Author Note:
Halo semuanya! Syukurlah, reviewnya positif semua. Kayaknya cerita di chapter 3 bikin kalian banyak yang penasaran. Sekedar menjelaskan, aku gak berniat menjelekkan Sasuke dan Sakura di fic ini. nanti alasan mereka bersifat seperti itu kepada Naruto akan dijelaskan. Untuk yang penasaran, Naruto akan pergi ke Uzushiogakure cuma itu bukan tempat pertama yang dikunjungi Naruto. Soal Naruto akan menjadi Nukenin (ninja penghianat) atau gak, kalian harus terus baca fic ini kalau mau tau. Kalau dikasih spoiler kebanyakan nanti jadinya kurang seru . Btw, untuk reviewer yang ngecantumin no telponnya, gimana kalau bikin juga akun FFn? Biar gampang tau kapan update atau enggak. Sempat kaget pas liat ada yang ngecantumin nomor telpon (^_^). Untuk Randz Kitsu, thanks buat review dan udah nge-betain fic ini. Akan aku usahakan untuk memperbaiki fic ini untuk chapter kedepannya.
Sampai segini dulu, inilah chapter 4 dari Ketika Senja Tiba
Selamat membaca! Dan seperti biasa, jangan lupa review!
Beta Note: Orz, saya nyuruh dia nyari beta, malah saya yang jadi betanya.
Legenda:
"Aku Uzumaki Naruto!"–Dialog manusia
"Aku Kurama." –Dialog siluman/Kyuubi/bukan manusia
'Aku ingin makan ramen.' –Pikiran manusia
'Aku lapar sekali disini' –Pikiran bukan manusia/Kyuubi
"Kagebushin no Jutsu!" –Jurus
Disclaimer: Aku tidak punya Naruto.
Pagi sudah tiba.
Kicau burung sudah mulai terdengar dari luar jendela. Naruto yang menyadari pagi sudah tiba langsung bangkit dari tempat tidurnya. Naruto pergi ke kamar mandi dan mempersiapkan diri untuk kegiatan hari ini. Setelah selesai mandi, Naruto segera berpakaian dan berjalan menuju dapur untuk sarapan pagi. Seperti biasanya, Naruto sarapan dengan ramen instan yang sudah dipanaskan. Setelah 3 menit berlalu, Naruto memakan ramennya dengan tenang. Setelah selesai, Naruto bermeditasi untuk menemui Kurama.
Ketika sudah sampai, Naruto segera menghampiri Kurama yang terlihat masih tidur dengan nyenyak.
"Oi Kurama, selamat pagi!" Naruto berkata dengan riang. Suara Naruto membangunkan Kurama dari tidurnya.
"Sudah pagi ya? Pagi, Naruto." Kurama menjawab dengan malas. Kurama lalu bangkit dari posisi tidurnya sambil menguap.
"Kurama, apa yang harus aku lakukan hari ini? Kau bilang hari ini kau akan memberiku instruksi." Naruto berkata kepada Kurama dengan suara penuh semangat.
"Kau telalu bersemangat pagi ini, Naruto. Aku ingin kau membuat 50 kagebunshin untuk hari ini. 25 kagebunshinmu akan berlatih cara mengontrol chakra secara efisien, 25 kagebunshinmu akan pergi ke perpustakaan untuk membaca gulungan mengenai fuuinjutsu, kenjutsu, ninjutsu dan informasi mengenai desa-desa ninja. Sedangkan kau akan latihan fisik sesuai instruksiku. Dan kalau kau sempat, datanglah ke toko peralatan ninja. Ada peralatan ninja yang aku ingin kau beli, Naruto." Jawab Kurama kepada Naruto.
"Kurama, aku mengerti alasan mengapa kau menyuruh kagebunshinku untuk latihan pengontrolan chakra tetapi apakah kagebunshinku harus membaca banyak buku di perpustakaan? Kau tahu aku benci buku, apalagi informasi membosankan tentang desa ninja yang lain." Naruto mengeluh kepada Kurama. Saat dia berada di akademi, membaca buku catatannya saja dia tidak mau, apalagi buku perpustakaan yang tebal itu? Menghabiskan waktu saja.
