Lelaki jangkung itu masih terdiam di tempatnya. Tak bergerak barang selangkahpun sekalipun Ten telah berteriak padanya berkali-kali. Sedangkan sosok dengan tinggi badan yang hampir sama dengan Johnny itu masih tersenyum simpul. Kemudian melangkah mendekat ke arah Johnny dan juga Ten. Tak ada suara lain kecuali suara langkah kaki dari lelaki berambut gold yang pada akhirnya tiba dihadapan keduanya lalu menatap Johnny intens untuk sesaat hingga pandangannya terjatuh pada sosok Ten yang hanya menatap dirinya dengan ekspresi bingung.

"Halo..perkenalkan, namaku Ji Hansol."

Sebelah tangan panjangnya terulur kehadapan Ten hingga yang lebih kecil memutuskan untuk ikut mengulurkan salah satu tangannya untuk memberi respon. Tapi sedetik kemudian ia tak menyentuh apapun setelah Hansol menarik tangannya dengan cepat kemudian memberi sebuah seringaian kecil.

"Baiklah John, perlihatkan apartemenmu kepadaku sekarang. Ayo..."

Hansol langsung menarik lengan milik Johnny dengan cepat untuk mengikuti arah langkahnya, meninggalkan Ten seorang diri di lorong yang sepi itu.

###

Ia masih terdiam disana sambil memperhatikan kedua orang yang sejak tadi hanya sibuk dengan kegiatan masing-masing. Ten di abaikan, dan ia benci itu. Ia ingin Johnny bersamanya, tapi yang ada Johnny malah mengacuhkannya dengan mengatakan 'tunggu sebentar' setiap kali ia memanggil namanya berulang kali. Ia ingin Johnny menemaninya, tapi yang ada orang asing bernama Hansol itu selalu mengusirnya berulang kali.

Lalu siapa sebenarnya yang lebih penting bagi Johnny?!

Well, Ten akui keduanya memang dekat. Ten akui keduanya memang selalu mengobrol satu sama lain, tapi percaya atau tidak, ia melihat bagaimana raut wajah Johnny kurang bersemangat setiap kali menjawab setiap ocehan panjang dari Hansol. Dan jangan lupakan bagaimana cara Johnny memberi jawaban singkat dalam setiap sesi pertanyaan.

Tapi tetap saja ia tak suka.

5 detik berikutnya kedua manik hitamnya mendapati jika Johnny bangkit dari kursinya, lalu pergi ke arah dapur. Dan sekarang ia punya kesempatan. Jadi Ten memutuskan untuk mengekori Johnny dengan segera. Tapi lagi-lagi Hansol membuat langkah tergesanya berhenti seketika setelah lelaki jangkung itu menghadangnya dengan merentangkan kedua tangannya agar Ten tidak bisa pergi.

"Mau kemana?"

"Ikut Johnny hyung.."

"Eittsss.. Tidak bisa..anak kecil sepertimu tidak pantas bersama Johnny, kau tahu?"

"Jangan sebut aku anak kecil! Namaku Ten! Dan aku sudah besar!"

"Benarkah? Kata siapa?"

"Johnny Hyung bilang aku sudah besar!"

Lantas Hansol langsung melangkah maju hingga membuat Ten harus melangkah mundur sedikit demi sedikit. Tatapan tajam dari Hansol membuat nyalinya menciut seketika sekalipun ia masih tetap mendongak ke arah yang lebih tinggi.

"Kau... "

Dan yang dirasakan oleh Ten setelahnya adalah sebuah benturan pelan pada punggungnya. Ia terpojok diantara tembok dan juga Hansol yang menakutkan.

"Bagaimana bisa datang dan tinggal disini seenaknya?"

Ten tahu persis kalau nada bicara Hansol tidaklah keras, tapi indera pendengarannya masih baik untuk mendengar nada tidak suka yang Hansol lontarkan padanya.

