Hello ini fanfic ke-9
Pairing Shikamaru x Ino
Kembali dengan fict ShikaIno karya Author yang satu ini. Semoga dengan adanya fict ini dapat menambah kecintaan kalian kepada ShikaIno (?)
Maaf apabila fict ini bertaburan typo(s) dan maaf juga kalau di fict ini OOC yahh!
DISCLAIMER : NARUTO © MASASHI KISHIMOTO
Happy Reading!
.
.
.
.
.
"Sudahlah Temari jangan banyak bertanya. Ada perlu apa kau di sini?" tanya Shikamaru kepada orang yang bernama Temari itu.
Tiba-tiba saja Ino teringat akan sesuatu. 'Sepertinya aku pernah mendengar namanya. Siapa dia? Ayo Yamanaka Ino ingat kembali!' kata Ino dalam hatinya.
"Kau belum memperkenalkan namamu. What's your name?" tanya Ino dengan menggunakan bahasa Inggris atau yang disebut bahasa internasional itu.
'Rupanya negeri peri jaman sekarang sudah mulai maju. Perinya saja bisa berbicara bahasa Inggris.' Ucap Shikamaru dalam hatinya.
"Sabaku no Temari." Jawab Temari sambil mengulurkan tangannya kepada Ino dan Ino membalas uluran tangan dari Temari itu.
'Aku ingat! Sabaku no Temari dia yang membuat peraturan di Negeri Peri Seribu Kelopak Sakura Merah Muda menjadi ketat!' kata Ino dalam hatinya.
.
.
.
.
.
"Hei Temari! Ada perlu apa kau ke sini?" tanya Shikamaru dengan pertanyaan yang sama dengan sebelumnya.
"Tadi aku ke kelasmu dan bertanya kepada Chouji, katanya kau bolos empat jam mata pelajaran. Aku pikir kau ketiduran disini dan rupanya kau sedang bersama teman baikmu." Kata Temari lembut.
"Temari, apa kau mau ikut denganku?" tanya Shikamaru tiba-tiba.
Temari yang mendapatkan pertanyaan itu dari Shikamaru langsung blushing. Warna merah yang tipis mewarnai pipi Temari. Namun, Temari tidak bisa menyembunyikan rona merahnya karena Ino bisa dengan jelas melihat warna merah di pipi Temari.
"Kau malu ya?" tanya Ino mengagetkan Temari.
"Malu? Malu kenapa?" tanya Temari.
"Itu pipimu berubah menjadi warna merah. Kalau boleh aku tahu apa kau itu pacarnya Shikamaru?" tanya Ino dengan penuh selidik.
"Eh.. pacar? Hmm.. te-tenang saja aku bukan pacarnya Shikamaru kok!" kata Temari gugup.
"Benarkah?" tanya Ino lagi.
"Shikamaru itu tidak dekat dengan perempuan kecuali Nenek Chiyo. Ah ya tentu saja juga denganmu. Aku kira Shikamaru tidak bisa bergaul dengan yang namanya perempuan." Kata Temari sambil melirik Shikamaru.
"Haha.. aku baru tahu kalau kau anti dengan perempuan!" kata Ino sambil tertawa kepada Shikamaru.
"Baru tahu? Bukannya kalian berdua itu sudah teman baik?" tanya Temari penuh selidik.
"Dia tidak bercerita tentang perempuan. Jadi, mana aku tahu tentang dia dan perempuan." Kata Ino menjawab pertanyaan Temari tanpa ragu-ragu.
"Perempuan memang mendokusai!" kata Shikamaru memotong pembicaraan Ino dan Temari. "Jadi, apa kau mau ikut?" tanya Shikamaru lagi kepada Temari.
"Apa kau mau mengajakku kencan?" tanya Temari ragu-ragu.
Ino yang mendengar perkataan Temari tiba-tiba emosi. Entah apa yang menyebabkan Ino sangat kesal ketika mendengar Shikamaru mau mengajak Temari kencan. Untungnya Ino masih bisa menahan emosinya. 'Katanya mau menangkap buronan agar bisa menikah denganku. Eh, Tuan Mendokusai ini malah mau berkencan dengan Sabaku no Temari. Kalau Dei-nii tahu Temari akan berkencan dengan Shikamaru pasti Shikamaru akan dihajar habis-habisan. Tapi, Temari sepertinya menyukai Shikamaru lalu mengapa dulu dia mau menikah dengan Dei-nii bahkan sampai memiliki tiga orang anak?' tanya Ino dalam hati.
