Jadilah Hyungku

.

.

Kibum & Kyuhyun

Sumarry: Kyuhyun mempunyai satu orang Noona namun masih menginginkan seorang hyung. Saat bertemu Kibum, ia menganggap Kibum sebagai hyungnya dan selalu mengikuti kemanapun Kibum pergi. Namun apa yang terjadi jika Kyuhyun mengetahui siapa Kibum sebenarnya?

Chapter 4

Haahh sudah ketahuan deh KiHyun sodaraan, hehehehe

WARNING apdet telaaaatt... #danceSorry-Sorry

Sore hari...

"Yeobeosseyo? Ada apa Noona?" Tanya Kyuhyun di line telfon pada Noonanya yang tadi menelfon

"Apa kau sudah memakai sepatunya? Bagaimana? Pilihanku memang keren kan?" Tanya Ahra

"Ah, aku lupa melemparnya kemana kemarin, nanti biar kucari" Jawab Kyuhyun santai tanpa memikirkan perasaan Noonanya

"Dasar menyebalkan, setidaknya kau hargai sedikit pemberian Noonamu ini? Bahkan ucapan terimakasihpun tidak kau ucapkan!"

PIP

Ahra menutup panggilan telfon secara sepihak karena kesal dengan Kyuhyun yang sepertinya tidak menghargai barang pemberiannya. "Dasar adik menyebalkan!" Lanjut Ahra

"Cih, memangnya aku peduli?" Gumam Kyuhyun kemudian kembali memasukkan ponselnya kesakunya.

"Kyuhyun-ah, kenapa makanan yang kau bawa banyak sekali,eoh?" Tanya Ibu Kibum yang berjalan dari arah dapur sambil menggendong Saehee.

"Ah, tidak apa-apa Omonim, lagipula dirumah juga tidak ada yang memakannya, hehe" Jawab Kyuhyun jujur, memang sudah sering para pelayannya membuang makanan-makanan basi yang ada di lemari pendingin, dan kalau mereka mau, kadang mereka membawa pulang makanan yang masih layak untuk dimakan, kan sayang makanan mahal gitu lho, pastinya. Kkkk

"Oooh" Ibu Kibum menyayangkan "Apakah orangtuamu sangat sibuk?" Tanya Ibu Kibum, interogasi sepertinya akan dimulai.

"Eum, mereka selalu sibuk, entah itu malam atau siang. Kami jarang dan hampir tidak pernah berkumpul hanya untuk makan malam bersama" Jawab Kyuhyun menurut fakta keadaan keluarganya.

"Jadi Kyuhyun makan sendirian terus?" Tanya Ibu Kibum lagi, ia ingin mengetahui kehidupan Kyuhyun lebih jauh

"Tidak juga karena aku jarang makan Omonim,hehe. Aku malas jika harus makan sendiri. Tapi hanya jika sempat saja Papa akan menemaniku makan, kalau Mama dia lebih senang bersama Ahra Noona" Jawab Kyuhyun yang kali ini jujur lagi

"Jangan seperti itu Kyu, walau dalam keadaan bagaimanapun kau harus makan. Ibu juga menyuruh Kibum agar selalu makan, lihatlah pipi tembemnya itu" Tunjuk Ibu Kibum pada Kibum yang sedang sibuk berkutat dengan pakaian-pakaian yang siap diangkat dari jemuran didepan rumah sehingga tidak mendengar ucapan Ibunya dan Kyuhyun.

"Hihi, baiklah Omonim, aku akan makan yang banyak biar tembem seperti Kibum hyung" Kyuhyun tersenyum riang dan Ibu Kibum juga tersenyum, ada rasa haru dan hangat menyelimuti hatinya tatkala Kyuhyun tersenyum.

"Oh iya Omonim tahu tidak, kenapa rasanya berbeda ya jika aku bersama Omonim?" Ucap Kyuhyun yang membuat Ibu Kibum sedikit bingung

"Berbeda?" Ibu Kibum bingung dengan maksud Kyuhyun menautkan kedua alisnya meminta Kyuhyun menjelaskan maksud perkataannya.

"Maksudku,aku merasa berada didekat Ibuku sendiri, rasanya begitu nyaman. Berbeda jika aku didekat Mama, dia memang selalu memanjakanku dengan menuruti segala kemauanku, tetapi dia jarang menyentuhku. Bahkan berbicara seperti ini saja tidak pernah. Dan aku malah merasa nyaman bercerita dengan Omonim" Kyuhyun bercerita dengan riang di akhir kalimatnya. Kyuhyun tidak sadar jika perkataannya barusan telah membuat dada Ibu Kibum tiba-tiba sesak, ingin sekali ia memeluk Kyuhyun, namun digendongannya ada Saehee. Tidak mungkin Saehee ia lempar begitu saja.

"Kyu-Kyuhyun-ah, jangan pernah berbicara seperti itu lagi ya nak. Walau bagaimanapun dia ibumu, dia juga menyayangimu pastinya, buktinya dia menuruti apa yang Kyuhyun mau kan?" Nasehat Ibu Kibum yang membuat Kyuhyun menghela nafas malas.

"Tapi dia tidak pernah menuruti kemauanku yang ini"

Grep...

Tiba-tiba Kyuhyun memeluk Ibu Kibum dari samping sekalian Saehee-Saeheenya juga Kyuhyun peluk. Menenggelamkan wajahnya diceruk Ibu Kibum, menghirup aroma yang mampu membuatnya merasa tenang. Bahkan Kyuhyun memejamkan matanya, ia tidak ingin ini segera berakhir. Entah mengapa rasanya begitu nyaman..

Ibu Kibum tak bergeming dengan apa yang Kyuhyun lakukan. Hatinya terasa sejuk ketika Kyuhyun semakin mempererat pelukannya. Matanya juga ikut terpejam menikmati pelukan Kyuhyun.

"Maukah Omonim menjadi Ibuku?" Celetukan yang lolos tanpa Kyuhyun kontrol berhasil keluar dan sontak membuat Ibu Kibum membuka matanya.

Diam...

Ibu Kibum tidak menjawab, ia bimbang harus menjawab apa. Disudut rumah, Kibum manatap adegan itu tajam. Pakaian yang sudah ia angkat dari jemuran ia letakkan kasar ditempat setrikaan, telapak tangannya terkepal kuat. Ia segera berlari menaiki tangga menuju lantai atas..

