JUNIOR SCHOOL 'GIRLFRIEND

Cast : CHANBAEK Slight KAISOO

Other : Cari sendiri ..

Summary : Manja, cengeng, namun periang. Itulah Baekhyun. Kekasih mungil Chanyeol. Yeoja cantik nan imut yang masih duduk di bangku kedua Junior High School. Namun Chanyeol pria dewasa. Apa yang tidak bisa dilakukannya dengan Baekhyun ? Check This Out !

Age

Baekhyun : 14 , 8th Junior School

Chanyeol : 19, 3rd Senior School

Kris : 21 tahun

Rated : M ( belum tentu NC ya. Jaga-jaga ajah )

Note : Dengerin Taeyeon - UR Thank's

.
Chapter 4

.

'Unbelieveble Chanyeol'

.

.

.o0o .

.

.

.
.

Baekhyun bangun dengan perasaan tidak karuan. Juga matanya yang sedikit membengkak karena menangis semalam. Ia menoleh menatap jam yang menggantung di dinding kamarnya. Sudah pukul 6. Dengan perlahan Baekhyun beranjak dari baringnya. Barus saja Baekhyun ingin melangkahkan kakinya. Pening menyerang kepalanya. Membuatnya terhempas kembali terhempas di ranjang.

"Sshhhh...". Baekhyun meringis. Tangannya menyentuh kening dan memijat perlahan disana. Dia rasakan badannya sedikit hangat dan lemas. Ia demam?

Bagaimana bisa? Oh, dia lupa. Tadi malam dia tidak memakan jatah makan malamnya. Ditambah dengan memakan es krim malam harinya setelah mengantar Kyungsoo pulang. Baekhyun menyukai es krim, tidak peduli siang ataupun malam ia akan tetap memakannya. Sekarang lihatlah akibatnya Baekhyun.

"Huks". Baekhyun terisak. Mengingat kejadian malam tadi yang membuat hatinya sakit. Kenapa Chanyeol tega kepadanya? Apa salahnya. Baekhyun meremas selimut melampiaskam kesedihannya. Bahkan Chanyeol tidak ada niat sedikitpun untuk membangunkannya pagi ini.

CKLEK

Pintu terbuka membuat pandangan Baekhyun beralih kesana. Setelahnya muncul pemuda tinggi yang membuat perasaannya kacau seperti ini. Chanyeol dengan seragam lengkapnya masuk dengan membawa senampan sarapan di tangannya. Chanyeol menatap Baekhyun lembut. Baekhyun memutus pandangannya dengan Chanyeol. Hatinya sakit tiap kali melihat wajah Chanyeol oppa-nya.

Chanyeol mendudukkan dirinya disisi ranjang. Menatap Baekhyun yang tetap tidak mau memandangnya. Chanyeol meraih jemari Baekhyun. Meremasnya lembut menyampaikan permintaan maafnya tanpa kata-kata.

"Sayang..". Panggil Chanyeol pelan.

"Hiks..". Baekhyun tidak bisa menjawab apa-apa. Hanya isakan yang dapat dia keluarkan.

"Kau demam, eum? Mianhe, oppa tidak bisa menjagamu dengan benar. Oppa selalu menyakitimu, sayang. Oppa minta maaf. Baekhyunnie bisa menghukum oppa sesuka Baekhyunnie". Chanyeol menyibakkan poni Baekhyun kebelakang. Mengusap dahi Baekhyun lembut membuat Baekhyun merasakan perasaan nyaman dan memejamkan matanya.

"Oppa?". Panggil Baekhyun pelan. Suaranya sedikit serak dikarenakan demam dan juga efek menangis semalam. Kepalanya mendongak menatap Chanyeol.

Chanyeol memandang balik Baekhyun. Kekasih kecilnya, rapuh sekali. Masih mengusap dahi Baekhyun lembut. "Eum"

"Ap-Apakah oppa hanya menganggap Baekhyunnie sebagai adik oppa saja?".

"Shh.. Mianhe, oppa tidak bermaksud seperti itu sayang".

"Lalu kenapa oppa bilang begitu pada noona yang kemarin?".

"Oppa hanya .. Hanya-"

"Oppa malu punya kekasih Baekhyunnie?". Potong Baekhyun cepat saat dirasanya Chanyeol terlalu lama untuk menjawab.

"Kenapa kau berpikiran seperti itu, sayang? Oppa tidak mungkin bersikap seperti itu. Oppa hanya berpikir bahwa tidak seharusnya oppa memberatkanmu. Kau pasti merasa terbatasi dengan adanya hubungan ini. Oppa hanya ingin memberimu kebebasan, sayang. Bermainlah sepuasnya dengan teman sebayamu. Bermain dengan teman yeoja ataupun namja-mu. Jangan memikirkan hubungan ini". Chanyeol menjelaskan secara lembut. Menatap Baekhyun sungguh-sungguh tanpa ada keraguan didalamnya.