"Aku tinggal karena Johnny Hyung yang minta.. Jadi kenapa? Kau ini memangnya siapa sih?! Seenaknya mengambil Johnny Hyung dariku, Aku tidak—"

"Hei.. Sadar lah. Aku tidak merebut siapapun, tapi disini kau yang merebut. Paham?"

"Eh?"

Ten tak mengerti ini, raut wajahnya bahkan berubah drastis setelahnya. Ia tak merasa telah merebut siapapun, karena menurutnya Johnny adalah miliknya.

"Johnny itu sahabatku sejak kecil.. Dan dia milikku asal kau tahu.."

.

.

.

A Lot Like Love

A Story by Prince Yuta

Pairing: Johnny Seo x Ten Chittaphon (JohnTen)

Other Cast: Jung Jaehyun, Lee Taeyong, Ji Hansol, Nakamoto Yuta

Genre: Romance, BL, Friendship, Drama.

Summary: Ketika Johnny harus dihadapkan dengan kepolosan Ten yang keterlaluan. Namun dibalik kepolosan itu semua punya rahasianya sendiri, entah itu Ten atau bahkan Johnny sendiri. Dan semuanya punya alasan, tentang apa yang terjadi pada lelaki kecil itu. Dan apa yang membuat Johnny harus bertanggung jawab penuh untuk mengembalikan semua ingatan Ten./JohnTen/JaeYong/slight! JohnSol/ Yuten/ NCT..

Rated: T

WARNING: Typo(s), BL, and other.

###

Taeyong akhirnya bisa terbebas dari barang-barang menyebalkan miliknya yang telah tertata rapi di apartemen barunya. Paling tidak ia punya waktu istirahat sejenak termasuk pergi ke salah satu apartemen tetangga untuk perkenalan. Setidaknya ada satu kamar terakhir yang belum ia kunjungi.

Kamar 279

Sepi diluar, tapi belum tentu sepi di dalamnya kan?—setidaknya itu yang ada dipikiran Taeyong dalam kesan pertamanya untuk kamar 279 itu. Salah satu lengan terangkat kedepan pintu yang tertutup itu, kemudian menekan bel pintu selama beberapa kali sebelum akhirnya ia mendengar suara pintu yang sedang dibuka.

Paling tidak hanya sekitar beberapa detik setelahnya Taeyong menemukan sosok Ten untuk yang pertama kalinya. Wajahnya kusut, tatatnan rambutnya juga masih berantakan, dan jangan lupakan tentang sikat gigi yang ada didalam mulutnya.

Ugh..Taeyong kurang suka kesan pertamanya yang satu ini. Ingatlah baik-baik jika Taeyong adalah lelaki yang selalu bersih setiap saatnya. Tapi sosok dihadapannya bisa dibilang sedikit...oke, lupakan semua ini.

"Umm.. Halo~"

Taeyong bahkan tak tahu harus berbuat apa selain mengangkat salah satu tangannya untuk membentuk sebuah sapaan ringan.

Shit!

I.N.I S.A.N.G.A.T C.A.N.G.G.U.N.G

Bahkan saat Ten lagi-lagi memberi sebuah tatapan datar, Taeyong tak tahu harus apa. Berdo'a lah semoga ia bisa jadi tetangga baru yang baik.

1 detik.. 2 detik.. 3 detik.. 4 detik.. 5 detik..

"Wow.. Apa kau tetangga baru disini?"

Ten langsung membulatkan bibirnya yang penuh busa pasta gigi dengan kagum, sedang Taeyong langsung memberi sebuah anggukan cepat.

"Namaku Lee Taeyong, dari kamar 275.."

"Kalau begitu ayo masuk!"

Dan setelah Ten menarik pergelangan tangannya dengan cepat, Taeyong tak bisa memberi penolakan. Ada orang lain didepan televisi, tapi kemudian orang itu memergoki kehadirannya disana hingga sosok jangkung itu langsung bangkit dari atas sofa.

"Kau siapa?"

