Author: Mitsu lagi ada banyak ide~~ Makanya Mitsu Update terus~~

Ichigo: Bukannya belajar untuk Ujian malah Update

Author: Hah? Ujian? Ujian itu apa ya? *Masang tampang Innocent*

Ichigo: Hah?

Mitsuki: Ichigo-Taichou, jangan ganggu Mitsu-sama dulu. Dia lagi stress gara-gara sebentar lagi mau Ujian

Ichigo: *Sweatdrop* Yah… Selamat membaca deh…

Author: Sebelumnya Mitsu mau bilang dulu kalau Espada dan Arrancar di sini semua OC milik Mitsu. Soalnya kalau pakai milik Tite Kubo-sensei enggak sesuai sama ceritanya... Selamat membaca *Memberikan naskahnya*

Aihara Mitsuki © OC milik Mitsu

Kaori Hanabi © OC milik Hanabi Kaori

Fujisaki Hinagiku © OC milik Erika-chan Kaoru

Akimoto Yuuka © OC milik Sky Fudanshi De Cuatro

BLEACH © TITE KUBO

Orange and Moon

Chapter 4

The first fight

Tiba-tiba terasa ada reiatsu yang mengagetkan mereka berlima.

"Reiatsu ini..." kata Mitsuki.

"Menos Grande..." Akimoto menoleh ke luar jendela.

"Tidak hanya Menos Grande. Ada Espada juga..." kata Hinagiku.

"Ayo kita pergi! Lokasinya ada di taman Karakura!" teriak Hana.

Mitsuki segera meminum Soul Candy Chappy nya, Hinagiku juga meminum Soul Candy Gringo, sedangkan Akimoto meminum Soul Candy King. Hana hanya langsung keluar dari tubuh aslinya saja. Mereka berempat segera keluar dari jendela kamar Ichigo, meninggalkan Ichigo yang sedang sibuk menangkap Kon yang tidak mau masuk lagi ke dalam tubuh Ichigo.


~Di taman Karakura~

MitsuHanaGikuAki melihat ke sekeliling mereka yang sudah ada banyak sekali Menos Grande dan juga Arrancar serta Espada.

"Kita harus bagi tugas… Aku akan melawan Espada itu," Hinagiku menunjuk salah satu Espada laki-laki yang rambutnya warna hitam.

"Kalau begitu biar aku yang menghadapi semua Menos Grande," Akimoto berShunpo ke sekumpulan Menos Grande.

"Aku akan melawan Espada yang sebelah sana," Hana berShunpo ke Espada perempuan yang berambut warna pink.

"Berjuanglah, Mitsuki," Hinagiku juga berShunpo ke Arrancar yang tadi ditunjuknya.

Tiba-tiba muncul Arrancar laki-laki yang memiliki rambut warna merah dan bermata hijau di hadapan Mitsuki. Mitsuki yang kaget segera mengarahkan telapak tangannya ke muka Arrancar itu.

"Hado ke-73! Søren Sōkatsui!" teriak Mitsuki. Muncul bola biru yang lumayan besar dari telapak tangan Mitsuki dan mengarah ke Arrancar itu. Muncul asap karena serangan Mitsuki. Setelah asapnya lenyap, mata Mitsuki langsung terbelalak karena ternyata Arrancar itu sudah tidak ada di tempatnya lagi.

"Kamu melihat ke arah mana?" tanya Arrancar itu yang ternyata sudah ada di belakang Mitsuki.

Mitsuki cepat-cepat berShunpo ke belakang Arrancar itu lalu menebas Zanpaktounya ke punggung Arrancar itu. Ternyata Arrancar itu hilang lagi dari tempatnya dan tiba-tiba muncul lagi di belakang Mitsuki.

Mitsuki yang telat bereaksi, langsung ditendang oleh Arrancar itu dan terhempas ke tanah.

"Lemah sekali kamu…" Arrancar itu berjalan ke dekat Mitsuki.

"Mungkin sebelum kamu mati kamu mau mendengar namaku. Namaku adalah Ayrton Garcilaso," Ayrton menyibakkan sedikit rambut merahnya lalu menyeringai, "Salam kenal, Shinigami."

~Di tempat Hinagiku~

"Apakah kamu Espada?" tanya Hinagiku tenang.

"Ya. Aku adalah Segunda Espada. Dylan Seaghdha. Siapa namamu, Shinigami?" tanya Dylan. Dylan berambut warna hitam dan matanya warna merah.

"Fujisaki Hinagiku. Sanbantai Taichou."

"Taichou ya…"

"Kenapa memangnya?" tanya Hinagiku.

"Tidak. Kenapa kamu masih tenang-tenang saja di sana?" tanya Dylan tenang.

"Kamu juga masih tenang-tenang."

"Baiklah. Jika maumu begitu, aku akan menyerangmu duluan," Dylan berSonido ke atas kepala Hinagiku, "Cero."