Baekhyun terkesiap. Benarkah? Benarkah yang dikatakan Chanyeol oppa-nya? Kenapa- kenapa dia bisa berburuk sangka terhadap Chanyeol padahal Chanyeol sangat memikirkan dirinya. Tapi Baekhyun tidak butuh kebebasan jika itu menyakitkan hatinya.

"Baekhyun tidak mau semua itu! Baekhyunnie hanya ingin Chanyeol oppa. Hiks.. Baekhyunnie tidak butuh kebebasan. Baekhyunnie sudah punya Chanyeol oppa. Chanyeol oppa sudah cukup untuk Baekhyunnie .. Hiks hiks.. Baekhyunnie juga sudah punya Kyungsoo. Sudah cukup hikss.. Baekhyunnie tidak butuh siapa-siapa lagi..hiks..hikss.. Oppa~~ hikss". Baekhyun menumpahkan tangisnya dipelukan Chanyeol. Tidak peduli kemeja kekasihnya basah karena air matanya. Dia terlalu mencintai Chanyeol oppa-nya.

Chanyeol balas memeluk Baekhyun. Mengecup pucuk kepalanya dan mengucapkan kata 'mianhe' berkali-kali. Tanda bahwa dia sangat menyesal. Menyesal telah membuat kekasihnya menangis dan sedih seperti ini. Chanyeol memegang sisi kepala Baekhyun dengan kedua tangannya. Sedangkan Baekhyun masih terisak didepannya. Hidungnya memerah. Tangannya menegerat kemeja dipinggang Chanyeol.

Chanyeol mendekatkan wajahnya.

CUP

Mengecup dahi Baekhyun lama. Diselingi kata 'mianhe' dari Chanyeol.

CUP

Kedua pipi Baekhyun yang terasa panas dibibirnya. Chanyeol mengecupnya lembut. Merasakan betapa halusnya pipi Baekhyun yang bergesekan dengan bibir tebalnya.

"Mianhe". Mengucapkan 'mianhe' sekali lagi sebelum benar-benar mendekatkan bibirnya pada permuakaan bibir pucat Baekhyun.

Membuat Baekhyun mengerang karena rasa dingin dan juga aroma mint dari bibir Chanyeol. "Eummmh"

"Oppaahhh .. Hiks". Baekhyun terisak ditengah ciumannya. Kenapa Chanyeol menciumnya disaat dirinya seperti ini. Baekhyun sungguh tidak menduga. Ciuman keduanya dengan Chanyeol oppa-nya terjadi saat dirinya demam.

Chanyeol masih terus melumat bibir Baekhyun. Tangannya masih setia bertengger disisi kepala Baekhyun. Membuat Baekhyun tidak dapat bergerak ataupun menjauhkan wajahnya. Sesekali dijilatnya sudut bibir Baekhyun. Indra pengecapnya tidak merasakan apa-apa dari bibir Baekhyun yang sedikit hangat. Tidak ada rasa manis seperti kemarin. Apakah efek dari demam? Chanyeol menyesap bibir bawah dan atas Baekhyun sekali lagi sebelum melepaskannya menyebabkan bunyi decakan tercipta.

"S-sudah". Mendorong bahu Chanyeol yang otomatis membuat wajah mereka berjarak sedikit jauh. Baekhyun terengah sedangkan Chanyeol memandangnya dengan pandangan yang tidak dimengerti oleh Baekhyun.

Chanyeol beranjak berdiri. Memeluk Baekhyun dengan posisinya yang setengah merunduk. "Mianhe.. "

"Saranghae, Byun Baekhyun"

-o0o-

-o0o-

KAISOO SIDE

Kyungsoo sebal.

Sejak tadi bibirnya tidak berhenti menggerutu. Hari ini adalah hari yang paling menyebalkan baginya.

Tadi pagi Chanyeol oppa bilang padanya bahwa Baekhyun tidak bisa berangkat karena sakit. Ya Tuhan! Si cerewet itu sakit? Sulit dipercaya. Pasti gara-gara es krim.

Dan lagi karena seseorang yang sejak tadi mengikutinya kemanapun dia pergi. Ingin mengusirnya. Ah! Kyungsoo tidak tega. Seperti saat ini. Kai -namja itu- berjalan disamping Kyungsoo dan selalu menatapnya. Kyungsoo kan jadi risih.

"Berhenti menatapku, Kai". Ujar Kyungsoo pelan.

"Wae?". Kai bertanya seolah-olah dirinya tidak melakukan kesalahan.

"Itu menggangguku".

"Aku tidak berbuat apa-apa Kyungsoo. Aku hanya berjalan disampingmu".

Kyungsoo menghentikan langkahnya seketika. Membuat Kai terkejut disampingnya. "Tapi kau selalu menatapku!"

"Lalu kenapa? Apa hal itu dilarang?"

"Ya!"

"Siapa yang melarangnya?"

"Aku!". Kyungsoo berucap kesal. Dirinya melanjutkan kembali berjalan menuju kantin.

"Kyung, nanti aku antar pulang ne?". Kai mengalihkan pembicaraan. Tidak peduli dengan jawaban Kyungsoo.