"Naruto, percayalah padaku kau akan memerlukan informasi ini. Ketika kau keluar dari desa ini, cepat atau lambat kita akan mengunjungi desa ninja lainnya. Informasi ini akan sangat berguna untuk perjalananmu nanti. Lagipula, di perpustakaan pasti ada informasi mengenai desa Uzushiogakure,tempat Ibumu berasal." Kurama menjelaskan kepada Naruto.
"Bagaimana kau bisa yakin informasi itu ada? Di akademi tidak ada yang memberitahu kalau Uzushiogakure pernah ada." Tanya Naruto kepada Kurama.
"Jawabannya ada pada simbol ikat kepala ninjamu Naruto."
"Ikat kepala ninjaku?" Naruto yang kebingungan lalu membayangkan bentuk simbol dari ikat kepala ninja yang biasa dia gunakan. Tiba-tiba muncul simbol Konoha didepan mata Naruto dan Kurama.
"Naruto, kau lihat pada simbol ikat kepalamu terbentuk dari lingkaran yang berbentuk seperti pusaran air dan diujungnya ada gambar seperti ujung daun. Itu adalah bukti kerjasama antara klan Uzumaki dan Senju. Simbol lingkaran diambil dari klan Uzumaki dan simbol daun diambil dari klan Senju. Kau sudah mengerti, Naruto?" Kurama menjelaskan pada Naruto.
"Kalau begitu, kenapa informasi tentang klan Uzumaki sedikit sekali di Konoha?" Tanya Naruto. Isi kepalanya kini berisi dengan banyak pertanyaan. Kalau klan Uzumaki memang ada, kemana mereka? Apakah mereka sudah punah? Apa yang sebenarnya terjadi kepada klan Uzumaki?
"Aku yakin isi kepalamu sekarang penuh dengan pertanyaan. Karena itu aku menyuruhmu membuat kagebunshin untuk pergi ke perpustakaan mencari informasi tentang Uzushiogakure. Jika informasi itu tidak diberitahukan kepada ninja Konoha generasi yang sekarang, berarti ada rahasia besar tersembunyi mengenai klan Uzumaki." Kurama berkata kepada Naruto.
Naruto hanya mengangguk pelan. Kurama sudah pernah disegel ke dalam dua orang Uzumaki. Kurama pasti mengetahui informasi mengenai klan Uzumaki yang hilang walaupun hanya sedikit.
"Baiklah, aku akan segera membuat kagebunshin setelah aku keluar dari sini." Naruto berkata kepada Kurama dan bersiap-siap pergi dari bawah alam sadarnya. Ketika ia mau keluar, Kurama berkata
"Naruto, jangan lupa membeli 5 gulungan penyimpan, sebuah bokken(pedang kayu), tanto, dan kertas chakra. Kau akan membutuhkannnya untuk latihanmu."
Naruto mengangguk dan keluar dari alam sadarnya.
Ketika Naruto membuka matanya, Naruto disambut dengan pemandangan ruang tamu yang sama seperti biasanya. Dia sudah kembali ke dunia nyata. Lalu Naruto segera memakai pakaian oranye yang biasa dia pakai, membawa dompetnya dan pergi ke luar apartemen. Ketika sudah di luar, Naruto segera membentuk segel untuk kagebunshin.
"Kagebunshin no jutsu!"seketika, 50 kagebunshin Naruto muncul. Tanpa basa basi, Naruto memerintah bunshinnya.
"Baiklah semuanya! Aku ingin 25 bunshinku pergi ke lapangan latihan no 3 untuk berlatih mengontrol chakra, 25 lainnya segera ke perpustakaan dan cari informasi mengenai gulungan fuuinjutsu, ninjutsu, kenjutsu dan informasi mengenai desa-desa ninja. gunakan henge agar tidak menarik perhatian. Laksanakan!" Naruto berkata dengan tegas kepada bunshinnya.
"Siap laksanakan!" Serempak, seluruh bunshin Naruto menjawab dan pergi menyebar ke segala arah.
