Ten Thousand Love
.
Another KyuMin Story with Genderswitch Fanfiction
.
Remake Of The Novel "Selaksa Cinta Manda" By RK. Tirta
.
a.n: seluruh isi cerita berdasarkan novel aslinya, saya hanya mengganti cast-nya saja serta penambahan dan pengurangan untuk menyesuaikan.
.
Sorry for typo(s)
.
.
.
.
Beberapa hari setelahnya suasana menjadi sedikit canggung. Sungmin dan Kyuhyun seolah menjaga jarak, walau tak benar-benar dapat melakukan itu. Sulit untuk keduanya mengingat pekerjaan dan keterlibatan mereka dalam banyak hal yang saling mengikat satu dengan lainnya, terutama masalah pekerjaan.
Dan paling bijak adalah menyikapinya dengan dewasa, jauh lebih baik jika mereka mencoba melupakan peristiwa itu, seperti sebuah kejadian kecil yang tak pernah terjadi. Atau jika tidak, persahabatan mereka belasan tahun tak akan berjalan selamanya bukan?
Setelah dipikirkan kembali, itu hanyalah sebuah ketidaksengajaan. Tak ada yang terjadi selain dari pada sebuah pelukan refleks dan apatis sesaat karena shock yang menimpa mereka, akibat insiden nyaris jatuhnya Sungmin yang bisa saja berakibat cidera fatal bagi sahabatnya itu. Kyuhyun menyingkirkan jarak itu dengan berinisiatif mengantar Sungmin pulang sehari sebelum keberangkatan mereka ke Seoul.
Sungmin menerima kebaikan Kyuhyun tanpa berdebat, mungkin karena tak ingin mempersulit situasi mereka beberapa hari belakangan. Dan terbukti inisiatif Kyuhyun berbuah hasil, perlahan keakraban mereka mulai kembali seperti sebelumnya.
"Jangan lupa besok bangun pagi." Pesan Kyuhyun mengingatkan Sungmin di persimpangan terakhir menuju rumah gadis itu.
"Berangkat jam berapa, pagi sekali, ya?"
"Jam delapan boarding, kira-kira saja mesti siap jam berapa, awas lupa pasang alarm!"
"Tidak bisa naik KTX saja? Paling tiga jam sudah sampai." Usul Sungmin penuh harap.
"Dan saat sampai di hotel tepat sekali acara pembukaan selesai, kusut dan lelah. Kau ini, sudah tinggal pergi saja, tiket pun sudah tersedia." Gerutu Kyuhyun, seolah memarahi Sungmin sungguh-sungguh, tatapannya lurus mengarah ke jalan. Sesungguhnya Kyuhyun hanya sedang menyembunyikan tawa tertahan yang nyaris lepas dari bibirnya.
Sungmin cemberut menyaksikan keseriusan Kyuhyun dalam menyikapi kecemasannya. Walau ini keseribu kalinya mereka berdebat, tetap saja Sungmin merasa dongkol. Melipat lengan acuh dan memandang ke arah jalan seperti yang dilakukan pria di sebelahnya, Sungmin membalas sikap Kyuhyun dengan aksi bisunya hingga di menit terakhir.
Beberapa saat kemudian mereka telah sampai di depan rumah Sungmin. Dan lagi-lagi mobil mewah antik itu terparkir di depan gerbang kecil rumah Sungmin. Kali ini Sungmin tahu siapa yang tengah bertandang ke rumahnya sepulang kerja.
Kyuhyun pun melihat mobil itu dengan penuh tanda tanya di kepala.
"Choi Siwon." Kata Sungmin menyebut sebuah nama, seperti menjawab pertanyaan di dalam hati Kyuhyun.
"Oh," dan hanya kata itu yang Kyuhyun ucapkan, disertai anggukan ringan.
"Tidak turun dulu, Kyu?" tanya Sungmin menyadarkan Kyuhyun untuk berpaling sesaat pada seraut wajah gelisah di sisinya. Ada yang tak beres, ia tahu itu saat menyaksikan perubahan ekspresi di wajah sahabatnya.