"Aku naik bus, Kai. Kau tahu kan?"

"Sekali~~~ saja. Ne ne?". Kai berujar memohon.

"Aku akan kerumah Baekhyun". Jawab Kyungsoo berbohong. Pasalnya rencananya ia akan kerumah Baekhyun malam nanti. Karena sore ini adalah jadwalnya untuk membereskan kamar sebelum umma-nya mengomel nanti.

"Jinjja? Bolehkah aku ikut?". Kai bertanya antusias. Kyungsoo berdecak pelan. Ia salah bicara sepertinya.

"Kai~~~". Kyungsoo putus asa. Harus bagaimana lagi dia menjelaskan pada Kai.

"Ne?"

"Kenapa kau selalu mengikutiku?" aku jadi tidak bisa bermain dengan Luhan dan yang lain. Seharusnya kau bermain bersama teman lelaki-mu". Kyungsoo berucap panjang lebar. Jika dilihat-lihat Kai tidak pernah bermain dengan teman laki-laki. Tiap harinya hanya berdiri disamping Kyungsoo dan mengikutinya kemanapun Kyungsoo pergi. Dan hanya Baekhyun yang tidak merasa terganggu dengan kehadiran Kai. Karena Kai sudah dia anggap sebagai teman dekatnya layaknya Kyungsoo.

"Wae, Kyung. Kenapa kau selalu menolak kehadiranku?". Kai balik bertanya. Intonasinya sedikit meninggi membuat Kyungsoo menoleh menatapnya.

"Aku hanya tidak terbiasa, Kai". Kyungsoo berujar pelan. Kyungsoo mendudukkan dirinya disalah satu meja yang ada dikantin. Disusul dengan Kai yang duduk dihadapannya.

"Maka dari itu. Jangan terus menghindariku agar kau terbiasa".

"Aku- Nan molla".

"Jebal, Kyung. Biarkan aku mengantarmu nanti". Kai masih terus memohon pada Kyungsoo agar dirinya dapat mengantarkan si gadis pujaannya.

"Ani". Kyungsoo berucao tegas.

"Aku akan mengantarmu"

"Terserah!"

.
.

.

Kyungsoo duduk di shelter bus depan sekolahnya. Bahunya sedikit menurun. Dirinya sudah lelah menunggu. Sudah dari 1 jam dia menunggu bus tapi tidak ada satupun yang berhenti didepannya. Sekalinya berhenti langsung dipenuhi dengan siswa lainnya dan karena Kyungsoo terlalu mungil. Mungkin si Pak Sopir tidak melihatnya sehingga pintu tertutup sebelum dia naik.

Aishh jinjja. Kalau seperti ini dia tidak bisa beres-beres. Uhh, Kyungsoo hanya ingin cepat-cepat istirahat sebelum menjenguk Baekhyun. Kalau begini dia jadi tidakk bisa beristirahat.

Ayolah,

.
.

. Seorang namja melihat Kyungsoo dari kejauhan. Dibalik pohon samping sekolah yang rindang. Dapat menutupi dirinya dan sepeda usangnya yang berada disampingnya. Sepeda pemberian mendiang neneknya. Sepeda kesayangan yang menemaninya kemanapun dia pergi.

"Hehe". Dia terkekeh pelan. Merasa geli melihat ekspresi yang ditampilkan Kyungsoo.

"Kita lihat seberapa lama kau bertahan, Kyung"

Sudah lebih dari satu jam Kai melihat Kyungsoo dari kejauhan. Sungguh, apakah ini keberuntungannya. Tidak satupun bus yang berhenti di shelter karena selalu penuh. Kai jadi merasa kasihan. Lihatlah Kyungsoo. Wajahnya sudah berpeluh. Kai yakin Kyungsoo sangat merasa lelah dan juga bosan. Kai memutuskan untuk menghampiri Kyungsoo dan berharap bahwa tumpangannya diterima oleh Kyungsoo.

KRING KRING ...

KRING KRING ...

Kyungsoo menoleh saat mendengar suara bel sepeda perlahan mendekatinya. Dilihatnya Kai mengayuh sepedanya dari arah sekolah dengan semangat. Pasti ingin menawarinya-

"Tawaranku masih berlaku, Kyung". Kai berbicara sambil tersenyum manis. Merasa menang sudaj meruntuhkan ego gadis pujaannya.

"Lalu?". Kyungsoo bertanya tidak peduli. Dalam hati dia merutuki perkataannya.

"Kajja. Aku antar pulang. Hari sudah sore".

Kyungsoo melirik kiri dan kanan. Memang benar. Hari sudah sangat sore. Sekolah juga sudah sepi. Hanya satu dua orang siswa yang masih ada. Itupun sedang menunggu jemputan. Kyungsoo beralih kembali menatap Kai. Isshh, apa-apaan wajahnya itu.

"Otte?". Kai menaik turunkan alisnya. Senyum masih terpatri dibibir tebalnya.

