Chapter 4 : What do you want...

.

.

.

.

.

.

.

Hi Minna! Emi update nih :3 tumben sekali ya review di fict ini cepat naik sesuai target! Ah sudahlah! Yang penting semakin cepat dan semakin banyak review akan menambah kecepatan pengupdatean fict :3 jadi, jangan lupa review ya XD sudahlah! Ke cerita aja langsung!

.

.

.

.

.

WARNING: Gaje,Abal,Typo(mungkin), tidak sesuai EYD,dll

Desclaimer: Vocaloid bukan milik Emi, fict ini milik Emi!

Don't like don't read, tombol back selalu siap sedia kok :3

Happy Reading~

.

.

.

.

.

" Aikawa san dan Kai san, silahkan kalian duduk di meja kosong sebelah Hatsune san" kata Kiyoteru

"Ha'i sensei" kata mereka berdua lalu berjalan menuju tempat duduk mereka

Sesampainya di tempat duduk, mereka langsung duduk dan mengeluarkan buku pelajaran... Tapi, mereka tidak hanya melakukan itu... Zatsune langsung berkata dengan pelan namun dapat didengar oleh Miku

"Apa kau siap... Peri Cinta yang bodoh" kata Zatsune

"..." Miku hanya diam menanggapinya... Dia tau selama ini memang dia selalu menganggap sesuatu akan dijalani dengan mudah apabila dijalankan dengan senyuman... Tapi pendapatnya salah...

"Zatsune... Jangan begitu... Bagaimanapun dia adalah - " kata Zaito tapi terputus

"Diam kau! Ini urusanku! Jangan ikut campur!" Kata Zatsune dengan nada kesal

'Hah? Apa yang dia maksud? Aku? Aku siapa?' Pikir Miku terheran heran dengan perkataan Zaito yang terpotong

"Hei! Miku! Kau kenapa?" Tanya Luka

"Ah! Tidak kok! Hanya sedang melamun sebentar!" Kata Miku sambil tersenyum palsu seperti biasanya

"Syukurlah... Kukira ada apa, perhatikan pelajaran ya! Nanti kamu ketinggalan loh!" Kata Luka

"Tenang saja!" Kata Miku

Merekapun terus melanjutkan pelajaran sampai...

GREEK

Seorang murid berambut biru membuka pintu a.k.a Kaito

"Sensei, anda dipanggil ke ruang guru oleh Mikuo sensei" kata Kaito dengan nada biasanya

"Ah, baiklah... Anak anak! Kalian kerjakan latihan yang akan dibagikan selama sensei tidak ada! Kaito! Tolong bagikan latihan di meja guru dan arigatou atas infonya" kata Kiyoteru

"Ha'i sensei..." Kata Kaito lalu langsung membagikan lembaran kertas kerja

"Baiklah.. Sensei tinggal dulu ya, Kaito, kau tolong jaga kelas" kata Kiyoteru sensei lalu pergi

Kelas sangat sepi dan sunyi karena para murid sibuk mengerjakan soal...berbeda dengan Miku yang masih berpikir

'Apa yang sebenarnya harus kulakukan?'

.

.

.

.

.

Murid murid sekarang sudah bubar dari sekolahnya... Mereka langsung pergi ke rumah, jalan jalan bersama teman atau pacarnya, juga ada yang masih mau bermain di sekolah... Miku juga begitu... Dia masih berjalan jalan keliling sekolah karena dia mencari ruang OSIS untuk menyerahkan buku yang dititipkan senseinya...

"Ehm... Yang mana ya... Ah itu dia!" Kata Miku melihat ruangan bertuliskan "OSIS"

Tok tok tok

Miku mengetuk pintu ruang OSIS..

"Silahkan masuk..." Kata suara dari dalam yang entah kenapa Miku serasa mengenalnya... Miku pun masuk... Dia melihat Kaito sedang duduk di kursi sambil memegang kumpulan lembarannya...

"Ah..hai" kata Kaito menyapa

"..." Miku hanya diam lalu menaruh lembaran yang dititipkan ke meja lalu hendak berjalan pergi... Namun Kaito memeluknya dari belakang

"Le-lepaskan..." Kata Miku hampir menangis karena sedih tidak bisa menyukai Kaito karena misinya...

"Gomenasai karena kejadian waktu itu...aku memang yang salah... Jadi maafkan aku..." Kata Kaito masih memeluk Miku

"...hiks..hiks...hiks.." Miku mulai menangis

"Hei, ada apa?" Kata Kaito

"T-tidak apa apa.. aku hanya ingin menangis.. Entah menangis bahagia ata sedih" Kata Miku masih menangis..

Melihat Miku menangis Kaito mendekap Miku lebih erat

"Sudah...Jangan menangis, itu hanya membuang tenagamu... Kau tidak pantas untuk menangis karena kau terlalu kuat untuk menangis" Kata Kaito

"Arigatou..." Kata Miku

"sudah sore.. Lebih baik kau pulang" kata Kaito

"Ya..." Kata Miku

"Biar kuantar..." Kata Kaito

.

