Stella kembali ~

Thankyou so much for you all yang udah review :)

Ayo baca fic ini dengan semangat !


Title : My, Your Partner (chapter 4)

Author : StellaSJ

Cast(s) : Sungmin, Donghae, Eunhyuk , Kyuhyun , Leeteuk , Kangin, Yesung , Kibum, Siwon , OC

Pairing(s) : HaeMin , KyuHyuk , EunHae, KyuMin, SiBum

Rate : T

Genre : Drama, Romance, Action

Warning : BOYS LOVE. Don't like Don't Read . Typo(s) . OOC

DISCLAIMER : I DO NOT OWN ANYTHING EXCEPT MY FIC (ALL GOES TO SMENT dan Tuhan YME pastinya)


"SUNGMIN-HYUNG!"

Donghae mendorong pria berjas hitam didepannya . Pria itu terjengkal . Tapi salah satu temannya , mengikat tangan Donghae ke belakang .

"Sial! Lepaskan aku !" , Donghae memberontak , diinjaknya sepatu hitam tebal pria berjas itu . Pria itu berjingkat-jingkat . 'Rasain lo , gini-gini injakkan ku mantap'

Di sudut mata Donghae , ia melihat Sungmin sedang berusaha melepaskan diri dari pria berjas hitam yang terlihat paling kekar dan paling besar itu . ' Gimana bisa Sungmin-hyung sekecil itu bisa lepas dari pria gorilla itu' , pikir Donghae sambil menarik nafas panjang , mencari-cari ide dalam otaknya .

Sungmin membalikkan badan ,melompat dan menendang wajah pria itu . BUAG! , Pria besar itu terpental dan mengelus-elus wajahnya yang kena tendangan

Donghae melotot dan menatap tidak percaya . 'Oh aku lupa , Sungmin-hyung kan ahli martial arts' . Ia tersenyum 'Kalau begini sih jadi kecil…'

DUAG! . Donghae terperanjak , ada seseorang menyerangnya dari belakang . Sambil meringis kesakitan dia memegang tengkuknya yang kena pukul . 'Kalau begini caranya , ternyata harusnya aku yang dikhawatirkan' . Donghae hendak melawan tapi lagi-lagi pria itu mengikat tangannya dibelakang . 'Sial!'

BUG! BUAG BUAG DUAG!

Empat pukulan telak diterima Donghae dua kali di wajah , perut , dan dadanya . Darah mengalir di sudut bibirnya .

"D-donghae !" , Sungmin terkejut dengan perlaukan pria-pria itu . "Kurang ajar kalian!" , Sungmin berlari ke arah Donghae . Tetapi pria berjas hitam itu mencegahnya .

"Kau pilih diam atau kuhabisi temanmu ini?" , Pria itu mengepalkan tangannya ke wajah Donghae , siap untuk menghabisinya sekali lagi .

Sungmin terdiam seribu bahasa , wajahnya pucat , bulir-bulir keringat mengalir deras di wajahnya . Apa yang harus dia lakukan ?

"Sungmin-hyung…aku..baik-baik saja..cepat lari.." , Donghae tertatih-tatih , ia memberi isyarat untuk pergi

Sungmin menggeleng , Ia menatap Donghae tajam . Bagaimanapun tidak mungkin ia membiarkan dongsaengnya itu dihajar lagi . Ia tidak akan sudi bagaimanapun caranya .

BUAG! Satu kali , telak menghantam perut Donghae , kesadaran Donghae mulai memudar .

"Kalian !" , Sungmin melempar kayu yang ada didekatnya , tepat mengenai kepala pria yang memukul Donghae . "Kalian berani sentuh dia sekali lagi ! Aku patahkan kaki kalian satu persatu!"

"Coba saja kalu bisa" , pria berjas hitam yang paling besar itu memegang dan menarik tangan Sungmin .

"Lepaskan!", Sungmin memberontak , tapi pria yang satu ini terlalu besar dan kuat .

Donghae menyipitkan matanya , ia mulai berkonsentrasi agak kesadarannya kembali . "Ngh…Sungmin-hyung…" , dengan darah mengalir dan memar-memar yang ada tubuhnya , Ia lagi-lagi mencoba melepaskan diri .

"Hae-ya!" , Sungmin tersenyum lega Donghae sudah kembali sadar . Pria gorilla itu memelintir kedua tangan Sungmin . "Argh!"