Kyungsoo dengan sangat berat hati mengangguk mengiyakan. Tidak ada pilihan lain selain menerima tawaran Kai. Toh, Kai berniat membantu kan?"

"Yesss! Wohoo. Kajja naik"

"Ne". Kyungsoo duduk di boncengan sepeda kai dengan posisi menyamping. Tangannya berpegangan pada pedal dan juga bagian belakang.

"Pengan pinggangku, Kyung. Atau kau akan jatuh"

"Eungg. Ne"

"Jja! 1...2...3. Wohooooo".

"KYAA! KAI! PELAN-PELAN!". Kyungsoo berteriak nyaring saat Kai langsung mengayuh sepedanya dengan kecepatan angin. Membuat Kyungsoo semakin merapatkan pegangannya dan memejamkan matanya erat. Rambutnya tersibak oleh angin yang kencang.

Biarkan saja dua remaja itu bersenang-senang.

Good Luck, Kai.

-o0o-

Baekhyun bosan.

Sejak pagi tadi tidak ada yang dialkukannya. Hanya tidur, kemudian makan siang, dan juga menonton tv. Ngomong-ngomong soal demamnya, panasnya sudah turun sejak Baekhyun memakan sarapan paginya dan meminum obat penurun panas. Sepotong sandwich buatan Chanyeol oppa-nya mungkin adalah penyembuh termanjur untuk dirinya.

Seperti saat ini. Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Dirinya duduk disofa depan tv dan tangannya juga memegang satu toples cookies kesukaannya.

Baekhyun menghela nafas. Mencebilkan bibirnya karena rasa bosan yang menyerangnya. Sesekali meniup poninya yang tersampir indah di dahinya. Sejak siang tadi dia sudah berada disini. Ingin membuat makan malam, tapi ini masih pukul 4. Masih terlalu sore untuk memasak. Remote tv ditangannya ditekan-tekan tak beraturan. Mencari channel yang dapat mengusir rasa kebosanannya. Didepannya sudah menampilkan drama kolosal kesukaan umma-nya yang sayangnya Baekhyun tidak suka. Selain itu pada jam sore seperti ini tidak ada tayangan menarik. Hanya beberapa tayangan berita dan juga gosip para artis. Baekhyun suka drama percintaan. Tapi Chanyeol oppa-nya selalu melarangnya saat ia ingin menonton. Katanya dapat merusak moral.

"Huhhh". Baekhyun menghembuskan nafasnya kasar. Ia jadi teringat Chanyeol oppa-nya kan? Hahh, Baekhyun jadi rindu. Masih satu jam lagi Chanyeol oppa-nya pulang. Itu pun jika tidaj ada tambahan lainnya.

Baekhyun mengambil ponselnya. Banyak panggilan tak terjawab dan juga pesan dari teman-temannya. Yang kebanyakan dari Kyungsoo dan juga si cantik ketua kelas. Luhan.

'Baekhyunnie' - Kyungsoo

'Kau tidak berangkat?' - Luhan

'Kau sakit?' - Kyungsoo

'Kenapa tidak bilang?' - Kyungsoo

'Aku kesepian disini' - Kyungsoo

'Kai selalu menggangguku, Baekhyunnie :(' - Kyungsoo

'Aku akan menjengukmu nanti malam' - Kyungsoo

Baekhyun terkikik kecil membaca pesan yang kebanyakan dari Kyungsoo. Kai pasti sedang mengikutinya seharian. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana wajah Kyungsoo saat ini.

Baekhyun juga sedikit bingung dengan sifat sahabat karibnya itu. Ia rasa Kai adalah namja yang sempurna dengan segala kebaikannya. Selalu memberi perhatian kepada Kyungsoo. Memberi semangat kepada Kyungsoo. Selalu berada dipihaknya saat Kyungsoo terpuruk dan satu-satu nya namja yang mengerti akan dirinya. Namun kenapa Kyungsoo tidak pernah melihatnya? Meliriknya walau sekejap saja. Kasihan Kai.

Atau karena Kai adalah namja yang ...

Miskin?

Ani, tidak mungkin. Kyungsoo bukan orang seperti itu. Kai memang namja yatim piatu yang dibesarkan dalam sebuah panti. Orang tuanya entah ada dimana. Tapi Kai tidak pernah mengeluh akan takdir Tuhan yang seolah menghukumnya. Selalu berjuang untuk mendapatkan kebahagiaan walau harus bersusah payah. Tidak seperti keluarga Kyungsoo yang berada. Tapi sekali lagi, Kyungsoo bukan yeoja yang memandang seseorang akan hartanya. Jadi apa alasannya? Hanya Kyungsoo yang tahu, karena yeoja itu sangat susah ditebak.

.

"Hoahhhmmmm". Baekhyun menguap. Terlalu lama memikirkan sahabatnya membuat dirinya merasakan kantuk. Matanya terasa berat dan tanpa disadari dirinya sudah terlelap ke alam mimpi. Melupakan rencananya yang akan membuat makan malam untuk Chanyeol. Padahal sebentar lagi Chanyeol sudah pulang.