"Iya, pasti Abeoji ada di rumah kan. Tidak enak kalau tidak turun." Jawab Kyuhyun, buru- buru mematikan mesin mobil dan melepas sabuk pengaman yang melintang di depan dada.
Kyuhyun cukup dekat dengan ayah Sungmin sejak kecil, bahkan kebiasaan memanggil nama pria tua itu dengan sebutan 'Abeoji' sudah menjadi kebiasaan yang tak pernah hilang hingga saat ini.
Bukan hanya karena ia sangat menghormati pria penyabar itu alasannya untuk menyempatkan singgah kali ini, tapi lebih pada keingintahuan terhadap sosok berkepala coklat yang tengah duduk dihadapan pria tua tersebut.
Karena gerbang yang terbuka, mereka bisa melihat dengan jelas Youngwoon dan Siwon mengobrol santai di kursi rotan di beranda rumah. Keduanya tampak asyik berbincang, namun segera mengalihkan pandang ke arah Sungmin dan Kyuhyun yang muncul dari balik gerbang kecil dihadapan mereka.
Sesekali Sungmin melirik Kyuhyun di antara langkah perlahan mereka, Kyuhyun terlihat tenang bahkan mulai tersenyum saat kakinya menapaki beranda, menyambut balas sapa dan keramahan Ayah Sungmin.
"Aigo... merepotkan sekali kalau anak buah malah minta tumpangan gratis kepada Boss setiap hari, duduklah Kyuhyun-ah." Lee Youngwoon menggeser sebuah kursi mendekat ke arah Kyuhyun, untuk pria itu tempati.
"Ne, Abeoji. Kamsahamnida. Aku tidak bisa berlama-lama karena ini sudah sore, besok akan bepergian." Tutur Kyuhyun, sekalian meminta ijin untuk rencana perjalanan mereka ke Seoul besok.
"Mengapa terburu-buru, tidak mengobrol dulu? Eoh, Sungminnie sudah bicara pada Abeoji, titip jaga Sungminnie saja ne, Kyuhyun-ah, Abeoji percaya padamu.
"Ne, Abeoji." Balas Kyuhyun menyanggupi, seraya tersenyum dan mengalihkan pandangan pada kehadiran tamu lain yang juga tengah menyimak percakapan antara dirinya dan Youngwoon. Mengikuti tatapan Kyuhyun, pria tua itu segera menyadari ke alpaannya, bahwa ia juga mengabaikan kehadiran Siwon di antara mereka. Sementara Sungmin memang langsung berlalu ke dalam rumah setelah mengangguk sepintas pada Siwon.
"Aigo... orang tua ini bagaimana. Maaf, Siwon-ah, ada tamu malah mengobrol dan tidak diperkenalkan. Ini Kyuhyun, putra Tuan Cho Hankyung yang tinggal di rumah seberang, tapi mungkin tidak pernah bertemu karena kau pindah ke Amerika saat tahun keempat Sekolah Dasar. Kyuhyun ini yang kuceritakan tempo hari, atasan Sungmin juga di Everlasting Company."
Keduanya mengulas senyum dan saling mengangguk setelah sesaat berjabat tangan. Tiba-tiba saja atmosfer sejuk dengan angin sepoi-sepoi yang berdesir di beranda berubah kurang nyaman. Ketiganya sempat terdiam walau hanya beberapa detik, namun itu saja sudah menggambarkan adanya kekakuan awal pertemuan mereka yang tak terduga.
Kyuhyun yang sebelumnya memang tak berniat singgah lama segera mohon diri setelah terlebih dulu meminta maaf karena tak bisa ikut bercengkrama dan menikmati minum teh bersama yang telah siap Sungmin sajikan. Sungmin tampak kecewa membalas salam dan pamit Kyuhyun di ambang pintu menuju beranda.
"Sungguh kau tak ingin meminum teh buatanku, Kyu? Nanti kau menyesal karena ini sangat langka made in Lee Sungmin." Cegah gadis itu mencoba menahan Kyuhyun.
"Lain kali saja. Yakin teh buatanmu enak? Semoga saja tidak tawar," cemooh Kyuhyun menanggapi kalimat Sungmin yang bernada kelakar.
