-dhedingdong95-
Cast:
Cho Kyuhyun
Kim Kibum
Lee Donghae
(mereka akan menjadi satu marga)
Genre: Family, Brothership, Life, Drama, DLDR, RnR please!
Rate: T
Length: Chaptered
Disclaimer:
Hanya meminjam nama tokoh. Kesamaan latar ataupun ide terjadi tanpa sengaja, alur dan jalan cerita milik saya sepenuhnya. Terinspirasi oleh karakter Gong Taekwang di drama School 2015 – Who Are You. Walaupun judulnya hampir sama dengan cerita sebelumnya, tapi untuk jalan cerita akan berbeda dengan sebelumnya loooooh!
SELAMAT MEMBACA!
WARNING! TYPO, cerita pasaran, kalimat amburadul, alur kecepetan, membosankan!
Don't like? DON'T READ!
NO BASH and… ENJOY!^^
.
.
.
Chapter 4
.
.
Pyeongchang-dong, Seoul
"kau menemuinya? benarkah?" nampak seorang lelaki muda tengah berbincang via telepon di sebuah perpustakaan pribadi. ia berjalan pelan diantara rak-rak kayu sembari menggigit ibu jarinya, seperti menunjukkan rasa khawatir yang berlebihan.
"bodoh! ba..bagaimana bisa? kau harus menjauhinya hyung!" lelaki muda itu sedikit menggeram, telapak tangannya spontan ikut mengepal.
"aku tahu, pekerjaanmu adalah satu-satunya cara untuk bisa melihatnya secara langsung. tapi bukan berarti dengan seenaknya kau dapat menemuinya seperti tadi!"
"kau harus merahasiakannya. aku tak mau ibu mengetahui hal ini!" lelaki itu menutup sambungan teleponnya secara sepihak, lantas memasukkan ponselnya ke dalam saku celana.
"sial!"
.
.
.
13 tahun yang lalu...
.
/PLAK/
.
"GARA-GARA KAU KYUHYUN DICULIK!" pria dewasa itu -tuan Cho- memberikan tamparan keras tepat di pipi kiri milik wanita cantik di depannya.
"KAULAH YANG TAK BECUS JADI AYAHNYA!" wanita tersebut tak mau mengalah. ia balas perkataan suaminya dengan teriakan yang membabi buta. hebatnya lagi, wanita itu bahkan tak mengeluarkan air mata setetes pun. mungkinkah ia sudah terbiasa mengalami situasi semacam ini?
"HHH, TAK BECUS KATAMU? AKU ADALAH KEPALA KELUARGA. SUDAH SEWAJARNYA UNTUK MENCARI NAFKAH, DAN KAU YANG MENGURUSI ANAK-ANAK!" balas tuan Cho lagi. ia melemparkan tubuhnya sendiri ke sofa besar yang sudah lama menjadi penghuni tetap ruang keluarga, lalu memijat pelipisnya karna pening. sedangkan wanita yang diajaknya berbicara hanya berdiri tak jauh darinya, dengan menyilangkan kedua tangan tentu saja.
"apa sulitnya meluangkan setitik waktumu untuk menjemput kyuhyun di sekolah? bukankah tadi kau sudah berjanji? harusnya sejak awal aku tidak memercayai kata-katamu! ...hanna-ya, apabila sesuatu terjadi pada kyuhyun... aku bersumpah tak akan pernah memaafkanmu" emosi tuan Cho mulai melebur. ia bisa sedikit menekan amarahnya, meski suara hatinya meminta untuk lebih bertindak kasar pada istrinya.
.
waktu telah menunjukkan pukul 5 sore. dengan kata lain, seharusnya kyuhyun kecil sudah berada di rumah semenjak 3 jam yang lalu. namun nyatanya kabar penculikan putra bungsu pengusaha ternama Cho Yeunghwan, sukses membuat seluruh penghuni rumah begitu panik. semua pengawal telah dikerahkan untuk mencari kyuhyun hingga sudut-sudut kota, atau para pelayan yang sibuk menerima telepon dari pihak-pihak yang bersangkutan. ini semua terjadi karena kelalaian sang ibu, yang lebih mengutamakan kepentingan pribadinya daripada mengurusi buah hatinya sendiri.
tapi jika dipikir lebih jauh, kejadian ini bukanlah murni kesalahan kim hanna. siapa yang tak tahu Cho Yeunghwan pemilik jaringan mall dan hotel terbesar di korea selatan? siapapun yang merasa iri, akan menggunakan kesempatan sekecil apapun untuk menghancurkannya. seperti menculik salah satu dari ketiga anaknya, mungkin?
