Warn:
Angel ( Shun, Rui, Iku
Demon ( Hajime, Haru, Kakeru
Human ( Kai, Yoru, You, Aoi, Arata, Koi
Untuk chara lainnya bakal nyusul sesuai jalan cerita~
[dalam hati]
"percakapan langsung"
"Jadi, siapa yang melakukan kontrak darah denganku, Shimotsuki Shun sang seraphim cantik ini? Hmm~."
Sang seraphim yang akhirnya terbangun itu memandang tertarik pada semua makhluk yang ada di depannya. Enam manusia, tiga iblis, dan dua malaikat –tiga kalau dirinya ikut masuk hitungan.
"Hajime? kenapa kau berwarna hitam?" Shun bertanya sambil sedikit menelengkan kepalanya.
"Ah itu cerita yang panjang. Kenapa kita tidak duduk dan saling berbagi pikiran saja?" Yayoi Haru menjawab. Tampak jelas kalau ia haus akan segala informasi soal Shimotsuki Shun, seraphim kesayangan Tuhan yang merupakan murid favorit Kurotsuki Dai –seraphim yang dulunya berhasil membubarkan perang dunia pertama. Dia yang memilih untuk menghancurkan dirinya sendiri dan mewariskan seluruh aura sihirnya pada Shun. Shimotsuki Shun jugalah yang berhasil menyudahi perang dunia kedua sendirian di saat makhluk lain sudah begitu lelah akan perlakuan para manusia yang tidak henti-hentinya bertikai.
"Kalau begitu ayo sekalian cari tempat untuk kami tidur malam nanti. Sepertinya, ini akan jadi percakapan yang panjang," Aoi berkata kalem. Sedikit penasaran juga dengan makhluk-makhluk di depannya. Yang tidak diketahui orang adalah, Satsuki Aoi adalah penggemar mitos.
"Kalau begitu ayo ke gua tempat Shun-san dibekukan. Di sana cukup nyaman kok," Kannaduki Iku menjawab.
(-)(-)(-)
Mereka akhirnya duduk melingkar dengan kristal bercahaya ditempatkan di tengah. Namun satu sama lainnya saling membuat jarak. Ya, kecuali Shimotsuki Shun, seraphim itu masih melayang. Kakinya sama sekali tak menyentuh tanah.
"Shun, kenapa kau tidak ikut duduk?" Hajime bertanya dengan nada lembut, hampir-hampir membuat Yayoi Haru dan Shiwasu Kakeru terlonjak kaget.
"Apakah kalau aku duduk, tanahnya akan menempel pada pakaianku? Aku tidak mau terlihat kotor. Memalukan sekali. Padahal, aku sedang menyambut kalian semua dengan pakaian yang ternoda tanah."
"Shun... bajuku juga kotor kok. Nanti kita bisa bersihkan bersama di sungai," Rui berucap pelan.
"Oh, untuk Rui dan Ikkun, itu wajar. Kalian masih begitu muda. Pakaian kotor bukanlah masalah besar karena kalian harus banyak-banyak belajar dan bermain selagi masih punya waktu."
"Apa maksudmu masih punya banyak waktu?" Haru memicingkan mata curiga dan hanya ditanggapi Shun dengan senyum misterius dan telengan kepala.
Sedangkan, di sisi lain, Fuduki Kai tidak dapat mengalihkan pandangannya dari seraphim putih itu. Ternyata benar kalau ia telah mendapat jarahan yang jauh lebih mahal dari choker emas. Pelan, Kai mengulurkan tangannya dan menarik dengan tiba-tiba Shun hingga tersungkur di pangkuannya. Hal itu membuahkan tatapan kaget dari yang ada di sana.
"Duduklah di sini. Kau tidak akan terkena tanah kalau tetap tenang di pangkuanku."
"Oh, jadi kau yang membuat kontrak denganku? Fufufu, aku senang kalau orang yang akan terus bersamaku adalah manusia setampan dirimu, Fuduki Kai-kun."
"Terus bersama?" tak bisa disembunyikan lagi, kalau Fuduki Kai memerah pipinya saat menanyakan hal itu.
"Iya, hehehe~ karena sekali kau membuat kontrak denganku, kau akan terus terjebak bersamaku selamanya. Kai juga tidak bisa menjauh dariku lebih dari seratus meter. Kau akan merasa sangat kesepian nantinya. Tapi tenang saja Kai~ aku akan memberimu sedikit kekuatanku. Hehehe, aku tak sabar melihat Kai dalam wujud setengah malaikatnya."
"Kita di sini untuk membicarakan hal lain atau untuk melihat opera sabun yang kalian mainkan?" Oh, Hajime dan perkataan pedasnya. Sejak menjadi iblis ia jadi begitu liar.
(-)(-)(-)
Akhirnya setiap kubu menceritakan kisah mereka masing-masing hingga sampai ke pulau ini. Shimotsuki Shun yang dibekukan. Para malaikat pelatihan yang ingin membebaskan gurunya. Mutsuki Hajime yang ingin bertemu Shun. Yayoi Haru dan Shiwasu Kakeru yang hanya sekadar ikut Hajime. Juga para manusia yang harus tinggal selama dua minggu di pulau ini untuk membuat penelitian tentang seekor burung entah apa yang katanya hanya ada di pulau ini.
Dan di sanalah mereka memutuskan untuk tinggal sementara. Malaikat serta iblis itu juga memaksa untuk ikut pergi ke tempat Kai dan lainnya tinggal. Insting yang mengatakan demikian.