"Namaku Taeyong..tetangga baru disini. Aku tinggal dikamar 275, senang bertemu denganmu.."

Taeyong langsung membungkukan sedikit tubuhnya sebagai salam hormatnya kemudian mengikuti arah langkah kecil milik Ten yang membawanya ke arah sofa. Ten mendirikan bokongnya, diikuti dengan Taeyong setelahnya.

"Well, santai saja Tae..jangan terlalu canggung."

Johnny membuka suaranya lagi sambil menyodorkan beberapa snack dalam toples kaca di atas meja.

"Kau dari mana?"

"Aku dari Seoul.. Hanya pindah tempat tinggal saja."

"Kenapa pindah?"

Lantas Taeyong menoleh ke arah Ten disampingnya yang tengah sibuk dengan beberapa snack yang baru saja masuk kedalam mulutnya.

"Hanya mau belajar mandiri saja"

"Mandiri itu apa Johnny Hyung?!"

"Itu artinya kau harus belajar hidup sendiri dengan tidak bergantung pada orang lain terus, Ten.."

Tak ada jawaban yang diberikan oleh Ten. Lelaki kecil itu sibuk memfokuskan pendengarannya dan juga pandangannya pada Johnny, lalu sedetik kemudian hanya memberikan sebuah cebilan kecil pada bibirnya.

"Memang apa enaknya hidup sendiri tanpa orang lain.."

Dan kemudian yang dilakukan oleh Ten adalah berpindah posisi dengan memutuskan untuk duduk disamping Johnny. Lalu memberikan sebuah tatapan polis ke arah Johnny dengan bibir yang lagi-lagi dicebilkan olehnya.

"Aku tidak mau sendirian.."

Menyandarkan kepalanya pada bahu lebar milik Johnny yang berada persis disampingnya kemudian menautkan jari jemarinya pada jemari kekar Johnny disisi tubuhnya.

"Aku mau tinggal dengan Johnny Hyung saja..aku tidak mau sendirian...Hyung janji tidak akan meninggalkanku sendirian kan?"

Hening.

Entah kenapa Johnny hanya diam tak bersuara saat kedua manik cokelatnya bertemu dengan manik hitam milik Ten. Bukan karena ia tak bisa menjawab pertanyaan itu..Hanya saja, ia butuh alasan kenapa lelaki kecil itu memberikan sebuah pertanyaan yang tak biasa padanya.

"Hyung! Kenapa tidak menjawab?! Jangan bilang kalau Johnny Hyung mau meninggalkan aku sendirian?!"

"Tidak..."

"Yang benar?"

"Iya..aku tidak bohong.."

"Ya sudah..kalau Hyung bohong aku tidak mau melihat Hyung lagi nanti.."

Well, omong-omong soal Taeyong.. Kenapa mereka malah mengabaikannya?

"Kalian pacaran?"

Dan pertanyaan yang dilontarkan Taeyong membuat Johnny sedikit tertohok.

"Tidak"

"Tapi yang barusan—"

"Aku bilang tidak"

Hening sejenak.

"Pacaran itu apalagi Hyung?"

"Pacaran itu—"

Ucapan Taeyong terhenti setelah ia melihat ekspresi Johnny yang tiba-tiba menggelengkan kepalanya dengan cepat diiringi sebuah tatapan tajam yang mengisyaratkan pada Taeyong untuk menutup mulutnya rapat-rapat mengenai hal yang satu ini. Johnny bersumpah kalau hidupnya akan dalam bahaya jika Taeyong memberitahu pada Ten untuk soal yang satu ini. Karena kalau Ten tahu apa itu pacaran, maka 100% anak itu akan memaksa Johnny untuk jadi pacarnya nanti.