.
"aku ingin kita bercerai" seolah mengalihkan pembicaraan, kata-kata mengejutkan itu terucap begitu saja dari bibir kim hanna.
"demi tuhan. hanna-ya, apa kau gila? kita masih belum bisa menemukan keberadaan kyuhyun, dan sekarang kau... meminta bercerai?" tuan kim kehilangan kata-katanya. pepatah sudah jatuh tertimpa tangga memang sangat tepat untuk menggambarkan kondisinya saat ini.
"aku tak mau tahu. kutunggu hingga esok pagi, apabila surat perceraian belum sampai ke tanganku... aku akan langsung pergi dari rumah ini" sang nyonya besar berujar kembali. kali ini dengan memberikan sebuah tatapan membunuh seolah mengancam.
"lantas kau lebih memilih untuk tinggal di rumah perdana men— ah maksudku salah satu selingkuhanmu?" skak mat. senyuman sinis menghiasi wajah tuan cho.
"...kurasa semua rumah yang kita beli sebelumnya, telah terdaftar atas namaku. jadi kau tak punya hak untuk menempatinya bukan?" sambungnya lagi.
"ayah... ibu..." tepat disaat pertengkaran antar kedua orang dewasa itu berlangsung, tiba-tiba saja dua anak lelaki lainnya memasuki ruang keluarga. mau tak mau membuat orang yang disebut ayah dan ibu itu terdiam seketika. terkejut? tentu saja. bisa-bisanya mereka berbicara tentang perceraian di depan anak-anak yang belum mengerti apapun.
"donghae-ya, kibum-ah... mintalah pada pelayan untuk mengemasi barang kalian sekarang juga" ujar nyonya kim dengan mata mendelik tajam. anak kecil manapun yang melihatnya pastilah merasa ketakutan.
"bukankah kita harus menunggu kyuhyunie dulu sebelum pergi, bu?" tanya donghae polos. lelaki kecil yang belum genap berusia 10 tahun itu nampak takut-takut memandang wajah ibunya.
tak ada jawaban. kedua anak lelaki itu tak mengerti apa yang dipikirkan kedua orang tuanya saat ini. yang jelas, hanya nama kyuhyunlah yang selalu terngiang di otak donghae.
"bagaimana dengan kyuhyunie jika kita pergi, bu? dia akan kesepian di rumah. kita harus menunggunya pulang sebentar lagi" donghae berkata kembali. hanya ada dua perasaan yang menyelimuti hati si sulung sekarang, yaitu takut dan khawatir. bagaimanapun donghae adalah anak tertua, ia memiliki prinsip untuk menjadi kakak yang bertanggung jawab. hingga tak sadar membuatnya meremas-remas ujung kaos bergambar micky mouse yang ia kenakan.
"apa kalian semua tak bisa diam?" kibum yang sedari tadi menutup mulut, kini memilih untuk membuka suara. ekspresi wajahnya yang datar dan nada bicaranya yang terkesan dingin sangat menyiratkan bahwa ia tak mau mendengar perdebatan ini lebih lama. jangan remehkan umurnya yang baru menginjak 7,5 tahun, karena pemikirannya cenderung lebih dewasa daripada hyungnya. dan sungguh, kibum merasa terlalu jenuh dengan teriakan yang hampir setiap hari ia dengar.
"tadi pagi aku melihat kyuhyunie tak memakai mantel, sekarang pasti ia kedinginan..." gumam donghae sambil memandang ke arah jendela di dekatnya. ia melihat bulir-bulir salju turun mengenai pohon cemara di halaman belakang.
"kyuhyunie adalah adikku yang paling kuat. aku tahu, dia tak akan menangis. dia akan segera pulang. aku harus menunggunya..." gumam donghae lagi, namun masih dapat didengar oleh orang di sekelilingnya. di usia semuda itu, donghae sanggup merasakan kekhawatiran saat adik bungsunya menghilang. ia terus menghibur diri, meyakinkan hatinya jika kyuhyun akan baik-baik saja.
"cho. donghae. cho. kibum. cepat lakukan apa yang ibu katakan!" perintah nyonya kim yang penuh penekanan, membuat kedua anak lelaki itu dengan berat hati harus membalikkan badannya menuju kamar.
.
.
.
Gangnam-gu, 2015
.
