KRING! KRING!
'Siapa yang tega SMS seseorang pada jam 2 malam?!' batinmu kesal. Kamu meraih handphonemu.
Dari : Akasei
Ingat, (nama). Kau juga harus ikut.
Perintahku absolut. Kalau kau masih membicarakaanku di belakang, gunting merah akan menusuk jantungmu.
"Akasei-kun sok absolut," umpatmu pelan. Tiba-tiba, ada gunting berwarna merah muda melayang ke arahmu. Kamu menghindar dengan santai.
"Katanya gunting merah, kok jadi gunting merah muda?!" gerutumu pelan, lalu tidur lagi.
.
.
My Daily Lives at My New School with Them
By AiKi Aeru
Rate : K+++ ke T+
Disclaimer : Kuroko no Basuke itu hanya milik Fujimaki Tadatoshi-sensei seorang.
Warning : Absurd, OOC terutama Akashi :v , Typos, dll. yang bisa saja terjadi di fic ini.
Couple : Kuroko Tetsuya x Reader (mulai dikit, soalnya, awasin genrenya :'v)
Selamat membaca fic gaje semi-romance ini!
.
.
Day 21
"Semuanya sudah siap?" tanya Riko. Semuanya mengangguk.
"Kuroko dan (nama) dimana?" tanya Furihata.
"Dari tadi kami udah disini," jawabmu dan Kuroko bersamaan, membuat mereka semua kaget ¾ mati (?).
"Kagami-kun belum datang," ujarmu dan Kuroko bersamaan.
Hyuuga dan Riko masuk mode clutch time.
"MAAF AKU TELAT!" kau dan yang lainnya menoleh. Kagami lari-lari dengan roti abon di mulutnya. Tunggu, roti abon?!
"Kagami! Kenapa telat? Santai aja napa…" ujar Kiyoshi santai.
"Senpai mungkin akan membuat keadaan makin buruk…" ujar Kuroko sweatdrop.
"Kagami! Ayo ikut kami!" ujar Hyuuga dan Riko, lalu menyeret Kagami.
"Tasukete kure!^" teriak Kagami yang teraniaya.
5 menit kemudian…
"Loh, mana mereka?" tanya Riko polos seolah tak terjadi apa-apa.
"Mereka ninggalin—uhuk—kita, senpai…" ujar Kagami pelan.
"Awas saja mereka nanti.." ancam Hyuuga sambil membetulkan letak kacamatanya.
Sebenarnya, mereka ada di stasiun…
"Itu kan, Riko-senpai, Hyuuga-senpai, dan Kagami!" ujar Fukuda menunjuk mereka yang datang ke stasiun dengan aura yang… err… mungkin sangat lebih seram dari pada Yandere!Akashi.
"Aku pasrah saja pada takdir. Mereka berdua masih di mode clutch time…" ucapmu dan Kuroko bersamaan.
"Ini semua kan, idenya Izuki…" ujar Tsuchida.
"Kau kan juga setuju!" balas Izuki. Kau, Kuroko, Furihata, dan yang lainnya (minus Izuki dan Tsuchida) merasakan aura pembunuh dari samping kalian.
Kamu dan Kuroko menggunakan misdirection untuk lari. Furihata, Kawahara, dan Fukuda lari kalang-kabut. Kiyoshi melerai Izuki dan Tsuchida. Mitobe dan Koganei sembunyi entah dimana.
"Oi, Izuki. Jadi ini idemu?" tanya Hyuuga dengan aura super mengintimidasi.
"MAMA! SHUN MASIH MAU HIDUUUUP!" teriak Izuki super OOC. Kiyoshi dan Tsuchida tepok jidat sambil berbatin, 'Ini orang malu-maluin aja…..'. plus Kiyoshi senyam-senyum gajelas.
"Eh? Masih mau hidup? Tapi, kau sudah di ujung tanduk loh, Izuki-kun," ujar Riko.
"MAMPUSLAH AKU!"
Bisa di skip aja? Anggap saja sekarang mereka udah di Rakuzan.
"Sei-chan udah nunggu kalian," ujar Mibuchi yang menyambut tim Seirin.
"Elu bukannya si 'Banci Taman Lawang' itu yee?" tanya Kiyoshi dengan OOC. Mibuchi BIMOLI (Bibir monyong limabelas senti).
