SULAY FANFICTION INDONESIA

==Present==

Sexically Sexical

By

Flying White Unicorn

*Pairing*

Kim Junmyeon*Zhang Yixing

Yaoi

Bxb

Rate M NC17

Don't plagiat

Many typo(s)

Konten dibawah benar-benar banyak menggunakan bahasa sensual mohon disesuaikan dengan umur anda semua yang akan membaca

JANGAN BACA KALAU MASIH UNYU PLEASE T.T

I just wanna travel and fuck you on hotel balconies

….

Yixing...

Aku tidak tahu apakah ini penting untukmu ataupun tidak, hari ini aku akan terbang ke Jepang untuk mencarimu.. tidak bukan.. untuk sementara mengurus pekerjaan.. tapi bisakah kita berjumpa? Kumohon..

Ketikan Junmyeon berhenti, menyisahkan tanda di layar ponselnya, menimbang haruskah dia mengirimkan apa yang sudah ditulisnya ataupun tidak. Apakah Yixing akan melayani nya ataupun semakin menjauhinya jika tahu Junmyeon berada di Jepang sebelum perjanjian pertemuan mereka?. Junmyeon diam memikirkan segala dampak yang di dapatkannya dari ketakutan pikirannya sendiri. Junmyeon menekan tanda delete, menyimpan ponselnya kembali ke dalam saku celananya.

Jongdae dan Minseok keluar dari kamarnya, melihat kebawah Junmyeon yang sudah siap dengan koper dan coat coklatnya. Jongdae menatap Minseok dengan wajah murungnya, Minseok membalas dengan senyuman mendukung, tangannya menarik Jongdae untuk turun kebawah menjumpai Junmyeon.

" Hyung..."

" Apa lagi?."

" Aku akan merindukanmu.."Ucap Jongdae memeluk Junmyeon

" Hais lepaskan.. Aku bukan pergi untuk bertahun-tahun." Ucap Junmyeon melepaskan pelukan Jongdae

" Er.. Junmyeon ssi... Apa kau tidak ada pertanyaan untukku?." Tanya Minseok takut-takut

" Pertanyaan? Apa yang perlu aku tanyakan?." Tanya Junmyeon balik

Minseok menatap Jongdae takut, tidak tahu apakah harus melanjutkan rasa prihatin dan keinginan tahuannya atau tidak.

" A-Aku tahu, aku bukanlah seorang yang profesional. Tapi aku salah satu yang kau kenal dekat. Kau tidak harus malu denganku.. eh dengan kami berdua." Ucap Minseok lagi

" Maksud kalian?." Tanya Junmyeon semakin tidak paham

" Begini hyung.. Kau tahu kan.. Minseok ini sudah ahli, ibaratnya jika dia membuat buku sudah kalah kamasutra..."

" Kamasutra? Apa yang kalian pikirkan?!." Tanya Junmyeon

" Eh.. Minseok juga tahu beberapa obat yang bisa mengurangi sakit bagian belakangmu nantinya. Apalagi pasangan yang kau pilih itu sepertinya sedikit beringas." Bisik Jongdae

" Jongdae! Minseok! Apa yang kalian bicarakan ha?!."

" Kau!.." Ucap Minseok

" Aku?."

" Ya kau dan Jongin pasanganmu." Balas Minseok

" Aku?! Jongin?! Apa-apaan pikiran kalian ini. Sudah hentikan, aku mau pergi. Hanya buang-buang waktu saja mendengar salam perpisahan kalian berdua." Ucap Junmyeon meninggalkan Jongdae dan Minseok

" Junmyeon! Hyung! Junmyeon hyung!." Teriak Jongdae

Junmyeon melambaikan tangannya tanpa melihat kedua orang yang sibuk memanggilnya dibelakang.

.

.

.

Junmyeon meletakkan dirinya di seat yang tertera untuk dirinya. Tidak banyak penumpang di kelas business, ia melihat hanya ada seorang ibu yang memasangkan seatbelt untuk anaknya sambil memastikan kenyamanan anaknya. Di depannya, sepasang pasangan saling memeluk, kepala si pria tampak menyandarkan ke kepala si perempuan. Junmyeon membuang tatapan matanya ke arah jendela pesawat yang masih terparkir di landasan itu. Menunggu hingga mereka di kordinir untuk terbang. Mata Junmyeon membayangkan Yixing, senyum Yixing dan punggung Yixing ketika ia meninggalkan Junmyeon.

