.
"Nnh-h.." desahan pertama keluar begitu saja dari mulut Taehyung hanya karena selangkangannya dielus dan dipijat.
Jeongguk menyeringai mengecupi pipi Taehyung. Tangannya terus bergerak nakal menjamahi tubuh sensitif Taehyung. Sampai pada akhirnya Taehyung merasa tak sabaran, merengek terus meminta diperlakukan lebih daripada ini. Jeongguk mengerti, kemudian menanggapi permintaannya dengan melepas celana pendek hitam Taehyung dan membuangnya ke sembarang arah.
Kini terlihat sudah. Celana dalam berenda yang biasa dipakai oleh wanita, celana dalam favorit dan andalan Taehyung. Yang telah membalut kemaluan Taehyung sedari tadi. Yang pula telah sukses membuat 'Junior'-nya berkedut dan mengeluarkan cairan pra ejakulasi karena tak sengaja tergesek oleh permukaan kainnya.
"Baru segini saja Tae sudah basah seperti ini,hm?" Taehyung mendesah untuk kesekian kali lantaran terus dibisiki kata-kata manis maupun nakal. Cuping telinga sudah merah bak kepiting rebus, sama halnya dengan kedua pipi gempalnya. Jeongguk terus memanjakan Taehyung dengan kecupan-kecupan manis hingga tangannya kini bergerak menangkup dan mengelus kemaluan Taehyung dengan kecepatan konstan.
"Cantik sekali sayang," Puji Jeongguk mengecup pipi Taehyung, ketika meneliti renda yang melekat pada celana dalam kekasihnya.
Saat dulu, Taehyung betul-betul malu dan tidak percaya diri karena suka memakai pakaian dalam wanita. Memangnya kenapa, pikirnya. Bagi Taehyung, celana dalam wanita itu sangatlah cantik,manis dan nyaman ketimbang modelan celana dalam atau bokser lelaki yang desainnya sama semua dan membosankan.
"Ahnn!" Desah manja Taehyung ketika kemaluannya terkespos. Celana berendanya telah di turunkan sampai paha. Jeongguk menutup mata, menghirup lamat-lamat bau manis favoritnya dari leher Taehyung. Sedangkan tangannya bergerak mengelusi kemaluan Taehyung dengan cepat.
Taehyung membusungkan dada merasa begitu terangsang dan nikmat. Mulutnya menganga sampai mengiler dari sudut bibir. Lengan Jeongguk yang satunya ia gunakan untuk menahan pinggang Taehyung.
Entahlah, Taehyung belum pernah merasakan handjob yang senikmat ini. Bahkan hanya sedikit sentuhan saja sudah cukup untuk membuat Taehyung menggeliat. Tentu saja hanya Jeongguk yang dapat membuat Taehyung mabuk kepalang seperti ini.
Sekarang Taehyung tahu rasanya digerayangi pakai hati dan perasaan. Tidak sebatas pakai nafsu dan uang.
"Haahnn- G-Gukkie.. mau keluar.." Taehyung menolehkan kepala ke arah Jeongguk. Jeongguk menatap Taehyung. Pipi merah merona, poni rambutnya sudah melekat pada dahi karena berkeringat, mata sayu ingin meminta lebih serta bibir ranum yang sama sekali belum pernah ia cicipi sejak awal berpacaran.
Astaga, betul memang Taehyung adalah dosa.
Jeongguk menengguk saliva lamat-lamat, bibir Taehyung betul-betul terlihat sangat lembut dan menggoda. Begitu pula sebaliknya. Taehyung, disela-sela desahanya, mendekatkan wajahnya kepada Jeongguk. Namun Jeongguk merasa ini bukan waktu yang tepat untuk merasakan bibir ranum yang telah ia nanti-nantikan tersebut.
'Sudah berapa banyak orang yang telah mencicipi bibir manismu, sayang?'
Lantas lelaki itu mengurungkan niat dan beralih menggigiti leher Taehyung tepat di tempat-tempat dimana noda bercakkan itu berada. Menggantikan bercakkan tersebut menjadi miliknya. Taehyung mengerang.
Taehyung menggeliat di dalam dekapan Jeongguk. Pun tak henti-henti menyebut nama Jeongguk layaknya mantra. Setelah desahan panjang, Taehyung keluar dengan sangat nikmat. Jeongguk tersenyum dari leher Taehyung. Menciumi leher serta menghirup terus aroma tubuh kekasihnya bak zat adiktif.