"tuan muda.. dari mana saja?" begitu kyuhyun memasuki rumahnya, ia telah disambut oleh bibi jung beserta jajaran pelayan lainnya.
"sedikit bersenang-senang" kyuhyun memaksa untuk menarik kedua ujung bibirnya, walaupun perasaan di hatinya masih tak menentu.
"anda tidak berusaha untuk—" bibi jung menatapnya curiga. ia memandang setiap jengkal tubuh kyuhyun dari ujung rambut hingga ujung kaki.
"aku tak melakukan apapun bibi!" kyuhyun memutar kedua bola matanya. terkadang kyuhyun kesal dengan sikap bibi jung yang terlalu protektif melebihi orang tuanya sendiri.
bibi jung mengangguk mengerti.
"siapkan air hangat, aku ingin mandi" kyuhyun melenggang santai menuju lantai atas. beruntunglah tuan cho belum datang dari kantornya, jika tidak... akan terjadi adu mulut untuk kesekian kalinya.
"ini sudah pukul 9 tuan. apa anda tidak makan malam terlebih dulu?" tawar salah satu pelayan lainnya.
"tidak. aku tidak lapar" jawab kyuhyun sambil melanjutkan langkahnya menaiki anak tangga.
.
setelah selesai membersihkan dirinya, kyuhyun menaiki ranjangnya lantas meraih tas kanvas yang tadi ia gunakan. diambilnya sebuah album berukuran sedang dari dalam tas tersebut. kyuhyun tersenyum tipis ketika mengingat pertemuannya dengan sang artis idola. perlu dicatat. kyuhyun tak pernah mengidolakan artis manapun sebelumnya. suatu rekor bukan?
"mengapa hati ini selalu berkata jika kau adalah donghae hyungku? tapi jika itu benar, mengapa kau seperti tak mengenaliku tadi?" kyuhyun bergumam kecil. dengan posisi berbaring, ia mengangkat album tersebut hingga menutupi cahaya lampu. dipandanginya foto donghae yang menghiasi sampul album tersebut.
"mana yang harus kupercayai, hn? kata hatiku... atau sikapmu padaku? jangan membuatku bingung.. kibum hyung... dia... dia.. telah melupakanku. tak ada lagi yang bisa kuharapkan selain dirimu, donghae hyung. kumohon bantu aku" kyuhyun terus bermonolog dengan album yang dibawanya, seolah benda tersebut benar-benar menjadi lawan bicaranya.
"untuk malam ini saja, bolehkah aku menganggapmu sebagai donghae hyungku?" lanjutnya lagi. kyuhyun terkikik, ia merasa geli dengan apa yang dilakukannya beberapa menit ini.
"selamat tidur donghae hyung... mimpi indah, ne?" setelah menyudahi monolognya, kyuhyun memeluk erat album solo dari lee donghae. dengan begitu ia beranggapan jika cho donghae telah hadir menemani tidurnya malam ini.
.
.
"anda tidak sarapan tuan muda?" sudah dapat ditebak bagaimana kacaunya pagi ini jika sang tuan muda terlambat untuk bangun.
"tidak bibi. aku sudah terlambat!" kyuhyun berlari kecil ke arah pintu utama sambil membenahi dasinya.
"tapi semalam anda belum—"
"aku pergi dulu bibi!" potong kyuhyun cepat. secepat kilat tubuh kyuhyun sudah tak terlihat lagi dari ruang makan dimana bibi jung dan tuan besar berada.
dan seperti rutinitas sebelum-sebelumnya, seorang pria dewasa yang duduk sendirian di meja makan hanya menyeduh secangkir kopi tanpa berkomentar sedikitpun. sesekali ia hanya memandang keributan itu dari jauh, lalu menggeleng-gelengkan kepalanya.
.
.
"sudah siap untuk ke sekolah tuan muda?" sapa pak kim sambil membukakan pintu untuk majikan kecilnya.
"ayolah pak kim, aku sudah terlambat" rengek kyuhyun lagi. ia mengacak rambutnya kesal, takut jika terlambat sampai ke sekolah. karena ia tahu, kali ini pasti tim kedisiplinan tak akan melepasnya lagi seperti beberapa waktu lalu.
"baiklah tuan muda" jawab pak kim sedikit menahan tawanya. ah, setidaknya sikap sang tuan muda telah kembali seperti sedia kala.
.