"Hyung!"

"Jangan bergerak dan turuti perintahku atau kuperintahkan anak buahku untuk menghajar temanmu lagi", sang pria berbisik pada Sungmin

Wajah Sungmin makin memucat , ia menggigit bibir bawahnya , matanya menunjukkan kesedihan . "Hae…"

Donghae hanya menatap khawatir pada hyung-nya itu . 'Sungmin-hyung..kumohon..jangan katakan itu..' , ia sebenarnya ingin meneriakkan kata-kata dari mulutnya itu , tapi apa daya , ia sudah tidak punya tenaga .

"Hae..tolong katakan pada Kyu ..aku…", Sungmin menahan air matanya yang ingin jatuh, dia benar-benar menahannya . Ia tak ingin dongsaengnya itu melihat dirinya yang cengeng dan mudah menangis . "Aku….akan baik-baik saja.."

'Tidak hyung, kau akhirnya mengatakan hal itu . Aku tidak suka ini...'

Di saat yang bersamaan si pria besar itu menyuntikkan sesuatu ke Sungmin . Obat penenang . Sesaat Sungmin terlihat kesakitan , namun akhirnya ia terjatuh dan tak sadarkan diri . Si pria besar itu menahan tubuhnya dan membawanya pergi.

Donghae sontak membelalak dan meneriakkan nama hyung nya "SUNGMIN-HYUNG!"

BUG!

Satu pukulan terakhir , Dongahe terjerembap ke tanah . Darah di sudut bibirnya masih menetes , ia memegangi perutnya yang memar .

0o0

Tok Tok Tok .

"Masuk"

Eunhyuk dengan berhati-hati melangkah masuk . Dilihatnya seorang namja dengan asyiknya bermain game Starcraft yang sedari tadi membuat suara keributan sampai ruang tengah . Eunhyuk menyalakan lampu dan membuka gorden .

"Kyu, berhenti mainnya"

"Enggak ah, lagi seru nih "

Eunhyuk duduk disebelah Kyu . "Kau ini daritadi main game terus , nggak bosen apa?"

"Enggak tu, lebih bosen lagi kalo nggak ngapa-ngapain kayak Hyung sekarang" , Kyuhyun menjulurkan lidahnya

'Sabar..sabar..' , Eunhyuk mengelus dada . 'Kalau bukan karna Hae dan Sungmin-hyung yang minta , aku udah hajar ni anak'

"Berhenti dong , nggak kasian sama itu mata udah jelek makin jelek lagi soalnya buat main game terus"

"Enak aja ini mataku mau digimanain itu tetep bagus tau hyung!", bantah Kyu sambil mengedip-kedipkan matanya . "Eh kok hyung ngomongnya udah kayak Minnie-hyung gitu sih ?"

Eunhyuk mengacak-acak rambut Kyu , "Ya emang Sungmin-hyung yang nyuruh aku buat mastiin kamu udah berhenti main game tau"

Kyuhyun manggut-manggut "Oh…", otomatis dia meletakkan stick PSP nya .

"Eh hyung…kok Donghae-hyung sama Minnie-hyung belum pulang ya?"

Eunhyuk mengangkat bahunya . "Mungkin mereka keasyikan belanja"

Kyuhyun mengerutkan alisnya berpikir keras . Tapi sesaat wajahnya berubah sedih . "Hyung, aneh nggak kalo aku bilang aku punya firasat nggak enak?"

Eunhyuk tertawa kecil . "Haha, memang nggak enak kenapa ? Kau udah kangen ya sama Sungmin-hyung? Dasar anak kecil.."

"Aniyo~ aku bukan anak kecil!" , Kyuhyun melempar Eunhyuk dengan bantal .

"Nggak tahu juga ,tapi tiba-tiba aku merasa khawatir aja…"

Eunhyuk yang merasa sedikit aneh dengan kelakuan Kyuhyun yang berubah melankolis ini sekali lagi mengacak rambutnya , maksudnya agar membuatnya tenang ."Sudah,sudah . Mereka mungkin sedang perjalanan pulang . Kau mau ikut aku kebawah atau tetap disini?"

"Ng..aku dikamar saja"

"Yasudah ..awas kau bermain game lagi ", Eunhyuk mengepalkan tangannya tanda mengancam

"Haha, iya hyung tenang saja tenang ." , Kyuhyun mengibas-ibaskan tangannya tanda mengusir .