"Yak! menghina, kalau yang tawar kemarin kan memang sengaja tidak kuberi gula. Bukankah kau bilang ingin sehat bebas diabet..." balas Sungmin tak mau kalah.
"Kapan aku mengatakan itu?" Kyuhyun serius mengingat-ingat, jika mengatakan ingin terus sehat ia pernah, tapi diabet dan meminta minuman bebas gula rasanya memang tidak pernah.
Sungmin terkikik geli menahan tawanya melihat keseriusan Kyuhyun dalam menanggapi bualannya. Diletakkannya nampan di meja kecil di depan Youngwoon dan Siwon. Sementara Kyuhyun berdiri sedikit menepi bersiap untuk pergi.
"Ya sudah cepat pulang, tunggu apa lagi?"
"Aku menunggu diusir Abeoji, memangnya kalau tidak jadi pulang tidak boleh? bawel!" protes Kyuhyun lebih dekat ke arah Sungmin, menarik salah satu rambut panjang gadis itu seraya berlalu mengenakan sepatunya di undakan. Sungmin mengaduh kecil dibuat-buat. Sementara Youngwoon hanya tertawa kecil melihat keakraban keduanya yang telah cukup lama tak ia lihat.
Sebenarnya Kyuhyun agak keki diperlakukan seenaknya oleh Sungmin, walaupun itulah keseharian mereka sebagai dua sahabat dekat bahkan layaknya kakak dan adik. Mungkin tak ada yang aneh bagi Youngwoon melihat kedekatan keduanya karena belasan tahun ia melihat keseharian itu di depan matanya, tapi tidak dengan Siwon. Pria itu terlihat mengalihkan pandangan dari Sungmin ke arah Kyuhyun secara bergantian. Sepertinya Siwon memiliki penilaiannya sendiri terhadap keintiman Sungmin dan Kyuhyun.
.
.
.
Hanya sesaat berada di ketinggian bahkan tak lebih dari dua puluh menit, tapi bagi Sungmin itu adalah waktu terpanjang dalam hidupnya. Ketegangan yang ia rasakan semakin bertambah di saat gemuruh kasar sedikit menghentak badan pesawat pada saat take off ataupun landing. Andai saja Kyuhyun tak menenangkannya untuk pengalaman pertama yang sedikit kampungan ini. Sungmin pasti telah memekik histeris mengganggu penumpang lain dan berakhir di lempar keluar dari kabin pesawat. Errr... itu mungkin sedikit berlebihan.
Oke, pada kenyataannya Sungmin memang kampungan dan penakut, seperti halnya sifat pengecutnya dalam mengungkap perasaannya pada Kyuhyun selama belasan tahun. That's it. Yang penting saat ini mereka telah sampai dengan selamat, bahkan Sungmin segera melupakan ketegangan di penerbangan perdananya tadi. Kecuali kenangan manis yang menyertainya. Yah, Sungmin bahkan rela terbang setiap hari hanya untuk mendapat sedikit perhatian tulus Kyuhyun dalam menyikapi ketakutan Sungmin, tanpa sedikitpun terlihat ingin menertawainya.
Kyuhyun tak hanya menenangkan dengan kata-kata penuh keyakinan dan obrolan pengalihan, tapi juga menggenggam jarinya erat bahkan di sepanjang penerbangan. Kemudian mengiringi langkah Sungmin penuh perlindungan di bandara sampai ke taxi menuju hotel.
Itu manis, dan semakin melengkapi satu memori indah yang ia simpan beberapa hari sebelumnya, peristiwa di ruang arsip di kantor mereka. Seperti mimpi Sungmin akhirnya merasakan hangatnya dekapan Kyuhyun di tubuh bagian belakangnya, bahkan hembusan napas Kyuhyun yang seolah mengendus tengkuknya sore itu.
Sekecil apapun Sungmin ingin mengingatnya, hingga kesempatan itu benar-benar berakhir dan tak dapat lagi ia miliki.
.
.
.
"Dia datang bersama asistennya, sepertinya kita harus berbelok dari arah semula."
"Aku kira begitu, aku siapkan plan berikutnya."