"Kibum-ah?" Panggil Ibu Kibum melihat Kibum berlari naik ke tangga atas, biasanya Kibum sedang ngambek jika dia bersikap seperti itu..

Kyuhyun melepas pelukannya pada Ibu Kibum saat Ibu Kibum memanggil nama Kibum

"Ada apa Omonim?" Tanya Kyuhyun polos

"Ah-e, Kibum-" Ibu Kibum berdiri "Ibu temui Kibum dulu ya Kyuhyun-ah" Ibu Kibum hendak menyusul Kibum namun dicegah Kyuhyun, biar Kyuhyun saja yang menyusul Kibum, katanya. Lalu segera melesat menaikki lantai atas.

"Kyuhyun-ah, bahkan tanpa kau memintapun aku adalah Ibumu nak" Gumam Ibu Kibum dan kembali lagi air mata itu menetes dengan sempurna dari mata coklat Ibu Kibum.

Tok..tok..tok..

"Hyung...Kibum hyung...main yuuk..." Berkali-kali Kyuhyun mengetuk pintu kamar Kibum, namun tidak ada jawaban "Hyuuung, aku punya coklat lho" Memangnya Kibum anak TK apa diiming-imingi coklat?

"Aiissh, kenapa tidak menjawabku,eoh?" Kyuhyun jengah juga Kibum mengacuhkannya, ia bersandar didinding dekat pintu kamar Kibum, pandangannya menyapu ruangan lantai atas itu, tiba-tiba ia berhenti pada satu objek, sandal rumah berwarna coklat tergeletak di bawah tangga penghubung lantai atas dengan atap yang pastinya milik Kibum.

"Aishy! Pantas saja, sampai lebaran keroro pun tidak akan ada yang menyahut!" Rutuk Kyuhyun dan segera melesat menuju tangga itu lalu naik keatasnya.

Setelah sampai diatas, Kyuhyun melihat punggung itu, punggung Kibum hyung-nya. Duduk membelakanginya dengan kaki yang menjuntai kebawah, meletakkan dagunya dipagar pembatas, mirip orang galau.

"Hyung?" Panggil Kyuhyun yang sudah berada dibelakang Kibum. Kibum menoleh sekilas tanpa menjawab lalu kembali pada posisi semula, jarinya mengetuk-ngetuk pagar pembatas itu tidak jelas.

"Hyung kenapa,eoh?" Tanya Kyuhyun yang kini sudah mendudukkan dirinya disamping Kibum.

"Apa pedulimu?" Sahut Kibum ketus membuat Kyuhyun sedikit tersentak namun ia menganggap Kibum sedang bercanda padanya.

"Alaa hyung ini, jangan pura-pura ketus seperti itu, haha" Kyuhyun mengira Kibum sedang berpura-pura. Kibum menatap Kyuhyun sengit, ada aura kebencian disana

"Pulanglah, dan jangan pernah kemari" Ucapan Kibum sukses membuat Kyuhyun membola, ini bukanlah nada kepura-puraan, melainkan nada keseriusan.

"Wa-waeyo hyung?" Tanya Kyuhyun meminta alasan, Kibum memang selalu tidak suka dia ada dirumahnya, tetapi itukan tidak sepenuhnya serius, tetapi kali ini?

"Aku tidak suka kau ada disini, dan aku tidak suka kau dekat-dekat dengan Ibuku" Jawab Kibum jujur, ia merasa cemburu dengan kedekatan Kyuhyun dengan Ibunya

"Tapi, aku hanya ingin-"

"Sudahlah, kau punya Ibu sendiri dirumah!" Sela Kibum dan beranjak pergi darisana "Dan aku bukan hyungmu!" Tambah Kibum sebelum benar-benar hilang dari atap.

Tak terasa airmata Kyuhyun turun dengan sendirinya, ada apa ini? Kenapa ini begitu menyakitkan, Kyuhyun merasa bagaikan anak yang dibuang dan tidak diperbolehkan sekedar untuk bertemu Ibunya.

Kibum turun ke lantai bawah, tak berapa lama kemudian disusul Kyuhyun, dia mencari Ibu Kibum

"Kenapa masih disini?" Tanya Kibum ketus "Sudah sana pergi" Kibum mendorong bahu Kyuhyun agar keluar dari rumahnya

"Biarkan aku bertemu Omonim dan berpamitan dengannya" Pinta Kyuhyun yang semakin membuat Kibum marah

"Tidak perlu, sudah sanaaa" Kibum terus mendorong Kyuhyun tetapi Kyuhyun tetap berusaha agar tidak berpindah dari tempatnya berdiri

"Kibum-ah, apa yang kau lakukan?" Ibu Kibum datang dan melerai keduanya menjauhkan Kyuhyun dari Kibum

"Aku mengusirnya Bu, aku tidak suka dia disini!" Jawab Kibum kesal

"Kau berani membentak Ibu, Kibum?!" Tanya Ibu Kibum menyesal dengan sikap anaknya yang berani dengan orangtua

"Omonim, tenanglah. Oh iya, aku hanya ingin pamit dengan Omonim, maafkan aku jika aku selalu merepotkan Omonim juga Kibum hyung disini. Aku tidak akan mengunjungi rumah ini lagi, terimakasih kalian sudah baik pamit" Pamit Kyuhyun yang akan melangkah namun tangannya dicekal oleh Ibu Kibum

"Kyuhyun-ah, kau boleh datang kemari kapan saja nak-"

"IBU?!" Pekik Kibum tidak terima Ibunya membela Kyuhyun

"Diam!" Ibu Kibum membentak Kibum dan Kibum pun bungkam

"Terimakasih karena Omonim baik padaku, aku menyayangi Omonim" Kyuhyun memeluk Ibu Kibum sekilas karena takut dengan Kibum yang mendelik kearahnya "Dan aku juga menyayangimu Kibum-hyung" Setelahnya Kyuhyun berlari keluar dari rumah Kibum

"KYUHYUN-ah..!" Teriak Ibu Kibum memanggil Kyuhyun

"Ibu~" Gumaman pelan dari Kibum membuat Ibu Kibum menoleh, mata Ibu Kibum menyalakan api kemarahan, dicengkeramnya lengan Kibum kasar dan menyeret anaknya ke kamar mandi.