BLAM . Eunhyuk keluar dan menutup pintu kamar .

Kyuhyun yang mati gaya di kamarnya lalu memutuskan untuk melakukan sesuatu . "Main game lagi ah…"

0o0

Namja itu berusaha berdiri semampunya . Sakit sekarang pun sudah tidak dipedulikannya lagi . "Aku..harus mengejar.."

Dengan tertatih-tatih Donghae mengejar para pria berjas hitam itu . Ia melihat Sungmin dimasukkan kedalam sebuah limusin hitam . "Tunggu!"

Sambil masih memegang perutnya yang memar dan lebam, Donghae berlari mengejar limusin hitam yang sudah berjalan cepat itu .

Matanya berkunang-kunang . 'Tahan,kau harus tahan Hae..' . Hampir menutup , matanya hampir menutup . 'Si…al'

BRUK

Rupanya Donghae tak dapat lagi berdiri . Badannya pun tak dapat lagi digerakkan lagi sesuka hatinya . Kesadarannya makin menghilang, dan pingsan…

"Gwenchanayo?"

Donghae perlahan membuka kelopak matanya. Cahaya lampu perlahan masuk ke retina-nya .

"Gwenchanayo chingu?"

Donghae mendengar suara perempuan dan alunan musik klasik di telinganya . Ia berusaha mendudukkan diri .."Argh.."

"Chingu, kau terluka parah , sebaiknya jangan bergerak dulu"

Donghae mengucek-ucek matanya . "Siapa?"

Gadis itu tertawa kecil . "Tadi saat aku keluar dari kafe ini kulihat kau sudah tiduran di tanah . Lalu kubawa kau ke kafe ini lagi"

Donghae melongo . Oh ternyata gadis ini sudah menolongnya . "Terimakasih banyak sudah menolongku.. Namamu?" , Donghae tersenyum .

"Seo Seulra, dan kau? " , gadis itu tersenyum manis dan mengulurkan tangan

Donghae membalas jabat tangannya . "Lee Donghae"

Gadis yang bernama Seulra itu beranjak dari tempatnya . Rambutnya panjang dan bergelombang , mata eye-smile , poninya di ikat ke belakang , style atasan bolero dan kalung unik serta rok selutut .

'Seperti gadis kaya raya' , tebak Donghae dalam hati .

"Donghae-ssi , aku harus cepat-cepat pergi , tadi Paman Soo Man meneleponku katanya dia membawa pulang hadiah . Aku jadi tidak sabar ingin pulang . Sudah yaa! Jaga dirimu baik-baik ! ", dengan riang-nya Seulra pergi dan melambaikan tangannya pada Donghae .

'Siapa lagi itu Paman Soo Man?', Donghae mengangkat bahunya . Toh bukan urusan dia .

'Cih' , Ia menyentuh ujung bibirnya yang masih sakit . 'Sial ini sih sakit sekali'

Donghae beranjak dari kafe itu juga . Sambil tertatih ia berjalan keluar . Ia mengeluarkan topi dan memasang kembali di kepalanya .

Aku harus kemana ? Mencari Sungmin-hyung atau..kembali ke Dorm ?

0o0

"Kangin !"

"Ya hyung ?"

"Berhenti mengirimiku sms tidak penting seperti itu !"

"Sms apa sih hyung aku nggak mengerti"

"Jangan pura-pura polos" , Yesung melempar Kangin dengan remote tv

Kangin menghindar dengan jurus mautnya (?)

"Woi! Hyungedeul jangan lempar-lemparan remote dong !" , Eunhyuk yang duduk diantara Kangin dan Yesung merasa terganggu karena acara nonton tv nya terganggu . Siwon yang duduk beralaskan bantal dibawah cuma geleng-geleng kepala .

"Yesung-hyung tuh yang mulai duluan" , Kangin membela diri

"Kau itu yang membuatku harus memukul kepalamu baru kau kembali ke normal" , Yesung menjitak kepala Kangin . "Liat nih inbox ku penuh dengan sms keramatmu itu !"

"Ah hyung ini berlebihan!", Kangin mencoba menghindar dari jitakkan Yesung lagi .

"EHEM"

Deheman seseorang membuat semua aktivitas di ruang tengah itu terhenti .

"Mesra sekali ya kalian" , matanya memancarkan kilatan iblis .

Yesung dan Kangin melongo .