.

.

.

Di mansion Zatsune dan Zaito terlihat mereka seperti sedang keadaan tidak baik...

"Kau! Kenapa kau hampir bilang siapa dia?!" Kata Zatsune marah

"Maafkan aku..." Kata Zaito

"Ya... Jangan diulangi lagi! Kita juga punya tujuan untuk misi ini bukan?!" Kata Zatsune

"Iya... Untuk mencapai kebahagiaan kita seperti dulu..." Kata Zaito dengan nada lirih lalu duduk di sofa

"Kau tau akan hal itu! Jadi kita harus berusaha!" Kata Zatsune lalu duduk di sebelah Zaito dan menyenderkan kepalanya ke Zaito

"Zatsune..." Panggil Zaito

"Ehm? Ada apa?" Zatsune menjawab

"Aishiteru.. Zatsune" kata Zaito

"... Aishiteru mo, Zaito...," kata Zatsune dengan samar

.

.

.

.

TOK TOK TOK

Pintu mansion Miku diketuk seseorang

"Ya, sebentar!," teriak Miku

Sesampainya di depan pintu, Miku sesegera mungkin dan orang yang Miku lihat atau lebih tepatnya dua orang yang Miku lihat langsung menyapa..

"Hi! Watashi wa Gumi desu! Yoroshiku!," kata orang berambut hijau bernama Gumi itu

"Ehm... Watashi wa IA desu, yoroshiku...," kata orang berambut cream white(?) bernama IA itu

"Ah, yoroshiku! Watashi wa Hatsune Miku!," balas Miku dengan senyum ramah

"Ahahahaha, maaf kalau kami mengganggu, kami hanya ingin menyapa tetangga baru!," kata Gumi

"Iya...," lanjut IA

"Daijobu... Aku sedang tidak sibuk kok!," kata Miku dengan tersenyum

"Oh ya, ngomong ngomong, Hatsune san sekolah dimana?," tanya Gumi

"Di Voca Gakuen dan panggil aku Miku saja ya!," kata Miku

"Wuaa.. Sama dong!," kata Gumi

"Eh?! Beneran?!," kata IA

"Iya!," kata Miku

"Wuah! Sesekolah dong! Aku kelas 8, bagaimana dengan Hatsune- maksudku Miku?," tanya Gumi

"Sama!, aku kelas 8!," kata Miku

"E-ehm... Aku juga kelas 8...," kata IA gugup

"Ahahaha, maaf, temanku agak tsundere, jadi harap maklumi ya Miku!," kata Gumi

"Ok!," kata Miku

"O-oh ya, Miku tau yang namanya IO?," tanya IA entah kenapa mukanya ngeblush

"Ah! Itu! Itu bukannya kepala sekolah ya? Entah kenapa mukanya terlihat muda...," kata Miku sambil memasang gaya berpikir

"Ahahahaha, kepala sekolah kita itu sebenarnya hanya beda satu tahun dengan kita!," kata Gumi

"...Apa?!," teriak Miku tidak percaya

"Ehehehehe, tidak percaya ya? Sebenernya kepala sekolah kita itu memang sering menggantikan tugas ayahnya, Yohio sensei.. Jadi jangan kaget!," kata Gumi

"Wuah wuah... Oh ya, sebenarnya, IA, kenapa kau menanyakan soal itu?," tanya Miku dan seketika mendengar itu, IA langsung merah mukanya, Gumi memasang smirk

"Ehehehehe, sebenarnya, teman kita yang satu ini... Naksir sama IO," kata Gumi dengan nada jail

"Gu-gumi!," teriak IA tambah ngeblush

"Wuaaaa... Ganbatte IA chan! Kamu harus berusaha nyatain cinta ke dia! Ngomong ngomong, gpp nih baru kenal udah ngasih tau soal ini?," tanya Miku

"Tentu! Kenapa tidak?," kata Gumi

"I-iya... Sekarang aku yang ngasih tau siapa yang Gumi suka!," kata IA sepertinya pengen bales dendam

"E-eh?!," Gumi sekarang ikut blush

"Yang disukain Gumi itu Gumiya! Dari kelas 8C!," kata IA

"Ah, Gumiya dari kelasku itu? Ganbatte Gumi!," kata Miku menyemangati

"Yah! Sudahlah! Kalau Miku sendiri suka siapa?," tanya Gumi sambil tersenyum

"Ah, Soal itu... Aku belum suka siapa siapa," kata Miku

"Souka?, baiklah kalau begitu...," kata Gumi

'Yah... Walaupun aku suka, aku tidak dapat menggapainya...,' pikir Miku

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

A/N: yak! Tiba di author bacod arena! Arigatou sudah membaca fict ini sampai chapter ini! Bahkan bagi yang rutin review! Targetnya sih... Dapet 22 review tapi ga juga gpp XD jadi tenang aja! Pasti lanjut kok! Kalau misalnya Emi punya banyak ide, Emi usahain update kilat! Akhir kata, Mind to RnR? :3