"Ibu ampun Ibu..ampun..!" Rengek Kibum didalam kamar mandi pada Ibunya meminta pada Ibunya aga berhenti mengguyurnya dengan air.

"Siapa yang sudah mengajarimu berbicara tidak sopan seperti itu,huh? Dan siapa yang mengajarimu bersikap tidak sopan dengan tamu,huh? Ibumu ini sudah bekerja keras mati-matian membesarkanmu, dan kau membalas Ibu dengan kelakuanmu yang seperti itu?" Marah Ibu Kibum, emosinya sudah tidak terkontrol lagi, sebenarnya bukan hanya itu yang membuat Ibu Kibum marah.

Ibu Kibum marah karena mendengar cerita Kyuhyun tentang kurangnya kasih sayang yang ia dapat dirumah mewahnya, dan Kibum mengusir Kyuhyun dari rumah tanpa mengijinkannya untuk datang lagi. Rasanya kesempatannya untuk selalu bisa melihat anaknya dihapus oleh Kibum.

"Ampun ibuu~" Permohonan ampun dari Kibum terus keluar dari bibirnya yang sudah membiru akibat kedinginan.

Detik berikutnya Ibu Kibum berhenti menyiram Kibum, ia bersandar didinding dekat pintu depan kamar mandi, menengok Kibum yang sudah menggigil kedinginan disertai isakan yang keluar dari bibir anaknya. Hati Ibu Kibum rasanya tersayat-sayat mendengar isakan itu, apa yang telah ia lakukan? Ia melukai Kibumnya.. karena tidak tahan, Ibu Kibum pergi darisana meninggalkan Kibum yang semakin menangis menjadi-jadi..

Malam harinya, Kibum duduk dikursi meja belajarnya, masih mengenakan handuk yang ia sampirkan dileher putihnya guna menghalau air yang mengalir dari rambutnya yang masih basah agar tidak membasahi bajunya. Matanya yang sembab menerawang jauh menatap jendela kamarnya yang memperlihatkan lampu-lampu jalanan diluar sana. Melamun...

'Setega inikah Ibu padaku? Bahkan ia lebih menyayangi Kyuhyun daripada aku, apa benar aku ini anaknya? Atau aku hanya anak buangan? Lalu siapa orangtuaku? Dan Saehee juga anak dari siapa?'

Batin Kibum, matanya berkaca-kaca. Ia semakin membenci Kyuhyun sekarang. Karena larut dalam pikirannya sendiri, Kibum sampai tidak sadar Ibunya masuk membawakan minuman hangat, Ibu Kibum terlihat sedih melihat tubuh Kibum yang masih sedikit bergetar, mungkin menahan dingin.

"Kibum-ah, kau sedang apa nak?" Tanya Ibu Kibum lembut setelah meletakkan minuman hangat itu dimeja belajar Kibum dan mengusap rambut basah Kibum

"I-Ibu?" Gumam Kibum menoleh kearah Ibunya, rautnya sedikit takut melihat wajah Ibunya, bahkan Kibum dengan cepat memalingkan wajahnya lagi.

"Sini nak" Ibu Kibum menuntun Kibum agar duduk diranjangnya dan Kibum menurut walau masih takut-takut.

Ibu Kibum meraih kepala Kibum dan menyandarkannya di bahunya, tangannya mengusap kepala Kibum sayang.

"Maafkan Ibu Kibum-ah, Ibu benar-benar menyesal" Ucap Ibu Kibum penuh sesal "Ibu hanya tidak suka Kibum bersikap kasar" Lanjutnya

"Maafkan aku juga, Bu. Aku hanya tidak suka Ibu lebih menyayangi Kyuhyun daripada aku, aku tidak mau Ibu menyayangi selain aku dan Saehee, hanya Ibu dan Saehee yang aku punya didunia ini Bu" Balas Kibum mengakui alasan ia bersikap kasar tadi sore.

"Jinjja?" Rasanya Ibu Kibum ingin tertawa saat ini juga"Ibu tidak membeda-bedakan rasa sayang Ibu pada Kibum dengan yang lain" Ibu Kibum beralih menangkup kedua pipi tembem Kibum dan tersenyum disana.

"Tapi kenapa Ibu terlihat senang jika Kyuhyun memeluk Ibu?" Kibum mulai cemberut membuat Ibu Kibum tersenyum lagi.

"Sayang, Ibu hanya ingin mengobati sedikit kerinduan Kyuhyun pada Ibunya. Kau tahu, Kyuhyun jarang mendapat perlakuan istimewa seperti ini dari orang-orang yang ada dirumahnya" Jelas Ibu Kibum, sungguh hatinya berdenyut sakit mengatakan ini pada Kibum

"Aku tahu, tetapi aku tidak mau berbagi Ibu dengan orang lain, Bu" Rengek Kibum semakin mempoutkan bibirnya.

"Tidak sayang, Ibu hanya milik anak-anak Ibu, arrachi?" Dan Kibum hanya mengangguk masih dengan bibir cemberutnya "Daan, setelah ini datanglah kerumah Kyuhyun, bawakan dia makanan, Ibu yakin dia belum makan malam sepertimu" Perintah Ibu Kibum yang sukses membuat Kibum mendelik

"Kenapa aku harus kerumahnya? Shireo? Aku tadi sudah mengusirnya, bagaimana jika dia nanti balik mengusirku? Kan malu, Ibu. Andwae..andwae...andwae..." Kibum menggelengkan kepalanya cepat. "Dan aku tidak suka Kyuhyun!"

"Kibum-ah, dengar Ibu nak. Kau harus minta maaf pada saudaramu sendiri-"

"Apa? Saudaraku? Sendiri?" Sela Kibum merasa ia salah dengar "Kyuhyun saudaraku?" Lanjutnya

"Ah-e, beg-begini. Tentu saja Kyuhyun saudaramu, semua manusia yang ada didunia ini bersaudara, Kibum" Aah jawaban yang lumayan masuk akal, Kibum pun meng-amininya saja.