Setelah memberikan perintah kepada bunshinnya, Naruto sekarang pergi menuju tempat peralatan ninja. Baru saja Naruto melangkah ke jalan utama Konoha, Naruto segera disambut dengan tatapan dingin dan bisik-bisikan tak enak dari para penduduk Konoha. Namun Naruto tidak menghiraukannya. Sudah 13 tahun dia mendapat perlakuan yang sama, kenapa harus peduli sekarang? Naruto akhirnya sampai di toko ninja yang dia tuju, Toko Hagane. Baru saja ia mau masuk tiba-tiba Naruto ingat. Dia tidak diperbolehkan masuk ke toko manapun, apakah toko ini akan menerimanya? Namun Naruto akhirnya memutuskan untuk mencoba masuk ke dalam. Kalaupun dia diusir, toh dia bisa mencuri barang-barang diperlukan walaupun ia tidak suka cara seperti itu.
Ketika Naruto masuk ke dalam, Naruto takjub dengan apa yang dia lihat sekarang. Berbagai peralatan ninja berkualitas terlihat di sini. Mulai dari pakaian kamuflase, senjata, bahkan persedian ninja juga sudah tersedia. Naruto lalu berjalan melihat-lihat benda yang dia cari sampai Naruto mendengar namanya dipanggil.
"Oi Naruto, tumben kau datang ke toko seperti ini. Sedang mencari apa?" suara perempuan terdengar dari tempat kasir. Naruto melihat ke arah sumber suara dan terkejut melihat salah satu temannya, Tenten.
"Tenten? Aku sedang mencari peralatan ninja yang kuperlukan. Kau sendiri sedang apa di sini?" tanya Naruto.
"Aku sedang menjaga toko. Barang apa yang kau perlukan? Aku carikan untukmu." Tenten menawarkan bantuan pada Naruto.
"Tunggu sebentar, menjaga toko? Orang tuamu yang memiliki tempat ini!?" Naruto menanyakan dengan nada tak percaya.
"Tentu saja. Kalau bukan, untuk apa aku menjaga toko ini lama-lama? Kau mau beli apa?" Tenten menjawab dengan nada jengkel.
Naruto bersyukur Tenten merupakan anak pemilik toko ini. kalau begitu ia tak perlu takut diusir dari toko ini.
"Err... Aku memerlukan kertas chakra, satu bokken, satu tanto, 5 gulungan penyimpanan, dan 10 kertas segel ledakan. Sekalian kuas dengan tintanya." Naruto memberi tahu apa saja yang dia perlukan.
"Oh, baiklah. Naruto, kalau kau tidak keberatan, boleh aku melihat persediaan senjatamu?" Tenten bertanya kepada Naruto.
"Boleh-boleh saja. Tapi untuk apa kau mau melihatnya?" Naruto bertanya kepada Tenten.
"Aku ingin memeriksanya. Aku jarang melihat kau menggunakan senjatamu itu, jadi aku ingin melihat kondisinya." Tenten menjelaskan.
Naruto lalu memberikan persediaan senjatanya yang terdiri dari beberapa shuriken dan kunai. Baru lihat 5 menit diperiksa, Naruto melihat raut muka Tenten berubah menjadi raut muka orang yang sedang kesal. Lalu Tenten berkata pada Naruto.
"Oi Naruto, bagaimana bisa kau menggunakan senjata yang seperti ini!?" Tenten berteriak kepada Naruto. Naruto yang kebingungan hanya bisa menjawab
"Memangnya ada apa?"
"Senjatamu ini sudah usang. Karat terlihat di mana-mana, ujungnya sudah mulai tumpul, dan senjatamu ini terlihat tua semua. Kau beli ini di mana!?" Tenten bertanya kepada Naruto dengan suara yang keras.
"Aku membelinya di tukang toko senjata yang lain dengan harga murah, mungkin senjatanya sudah usang." Jawab Naruto. Tidak mungkin Naruto menceritakan kalau senjata-senjata itu dia ambil di Hutan Kematian dari mayat-mayat genin.
"Huff, kalau begitu aku akan memberikanmu persediaan senjata yang baru padamu." Tenten lalu memberikan persediaan senjata yang bagus pada Naruto.
"Kau tidak perlu melakukan itu Tenten, aku hanya memerlukan barang yang baru saja kuberitahu padamu." Naruto mencoba menolak dengan halus pemberian Tenten.
"Tidak bisa. Sebagai salah satu ninja Konoha, aku harus membantumu. Dan selagi kau disini, kenapa tidak sekalian membeli pakaian baru? Bajumu itu sangat mencolok, membuat orang sakit mata melihatnya." Tenten mulai memaksa Naruto untuk ke bagian pakaian ninja.