Junmyeon merahi ponselnya, tidak sanggup menahan lagi satu-satunya jalur komunikasi yang diyakininya sampai ke tambatan hatinya itu.

Yixing...

Bagaimana kabarmu? Aku disini mengira bagaimana kau disana.

Sekarang aku berada di antara manusia-manusia yang saling mengobral cinta

Kejam nya lagi, aku harus berada didalam sini untuk waktu yang lumayan lama.

Mereka bagaikan berbeda warna denganku, kau tahu? Aku tidak bisa berpura-pura menikmati yang mereka sungguhkan kepadaku. Sedangkan perasaan rindu kepadamu membuatku sengsara.

Kau tahu? Aku tidak pandai menyamai diriku dengan orang-orang.

Yixing...

Walaupun kau mencoba tetap asing untukku, entah bagaimana bisa aku semakin akrab denganmu. Apa kau tahu juga bagaimana aku mengupayakan semua kemungkinan untuk dapat berjumpa denganmu? Mungkin kau tidak percaya, tapi aku sedang menuju ke arahmu.. semakin mendekat ke arahmu...

Junmyeon menekan tombol send, tidak peduli jika Yixing akan ketakutan ataupun bahagia membaca pesan yang dikirimkannya. Junmyeon menghela napas lega, menekan tanda airplane di ponselnya. Sedikit banyak kerisauan hatinya hilang terganti harapan untuk berjumpa Yixing.

...

Japan

Dengan mudah Junmyeon menemukan seorang pria berprawakan 40 tahun mengangkat tinggi-tinggi kertas bertuliskan nama Junmyeon diantara desakan orang yang menanti kedatangan orang-orang dari balik pintu. Junmyeon senang melihat reaksi manusia-manusia yang menunggu itu. Kebanyakan dari mereka memancarkan aura kerinduan. Ia merasa tidak sendiri, cuma bedanya mereka akan menemui sosok yang di rindukan. Sedangkan dia masih harus menunggu lama untuk berjumpa Yixing. Junmyeon berdiri di depan lelaki tersebut.

" Mr. Junmyeon?." Sapa hangat pria tersebut

" Ya saya.."

" Ada bagasi tuan?."

Junmyeon merogoh sakunya, mengeluarkan kertas kecil bertuliskan beberapa angka dan abjad. Pria tersebut memanggil seseorang di belakangnya untuk maju.

" Mari Tuan biar bagasinya di uruskan. Kita langsung saja menuju apartemen."

" Tidak, antar saya ke kantor saja. Saya perlu melihat ruangan saya disini." Ucap Junmyeon

" Baiklah."

Seketika pria yang tidak sempat untuk memperkenalkan namanya kepada Junmyeon itu tahu dengan siapa dia bekerja. Seorang pembisnis yang gila kerja, bahkan untuk hari pertama nya begitu touchdown di negara ini.

Begitu Junmyeon masuk ke dalam mobil duduk dikursi belakang, melihat dari belakang sosok pria yang menyambutnya. Tidak ada yang aneh, selain pria tersebut sangat fasih berbahasa Korea. Mungkin Jongdae yang menyiapkan segala yang akan berhubungan dengan Junmyeon bisa berbahasa Korea mungkin juga hanya kebetulan saja. Junmyeon mengingat jelas semua yang dikenalnya di Jepang sangat fasih berbahasa Korea bahkan dengan geisha nya Yixing. Website nya juga berbahasa Korea. Untuk seseorang yang menetap dan mempunyai alamat website Jepang. Itu merupakan suatu yang tidak biasa.

" Anda orang Korea?." Tanya Junmyeon

" Ya begitu la. Saya sudah lama berkerja di cabang Jepang. Sebelumnya saya juga memulainya dari perusahaan yang di Korea." Jawab ramah pria tersebut.

" Banyak orang Korea disini?." Tanya Junmyeon seakan-akan menyembunyikan rasa penasarannya.

" Lumayan banyak. Bahkan ketika hubungan diplomatik negara kita dengan mereka sedang ada masalah. Saya lihat banyak pekerja dari Korea datang kesini."

" Masalah historis kita?."

" Ya tuan, Anda tahu sendiri bukan soal perbudakan seks ketika jaman perang dunia kedua itu suatu masalah yang sangat sensitive untuk kedua negara ini."

