Title : Your saved in my heart
Author : emasnyasuho
Genre : School life, friendship (sisanya tentuin aja sendiri)
WARNING! YAOI; Shounen-Ai; BL; BoyXBoy
Rated : T
Chapter 4
Namja berambut caramel mnggendong tasnya malas dengan setumpuk buku kira-kira ada 3 jumlahnya yang masing-masing memiliki halaman hingga beratus-ratus. Kalau saja Luhan lebih malas dari ini mungkin saja Luhan akan menyeret tasnya seperti menyeret koper.
Semangat kuliahnya hampir runtuh, karena kejadian di hari sebelum-sebelumnya, mesalnya kejadian Kris tiga hari lalu, kemudian Kai yang masih membuatnya kesal. Perlu diperjelas Kai itu memiliki sifat aneh dan kadang tidak terduga lalu juga seenaknya, itulah sebabnya Luhan tidak menyukai kehadirannya saat dirumahnya hari itu.
Kejadian-kejadian menyebalkan masih mengelilinginya, mungkin dalam waktu dekat ini Luhan berniat berhenti kuliah saja dan mencari pekerjaan, tapi setidaknya dia masih berusaha keras agar bisa lulus dari kampus ini dengan hasil menyenangkan demi orang tuannya yang berada di china. Luhan selalu melakukan apa saja yang bisa membuat orang tuanya bahagia salah satunya dengan lulus di kampus ini dengan nilai tinggi.
"hey Luhan. Akhirnya kau turun juga, apa masih sakit?" seseorang tiba-tiba membuyarkan lamunannya dan berjalan beriringan di samping kanan luhan. Luhan tidak menjawab hanya melirik kemudian memicingkan matanya, Suho terlalu bidoh atau apa sih buat apa Luhan susah-susah turun kalau dia masih sakit.
namja sok bijak ini datang lagi namja yang di maksud Luhan adalah Suho.
"tidak apalah kau tidak menjawab , tapi aku ingin mengatakan sesuatu eum gini .. kelas mu akan kedatangan murid baru" Luhan merasa tidak tertarik dengan itu. Masa bodoh dengan murid baru itu.
"hmm tapi aku tidak tau namanya. tapi yang jelas dia namja" Luhan mengngguk-angguk berpura-pura antusias padahal dia sama sekali tidak tertarik.
.
.
.
.
Pelajaran dari Kyuhyun saem sungguh tidak menyenangkan di mata Luhan, meskipun dia sangat lucu ketika mengajar dan membuat seisi kelas penuh dengan tawa ketika menurutnya murid-murid merasa bosan dan lelah. Itu sungguh sangat berkebalikan dengan Luhan yang memilik tingkat mood yang beruba-ubah seperti ini.
Luhan merebahkan kepala di meja beralaskan lengannya, dirinya sangat mengantuk karna semalaman asmanya kambuh lagi membuatnya tidak bisa tidur sampai 4 jam lebih menyisakan sebuah kantung mata yang tebal dan menghitam di bawah kelopak matanya. Tidur sekarang bisa memperbaiki kondisiny yang sangat mengenaskan. Beruntungnya sekali Luhan duduk di deretan kursi paling belakang dan dia hanya duduk sendiri -walaupun masih ada satu kursi kosong di sampingnya- membuatnya seakan memiliki dunia sendiri dan tidak ada yang mengusiknya. Itu sangat menguntungkan bagi Luhan di situasi seperti ini.
Tok
Tok
Tok
Kelas yang tadinya menghebohkan dan penuh gelak tawa kini berubah menjadi diam hening semua mata tertuju pada pintu kelas yang menampakkan seorang namja entah itu siapa? Mungkinkan namja itu yang dimaksud Suho tadi?