"Tidak perlu Tenten! Aku—" Naruto tiba-tiba menghentikan pembicaraannya ketika melihat tatapan Tenten. Tatapan yang menandakan dia tidak terima protes. Naruto hanya bisa menghela nafas dan membiarkan Tenten menariknya.
Setelah satu jam mencari-cari baju, akhirnya Tenten menemukan pakaian yang pas untuk Naruto. Naruto sekarang menggunakan celana panjang hitam yang memiliki banyak kantong di samping kiri dan kanan celananya, menggunakan baju lengan panjang tipis berwarna putih dengan baju dalaman tanpa lengan berwarna hitam. Naruto terlihat tampan dan serius.
"Cocok juga kau mengenakan pakaian itu. Bagaimana pakaian pilihanku? Bagus kan?" Tenten bertanya kepada Naruto.
"Bagus sih, cuma sebaiknya aku tidak membeli ini Tenten." Naruto berkata kepada Tenten.
"Hah? Kenapa memangnya?" Tenten bertanya keheranan.
"Umm... Keuanganku terbatas, jadi aku hanya bisa membeli barang yang harganya murah." Naruto menjawab kepada Tenten.
"Berapa uang yang kau bawa?" Tenten bertanya kepada Naruto.
"Sekitar 300.000 ryo" jawab Naruto.
"Tidak ada masalah kalau begitu. Seluruh barang yang kau minta ditambah dengan pakaian yang kau gunakan totalnya 200.000 ryo. Masih ada sisa 100.000 ryo untukmu." Tenten menjawab santai.
Naruto terkejut. Biasanya untuk barang seperti shuriken dan kunai dalam jumlah sekitar 20-an saja dia harus membayar lebih dari 50.000 ryo. Naruto sadar, toko ini berbeda dari yang lain. Tenten tidak tau kalau dia merupakan seorang Jinchuuriki. Tapi kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Naruto.
"Ini uangnya kalau begitu." Naruto berkata kepada Tenten sambil menyerahkan uang 200.000 ryo.
"Ya, terima kasih. Sampai jumpa kembali!" kata Tenten dengan nada riang. Dia baru saja mendapatkan untung banyak, tentu saja dia riang.
Naruto lalu berjalan perlahan keluar dari toko. Sebelum keluar dari toko, Naruto berhenti sebentar untuk mengatakan sesuatu kepada Tenten.
"Tenten?"
"Ya?" Tenten melihat ke arah Naruto dibalik kasir.
"Terima kasih." kata Naruto sambil menunjukkan salah satu senyumnya yang sebenarnya kepada Tenten. Lalu Naruto pergi keluar toko.
Sedangkan Tenten? Dia hanya bisa menatap pintu masuk tempat Naruto baru saja keluar. Mukanya merah merona setelah melihat senyum Naruto barusan. Lalu Tenten menepuk kedua pipinya dengan telapak tangannya. Sambil mengusap pipinya Tenten berpikir dalam hati.
'Senyum Naruto yang barusan... Benar-benar menawan." Dan pipi Tenten memerah kembali setelah memikirkan kejadian barusan.
'Tenten sadar! Bukannya kau suka sama Neji? Tapi Naruto sendiri juga tidak buruk. Aah aku bingung! Lupakan yang baru saja kau lihat Tenten,lupakan!'
Dan Tenten pun sendirian di toko dengan lamunannya.
Kita lihat protagonis kita kembali ke jalan utama Konoha.
Untuk pertama kalinya ketika Naruto berjalan di Konoha, ia tidak disambut dengan tatapan dingin dan bisik-bisik dari penduduk Konoha. Bahkan dia melihat sekumpulan perempuan-perempuan seusianya menatapnya dengan muka merah merona.
Naruto heran mengapa ia tidak mendapat perlakuan seperti biasanya ketika dia akhirnya menyadari apa penyebabnya. Mereka tidak mengenali Naruto. Naruto yang biasanya memakai baju oranye yang terang menyala sedang mengenakan baju putih lengan panjang dan celana panjang hitam, pakaian yang lain dari biasanya.
Naruto hanya tertawa kecil dan memutuskan menikmati hal ini walau hanya sementara. Naruto akhirnya memutuskan untuk pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Chouji, Kiba dan Neji.