"Bagus! hampir final, dan ini kesempatan yang bagus untuk merebut kartu As dari tangan Cho Kyuhyun."
Percakapan singkat juga rahasia antara dua orang di suatu tempat. Mereka merencanakan sesuatu yang buruk pada Kyuhyun dan Sungmin, semua itu demi target impian yang sangat ingin mereka raih, tak peduli apakah hal itu nantinya akan merugikan orang lain. Termasuk menghancurkan masadepan gadis sepolos Lee Sungmin.
.
.
.
.
.
Rapat evaluasi anggaran pengadaan "Inovation Festival Award" yang mereka ikuti berjalan membosankan. Sungmin yang lebih banyak bertahan di dalam ruang rapat guna mencatat hal-hal penting untuk Kyuhyun. Sementara pria itu sendiri berkali-kali menghilang keluar dari ruangan untuk mencari angin atau sekadar menelepon.
Acara rapat yang awalnya akan dimulai pukul sepuluh pagi, nyatanya baru dimulai setelah makan siang, dan baru berakhir menjelang pukul lima sore. Setelah itu dilanjutkan acara makan malam dan family conference, yang tak lebih dari acara dinner dan pertemuan antar peserta rapat yang hadir untuk mewakili masing-masing cabang perusahaan ELF Corp yang tersebar di beberapa daerah di Korea Selatan.
Hanya saja malam ini direktur utama ELF Corp beserta beberapa pejabat penting dari kantor pusat berkenan hadir untuk memeriahkan suasana keakraban. Beberapa di antaranya mengenal Kyuhyun dengan baik sehingga Sungmin terpaksa menerima perannya sebagai pendamping Kyuhyun malam ini. Berkali-kali langkah mereka terhenti hanya untuk berjabat tangan dan bercakap ringan dengan beberapa orang yang mereka temui sebelum mereka benar-benar mencapai tepian meja saji yang menghidangkan pilihan makan malam yang ingin mereka nikmati.
Standing dinner sebagai konsep acara malam ini mungkin dimaksudkan untuk menjalin keakraban bagi undangan yang hadir. Tapi bagi Sungmin ini terasa asing karena tiga tahun bergabung di perusaan terbesar se-Korea Selatan ini, bahkan tak sekalipun ia pernah mendampingi Kyuhyun menghadiri acara berskala besar serupa, terutama bila hal itu mengharuskannya keluar daerah. Benar kata Kyuhyun, seharusnya di usianya sekarang dunianya bisa lebih luas dari sekedar kota mereka, walaupun ia cukup bahagia menjadi pribadi sederhana dan biasa-biasa saja dengan menjadi bagian dari kesederhanaan itu.
Tomyam fried rice dan pedasnya sauce mongolian chicken menjadi pilihan Sungmin untuk Kyuhyun yang pasrah pada apa saja yang Sungmin letakkan di piringnya, bahkan tanpa menu pembuka. Padahal ada beberapa pilihan soup yang dapat mereka pilih. Kyuhyun tahu Sungmin ingin cepat-cepat mengakhiri kegiatan ramah tamah ini. Padahal Kyuhyun menikmati acara pertama kebersamaan mereka kali ini, ia bangga Sungmin berjalan di sisinya, walaupun Sungmin tak terlalu banyak berkata- kata tapi menurutnya Sungmin cukup berhasil membawa diri dan terlihat anggun dengan sikapnya yang tenang. Berbeda dengan sesuatu yang Kyuhyun bayangkan jika mengingat rusuhnya Sungmin dalam berbagai sikap selengean yang ia perlihatkan sehari-hari.
Malam ini seperti biasa penampilan Sungmin terlihat simpel, namun tetap istimewa dalam balutan blazer kerja konservatif nude yang ia padukan dengan sackdress ketat lilac. Gaun berbahan elastis itu membungkus pinggul, bokong hingga paha Sungmin dengan serasi.