"Apalah itu namanya, yang terpenting aku mau mengajakmu ke suatu tempat yang istimewa." Kata Shikamaru santai.
"Boleh. Jam berapa?" tanya Temari penuh semangat.
"Aku kira sekarang lebih baik. Tapi, ada syaratnya." Kata Shikamaru.
"Apa?"
"Kau harus tutup mata."
"Mengapa harus tutup mata?" tanya Temari.
"Sudahlah Temari-san, mungkin Shikamaru akan menciummu." Jawab Ino ringan dan sukses membuat kedua mata onyx Shikamaru membulat dengan sempurna. Temari pun blushing lagi.
"Hah mendokusai! Ino-chan, aku minta kau ambil penutup mata yang sudah aku siapkan!" perintah Shikamaru kepada Ino sambil mengedipkan matanya. Ino langsung mengangguk mengerti.
.
.
.
.
Ino lalu berjalan dan bersembunyi di balik pohon sakura. Ino mencoba mengambil salah satu kelopak sakura, sayangnya Ino tidak bisa mengambil salah satu diantaranya. Ino mencoba meloncat, meloncat, dan meloncat sayangnya hasil yang diterimanya nihil.
Ketika Ino mencoba meloncat untuk yang kesekian kalinya, Ino terjatuh. Shikamaru langsung menuju sumber suara Ino jatuh. Shikamaru langsung membantu Ino untuk bangkit berdiri. Sementara Temari hanya melihatnya dari belakang Shikamaru.
'Sepertinya Shikamaru sangat menyayangi gadis itu.' Kata Temari dalam hati. "Ino, apa kau baik-baik saja?" tanya Temari dengan nada khawatir yang sepertinya dibuat-buat.
"Bagaimana aku baik-baik saja sementara aku jatuh di atas rumput yang terdapat banyak batu di sini." Jawab Ino.
"Memangnya kau taruh di mana penutup matanya?" tanya Temari.
"Angin menerbangkannya di atas pohon sakura ini." Jawab Ino.
"Hah ya sudah biar aku yang ambil." Kata Temari menawarkan diri. 'Aduh… bagaimana ini? Temari no Baka! Aku itu hanya berbohong. Bagaimana kalau dia tahu kalau tidak ada penutup mata di atas pohon sakura ini?' kata Ino dalam hati.
"Temari!" panggil Shikamaru.
"Ada apa?" tanya Temari.
"Lebih baik kau ambil obat untuk mengobati luka di tangannya. Lihat tangannya terluka!" kata Shikamaru. Temari tidak bisa menolak apa yang disuruh Shikamaru. Temari langsung pergi meninggalkan Shikamaru dan Ino berdua.
Sementara Temari pergi, Shikamaru langsung mengambil dua kelopak sakura dan memberikannya kepada Ino.
"Cepat obati lukamu dan penutup mata untuk Temari!" perintah Shikamaru.
Ino menuruti apa yang diperintahkan oleh Shikamaru. "Yama Yamanaka Ino, Flowerty!" kata Ino mengucapkan mantranya. Seketika luka di tangan Ino sudah hilang dan juga sebuah penutup mata yang berwarna hitam sudah berada di tangan Ino.
"Ini!" kata Ino memberikan penutup mata itu kepada Shikamaru.
"Lain kali kalau kau tidak sanggup mengambil kelopak sakura, kau bisa memanggilku." Kata Shikamaru kepada Ino.
"Iya Tuan mendokusai!" jawab Ino sambil tersenyum kepada Shikamaru. Shikamaru memberikan kembali penutup mata yang tadi Ino berikan untuknya. "Mengapa dikembalikan la—Kyaa!" teriak Ino. Rupanya Shikamaru mengangat Ino dengan ala bridal style dan memberikan penutup mata itu kepada Ino agar tidak merepotkannya saat mengangkat Ino.