Ketika di rumah sakit, Naruto segera menanyakan ruangan dimana mereka dirawat lalu pergi menuju raungan mereka untuk menjenguk. Yang pertama adalah ruangan Kiba
Ketika sudah sampai di ruangan, Naruto mengetuk pintu ruang inap Kiba.
Tok tok tok
"Masuk." Sebuah suara laki-laki terdengar dari balik kamar. Naruto lalu masuk ke dalam ruangan. Naruto melihat Shikamaru, Shino, Hinata dan Kiba di dalam. Semua tertegun melihat penampilan Naruto.
Brak!
Tiba-tiba Naruto melihat Hinata pingsan dengan pipinya yang memerah.
"Oi Naruto! Kenapa kau malah membuat Hinata pingsan!?" Kiba berkata pada Naruto.
"Aku tidak tau! Memangnya aku salah apa? Aku hanya masuk ruangan ini!" Teriak Naruto pada Kiba sambil mendekati badan Hinata.
"Aku rasa alasan Hinata pingsan karena melihat penampilanmu yang tidak biasanya Naruto." Shino menjawab dengan suara datar.
"Hah...Seperti biasa kau merepotkan Naruto." Shikamaru ikut berkomentar.
"Ya, ya, sindir saja aku terus. Apakah ini hari menyindir Naruto sedunia?" Naruto menggerutu.
Suasana tiba-tiba hening. Setelah beberapa saat mereka semua tertawa kecuali Hinata yang sedang pingsan.
"Aku senang kau baik-baik saja, Kiba." Naruto berkata kepada Kiba dengan senyumannya yang lebar.
"Aku juga Naruto. Aku dengar lukamu lebih parah daripada aku, tapi malah kau duluan yang keluar dari rumah sakit. Aku iri." Kiba berkata sambil menyeringai lebar.
"Iya dong, aku kan Uzumaki Naruto, genin terkuat di antara Konoha 11!" Jawab Naruto
"Kau terlalu percaya diri Naruto. Merepotkan saja" Shikamaru ikut komentar.
"Aku rasa Naruto menjadi terlalu percaya diri setelah misi terakhir yang kalian jalani." Shino ikut menimpali.
Lalu mereka semua kembali tertawa. Tiba-tiba Shikamaru bertanya pada Naruto.
"Naruto, bagaimana keadaan Uchiha Sasuke?" Pertanyaan Shikamaru membuat suasana ruangan menjadi sunyi.
"Sasuke menderita luka dalam yang cukup serius dan kelelahan karena penggunaan chakra yang berlebihan." Jawab Naruto datar.
"Jadi apa yang akan terjadi pada tim-mu Naruto?" Kiba berkata pada Naruto.
"Aku tidak tahu. Mungkin akan dibubarkan. Tim-ku tidak akan beroperasi dengan baik kalau hanya dengan 2 orang genin. Pilihannya adalah tim-ku dibubarkan atau mencari satu orang genin cadangan untuk mengisi tempat Sasuke. Aku sudah tidak peduli lagi" Jawab Naruto datar.
"Begitu ya... Sayang sekali kalau begitu." Kiba berkata pelan.
Shikamaru tiba-tiba berkata pada Naruto dan Kiba
"Maafkan aku. Karena aku, semua anggota tim kita menjadi terluka." Pernyataan Shikamaru membuat Naruto dan Kiba terkerjut.
"Shika, kenapa kau tiba-tiba berkata seperti ini?" Tanya Naruto dan Kiba pada Shikamaru.
"Setelah melihat peforma tim-ku, aku sudah sadar kalau aku pemimpin yang buruk. Pemimpin macam apa yang membiarkan anak buahnya terluka parah dan dia baik-baik saja? berdasarkan pengalaman ini, aku ingin mundur dari posisi chunin." Kata Shikamaru. Sebelum Kiba dan Shino menanggapi perkataan Shikamaru, Naruto langsung berkata kepada Shikamaru.
"Kau pantas menjadi chunin Shika." Kata Naruto mantap. Shikamaru menatap Naruto, meminta penjelasan lebih lanjut pada Naruto.
"Apa maksudmu Naruto!? Karena aku kalian semua—"
"Masih hidup sampai sekarang." Naruto memotong perkataan Shikamaru.
