Bean Boozled by Jun Kunihiro.

Disclaimer : Touken Ranbu © DMM & Nitro+. I didn't take any profit from this.

Warning : OOC parah, ide absurd, banyak memgandung kejorokan, de el el.

Chapter 4 sudah diupdate! Enjoy it!


"Yohooo, hari ini kita akan makan kaos kaki busuk, muntah, odol, dan semacamnya!" suara Atsushi Toushirou menggema di sudut Citadel. Semua anak langsung sweatdrop.

"Makan kaos kaki busuk? Lu udah sakit jiwa ya, Atsu?" Gotou melototi Atsushi.

"Bukan itu maksudku, Gotou!" Atsushi mengoreksi kalimatnya. Lalu mengeluarkan sebuah kotak dari kantongnya "Maksudku adalah... BEAN BOOZLED!"

"Bean Boozled? Baru dengar aku." sahut Yagen.

"Bean Boozled itu permen, tapi bukan permen biasa karena memiliki rasa yang enak dan nggak enak kayak popok bayi, kaos kaki busuk, dan lain-lain." jelas Atsushi.

"Tapi, warna antara rasa enak dan nggak enaknya sama kan?" sahut Midare. "Aku udah denger cerita dari Ima kalo dia udah pernah nyoba permen ini dan kebetulan lagi hoki dapet puding cokelat."

"Ooooh." semua anak beroh ria.

"Jadi, gimana cara mainnya?" tanya Ichigo.

"Kita pake kartu remi. Siapa yang dapet kartu dengan angka yang sama, dialah yang akan jadi lawannya." jawab Atsushi sambil mengocok tumpukan kartu remi dan membagi-bagikan kartunya kepada seluruh anak Awataguchi yang hadir.

Hasil dari pengocokan acak adalah sebagai berikut :

Ichigo-Nakigitsune : 2

Namazuo-Honebami : 3

Yagen-Midare : 4

Atsushi-Gotou : 5

Hakata-Shinano : 6

Akita-Gokotai : 7

Hirano-Maeda : 8

"Dan yang akan tanding pertama adalah... ICHI-NII DAN NAKI-NII!" semua anak langsung heboh bak suporter Real Madrid yang habis menang Liga Champion.

"Silakan diambil~" Midare menyodorkan mamgkok berisi permen. Ichigo mengambilnya sambil tutup mata dan hasilnya ia mendapatkan permen berwarna hijau lumut.

"Hijau lumut ini punya rasa antara jus pir dan upil." ucap Atsushi.

"Eee? Be-berarti Ichi-nii ba-bakalan makan upil dong?" Gokotai kaget.

"Mana kutahu kalau soal itu," jawab Atsushi. "Ini semua tergantung luck Ichi-nii dapet yang enak atau yang nggak enak."

"Oke, kita langsung makan aja." kata Nakigitsune. "1... 2... 3..."

"Hueeekh!" Ichigo langsung menyambar tong sampah kecil di dekatnya dan memuntahkan permennya. Anak-anak langsung tertawa riuh melihat kenistaan kakak kesayangan mereka.

"Upil? Enak kok," kata Nakigitsune polos. "Kayak ada asin-asinnya gitu."

"WHAT?! Rasa kotoran hidung kau bilang enak?!" Ichigo makin syok dan gemuruh tawa semakin keras terdengar. "Astaga! Ternyata kau sama saja dengan Nagasone-san! Suka makan kotoran hidung!"

"HUAHAHAHAAA, AIB NAKI-NII DIBONGKAR SAMA ICHI-NII!" seru Hakata.

Ichigo minum beberapa saat untuk menghilangkan rasa upil yang memenuhi indera pengecapnya. Sementara Nakigitsune malah menelan permen yang ia dapatkan.

Skor : zonk dua-duanya.


Sekarang, giliran pasangan lele-pemecah tulang yang bertanding. Kali ini, giliran Honebami yang mengambil permen.

"Biru." hanya itu yang diucapkan oleh Honebami.

"Biru itu artinya bisa dapet blueberry, bisa odol." kata Atsushi.

"Odol? Kedengarannya wajar." sahut Namazuo. "Bami, kita langsung makan aja. 1... 2... 3..." lalu memasukkan permen ke dalam mulut bersamaan.

"Biasa aja rasanya." kata Honebami. "Segar malah."