Belum lagi garis V yang menukik terlalu dalam ke celah dada, memperlihatkan lekuk berkulit putih nan lembut di bagian dalamnya. Untungnya hal itu hanya tampak saat Kyuhyun berdiri terlalu dekat, penyebabnya karena perbedaan tinggi tubuh mereka. Alhasil berkali-kali ia menelan ludah karena rasa kerontang yang tiba-tiba saja ia rasakan. Angannya kerap kali berkelana ke hal- hal yang tak seharusnya ia pikirkan.
Ya Tuhan! Tidakkah Sungmin menyadari aura yang ia pancarkan adalah racun bagi Kyuhyun? atau bahkan beberapa pria yang sempat melihat gadis itu dengan seksama malam ini. Atau sebenarnya hanya Kyuhyn saja yang memiliki perasaan itu? Micheosseo! Rutuknya dalam hati.
"Mau minuman yang lain, Kyu?" tepukan lembut jari Sungmin di lengannya membawa Kyuhyun kembali dari angan mesumnya yang tak lebih dari tatapan kosong pada cup chocolate ice cream yang mulai mencair di celah jarinya yang bertaut di atas meja. Kyuhyun menggeleng malas.
"Cheese cake?" tawar Sungmin lagi, mendorong piring kecil berisi potongan kue lembut tersebut ke depan Kyuhyun.
"Bagaimana kalau pulang lebih dulu? Lalu kita telepon Donghae, bilang kalau akan datang ke rumah mereka malam ini," Kyuhyun mengeluarkan ponsel dari saku jas berniat menelepon, kemudian entah kenapa malah memilih mengirim pesan singkat via BBM.
"Apa tidak terlalu malam kalau ke sana malam ini? mereka punya anak, apalagi Eunhyuk juga sedang hamil, kasihan kalau kita mengganggu istirahat mereka," kata Sungmin seraya melirik jam di gadgetnya yang tergeletak di atas meja, "Sudah hampir jam delapan." Katanya lagi, mengingatkan.
Kyuhyun mempertimbangkan apa yang Sungmin utarakan, dan nasihat Sungmin memang ada benarnya juga. Harus diakuinya wanita selalu lebih sensitif untuk hal-hal kecil seperti itu. Kyuhyun mengetik pesan pembatalan rencana bertandang mereka malam ini ke nomor Donghae lagi. Dan segera mendapat balasan dari saudara angkatnya itu sesaat kemudian.
"Donghae masih terjebak antre di klinik dokter kandungan menemani Eunhyuk untuk check up rutin, tapi tidak masalah kalau kita ingin ke sana, sekalian mereka meminta kita check out dan bermalam di rumah mereka." Kyuhyun menyampaikan isi pesan Donghae untuk Sungmin.
"Menurutmu?" balas tanya Sungmin memberi kesempatan Kyuhyun untuk memutuskan.
"Besok saja lah, pasti mereka lelah dan ingin langsung tidur sepulang dari klinik. Ya sudah santai saja, kalau ingin jalan-jalan malam nanti setelah acara selesai." Putus Kyuhyun yakin, tepat pada saat seorang pramusaji tiba-tiba saja datang menyajikan gelas fruits punch ice yang terlihat segar dan menggoda ke meja mereka tanpa diminta.
Sungmin mendesah putus asa karena rasanya tak sanggup lagi membawa sesuatu lagi melewati mulutnya, termasuk menu minuman penutup yang terlihat lezat ini, walau rasanya sungguh sayang jika ia melewatkan minuman menggiurkan itu.
"Kalau dibungkus dan dibawa ke kamar boleh tidak?" celetuk Sungmin konyol, yang kontan menuai tawa kecil Kyuhyun ketika mendengarnya.
"Boleh. Pakai kertas tisue saja." Balas Kyuhyun asal, belum beralih fokus dari smartphone di tangannya.
"Nah begitu... tertawa, aku takut melihat mimik tegangmu kalau sedang kekenyangan Kyu, jinjja!" tambah Sungmin, kembali pada selera humor mereka yang selalu mengalir di situasi apapun.
Kyuhyun semakin tergelak, kali ini tak tahan untuk tidak melakukan sesuatu pada hidung Sungmin yang selalu menjadi obyek kekerasan fisik darinya selama bertahun-tahun.