"Shika, kau adalah pemimpin yang hebat. Jika bukan karena kau, misi kita tidak akan berhasil. Selama misi berlangsung, kau selalu membuat pilihan yang tepat. Jika yang memimpin kami saat itu bukan kau, Aku yakin kami semua tidak akan selamat. Karena itu jangan pernah kau bersikap seperti ini lagi. Berjalanlah tegak dengan bangga dan majulah ke depan. Kau mengkhawatikan kami, merasa bersalah terhadap kami, dan kami pun masih hidup karena kau. Itu adalah bukti bahwa kau pantas menjadi chunin dan itu adalah bukti kau adalah pemimpin yang baik, Shikamaru." Naruto berkata dengan mantap tanpa keraguan.
Shikamaru, Kiba, Shino dan Hinata yang sudah sadar menatap Naruto. Tanpa terasa, Air mata Shikamaru mengalir deras.
"Naruto kau..."
"Naruto benar Shika." Kiba,Shino dan Hinata berkata kepada Shikamaru.
"Aku dan Naruto berterima kasih padamu Shika, karena kami masih bisa hidup sampai sekarang. Jangan mundur dari posisi chunin, Shika, kau pantas mendapatkannya. Lagi pula luka seperti ini masih belum cukup untuk mengalahkan Inuzuka Kiba!" kata Kiba sambil tersenyum lebar.
"Shikamaru, aku dan Hinata juga ingin berterima kasih karena kau membawa Kiba kembali dengan selamat. Kiba sudah seperti saudara kami, kami berhutang budi padamu Shikamaru." Shino dan Hinata berkata pada Shikamaru.
"Teman-teman... Terima kasih!" Shika akhirnya menangis terisak-isak sambil menundukan kepalanya. Naruto dan yang lainnya hanya bisa tersenyum dengan tingkah Shikamaru. Ini adalah pertama kalinya mereka melihat sikap lain Shikamaru.
Setelah pamit dengan Kiba,Shino,Hinata dan Shikamaru, Naruto pergi mengunjungi kamar Chouji dan Neji. Mereka berdua masih belum sadarkan diri hingga akhirnya Naruto pergi dari rumah sakit. Sempat terpikir untuk Naruto untuk mengunjungi Sasuke. Namun mengingat pertemuan mereka yang sebelumnya Naruto membatalkan niatnya. Naruto baru saja sampai ke lapangan latihan no 9 ketika ia mendapatkan ingatan dari bunshinnya. Karena informasi yang masuk kedalam kepala Naruto terlalu berat, Naruto pingsan di tempat itu.
Naruto muncul di dalam alam sadarnya.
"Selamat datang kembali Naruto." Kurama menyeringai lebar.
"Aduh... Kepalaku. Kurama kenapa aku bisa pingsan?" Tanya Naruto kepada Kurama.
"Itu karena bunshinmu melenyapkan dirinya semuanya sekaligus. Otakmu belum terbiasa dengan banyaknya informasi yang tiba-tiba masuk, akhirnya kau pingsan." jawab Kurama santai.
"Begitu ya... Kurama ini sudah jam 3 siang, kau bilang aku akan latihan fisik? Apa yang harus aku lakukan?" Tanya Naruto kepada Kurama.
"Baiklah, setelah kau keluar dari sini, yang pertama adalah kau coba alirkan chakramu ke kertas chakra. Kertas itu akan memberitaumu elemen apa yang dominan didalam chakramu. Setelah selesai, aku ingin kau melakukan 100 push-up,100 sit-up, 100 ayunan pedang vertikal,horizontaldan diagonal menggunakan bokken. Setelah itu kau belajar cara penerapan fuuinjutsu." Kurama berkata kepada Naruto.
Ruangan menjadi hening seketika.
"OI KURAMA,KAU INGIN MEMBUNUHKU YA!? KAU KIRA AKU BISA MELAKUKAN ITU SEMUA!?" Naruto berteriak kepada Kurama. Apa yang diminta Kurama terlalu berlebihan menurut Naruto.
"Lakukan saja Naruto. Kau akan berterima kasih padaku nanti. Kalau pun kau nanti tidak bisa bergerak karena sakit otot atau lelah, aku akan memberikan chakraku untuk menyembuhkan sakitmu itu. Gampang kan?" Kurama menjawab dengan santai.