Shikamaru membawa Ino ke tempat pertama Ino menginjakkan kakinya di dunia manusia. Setelah sampai di tempat yang dituju, Shikamaru menurunkan Ino.
"Aku kan sudah tidak sakit!" kata Ino protes.
"mendokusai!" jawab Shikamaru. Shikamaru lalu duduk di samping Ino. Sementara Ino hanya memeluk kedua lututnya sambil tersenyum dan tentu saja dengan pipi yang merona.
Selama Shikamaru duduk bersama Ino tak ada yang mau membuka percakapan. Suara yang terdengar hanya suara ribut murid-murid Konoha High School yang sedang istirahat.
"Shikamaru."
"Ino."
Shikamaru dan Ino saling memanggil satu sama lain. Mereka berdua lalu saling bertatapan dan tersenyum tipis.
"Silahkan kau duluan!" kata Ino kepada Shikamaru.
"Hn, kamu saja, aku mengalah." Jawab Shikamaru singkat.
"Ayolah aku sudah membuang kesempatan untuk berbicara duluan demi kau." Kata Ino sedikit kesal.
"Ladies first." Jawab Shikamaru singkat.
"Hah kau itu! Aku mau tanya, kau dengan Te—" kata-kata Ino terpotong saat Temari sudah datang sambil membawa beberapa obat yang tadinya digunakan untuk mengobati luka Ino. Temari segera duduk agar berhadapan dengan Ino dan menatap Yamanaka Ino dengan tatapan serius.
"Mengapa kau melihatku seperti itu?" tanya Ino yang merasa risih dengan tatapan Temari.
"Luka di tanganmu mana? Tidak mungkin luka itu cepat sekali hilang. Ya kecuali kau punya sihir seperti Tinkerbell atau bahkan punya kantong ajaib Doraemon." Kata Temari lagi.
"Hmm… umm… lukaku ya…" jawab Ino bingung.
"Aku tidak punya banyak waktu. Temari, pakai penutup mata itu!" suruh Shikamaru dengan sangat cueknya. Seperti biasa, Temari tidak bisa melawan kata-kata Shikamaru. Temari langsung mengambil penutup mata yang berada di antara Shikamaru dan Ino dan segera mengenakannya.
Selesai mengenakan penutup matanya, Temari hanya tersenyum ringan. "Aku sudah mengenakannya, sekarang apa yang mau kau lakukan?" tanya Temari kepada Shikamaru tidak sabaran.
Shikamaru lalu mengedipkan mata sebelah kanannya kepada Ino. Sayangnya, Ino tidak melihat kedipan mata onyx milik Shikamaru. Shikamaru lalu mengedipkan matanya lagi kepada Ino, sama seperti sebelumnya, Ino tidak melihat kedipan mata Shikamaru.
"Ino!" panggil Shikamaru pelan. Ino lalu menatap Shikamaru heran.
"Apa? Bukannya kau mau mencium Temari? Aku tidak akan lihat ciuman kalian berdua. Aku janji!" jawab Ino keras dan membuat Temari blushing dengan mata tertutup. "Temari, sepertinya kau hobby blushing ya?" goda Ino kepada Temari. Temari hanya menunduk sebagai jawaban.
"Tunggu sebentar Temari. Ino, cepat ikut aku!" kata Shikamaru sambil menarik tangan Ino menjauhi Temari.
.
.
.
.
Shikamaru dan Ino berjalan cukup jauh dari tempat Temari berada. Shikamaru memandang sekeliling untuk memastikan tidak ada yang mengganggunya bersama Ino. Ketika Shikamaru sudah merasa aman, Shikamaru segera memandang Ino dengan tatapan seriusnya.
"Aku tidak suka diperhatikan seperti itu, Shikamaru. Kau tahu? Mata onyx-mu itu menyeramkan." Kata Ino gugup.
"Bagaimana cara kita kembali ke Negeri Peri Seribu Kelopak Sakura Merah Muda?" tanya Shikamaru. Ino lalu menggeleng pelan sebagai jawaban. "mendokusai!" kata Shikamaru mengucapkan kata ciri khasnya.