"Sebelumnya, mana (nama)?" tanya Mibuchi. Mereka melihat ke sekeliling. "Mayuzumi juga mana?!"
"Kuroko-kun mana?!" tanya Riko panik.
"Kenapa hilang semua?!" tangis Mibuchi.
"Reo-nee?! Ada apa?! Akashi udah ngamuk tuch. Sampe-sampe, dia gigit-gigit kepalanya Nebuya!" ujar Hayama yang tiba-tiba muncul. Semuanya jawdrop mendengarnya.
"CEPAT CARI MAYUZUMI, (NAMA), DAN KUROKO!" sahut Kagami membabi-buta.
Mereka berpencar ke seluruh area Rakuzan yang katanya, luasnya udah kayak…. susah mendeskripsikannya.
Sebenernya...
"Mayuzumi-kun jenius," pujimu pada Mayuzumi yang mukanya memerah.
"Ya, aku setuju," ujar Kuroko.
Dimana mereka? Di kebun sekolah. Kenapa? Pundung karena dikacangin. Kenapa dikacangin? Kan udah tau sendiri…
Kenapa mukamu, Mayuzumi, dan Kuroko memerah? Karena panen kacang, lalu nangis.
"Hiks… Hiks… jahat juga. Seorang kelas 3 dikacangin…" isak Mayuzumi ngenes.
"Inilah kenapa kadang aku tak suka di bilang bayangan," ujar Kuroko datar.
"Dan mereka baik sekali mengacangiku dan Kuroko-kun. Padahal, mereka tahu aku lagi baca Light Novel SAO terbaru!" curhatmu. Mayuzumi menoleh.
"Light novel? SAO? Boleh pinjem?" tanya Mayuzumi antusias.
"Ini, silakan, Light Novel Freak-sama..." ujarmu dan menyerahkan light novel tersebut pada Mayuzumi.
"Wah, ini kan, limited edition. Belinya berapa?"
"Hampir 4000 Yen," Kuroko dan Mayuzumi jawdrop + sweatdrop.
"Darimana kau tahu kalau aku cinta light novel?" tanya Mayuzumi.
"Akasei memberitahuku," Mayuzumi berpikir sejenak.
'Akasei… Aka itu Akashi, Sei itu Seijuurou. Jangan-jangan….' batin Mayuzumi agak OOC.
"Kalau kau tanya aku kenal 'iblis bermata belang' itu darimana, ia tetanggaku dulu,"
'Njir… mirip banget sama Akashi. Kok bisa baca pikiran orang?' batin Mayuzumi OOC.
"Aku bisa baca pikiran orang kalo misalnya orang itu punya perasaan yang sama denganku. Bukan cinta, tapi, merasakan bagaimana rasanya dikacangin," ujarmu pelan.
"AHA! KETEMU!" sahut Hayama menunjuk kalian bertiga.
"Oalah, sejak kapan ada anak kecil di SMA?" sindirmu. Hayama naik hitam (pitam, Thor!).
"Sejak kapan juga ada bocah kelas satu yang melawan pada senpainya. Dan apakah kau trans—" Kau meninju Hayama tepat di ulu hati.
"Aku murni cewek, dasar Banci Taman Lawang Season 2!"
Mibuchi bersin-bersin gak jelas.
"Kau kenapa, senpai?" tanya Furihata.
"Aku merasa dibicarakan…"
"Hiks.. kukira cuma Reo-nee yang merupakan Banci!" isak Hayama sambil memegang perutnya.
"Kau calon petinju wanita," komentar Mayuzumi datar.
"Aku lebih suka menyebutnya pemain basket yang jago silat," ucap Kuroko.
"Silat? Maksudmu…"
"Tepat sekali, Mayuzumi-senpai,"
'Hari ini aku harus istirahat seharian. Banyak orang aneh pembaca pikiran yang kutemui hari ini,' batin Mayuzumi sangat OOC.
"Hayama~! Kau sudah ketemu~!?" tanya Mibuchi dengan, errr.. Logatnya itu loh…
"Mereka disini, Reo-nee…" jawab Hayama yang tengah mengelus-elus perutnya.
"Mana~?" tanya Mibuchi heran.
'Hore! Misdirection full power!' batin kalian bertiga.