Junmyeon diam, tangannya semakin bergetar. Entah bagaimana segala kemungkinan yang dibicarakannya hanya berpusat kepada Yixing. Tapi Yixing bukanlah budak seks. Malah Junmyeon sekarang yang beranggapan dialah yang harusnya menjadi budak seks Yixing. Bertekuk lutut di depan Yixing, hanya karena merasa tidak berdaya oleh perasaan rindu.

" Bagaimana menurut tuan tentang rencana kompensasi Jepang terhadap perbudakan seks dari Korea itu?." Tanya pria tersebut lagi.

" Bukankah jika Jepang masih ingin terus membayarnya itu semakin menegaskan bahwa Korea Selatan benar-benar memperdagangkan wanita nya kepada tentara mereka dahulu." Ucap Junmyeon

" Wah pantas tuan menjadi kepala di berbagai perusahaan. Pikiran tuanterbuka lebar. Saya juga beranggapan seperti itu tuan, tidak ada yang benar jika manusia masih memakai uang untuk berhubungan seks semata."

Junmyeon diam, rasanya kata demi kata yang di lontarkan supirnya itu menampar keras pipinya.

" Tapi bagaimana jika dia memang seorang pelacur?." Tanya Junmyeon lagi

" Pelacur dengan budak seks itu beda tuan." Ucap pelan si supir

" Apa bedanya?."

" Pelacur berdagang sedangkan budak seks itu adalah pemaksaan."

" Tapi pelacur berati berhubungan seks dengan uang bukan?."

" Ya benar, tapi bagaimana jika sama-sama saling menikmati?. Maaf tuan bahasa saya terlalu vulgar."

" Tidak apa, aku senang berdiskusi denganmu?."

" Taeshim tuan.."

" Ya denganmu Taeshim." Ucap Junmyeon lagi

Junmyeon diam memikirkan lagi perkataan demi perkataan dari Taeshim. Benar Yixing tidak sedang melacurkan dirinya. Dia hanya berdagang, kemudian menikmati walaupun itu mungkin sakit ataupun tidak nyaman untuknya. Tapi mengapa dia harus sampai menjajakan dirinya ketika pikiran mampu menembus dimensi demi dimensi yang dituliskannya di dalam website nya.

.

.

Junmyeon telah duduk di kursi kerjanya, setelah memeriksa semua yang sekiranya menurutnya penting, mengobrak abrik dan mencoba berkenalan dengan para staf nya. Kini Junmyeon telah kembali dengan keheningan hati dan pikirannya. Matanya terpejam mencoba senyaman mungkin berharap bisa menjadikan kursi nya sebagai kasur sekaligus tempat nya bekerja.

Pikirannya terus mengajaknya untuk bertemu Yixing, merasakan kehadiran Yixing. Berharap tanggal yang telah di tentukan itu semakin dekat. Junmyeon semakin jatuh dalam tidurnya.

" Junmyeon..."

" Yixing... kumohon kemarilah."

Yixing mendekat.

" Apa kau nyata? Apa yang harus aku lakukan kepadamu?." Tanya Junmyeon

" Ini lucid dream mu. Kau sutradaranya dan aku adalah pemain utama mu." Ucap Yixing tersenyum

Junmyeon memeluk Yixing, mendekapnya seakan-akan memasukkan Yixing kedalam raga dan jiwanya. Yixing membalas pelukan Junmyeon mendekap Junmyeon, tangannya masuk ke dalam coat Junmyeon.

" Aku merindukanmu.."

" Aku tidak bisa keluar dari pikiranmu Junmyeon, tapi kau mampu membuat ku seakan nyata." Ucap Yixing

Junmyeon mencium bibir Yixing lembut, membiarkan lumatan demi lumatan yang beratas namakan kerinduan jatuh di bibir Yixing. Membiarkan si empuny bibir meneguh keenakan. Lidah Junmyeon masuk ke dalam bibir Yixing dengan leluasa, mengajak lidah Yixing untuk menyambutnya ataupun sekedar menyapanya di dalam sana. Tidak ada penolakan dari Yixing ataupun sekedar waktu untuk meminta tarikan napas dari Yixing. Benar kata Yixing, Junmyeon adalah sutradaranya. Terserah dia akan membawa kemana situasi ini.