Muncul sinar hitam dari ujung jari Dylan dan mengarah ke Hinagiku. Hinagiku segera berShunpo.

"Bagus juga reaksimu."

"Terima kasih atas pujiannya."

"Yang tadi hanyalah sedikit dari kekuatanku. Lain kali aku tidak akan main-main lagi."

Hinagiku hanya menyeringai mendengarnya.

~Sementara itu Hana~

"Hai, Espada," sapa Hana ceria.

"Siapa namamu?" tanya Espada perempuan yang rambut dan matanya warna pink. Poninya menutupi sebelah mata kanannya.

"Yah… Jangan langsung tanya nama dong. Santai saja. Namaku Kaori Hanabi. Kamu boleh memanggil ku Hana atau Kaori," kata Hana tetap ceria.

"Begitu ya. Namaku Gladis Orquidea. Cuatro Espada."

"Gladis? Namamu bagus sekali."

"Tidak usah basa-basi. Aku akan segera menyelesaikan pertarungan ini."

~Di tempat Akimoto~

"Eliminate all the time, Fuyukimaru!" Akimoto mengeluarkan Shikainya. Dalam sekejap waktu pun berhenti.

Akimoto menebas semua Menos Grande yang ada. Lalu dia mengembalikan Shikainya ke bentuk semula. Waktu pun kembali berjalan.

Akimoto menghela nafas dan melihat ke arah MitsuHanaGiku yang masih bertarung.

"Aku harus menolong mereka," Akimoto bersiap untuk berShunpo. Tapi tiba-tiba Akimoto tidak bisa bergerak sama sekali.

"Kenapa aku tidak bisa bergerak?" tanya Akimoto heran.

"Kamu tidak boleh pergi dari sini. Lawanmu adalah aku," muncul Espada laki-laki yang berambut warna ungu tua dan warna matanya hitam .

~Di tempat Mitsuki~

Ayrton menoleh ke arah Dylan dan Gladis.

Ayrton lalu berjalan meninggalkan Mitsuki yang masih tergeletak.

"Tunggu…"

Ayrton agak terkejut. Dia lalu menoleh ke arah Mitsuki.

"Kamu menyangka aku sudah kalah ya? Tidak mungkin aku kalah hanya karena serangan seperti itu," Mitsuki berdiri lalu mengelap mulutnya yang agak berdarah dengan lengan kanannya.

"Aku tidak akan segan-segan lagi untuk menyerangmu," Mitsuki menyeringai.

"Baguslah. Aku bosan kalau kamu secepat itu kalahnya," Ayrton ikut menyeringai.

"Ayo kita mulai," Ayrton berSonido dan menghilang.

Mitsuki memejamkan matanya, "Di sana!" teriak Mitsuki sambil membuka matanya dan menahan serang Ayrton yang tiba-tiba menyerang dari belakang dengan Zanpaktounya.

"Reaksi yang lumayan," Ayrton berSonido lagi dan terus menyerang Mitsuki dari arah yang berbeda. Mitsuki terus menahan semua serangannya dengan Zanpaktounya.

~Di tempat Hana~

Terlihat Hana dan Gladis sedang mengeluarkan keringat dan nafas mereka terengah-engah. Wajar saja. Karena dari tadi di antara mereka tidak ada yang mau bertarung dengan serius sehingga dari tadi mereka hanya bertarung dengan tangan kosong.

"Aku tidak ada banyak waktu untuk bermain-main denganmu. Kurasa aku harus mengakhiri semua ini," Gladis menarik Zanpaktounya.

"Haishutsu nomikomu (Telan habis), Noche Oscura," Gladis memperlihatkan wujud Resurreccion nya. Tapi anehnya wujudnya tidak ada yang berubah sedikitpun.

"Apa yang kau lakukan? Tidak terjadi apa-apa," tanya Hana heran.

"Kau bilang 'Tidak terjadi apa-apa'? Jangan salah. Lihatlah ke sekelilingmu."

Hana melihat ke sekelilingnya dan mata Hana segera terbelalak. Di tanah yang diinjak Hana muncul lubang hitam yang sangat besar.

"A… Apa ini?" tanya Hana.

"Ini adalah wujud dari Resurreccion ku," tiba-tiba wujud Gladis hilang.

Tiba-tiba kaki Hana tertarik oleh sesuatu dari dalam lubang hitam itu. Hana yang masih syok pun tidak sempat bertahan dan Hana langsung tertarik masuk ke lubang hitam itu.

"Aku adalah satu-satunya Espada yang wujud Resurreccion nya tidak berubah sama sekali. Aku bisa membuat semua makhluk hidup yang masih berada di jangkauanku untuk masuk ke dalam lubang hitam yang kubuat," suara Gladis kedengaran menggema di dalam lubang hitam itu. Tapi wujudnya sama sekali tidak terlihat.