"Ituuuuuu…. Masa' ga keliatan?" tanya Hayama heran.
"Oh,"
'Glek, misdirectionnya abis…' batin kalian bertiga panik.
"WOYY! KALIAN KEMANA AJA! AKASHI UDAH OOC PARAH! TADI, DIA NGELEMPAR GRANAT KE PENJURU GYM!" teriak Nebuya, yang mana, kepalanya diperban.
"Gym kita ancur donk. Kita mau main dimana?" tanya Hayama.
"Udah diperbaiki kok," Glek. Akashi dan forever lovenya, Hasami-chan…
"(nama)-chan, Chihiro, Tetsuya. Ayo ikut aku ke guru BP," ujar Akashi yang ternyata belum sembuh dari ke-OOC-annya.
'AKASHI/SEI-CHAN MANGGIL CEWEK DENGAN EMBEL-EMBEL –CHAN?!' batin semuanya kaget kecuali kamu dan Kuroko.
'AKASHI-KUN/AKASEI-KUN BELUM SEMBUH!' batin kamu dan Kuroko.
Kamu maju. Berjinjit, lalu…
"ARG! (nama)! SAKIT! SAKIT! SAKITNYA TUH DISINI ! SAKITNYA TUH DI RAMBUT!" oh, kamu menjambak rambut Akashi. Mungkin, ini baru tahap pertama.
'Wanjir… tuh anak berani banget…' batin semuanya minus Kuroko.
Gym
"(nama)-chan, Kuroko-kun, kemana saja kalian? Padahal, kalau kalian gak ngilang, line-ku gak akan sepanjang ini.." omel Riko pada (nama) dan Kuroko.
"Sei-chan~! Sadar! Kau belum sembuh ya? Minta maaf sana sama Nebuya…" ujar Mibuchi sambil menyiapkan kursi listrik untuk Akashi.
"HJHXLKUFGLSKHLKHDIKDGUFKSURUDCKFHL," itu bahasa apaan yah?
"Sei-chan tidak jelas…" gerutu Mibuchi.
"SOEIORRUIOR FEISYONC DUDSYFIODUOFINO,"
"Apa? Segera? Oke, kalau aku gendong, Sei-chan jangan marah eaaa,,," ujar Mibuchi lalu menggendong Akashi ke kursi listrik. Dan…
BZZZZTT! BZZZZZTTTT!
Konslet. Lampu Gym mati.
"Reo-nee nggak hemat listrik…" ujar Hayama.
"Setuju dengan si Raijuu," ujar Nebuya.
Tiba-tiba, listrik nyala lagi.
"Sei-chan! Minta maaf pada Nebuya! Kau sudah menggigit kepalanya!" ujar Mibuchi, seperti seorang ibu (WTF. Ini author nulis apa, ya?).
"Eh? Oh. Eikichi-senpai, aku minta maaf," ke-OOC-an Akashi berujung pada ia mendapatkan kesopansatunan (Ini kan.. bukan deskripsi!)
"Akashi-kun ada di tengah-tengah. Setengah normal, setengahnya lagi OOC," komentar Kuroko pelan. Takut kalo kedengaran, Akashi jadi normal. Bahkan bisa lebih dari normal (Yandere).
"Kapan tandingnya?" sahut Hayama bosan.
"Oh? Kita di Winter Cup ya? Kok cepet bener.. Padahal kan, Inter High baru berlalu…" Akashi ternyata masih OOC.
"(nama)," panggil Kuroko padamu.
"Eh? Apa? Tak biasanya kau memanggil seseorang tanpa embel-embel," ujarmu kaget.
"Ikut aku," Kuroko menarik tanganmu. Akashi melihatnya, lalu, menggigit kepala Nebuya lagi (Njirr… Poor Nebuya… :v)
"SEI-CHAAAAN!" penyakit Mibuchi kumat lagi. Yang mana? Penyakit keibuan tentunya.
Meanwhile, you and Kuroko…
"Ada apa, Kuroko-kun?" tanyamu.
"Mau kutraktir Milkshake vanilla?" tawar Kuroko.
"Ka-kapan?"
"Nanti, pas pulangnya…"
'KOK PIPIKU ANGET SIH!? APA KARENA AKU KEBANYAKAN MINUM WEDANG JAHE?!' batinmu panik dan OOC.
