Baekhyun merasa dirinya kembali segar setelah mandi, rasa letih yang mendera nya tadi serta merta lenyap, ia berjalan menuju ke kamar nya. Ia masih memikirkan cerita Sehun. Entah kenapa Baekhyun merasa iba dengan keluarga Park. Keluarga itu kehilangan anaknya pada saat terjadi kebakaran. Baekhyun pikir, mungkin dengan membuat boneka yang serupa dengan Chanyeol dan memperlakukan seperti anak mereka sendiri bisa meringankan beban yang di derita tuan dan Nyonya Park.

Tapi ada yang masih menjanggal pikirannya, si sulung dari keluarga Park. Itu yang masih menganggu pikirannya.

duk..duk..duk..

Suara orang berlari dari lantai atas membuat langkah Baekhyun terhenti seketika. Perasaan takut mulai menggerogoti tubuhnya. Wajah nya memucat, Apalagi setelah mendengar cerita Sehun. Baekhyun mulai berpikiran yang aneh-aneh, sesuatu yang gaib, hantu, mayat hidup dan si sulung Park yang hilang.

Namun Baekhyun mencoba berpikir secara positif, setelah pikiran jernih kembali menguasainya, Baekhyun memberanikan diri untuk memeriksa suara yang di dengar nya barusan. Ia berbalik menuju dapur untuk mengambil pisau terlebih dahulu dan kembali berjalan ke lantai atas untuk memeriksa sesuatu yang berlari tadi. Baekhyun Menaiki tangga ke lantai atas dengan perlahan.

Sesampainya ia di lantai atas Baekhyun harus melewati lorong yang gelap sepanjang 10 meter untuk sampai di sumber suara. Gadis itu berhenti di depan sebuah pintu kamar.

"Sepertinya suara tadi berasal dari kamar ini" Baekhyun berucap pelan.

Kamar ini agak berbeda dengan kamar yang lainnya, selain karena desain nya lebih kuno dan ada sedikit bekas terbakar di atas pintunya, ukuran pintu nya juga sedikit lebih besar.

Dengan perlahan gadis itu membuka pintu dihadapannya, ia takut menimbulkan bunyi sehingga sesuatu yang berada didalam langsung menyerangnya, namun tetap saja. Pintu yang tengah di bukanya ini mungkin sudah berusia puluhan tahun sehingga tetap menghasilkan bunyi sekalipun di buka dengan sangat perlahan.

Dengan hati-hati Baekhyun menjejakkan kakinya memasuki kamar tersebut, pisau di tangannya di genggamnya erat. Ia lihat sekeliling kamar dengan tubuh memasang posisi waspada. Ruang ini tidak terlalu gelap karena sinar bulan yang terang menyinari kamar lewat jendela, sehingga Baekhyun masih bisa melihat. Kamar ini lebih menyerupai gudang dari pada kamar tidur. Banyak barang-barang usang yang tidak terpakai berserakan didalamnya.

Baekhyun memang belum pernah membuka ruangan ini sebelumnya karena tempat itu selalu di kunci, tapi malam ini ruangan itu tidak terkunci.

Aneh.

"Gudang? Tuan Park tidak pernah cerita tentang ruang ini." gumamnya

Kamar ini sedikit lebih luas drai kamar lainnya, juga desain dan interior kamarnya terkesan kuno, seolah kamar ini di buat pada abad 18.

Ada baju anak kecil yang tersusun rapi di atas meja tua, ada mainan, tas ransel, buku-buku lama yang tertata di rak buku.

Tapi yang menarik perhatian Baekhyun ada sebuah kotak besar yg terletak di sudut kamar. Kotak besar seperti yang ada difilm-film bajak laut yang sering ditontonnya.

"Kotak apa ini?" gumamnya lagi, pada saat Baekhyun mencoba membuka kotak besar berwarna coklat itu, tiba-tiba pintu kamar tertutup dengan sendirinya

Baekhyun yang terkejut spontan langsung berlari mendekati pintu,

"Apa ada orang diluar?! Tolong buka pintunya!" Baekhyun berteriak, dengan bersusah payah ia membuka pintu kamar itu namun hasilnya nihil pintu kamar itu terkunci.

"Siapa saja?! Tolong buka pintunya!" kembali Baekhyun berteriak, dipukul-pukulnya daun pintu dengan keras.

BRAK!

Baekhyun terlonjak, ia segera menjauh dari pintu ketika sesuatu memukul daun pintu dari luar. Wajahnya penuh dengan keringat dan tubuhnya begetar hebat, pisau yang digenggamnya terjatuh begitu saja dilantai.