Sudahlah, biarkan saja.
.

-o0o-

CKLEKK

Tap

Tap

Tap

Chanyeol baru saja pulang dari belajarnya. Ia melirik jam tangan yang melingkar dipergelangan tangannya. Pukul 6.

"Haahhh". Menghela nafas panjang menandakan bahwa dirinya sangat lelah saat ini. Sungguh, kegiatan sekolahnya sangat menguras tenaga. Melihat sebentar lagi ujian kelulusan yang semakin dekat. Membuatnya belajar mati-matian demi nilai yang sempurna. Wajah lelahnya kentara sekali tercipta.

Kakinya baru saja menapaki ruang santainya. Wajah lelahnya kini digantikan dengan senyuman lembut. Menatap tubuh yang tergeletak nyaman diatas sofa dengan toples cookies yang masih berada dipelukannya. Dengan rambut yang berantakan dan televisi yang masih menyala. Tubuh seseorang yang dicintainya. Juga seseorang yang sudah disakitinya. Chanyeol tersenyum miris mengingatnya.

Dirinya memutuskan menuju kamarnya terlebih dahulu. Hanya untuk meletakkan tas sekolahnya dan mengganti pakaiannya. Hanya sebentar sebelum kembali ke ruang santai. Menghampiri Baekhyun yang sepertinya tidak terusik dengan kedatangannya. Tangannya menyentuh dahi Baekhyun. 'Sudah turun rupanya' - Batin Chanyeol.

Chanyeol mengambil toples cookies dari pelukan Baekhyun secara perlahan dan meletakkannya dimeja. Kemudian mematikan televisi melalui remote control. Tangan kirinya menelusup dibawah tengkuk Baekhyun sedangkan tangan kanannya dia letakkan dibawah tekukan lutut Baekhyun. Mengangkat tubuh mungil Baekhyun tanpa kesulitan sama sekali. Membawanya ke kamar kekasih mungilnya. Setelahnya membaringkannya diranjang dan menyelimuti sebatas dada. Kekasihnya masih demam. Bagaimana bisa Baekhyun tertidur disofa tanpa selimut?. Untung saja udara malam ini tidak terlalu dingin.

Dirinya tidak beranjak dari sana. Tidak ada niatan sama sekali untuk pergi dari sisi Baekhyun. Alih-alih keluar dirinya malah mendekati ranjang Baekhyun. Menaiki perlahan dan membaringkan tubuhnya disamping Baekhyun. Dengan posisi menyamping Chanyeol dapat melihat wajah indah Baekhyun. Matanya, pipinya, hidungnya dan juga bibirnya. Tidak menghiraukan perutnya yang meronta minta diisi. Dia hanya ingin disini. Menemani kekasihnya dan bergerak memeluk tubuh lemah Baekhyun. Hari ini dirinya tidak terlalu banyak berbicara dengan Baekhyun.

"Sekali ini saja. Biarkan oppa bersamamu. Kau boleh memukulku setelah ini, Baekhyun". Ucap Chanyeol sebelum benar-benar terlelap.

.
.

TING TONG

.
..

TING TONG

TING TONG TING TONG TING TONG .

Bel yang terus berbunyi mengusik Baekhyun. Matanya menyipit menyesuaikan cahaya yang masuk dalam retinanya secara tiba-tiba. Melihat sekelilingnya dan -kamarnya? Bukankah tadi dia berada diruang santai? Pukul berapa sekarang? Baekhyun hendak duduk dari baringnya saat dia sadar ada sepasang lengan melingkar dipinggangnya.

Chanyeol Oppa?

Sejak kapan dia pulang? OMO! Makan malam?
.

TING TONG TING TONG

"Aishhh". Baekhyun menggerutu. Mengumpat pada siapapun yang berada didepan apartemennya. Kemudian beranjak bangun dengan penampilan acak-acakan. Menuju pintu apartemen yang terus-terusan membunyikan bel. Meninggalkan Chanyeol yang masih terlelap pulas.

CKLEKK

"Baekhyunnie~~". Erangan manja langsung terdengar saat dirinya membuka pintu. Kyungsoo langsung menyerangnya dengan pelukan erat.

"Eunggg".

"Kenapa lama sekali?". Kyungsoo bertanya heran. Memperhatikan penampilan Baekhyun yang acak-acakan.

"Aku sedang tidur, Kyung. Kau menggangguku". Tangan Baekhyun bersidekap. Bibirnya mengerucut imut.

"Mianhe".

"Kajja masuk". Ajak Baekhyun

"EKHEMM". Dehaman keras membuat Baekhyun terlonjak kaget. Lalu menengok kearah bekakang Kyungsoo. Ada seorang namja disana sedang menampilkan cengirannya.

"Mengapa tidak bilang kalau kau bersama Kai?".

"Ah! Ne, aku bersama Kai". Kyungsoo menjawab salah tingkah. Tangannya saling meremas satu sama lain.