"Berisik sekali , aku harap kalian bisa diam , karena kalian mengganggu member yang lain"

Eunhyuk dan Siwon saling bertatapan dan menelan ludah .

"Eh…Teukie-hyung.." , Kangin masih melongo

Yesung meringis .

Leeteuk tak menanggapi panggilan Kangin . Ia membawa seseorang di belakangnya , siapa lagi kalau bukan Kibum. "Aku mau keluar dulu bersama Kibum , kalian jaga Dorm baik-baik ya" , pesan Leeteuk pada semua member yang ada di ruang tengah . Ia menggenggam tangan Kibum dan mengajaknya keluar .

Tangan Kangin mengepal dan gemetar hebat , spontan ia mengambil hapenya .

"Eits! Jangan!", Yesung merebut hape Kangin dari tangannya

"Hyung!" , Kangin berusaha merebut kembali hapenya .

"Tidak bisa! Tidak akan kubiarkan kau mengirimiku sms aneh itu lagi!" , Yesung berlari ke kamarnya . Kangin mengejar .

Eunhyuk cengo . Itu hyung nya pada ngapain sih ? "Mereka sedang berkelakuan aneh ya Siwon .." , tak ada jawaban .

"Loh, Siwon ?", Eunhyuk menoleh kanan-kiri tapi namja itu sudah menghilang . "Kemana dia kok hilang tiba-tiba?"

0o0

"Tunggu hyung!"

Siwon berteriak dari depan pintu .

Leeteuk yang merasa terpanggil menolehkan wajahnya . Dia sebenarnya kaget tiba-tiba Siwon mengikuti dan memanggilnya dari belakang . "Ada apa Siwonnie?"

Siwon menhampiri Leeteuk dan Kibum . Ia mengambil alih tangan Kibum dari Leeteuk . "Teuki-hyung"

"Ya?" Leeteuk memasang wajah 'Kau ini kenapa Siwonnie?'

Siwon menahan Kibum "Hari ini Kibum sudah ada janji jalan-jalan denganku"

Kibum terbelalak kaget , 'Se..sejak kapan?'

Sebelum Kibum protes , Siwon melanjutkan perkataannya lagi "Hari ini dia akan jalan-jalan denganku hyung , jadi jangan bawa dia pergi"

Siwon mempererat genggamannya pada Kibum . Kibum sedari tadi menunduk menyembunyikan wajahnya yang merah , jantungnya berdetak kencang , 'Siwon-hyung memegang tanganku erat! Oh astaga , rasanya aku mau pingsan'

Leeteuk menaikkan satu alisnya , "Aneh, padahal tadi kamu kan lagi santai nonton tv . Kenapa tiba-tiba punya janji dengan Kibum? Sepertinya aku yang punya janji duluan dengan dia , kau tidak boleh sembarangan merebutnya", Leeteuk menatap Siwon dengan pandangan sinis .

"Iya itu kan tadi..tapi sekarang.." , raut wajah Siwon memperlihatkan kalau dia sedang mencari-cari alasan lain, khawatir . "Kibum tidak boleh pergi"

DEG . Detak jantung Kibum makin tidak beraturan . "Hyung..kita…" , Kibum mendongak dan menatap wajah Siwon dan Leeteuk bergantian .

"Mppfh…." Leeteuk tertawa "Hahahaha , aku hanya bercanda ! Kalian lucu sekali" , Ia menepuk bahu Siwon . "Tentu saja kau boleh membawa Kibummie . Aku akan berjalan-jalan sendiri saja kalau begitu "

Siwon menatap kaget hyung-nya itu . "Benarkah hyung?"

"Iya , aku memang berniat berjalan-jalan sendiri .. Nah sudah ya..jaga Kibummie baik-baik" , Leeteuk melambaikan tangan sambil berjalan menjauhi mereka .

"Ah, anak-anakku ternyata semuanya sudah menjadi dewasa…." , Leeteuk menggumam sambil tersenyum menghirup udara segar sore ini . Ia melangkahkan kakinya , tidak tahu mau kemana yang pasti rasanya ia ingin menghilangkan semua penat yang ada di pikirannya selama ini .

Kibum dan Siwon terdiam menatap kepergian si leader .

"Teukie-hyung…'dapet'nya udah selesai ya?"

Siwon hanya mengangkat bahu .

"Ayo!" , Siwon menarik lengan Kibum

"Mau kemana hyung?"