.
sudah hampir 5 menit kedua penghuni sedan mewah itu berdiam diri. baik kyuhyun ataupun pak kim sama-sama enggan untuk memulai percakapannya. sedangkan untuk mencapai tujuan mereka, diperlukan waktu sekitar 10 menit lagi.
"pak kim..." kyuhyun mendesah bosan. ia senderkan kepalanya di kepala jok mobil.
"ya tuan muda?"
"tolong carikan jadwal lee donghae hari ini" lelaki muda itu membuka tas sekolahnya hendak mencari sesuatu. tepat sekali. benda kesayangannya untuk membunuh rasa bosan, PSP.
"anda... ingin menemuinya lagi?" tanya pak kim hati-hati.
"hn..." gumam kyuhyun dengan fokus pandangan ke layar PSP.
.
"berdasarkan informasi yang saya dapat, pukul 4 sore nanti lee donghae akan melakukan rehearsal konser tunggalnya di jamsil olympic stadium"
"jamsil olympic stadium? bukankah itu stadium terbesar di negara ini?" tanya kyuhyun penasaran, hingga berhasil melupakan gamenya sejenak.
"tepat sekali tuan muda. sangatlah jarang seorang artis idola mengadakan konser di sana" jawab pak kim tak kalah antusiasnya.
"bawa aku ke sana setelah pulang sekolah" kyuhyun kembali fokus memainkan gamenya.
"saya mengerti tuan mu—" perkataan pak kim terputus ketika ia merasakan getaran pada ponselnya. untung saja ia selalu menggunakan earphone sehingga memudahkannya untuk terhubung ke sambungan telepon, apalagi ketika ia sedang berkendara.
"yeoboseyo?"
"tuan mu—" pak kim buru-buru menghentikan ucapannya. ia memejamkan matanya sesaat, menyesali kebodohannya.
"saya sedang mengantar tuan muda kyuhyun pergi ke sekolah. kuharap anda akan menghubungi saya setelah ini" dengan cepat pak kim dapat menyesuaikan suaranya kembali.
"siapa pak kim?" tanya kyuhyun curiga. entahlah, ia merasa ada sesuatu yang tak beres di sini.
"re.. rekan.. kerja saya, tuan muda" pak kim menggigit bibirnya. ia sungguh tak pandai untuk berbohong. terlebih jika harus membohongi tuan mudanya sendiri.
"rekan kerja? tapi tadi kudengar kau menyebut tuan muda?" tanya kyuhyun penuh selidik.
"tidak tuan muda. anda pasti salah paham. tuan muda siapa lagi yang saya kenal, selain anda?" pak kim semakin gugup, ia tahu jika tuan mudanya ini sangat cerdas. kyuhyun tak akan berhenti bertanya, sebelum mendapat jawaban yang sesuai dengan keinginannya.
"tuan muda donghae dan tuan muda kibum?" jawab kyuhyun sekenanya. pak kim memegang erat setir mobilnya. ia berusaha mengatur nafasnya, mencari jawaban agar tak dapat dibantah oleh kyuhyun.
"apa aku benar?" tantang kyuhyun. tak seperti biasanya, kini kyuhyun memberikan respon acuh tak acuh pada hal yang berkaitan dengan hyungnya. apa artinya... kini ia menyerah?
"kita sudah sampai tuan muda" sepertinya pak kim harus berterima kasih pada dewi fortuna, karena tak menunggu lama mereka telah sampai di tujuan. genesis prada hitam itu tidak berhenti tepat di depan sekolah kyuhyun, melainkan di sebuah halte bus terpencil yang jaraknya sekitar 1 kilometer dari sekolah. kebiasaan ini sudah berlangsung sejak 5 tahun yang lalu. pak kim mengantarnya ke halte, lalu kyuhyun melanjutkan perjalanan dengan menaiki bus sampai ke sekolah. alasannya... tidaklah mungkin pengemis beasiswa menumpangi mobil mewah bukan?
kalian pasti bertanya-tanya apakah tak ada teman sekolah kyuhyun yang mengetahui hal ini? tidak. itu tidak akan pernah terjadi. semua skenario telah dirancang sebelumnya secara matang, sehingga mereka tak pernah tahu identitas asli kyuhyun. hhh... kalian tak perlu terkejut, sebab apapun bisa dilakukan oleh tuan cho.
"baiklah, anggap saja aku tak pernah mendengar pembicaraanmu sebelumnya" kata kyuhyun lagi sambil menutup pintu mobilnya.
.
.