"Kenapa tidak jawab? Aku 'kan mau ta—"

Ting Tong ~

Perhatian Ten teralihkan pada suara bel pintu yang membuat sesi tanya jawabnya dengan Taeyong harus terhenti. Pada detik selanjutnya ia kembali mengalihkan pandangannya pada dua orang di dekatnya dengan sebuah tatapan penuh pertanyaan. Tapi yang Ten dapatkan adalah sebuah tatapan heran yang dilontarkan untuknya.

"Kenapa?"

"Tidak mau buka pintunya?"

"Harus aku yang buka ya?"

Wajahnya mulai kusut, tapi kakinya tetap melangkah menuju ke arah pintu dengan sangat lambat. Sedangkan Johnny langsung membenarkan posisi duduknya untuk lebih mendekat ke arah Taeyong.

"Jangan bicarakan soal yang tadi...kalau tidak aku akan jadi korbannya, Tae!"

"Korban apa?"

"Kau tidak tahu seberapa polosnya anak itu. Kalau dia tahu satu hal yang menurutnya menyenangkan untuk dilakukan, ya dia akan minta aku melakukannya. Jadi kalau kau beritahu soal pacaran otomatis aku akan dijadikan pacarnya nanti."

"Kenapa? Kau tidak mau?"

Okay, Johnny mulai frustasi sekarang.

"Tentu saja tidak! Aku masih belum siap untuk hal konyol seperti itu"

.

.

.

Pintu apartemennya terbuka, dan yang ditemukan oleh Ten pada saat itu adalah sosok Jaehyun disana. Berdiri tegap dengan sebuah senyuman lebar yang cukup manis.

"Halo Ten Hyung~!"

Lelaki jangkung itu lantas melangkahkan kedua kakinya masuk kedalam dengan cepat, menyamakan posisinya dengan tubuh kecil Ten yang masih berdiri didekat pintu yang terbuka sambil menatap Jaehyun dengan belah bibir terbuka.

"Kenapa datang lagi?"

Raut wajah Jaehyun langsung berubah dengan memberikan tatapan datar pada sosok Hyung kecilnya itu.

"Apa-apaan dengan pertanyaan itu?! Aku kesini hanya mau minta maaf dengan Youngho Hyung soal kemarin. Oh ya...Mana Youngho Hyung?"

Ten langsung mengalihkan wajahnya dari sosok Jaehyun, kemudian mengacungkan jari telunjuknya ke arah ruang keluarga yang sedikit tersembunyi karena terhalang oleh ruangan lain.

"Ada disana, sedang mengobrol dengan Taeyong.."

"Benark— Kau bilang siapa?"

"Taeyong, tetangga baru kami."

"Bagus.."

Jaehyun tersenyum lebar lagi, menampilkan deep dimple kebanggaannya pada Ten. Lalu sedetik kemudian Jaehyun mengangkat sebelah tangannya untuk mengusap surai hitam milik Ten dengan gemas, menghancurkan tatanan rambut yang sudah di buat susah payah oleh Johnny di pagi hari tadi.

"Baiklah Hyung..aku mau kedalam!"

Dan Jaehyun langsung pergi dari sana, meninggalkan Ten seorang diri di depan pintu.

"Jangan lupa tutup pintunya Hyung!"

Kalimat terakhir yang disampaikan Jaehyun sebelum ia benar-benar pergi meninggalkan tempat minimalis itu.

.

.

.

"Youngho Hyung.."

Suara husky milik Jaehyun terdengar ditelinganya, lelaki jangkung itu langsung menoleh ke sumber suara, dan tebakannya benar. Itu suara Jaehyun, sepupunya yang sialan itu.

"Kenapa kesini?!"

Nada suara Johnny terdengar ketus, dan Jaehyun tidak suka dengan yang satu ini. Apalagi jika Hyung favoritnya itu terlalu sensitif hanya karena masalah kecil.

"Hyung! Ayolah jangan marah...aku cuma bercanda.. Ayolah~"

Masih tak ada jawaban, maka Jaehyun punya inisiatifnya sendiri dengan mendekati Johnny yang masih duduk di atas sofa. Kedua tangannya kemudian terangkat dengan cepat untuk menangkup kedua pipi gembilnya bersamaan.