Shikamaru lalu diam untuk memikirkan cara kembali ke Negeri Peri Seribu Kelopak Sakura Merah Muda. Ino hanya bersenandung ria sambil melihat langit yang warnanya sebiru mata aquamarine-nya. Hembusan angin menyentuh kulit putih Ino dan juga Shikamaru tentunya. Sayangnya, Shikamaru mungkin tidak bisa merasakan hembusan angin yang menyejukkan ini.
Shikamaru terus mencari cara agar bisa kembali ke Negeri Peri Seribu Kelopak Sakura Merah Muda. Tiba-tiba Shikamaru teringat akan sesuatu, ditariknya tangan Ino. Ino yang sedang bersenandung tiba-tiba saja kaget karena tarikan dari tangan Shikamaru.
"Shikamaru! Kau hobi ya menarik-narik tangan orang?" tanya Ino jengkel.
"Mendokusai. Ino, aku butuh bantuanmu untuk memberikanku sebotol air mineral." Pinta Shikamaru kepada Ino.
"Untuk apa? Untuk menyiram pohon sakura agar kau bisa kembali ke Negeri Peri Seribu Kelopak Sakura Merah Muda? Manusia bisa kembali ke negeri itu kalau sudah berkeluarga dengan peri di Negeri Peri Seribu Kelopak Sakura Merah Muda. Bukannya aku sudah menjelaskan kepadamu soal ini?" tanya Ino.
"Hn." Jawab Shikamaru singkat.
"Sudahlah kita tidak usah terburu-buru kembali ke Negeri Peri Seribu Kelopak Sakura Merah Muda, aku masih betah di sini." Jawab Ino kepada Shikamaru.
"Tidak. Aku tidak mau kalau sampai kau kehabisan oksigen karena tinggal di dunia ini. Kita harus segera kembali." Kata Shikamaru panjang lebar. Shikamaru menatap Ino dengan serius membuat Ino tidak bisa membujuk Shikamaru untuk membiarkannya tinggal di sini untuk sementara waktu.
Kini giliran Ino yang menarik tangan Shikamaru. Ino membawa Shikamaru ke tempat di mana Temari berada sambil menunggu Shikamaru dan Ino. Ino menyuruh Shikamaru mengambil satu kelopak sakura. Shikamaru mengambil satu kelopak sakura dan memberikannya kepada Ino.
"Yama Yamanaka Ino Flowerty!" kata Ino mengucapkan mantranya. Seketika kelopak sakura yang berada di tangan Ino berubah menjadi sebuah buku berwarna ungu tua. Ino membuka buku bersampul ungu tua sambil membaca isi dari buku tersebut. Sementara Shikamaru hanya bisa melihat Ino membaca buku bersampul ungu tua tersebut.
Sudah enam menit Ino membaca buku bersampul ungu tua tersebut, namun bacaan yang dari tadi Ino cari tidak ketemu. Ekspresi muka Ino berubah menjadi aneh. Ekspresi takut dan bingung terlukis dalam wajah cantik Ino. Shikamaru yang melihat perubahan ekspresi Ino lalu mengambil buku bersampul ungu tua tersebut.
"Kau mencari apa?" tanya Shikamaru sambil membuka beberapa lembar buku bersampul ungu tua.
"Mencari cara untuk kembali ke Negeri Peri Seribu Kelopak Sakura Merah Muda. Siapa tahu di situ ada cara untuk kembali akibat air sakura putih. Bukannya tadi kau terus-terusan mondar-mandir untuk mencari cara kembali? Nanas aneh sih!" Jelas Ino.
Shikamaru membuka tiga halaman dari depan. Shikamaru menunjuk halaman yang dibukanya dengan menggunakan telunjuk kanannya. Tiba-tiba Shikamaru membuka beberapa lembar lagi dengan cepat. Shikamaru membaca sejenak halaman yang dibukanya itu. Selesai membaca, Shikamaru lalu menutup buku bersampul ungu tua itu dan mengembalikannya kepada Ino.
"Apa yang barusan kau baca?" tanya Ino penasaran.
"Cara untuk kembali ke Negeri Peri-mu itu." Jawab Shikamaru singkat.