"Gukkie mau kemana?"
Taehyung yang tengah berbaring terlentang di atas kasur setelah dibersihkan tubuhnya oleh Jeongguk.
"Aku ada urusan di kamar mandi.." Taehyung mengangkat kedua alis. Kemudian duduk di atas ranjang dengan kaki masih terlentang.
"Urusan apa?" Taehyung menatap polos dan bingung. Jeongguk diam tak tahu harus bicara apa. Akhirnya Taehyung sadar setelah menatap bagian bawah perut Jeongguk yang telah menggembung.
"Oh."
Jeongguk tertawa kecil melihat wajah polos kekasihnya. Lantas bergegas mengurusi 'Junior'-nya yang sudah ia tahan mati-matian sejak tadi.
Setelah beberapa belas menit, Jeongguk keluar dari kamar mandi. Taehyung masih terjaga menatap langit-langit kamar. Ia menolehkan kepala ke arah Jeongguk yang tengah bersiap mengambil matras untuk tidur. Baru saja ketika Jeongguk ingin menggelar matras tersebut, Taehyung menarik pinggiran kaus oblongnya.
"Tidur disini saja." Katanya pelan dan malu. Jeongguk menoleh mendapati pipi Taehyung yang merah dan manik cokelatnya dibuang ke lain arah. Dia tersenyum tipis ketika Taehyung bergeser mendekati tembok, menghadapkan punggungnya kepada Jeongguk.
Lelaki bersurai gelap tersebut membaringkan tubuhnya setelah mematikan lampu tidur dari meja sebelah ranjang. Beberapa menit berlalu, dirinya terlelap. Lain hal dengan Taehyung, yang masih terus terjaga walau sudah mencoba untuk menutup mata.
Lalu kembali ide iseng dan bandelnya muncul.
Lelaki itu kini berpura-pura sedang menangis dan merengek supaya diperhatikan oleh Jeongguk.
"Ugh- Tae? ada apa sayang?" Jeongguk membalikkan tubuhnya kemudian merengkuh punggung si manis kepala pirang sambil membelainya. Sesekali mengecup kepala dan pelipis wajah lelaki itu tanpa membuka mata sedikit pun saking lelahnya karena bekerja dan memomong Taehyung. Taehyung tersenyum senang. Ia kuburkan wajah cantiknya ke dalam leher Jeongguk.
Akhirnya Taehyung bisa terlelap dengan nyaman dan hangat.
Mungkin, memberikan kesempatan bagi Jeongguk bukanlah ide yang buruk.
Haloo semuaaa,
terima kasih banyak yang telah menunggu fic ini untuk di update! supaya tidak ketinggalan update ada baiknya untuk mengklik tombol follow heheheh (maaf atas adanya komersial terselubung)
JSBTS: Hehee terima kasiih banyaak yaa aku usahakan untuk update lebih cepat lagii Ahenkohi: namanya juga tetet, nanti kalo ditinggal baru tahu rasa dia hfft.. fiteuriya: namanya juga cinta, memang susah dimengerti bagi kita orang awam yang hanya tahu luarnya saja.. oohh tentu saja hari penyesalan akan tiba suatu saat nanti hwehehe *ketawa jahat* terima kasiih semangatnyaa sudah sampai kepadaku dengan aman dan selamat~ ELF Japan: aku doakan kamu dapat cowo yang terbaik untukmu yaah! tapi kalau mau berpacaran dgn jk sepertinya harus berhadapan langsung dengan tetet.. virgiawan738: HAHAHAH BETUL SEKALIY! Aulia kooktae: a-aduh aku sendiri sebenarnya bingung harus menyebut diriku ini apa.. tetapiii sebetulnya bebas saja senyaman teman-teman sekalian ingin sebut aku dengan panggilan apa, panggil sayang juga boleh ;) dulumikan: AWWW terima kasih banyaak~ *cium balik rataetouille: MAKA DARI ITU TETET BUTUH DIBERIKAN 'PELAJARAN' SPESIAL DARI JK! seperti yang barusan terjadi ;) noonim: siaap saya sebagai dewan perwakilan akan menyampaikan petisi ini kepada jk agar baby-nya dihukum seberat-beratnya! ;)))))
.
Terima kasih atas review, favorite, dan follow-nyaa~ (love)