"Aww...!" Sungmin menggosok hidungnya sesaat, berpaling ke kiri dan kanan dengan waspada. Berharap tak seorang pun memperhatikan keakraban mereka tadi, itu mungkin sedikit kurang pantas, mengingat di mana mereka berada saat ini.
"Kau pikir ekspresi sedang di toilet?" Balas Kyuhyun merendahkan suara, ketika membaca apa yang Sungmin cemaskan.
Sungmin terkikik geli dan tertahan, "Sttt... Jorok! yang lain masih makan, bawa-bawa Tit..." Sensor Sungmin untuk kalimat terakhirnya yang mengulang kalimat Kyuhyun sebelumnya.
Tanpa sadar jarinya bergerak perlahan menikmati sesendok demi sesendok minuman yang tersaji di depannya, mengabaikan cibiran Kyuhyun untuk kegiatan ekonomisnya yang tak mau menyia-nyiakan hidangan di depannya.
Sementara acara masih terus berlangsung, bahkan semakin meriah saat para petinggi mulai meninggalkan tempat. Acara ramah tamah semakin santai saat MC mengumumkan kehadiran seorang penyanyi yang sedang naik daun untuk memeriahkan suasana malam itu. Beberapa orang tampak mulai meninggalkan ruangan, walaupun yang lain justru semakin larut dalam suasana santai dan keakraban.
Seperti halnya Sungmin yang Kyuhyun perhatikan terlihat aneh dengan kegelisahannya. Wajah sahabatnya itu tampak merona seolah kepanasan lengkap dengan beberapa titik keringat yang muncul di kening, hidung juga bagian atas bibirnya. Berkali-kali pula Sungmin mengusap leher dan bagian tubuh lainnya secara sembunyi-sembunyi.
"Kyu, ayo keluar! Disini panas." Pinta Sungmin akhirnya tak mampu lagi menahan diri, setelah beberapa saat seperti blingsatan dan nanar memandang ke segala penjuru, tapi bukan pada Kyuhyun. Sungmin tergesa meninggalkan meja tanpa mengulang pertanyaan apalagi menunggu jawaban sahabatnya.
Kyuhyun yang keheranan segera berdiri menyusul Sungmin setelah terlebih dulu mengosongkan gelas fruits punch ice-nya hingga tandas.
"Sudah mau pergi, Boss?" seseorang menahan langkah Kyuhyun dengan sapaan akran yang ia kenali sebagai salah satu wakil dari anak perusahaan ELF Corp asal Gwangju.
"Yunho Hyung, tidak terlihat dari tadi siang kukira bukan kau yang datang dari Gwangju. Iya, aku lelah." Mereka berjabat tangan erat sesaat.
"Iya padahal hanya acara begini saja, mestinya edaran dengan proposal saja sudah cukup kalau mau membahas meminta dana anggaran, ini namanya pemborosan. Ya sudah, sebentar lagi aku juga menyusul, tidak tahan seharian hanya menyesap dua kali." Keluh pria tinggi besar itu menepuk saku kemejanya yang tampak kusut, sementara jasnya tersampir asal di punggung kursi.
Jung Yunho adalah orang lama yang cukup akrab dengan Kyuhyun karena pertemuan mereka di beberapa kesempatan. Pria bugar itu perokok aktif yang merasa tak bisa berpikir tanpa nikotin. Sifatnya sedikit terbuka cenderung kritis dan frontal dalam menyampikan gagasan ataupun pendapatnya. Kyuhyun menyukai keterbukaan Yunho.
"Yah begitulah Hyung, mau bagaimana lagi ini kan affiliasi, menurut saja lah." Balas Kyuhyun menyeringai tawa. Lalu sejurus kemudian mengingat keadaan Sungmin yang tiba-tiba pergi meninggalkannya.
"Aku duluan ya Hyung? Panas." Putusnya, sebelum Yunho malah menahannya untuk menghabiskan waktu dengan meminum kopi dan mengosongkan stok tembakau di kantong pria itu. Kebiasaan mereka saat menyelinap meninggalkan acara seminar atau rapat umum gabungan seperti sebelum-sebelumnya.
.
.
.