"Johnny Hyu—"

"Simpan saja puppy eyes menjijikkanmu itu sebelum aku menusuknya dengan jari-jariku ini, paham?"

"Baiklah..Oh hei! Coba lihat siapa ini..Lee Taeyong kan?"

Jaehyun langsung ambil tempat disebelah Taeyong, kemudian tersenyum manis ke arah lelaki yang lebih kecil darinya itu.

"Kalian saling kenal?"

Lalu Taeyong memberikan jawabannya.

"Kami bertemu didepan lift kemarin.."

Jeda sejenak.

"Senang bertemu denganmu lagi, Jae..."

DEG

Jaehyun bersumpah jika detak jantungnya meningkat drastis lagi sekarang. Dan senyuman manis Taeyong yang jadi alasannya. Well, Jaehyun tahu ia terlalu berlebihan, tapi senyuman Taeyong seakan-akan jadi salah satu dan jadi nomor satu di antara sekian banyak hal yang ia sukai di dunia ini. Tolong bangunkan Jaehyun dari khayalan manisnya ini.

"Hei! Kau mengambil tempatku Jae!"

Suara cempreng milik Ten menggema dipenjuru ruangan. Semua orang mengalihkan perhatiannya pada sosok kecil yang tengah berlari ke arah 3 orang itu. Atau lebih tepatnya ke arah Jaehyun yang dituding telah mengambil tempat duduknya disebelah Taeyong.

"Pindah!"

Salah satu tangannya langsung mencengkeram lengan berisi milik Jaehyun, lalu memaksa lelaki berdimple itu untuk bangkit dan pergi dari sana. Tapi Jaehyun tak mau mengalah dan lebih memilih untuk bertahan ketimbang pergi dari sana dengan menahan tubuh jangkungnya hingga membuat Ten kesulitan untuk mengangkat tubuhnya.

"Cepat pindah! Tadi aku duduk disini!"

"Tidak mau! Hyung saja yang pindah di samping Youngho Hyung!"

"Tidak mau! Aku masih mau kenalan dengan Taeyong! Cepat pindah!"

"Tidak Hyung!"

"Pindah!"

"Tidak!"

"Dasar anak kecil!"

"Aku bukan anak kecil!"

Ten dan Jaehyun sama-sama menaikan intonasi suaranya, sama-sama tak mau mengalah, dan suaranya sama-sama memekikan telinga Taeyong dan Johnny yang hanya diam sambil memperhatikan bagaimana Jung Jaehyun yang baru berusia 20 tahun dengan Ten yang diduga berusia 21 tahun saling adu mulut.

"Ayo pindah!"

"Tidak mau!"

"Pindah!"

"Tidak mau!"

Dan pada akhirnya harus Johnny juga yang jadi penengah.

"CUKUP! KENAPA SEKARANG KALIAN MALAH BERKELAHI SIH?!"

Dan pada akhirnya juga dua orang beda usia dan tinggi badan itu duduk diam ditempatnya masing-masing.

.

.

.

Tidak ada lagi kata berisik di antara Jaehyun dan juga Ten. Kedua orang yang sempat terlibat perdebatan sengit itu sudah punya kegiatan masing-masing. Johnny dengan Ten lalu Jaehyun dengan Taeyong. Tetangga baru mereka yang mengusulkan untuk pergi jalan-jalan ditengah kesibukan kota pada hari itu.

"Berapa usiamu?"

Suara bass milik Johnny memecahkan suasana hening yang sempat tercipta di antara mereka. Sedangkan Taeyong selaku orang yang mendapat pertanyaan langsung menoleh ke arah Johnny dengan kepala mendongak.

"22 tahun.."

"Benarkah?!"

Kali ini Jaehyun yang bicara, lelaki jangkung itu langsung melontarkan tatapan kagetnya ke arah Taeyong dengan cepat.

"Kenapa?"