Di balik semak-semak, ada yang mengintip. Siapa? Tebak saja kalau bisa.
'Waduh, kencan gak ya?' batin sosok itu bimbang.
'Bayangan dan bayangan? Keren abiz!' batinnya lagi.
'Padahal sih, menurutku, kerenan aku lah dibanding Kuroko,' batinnya mulai OOC.
'Ah sudahlah, jangan sampe ini reverse harem,' batinnya sweatdrop.
Kenapa sosok itu sweatdrop? Karena merasa kepanasan, padahal sudah musim gugur. Author heran? Tepat.
Belum bisa menebak sosok itu siapa? Belum nyerah? Oke, tebak lagi yeeee!
"Kuroko-kun. Ini bukan kencan kan?" tanyamu.
Kuroko tepok jidat. "Jelas saja bukan, (nama)-chan,"
'KUROKO/KUROKO-KUN MEMANGGIL (nama)/AKU DENGAN –CHAN?!' batinmu dan sosok itu bersamaan.
"Kaget dengan aku hari ini? Aku sedang latihan," ujar Kuroko datar.
"Latihan apa?" tanyamu datar.
"Latihan stand up comedy. Aku lupa memberitahumu kalau saat Bunkasai^², kelas kita akan menampilkan Stand up comedy. Jadi, kita harus latihan OOC mulai sekarang," jelas Kuroko datar.
"Jadi kau bakal tampil di panggung, ya? Boleh undang Momoi-san?"
"Silakan. (nama)-san dipilih?"
"Di belakang panggung,"
Sosok itu sudah hampir melepaskan tawanya karena melihat… UFO! Salah ketik, maksudnya, drama romance dadakan seperti yang pernah ia baca di buku favoritnya.
Sepertinya, OTP sosok tersebut adalah keduanya.
Tapi, agar tak ketahuan bahwa ia ngintip dari tadi, ia menyumpal mulutnya dengan apel (?).
'Kuroko akan tampil di stand up comedy?! Hebat sekali kalau misalnya penonton tertawa keras… Nanti datang ah…'
'Aku harus pergi. Nanti Akashi mencariku,' batinnya lagi lalu pergi.
Akashi kembali normal!
"Oh. Aku menggigit kepala Eikichi?! Gomen… Ngomong-ngomong, mana Chihiro?" tanya Akashi.
"Aku disini," ujar Mayuzumi.
"Dari mana saja kau?!" tanya Mibuchi.
"Melihat momen (nama) dan Kuroko yang gak akan terlupakan…" jawabnya sambil blushing. Ada yang menebak bahwa Mayuzumi yang ngintip? Selamat! Anda beruntung dan mendapatkan 5 buah milkshake vanilla gratis disponsori oleh Kuroko Tetsuya!
"Ayo pemanasan!" suruh Akashi. Dan, kalian tahu apa yang mereka lakukan.
Sementara itu, di kursi Tim Seirin…
"Daaho! Kalian dari mana saja?!" bentak Hyuuga padamu dan Kuroko.
"Rahasia!" jawab kalian berdua. Yang satunya tersenyum misterius + licik, yang satunya lagi hanya tersenyum misterius.
"Ayo segera mulai!" sahut Akashi. Entah dia masih OOC atau tidaknya, tanyakan saja pada Mibuchi dan kepalanya Nebuya.
Quarter pertama
(Anggap saja ini kayak yang ada di berita :v)
Tip off. Seirin bola pertama.
'1 Kagami ngoper ke Kiyoshi
'1 Steal oleh Nebuya
'1 Nebuya ngoper ke Hayama. Baru saja Hayama mau nerima, dia kepeleset. Keringat? Bukan. Dia kepeleset lantainya karena sepatunya terlalu licin. (Loh kok?)
'1 Bola diambil Kuroko. Secara mengejutkan, ia nembak dari luar alias 3 points. Dan… MASUK?! 3 poin untuk Seirin.
'2 Rakuzan balas dendam. Nebuya langsung lari dan mengoper bola kepada Mibuchi. Mibuchi melakukan pivot, tapi sayangnya…
"REO-NEE! AWAS! ADA AKASHI DIBELAKANGMU!" sahut Hayama histeris.
Akashi jatuh. Mibuchi kartu kuning.