"Bagaimana kau tahu?" tanya Ino.
"Kau tinggal buka daftar isi, lalu mencari halamannya." Jawab Shikamaru singkat.
"Lalu, bagaimana caranya?" tanya Ino.
"Shikamaru! Shikamaru! Mengapa kau lama sekali?" tanya Temari dengan suara yang keras.
"Tunggu sebentar Temari-san, Shikamaru sedang bingung bagaimana cara berciuman denganmu." Jawab Ino asal. Ya seperti biasanya, Temari ber-blushing ria. Ino hanya menunjukan jari telunjuk kanannya dan jari tengah kanannya membentuk huruf ke-22 yaitu huruf 'V'. Shikamaru hanya mengucapkan trademark-nya. "Bagaimana caranya?" tanya Ino lagi.
"Ciuman di bawah hujan bunga sakura." Jawab Shikamaru singkat dan pelan.
"Eh," kata Ino. Ino hanya menunjukkan rona merah yang menghiasi pipi putih susunya. Shikamaru hanya menggaruk kepala nanasnya walaupun kepala nanasnya itu tidak gatal. Ino dan Shikamaru sama-sama memandang Temari yang sedang duduk dengan mata tertutup.
'Berciuman? Di bawah hujan bunga sakura? Bagaimana caranya? Dia saja tidak serius mencintaiku.' Ucap Ino dalam hati.
'Troublesome. Berciuman? Seumur hidupku aku belum pernah dicium dan mencium seseorang.' Ucap Shikamaru dalam hatinya.
"Shikamaru, kau tidak bohong, kan? Bilang saja kalau kau ingin merasakan ciuman dariku?" tanya Ino kepada Shikamaru. Seketika Shikamaru diam di tempatnya tanpa melakukan apapun. Ino tersenyum jail melihat Shikamaru yang hanya diam tak bergerak. Ino lalu menghampiri Shikamaru dan mendekatinya. Dielusnya dagu milik Shikamaru dengan perlahan dan membuat Shikamaru berkeringat dingin.
"Kau mau ini, huh!" kata Ino sambil mendorong Shikamaru tiba-tiba dan nyaris menyebabkan Shikamaru terjatuh. "Ini kondisi darurat mana mungkin bisa kau bersikap mesum seperti itu, Mr. Troublesome." Kata Ino lagi.
"Kalau tidak percaya, kau bisa buka buku sampul ungu tua milikmu. Silahkan kau buka halaman 64 tentang air sakura putih." Jawab Shikamaru sambil duduk mendekati Temari.
Ino melakukan perintah yang diberikan oleh Shikamaru. Buku bersampul ungu tua halaman 64 tentang air sakura putih. Ino membacanya perlahan dengan maksud agar dia bisa memahami setiap kata yang ada. Ketika Ino membaca paragraf terakhir, tiba-tiba Ino menelan air ludahnya dan mengedipkan kedua mata aquamarine-nya.
Jika ada pasangan yang berhasil tiba di dunia manusia dengan menggunakan air sakura putih, cara kembali ke Negeri Peri Seribu Kelopak Sakura Merah Muda hanya ada satu. Satu-satunya cara adalah pasangan itu harus berciuman di bawah hujan sakura. Hujan sakura berasal dari gerbang utama manusia menuju Negeri Peri Seribu Kelopak Sakura Merah Muda. Air sakura putih lambang kesucian dan kemurnian. Pasangan itu harus berciuman karena cinta yang tulus dan bukan cinta yang direkayasa. Hujan lambang harapan yang terkabul. Setiap tetesnya akan membawa kebahagiaan tersendiri. Sakura tanda betapa pentingnya pasangan. Sekecil apapun sakura dia akan memancarkan kecantikannya. Berciuman yang dilakukan oleh pasangan sehidup semati mempunyai tanda bahwa cinta sudah hidup di antara mereka. Air sakura putih lambang cinta yang tulus dan murni. Lakukan semuanya dengan tulus maka akan dapat hasil yang memuaskan.