Akhirnya Naruto menyerah.
"Baiklah, akan kulaksanakan semua latihanmu. Dasar rubah sadis." Naruto menggerutu.
"Terima kasih atas pujiannya Naruto. Mwahahahaha." Kurama hanya tersenyum lebar mendengar protes Naruto.
Naruto hanya menggelengkan kepala dan segera keluar menuju dunia nyata untuk melakukan latihan.
4 jam kemudian...
Naruto POV
Badanku menjerit karena sakit, kakiku lelah, kepalaku pusing, dan tanganku terasa pegal sekali. Kurama menepati omongannya. Dia menyembuhkan otot-ototku yang sakit. Cuma dia lupa menyembuhkan rasa lelah di badanku.
Latihanku hari ini tidak sia-sia. Aku baru menyadari fuuinjutsu itu luar biasa! Dengan penggunaan dan ilmu yang tepat, kita bisa menggunakan fuuinjutsu sesuai yang kita mau.
Latihan fisikku juga tidak sia-sia. Aku bisa merasakan badanku menjadi semakin kuat, dan ringan. Ketika aku sampai di apartemen, aku sudah siap untuk tidur ketika aku sadar, aku berencana untuk menyelinap ke kantor Hokage hari ini.
Malam sudah tiba.
Aku sekarang sedang bersembunyi di pepohonan, tepat di belakang pintu masuk kantor Hokage. Aku melihat ada dua chunin sedang berjaga di depan pintu masuk. Aku mulai memikirkan bagaimana caraku untuk menyelinap masuk ke dalam. Sebuah ide terlintas di pikiranku. Aku membuat sebuah kagebunshin disampingku dan aku menyuruhnya untuk tetap diam sampai aku beri sinyal untuk bergerak. Selagi kagebunshinku menunggu, aku pergi ke samping gedung kantor Hokage, bersembunyi di sebuah pepohonan. Lalu aku memberikan sinyal kepada kagebunshinku dari jauh. Kagebunshinku mengangguk dan rencana kami pun dimulai.
Kagebunshinku melakukan henge dan berubah menjadi wanita berambut coklat, dengan porsi tubuh yang menggiurkan, dan wanita itu memiliki mata berwarna hijau. Lalu wanita itu berjalan ke depan kedua chunin tersebut dan berkata
"Chunin-san! Tolong lindungi aku! Aku melihat sekelompok orang mencurigakan mengikutiku dari tadi, aku takut." Wanita itu menatap salah satu chunin dengan tatapan mata yang polos sambil mendekatkan badannya ke salah satu chunin tersebut. Muka salah satu chunin itu berubah menjadi wajah mesum, sedangkan rekannya hanya menatap temannya sambil menggelengkan kepala.
"Oi Saburo, tolong jaga pos ini sebentar. Aku akan menolong wanita manis ini sebentar" salah satu chunin itu berkata pada temannya.
"Ya. Jangan lama-lama Doru. Kau punya kebiasaan buruk kalau bersama wanita" Orang yang diketahui bernama Saburo hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah rekannya.
"Kau akan melindungiku, Chunin-san?" Wanita itu menatap manja ke Doru
"Tenang saja manis, Aku seorang chunin, pasti bisa menyelesaikan masalahmu." Doru berkata sambil memegang bahu wanita itu lalu membawanya ke pepohonan. Sedangkan Saburo hanya bisa melihat saja.
Baru saja 10 menit berlalu tiba-tiba terdengar suara
"Oi, apa yang kau lakukan!? GAH!" terdengar dari dalam hutan. Itu tandanya aku beraksi.
"Oi Doru kau tidak apa-apa!? Sial!" baru saja Saburo ingin menyusul partnernya tiba-tiba terdengar langkah kaki menuju kearahnya.
TAP TAP TAP TAP TAP!
Aku berlari secepat mungkin ke arah chunin dengan posisi badan agak rendah. Aku mengerahkan tenaga kakiku untuk berlari secepat mungkin sambil mempersiapkan tangan kananku.
"Siapa itu!?" Saburo berbalik kearahku. Lalu aku menancapkan kaki kiriku ke tanah, menahan momentum badan secara mendadak. Tangan kanan yang sudah kukepalkan, kulancarkan ke arah ulu hati Chunin tersebut.