Junmyeon mendudukkan Yixing ke atas pahanya, membuka dengan cepat kancing demi kancing di baju Yixing. Membuangnya sembarangan berharap Yixing tidak berjumpa lagi dengan bajunya. Ciuman Junmyeon beralih ke leher Yixing, memaksa setiap senti ciumannya membekas dengan tanda kemerahan. Mulut Yixing yang tidak lagi terkunci akan ciuman Junmyeon mendesah liar.

" Nnghh..."

Tangan Yixing mencengkram pinggiran punggung Junmyeon, menggodanya untuk melakukan lebih lagi dari kecupan tadi. Junmyeon meletakkan Yixing ke atas meja kerjanya membuang beberapa dokumen yang mengganggu Yixing. Junmyeon berdiri membuat Yixing mengendus dadanya. Membuka celana Yixing, satu-satunya yang tersisa di badan Yixing.

" Fuck me..." Bisik Yixing menggoda

Tok tok tok!

Junmyeon membuka matanya, hilang sudah Yixing di depan matanya. Berganti dirinya yang masih terduduk lemas tidak berdaya. Seakan-akan pikiran dan tubuhnya melakukan suatu pekerjaan yang berat. Junmyeon menatap kesal pintu kaca kantornya, entah siapa yang mengacaukan dirinya yang berupaya lebih cepat untuk bertemu dengan Yixing.

" Masuk!." Bentak Junmyeon

" Junmyeon sii..." Jongin masuk dengan tangan terbuka seakan-akan memeluk Junmyeon dari jauh.

" Ada apa?."

" Haha, aku tidak tahu kita akan bekerjasama lagi. Aku tahu walau ini sama-sama sangat menjengkelkan untuk kita berdua. Tapi mau tidak mau kita harus menjalin komunikasi secara tepat."

" Hmm, aku tidak sempat memberitahukan mu kedatanganku hari ini." Ucap Junmyeon

" Aku tahu-aku tahu." Ucap Jongin duduk di depan Junmyeon

Jongin menatap Junmyeon curiga, ada yang berbeda dari terakhir kali mereka berjumpa.

" Er.. Kenapa kau ke kantor jika kau lelah?." Tanya Jongin

" Aku tidak lelah." Jawab Junmyeon menatap Jongin tajam

" Wajahmu, keringatmu, bajumu..." Jongin langsung bangkit berdiri memeriksa apakah memang hanya dirinya berdua bersama Junmyeon diruangan itu.

" Apa yang kau cari?." Tanya Junmyeon

" Apa yang baru kau lakukan?." Tanya Jongin penasaran

" Maksudmu?."

" Apa kau menyembunyikan wanita?."

" Wanita?."

" Atau pria?."

" Tidak! Selain kau yang berada disini mengganguku."

" Hmm..." Jongin duduk kembali dengan wajah penasarannya.

Junmyeon menatap kesal lelaki coklat di depannya, entah darimana Jongdae adiknya dapat berkenalan dengan pembisnis kelas kakap seperti Jongin. Mata Junmyeon akhirnya tertera di penghias dasi milik Jongin. Bertahta berlian berbentuk mahkota, sedikit percis yang dikenakan Yixing pada pertemuan mereka.

" Hmm jadi itu lambang perusahaanmu?."

" Apa? Oh ini? Ya begitulah." Ucap Jongin memamerkan hiasan tersebut.

" Apa semua pekerjamu memakainya?." Tanya Junmyeon

" Tidak, hanya aku, ayahku dan beberapa direksi." Jawab Jongin lagi

" Jadi lambang itu bukan sembarangan yang memakainya?."

" Ya kecuali kau cukup tampan untuk memakainya. Kau mau? Kami juga memberikannya kepada rekan bisnis kami, serta beberapa orang yang terpilih. Yang tentunya berpengaruh untuk kami." Ucap Jongin

" Aku tertarik dengan bisnis keluargamu. Selain di bidang infastruktur kalian juga memegang saham dimana saja?." Tanya Junmyeon hati-hati

" Wah banyak Junmyeon, perusahaan kami tidak hanya berpusat di Korea dan Jepang. Kami mempunyai anak saham mulai dari pendidikan, kesehatan hingga kematian."

" Hmm…"

" Semuanya terbuka?."