Ino lalu menutup buku bersampul ungu tua dan menghilangkan buku itu dalam sekejap. Dihampirinya seorang pria berambut nanas dengan seorang gadis yang mempunyai empat nanas. Sekilas pemuda dan gadis itu mirip layaknya kakak beradik. Dari ujung rambut sampai ujung kakinya nyaris mempunyai bentuk yang sama. Bahkan, sikap dewasa mereka pun terlihat begitu jelas dari muka kedua manusia yang berada di hadapan Ino sekarang.
"Loh, kok penutup matanya dilepas?" tanya Ino kepada Shikamaru dan Temari yang sedang berbincang-bincang.
"Aku yang membukanya, habisnya kalian berdua lama sekali. Oh ya, buku apa yang kamu baca tadi?" tanya Temari kepada Ino.
"Hanya novel bersampul ungu tua."
"Novel? Novel apa? Aku boleh pinjam?" tanya Temari.
"Hmm… novelnya bukan punyaku, aku meminjamnya dari sahabatku, Sakura." Jawab Ino asal.
"Oh… mana temanmu yang bernama Sakura?"
"Dia sudah pergi."
"Temari, kau pakai penutup matanya lagi!" perintah Shikamaru dengan sikap cuek-nya. Temari memasangkannya kembali. Setelah terpasang, Shikamaru langsung membalikkan badan Temari menghadap pohon sakura yang cukup besar. Shikamaru menyisakan tempat di depan Temari untuk dirinya sendiri dan juga Ino. Shikamaru lalu menyuruh Ino untuk duduk berhadapan dengannya. Dengan terpaksa Ino berjalan dan duduk berhadapan dengan Shikamaru.
"Kau siap?" tanya Shikamaru. Ino menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan yang baru saja dilontarkan Shikamaru. Wajah Ino mulai menegang. Gugup. Perasaan gugup itu yang menyebabkan Ino mengeluarkan keringatnya. Shikamaru meletakkan tangan kanannya di atas telapak tangan Ino. Shikamaru memberikan beberapa kelopak sakura kepada Ino.
"Untuk apa?" bisik Ino.
"Hujan sakura." Jawab Shikamaru singkat. Ino lalu mengucapkan mantranya dengan pelan agar tidak terdengar oleh Temari yang duduk tidak jauh dari tempatnya berada. "Yama Yamanaka Ino Flowerty!" ucap Ino. Seketika bunga sakura yang tadinya menempel dengan batang-batang pohon sakura mulai jatuh. Seperti hujan memang, hujan sakura.
Tangan kiri Shikamaru memegang tangan kanan Temari, sementara tangan kiri Ino memegang tangan kiri Temari. Temari hanya diam dan tidak membalas. Shikamaru mulai mendekatkan wajahnya dengan Ino. Perlahan jarak antara Shikamaru dan Ino mulai berkurang, sayangnya keringat yang mengalir dari dahi Ino terus meluncur dengan cepat.
'Apa ciumannya tulus? Kalau tidak tulus akan gagal. Lalu, aku tidak bisa kembali ke Negeri Peri Seribu Kelopak Sakura Merah Muda." Kata Ino dalam hatinya.
Shikamaru sudah menghilangkan jarak diantara dirinya dan Ino. Kini bibir Shikamaru sudah menempel dengan sempurna dengan bibir manis Ino. Sementara mereka berciuman, sakura-sakura cantik terus berjatuhan menemani manisnya ciuman Shikamaru dan Ino yang mereka ciptakan. Seorang gadis pirang lainnya hanya duduk manis dengan kedua tangan yang dipegang erat oleh Shikamaru dan Ino yang sedang berciuman dengan mesra. Untungnya gadis pirang berkuncir empat yang berbentuk empat nanas ini tidak menyadari bahwa di depannya terjadi adegan romantis.
Tiba-tiba cabang dari pohon sakura itu mengikat pergelangan tangan Shikamaru, Ino, dan Temari. Dan di saat itu pula ciuman Shikamaru dan Ino berhenti seketika. Temari yang matanya masih tertutup dengan penutup mata hanya panik, karena dia merasakan pergelangan tangannya diikat oleh suatu tali yang sangat kuat dan dirinya tidak bisa melepaskan pergelangan tangannya.