"Dia malu karena aku ikut dengannya, Baekhyunnie". Kai menjawab masih dengan senyuman lebarnya yang Baekhyun tahu itu tidak sesuai dengan hatinya.

"Haha, kau ada-ada saja Kai. Kajja masuk". Baekhyun mempersilahkan kedua tamunya untuk masuk kedalam apartemen dan duduk di ruang tamu. Sementara dirinya membuatkan minuman dan beberapa camilan didapur.

.
.

"Ah! Kyungsoo, Kai". Sebuah suara mengagetkan keduanya. Lalu menoleh kearah tangga dan melihat seorang namja tinggi yang penampilannya bisa dibilang- Errr ! Entah.

"Ah! Annyeong haseyo Chanyeol oppa!"

"Annyeong, hyung". Kyungsoo dan Kai berdiri dan membungkukkan badannya dihadapan Chanyeol.

"Tidak usah sekaku itu. Baekhyun eoddika?". Tanya Chanyeol saat matanya tidak melihat sang kekasih.

"Didapur".

"Ohh". Hanya itu, tapi Chanyeol tetap melangkahkan kakinya menuju dapur dan menemukan punggung sempit kekasihnya yang sedang sibuk membuat minuman. Chanyeol mendekatinya secara perlahan. Mengerjai Baekhyun kelihatannya asik. Haha

"DOR!"

"OMONA!". Baekhyun memekik terkejut. Sendok dalam genggamannya terlepas menimbulkan bunyi 'tring' yang memekakkan telinga.

"Ya! Oppa, Baekhyunnie terkejut".

"Haha, mianhe sayang". Chanyeol mengusap dada Baekhyun lembut.

"Jangan diulangi lagi, ne"

"Ne, yaksokhae". Chanyeol berjanji dan Baekhyun hanya membalas dengan senyuman manis.

"Kau masih demam sayang, biar oppa yang membawanya kesana". Chanyeol mengambil alih nampan yang berada dalam pegangan Baekhyun.

"Gomawoyo, oppa"

"Ne".

Chanyeol berjalan menuju sofa ruang tamu dimana ada dua manusia disana yabg terlihat hening. Sedangkan Baekhyun mengikutinya dari belakang kemudian mendudukkan diri disamping Kyungsoo. Chanyeol meletakkan dua gelas minuman dan beberapa camilan disana lalu mendudukkan diri dihadapan Kai.

Hening ...

Baekhyun melirik kearah kanan dan mendapati Kyungsoo yang hanya menundukkan kepalanya.

"Ya! Kenapa diam?". Tanya Baekhyun sedikit berteriak.

"Baekhyunnie, kau demam kan?". Kyungsoo balik bertanya pada Baekhyun.

"Ne. Waeyo?. Jawab Baekhyun tak mengerti.

"Kau berteriak kencang sekali. Bagaimana jika tidak demam?". Kyungsoo melirik pada Baekhyun dengan pandangan mengejek.

"Ya! Jadi kau mengataiku berisik?"

"Ani. Aku tidak pernah bilang begitu". Kyungsoo berdalih.

"Hmm". Jawab Baekhyun cemberut. Sedangkan dua namja disana hanya memperhatikan dengan diam atas apa yang dilakukan para kekasihnya. Hah? Kekasih? Pengecualian untuk Kai.

"Kai". Kini waktunya Chanyeol yang berbicara.

"Ne, hyung".

"Apakah klub futsal berjalan dengan lancar?". Tanya Chanyeol. Benar. Kai adalah murid Chanyeol disekolahnya. Mengikuti klub futsal yang dilatih oleh Chanyeol dan beberapa kawannya. Namun akhir-akhir ini Chanyeol jarang melatih karena disibukkan oleh kegiatan dan pelajaran yang padat.

"Ah! Ye. Klub futsal masih berjalan dengan lancar hyung. Masih ada Suho hyung yang melatih kami". Jawab Kai menjelaskan.

"Suho? Anak itu benar-benar! Ujian sudah dekat. Masih saja membuang waktu dengan hal yang tidak bermanfaat". Suho, teman sekelas Chanyeol. Namja itu bisa dibilang cerdas. Tapi juga orang yang bebas. Tidak suka dikekang ataupun dibantah.

"Katanya agar tidak stress. Aku juga tidak tahu, hyung".

"Oh ya! Bukankah bulan depan ada pertandingan antar sekolah?"

"YA ! Kyungsoo. Jja kita kekamar. Aku tidak mengeri obrolan anak lelaki". Baekhyun berteriak sedikit kesal dan langsung menarik lengan Kyungsoo cepat.

"Akhh?! Pelan-pelan Baekkie". Chanyeol dan Kai menatap kedua yeoja yang beranjak kelantai dua.

"Biarkan saja. Baekhyun memang cepat bosan".

"Ah. Ne. Gwaenchana"

"Bagaimana hubungan mu dengan Kyungsoo?". Tanya Chanyeol. Kai sontak terdiam mendengarnya. Ia harus menjawab apa?