'Ini bukan waktu yang tepat kau untuk mengetahui yang sebenarnya Kibum-ah' Batin Ibu Kibum

.

.

Walaupun harus memerlukan usaha keras untuk membujuk Kibum agar mau mendatangi rumah Kyuhyun, akhirnya Ibu Kibum berhasil. Kibum berjalan gontai menyusuri jalanan menuju rumah Kyuhyun dengan menjinjing tas berisi makanan.

"Ck, kenapa pula Ibu menyuruhku menginap segala dirumah Kyuhyun, pastilah anak itu senang bukan main nanti, huuh" Gerutu Kibum dalam perjalanannya.

Kibum sampai dirumah Kyuhyun, bel pintu utama sudah Kibum pencet, namun tidak ada sahutan. Lama Kibum menunggu namun Kyuhyun tidak juga keluar.

10 menit...

20 menit...

30 menit...

58 menit...

"Aisshh, aku sudah mirip kambing congek jika seperti ini, lebih baik aku pulang saja. Lagipula aku sudah sangat lapar, huft" Dengus Kibum dan kembali melangkah pergi dari rumah Kyuhyun.

.

.

.

Diperjalanan, Kibum masih mengeluarkan umpatan-umpatan untuk Kyuhyun yang tidak membukakan pintu. Menendang-nendang kerikil jalanan sebagai pelampiasan kekesalannya. Tiba-tiba pandangannya tertuju pada sesosok makhluk yang duduk di bangku taman. Postur tubuhnya mirip Kyuhyun. Kibum mendekati sosok itu.

Puk..!

Menepuk pundak sosok itu dari samping membuat sosok yang ternyata benar Kyuhyun itu menoleh dan sedikit kaget.

"Kibum-hyung?"

"Eum, aku disuruh Ibuku untuk membawakanmu ini kerumah, kau belum makan kan?" Ucap Kibum yang menunjukkan tas makanannya.

"Jinjja? Kau tidak membenciku hyung?" Tanya Kyuhyu penuh binar

"Maafkan atas sikapku tadi" Kibum tersenyum dan Kyuhyun langsung memeluk Kibum membuat Kibum tersentak.

"Kyu apa yang kau lakukan, orang-orang akan berfikir macam-macam jika kita seperti ini" Kibum mencoba menjauhkan dirinya dari Kyuhyun yang memeluknya erat

"Gomawo hyung, aku sangat senang kau tidak membenciku" Riang Kyuhyun

"Memangnya kau fikir apa? Aku mencintaimu?" Ledek Kibum dan Kyuhyun melepas pelukannya masih dengan senyum 5 jarinya.

"Kuharap seperti itu, dan jika kau seorang yeoja pasti aku akan menjadikanmu yeojachinguku dan akan menikahimu hyung" Celetukan dahsyat yang berhasil membuat para pejalan kaki ditaman itu berhenti sejenak lalu menatap KiHyun dengan tatapan aneh.

"A-eh, apa maksudmu?" Karena malu, Kibum berjalan duluan mendahului Kyuhyun yang saat ini sudah mengekor dibelakangnya.

"Hyung tunggu aku~"

.

.

.

KiHyun sampai dirumah Kyuhyun, mereka makan malam bersama disertai gurauan entah itu ejekan atau cibiran satu sama lain yang membuat makan malam Kyuhyun menjadi berwarna kali ini. Setelah mereka makan, Kibum menyuruh Kyuhyun mandi dan dia menunggu di ranjang Kyuhyun..

"Hmmm kapan ya aku bisa punya kamar seperti ini?" Gumam Kibum melihat-lihat isi kamar Kyuhyun, Kibum menyipitkan matanya ketika melihat sesuatu yang terselip dibawah almari Kyuhyun. Kibum beranjak mengambilnya.

Foto

"Sepertinya ini tidak asing" Kibum mengamati foto itu, foto seorang laki-laki sekitar 30 tahunan menggendong seorang bayi laki-laki dan tersenyum lebar disana. Tetapi ada yang sedikit mengganggu foto itu, sepertinya kameramennya tidak canggih karena ada sepatu anak kecil tepat didepan kamera itu sehingga malah terkesan menjadi bingkai di foto itu, dan sepatu itu juga modelnya sama dengan sepatu yang dipakai anak kecil dalam gendongan laki-laki itu, hanya warnanya saja yang berbeda.

Kriett..

Terdengar suara pintu kamar mandi dibuka, menampilkan Kyuhyun yang hanya berbalut handuk yang melingkar dipinggangnya.

"Hyung? Apa yang kau lakukan?" Tanya Kyuhyun

"Ah, ani. Aku hanya menemukan foto ini dibawah almarimu" Kibum menunjukkan foto itu pada Kyuhyun "Apakah ini kau sewaktu kecil?" Tanya Kibum

"Eum, itu aku dan itu Papa. Kau mau? Ambil saja?" Jawab Kyuhyun yang kini membuka lemarinya untuk mengambil pakaian

"Ah, gomawo" Kibum malah senang Kyuhyun memberinya foto itu

"Benar kau ingin mengambilnya?" Tanya Kyuhyun

"Kau tidak sungguh-sungguh memberikannya?"Kibum malah bingung

"Haha, ambilah. Aku tidak memerlukan itu, aku masih punya banyak" Jawab Kyuhyun dan memakai bajunya

"Ah, iya Kyu"

"Apa~"

"Aku pulang dulu ya?"

"Oh, ne hyung. Hati-hati ya? Sampaikan salam terimakasihku pada Omonim" Jawab Kyuhyun tersenyum yang membuat Kibum mengernyit.

'Kenapa begini? Harusnya kan dia menahanku untuk menginap disini, aku tidak mau memintanya duluan'

Batin Kibum gengsi, dengan langkah beratnya Kibum keluar dari kamar Kyuhyun sambil memasukkan foto tadi kedalam saku jaketnya.

'Hhhh, sebenarnya aku ingin Kibum hyung menginap disini, ah mungkin belum waktunya'

.

.

.

Kibum berjalan menuju rumahnya dengan langkah pelan, kedua tangannya memegang foto yang ia temukan dirumah Kyuhyun. Matanya fokus mengamati foto itu. Fikirannya kembali pada saat Ibunya memperlihatkan foto sewaktu ia masih kecil, ia teringat sepatu yang dipakai laki-laki ini juga sama persis dengan sepatu yang dipakai laki-laki yang ada difoto milik Ibunya.