"Jika kamu tidak beruntung, maka kamu akan terkurung di dalam lubang ini untuk selamanya. Jika kamu beruntung, maka kamu akan bisa keluar dari lubang ini. Tapi pasti kamu akan mengalami luka yang sangat parah."

"Si… Sial!" teriak Hana. Hana berusaha untuk bertahan dari sesuatu yang menariknya. Tapi tetap tidak bisa. Sesuatu yang menariknya itu terlalu kuat. Sehingga Hana terus tertarik masuk ke dalam kegelapan.

~Tempat Hinagiku~

"Lumayan juga kamu," Dylan berdiri di udara.

"Kamu juga," Hinagiku berdiri di pohon yang ada di dekat Dylan.

"Apakah kamu tidak ingin bertarung denganku menggunakan Shikaimu, Shinigami?" tanya Dylan tenang.

Hinagiku agak heran mendengarnya.

"Baiklah. Kamu yang memintanya. Jangan menyesal," Hinagiku turun lalu berpijak pada tanah.

"Pinku to hana wa unmei no sochodearu," ratusan kelopak sakura mengelilingi Zanpaktou Hinagiku, "Sakura no Mai," Zanpaktou Hinagiku pun berubah menjadi sabit.

~Sementara itu Mitsuki~

"Hah… Capek sekali…" Ayrton menghempaskan badannya ke tanah.

"Yah… Sama…" Mitsuki menancapkan Zanpaktounya ke tanah lalu ikut duduk di tanah.

"Sudah agak lama tidak bertarung. Jadi mudah capek," Ayrton mengelap keringatnya dengan lengan kanannya.

"Emangnya kapan terakhir kali kau bertarung?" tanya Mitsuki.

"Hmm… Kurasa sekitar beberapa bulan yang lalu," jawab Ayrton.

"Jadi selama tidak bertarung kau ngapain saja?" tanya Mitsuki lagi.

"Aku makan, mandi, tidur, jalan-jalan, bermain dengan hewan peliharaanku."

"Kau punya hewan peliharaan?"

"Iya. Namanya Shikuro. Singakatan dari Shiro Kuro. Kunamai begitu karena warnanya hitam dan putih."

"Aku mau lihat. Kapan-kapan kasih lihat dong," kata Mitsuki ceria.

"Boleh-boleh saja."

Mitsuki dan Ayrton pun mengobrol-ngobrol.

Tiba-tiba mereka berdua merinding. Mereka segera melihat ke arah belakang tempat di mana Hinagiku dan Dylan bertarung.

Ternyata Hinagiku sedang memberikan Death smile kepada Mitsuki yang artinya 'Kenapa kalian justru enak-enak mengobrol? Kalau kamu masih mengobrol akan kupatahkan Zanpaktou mu menjadi dua.'

Sedangkan Dylan yang biasa tenang juga ikut memberikan Death glare kepada Ayrton yang artinya 'Aku membawamu ke sini bukan untuk mengobrol. Jika kamu tidak mau melawannya akan kubunuh hewan peliharaanmu.'

Mitsuki dan Ayrton langsung pucat pasi dan cepat-cepat berdiri.

"Ha'i!" teriak Mitsuki dan Ayrton bersamaan.

"Sepertinya kita tidak bisa mengobrol lama-lama," Ayrton berjalan agak malas-malasan.

"Kurasa juga begitu," Mitsuki mencabut Zanpaktounya yang ada di tanah.

"Ayo kita lanjutkan pertarungan kita," Ayrton mencabut Zanpaktounya.

"Ayo."


~T~B~C~

Author: Selesai juga... Hah...

Ichigo: Kok aku enggak muncul-muncul?

Author: Enggak apa-apa dong. Mitsu adalah Author nya. Kamu harus menuruti perintah Mitsu

Ichigo: Enak aja!

Author: Sebelum Publish cerita ini Mitsu habis baca Bleach Chapter 428. Di awal komiknya ada sedikit Spoiler gambar untuk Bleach Movie 4. Keren banget! Mitsu sampai teriak GaJe lihatnya

Ichigo: Enggak ada yang tanya!

Author: Mitsu enggak bilang ke kau!

Ichigo: Author sialan...

Mitsuki: Sudahlah... Ayo kita balas Reviewnya saja

Author: Oh iya. Lupa. Hmm... Ayo kita lihat... Yang pertama dari Hanabi Kaori Oke Hana-san XD Mitsu udah Update nih

Mitsuki: Selanjutnya dari Sky Fudanshi De Cuatro

Author: Sama-sama Sky-san~~

Mitsuki: Yang terakhir Erika-chan Kaoru

Author: Hehe... Itu baru permulaan sih... Yang sekarang sudah banyak muncul kan OC nya ^_^ Arigatou ya sudah Fave

Review ya minna-san~