"Iya, kayak kita makan odol gitu. Emang aneh. But, It's okay, biasa aja." Namazuo meniru kalimat Megan Domani, youtubers blasteran Jerman-Indonesia yang vlognya suka ditonton Namazuo lewat laptop milik sang saniwa.

Skor : zonk sih, tapi masih bisa ditolerir.


"Waktunya tanding~!" seru Midare semangat sambil memeluk Yagen. "Apalagi lawanku Yagen-nii~!"

'Ewwwhhh...' batin Yagen sambil pasang muka setengah jijik.

Ronde ketiga mempertemukan Yagen dan Midare yang terkenal memiliki luck tinggi di keluarga Awataguchi. Midare yang mendapat giliran langsung mengambil permen dari mangkok sambil tutup mata dan ia mendapatkan warna putih.

"Warna putih ini bisa kelapa, bisa juga popok bayi." Yagen langsung merinding disko.

"Yok, langsung dimakan aja!" desak Gotou. "Jangan curang lhooo."

Kedua tantou tersebut mengunyah permen warna putih tersebut dan...

"KELAPA!" pekik Midare kegirangan. Yagen yang berada di sampingnya langsung memuntahkan permennya.

"Hueeekh! Rasanya kayak makan popok Gokotai!" seru Yagen. "Nih permen mau ngeracunin aku ya?!"

"Eeeeee? Kenapa aku yang disalahin~?" Gokotai ngambek karena popoknya dijadikan kambing hitam sama Yagen.

Usut punya usut, ternyata Gokotai masih pake popok karena masih suka ngompol. Penyebabnya sih, karena itu anak selalu takut pergi ke kamar mandi tengah malam. Karena tidak mau merepotkan Mitsutada yang harus mencuci futon Gokotai yang selalu kena ompol tiap pagi, Ichigo membelikan Gokotai popok khusus anak-anak biar ompolnya nggak membasahi futon.

"Akkhhh, rasa popoknya masih berasa banget nih!" Yagen tak berhenti mengumpat sambil minum beberapa gelas air. Suara tawa semakin kencang terdengar.

Skor : zonk untuk Yagen Toushirou.


Ronde keempat dimulai. Kali ini, Atsushi dan Gotou yang mencicipi permen segala rasa tersebut.

"Coklat." Gotou memperlihatkan permennya.

"Berarti itu antara rasa puding coklat sama makanan anjing." Gotou langsung masang muka jijik.

"Kita langsung makan aja. Inget, jangan curang lho." peringat Atsushi ke Gotou. Gotou hanya menggangguk dan langsung memakan permennya bersamaan dengan Atsushi.

"Puding coklat!" pekik Gotou kegirangan.

"Enak banget ini!" sahut Atsushi tak kalah senang.

"Yak, berarti kalian lagi hoki hari ini." ucap Ichigo.

Skor : hoki dua-duanya.


"Nih permennya punya rasa persik atau muntah." Ujar Midare setelah melihat permen yang diambil oleh Hakata.

Hakata dan Shinano saling berpandangan sambil merinding disko. Rasa muntah? Parah, men! Menurut cerita pedang-pedang lain yang pernah dapat rasa serupa, rasanya itu kayak kita muntah trus muntahannya ditelan lagi. Menjijikkan!

"Semoga aja kita nggak zonk hari ini." Shinano memberi semangat sambil menggenggam tangan Hakata. Hakata cuma menggangguk sambil ngeluarin air mata buaya.

"Kita langsung mulai aja." kata Yagen to the point. Hakata dan Shinano mulai mengunyah permen yang mereka dapat dan...

"OOOOOHH!" Hakata mendadak mual sambil memuntahkan permennya ke tong sampah kecil yang tadinya dipake Ichigo untuk melakukan hal serupa. Anak-anak lainnya langsung riuh.

"Uuuuggh, I hate this! Oh my god!" Hakata ngomel-ngomel. "I hate this! I hate this!"

"Huaaaaa, sabar Hakataaaa," Shinano berusaha menenangkan Hakata yang udah kayak cewek yang lagi PMS. "Keep calm, bro. Santai aja."

"Aaaakkkhh, nggak enak banget! Pengen mual lagi nih!" Hakata terus mengomel dan langsung pergi ke kamar mandi.

Skor : zonk untuk Hakata Toushirou.


Nggak terasa kalau permainan bean boozled hampir berakhir. Saat ini, tengah berlangsung ronde ke-6 antara Akita dan Gokotai.