"Huhh. Selalu saja". Baekhyun mengerutu tidak jelas sesampainya dikamar. Tidak mempedulikan Kyungsoo yang meringis kesakitan dibelakangnya sambil memegangi pergelangan tangannya yang merah.

"Baekhyunnie..". Panggil Kyungsoo pelan.

"Nee~~".

"Kau harus mengerti. Chanyeol oppa kan punya kegiatan lain diluar sekolah".

"Nee~~". Jawab Baekhyun ogah-ogahan.

"Hihi. Neomu kiyeowo. Eh?" Kyungsoo berekspresi kaget saat dirinya melihat sesuatu.

"Ponsel Chanyeol oppa?". Kyungsoo menghampirinya. Mengambilnya dari ranjang sebelah kiri.

"Eodii?". Baekhyun bertanya penasaran. Kenapa dia tidak tahu.

"Igeo".

"Ahh".

"Eii. Kau menyembunyikan sesuatu dariku, Baekhyunnie~~"

"Sesuatu? Apa?". Baekhyun pura-pura tidak tahu.

"Katakan saja. Apa yang terjadi?".

"Aku tidak tahu apa yang kau maksud, Kyungie". Jawab Baekhyun berdalih. Kyungsoo tentu tahu kalau Baekhyun berbohong.

"Katakan"

"Mwo?"

"Apa yang terjadi? Ayolah, aku tidak akan bilang siapa-siapa, Baekhyunnie".

"Emmm.."

"Ne~~"

"Yaksok?"

"Ne"

"C-Chanyeol oppa"

"Waeyo?". Kyungsoo masih menjaga kesabarannya.

"T-tadi kami ... Tidur bersama". Baekhyun melirihkan suaranya saat mengucapkan kalimat terakhir. Namun masih bisa didengar oleh Kyungsoo.

"MWO? KAU TIDAK APA-APA? TIDAK HAMIL KAN?"

"YA! hanya tidur Kyungsoo. Itupun karena aku demam".

"Jinjja. Kau tidak berbohong?"

"Ani"

"Bagaimana bisa?". Kyu menaikkan alisnya penasaran.

"Aku juga tidak tahu. Tadinya aku tertidur disofa. Keundae, saat aku membuka mata aku sudah berada dikamar dan Chanyeol oppa - memelukku". Pipi Baekhyun memerah saat dia mengatakan kata terakhir. Aigo! Betapa malunya dirinya !

"Mungkin Chanyeol oppa merasa kasihan. Tapi itu menjadi kesempatan untuk Chanyeol oppa. Untung dia tidak berbuat apa-apa".

"Chanyeol oppa tidak mungkin begitu".

"Yasudah. Hoaaammm". Kyungsoo menguap lebar. Merasakan kantuk yang menyerangnya. Dirinya melihat jam tangannya. Sudah pukul 9 rupanya. Waktunya dia pulang.

"Baek, aku pulang dulu ne?".

"Ahh, sudah malam ya?. Baiklah, jja aku antar kau ke bawah".

Baekhyun dan Kyungsoo berjalan kebawah. Chanyeol dan Kai masih asik saja berbincang. Mungkin masalah futsal dan klubnya. Baekhyun tidak peduli.

"Kai". Panggil Kyungsoo pelan.

"Ne?"

"Kajja pulang. Sudah malam".

"Ah! Ye. Baiklah. Chanyeol hyung, kami pulang dulu ne. Baekhyun, kami pulang dulu". Kai pamit kepada kedua tuan rumah. Lalu berjalan menuju pintu.

"Hati-hati dijalan".

"Ne"

.

.
.

Kai dan Kyungsoo berjalan bersama disepanjang jalan setapak menuju rumahnya. Sudah jarang terlihat orang berlalu lalang. Ini sudah malam dan cuaca sedikit gerimis. Membuat semua orang malas untuk bepergian. Kai menuntun sepedanya disamping Kyungsoo. Keduanya berjalan perlahan dan hening. Tidak ada satupun dari mereka yang berbicara. Hanya semilir angin dan rintik hujan yang oerlahan mengisi ruang mereka berbicara.

"Kyung". Kai memecah keheneingan. Tidak tahan dengan Kyungsoo yang hanya diam saja.

"Hmm". Kyungsoo hanya menjawab dengan gumaman. Matanya tetap memandang kedepan.

"Kyung, dengarkan aku dan tatap mataku".

"Aku mendengarkanmu, Kai. Bicaralah".

"KYUNG!". Kai sedikit berteriak. Tangannya memcengkram pergelangan tangan Kyungsoo membuat Kyungsoo berhenti dan berbalik menghadap Kai secara tiba-tiba.

"Kenapa kau membentakku?". Kyungsoo bertanya dengan suara lirih namun tegas. Kai menatapnya dengan pandangan kecewa.

"Apa salahku, Kyung?"

"Apa maksudmu?".

"Kau- kau selalu saja. Menghindariku, tidak mau menatapku, berdalih dengan segala alasan saat aku ingin mengantarmu. Kenapa kau seperti itu?"

"Aku tidak seperti itu".