" Ya tentu saja, Jongdae beruntung dapat menarik kami menjadi rekan bisnis nya. Asal kau tahu saja walau aku sering tidak kau anggap, aku ini satu-satunya pewaris perusahaan besar." Ucap Jongin sambil bercanda

" Lalu Do Kyungsoo itu pegawaimu?."

" Oh dia sebenarnya tangan kanan ayahku. Dia juga dijuluki manusia tahu segalanya, lihat saja apa yang kau minta dengan mudah ia dapatkan."

" Benar.." Ucap Junmyeon

" Dia yang memegang saham kesehatan kami. Tidak pernah kulihat manusia secerdas dia tapi sanggup hanya bekerja mengurus perusahaan orang." Ucap Jongin

Junmyeon diam mendengar segala macam yang Jongin keluarkan tanpa rasa curiga.

" Apa kau mempunyai juga sekolah kesehatan? Universitas kedokteran mungkin?." Tanya Junmyeon

" Ya tentu, Do Kyungsoo bersama staf pendidikan yang mengurus nya."

" Siapa staf pendidikanmu?." Tanya Junmyeon dengan suara menuntut

" Kau kenapa? Aku tidak tahu. Aku hanya tahu Kyungsoo. Aku tidak mungkin mengenal semua pekerjaku." Ucap Jongin masuk akal

" Kalau begitu… Boleh aku berkunjung disetiap departemenmu disini?." Tanya Junmyeon

" Ha? Kau mau study banding?." Tanya Jongin meledek

" Apapun itu namanya." Ucap Junmyeon

" Er..Boleh saja. Nanti aku kenalkan kau dengan Kyungsoo, kurasa dia bisa membawamu berkeliling departemen kami." Ucap Jongin

Junmyeon mengangguk, tidak memperdulikan Jongin yang mulai mengais-ngais tempat permen di meja kerjanya mencari rasa yang ia sukai. Pikiran Junmyeon sibuk menerka-nerka, menimbang kemungkinan seorang bernama Do Kyungsoo lebih mengenal Yixing dari sekedar pemilik website. Junmyeon beranggapan karena Kyungsoo tidak bertanya siapa Yixing ketika Junmyeon langsung menyebut nama Yixing di telepon mereka. Bahkan sepertinya Kyungsoo sudah seperti menyiapkan jawaban yang akan ditanyakan Junmyeon kepadanya.

Aku bukan pemiliknya.

Junmyeon mengingat kembali perkataan Kyungsoo ditelepon, apakah itu artinya Yixing mempunyai tuan? Pikiran Junmyeon tidak bisa lagi berpikir yang lain. Ia hanya berharap bahwa Kyungsoo lebih mengenal dari sosok kejora yang dibicarakannya.

" Besok aku ingin berjumpa dengan Kyungsoo…" ucap Junmyeon

" Silahkan saja, asal kerjasama kita tidak terganggu dengan study banding mu itu." Ucap Jongin sambil menghisap permen wangi anggur itu. Wangi yang juga mengingatkan Junmyeon kepada Yixing.

Tbc

*JANGAN LUPA REVIEW KAKA^^*

Mianhe yang karena belum ada scene yang mempertemukan Junmyeon dan Yixing

Mengikut alur saja yah biar authornya ga ikutan pusing hihihi^^

Pearl Luce hahah sabar ya nanti kita bahas satu persatu hihihi ^^

Hyung97 huaa untung aku ga ikutan bingung hahahah

Hkysg haha memang koplak pasangan chenmin itu

KittiToKitti hahaha namanya juga minseok ^^ nanti ya moga terbuka kenapa mereka saling cekcok

Angsongsaening hahaha tunggu sampai ending ya ^^

iya pertama juga kepikiran nya sehun tapi setelah sedikit pertimbangan ( cieee) ga jadi heheh

Anson hihihi sulay nya mahal jadi sengaja di simpan dulu hihihi

Xingbaobei awww thank you darling!

Sariputri383 xoxoxox

Adindallss hihihi maaf belum ditemuin sulay nya hihihi

Micopark siip lanjut baca ya^^

TaoTaoZiPanda ini yang punya IG sama dengan nama FF nya ya? Aku follow loh suka dengan meme-meme kamu. Semangat terus yah buatnya ^^

Heeriztator hihi makasih ya^^ keep reading ya ^^

Viviyeer semangaaat ^^

MinieZhang hihihi Lulu saja ya kali ini ^^