"Well, aku pikir kau tidak sedewasa itu. Wajahmu terlalu cantik untuk seorang lelaki berusia 22 tahun."

Blush

Kedua pipi tirus milik Taeyong bersemu tanpa bisa dicegah. Kata-kata Jaehyun terlalu manis menurut indera pendengarannya, maka dari itu kedua pipinya bersemu dengan cepat. Bahkan detak jantungnya mulai meningkat sekarang.

"Wajahnya Taeyong kenapa jadi aneh?"

Taeyong tersentak kemudian refleks menoleh ke arah Ten di sisi kanan tubuhnya. Lalu sedetik kemudian kedua tangannya terangkat dengan cepat, menangkup kedua pipinya yang memerah.

"Panggil dia Hyung, Ten. Taeyong lebih tua darimu..."

Ten langsung mengangkat kepalanya, dan wajahnya berhadapan langsung dengan wajah tampan milik Johnny.

"Aku harus panggil Taeyong Hyung?"

"Ya seperti itu..Tapi omong-omong, Jay..."

Tatapan mata Johnny beralih pada sosok Taeyong yang masih sibuk menutupi kedua pipi tirusnya.

"Kenapa Hyung?"

Lalu Johnny mengalihkan pandangannya ke sosok Jaehyun yang berada tepat disampingnya lalu menyeringai pelan.

"Kau masih belum cukup umur untuk menggoda Taeyong.."

"Hyung—"

Dan sebelah tangan Johnny langsung meraih pergelangan tangan milik Ten yang menganggur disamping tubuhnya, hingga membuat Ten tersentak pelan ketika Johnny mempercepat langkahnya sambil menggenggam erat pergelangan tangannya. Keduanya pergi menjauh dari Jaehyun dan juga Taeyong yang tertinggal dibelakang. Johnny bahkan tak peduli lagi dengan teriakan Jaehyun yang terus menyebut namanya dari kejauhan, setidaknya biarkan Johnny dsn Ten pergi meninggalkan dua orang itu disana.

"Hyung?!"

Suara cempreng milik lelaki kecil disampingnya kembali terdengar, tapi Johnny tak menghentikan pelariannya. Hanya mengalihkan pandangannya ke arah Ten.

"Kenapa kita pergi?"

"Kau tidak mau ikut?"

"Bukannya itu..tapi bagaimana dengan Jaehyun dan Taeyong Hyung?"

"Mereka akan baik-baik saja.. Jadi biarkan saja."

"Lalu kita mau pergi kemana?'

Hening.

Tak ada jawaban.

Dan langkah kakinya keduanya terhenti.

"Hyung!"

Hingga pada detik berikutnya Johnny langsung memberikan sebuah senyuman manis pada yang lebih kecil kemudian menautkan jemari kekarnya pasa jemari lentik itu.

"Jalan-jalan"

"Eh?"

"Ayo..."

Tepat setelah ucapan terakhirnya, Johnny langsung membawa Ten untuk pergi dari sana. Masih dengan cara yang sama, yaitu melarikan diri. Tak peduli dengan tatapan orang-orang yang punya artian aneh pada keduanya.

###

Johnny baru saja pergi, jadi ia sendirian sekarang. Lelaki jangkung itu pergi dengan alasan membeli es krim untuk Ten karena lelaki kecil itu sempat merengek ingin dibelikan es krim tadi. Ten duduk sendiri, ditengah keramaian yang mendominasi taman kota pada siang itu. Kepalanya hanya bergerak kesana kemari, duduk diam tanpa membuat keributan sambil memperhatikan orang-orang disekitarnya.

"Sendirian?"

Kepalanya langsung terangkat ke atas, ke arah sumber suara yang terdengar asing. Dan ia menemukan seseorang yang tidak terlalu asing baginya. Ten tak menjawab, kedua maniknya hanya sibuk memperhatikan sosok bermata besar yang tengah tersenyum lebar ke arahnya. Lelaki yang punya postur sedikit lebih tinggi itu kemudian mengambil tempat kosong disampingnya, kemudian duduk dan tersenyum lagi.