"Author, ini bukan sepak bola!" sahut Mibuchi emosi.
'2 Akashi mengoper pada Hayama.
'3 Hayama menggunakan dribble kerasnya dalam melawan Kagami.
Tiba-tiba, perutnya Kagami bunyi. Keras lagi… Lebih keras dari dribblenya Hayama.
"AKU BELOM MAKAN!" teriaknya dengan nada i-have-not-eat-yet.
'3 Hayama ngepass Kagami dengan mudah. Lalu, berhadapan one-on-one dengan Kuroko.
"Kau tak bisa mengalahkanku di one-on-one!" ucap Hayama pelan.
"Maaf. Tapi, sepertinya kau perlu minum AKUAkui. Soalnya, kau kurang fokus tuh…" belum sempat disadari oleh Hayama, Kuroko sudah dibelakangnya. Dengan bola di tangannya.
'3 Kuroko melompat.
'ITUKAN BARRIER JUMPER!' batin semuanya sweatdrop, terutama Hyuuga.
'3 Kuroko nge-shoot dalam posisi itu. Dan 3 poin lagi untuk Seirin.
'Tetsuya? Itukah dia? Yang benar saja dia sudah bisa mencetak three points?! Dua kali, lagi…' batin Akashi cengo.
'Yeah! Kuroko-kun akhirnya bisa!' batinmu senang.
"Sejak kapan Kuroko bisa gitu? Apa ini baru tahap pertama?!" ujar Mitobe bingung. Semuanya hening, menoleh ke Mitobe. Koganei aja kaget sampe matanya putih, yang lainnya? Plis, jangan ditanya deh..
'Mitobe-kun ngomong?' batinmu kaget.
"Oi, kau tak bercanda, kan?" tanya Nebuya heran.
"Pertandingan masih berjalan!" sahut Kuroko.
'4 Akashi mengambil bola, lalu, ia segera berlari men-dribble bola dengan kecepatan luar biasa. Ia nge-shoot, sayangnya tidak masuk. Lalu, Nebuya menang dalam rebound dan nge-dunk. 2 poin untuk Rakuzan.
'4 Kuroko menggunakan Vanishing Drive-nya lagi untuk melewati Mayuzumi.
'Kuroko one-on-one dengan Akashi?!' batin semuanya terkejut (minus Kuroko dan Akashi).
"Kau tahu Tetsuya?" Kuroko menoleh.
"Aku tak merestuimu dengan (nama),"
"Emang kami pacaran?"
"Lha, kau ngajak dia beli milkshake sehabis tanding itu?" Akashi pun dihadiahi Ignite Pass Kai olehmu melalui bola basket di ujung lapangan.
Kuroko memanfaatkan kesempatan itu, dan lari ke ring.
'Jangan-jangan, Tetsuya/Kuroko-kun/Kuroko mau nge-dunk?!' batin semuanya (minus Kuroko) kaget.
Glek.
'4 Kuroko memakai Phantom Shoot. 2 poin lagi untuk Seirin.
Semuanya bernafas lega.
'Kukirain...'
'5 Hayama lari secepat mungkin ke daerah lawan. Lalu, ia nge-pass ke Mibuchi.
'5 Mibuchi melakukan shoot. Masuk, 2 poin untuk Rakuzan.
'5 Kiyoshi mengambil bola, lalu nge-shoot dari dalam. Masuk. 2 poin lagi untuk Seirin.
'5 Nebuya kayaknya, sedang coba-coba melakukan 3 points. Gagal masuk. Mibuchi dan Mayuzumi kalah dengan Kiyoshi dalam rebound.
'5 Kiyoshi pass ke Hyuuga. Hyuuga nge-shoot tanpa Barrier Jumper. Tidak masuk, Rebound dan dunk oleh Kiyoshi. 2 poin untuk Seirin.
'5 Akashi pegang bola. Ia tiba-tiba nge-shoot, masuk. 3 poin untuk Rakuzan.
"Jangan santai," ucap Akashi. "Atau, akan ku congkel bola mataku dan ku berikan pada kalian,"
"Kau serius kan, Bakasei-kun? Aku udah nyiapin cutter nih soalnya," Akashi sweatdrop melihatmu yang sudah menyiapkan berbagai macam benda tajam. Mulai dari gunting, cutter, pisau kecil, pisau pengupas kulit, pisau pembuka kaleng, sampai golok pun dibawa.