Kyuhyun seorang diri di dalam lift menuju lantai delapan di mana letak kamarnya dan Sungmin berada yang saling berseberangan. Lift memang kosong, seharusnya itu tak membuatnya merasa sesak napas karena pengap dan kegerahan. Tapi anehnya tubuhnya terasa ringan dengan perasaan gelisah ingin segera bergerak bahkan berlari karena tak sabar. Sebaliknya, pandangan matanya justru terasa berkabut dan napasnya memburu.
Ada apa ini? batin Kyuhyun, merasakan keanehan yang merayap semakin intens menguasai tubuhnya. Saraf-saraf seolah senar tegang yang berdenting-denting di setiap sendi, terutama sekitar lutut dan bagian lain yang semakin tak terkendali. Kyuhyun mengabaikan hal itu saat langkah gesitnya sampai di depan kamar Sungmin dan mengetuknya.
Sungmin membuka pintu lebih cepat dari dugaannya. Sahabatnya itu telah melepas blazer dari tubuhnya, menyisakan sackdress ketat lilac yang membuat nafas Kyuhyun semakin menderu-deru.
"Kau sakit?" tanya Kyuhyun cemas, matanya yang semakin berkabut menangkap gerakan Sungmin yang menghindarinya, namun mengijinkan Kyuhyun untuk tetap masuk ke dalam kamar.
Sungmin terlihat meneguk obat dan air sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Kyuhyun. "Tidak tahu kenapa sepertinya aku alergi Kyu, badanku agak sedikit gatal dan panas." Keluhnya, sesekali menggerakkan lehernya yang semakin tegang.
"Itu minum obat apa?" Kyuhyun mendekat ke sisi Sungmin untuk membaca tulisan pada strip obat yang baru saja diminum.
"Obat alergi. Aku memang punya penyakit itu, tapi tidak seperti ini juga rasanya." Jelas Sungmin dengan suara mulai mengambang serak. Kali ini apa yang ia rasakan semakin tak terbayangkan. Rasa aneh yang tiba-tiba saja menguasai tubuhnya semakin menjadi-jadi saat ka melihat Kyuhyun, sesuatu yang tak terkontrol terus berkembang menuntut sebuah pelepasan. Sungguh Sungmin di sisa-sisa kesadaran dan logikanya berusaha keras melawan gejolak itu.
Memegang kepalanya yang semakin pening, Sungmin masih berusaha menyampaikan apa yang terpikirkan oleh akal sehatnya, "Please... kembali ke kamarmu, Kyu, aku... aku hanya butuh istirahat dan... sendiri, kumohon." Pintanya dengan suara terbata.
Itu adalah kalimat rasional terakhir yang mampu ia dan Kyuhyun ingat dengan baik, mungkin benteng terakhir Sungmin untuk mempertahankan batasan yang tak seharusnya mereka langgar dalam tindakan irrasional yang terbukti lebih kuat dan menguasai kesadaran mereka.
Kemenangan atas hasrat terpendam mereka yang jauh lebih mudah tersulut di bawah pengaruh zat adiktif yang dengan sengaja telah seseorang masukkan ke dalam minuman mereka, demi sebuah tujuan keji menyakiti sesamanya.
.
.
.
.
.
TBC
.
Mian pendek... memang sengaja aku potong biar pada penasaran :D
saya sedikit bimbang apa saya perlu naikin rating-nya atau tidak.., tapi sepertinya tidak perlu karna tidak akan full NC hanya sedikit vulgar( ?) mungkin T+ saja..
.
Big Thank's To :
PumpkinEvil137 ; ericomizaki13 ; Tika137 ; PaboGirl ; parkhyun ; SecretVin137 ; Baby niz 137 ; sifkyumin136 ; Heldamagnae ; Alfiani Vinc ; orange girls ; TiffyTiffanyLee ; Kim Jihae ; Frostbee ; melsparkyu ; Hanna Kimi137 ; nurichan4 ; Butt ming ; qmin ; wullancholee ; Cho MeiHwa ; dewi. k. tubagus ; abilhikmah ; Arevi. are. vikink
.
see you in next chap^^