Kyuhyun saem pun segera menghampiri namja itu hendak menanyakan apa maksud kedatangan namja itu.
itu siapa ?
astaga, tampan sekali
posturnya sangat atlatis
kasak-kusuk suara murid-murid seisi kelas terutama yeoja-yeoja. Luhan memang mendengarnnya tapi tidak menghiraukannya dan ikut memandang ke arah pintu seperti yang lainnya, lebih memilih melanjutkan tidurnya masih dengan lengannya sebagai alasnya. Tidak ada gunanya menaggapi yeoja-yeoja cerewet dan tukang gosip itu.
Kyuhyun saem membawa namja yang tadi di depan pintu masuk kedalam kelas setelah mengetahui alasan kenapa mengetuk pintu. Baru saja beberapa langkah namja itu masuk sudah terdengar teriakan keras dari yeoja-yeoja di kelas, teriakannya lebih mirip seperti seorang fans yang bertemu sang idola di depan matanya.
Cihh yeoja-yeoja tengil
"akhhkkkk tampannya !"
"keren sekali !"
Luhan sudah muak dengan hal-hal yang mengganggunya saat ini, teriakan-teriakan yeoja-yeoja yang sangat mungkin merusak gendang telingannya serta mengganggu tidurnya yang dia kira akan nyenyak. Awalnya Luhan hanya menutup telinganya rapat tapi semakin lama teriakan yeoja-yeoja ini semakin keras dan melengking yang lebih mirip nenek lampir. Bahkan kalau bisa memilih dia lebih memilih mendengarkan Kyuhyun saem selama 4 jam dibandingkan mendengar teriakan-teriakan yeoja-yeoja ini.
Brakk
Suara gebrakan meja terdengar di sudut belakang meja, otomatis seluruh pasang mata tertuju pada sudut itu. Satu -satunya orang yang duduk paling belakang hanyalah Luhan. Ada yang menatap kaget, takut, heran atau tatapan yang sulit di artikan.
"kalian semua bisa tidak berisik !" pemilik teriakan ini bangkit dari tidurnya matanya juga sangat sayu namun tajam melihat semua temannya sampai matanya tertuju pada namja yang berdiri di depan kelas bukan kyuhyun saem tapi namja yang berada di sampingnya yang menjadi bahan teriakan seisi kelas.
Namun tiba-tiba tatapannya tajam Luhan mengendur menjadi lembut ketika melihat namja tampan di samping Kyuhyun saem.
"Sehunie?"
Untuk beberapa saat Luhan diam hening mencerna penglihatannya yang mungkin bermasalah itu. Orang yang merasa namanya di panggil tersenyum sangat manis hingga matanya hampir tertutup karena terlalu mengembangkan senyumnya.
"tuan Luhan sudah selesai? kalau sudah silahkan duduk kembali" Akhirnya suara Kyuhyun saem membuyarkan lamunan dan keterkejutan Luhan.
Luhan pun kembali duduk masih tetap menatap sehun yang di depan kelas "oh .. ne sosaengnim mianhae ."
"baiklah Sehun, kau bisa duduk di samping Luhan di belakang. Tidak apa kan?" tanya Kyuhyun saem pada Sehun yang sedari tadi tersenyum memandang Luhan.
"ne gwaenchana songsaenim, gomawo" Sehun membukuk pada songsaenim kemudian menuju tempat yang ditujunjukkan Kyunhyun saem. Kemudian mendudukkan bokongnya di kursi di samping luhan.
"Sehu-" belum sempat Luhan melanjutkan bicaranya mulutnya sudah di bungkan dengan telapak tangan Sehun. Luhan tak dapat berbuat apa-apa selain diam "aku tau yang kmu bicarain, nanti saja. Kau fokus belajar saja" Sehun kembali mengembangkan senyum manis dan tampannya.
.
.
.
.
Pelajaran Kyuhyun saem sudah berakhir dan Kyuhyun saem sudah lenyap di balik pintu kelas. Semua murid merayakannya dengan berteriak-teriak heboh sebagian yeoja-yeoja mulai mengerumuni Sehun yang belum sama sekali bergerak dari tempat duduknya.
"oppa , kenalkan aku Eunji. Salam kenal Sehun oppa"
"Sehun oppa boleh kita berfoto bareng?"