'She is the real devil!' batin Kagami panik.
"Oke, aku bercanda…"
Quarter pertama selesai, poin sementara, [Rakuzan – 10] vs [Seirin – 18].
"Aku tak bisa bayangkan kita kalah di quarter pertama. Atau ini karena Akashi malah jadi penakut?" ucap Hayama sambil menunjuk-nunjuk Akashi.
"A-Apaan… S-Sih…" yang di tunjuk hanya menjawab dengan ketakutan.
'Dia OOC lagi. Ini author seneng banget menistakannya…' batin Mibuchi, Mayuzumi, Hayama, dan Nebuya sweatdrop.
Quarter kedua
'1 Rakuzan bola pertama.
'1 Nebuya melakukan lay up. 2 poin untuk Rakuzan.
'1 Kuroko Cyclone pass. Kagami nge-dunk. 2 poin untuk Seirin.
'1 Akashi pake Emperor Eye-nya untuk Kiyoshi.
'Sayang sekali, Bakasei-kun. Aku juga punya Emperor Eye tersembunyi!' batinmu sambil tersenyum puas. Riko jadi curiga dengan sikapmu.
'1 Akashi mau Ankle Break Kiyoshi, gagal.
'Kenapa aku tak bisa Ankle Break?!' batin Akashi panik.
'1 Akashi, bolamu direbut Izuki, tuh…
'1 Izuki shoot. Masuk. 2 poin buat Seirin.
'(nama)! Aku yakin dia dibalik semua ini!' batin Akashi marah.
'Bakasei-kun salah, ini semua bukan karena aku,' balasmu dalam hati.
"AKASHI!"
'1 Nebuya melempar ke arah Akashi. Akashi menangkapnya dan lay up. 2 poin untuk Rakuzan.
"Mereka mulai serius. AYO SEMUANYA! AYO KITA BERJUANG SAMPE LELUCON IZUKI NGGAK GARING LAGI! SAMPE KAGAMI DIET! SAMPE KUROKO PUNYA POSISI! SAMPE PELATIH BISA MASAK LEBIH BAIK! SAMPE (nama) KENCAN DENGAN KUROKO~!" teriakan Hyuuga membuat pihak-pihak yang disebut… tak usah dijelaskan.
"Jadi maksudmu, masakanku tidak enak, Hyuuga-kun?"
"My honey! Masakanmu sudah baik, cuman, ditingkatin lagi, ya!"
"Kau tak usah membuka aibku, Hyuuga!"
"IZUKI-KUN! KUROKO-KUN! KAGAMI-KUN! KOGANEI-KUN, MITOBE-KUN, DAN TSUCHIDA-KUN AKAN MENGGANTIKAN KALIAN KALAU ENGGAK FOKUS!" Kuroko, Kagami, dan Izuki langsung ngacir ke lapangan.
'2 Kuroko memegang bola. 3 points shoot, masuk. 3 poin untuk Seirin.
'2 Akashi memakai matanya lagi. Ia melakukan Ankle Break pada Kagami dan Izuki. Sebenernya, untuk Kuroko juga, cuman, Kuroko 'ngangkang selebar-lebarnya. Sampe-sampe, Ankle Break tak mempan.
'2 Akashi mencoba ngoper ke Mibuchi. Tapi, Kuroko menangkapnya sebelum sampai ke Mibuchi.
'HAH!? APA TETSUYA JUGA PUNYA EMPEROR EYE?! APA IA BARU MENDAPATKANNYA?!' batin Akashi bingung.
"Tidak Bakasei-kun, Kuroko-kun memang sudah punya Emperor Eye dari dulu," gumammu pelan, tetapi, masih terdengar oleh Riko.
'Kuroko-kun, sudah dari dulu?' batin Riko terkejut.
'2 Kuroko lompat, lay up. Masuk. 2 poin untuk Seirin.
'3 Akashi mendribble bola dengan kecepatan penuh, 3 points, masuk. 3 poin untuk Rakuzan.
Kedudukan sementara, pertengahan quarter kedua :
[Seirin – 37] vs [Rakuzan – 17]
'Bedanya 20 poin. Ini tak wajar,' batin Riko dalam hati.