"Ah, mungkin hanya mirip saja" Sanggah Kibum menyangkal fikiran-fikiran yang memenuhi otaknya. Walau masih penasaran Kibum memasukkan foto itu asal ke saku jaketnya dan kembali melangkah, ia berniat ingin meminjam album foto Ibunya lagi nanti dan memastikannya sendiri.

.

.

.

"Sajangnim, apa ada sesuatu yang menganggu fikiranmu?" Tanya sekertaris Hwang pada Papa Kyuhyun yang terlihat sedang melamun dimeja kerjanya.

"Ah- aniyo" Jawab Papa Kyuhyun yang sudah sadar dari lamunannya karena teguran dari sekertaris Hwang "Sekertaris Hwang?" Panggil Papa Kyuhyun setelahnya.

"Ne, Sajangnim"

"Kapan jadwalku kosong?" Tanya Papa Kyuhyun, dan jawaban dari sekertaris Hwang membuatnya mendesah kecewa karena jadwalnya sangat padat minggu ini, bahkan ia tidak bisa menghadiri acara pertemuan orangtua disekolah Kyuhyun yang baru padahal itu sekolah miliknya. Niatnya Papa Kyuhyun ingin mencaritahu tentang hyung barunya Kyuhyun jika jadwalnya kosong. Tetapi bagaimana? Esoknya ia harus terbang ke China dan lusa dia sudah harus berada di Jepang.

"Sajangnim, apa sebaiknya kau pulang saja malam ini dan beristirahat, kurasa tubuhmu sangat lelah" Saran sekertaris Hwang "Dan...mungkin Kyuhyun juga merindukanmu" Lanjut sekertaris Hwang.

"Kurasa kau benar, baiklah aku akan-"

Kriiing...Kriiiing...

"Ne, Kyuhyun-ah ada apa nak?"

"Papa! Besok hari terakhir aku libur, temani aku membeli sepatu ya? Kemarin Ahra Noona membelikanku sepatu tetapi aku lupa melemparnya kemana, aku takut dia marah jadi aku ingin membeli yang baru sebagai gantinya, Papa bisa kan?" Cicit Kyuhyun diseberangsana dengan semangat empat lima

"Kyuhyun-ah, Papa sangat ingin menemanimu nak, tetapi-"

"Aaah, arasseo. Aku tahu Papa sibuk, maafkan aku sudah mengganggu Papa. Dan soal PS baru yang Papa janjikan itu aku sudah melupakannya, Papa tidak perlu membelikannya. Sampai jumpa"

PIP

"Kyu..Kyuhyun-ah" Panggil Papa Kyuhyun padahal sambungan telepon sudah diputus "Maafkan Papa nak" Sesal Papa Kyuhyun, ia menatap sedih layar ponselnya. Sementara sekertaris Hwang hanya menundukkan kepalanya merasa prihatin dengan keadaan keluarga Sajangnimnya. Papa Kyuhyun segera pulang setelahnya, mengingat ini juga sudah malam.

Mansion Cho...

Kyuhyun tampak terlihat biasa-biasa saja walau Papanya tidak bisa menemaninya membeli sepatu dengan alasan pekerjaan. Hey, dia punya hyung sekarang, dia bisa meminta pada hyung barunya untuk menemaninya besok, kalau hyungnya tidak mau, dia akan merengek didepan rumah hyungnya dan meronta-ronta dengan nada yang dibuat sesedih mungkin. Kkkkk. Kyuhyun terkikik sendiri membayangkan hal itu dikamar besarnya.

Deru suara mobil memasuki area mansion milik Kyuhyun, Kyuhyun hanya memutar bola matanya malas. Setelahnya ia berpura-pura tidur. Tak lupa ia mengunci pintu kamarnya agar siapapun tidak bisa masuk dan mengucapkan kata selamat tidur disertai permintaan maaf. Kenapa mengucapkan maaf hanya saat dia tertidur, bukankah saat ia tidak tidur malah sebenarnya waktu yang pas untuk megatakannya dan Kyuhyun juga bisa membalas perkataan itu?

Kibum sampai dirumahnya...

"Kenapa pulang, eoh?" Tanya Ibu Kibum diambang pintu karena barusaja membukakan pintu untuk Kibum

"Ibu ini bagaimana? Bukannya senang anaknya pulang?" Kibum cemberut membuat Ibunya tersenyum gemas

"Bukan begitu Kibum-ah, Ibu kan memintamu untuk menginap dirumah Kyuhyun tadi, tidak jadi, eoh? Waeyo?" Tanya Ibu Kibum lembut

"Kyuhyun tidak mau aku menginap disana" Jawab Kibum asal

"Jinjja? Bukan kau yang tidak mau kan?" Selidik Ibu Kibum

"Ibu~ aku ngantuk Bu~" Mulailah Kibum merengek-rengek dan menghentak-hentakkan kakinya didepan pintu. Ibu Kibum semakin tersenyum lebar, jika seperti ini ia jadi ingat Kibum kecilnya yang akan merengek didepan pintu sambil menunjuk-nunjuk abang penjual eskrim keliling.

.

.

.

Mentari mulai menelisik masuk lewat celah-celah jendela kamar Kyuhyun, jam weker di nakas samping ranjangnya menunjukkan pukul 9 kurang sedikit. Tidak ada tanda-tanda kehidupan diranjang besar Kyuhyun, hanya gundukan selimut yang dilipat asal oleh siempunya dan meninggalkan jejak bekas berupa sprei basah berbentuk lingkaran sebesar tutup toples ukuran sedang.

Cklek..

"Aishy, aku harus membersihkan ini lagi? Tapi aku malas, aku kan mau berbelanja dengan Kibum hyung" Kyuhyun yang barusaja keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah juga aroma wangi sabun berkacak pinggang menatap sprei malangnya yang terkena pipis Kyuhyun semalam.

