Probe

Aku masih tak percaya melumpuhkan Fang semudah itu. Pasti Incik Boss akan senang dengan hasil kerjaku. Aku masih bingung dengan rencana Incik Boss. Mungkin dia mau menghapuskan Fang.

"Incik Boss, oh Incik Boss."

PRANG!

"Aduh sakitlah Incik Boss." Kataku sambil mengelus kepalaku yang memang sudah kebal dengan benturan cawan besi itu. Incik Adu Du memiliki banyak cawan untuk memukulku dan semuanya itu sama.

"APA KORANG NI TERIAK – TERIAK?!" Incik Boss keluar dengan muka penuh amarah.

"Ma- maafkan aku Incik Boss. Tapi, lihatlah aku dapat tangkap si Fang ni!" Aku menunjukkan bukti keberhasilanku pada Incik Boss. Fang terkulai lemas karena asap tidur tersebut. Ia masih belum sadarkan diri setelah aku membawanya pergi dari Boboiboy.

"BAGUS! BAGUS PROBE. MHUAHAHAHAHAHA."

Boboiboy

Aku masih tak habis pikir dengan kejadian tadi. Pikiranku begitu kosong dan aku masih sangat terkejut. Aku bukannya mengejar Probe malah terdiam di tempat. Aku merasa bodoh. Merasa tidak berguna.

Aku kehabisan akal, aku berlari ke kedai Tok Aba mencari Gopal, Ying dan Yaya.

...

Aku terengah – engah berlari dengan panik ke kedai Tok Aba. Untunglah benar ada Gopal dan Yaya.

"Ih, kenapa kau lari macam tu?" Tanya Yaya

"Kau bagai orang panik je, Boboiboy." Timpal Gopal tak memberiku kesempatan untuk menjelaskan.

"Ish apalah korang ni Boboiboy, lari sampai capek macam tu." Tok Aba ikut menimpalinya. Aku masih mengumpulkan sisa – sisa oksigen yang ada dalam paru – paruku sebelum aku menjawab pertanyaan mereka. "Hei kenapalah Boboiboy?" belum kujawab pertanyaan yang tadi, Ochobot ikut menambah daftar pertanyaan yang harus ku jawab.

"Hahh... haah... Sh..ab..har." Kataku mulai mengeluarkan suara sambil terengah – engah.

"Ni minum dulu lah." Tok Aba menyodorkan segelas Ice Chocolate. Segera kusambar dan kuminum sampai tinggal setengahnya.

"Hhh benar – benar kaulah Boboiboy. Ada apa sebenarnya?" Tanya Ochobot lagi

"Fang... Itu Fang.." Aku tak sanggup menceritakannya

"Apalah yang dilakukan budak tuh?" Tanya Gopal sambil menyeruput coklatnya.

"Fang... Diculik."

Fang

Pening sekali kepalaku ini. Seperti habis terbentur. Kakiku lemas dan badanku rasanya benar – benar sakit. Aku mencoba mengembalikan tenaga dan pandanganku yang agak kabur.

"Selamat datang di Markas Kotak! MHUAHAHAHAHA"

Terlihat seperti mahkluk hijau berkepala dadu yang kukenal. Belum jelas aku melihatnya.

"ADU DU! APA YANG KORANG BUAT NI?!"

Aku masih mencoba meraba – raba keadaaan. Aku rasa aku terperangkap dalam sebuah tabung kaya raksasa. Yang kuingat adalah Aku sedang berjalan bersama Boboiboy dan tiba – tiba... PROBE!

"Aku takkan apa – apakan korang lah. Kami tak de maksud apa – apa." Adu Du menjawab pertanyaanku dengan senyum yang dibuat – buat. Membuat jengkel saja.

"Incik Boss hanya ingin mengambil kuasa korang tuk hapuskan Boboiboy lah." Sahut Probe.

PRANG!

Sebuah cawan besi melayang ke kepala Probe. Kurasa sakit sekali. "Diamlah kau Probe!" Adu Du mendekati aku dengan seringainya yang membuat aku semakin kesal.

"Kau benci sangatlah pada Boboiboy. Macamana nak gabung sama kitorang?" Tanya Adu Du persuasif. "Kau kan lebih populer nanti dari Boboiboy. Korang bisa jadi yang tehebat. Macamana?" Paksa Adu Du tak sabar mendengarkan jawabanku.

"Maksud kau... melawan Boboiboy?" Tanyaku agak sedikit terkejut. Apa yang harus ku lakukan?

Ying

Tiba – tiba Boboiboy dan kawan – kawan menelponku ke kedai Tok Aba, padahal aku sedang belajar matematik. Tentu saja, secepat kilat aku sudah sampai disana.

" Ada apa, ma? Lu orang panggil – panggil saya?"

"Fang diculik Adu Du lah." Yaya menjawab dengan pasti.

"Halah dia orang jahat, ma. Jangan – jangan dia orang pergi cari Adu Du buat kerja sama." Jawab sepengetahuanku. Sebenarnya aku sudah sebal menghadapi mereka yang menggangguku belajar. Apalagi hanya untuk urusan macam ini.