"Lalu apa?"

"Aku masih bisa dengan kemampuanku sendiri. Aku tidak ingin merepotkan orang lain"

"Begitu.? Bukankah karena aku hanya namja miskin, namja yatim piatu yang tidak memiliki orang tua. Yang harus banting tulang hanya untuk sekedar makan. Aku hanya memiliki sepeda butut ini. Tidak seperti teman-teman yang lain yang memiliki motor sport keluaran terbaru kan? KAU MALU KAN, KYUNG! KAU MALU BERTEMAN DENGANKU!". Kaj berteriak emosi di akhir kalimatnya. Matanya menatap nyalang yeoja didepannya.

Kyungsoo tersentak kaget. Apa yang dikatakan Kai." Bagaimana kau bisa berpikir seperti itu?"

"Karena kau yang membuatku berpikir seperti itu".

"Apa kau pikir aku hanya yeoja yang memandang segalanya dengan materi? Kau salah Kai". Kyungsoo menatap Kai sekali lagi sebelum berlari meninggalkan Kai yang mematung disana. Apa yang dikatakannya. Kenapa dia bisa berucap seperti itu?

Kai memandang punggung sempit Kyungsoo yang perlahan hilang dibawah guyuran hujan. Dirinya tidak ingin mengejar. Terlalu takut dan kecewa akan dirinya sendiri. Apa yang harus dilakukannya?

"Apakah aku harus menjauhimu agar aku dapat melihat senyummu?"

.

.thayang baekhyun chanyeol Alias ...

TBC

.

ALHAMDULILLAH SELESEI JUGA CHAP 4 NYA !

Aduh ! Gue kesel ! Kemaren document gue ilang semua .. Sumvah gue keseeellllll ! Huhu

Semua FF gue ilang ! Dari yang chapter sama oneshoot ! Hueee .. Kenapa ? Padahal gue gak niat ngehapus itu semuaa ! Tangan gue jelalatan banget sihh !,

Ehh .. Sorry curhat.
Haha, whoooohooo.. Maksih buat yang udah review di chapter 3 .. Thank you very much beb.. Bikin gue tambah semangat ! Masukan kalian (walopun ada kritik) berharga banget buat guee.. Gue author baru. Merasa dihargai banget dengan review kalian semua. Buat yang mau kenal-kenal sama gue .. Klik kotak PM yaa ? Gue bales secepatnya kok..

Oh ya! Karena besok gue UN. Minta do'a nya ya temen-temen. Gue butuh semangat! Dan mungkin gue bakalan balik 2 minggu lagi. Hiatus sebentar yahh. Gak mungkin kan ditengah rasa stress gua malah bikin ff. Ancur dehh

Oke ! Gue bakal bales semua review kalian di chap 3 kemaren. Satu-satu yaa

Parkizuna : thanks udah setia baca and review. Keep reading yaa?

Jihan Park : eii,, tunggu dulu. Siasat si Item banyak kok. Nanti juga si Kyungie jatuh cinta. Makasih udah mau review 😊😊

Nevan296 : masih pendek yah ? Aduh ! Kemampuan gue cuma segini ? Percepat ? Usaha deh. Panjangin ? Usaha juga. Makasih udah kasih masukan 🙏

Chanbaekhunlove : Chanyeol gak jahat kokk ! Udah jelas kan diatas ? Aduh ! Sorry ya gue bikin Kai menderita! Soalnya udah banyak yang bikin Kai jadi cowok mesyum keganjenan. Jadinya gue pengen yang beda ajaa. Makasih udah revieew

Babyce : jangan bingung ! Tanya apa aja boleh kok ! Ini udah next. Keep review yah ?

hunnaxxx : ini udah dilanjut ! Semoga sukaaa !

ParkChoHyun : siippp ! Kyung cuma belum terbuka aja kokk .. Hatinya kan baikkk .. Thank's udah suka sama kaisoo side nyaa.. Rakjel ya ? Dipikirkan .. ChanBaek mau gue buat sweet ajaa

keziaf : ini udah next ! Support terus yaa ?

danactebh : udah di lanjutt... Gimaana ? Suka kah ?

dyobaekcy2711 : aduhh makasih yaaa ! Buat semangat banget !, oke ! Gua bakal buat si cahyo panas luar dalemm. Manggilnya terserah aja .. Resti boleh ( nama asli gue). Author boleh .. Gua 98L.. Tua'an mana hayoo ?

oohmee614 : Baekhyun imut ? Authornya juga imut kokk ! Haha .. Becanda ! Makasih udah mau baca dan sempetin revieew !

baekyeol2706 : makasih sayaaanggg ~~~ tetep review yaa .. Baca juga ff aku lainnya. Annyeong n fighting !

oh Titan : gemes yahhh? Makanya dibaca terus biar tambah gemeesss !

nunna aj : ini udah dilanjut.. Udah gak penasaran kann !?

Udah semua kan?

ONCE AGAIIINNNN

GOMAWOOO !

REVIEW JUSEYOOOOOO !