"namaku Suzy. Aku akan membantu oppa kalau sedang membutuhkan, jangan sungkan-sungkan yah oppa"
Luhan yang melihat mejanya penuh dengan kumpulan yeoja sama sekali tidak perduli dan hanya membereskan bukunya ke dalam tas dan hampir bangkit dari kursinya, namun lagi-lagi tertahan karena tangan kekar Sehun.
"maaf noona-noona aku sedang sibuk lain kali saja yah. Aku harus pergi" Sehun tersenyum semanis mungkin lalu pergi begitu saja sambil tetap menarik lengan Luhan. Semua yeoja yang berada di depannya menjerit mereka sangat meleleh melihat senyuman Sehun.
.
.
.
.
Di parkiran Sehun memasukkan Luhan ke dalam mobil kemudian menutup pintunya, kemudian Sehun berjalan menuju sisi sebelahnya lebih tepatnya tempat kemudi mobil.
"nah Lu, katakan apa yang ingin kau katakan?" sehun menatap Luhan yang menunduk.
"..."
"Lulu sayang .." Sehun melembutkan suaranya kemudian mendengkatkan wajahnya di depan wajah luhan yang masih betah menunduk itu.
"..."
Sehun sungguh tidak sabar dengan perlakuan Luhan yang terus bungkam. Hingga sehun langsung membungkam mulut Luhan dengan bibirnya, Luhan kaget bukan main. meski begitu Luhan tidak menanggapi sama sekali ciuman Sehun dan masih tetap diam dan menutup matanya. Setelah cukup lama mencium Luhan akhirnya Sehun melepaskannya dengan senyuman.
Aku tahu Lu kau bungkam karena belum percaya kalau aku ini Sehun. Makanya aku mengingatkanmu kembali.
"Hiks hiks" tiba-tiba saja terdengar isakan yang sudah pasti bukan dari Sehun karena sekarang dia sedang tersenyum senang. Isakan itu berasal dari luhan.
"hiks hiks Sehunie ... aku merindukanmu ..." dengan sigap Sehun menangkap Luhan yang menghambur pelukan ke arahnya.
Luhan nangis sesunggukan di dada Sehun, air mata mengalir di pelupuk matanya membasahi baju yang di kenakan Sehun, namun Sehun tidak mempermasalahkan hal itu. Baginya Luhan lebih penting ketimbang pakaiannya.
"jadi kau masih mengingatku ?" Sehun mengelus punggung Luhan sambil tetap memeluknya erat tidak ingin kehilangan Luhan lagi.
Namun tidak berapa jauh dari tempat hunhan atau lebih tepatnya mobil Sehun yang terparkir ada seseorang yang tengah memata-matainya dengan seringai di bibirnya.
"jadi putri salju sudah bertemu kembali dengan pangeran? ck romantis sekali, aku jadi iri"
.
.
.
.
TBC
Ada yang suka gak sama ff ini? Aneh? Gak menarik yah? Ini ff sempet mangkal di akun temen kekeke~ niatnaya sih tadi mau di sambung aj di akun ini tapi malah di usir sama yang punya pangkalan terus remake ulang lagi.
Pas di akun temen sebenarnya udah gak niat lagi lanjut bikin ini ff karena author kira gak ada yang minat lagi, tapi ada readers yang marah-marah gara-gara gak update-update bikin temen author sama author gak enak sma tuh readers jadi yah author lanjut lagi deh .. mianhae yah selain itu ff hunhan juga mulai langka semoga aja gak punah /kan author jadi sedih, secara author kan hunhan shipper/ jadi author semangatin diri supaya tetep bikin ff hunhan, readers yang hunhan shipper bikin juga donk ff hunhan ya ya ya kkk ini demi kelestarian ff hunhan hoho
#LestarikanFFHunhan
Karena ketidaknyaman para readers author update beberapa chapter dua hari sekali /kalau tidak ada halangan/ biar readers gak nunggu lama.
Gomawo ^^
Review pliss?