Senyumannya tak asing. Wajahnya juga tak asing. Mata besar itu juga tak asing.

Kedua manik hitamnya kemudian terbelalak sambil menjauhkan tubuhnya dengan mengacungkan jari telunjuknya tepat dihadapan wajah lelaki manis itu.

"K-kau?!"

Tatapan Ten berubah menjadi tatapan horor. Tapi sosok itu justru mendekatkan wajahnya sambil tersenyum simpul hingga membuat Ten kembali menjaga jarak.

"Kau tahu siapa aku?"

"Kau yang kemarin 'kan? Yang ada di kamar seberang? Yang senyum-senyum itu 'kan? Yang—"

"Cukup..aku tidak suka diberi banyak pertanyaan."

Dan celotehan panjang lebar yang keluar dari bibir kissable itu terhenti setelahnya. Tapi sedetik kemudian sosok tampan sekaligus manis itu menoleh ke arah Ten dengan kening mengernyit.

"Kenapa diam?"

Kedua matanya mengerjap pelan, kemudian menatap ke arah Ten dengan penuh tanda tanya.

"Tadi 'kan kau sendiri yang bilang kalau tidak suka diberi banyak pertanyaan!"'

Okay..telinganya hampir saja tuli karena suara cempreng yang barusan.

"Baiklah. Kalau begitu...berikan satu pertanyaan yang langsung ke intinya."

Hening.

Mata besarnya mengerjap dengan bibir mengerucut.

'Heol, dasar orang aneh..'

"Aku bukan orang aneh.. Jangan asal bicara"

Lalu kedua mata besar Ten terbelalak dengan cepat.

"Bagaimana kau tahu?"

"Kenapa? Aku hebat 'kan?"

Tak ada respon.

'Apa benar orang ini bisa baca pikiranku ya?'

Dan yang terdengar setelahnya adalah sebuah decakan pelan dari sosok disampingnya.

"Jadi kau tidak percaya kalau aku bisa baca pikiran?"

"Astaga!"

Tubuh kecilnya terlonjak dan refleks sedikit menjauh. Tapi lelaki itu lagi-lagi mendekat hingga menyisakan jarak sekitar 5 cm dari tubuh masing-masing.

"Kau ini sebenarnya siapa?!"

Jari telunjuknya kembali di acungkan kehadapan wajah tampan itu, tapi sedetik kemudian sosok di hadapannya langsung menyingkirkan jari telunjuk itu dengan gerakan pelan.

"Kau mau tahu siapa aku?"

Mengerjap pelan kemudian mengangguk dengan cepat.

"Namaku Yuta, dan aku malaikat pelindungmu, Ten..."

"Apa?!"

.

.

.

TBC

###

Well, yuyut akhirnya bisa balik update ff ini :'v ...maafkan yuyut kalo terlalu lama update ya.. Maafkan yuyut kalo ceritanya tambah krik krik ya.. :v Maafkan typo yang bertebaran, karena yuyut ngetik di hape..

Sebelumnya maaf banget kalo ceritanya jadi bikin galham..soalnya kan kemaren udah di kasih tau kalo ceritanya model-model 49 days...Yuyut mau kasih kode lagi..Jadi, sebenernya apa yang dialamin sama Johnten ataupun Jaeyong ini gak beneran kejadian. Atau dalam kata lain hanya sekedar ilusi. Yuta disini saya jadiin sejenis/? Malaikat pelindung, bukan pencabut nyawa.. Yuta disini juga bakal jadi orang ketiga, tapi tidak merusak hubungan antara Johnten. Karena disini sifatnya Yuta hanya sebagai orang ketiga selaku penengah. Hansol disini juga orang ketiga, tapi sifatnya agak ngerusak/? Karena disini Hansol juga suka Johnny, tapi Ten juga suka Johnny. Intinya mereka itu saling berusaha buat dapetin Johnny. Soal Jaeyong? Well, yuyut bingung mau jelasin apaan?! :'v