"Berisik.. Chanyeol mau tidur.."


Chanyeol

By Bunnie B

.

"Namanya Chanyeol dan dia anak yang selalu mematuhi peraturan."

.

Warning[!]: Typo, GS for uke, gak kuat silahkan close tab.

.

Note: Remake from The Boy (Movie)

.

.

.

Happy reading^^

Baekhyun membuka matanya, nafasnya tidak teratur dan wajahnya penuh dengan keringat. Mata sipitnya yang bergerak dengan gelisah, memperhatikan ruangan yang ditempatinya dengan seksama. Hebusan nafas lega dikeluarkannya saat ia sadar bahwa ia hanya bermimpi.

"Sial!" umpatnya

Baekhyun segera mendudukkan tubuhnya, "Mimpi buruk lagi," disibaknya selimut yang semalam membungkus tubuhnya. Ketika kakinya menginjak lantai, tanpa sengaja ia menendang sesuatu. Sesuatu yang ada didalam mimpinya.

Ya, sebuah pisau.

Mata Baekhyun membulat, dengan cepat ia berlari keluar kamar. Didalam pikirannya hanya ada kamar yang ada dilantai paling atas.

Langkah kakinya terhenti saat melihat pintu kamar itu tertutup rapat, dengan langkah perlahan Baekhyun mendekati pintu. Semakin ia dekat dengan objek yang dituju, maka semakin cepat pula jantungnya berdetak.

Ketika tangannya hendak menyentuh gagang pintu, pintu kamar itu terbuka dengan sendirinya. Mata Baekhyun kembali membola, tubuhnya terasa sangat lemas dan ia rasanya ingin menangis saat melihat boneka Chanyeol tengah duduk dilantai dengan kertas di selipkan didadanya.

"Ayo bermain denganku Baekhyun," seperti itulah tulisan yang ada dikertas.

Baekhyun ingin pergi, tapi ia juga penasaran bagaimana boneka itu bisa berada di lantai atas? Bisa duduk dilantai? Dan siapa yang menulis di kertas?

"A-a-apa ada orang?" cicit Baekhyun

"Baekhyun.." suara itu, seperti suara yang ada di mimpinya.

Baekhyun tidak menjawab, kakinya melangkah mundur dengan perlahan.

"Baekhyun ayo main denganku.."

Baekhyun menggelengkan kepalanya, gadis itu menutup mulutnya. Air mata sudah mengalir deras membasahi pipinya.

"Tidak.." Baekhyun bergumam.

"Chanyeol janji tidak akan nakal lagi.."

"KU BILANG TIDAK SIALAN!"

Tepat setelah Baekhyun berteriak, pintu kamar itu tertutup dengan keras dan suara pria berteriak dari dalam kamar terdengar. Suaranya terdengar berat dan kasar, membuat rambut-rambut halur disekitar tubuh Baekhyun menegang.

"AYO MAIN DENGANKU!"

Rasa takut dan juga terkejut menjadi satu, membuat Baekhyun harus berlari menuruni tangga dengan tergesa-gesa. Gadis itu berlari dengan tangan menutup telinga dan mulut terus menggumamkan kata tidak.

Sehun yang kebetulan berdiri di anak tangga terakhir menjadi korban tabrakkan Baekhyun, keduanya jatuh terlentang dengan Baekhyun menindih tubuh Sehun.

"Hey Baekhyun, apa yang terjadi?"

Sehun membawa tubuh Baekhyun untuk duduk, di usapnya lengan Baekhyun dengan lembut berharap mampu membuat gadis yang tengah gemetar karena ketakutan itu tenang.

"Ayo kita kedapur, aku akan ambilkan air."

Baekhyun menahan tangan Sehun saat laki-laki itu ingin menarik tubuhnya untuk berdiri, wajah gadis itu pucat dan pandangan matanya terlihat kosong.

"Cha-cha-chanyeol itu hidup.."

Dahi Sehun berkerut, ia tidak mengerti maksud dari perkataan Baekhyun. Chanyeol hidup katanya? Jelas-jelas Chanyeol itu sudah mati, buktinya ada makam anak laki-laki itu di belakang rumahnya.

"Apa maksudmu Baekhyun? Chanyeol itu sudah mati."

"DIA HIDUP!" Baekhyun berteriak, matanya menatap Sehun dengan tajam, "Ia hidup didalam boneka itu."

"Baekhyun kau bicara apa? Apa kau demam? Wajahmu pucat."

"Dia hidup Sehun! Aku melihatnya dikamar atas, ia.. ia duduk dilantai! Aku.. aku bahkan mendengar suaranya."

"Ayo kita periksa."

.