'5 Akashi memasukan bola berkali-kali. Sampai saat ini, sudah 14 poin ia sumbangkan dan belum membiarkan ada bola di daerahnya.
'5 Nebuya dunk. 2 poin lagi untuk Rakuzan.
'5 Hayama double clutch. 2 poin lagi untuk Rakuzan.
'5 Izuki shoot. 2 poin untuk Seirin.
"Nice shoot!" ucap Hyuuga.
'6 Kuroko alley-oop dengan Kagami. Kagami dunk. 2 poin untuk Seirin.
'6 Akashi shoot. 2 poin untuk Rakuzan.
'6 Akashi men-steal bola dari Izuki.
'6 Akashi shoot 3 points. 3 poin untuk Rakuzan.
Tiba-tiba, Nebuya kepeleset keringat.
"Pfftt…" kamu menahan tawa.
'Njirrr… Diketawain…' batin Nebuya sangat kesal.
"Bangun Gorrilla!" sahut Hayama sambil memegang perutnya yang sudah kesakitan (karena ketawa).
To be Continued to part2
^ = Selamatkan aku!
^²Festival Budaya
Author : HALOO! Maaf kalau misalnya terpotong disini. Kepanjangan banget chapter 4 ini :3. Jadi, akan bagi 2 part :v. total katanya aja 5000-an :v…
Aomine : bilang aja lu males.
Author : Ahomine, kalau kau begitu lagi, aku tak akan memunculkanmu lagi…
Aomine : emang kau pernah memunculkanku? Oh iya, chapter 2. Emang kau mau munculin aku chapter berapa lagi?
Author : rahasia… dan tentunya, kau masih akan muncul di Seirin.
Aomine : Awas kau!
Author : (Ngacir ke galaksi Andromeda /ngacirnya jauh amat/)
Aomine : (kejar Author)
Kise, Momoi, Himuro : Lha, mana Kurokocchi/Tetsu-kun/Kuroko dan Kagamicchi/Kagamin/Taiga?
Murasakibara : Kecapean. Aka-chin kasian amat, kok kagak ditanyain?
Kise, Momoi, Himuro : (ngacir, takut kena gunting)
Murasakibara : Ara~ Cuma aku sendiri disini. Are~ Aishi-chin baru SMS padaku langsung dari galaksi Andromeda, dia bilang tolong bales reviewnya.
Midorima : Jangan sendiri napa, nodayo! Kan bukan cuma kau yang ada disini, nanodayo!
Nigou : whooff! Whooof! (Murasakibara curang!)
Murasakibara : eh, ada Mido-chin dan Nigou-chin rupanya. Yaudah, bantu aku.
Midorima : untuk Kojima Miharu-san, oke! Ini sudah dilanjutkan, nanodayo…! Semoga enjoy, nanodayo! Semoga suka, nanodayo!
Murasakibara : untuk Niechan Seicchi-chin, ini udah lanjut ~. Aka-chin OOC? Oh, Aishi-chin sangat suka menistakan Aka-chin, sedangkan Mido-chin… Dia baru muncul di kolom review, dan nggak OOC sama sekali. Artinya, Mido-chin kalau dinistain gak gitu-gitu amat.
Nigou : Whooffttt… (Panjang amat…)
Midorima : dan yang terakhir, Kurotori Rei-san, aku x reader? Mungkin akan kuberitahukan usulmu pada Author, nodayo. Tentunya….
(Mati lampu, kamera dan mic mati mendadak, tapi voice recorder tidak)
Midorima : (teriak) …AKU SEPAKAT DENGAN USULMU (Kurotori Rei-san) NANODAYOOOOOOOOOO!
Nigou : WHHHOOOOOF! (Tinggalkan jejak ya!)
Murasakibara : Ano, Mura nitip Maiubo rasa Balado, ya~!
Preview
"Eh?! Serius?! Kuroko-kun masih punya banyak kejutan lagi?!"
"TETSUYAAAAAAAAAAAAA! Kau membuatku stresssss~~~"
"Akashi! Jangan gigit-gigit kepala gue napa?!"
"Hayama, kursi listrik!"
"Siap Reo-nee?!"
"INI LATIHAN TANDING APA ACARA KOMEDI SIH?!"
