Hai Hai! Balik lagi sama Author yang sering Pingsan gara-gara Panci Rapunzel Tangled. Entah darimana tuh anak datang! Ceritanya kan di Disney, ini cerita Fairy Tail. Ternyata habis liat lampion-lampion itu dia pulang tapi gak tahu arah jalan pulang~ (Malah nyanyi nih Author) Jadi nyasar ke FF yg satu ini.
Akhirnya Reader yang kabur BERTAMBAH BANYAK! Perang PAG 2 akan segera di adakan! Jadi, sori kalau Update nya lama gara-gara para Readers ini! Oke Alien Yopple! AYo bersemangat! Kita bisa membasmi Manusia Kotor ini!
Reader: Lu juga manusia Thor!
Author: Gw kan Manusia Bersih
Readers: Idih! Bersih darimana? Gak ada manusia bersih tahu gak sih!?
Author: Gue bilang BERSIH bukan SUCI Bego! Jelas ada manusia bersih! Gue kan mandi 7 kali dalam seminggu *bangga*
#PLAK
#DUARRRR
#Tempat Author di bom sama para Teroris Readers itu! Chupibrasbrumasmas GA! *Bicara pada alien Yopple* (Jangan mau kalah! Ayo SERANG!) Pertarungan di mulai dipimpin oleh Author dari pasukan Yopple. Untung aja Author masih hidup!
Asist. Author: Udah biarkan mereka dan biar saya yang ambil alih! Ceritanya sudah Author tulis dalam sebuah buku cuman belum di update dalam FFN. Sebelumnya, saya akan membalas Review yang ada, langsung saja yang pertama:
~ Himiki-chan
Tidak apa baru Review, yg penting dah Review. Baru pulang dari mudik ye? Kilat ya? Kayaknya gak bisa dech, soalnya si Author sibuk ngurusin PAG 2. Makasih atas pujian ceritanya, nanti Asist.R (Insial baru utk ) bakal kasih tahu pujian ini ke Author yg lagi sibuk nyusun rencana aneh, bicaranya 'Chupakabrasbras GA! Febarasras Khagafst! Chipakabhrusf!'.
~ Pidachan99
Iya tuh, entah dateng darimana si Rapunzel (Padahal gw yg ngundang buat lemparin tuh Author pake panci #PLAK #Kena Meriam AutYopple) Ya, kenyataannya begitu. Natsu Dragneel kan terkenal AKAN bodoh nya, jadi tidak salah jika Nashi memanggil nya bodoh. Asist.R gak tahu Chappie 4 seru apa gk, soalnya yg buatkan Author bukan Asist.R, tpi klu update pasti LAMA #PLAK #Kena tendang Pida-chan #Mental ke Jupiter *Beruntung ke Jupiter, ada Sodara disana*. Knp lama? Krn si Author lagi perang PAG 2. Tapi kalau gak salah udh di tulis dalam sebuah buku yang isi nya acak-acakan itu. Jadi nanti Asist.R post.
~ Kazuka Kujyou Tsania-chan
Dikuburan aja, habis pusing ma Authornya berantem terus ma Readers. Nih skrg lgi perang PAG 2. Hadeuh...*geleng-geleng kepala* Okey! Ini dia Chappie 4~
~ nshwaol56
Iya, soalnya klu Authornya gk Update cepet-cepet, nih cerita gk bakal lanjut. Ya, begitulah! Satu-satu nya cara TERCEPAT adalah menaiki kereta. Klu gk slh Author nya udh bikin (liat aja di Chappie 1) tpi blum muncul-muncul! Klu gk slh di Chappie ini ada dialog dari anaknya Paman Happy dan Bibi Charles. Emang udh partner sih...maaf gak bisa buat, soalnya Author sibuk ma PAG 2, tpi tenang, Chappie 4 udh siap di buku acak-acakan milik Author, nanti tinggal Asist.R tulis kembali.
~ Saitou Asuka
New Eisenwald sih (menurut Asist.R) sama aja kayak dulu di buat ma Author, tapi mungkin ada sedikit berbeda. Menurut Asist.R, Cerita ini ya mirip dengan Misi Team Natsu yang Eisenwald itu, cuman nanti (PASTI) si Author ngerubah-rubah cerita nya. Nih dia Chappie 4, si Author bukannya pingsan, cuman lagi perang PAG 2.
Okey, karena Asist.R punya urusan lain, jadi...Asist.R balas Review nya itu aja. Okay semua, ayo kita lanjut ke Chappie 4!
.
.
Team Nashi: First Mission
.
.