"Apapun yang terjadi tetap tenanglah Temari." Kata Shikamaru mencoba menenangkan Temari yang sudah mulai panik.
"Shikamaru, apa yang terjadi? Mengapa pergergelangan tanganku diikat?" tanya Temari panik.
"Tenanglah Temari-san, Shikamaru akan membawamu pergi ke suatu tempat yang indah. Aku sengaja mengikatmu agar kau—hmmph." Kata-kata Ino terputus. Rupanya sakura-sakura yang berjatuhan menutup mulut Ino, bukan hanya mulut Ino, mulut Shikamaru dan Temari juga tertutup dengan bunga sakura.
Akar dari pohon sakura itu muncul dari dalam tanah dan mengikat Shikamaru, Ino, dan Temari. Akar pohon sakura terus mengikat dan menarik kedua orang manusia dan satu orang peri itu ke dalam batang pohon sakura. Semakin mendekati batang sakura, maka kekuatan akar pohon sakura yang mengikat Shikamaru, Ino, dan Temari semakin besar.
.
.
.
.
Tiba-tiba saja, Shikamaru, Ino, dan Temari sudah berada di depan pintu gerbang yang sangat besar. Untungnya mereka bertiga tidak jatuh seperti Shikamaru saat pertama kali datang ke Negeri Peri Seribu Kelopak Sakura Merah Muda. Ino sudah mengenakan pakaian peri-nya lagi lengkap dengan sayap ungu yang berkelap-kelip.
Ino langsung berlari ke arah tempat penjaga gerbang. Ino mengetuk kaca penghalang antara dirinya sendiri dan si penjaga pintu. Si penjaga pintu langsung terbangun dari tidurnya.
"Ah kau rupanya Ino-chan!" kata si penjaga pintu—Yamato.
"Cepat buka gerbangnya, kami berdua sudah berhasil membawa si buronan." Kata Ino.
"Tenzo Tenzo Yamato Woody!" kata Yamato mengucapkan mantranya. Seketika pintu gerbang itu terbuka. Ino mendahului Shikamaru dan Temari masuk ke dalam wilayah Negeri Peri Seribu Kelopak Sakura Merah Muda. Shikamaru harus menarik Temari yang matanya masih tertutup.
Ketika Shikamaru sudah masuk ke dalam wilayah Negeri Peri Seribu Kelopak Sakura Merah Muda bersama Temari, pintu gerbang itu tertutup dengan sendirinya. Yamato keluar dari bangunan yang terbuat dari kayu untuk menghampiri Shikamaru, Ino, serta si buronan.
Tepat saat Yamato berdiri di samping Ino, dari punggung Temari keluarlah sepasang sayap. Sayap berwarna hitam berbentuk bulat. Sayap itu tidak berkelap-kelip lagi seperti sayap yang dimiliki Ino. Pakaian yang dikenakan Temari pun berubah seketika. Sebuah dress mini berwarna hitam yang memiliki motif kembang api berwarna-warni. Di bagian bawah dress mini Temari, terdapat sinar-sinar kembang api yang menyala. Penutup mata Temari tiba-tiba lepas dan sudah tidak menutupi kedua mata Temari.
Temari yang melihat pemandangan di sekelilingnya tiba-tiba menunjukkan ekspresi yang berbeda. Sementara Yamato sudah mau menangkap Temari, takut-takut buronan ini kabur.
"Jadi rupanya aku dijebak?" tanya Temari.
"Gomennasai Temari-san, aku tidak bisa melihat Dei-nii, Deimara-chan, Derira-chan, dan Teida-kun menderita. Seharusnya waktu itu aku tidak menyetujui kalau Dei-nii menikah dengan wanita kejam sepertimu." Kata Ino panjang lebar.
"Pantas saja aku pernah mendengar namamu. Rupanya kau Yamanaka Ino si peri bunga sekaligus peri medis dari Negeri Peri Seribu Kelopak Sakura Merah Muda? Sudah lama tidak berjumpa, Ino-chan!" kata Temari.