"pengemis beasiswa itu datang lagi teman-teman!"
"kupikir kemarin ia tak masuk karena pindah sekolah. sayang sekali harapanku tak terkabul"
"setiap kali melihat wajahnya.. ingin sekali kutumpahkan jus jeruk ini pada seragamnya" beberapa murid perempuan mengerubungi tempat duduk kyuhyun. bahkan salah satu dari mereka berani mengusap-usapkan tangannya ke bahu kyuhyun. tsk. murahan sekali.
"mengapa kalian tak menumpahkannya saja sekarang? dengan begitu aku memiliki alasan untuk membolos lagi" jawab kyuhyun dengan nada menantang.
"tak semudah itu kyu. hyun." jawab salah satu murid perempuan di dekatnya dengan penuh penekanan. tanpa berpikir panjang, perempuan tersebut mengambil kursi di samping kyuhyun lantas mendekatkan diri pada tubuh kyuhyun.
"...apa... yang kau lakukan... hyejin-ssi?" kyuhyun melihat teman perempuannya ini semakin bertindak agresif. seperti mengelus dada bidang milik kyuhyun, kemudian berusaha untuk membuka dasi bajunya secara paksa di depan puluhan pasang mata yang memandangnya. sebetulnya kyuhyun merasa sangat jijik saat melihat teman perempuannya memasang wajah yang menggoda. ini adalah jebakan, dan kyuhyun tak mau masuk dalam perangkap mereka.
"woahhh, ini pemandangan yang sangat langka!"
"orang miskin dan aneh seperti dia pantas untuk dilecehkan!" hampir seluruh murid di dalam kelas telah mengeluarkan ponselnya, bersiap untuk merekam apa yang akan terjadi setelah ini. sedangkan kyuhyun hanya duduk berdiam diri layaknya seseorang yang pasrah dengan keadaan. tak ada niatan sedikitpun untuk melawan, karena wanita bukanlah lawan yang tepat untuknya.
"aku berani bertaruh. jika video ini diunggah, pasti namanya akan menjadi top search di internet!"
"binggo! dan dia tak hanya terkenal di sekolah saja, tapi juga terkenal di seluruh negeri. hahahah" telinga kyuhyun semakin memanas ketika mendengar cicitan teman sekelasnya yang semakin menjadi-jadi. tak ada yang bisa dilakukan kyuhyun selain mengambil nafas sebanyak-banyaknya, lantas menghembuskannya dengan kasar. masa bodoh dengan harga diri, kali ini ia sedang malas menuruti permainan teman-temannya.
.
"bagaimana jika wali kelas mengetahui hal ini? aku tak mau mendapat hukuman!"
"masih ada waktu 5 menit untuk bermain-main.."
"jiwon-ah! kunci semua pintu sebelum bel masuk berbunyi!"
"baiklah!"
.
"jadi apa tidurmu nyenyak, hm?" hyejin merangkulkan salah satu tangannya ke bahu kyuhyun, kemudian tangan lainnya mengelus pipi putih milik kyuhyun.
"woooooo!" dengan serempak murid-murid lainnya bersorak riuh. bahkan beberapa murid lelaki lebih memilih untuk berdiri di atas meja demi menonton pertunjukan gratis yang sangat jarang terjadi.
"bagaimana jika kau kutemani nanti malam?" hyejin memberikan kedipan sebelah matanya pada kyuhyun, membuat suasana kelas semakin panas.
"woaaaaaaaaah! daebak! hyejin-ah, kau luar bisa!" seru salah satu murid lelaki sambil bertepuk tangan.
"tidakkah kau merasa panas? bagaimana jika aku membuka kancing bajumu satu per satu?" dengan cekatan jari-jari lentik milik hyejin meraih kancing atas kemeja kyuhyun. namun dalam hitungan detik, jari-jari tersebut ditepis secara kasar oleh kyuhyun.
"sudah puas bermain-mainnya? kau tak memiliki permainan yang lain, huh? membosankan sekali!" kata kyuhyun santai seraya mendorong dahi hyejin menggunakan jari telunjuknya.
"lihat! dia melawannya! dia... dia sungguh tak takut pada hyejin?" tak ada yang menyangka jika kyuhyun berani melawan hyejin -sang ratu kelas- dengan caranya sendiri. dapat dipastikan, setiap lelaki pasti akan luluh melihat penampilan hyejin. dimulai dari bentuk tubuhnya yang cukup menawan, kecantikan yang di atas rata-rata, serta kelebihan lainnya. namun nampaknya hal itu tak berlaku bagi kyuhyun.