Disclaimer of Fairy Tail
Hiro Mashima
.
.
.
"Ayo!" seru semuanya mengangkat tangan ke udara. "TUNGGU~" teriak seseorang. Mereka menoleh ke arah kiri (karena emang dari kiri arah suaranya). "Alice!" seru Nashi sedikit kaget, sepertinya dia melupakan Partner kucing nya itu. "HUAAAA TT_TT kalian jahat gak ngajak-ngajak! Nashi, aku kan Partner mu!" rengek Alice. "Eh, sori-sori, lupa aku! Kemarin aku gak lihat kamu di Guild, emang kamu kemana?" tanya Nashi. "Dipaksa sama Papa ikut kelas " jawab Alice. "Kelas ?" batin semuanya bingung. "Emang siapa aja yang ikut?" tanya Alex. "Aku..." jawab Alice menghapus air matanya, "sama kucing-kucing kampungan itu!". "Pelajarannya apa?" tanya Miya. "Ikan" jawab Alice.
GUUUUUUUUUUUUUUUUBBBBRRRRRRRRRRAAAAAAAAKKKKKKKK!~
"Kalau gitu ya kabur aja kali Alice!" seru Regret. "Gak bisa! Di sekeliling kelas ada pagar Belut!" jawab Alice. "Sudah-sudah, yang penting kan dia disini, jadi ayo cepat kita naik Kereta!" kata Miya. "Kereta? Aduh lupa di Troia sama Bibi Wendy!" seru Alex memukul kening nya. "Kenapa tadi aku gak ke Guild dulu sih!?" seru Nashi. "Udah cepat naik kereta!" Miya menarik koper-kopernya dan Nashi+Alex kedalam kereta. Regret dan Alice hanya diam dan mengikuti Miya.
~{SELAMA PERJALANAN}~
""Berapa lama lagi!?" seru Alex yang sudah mabuk. "2 jam lagi!" jawab Miya. Alex memasang wajah terkejut dan mabuk. Nashi hanya menutup mulut nya (tidak mungkin kan dia bakal muntah di situ). "Kalau gitu lebih baik kau tidur" kata Miya memukul kepala Alex dan berhasil membuatnya PINGSAN.
Regret yang dari tadi melihat ke arah jendela, melihat ke arah Nashi. "Dasar pemabuk!" serunya.
"Aku tidak-" Nashi langsung menutup mulutnya agar dia tidak muntah.
"Kau memang! Makanya minum bir jangan kayak bibi Cana, satu hari 1000 gentong!" kata Regret.
"Aku tidak, hmp" Nashi kembali menutup mulutnya. Jika ia bicara lagi, dia pasti akan muntah disitu.
"Kau memang...Ouch!" Regret memegang kepalanya yang terdapat gunung disana.
Nashi memukul kepala Regret sekuat tenaga hingga menghasil kan gunung Everest (?) di kepala Regret. Akhirnya semua diam. Alice hanya tiduran telungkup diam di kepala Nashi. Nashi menahan muntahnya. Alex pingsan karena pukul si Titania 2. Dan Regret hanya diam melihat ke arah jendela.
30 menit berlangsung...
Regret melihat kembali ke arah Teman-teman team nya itu. Ada Miya yang tertidur dengan tangan menopang Cheese cake(?) Alex masih pingsan. Lalu Nashi tertidur bersama partner nya itu. Regret kembali melihat ke luar jendela dan akhirnya tertidur juga.
~{SKIP TIME}~
"AKHIRNYA AKU SELAMAT DARI MAUT!" teriak Nashi bahagia.
"Nashi, pelankan suara mu, aku masih mengantuk!" seru Alice mengucek-ngucek matanya.
"Kita sudah sampai kucing!"
"Eh, iya?" langsung membuka matanya.
"Iya, kita udah sampai di kota Hormanic"
"Yippie! Akhirnya sampai juga!"
Nashi melihat ke belakang, dia melihat teman se-team nya. Ada Miya bersama koper-koper nya. Lalu Ice Brain menopah Alex. "Jadi, Miya, kita pertama kemana dulu?" tanya Nashi. "Ng..." Miya berpikir, "Kita keluar dari stasiun aja dulu". Nashi dan Miya berjalan keluar dari stasiun. "Hei tunggu dong!" seru Regret yang menopah Alex, "ternyata dia lebih berat dari yang dikira orang!".
Mereka sekarang sudah di luar stasiun. Miya melihat-lihat kota Hormanic. "Seperti nya di gedung lonceng itu! Ayo" kata Miya berlari menuju gedung lonceng yang ada di kota Hormanic.