Akhirnya Kyuhyun hanya menutupi sprei basah itu dengan selimut, takut-takut ada pelayan masuk dan mengetahui dia masih pipis malam-malam dicelana. Kan malu, padahal itu sudah bukan rahasia lagi dikalangan para pelayan rumah Kyuhyun, mereka sering membicarakan masalah ini satu sama lain tanpa sepengetahuan Kyuhyun tentunya. Dan siapa dalang dari semua itu? Tentunya Ahra Noona yang pernah suatu hari memergoki kasur Kyuhyun basah saat ia mencoba tidur siang dikamar adiknya karena kamarnya barusaja di pel. Ahra dengan raut kesal keluar kamar Kyuhyun dan berteriak-teriak histeris mirip fangirl yang ketemu idolanya"Kyuhyun ngompol..Kyuhyun ngompol...Kyuhyun ngompol..."

Setelah berdandan rapi dan ganteng, Kyuhyun tak lupa membawa dompet berisi uang tunai,kartu kredit,KTP,uang won lama sebagai koleksi,fotonya terbaik menurutnya dan ia cetak berukuran 4x6 lalu diselipkan di dompet dan barang lainnya yang muat disompetnya yang bermerk itu. Kemudian beranjak keluar dari kamar, eh ada yang ketinggalan.

"Handphone" Gumam Kyuhyun dan bergegas kembali lagi masuk ke kamarnya mengambil ponsel yang masih ia charger, tak lupa power bank untuk jaga-jaga dikala ia sedang selfie malah batrenya habis kan gak banget.

Rumah Kibum...

"Ibuuu, Saehee kenapa dari kemarin belum buang air besar?" Tanya Kibum pada Ibunya yang sibuk melipat pakaian milik Saehee merasa khawatir pada adiknya yang dari kemarin belum buang air besar, takut terjadi sesuatu pada adiknya.

"Aah, kau benar Kibum-ah, apa dia salah makan? Tapi Ibu memberinya makan seperti biasa" Ibu Kibum mendatangi Kibum dan Saehee

"Bagaimana jika kita ke dokter saja Ibu?" Kibum semakin khawatir dengan adik kecilnya

"Tunggulah sampai nanti sore Kibum-ah, kalau nanti sore Saehee belum buang air, baru kita membawanya ke dokter" Ucap Ibu Kibum yang dituruti Kibum walau sedikit kecewa, dan kembali Kibum bermain dengan adiknya

"Apa perutmu sakit? Saehee-ah katakan pada Oppa jika kau sakit, ne? Jangan diam saja seperti bayi 8 bulan" Gurau Kibum yang mau tak mau membuat Ibu Kibum terkekeh, anak laki-lakinya ini ada-ada saja, Saeheekan memang seorang bayi 8 bulan.

.

.

Kyuhyun sampai didepan rumah Kibum, tersenyum senang disana, mengambil nafas daaaaan...

"Anyeonghaseyo Kibum hyuuuung...Omoniiiiiiimm...~" Teriakan membahana Kyuhyun lontarkan didepan rumah Kibum yang mau tak mau membuat tetangga Kibum melongok kejendela rumah mereka

"Woy! Lu gila ya?"

"Lu pikir ini stadion punya engkong lu?!"

"Pergi sono kalo mau bikin ribut jangan disini!"

"Hehe, mianhamnida..mianhamnida" Kyuhyun hanya bisa nyengir bodoh dan tangannya memberi simbol yang artinya mengajak damai

"Kibum-ah, apa itu berisik-berisik?" Tanya Ibu Kibum yang sudah kembali melakukan kegiatannya melipat pakaian

"Entahlah, aku akan melihatnya" Jawab Kibum dan mengangkat Saehee untuk ia pindahkan dikasur kecil agar Saehee tidak merangkak kemana-mana, setelahnya Kibum melesat ke lantai bawah.

Kibum terburu-buru bahkan sampai lupa tidak mengenakan sandal..

"Kyuhyun-ah?" Kibum menautkan kedua alisnya "Kau sedang apa,eoh?"

"Kibum hyung!" Pekik Kyuhyun senang, ia tersenyum 5 jari membuat Kibum menutup matanya dengan lengan kanannya karena gigi Kyuhyun bersinar sangat terang saat ia tersenyum tadi. "Waeyo?" Raut Kyuhyun berubah, seketika cahaya menyilaukan itu hilang ketika Kyuhyun tidak tersenyum.

"Pasta gigi apa yang kau pakai,eoh? Gigimu bahkan lebih silau dari kaca spion" Kibum sudah membuka matanya dan memasang raut cemberut

"Ah, benarkah? Entahlah, aku hanya mengambil pasta gigi Papa tadi" Kyuhyun sudah bersiap akan tersenyum lagi tetapi Kibum dengan sigap segera menariknya masuk kedalam rumah sebelum cahaya silau itu merusak matanya.

"Kau mau apa,eoh? Kenapa kemari?" Tanya Kibum sambil membawa Kyuhyun naik ke lantai atas

"Aku mau beli sepatu" Jawab Kyuhyun riang,Kibum mengehntikan langkahnya di tengah-tengah tangga membuat Kyuhyun juga berhenti

"Disini laundry, bukan toko sepatu"

"Aku mau mengajakmu"

"Mengajakku? Andwae!"

"Aku tidak menerima penolakan, kajja aku ingin bertemu Omonim" Kyuhyun melangkah santai melewati Kibum "Omoniiiim, neomu bogoshippo~"

Kibum hanya mendengus, dan melangkahkan kakinya kesal menyusul Kyuhyun. Dilantai atas dilihatnya Kyuhyun yang sudah memeluk manja Ibunya, Kibum hanya mencibir dan berlalu melewati keduanya dan langsung mengajak Saehee bermain lagi. Ibu Kibum yang melihat putranya seperti itu perlahan melepas pelukan Kyuhyun..

"Omonim, bolehkan aku mengajak Kibum hyung membeli sepatu?" Tanya Kyuhyun pada Ibu Kibum, meminta restu maksudnya

"Kenapa tidak mengajak Papamu,eoh?" Bukan Ibu Kibum yang menjawab, tetapi suara Kibum yang sedang menyodorkan mainan pada Saehee.