"Sudah , sudah. Fang kan juga kawan kita. Lebih baik bantu aku cari cara tuk selamatkan Fang." Boboiboy ini apa – apaan sih. Fang juga kan yang membencinya duluan. Mengapa sekarang ia malah membela Fang. Teman? Tak sudilah

"Benar itu kata Boboiboy lah. Kitorang harus cari cara tuk selamatkan Fang." Yaya menimpal.

Fang

Aku masih memikirkan pertanyaan Adu Du.

"Kitorang bisa jadi kawan yang baiklah tuk kau." Adu Du menekan pada kata 'kawan'. Aku diam saja masih belum dapat menjawabnya. Terbayang dalam pikiranku anak laki – laki bermata hazel dan bertopi dinosaurus itu mengelus pelan kepalaku sambil memperlihatkan wajah bersalahnya. Tatapannya masih begitu menyakitkan. Aku juga masih belum melupakan kejadian di kedai Tok Aba beberapa hari yang lalu. Semua terasa begitu... sakit.

"Haish korang jangan diam saja." Adu Du mulai kehilangan kesabaran menghadapi Fang yang terus diam dan melamun.

"Baiklah. Kitorang kerjasama tuk hancurkan Boboiboy! Dan rebut ke polpuleranku balik. HA HA HA" Akh sial apa yang ku katakan?!

Boboiboy

Kurasa kami telah dapat cara untuk menyelamatkan Fang. Aku hanya khawatir sesuatu yang buruk akan terjadi padanya. Yaya , Ying , Gopal dan Ochobot siap membantu.

"Nah minumlah Ice Chocolate ini dulu biar korang semua makin bersemangat." Tok Aba menyediakan sejumlah Ice Chocolate kesukaan Gopal.

"Sudahlah Tok, tak de waktu tuk selamatkan Fang lah." Jawabku tergesa – gesa.

"Cukuplah. Kalau tak de tenaga mana bisa lawan si Adu Du itu?"

Haish Gopal sudah menyerbunya terlebih dahulu. Tak ada pilihan lain selain menghabiskan Ice Chocolate ini dulu.

...

Ice Chocolate tadi cukup menyita waktu kami, apalagi Gopal yang memesan satu gelas lagi. Benar – benar Gopal ni. Kami berjalan secepat mungkin mencapai markas Adu Du.

"Apa – apaan korang nih, datang – datang bikin ribut saja." Adu Du sepertinya agak terkejut dengan kedatangan kami.

"Dimana kau sembunyikan Fang hah?!" Serang Yaya tanpa basa – basi.

"Sembunyikan Fang?! Tak de lah aku sembunyikan Fang." Senyum licik Adu Du membuatku semakin geram.

"Jangan bohong. Kaulah yang tadi culik Fang!" Kekesalanku memuncak. "Bukan Incik Boss lah yang culik. Akulah yang culik si Fang tu." Penjelasn tak penting keluar dari robot ungu tersebut.

"Ah sama je lah." Gopal menimpalinya.

"AISH CEPAT TUNJUKKAN DIMANA FANG?!" Aku mulai kesal dengan mereka yang sedari tadi mempermainkan kami. "Sudah kubilang tadi ke korang. Kitorang tak de sembunyikan Fang."

Aku makin sebal. Segeralah Aku berpecah menjadi tiga. Taufan dan Halilintar mencari Fang. Sedang Gempa masih mencecar Adu Du dengan berbagai pertanyaan.

Yaya

Gempa dan aku masih memaksa Adu Du bicara. Sedang Taufan, Halilintar serta Ying dan Gopal mencari Fang.

"Susahlah korang. Kitorang bilang tak de ya tak de." Adu Du masih bertahan. Gempa kelihatannya mulai naik darah. Ia segera menghantam Adu Du dengan kuasa andalannya

"TANAH TINGGI!" Segeralah terbentuk segerombolan tanah yang melempar Adu Du. Adu Du berteriak meminta tolong.

Tiba – tiba kulihat sekelebat bayangan hitam berbentuk jari. Seperti kukenal... bayangan itu menangkap Adu Du dan menahan Adu Du agar tidak langsung menyentuh tanah.

Sekelebat sosok laki – laki dengan kacamata yang kukenal mendekat. Ia tersenyum sinis sambil perlahan mendekat ke Adu Du. Tatapannya tajam ke arah kami. Taufan, Halilintar dan Gempa kembali dan bersatu menjadi Boboiboy lagi. Gopal dan Ying juga sudah kembali. Aku hanya dapat menatap ke arah Boboiboy. Dia membelalak. Tatapannya begitu kaget namun menyiratkan kesedihan dan kekecewaan. Suaranya Boboiboy mulai bergetar,

"Fang...?"

Bersambung


Apalah dengan semua ending menggantung ini~~

Update cepat biar tak penasaran ~~

Agak sedikit terinspirasi dari pertarungan Ejo Jo sama pas Boboiboy vs Fang :"

Tak terasa mau Chapter 5 :" kok jadi panjang ya terimakasih semuanya atas kritik saran mohon maaf atas segala kekurangannya