"Lalu, bagaimana dengan koper mu?" tanya Nashi.
"Tenang, nanti bis aku beli lagi"
"Emang isi nya apa?"
"Cheese Cake"
GUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUBBBBBBBBRRRRRAAAAAAAAAAAAAAA AAAAAAKKKKKKKKK
"Ayo gak ada waktu untuk tidur!" seru Miya.
"A-aye sir!" seru Nashi dan Regret.
"Okay! AKu bersemangat! Ayo kita menuju Eisenwald itu!" Alex berlari lawan arah dan itu sudah jauh.
"Woi! Muka Besi! Kau salah jalan!" teriak Nashi.
Langsung saja Alex berlari kilat menuju arah yang berlawanan dengan arahnya tadi. Nashi dan Regret berlari mengikuti mereka.
~{SKIP TIME}~
"Tempat ini cukup berangin" kata Regret. "Tapi tadi di sekitar stasiun, tidak berangin" kata Nashi. "Sepertinya mereka sudah datang! Aku baca Erigor memiliki sihir angin, jadi...kemungkinan besar Goar juga" kata Alex. "Oke, ayo masuk!" seru Miya.
Ke-empat remaja itu (dengan tambahan kucing) memasuki gedung lonceng itu. Dan betul saja, mereka sudah datang. "Banyak juga" gumam Nashi. Para mage dari Eisenwald itu pun menyerang Nashi dan team nya.
"Tenrin no Yoroi!" Miya mengubah Zirah nya menjadi Heaven's Wheel Armor, "Tenrin Sakuru Sodo!"
"Tetsuryu" Alex mengembungkan pipi-nya, "no Hoko!"
"Ice Make: Ice Cannon!"
"Karyu no Yokugeki!"
SELURUH mage yang ada disana di BINASAKAN (bukan di bunuh, dikalahkan) oleh team ini. Miya menarik salah satu kerah baju mage itu, "katakan dimana pemimpin kalian?" Miya memasang Tatapan Iblis Titania. "A..aku tidak tahu!" jawab Mage itu. "Cepat katakan!" sekarang ditambah death glare nya. "Aku tidak tahu!" Mage itu memasnag muka ngeri.
Miya melempar mage itu dan menghadap teman se team nya. "Kita berpencar! Cepat kalian cari Goar dan Bellaly itu!" perintah Miya. "Aye sir!"
Mereka semua berpencar mencari Goar dan Bellaly itu. Kita intip saja si Nashi dan Alice. Mereka tengah berlari-lari mencari orang yang dimaksud."Alice! Kamu ketemu tidak dia dimana?" tanya Nashi sambil berlari.
"Aku tidak tahu cuman..." Alice mengotak-atik komputernya sambil terbang.
"Cuman apa?"
"Ada orang di sekitar sini!"
"Orang?" Nashi menghentikan langkahnya.
"Iya, sepertinya dia Mage yang kuat!"
"Simpan komputer mu Alice"
"Aye"
Alice menyimpan komputer nya. Nashi bersiap siaga siapa yang akan menyerang nya nanti. Lalu datang sebuah bayangan yang ingin menusuk Nashi dari belakang, "AWAS NASHI!" teriak Alice. Nashi melirik ke belakang dan langsung menghindar. "Kamu cepat juga" seru seseorang. "Siapa kamu?" seru Nashi was-was bersama Alice di sampingnya.
Lalu muncul bayangan hitam yang membuat suatu bentuk, Manusia. "Namaku Camellia, gadis tercantik yang pernah ada" katanya. "Gadis tercantik yang pernah ada? Mimpi kali tuh Camera!" batin Nashi. "Rasakan ini! Denpan shadÅburakku!" seru Camellia.
Lalu datang rambatan bayangan hitam cepat menuju Nashi. Untung saja Nashi bisa menghindar. Camellia terus menyerang dan Nashi terus menghindar. Sampai akhirnya, "kamu ternyata lemah ya, hanya bisa menghindar!" seru si Camera Sialan (Camellia: AKU BUKAN CAMERA! Asist.R: Author yang bilang kok, Wek *menjulurkan lidah*). Nashi sedikit tertunduk, lalu dia berkobar-kobar. Dia paling benci ketika dibilang "Lemah". "Alice, terbangkan aku" ucap Nashi pelan. Alice yang mendengar nya langsung membawa Nahsi menuju si Camera.