Dari kejauhan terlihat sebuah keluarga tanpa sosok ibu melihat pemandangan baru itu. Si pria yang berambut kuning langsung menjatuhkan belanjaan yang tadi dibelinya bersama anak-anaknya. Sementara ketiga peri kecil itu hanya memandang wajah Touchan-nya yang kelihatan shock.
"Touchan, ada apa?" tanya gadis berambut kuning dan berkuncir dua—Deimara.
"Mengapa belanjaannya Touchan jatuhkan?" kini giliran gadis berambut kuning, berkuncir dua, dan poni yang panjang—Derira bertanya kepada pria yang mereka panggil Touchan.
"Apa itu Kaachan?" tanya seorang peri laki-laki yang mempunyai rambut pirang panjang dengan poni seperti ayahnya—Teida.
"Ya Teida-kun, dia Kaachan-mu." Jawab pria berambut kuning panjang yang bernama Deidara.
.
.
.
TO BE CONTINUED
.
.
.
INI BALASAN REVIEW YANG GAK BISA DIBALES LEWAT PM :D
Rey ai3rien : Salam kenal jugaaa! :D Pairing favourite? Wah… ShikaIno Shipper ya? Hahay :) Ini apdetannya yaa? Jangan lupa review di chappy 4 haha XD
.
.
.
.
CHAPTER 4
Huaa.. selesai publish chapter 4 jugaa, padahal udah beres hari Sabtu, tapi aku nunggu hari Rabu, 3 Juli 2013. HAPPY BIRTHDAY LAZYNIT! Yaa hari ini adalah hari kelahiran sang author berbakat. Dia publish banyak fict ShikaIno lohh!
Nah chapter 4 ini sepertinya lebih banyak di banding chapter 3 ya? Semoga readers senang dan selalu nungguin apdetannya ya? Pengennya sih chapter 5 itu jadi chapter terakhir. Tapi entahlah tergantung ya?
Di chapter 4 banyak setting tempat di dunia manusia (dunianya Shikamaru) dan minim Yamato *Gomen Inodesuyo!* Tapi, chapter ini gak kalah kece 'kan? *emang chapter kemaren kece?* *pundung* Seperti yang sudah saya katakana mengenai spoiler di twitter, mantranya hanya mantranya Ino-chan *Gomen Choco-neechan!*
Ayo SHIKAINO Shipper ikutan event #ShadowMindFather kalau mau tau apa aja rulesnya bisa tanya ke sini lohh… Yola-ShikaIno kok! Follow juga akun yang menyelenggarakan eventnya SHIKAINO_FC
Makasih buat dukungan dari C-SIF secara tidak langsung.. Makasih banget…
Pretty Grandma ( Inodesuyo), Cool Kaachan ( nufze), Sweet-nee ( neeylla), J-nee ( pixie-alleth), Imut-nee ( nitandianiii), Cute-nee ( Intaniapramesty), serta neechan-neechan baruku haha :D aikaNS_ (Auntyku yang biasa dipanggil Anaii olehku) ; temechickenbutt (Neechan-ku yg ngakunya pacar Deidara); cacaaouw (Cabobal-neechan, mau tau kepanjangannya? Lewat review *plakk* Haha ) ; SuuFoxie (si Author hebat) ; anezena (Kembaran Cabobal-nee dengan nama Cobal-neechan tentunya wkwk); Laurapyordova (Neechan-ku yang cantik juga lohh ini!); dan azka_dhiya.(penggemarnya NaruSaku yang sering aku ajak sharing haha…)*yang belom kesebut ngacung lewat review yah? Haha*
Ahh yaa BIG THANKS to SHIKAINO SHIPPER aku sangat berterima kasih karena udah mau support aku ._. Reader! Makasih mau sempet2in baca! Reviewer! Makasih udah mau ninggalin jejaknya di fanfict ku ini! Silent Reader! Makasih meskipun dirimu hanya membaca tapi itu udah berarti kok :)
Sepertinya cuap-cuap sang author semakin panjang. Harus segera di akhiri :) Jadi silahkan tinggal jejak kalian berupa review :D Thanks before :) *Reviewer yg gak login aku bales di chapter selanjutnya, buat yg log in aku bales lewat PM ya? Buat Flamer harap log in oke?*
V
V
V