"Tadinya aku mau mengajaknya,tapi dia sibuk. Jadinya aku memintamu untuk menemaniku hyung. Omonim, bagaimana boleh kan? Sekalian Kibum hyung juga membeli sepatu, kan besok pagi sudah sekolah" Jawab Kyuhyun panjang lebar dengan raut binar

"Aku tidak beli sepatu, sepatuku sewaktu SMP masih bisa dipakai, untuk apa aku membeli yang baru, buang-buang uang saja" Tolak Kibum, padahal dia sangat menginginkan sepatu baru tetapi melihat kondisi ekonominya dia enggan untuk meminta pada Ibunya. Ibu Kibum merasa sedih mendengar hal itu, ia sangat tahu putranya pasti juga sama dengan anak-anak yang lain yang menginginkan hal serba baru ditahun ajaran baru, apalagi dihari pertamanya memasuki sekolah baru.

"Baiklah Kyu, biar nanti Kibum menemanimu membeli sepatu, lagipula sepatu Kibum juga sudah jelek" Ibu Kibum menyahut sebelum Kibum mengeluarkan sangkalan-sangkalannya

"Ibu?" Kibum mendelik kearah Ibunya, matanya mengisyaratkan 'Darimana uangnya, Bu?'

"Gomapta Omonim" Kyuhyun merasa sangat senang "Hyung, kita akan membeli sepatu"

"Tunggu sebentar, biar Ibu ambilkan uangnya" Ibu Kibum hendak berdiri namun tangannya dicegah Kyuhyun, Ibu Kibum kembali terduduk.

"Tidak perlu Omonim, pakai uangku saja." Ucap Kyuhyun

"Kyuhyun-ah, kami tidak mau merepotkanmu, sudah Ibu ambil dulu,ne"

"O-Omonim, gwaenchana, sungguh" Kyuhyun menggenggam jemari Ibu Kibum, meyakinkan" Jebal~" Mohonnya

Ibu Kibum tersenyum dan balas menggenggam jemari Kyuhyun "Baiklah Kyu, terimakasih banyak, ne"

"Aah, bukan apa-apa Omonim, sekedar balas budi saja, aku kan juga sering merepotkan Omonim dan Kibum hyung karena sering makan disini, hehe" Jawab Kyuhyun cengengesan membuat Ibu Kibum tersenyum.

"Itu benar, kau juga harus membayar biaya cuci piringnya, arasseo?" Timbrung Kibum, awalnya dia merasa tidak enak harus menerima kebaikan Kyuhyun yang mau membayari sepatunya, tetapi takut melawan Ibunya dan tidak ingin disiksa dikamar mandi, Kibum menerimanya.

"Mwo? Perhitungan sekali?" Kyuhyun gantian mendelik membuat Kibum tersenyum menang.

Seketika semua yang ada disana tertawa. Kibum menggendong Saehee mendekat kearah Kyuhyun dan Ibunya, berniat memberikannya pada Ibunya siapa tahu Saehee haus dan ingin minum.

"Kibum-hyung, bolehkah aku menggendong Saehee, sejak aku berkunjung kemari aku belum pernah menggendongnya" Pinta Kyuhyun membuat Kibum menatapnya dengan arti 'Apa kau yakin bisa menggendong bayi?'

"Palli hyung berikan Saehee padaku" Kyuhyun mengulurkan kedua tangannya berniat menggendong Saehee. Walau ragu Kibum memberikan Saehee pada Kyuhyun, awalnya Kyuhyun sempat kaget karena kaki Saehee melonjak-lonjak membuat ia kesusahan untuk menggendongnya, namun tangan Kibum yang masih memegang Saehee bisa membantunya.

"Aaa-h, kau bersama Oppa barumu Saehee-ah" Kyuhyun berhasil menggendong Saehee walau masih kaku, tidak seluwes Kibum saat menggendong Saehee. Dan Saehee hanya bergumam tidak jelas dan memegang kedua bahu Kyuhyun seraya mengerti itu tempat untuk berpegangan, tetapi ketiga orang dewasa itu tidak sadarkah jika tubuh Saehee sedikit menegang?

"Hati-hati, awas kau sampai menjatuhkannya" Ancam Kibum yang hanya ditanggapi Kyuhyun dengan cibiran.

"Awas Kyu, Saehee bisa pipis kapan saja dan dimana saja lho" Peringat Ibu Kibum seraya tersenyum

"Omonim tenang saja, ak-" Kyuhyun mengendus-ngendus seperti mencium sesuatu "Bau apa ini?" Mengendus lagi, membuat Kibum dan Ibunya mengernyit

"Memangnya bau apa?" Tanya Kibum yang kini ikut mengendus bau yang Kyuhyun cium

"Entahlah, baru kali ini aku mencium bau seperti ini, seperti pepaya busuk" Jawab Kyuhyun yang semakin serius mengendus bau yang semakin tercium jelas itu.

"Pepaya busuk? Perasaan Ibu tidak menyimpan pepaya" Ucap Ibu Kibum mengingat-ingat dia tidak mempunyai pepaya.

"Naah..! Ini dia yang ditunggu-tunggu, assa!" Pekik Kibum senang bukan main yang kini mengetahui sumber bau itu ketika wajahnya ia dekatkan pada pantat Saehee yang ada digendongan Kyuhyun.

"Ditunggu-tunggu? Memangnya apa yang kau tunggu hyung?" Tanya Kyuhyun bingung

"Ibuu, Saehee tidak sakit bu, dia sudah buang air besar sekarang!" Lapor Kibum pada Ibunya membuat Ibunya tersenyum lega, sedangkan Kyuhyun hanya ber-oh saja.

1 detik

2 detik

3 detik

"APA?!"

Pekikan membahana dari Kyuhyun yang baru sadar Saehee buang hajat dipelukannya, bukannya takut Saehee malah terkikik senang, dikira Kyuhyun sedang mengajaknya untuk bermain 'ciluk-ba'

.

.

.

KiHyun memasuki sebuah mall terbaik di Korea Hyundai Departement Store atau HDS, Kyuhyun meminjam baju Kibum karena bajunya sedang dicuci karena kejadian konyol tadi. Kibum terlihat senang terlihat sedaritadi ia terus menyunggingkan senyuman terbaiknya, begitupun Kyuhyun.

Keduanya berjalan mengelilingi mall itu dengan beragam candaan gurauan dan tawa bersama.