"Rasakan ini!" di tangan Nashi terdapat Api yang berkobar-kobar. Nashi memukul Camellia dan kena! Nashi terbang mundur. Camellia bangkit, "Taigashado!". Seketika terbentuk 2 Harimau dari bayangan. "Serang mereka!" perintah Camellia. Kedua harimau itu pun menyerang Nashi. "Karyu no Hoko!" Nashi mengeluarkan semburan Api dari mulut nya dan membuat bayangan itu lenyap. "Ugh" keluh Camellia sebal. Nashi sedikit tersenyum, "waktu nya mengakhiri pertarungan". Camellia yang mempunyai perasaan buruk segera membuat pertahanan, "Karyu no KOEN!" Nashi melempar bola besar ke arah Camellia.
Camellia terhempas kedinding. Nashi turun ke lantai dan Alice mendarat di kepalanya. Nashi berjalan menuju Camellia dan menarik kerah bajunya, "katakan dimana Goar dan Bellaly itu?" Nashi memasang Tatapan Iblis Titania. "Tidak akan pernah" jawab Camellia. "Oh ya? Katakan dimana ia SEKARANG!" Nashi menambahkan Death Glare nya yang lebih mengerikan dari Titania. "Tidak akan pernah" jawab Camellia. "Oh, begitu ya~" Nashi tersenyum licik.
~{SKIP TIME}~
"Hei! Lepaskan aku! Lepaskan! Aku belum mau mati! Lepaskan!" Nashi mengikat tuh Camera Sialan pada sebuah tiang dan membakar bawah tiang itu. Nashi hanya pura-pura tidak dengar dan menyuruh Alice mencari keberadaan Miya.
"Aku menemukannya! Dia berada di lantai atas" jawab Alice.
"Oke, kalau begitu kita ke sana!" kata Nashi berlari menuju lantai atas.
"Tunggu!"
"Ada apa?"
"Aku menemukan seseorang bersama dengannya!"
"Siapa?"
"Sepertinya..." Alice mengkerutkan keningnya, "Goar"
"Goar? Kalau begitu ayo cepat ke sana!"
"Oke"
Kedua partner itu segera berlari menuju lantai atas. Mereka sempat melewati sebuah ruangan yang terdapat 4 orang didalamnya. Nashi pun berjalan mundur menuju ruangan itu, "Alex! Regret!". 2 orang yang tengah berdiri itu melihat ke arah pintu, "Nashi!" keduanya menghampiri Nashi. "Kau sudah temukan dimana Goar dan Bellaly itu?" tanya Alex. Nashi menggeleng, "tapi Goar saat ini bersama Miya di lantai paling atas". "Kalau begitu, ayo kita kesana!" seru Alex. Mereka semua lalu berlari menuju lantai atas.
Sekarang kita biarkan mereka dan intip si Titania 2, Miya Fernandes. "Tenrin: Pentaguramu Sodo!" Miya menyerang Goar. Tapi dia berhasil menghindari serangan Titania yang satu ini. " Tenrin: Burūmenburatto" Miya menyerang lagi tapi Goar berhasil menghindar. "Storm Shred!" Goar menyerang Miya dan KE-NA.
Miya terhempas ke dinding. "Ugh" Miya mencoba bangkit. "Magic Wind Palm!" seru Goar. Miya mendongakan kepalanya melihat serangan itu. "Ice Make: Block!" seketika ada Es yang nge-Block serangan Goar. "Miya, kau tidak apa?" tanya Nashi membantu Miya berdiri. "Yah, begitulah" kata Miya.
"Ice Make: Death Scythe!" Regret melempar sabit yang terbuat dari Es menuju Goar dan berhasil.
"Tetsuryuken!" Alex mengubah tangannya menjadi pedang besi lalu mengayunkannya kepada Goar. Goar bisa menghindar untuk ayunan 1-4. Tapi ayunan kelima dia berhasil mengenai Goar. Goar melompat menjauh, di sekelilingnya terdapat angin, "sampai ketemu nanti, Fairy Tail, Wind Wall!" serunya dari luar. Lalu ada angin yang dahsyat menutupi Gedung Lonceng itu. "Aku akan menguasai dunia! Wuaaahahahhahaha..." Goar pun pergi menjauh menuju kota selanjutnya. "Bagaimana cara kita keluar dari sini?" tanya Nashi.
Okey semua, Chappie 4 sudah siap. Hanya ini yang ditulis oleh Author di buku acak-acakannya. Melihat ke adaan Author yang sedang sibuk, mungkin Update Chappie 5 nya agak lama. So, Sori-sori aja ya semua! Sampai ketemu di Chappie slanjutnya~ *Tirai di tutup*
Tertanda
Asist.R