Yuyut punya kebingungan yang cukup mendalam untuk nct..sebenernya kapel di nct itu ada berapa sih? Sebenernya otp di nct itu sapa sih? Sebenernya kapel yang bener itu yang mana sih? Soalnya kebanyakan satu memberi tapi banyak pasangan. Kayak Taeyong yang bisa dipasangin sama Jaehyun, Ten, Yuta, bahkan Johnny -_- makanya yuyut bingung kadang..Tapi disini yuyut bakal coba berbuat adil dengan membuat sedikit moment untuk beberapa shipper selain Johnten. Tapi ntar diusahain dulu. Soalnya yuyut juga perlu hiatus sebentaaarrrrr aja. Gak sampe sebulan, paling sekitar 2 minggu atau kurang dari segitu..karena senin mau UTS jadi mau belajar sedikit :v Yuyut juga butuh hiatus, karena yuyut lagi berusaha mengembalikan sifat author yang hilang beberapa hari terakhir/Lempar golok/ Jadi buat yang minta update cepet..sabar ya, biarkan yuyut menenangkan diri :v :v Dan terakhir..yuyut butuh Johnten moment..

Oke..

.

.

Berlianty kim: sok tau amat sih lu nur...gw gorok juga lu :v Hehe.. :)

Park RinHyun-Uchiha: Udah dikasih tau ya kak, itu Hansol, terus yang diliat Ten pas bangun itu udah dikasih tau juga kalo itu Yuta..makasih udah mau review terus kak :)

Rethasuh: Iya, itu Hansol..masa lalu tapi cuma sekedar sahabat kecil. Tenang..Johnten gak ilang kok..thanks buat semua reviewnya :)

Johnten trash: Dateng-dateng langsung ngoceh :v Jaeyong shipper?! Huwaa..yuyut gak nyangka deh :v makasih buat review2nya ya .. :)

Jaeminana: makasih ya..bakal diusahain update cepet kok :)

Guest: iya..itu Hansol, kalo jisung kekecilan :v iya..yang punya mata lebar itu suami saya/PLAKK/ Hansol orang Ketiga disini. Maaf ya..tapi sifatnya gak terlalu jadi PHO Kok, tapi saya gak bisa buat yusol, karena disini yuyut bukan manusia.. Maaf ya.. Ten emang berubah, karena Johnny yang ngajarin dia buat jawab yang panjang. Kayak reading manga? Kok bisa? Tolong beritahu yuyut plis..iya, Jaehyun jatuh cinta...dan saya juga suka/kecup Jaehyun/Bugh/ Thanks ya.. Thanks buat semua suka-sukanya :v Thanks juga buat reviewnya.. :)

ROXX: Mingkem beb..jangan biarkan gigimu kering :'v ya..jihan jadi PHO :v wow...kok gw gak tau ya kalo Om John nyusulin? :v Sebenernya lu disini mau curhat doang tah?! Kalo boleh tau ROXX line brp? Plis deh jangan sampe gw bakar lu idup-idup gegara muah muah menjijikkan itu..:v thanks juga yaaaaaa jan lupa bales..jan ilang seperti orang2 yang review di chapter awal -_- Gw semangat karena baca review lu btw... :)

Taorisjae: Itu Yuta...bukan Taeyong. Matanya Yuta juga gede kalo menurut saya. Iya..disini bakal complicated love. Tapi mungkin Taeten disini Cuma sekedar saling melengkapi karena mereka sahabatan. Maaf kalo gak suka sama Jaeyong. Thanks buat reviewnya.. :)

Prince Jisoo: Sumpah kaget pas dapet review dari Prince Jisoo..gak nyangka aja :v makasih udah nyempetin buat RnR.. Thanks banget buat reviewnya... :)

And last...mind to review?