"Kyu, apa uangmu masih?" Tanya Kibum saat mereka baru keluar dari toko sepatu, keduanya sama-sama menjinjing tas yang isinya sama, sepatu

"Memangnya kenapa hyung? Hyung ingin sesuatu, katakan saja" Jawab Kyuhyun

"Bagaimana jika bermain itu, tidak lama. Aku hanya ingin mencobanya saja" Ucap Kibum walau sedikit ragu, tetapi arena timezone itu membuatnya penasaran, maklum Kibum jarang-jarang datang ketempat yang beginian, sama kayak saya, haha.

"Wow! Kajja kajja, aku juga ingin bermain itu" Kyuhyun langsung berbinar mendapati tempat bermain kesukaannya sejak kecil jika ia jalan-jalan ke mall, Kibum menyusul Kyuhyun dibelakangnya.

"Kyu?" Panggil seseorang dari arah sebelah kanan Kyuhyun membuat KiHyun menghentikan langkahnya dan orang itu mendekat

"Kau Kyuhyun, kan?" Tanya orang itu

"Nugu?" Tanya Kyuhyun balik

"Kau tidak mengingatku?" Tanya orang itu setelahnya tersenyum, mulut Kyuhyun sedikit menganga dan telunjuknya menunjuk orang itu ketika ia melihat dua lesung pipi tercetak tatkala orang itu tersenyum.

"Siwon hyung!" Pekik Kyuhyun mengingat orang itu

"Ne, ini aku. Kau tidak ingat teman SD mu,eoh?" Dan keduanya berpelukan melepas rindu yang telah lama terpendam, ya Siwon adalah teman Kyuhyun sewaktu SD, mereka bersekolah di SD terelit dikota mereka.

"Mian Siwon hyung, kau tampak lebih tampan sekarang, aku sampai pangling. Kalau saja tidak kau tunjukkan lesung pipimu itu mungkin aku tidak akan mengenalmu" Jawab Kyuhyun jujur

"Ah, kau ini haha"

"Oh iya, apa yang kau lakukan disini hyung?" Tanya Kyuhyun duluan sebelum Siwon mendahuluinya.

"Aku ikut Papa menengok mall ini" Jawab Siwon

"Menengok?" Kyuhyun memiringkan kepalanya sedikit, memangnya mall ini sakit? Kenapa perlu ditengok. Siwon terkekeh pelan

"Mall ini punya Papa" Jawab Siwon sedikit memelankan suaranya takut dikira dia sombong.

"A-ooohh, begitu yaa, lalu bagaimana dengan perusahaan Papamu yang satunya itu hyung?"

"Masih ada, kemarin Papa baru melakukan launching produk terbaru di Taiwan"

"Taiwan?"

"Iya Taiwan, memangnya ada apa?"

"Ani, tetapi entah kenapa akhir-akhir ini aku sering mendengar nama negara itu" Jawab Kyuhyun

"Siwon-ah" Seseorang menepuk pundak Siwon membuat Siwon menoleh

"Papa?" Kaget Siwon

"Siapa ini? Apa dia temanmu?" Tanya orang yang teryata Tuan Choi atau Papa Siwon

"Iya Papa, dia Kyuhyun, Papa tentu ingat. Papanya yang punya lembaga pendidikan di Taiwan, Cho Abeoji, teman Papa kan?" Jawab Siwon semangat

"Aah, Cho Kyuhyun, yayaya Papa ingat. Wah, tak kusangka kita bertemu disini Kyu. Bagaimana kabar Papamu dan lembaganya?" Tanya Tuan Choi

"Aah, Papa sehat dan lembaganya juga lancar-lancar saja Abeoji"

"Ooh, arasseo. Kau sendiri?" Tanya Papa Siwon lagi

"Ani, aku bersama hyung-...ku" Kyuhyun celingak-celinguk mencari keberadaan Kibum "Kemana dia?"

"Kau cari siapa Kyu?" Tegur Siwon

"Hyungku, tadi dia disini bersamaku, kemana perginya?" Kyuhyun masih celingukan

"Hyung? Kau punya hyung? Bukankah kau hanya punya Ahra Noona?" Tanya Siwon yang sedikit banyak telah mengetahui silsilah keluarga Cho

"Ah, Abeoji,hyung aku harus mencari hyungku, kapan-kapan kita bertemu lagi, ne. Sampai jumpa" Setelah membungkuk sekilas tanpa menggubris pertanyaan Siwon, Kyuhyun segera melesat meninggalkan Siwon dan Papanya.

'Apa Cho sudah mengungkap semuanya?' Batin Papa Siwon yang memandangi punggung Kyuhyun yang semakin menjauh.

.

.

.

Hohoho, Ibu Kibum kelewat kejam ya? Hehe, mian karena terlalu berlebihan, habisnya sinetron kebanyakan gitu sih :p

.

.

.

.

Yolyol: KiHyun emang sodaraan kayaknya chingu

Septianurmalit1: hahaha sudah saya jawab kan ya?

MinGyuTae00: iya KiHyun sodaraan, baik karena ini bukan kisah Cinderella yang maknye galak wkwkwk gomawo

Hanna shinjiseok: wkwkw makasih banyak supportnya chingu, iya deh ini ff walau menurut saya datar2 aja tapi akan tetap saya lanjutkan! Hwaiting! Gomawo ne

Awaelfkyu13: wkwkwk h'o KiHyun sodaraan haha wah kamu pinter

Kyuli99: yes, KiHyun are always be twins brothers kkkkk

Cho eun byung: oke dilanjut nih

Sheehae: iya chingu, saya sudah cinta mati sama KiHyun kembar hahaha

Yeri LiXiu: hahahaha KiHyun emang sodaraan chingu

Eummm SuShow ya? Kayaknya engga tuh chingu, sedih juga sih kaga bisa nonton idaolanya, huhu. Cuman ya gimana lagi? Ah belum rejekinya, hehe

ningKyu: makasih semangatnya, yha ini kebanyakan part gakpentingnya gitu, hhehehe oke deh ntar bakal diselesaiin ni ff.

posaidon: ini udah keluar..hehe

Sofhie Kim : Kalau masalah Saehee, itu ntar di chap belakang hehe. Gomawo n salam kenal juga