###

.

Baekhyun menggelengkan kepalanya, ini mustahil, pikirnya. Ia ingat dengan jelas pintu itu tidak terkunci, tapi kenapa sekarang pintu dikamar atas terkunci? Ia dan Sehun saat ini berada di lantai paling atas rumah keluarga Park, ingin membuktikan perkataan Baekhyun. Tapi ketika Sehun membuka membuka pintu kamar, pintu itu terkunci.

"See? Aku rasa kau berhalusinasi Baekhyun."

"Ti-tidak! Aku.. sungguh.. tadi.."

"Tidak ada apa-apa disini dan pintunya juga terkunci."

Baekhyun menarik nafasnya, berusaha untuk berpikir. ia sungguh-sungguh tidak berhalusinasi, sumpah demi Tuhan jika saat dirinya melihat Chanyeol dan mendengar suara anak kecil dirinya dalam keadaan sepenuhnya sadar.

"Baekhyun," Baekhyun mendongakkan kepalanya, ia dan Sehun saling menatap untuk waktu yang lama sebelum akhirnya Baekhyun mengalihkan pandangannya pada pintu yang ada dibelakang Sehun. Baekhyun benar-benar yakin jika ia tidak berhalusinasi, ia harus membuktikannya pada Sehun jika ia tidak sedang berhalusinasi.

"Kita periksa Chanyeol!"

Baekhyun berjalan lebih dulu, gadis itu yakin jika Chanyeol itu memang hidup dan tadi itu nyata. Bahkan gadis itu yakin jika kejadian yang dialaminya setiap malam itu nyata, bukan hanya sekedar mimpi belaka.

"Baekhyun.." Sehun kembali memanggil, namun gadis itu tetap mengabaikan Sehun dan terus berjalan dengan tergesa menuju kamar Chanyeol.

Ketika keduanya sampai di depan kamar Chanyeol, Baekhyun langsung membuka pintu kamar itu dengan kasar. Matanya langsung membula saat tidak mendapati boneka itu berada di tempat tidurnya. Ia langsung mengalihkan pandangannya pada Sehun, menatap pria tinggi yang tengah terkejut itu dengan pandangan menantang.

"Lihat?!" nada suara Baekhyun sedikit meninggi, "Aku tidak berhalusinasi Sehun! Itu sungguh Chanyeol! Chanyeol itu hidup!"

Sehun yang tersadar dari terkejutnya langsung menerobos masuk kedalam kamar, ia mencari boneka itu disetiap sudut kamar namun tidak mendapati apapun disana.

"Dimana Chanyeol?"

"Di kamar yang ada dilantai atas, kamar yang tadi terkunci," gadis itu menarik rambutnya, ia terlihat sangat frustasi dan ketakutan. "Aku bersumpah, aku melihatnya duduk dilantai Sehun."

"Tapi Chanyeol itu boneka Baekhyun! Chanyeol itu.."

"Baekhyun.."

Tubuh keduanya menegang, Baekhyun melirik kearah Sehun yang sama terkejutnya.

"Baekhyun.."

"Ayo kita periksa."

Baru saja Sehun akan melangkah keluar, Baekhyun menahan lengannya. Gadis menggeleng namun Sehun menganggukkan kepalanya, laki-laki berkulit pucat itu menggenggma tangan Baekhyun dan mengajaknya untuk mencari sumber suara.

"Ayo bermain denganku Baekhyun.."

Sehun yakin jika suara itu berasal dari lantai bawah, maka dari itu dia menarik tangan Baekhyun untuk pergi kelantai bawah.

Ketika mereka sampai dilantai bawah, sebuah mobil polisi mainan melintas dari ruang baca dengan sirine menyala. Mereka berdua memberanikan diri untuk masuk keruang baca dan Baekhyun tidak bisa untuk tidak terkejut saat melihat Chanyeol duduk diruang baca dengan tape recorder disampingnya.

Sehun segera menghampiri Chanyeol dan menekan tombol stop pada tape recorder yang ada disamping Chanyeol. "Sekarang kita tau dari mana asal suara itu."

"Lalu menurutmu siapa yang memindahkan Chanyeol dan memutar tape recorder itu?"

Sehun menatap boneka dihadapannya dengan tajam lalu pandangannya beralih keluar jendela yang ada disudut ruangan.

"Seseorang yang telah mengenal rumah ini dengan baik," gumamnya pelan.


TBC


.

.

.

.

[A/N]

Eaaak! Gimana chapter yang ini? makin penasaran atau makin pening? Maaf ya kalo tulisannya berantak. Btw, ada yang bisa nebak gimana alurnya?

Review~