"GAHA!" Pukulan yang disertai kekuatan dan momentum dari lari ku sebelumnya membuat badan Saburo condong ke depan. Saburo langsung kehabisan udara dan pingsan.
"Fyuh." Aku menghela nafas. Maaf Chunin-san tapi aku tidak bisa membiarkan kau menghalangi jalanku. Lalu wanita berambut coklat tadi muncul dari dalam hutan sambil mengirim jempol kepadaku. Aku menganggukan kepala tanda puas dan wanita itu lenyap. Sekarang aku bisa menyelinap masuk kedalam.
Ketika masuk kedalam, aku melihat koridor panjang. Aku lalu melanjutkan perjalananku ke kantor hokage. Ketika sampai, aku melihat 2 orang chunin lainnya menjaga pintu kantornya.
'Sial.' Aku mengutuk dalam hati. Trik yang sama tidak akan berguna untuk mereka. Akhirnya aku memutuskan untuk melakukan penyerangan frontal.
Naruto POV End.
Setelah memilih taktik apa yang digunakan, Naruto melemparkan sesuatu ke arah kaki 2 chunin tersebut.
"Klotak, klotak, klotak." Suara benda tersebut menarik perhatian 2 chunin tersebut.
"Hei apa itu?"
"Itu kan...jangan-jangan!?"
"AWAS! ITU BOM ASAP!"
BWOSH...
Asap putih langsung menyelimuti keseluruh lingkungan koridor. Naruto tiba-tiba berlari ke arah 2 chunin tersebut. Naruto melancarkan tendangan memutar kearah perut salah satu chunin.
"GAH!" Belum selesai penderitaan sang chunin karena tendangan Naruto, badan chunin itu menjadi condong ke depan. Lalu dengan segera Naruto memegang kepala chunin itu dengan kedua tangannya dan menghantamkan lututnya ke arah kepala sang chunin, membuat chunin tersebut kesakitan dan dari hidungnya keluar darah segar. chunin tersebut langung pingsan.
"SIALAN KAU! AKU AKAN—" Belum selesai perkataan sang chunin, Naruto langung melancarkan tangannya ke arah leher chunin tersebut dan langsung mengenggamnya. Sambil mengenggam lehernya, Naruto menyumbat aliran udara di lehernya sehingga chunin tersebut pingsan karena kekurangan Oksigen.
"Sudah aman." Naruto bergumam. Lalu dengan santainya masuk ke kantor hokage.
'Aku bersyukur Tsunade-baa-chan sedang tidak ada di kantor.'Pikir Naruto dalam hati. Lalu tanpa basa-basi Naruto mencari sesuatu di arsip-arsip rahasia Konoha dan Uzushiogakure. Setelah menemukannya, Naruto mengambil 3 gulungan. 1 gulungan berisi rahasia Konoha dan 2 gulungan lainnya dari arsip Uzushiogakure. Tanpa pikir panjang, Naruto membuka jendela kantor hokage dan menutupnya dalam sekejap setelah meloncat ke bawah dari lantai atas kantor hokage. Ketika di udara, Naruto mengalirkan chakra ke kakinya untuk membuatnya menempel di dinding. Ketika sebentar lagi sampai, Naruto menghentikan aliran chakranya dan menendang dinding lalu bersalto di udara sampai akhirnya mendarat dengan posisi jongkok ke tanah.
'Fyuh...Kukira aku akan mati tadi. Sebaiknya aku sekarang pergi ke apartemen untuk membuat alibi. Aku bisa membaca gulungan ini di rumah besok.' Pikir Naruto.
Naruto pulang ke apartemenya, tidak mengetahui sebesar apa rahasia yang akan dia temukan keesokan paginya.
Chapter 4 End.
Author note: saya ingin meminta maaf di chapter ini jika adegan pertarungan Naruto kurang memuaskan atau tidak jelas. Ini adalah adegan pertarungan pertama jadi wajar kalau masih ada kesalahan. Untuk yang belum tau, bokken adalah bokken yang biasa digunakan untuk latihan dan tanto adalah sejenis pedang kecil namun tidak sepanjang katana. Jangan lupa review setelah membaca!
Kazehaya Arashi.
Beta note:
I am out! I am out! Cukup 1 chapter saja saya membeta.. *sigh*
Randz KitsuneKyuu OUT!