"Siapa yang mau ngambil?" tanya Atsushi.

"Gokotai aja." jawab Akita pendek.

"Eee? A-aku?" Gokotai mulai gugup.

"Nggak apa-apa. Ambil aja." Ichigo berusaha membujuk adiknya yang terkenal pemalu tersebut. Gokotai akhirnya mau mengambil permen dalam keadaan matanya ditutup oleh Ichigo.

"Hijau." kata Ichigo setelah melihat permen yang dipegang Gokotai. "Rasa apa itu, Atsu?"

"Lime and lawn clippings." kali ini, Atsushi menjawab menggunakan Bahasa Inggris.

"Lawn clippings? That's sounds like grass." Hakata menimpali pernyataan Atsushi.

"Kalau kalian tahu, jelaskan," sahut Ichigo. "Adik-adik banyak yang tidak mengerti Bahasa Inggris."

"Permennya Goko sama Akita itu punya rasa jeruk nipis sama rumput." jawab Atsushi.

Akita dan Gokotai terlihat takjub dan mulai memakannya walaupun Gokotai masih merasa takut.

"A-asemmm~" ucap Gokotai sambil menyipitkan matanya.

"Huaaaah! Goko lagi hoki nih!" Midare yang pertama bersuara dan langsung menoleh ke arah Akita. "Akita dapet rasa apa?"

"Rasa rumput." jawab Akita polos. "Persis kayak rumput di halaman Citadel yang sering kumakan."

Ichigo syok sementara anak-anak yang lain malah ketawa heboh.

"Astaga, Akita suka makan rumput!"

"Akita sang pemakan segala!"

"Cocok nih anak kalo tidurnya bareng kuda biar bisa makan rumput tiap hari."

Sementara itu, Akita menikmati permennya dengan santai tanpa memperdulikan keterkejutan saudara-saudaranya.

Skor : zonk untuk Akita Toushirou. Tapi karena yang bersangkutan menyukainya, jadi tidak ada masalah.


"The last fighter is the twin brothers!" seru Atsushi yang disambut dengan teriakan heboh.

Peserta ronde terakhir ini adalah si kembar keluarga Awataguchi, Hirano dan Maeda Toushirou. Pertempuran ini sangat dinanti karena hanya kedua anak inilah yang belum mencicipi bean boozled sampai detik ini.

Hirano yang kali ini kebagian jatah untuk ngambil permen. Tantou milik keluarga kekaisaran tersebut mengambilnya dengan hati-hati, takut kena zonk soalnya.

"Ini rasa apaan?" tanya Hirano sambil menerawangi permennya.

"Itu rasa tutti fruity sama kaos kaki busuk." jawab Atsushi.

"Semoga beruntung." Ucap Maeda sambil bersulang dengan permen mereka dan melahapnya.

"Tutti fruity!" Seru Maeda.

"Aku juga tutti fruity nih," sahut Hirano senang. Kedua anak kembar tersebut saling bertos ria.

Skor : hoki dua-duanya.


"Yah, tak terasa kalo permainan bean boozled udah berakhir." Kata Ichigo. "Yang hoki kali ini cuma Midare, Atsu, Gotou, Shinano, Goko, sama Hirano-Maeda."

"Rasa zonknya bener-bener zonk abis! Huekh!" Sahut Hakata sambil pura-pura muntah. "Rasanya kek nelan muntahan sendiri."

"Tapi, Kak Zuo sama Kak Bami masih mendingan zonknya." Tukas Midare.

"Udah, ah. Nggak usah ribut." Ichigo melerai mereka. "Yang penting permainannya seru, kan?"

"IYAAAA!"

"Lain kali, kita main lagi yuk!" kata Atsushi.

"JANGAAAAAN!"

~End~

Akhirnya part Awataguchi selesai! Ichigo sang pangeran Citadel akhirnya dinistakan oleh adek-adeknya sendiri, hahahahaaa. Demi menyambut bulan suci Ramadhan yang hanya menghitung hari, maka Jun mengucapkan : Marhaban Yaa Ramadhan buat para readers muslim yang menjalankan ibadah puasa dan fanfic ini harus ditahan updatenya untuk sementara waktu untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan seperti batal puasa XD

Kalau ada yang mau memberikan kritik dan saran, silakan dituliskan di kotak review. Kalau mau sekadar berbagi uneg-uneg juga dipersilakan.

Oke, Jun Kunihiro out!