"Ke Dorm"

Kibum menepis tangan Siwon . "Loh tadi katanya mau jalan-jalan?"

"Siapa bilang kita akan berjalan-jalan di luar? Kita akan jalan-jalan di dorm.." , Siwon menarik tangan Kibum lagi .

"Aaaaa dasar Siwonnie-hyung!" , Kibum menggerutu sendiri . "Dasar aneh!" , Kibum mencak-mencak .

Siwon hanya tersenyum . Yang penting kan dia sudah bisa mendapatkan Kibum-nya kembali tanpa pertumpahan darah . Sungguh Tuhan memberkatimu wahai pastor Siwon . *Author dilempar sapu sama Siwon *

0o0

Eunhyuk yang ditinggal sendiri di ruang TV cuma duduk-duduk manyun . Siwon yang tadinya menghilang sudah kembali tapi dia malah masuk ke kamar sama Kibummie . Aneh ya ? Kok Kibummie sama Siwon , terus Teukie-hyung kemana ?

'Mana Donghae sama Sungmin-hyung belum pulang.. Mereka kemana sih..'

'Ah masa bodoh deh . Lanjut nonton tv aja.'

BLAM!

Pintu terbuka dengan kasar .. Eunhyuk yang kaget segera menuju ke arah suara .

"HAE!"

Seorang namja ambruk di depan pintu .

"Hae! Kau kenapa …kau ?" , Eunhyuk panik langsung menopang tubuh Donghae . "Hae?" , ia mengguncang tubuh Donghae

Donghae dengan lemas membuka mulutnya . "Hyukkie…"

Wajah Eunhyuk memucat , "Hae..kau kenapa ? Kau dipukul siapa ? Kenapa kau jadi seperti ini?" , suara Eunhyuk bergetar . Ia hampir menangis .

Donghae memeluk Eunhyuk . Eunhyuk yang masih tidak mengerti langsung melingkarkan tangannya di leher Donghae . "Chagi..kau kenapa?" , Eunhyuk melembutkan nada suaranya

"Aku gagal…", Donghae berkata lirih ..

"Apa hae?" , Eunhyuk tidak begitu mengerti apa yang diucapkan Donghae .

"AKU GAGAL MELINDUNGINYA!" Donghae meneteskan air matanya . Eunhyuk kaget kekasihnya itu menangis ? Memang apa saja yang terjadi ?

Eunhyuk mengelus lembut rambut Donghae ."Apa yang kau bicarakan ? Gagal melindungi siapa ?"

"Aku gagal melindungi Sungmin-hyung ! Aku… Aku ini tidak berguna ! Aku benar-benar bodoh ! Aku… " , suara Donghae sampai serak . "Aku bodoh aku bodoh!"

Eunhyuk mempererat pelukannya . "Ssst..tenang Hae tenang , sudah tenang "

"Aku harus bagaimana ? Aku harus bagaimana aku benar-benar tidak berguna!"

Eunhyuk menatap sedih kekasihnya . Sebenarnya dia belum begitu mengerti apa yang sedang terjadi . Tapi untuk sekarang, dia hanya berpikir untuk membuat kekasihnya itu tenang .

Eunhyuk mengelus rambut Donghae lagi . "Tenanglah tenang.. Kau harus tenang . Aku ada disini, aku akan membantumu.. Ceritakan semua yang terjadi.."

Eunhyuk memapah Donghae ke sofa , dan mengobati luka-lukanya sambil mendengarkan cerita Donghae , sudah dua kali Eunhyuk hampir jantungan gara-gara cerita Donghae itu. Sama seperti Donghae, dipikiran Eunhyuk berkecamuk begitu macam statement , dan berbagai macam perasaaan marah ,kesal,sedih,kecewa, semua bercampur jadi satu . Sungguh rasanya Eunhyuk ingin membantu menyelamatkan Sungmin sekarang juga.

"Kau tidak boleh membantuku … Ini akan kuselesaikan sendiri.." , ujar Donghae dengan tatapan kosong . Seperti mengetahui apa isi pikiran Eunhyuk .

"Apa yang kau katakan ? Kau tidak tahu kau sendirian saja sudah babak belur seperti ini! Apa kau gila ? "

Donghae terdiam . Benar juga, tadi saja dia sudah babak belur menghadapi pria berjas hitam itu sendirian . Tapi ia tidak akan mungkin memasukkan Eunhyuk ke dalam masalah ini . Dia tidak akan menjerumuskan Eunhyuk , apapun yang terjadi .