(-)(-)(-)
"Sudah sore. Langitnya cerah, Aoi dan Yoru juga sedang sibuk menyiapkan makanan." Baik Hajime, Iku, dan Rui kenal betul tabiat Shun yang satu ini. Jika sudah mulai berbicara random, ujungnya Shun akan meminta hal yang aneh-aneh. Kebanyakan adalah aktivitas yang pernah ia lihat saat turun ke Bumi untuk melihat-lihat.
"Bagaimana kalau kita mandi bersama di sungai?!" dengan binar mata bagai bintang dan senyum lebar kekanakan, Shimotsuki Shun berseru.
Tentu ide itu ditolak mentah-mentah karena sebenarnya tak ada yang menarik dari banyaknya laki-laki mandi bersama dalam satu area. Namun, dengan segala rengekan dari malaikat kesayangan Tuhan itu, akhirnya mereka semua setuju.
(-)(-)(-)
Di tepi sungai, Shun dan muridnya, Rui tersenyum senang. Dua malaikat ini memang punya banyak sekali kesamaan. Tanpa peduli sekitar, mereka melepas pakaian putih yang berjumbai juga fabric lain yang menempel di tubuh hingga tak ada sehelai benang pun di sana. Menampilkan pemandangan pungggung yang indah, pinggang yang ramping, serta kaki jenjang yang menggoda pada lainnya yang mengikuti di belakang. Oh, tapi ada satu bagian yang begitu menarik perhatian. Ya, bokong sintal yang terlihat penuh dan kenyal dengan hanya memandangnya.
Baik Shimotsuki Shun dan Minnaduki Rui kemudian menjeburkan diri ke sungai, dan bergantian menggosok punggung. Akhirnya, yang lain sepakat tidak akan ikut mandi dan hanya akan ehem-mengintip-ehem secara terang-terangan.
(-)(-)(-)
"Harusnya, lekuk tubuh seperti itu adalah dosa besar," Yayoi Haru berkomentar setelah siulan panjang.
"Biar kutebak Hajime~ kau pasti bernafsu padanya, kan? Tenang saja, kau adalah iblis sekarang. Dan iblis memang terkenal akan tabiat buruknya, kau tak perlu malu mengakuinya, Leader," Haru kembali bersuara.
"Siapa juga yang tak bernafsu melihat lekuk seperti itu. Haru... jangan bilang kau juga tertarik padanya," Mutsuki Hajime menjawab.
"Kubantu kau merebutnya dari Fuduki Kai asalkan kau mau membagi Shimotsuki Shun denganku," senyum licik terukir. Tahu betul Hajime masih mempunyai sedikit sifat malaikat yang tak mau melukai siapa pun. Menyingkirkan lawan tanpa mengotori tangannya sendiri adalah pilihan yang paling tepat untuknya.
(-)(-)(-)
Setelah mandi, Shun terkejut karena baik pakaian miliknya dan muridnya tak ada. Dengan tergesa, mereka berdua lari memasuki gua. Mereka berteriak kesal pada semua yang ada di sana.
"Pencurian! Siapa yang mengambil baju ku dan baju Rui?"
"Uhm! Mencuri itu tidak baik. Kalian harus mengembalikannya jika menemukan suatu barang. Benar, kan? Shun?"
"Benar sekali, Rui. Mencuri itu perbuatan yang sangat tidak baik. Pokoknya Rui tidak boleh mencuri, ya! Yang lain juga!"
"Ehm, Shun-san? Daripada kau ceramah soal mencuri, lebih baik kita pikirkan dahulu soal pakaianmu. Apa kau tidak risih telanjang di depan kami semua?" terberkatilah Yoru dan sifat keibuannya.
"Kenapa harus risih? Dan aku tidak malu menunjukkan tubuhku pada orang lain. Kita lahir dengan telanjang. Ini hal yang biasa menurutku. Apa menurut kalian ini aneh?"
"Tentu saja aneh!" You berteriak protes.
"Eh~ ternyata ada ya, orang yang berpikir kalau telanjang di depan rang lain itu memalukan?" Shimotsuki Shun menutup matanya. Berpikir keras.
Yang lain hanya bisa diam melongo. Pasalnya yang berpikir seperti itu hanya Shun. Dengan Rui mungkin. Syukurlah di saat yang sama, Kai datang dengan dua setel pakaian, berjalan sambil merapikan bajunya yang basah sana sini. Dia diikuti oleh Iku yang pakaian bagian bawahnya basah.
"Shun-san, harusnya kau tidak mengajari Rui hal yang aneh-aneh. Telanjang di depan orang banyak, misalnya," Iku berkata dengan nada lelah.
Kai yang mendengar perkataan Iku otomatis mendongak menatap pada Shun. Lalu, dengan secepat kilat Kai menggunakan salah satu pakaian yang ia bawa untuk menutupi bagian bawah dari Shimotsuki Shun.
"Kenapa kau telanjang?! Bajumu aku cuci bersama Iku. Kalian juga! Cepat putar badan! Shun itu punyaku, kalian tidak boleh melihat tubuhnya seperti itu!" Kai yang kalap malah marah-marah. Tak tahu kalau Shun lah yang salah di sini. Suruh siapa datang dalam keadaan bugil. Sedang Shun hanya tersenyum bingung dengan tingkah semuanya. Dia masih menganggap kalau bertubuh polos tanpa pakaian adalah normal. Sementara Iku sudah mulai membantu Rui untuk berpakaian.
(-)(-)(-)
TBC
Hehe sorry baru up date, ah sorry slow up date. Idenya datang dan pergi terlalu cepat.
Juga aku lagi ngurus one-shot ku yg entah keberapa/plak
Ah tapi untuk waktu dekat yg Forgive me bakal up date juga :v
Adakah request dari kalian gimana mereka di pulau itu selama dua minggu? Ide yg bagus bakal aku buatkan jadi salah satu scane di sini :3 /bilang aja males mikir/RnR please