"Kau tahu Hae ? Kyuhyun harus tahu semua tentang ini" , ucap Eunhyuk sambil membereskan semua kotak obat

Donghae berpikir dan mengingat-ingat . "Apa harus aku memberitahu dia?" , ingatannya mulai kembali saat Sungmin memberi pesan padanya . (flashback) '"Hae..tolong katakan pada Kyu ..aku…", "Aku….akan baik-baik saja.."

"Sial!" , Donghae memukulkan tangannya ke meja . Pikirannya sedang kacau sekali kali ini

Sesekali Donghae menarik nafas , mengumpulkan oksigen lebih banyak agar otaknya menjadi lebih normal ."Ya..Kyu pasti lebih tahu tentang semua ini daripada kita .."

Api dimata Donghae nyala dengan tajam "Hyukkie , kau tolong beritahu Kyu tentang hal ini"

Eunhyuk mengangguk . "Lalu kau..?"

"Aku akan mencari dan membawa pulang Sungmin-hyung"

"Hae ! kau gila !"

"Aku serius .. Tadi aku sudah mengingat plat nomor mobil yang membawa pergi Sungmin-hyung . Lebih mudah untukku untuk mencarinya" , Donghae mengambil plester dan peralatan obat lainnya dan memasukkan ke dalam saku jaketnya .

"Hae aku tidak akan membiarkan kau pergi", Eunhyuk menahan tangan Donghae .

"Percaya padaku.." , Donghae tersenyum dan mengecup dahi Eunhyuk . "Kau percaya kan?"

Eunhyuk menatap Hae cemas dan ragu . Di saat seperti inilah rasanya Eunhyuk tidak ingin Donghae pergi . Takut, ia takut sesuatu terjadi lebih dari ini.

"Iya..aku percaya padamu", tapi akhirnya ia tersenyum . "Hati-hati."

Donghae tersenyum kembali . "Oh iya , jangan biarkan Kyu keluar , biar aku yang menyelesaikan semuanya"

"Kenapa?"

Donghae menggeleng , "Aku juga tidak tahu ..hanya saja…tatapan Sungmin-hyung waktu itu …. memberi pesan seperti itu.."

Eunhyuk melongo takjub . "Kau yakin ?"

Donghae mengangguk , "Ya, setidaknya ..aku yakin , Sungmin-hyung khawatir kalau Kyu sampai keluar, dia sendiri yang akan terkena masalah besar"

Akhirnya Eunhyuk mengangguk setuju . "Baiklah kalau begitu .. aku akan menahan Kyu sampai kalian pulang. Kalian harus pulang ya.." , Ia menahan air mata di pelupuk matanya

"Pasti ..kau bilang kau percaya padaku ..", Donghae tersenyum dan beranjak keluar dari pintu .

Kali ini dia harus mencari Sungmin sampai ketemu dan mencari semua sebenarnya apa yang terjadi . Ia butuh kejelasan . Ia bukanlah Pria yang suka menunda-nunda , dan ia bukan pria yang menunggu jawaban . Ia lebih suka mencari jawaban itu sendiri ,hingga jelas .

Dan sekarang , dia hanya bisa berdoa . Semoga keberuntungan berpihak padanya .

~TBC~


Teteteretetereeeet !

OHOHOHO . Ceritanya malah jadi cerita action , nyahaha . Aduh Stella ini kalo jadi author emang genre nya suka lari-lari kesana kemari -_-

Rasa-rasanya , ini yang jadi pemeran utama jadi Donghae dan Sungmin yak ? XD hidup HaeMin ! *ditampar KyuHyuk* ..dan..Donghae jadi melankolis (?)

Ayo Readers , doakan abang Donghae makin kuat biar bisa menyelamatkan Uminnie dengan sukses \:D/

Oh iya , buat OC kali ini , Seo Seulra itu nama korea-nya author loh . HEHEHEHE XD *ketawa setan * , lumayan bisa nampang :)

TERIMAKASIH BUAT YANG SUDAH REVIEW DENGAN SETIANYA .

Kalian semua sungguh baik :) kalian penyemangatku buat ngelanjutin fic ini huwaaaa :'')

REVIEW lagi yaaaa

GOMAWOYOOO~