"YA! KAU!" hyejin berdiri dari duduknya. ia tak segan-segan menjambak rambut kyuhyun hingga membuat sang pemilik kepala mendongak.
lagi-lagi kyuhyun tak memberikan perlawanan. ia hanya menaikkan salah satu alisnya lalu tertawa meremehkan.
"kau tahu kyuhyun-ssi, aku tak segan-segan menyiksa orang yang telah mempermalukanku di depan banyak orang" bisik hyejin dengan posisi masih menjambak rambut kyuhyun.
"dengan senang hati. lakukan jika itu maumu, hyejin-ssi!"
.
.
.
kegiatan belajar mengajar di sekolah kyuhyun berakhir lebih cepat dari biasanya. dan kesempatan itu digunakan kyuhyun untuk mendatangi jamsil olympic stadium tanpa menghubungi pak kim terlebih dahulu. sebenarnya... kyuhyun belum sempat membeli ponsel baru setelah berhasil menghancurkan ponselnya yang lama beberapa hari lalu. baiklah, kyuhyun meyakini tak akan terjadi apapun setelah ini. lagipula sebelum berangkat sekolah ia sudah bercerita pada pak kim, bahwa ia ingin menemui lee donghae (lagi).
.
setelah menaiki bus kurang lebih 30 menit, kyuhyun sampai di depan stadium besar yang berhasil membuatnya terkagum-kagum.
"woaaah, besar sekali" kyuhyun memutar tubuhnya beberapa kali demi memandang detail stadium satu per satu.
"hebat. sungguh hebat. lee donghae mengadakan konser di tempat sebesar ini? tak dapat dipercaya" kyuhyun terus bergumam hingga tak sadar kedua kakinya membawa ke sebuah taman di belakang stadium. terbilang cukup sepi, namun kyuhyun menyukainya. di seberang taman tersebut terdapat sebuah danau buatan yang menambah rasa asri bagi setiap pengunjungnya.
.
kyuhyun berjalan di atas rerumputan tanpa tujuan. sesekali ia melirik jam emporio armani hitam yang melingkar di tangannya untuk membunuh waktu. tapi nyatanya masih ada waktu 1 jam sebelum rehearsal dimulai.
sejujurnya kyuhyun sama sekali tak tertarik untuk melihat persiapan konser lee donghae di dalam sana. toh, kyuhyun bisa membeli kartu all access bila ia mau. hanya saja... ia ingin mengikuti segala aktivitas lee donghae layaknya seorang penggemar tanpa harus ketahuan. kyuhyun terus berjalan seorang diri tanpa mengindahkan keadaan di sekitarnya, hingga tak sadar seseorang telah mengamatinya sejak tadi.
"hai" kyuhyun mendengar suara yang tak asing lagi di telinganya. tapi ia terus memerintahkan kedua kakinya untuk berjalan dengan mengacuhkan sapaan tersebut.
"pengemis, kau tak mengenaliku?"
.
DEG.
.
pengemis? mungkinkah jika itu...
kyuhyun memberanikan diri untuk berbalik arah namun dengan kepala sedikit menunduk. sneakers biru tua dengan motif garis-garis, jeans hitam, kaos V neck putih yang ditutupi cardigan abu-abu. kyuhyun terus mengamatinya hingga sampai pada wajah yang tertupi masker hitam, dan rambut yang ditutupi oleh topi dengan warna senada.
"...lee donghae-ssi?" tebak kyuhyun asal.
pria muda itu tersenyum lebar. kyuhyun bisa melihat dari kedua matanya yang menyipit.
"bagaimana bisa kau mengingatku? sedangkan kita baru bertemu sekali" kyuhyun kebingungan. tidak mungkin baginya, seorang artis ternama mengingat wajah salah satu diantara jutaan penggemar yang ada. apalagi mereka hanya pernah bertemu sekali. itupun dibatasi waktu beberapa detik saja.
"karena kau berbeda. dari sekian banyak penggemar, hanya kaulah yang mengaku sebagai pengemis" donghae tak dapat mengontrol tangannya, hingga tanpa sengaja mengacak rambut ikal milik kyuhyun.
"apa kau membolos sekolah demi melihatku disini?"
kyuhyun terkekeh pelan. "percaya diri sekali. aku hanya ingin... berjalan-jalan saja"
"kau tak pandai berbohong!" donghae melepas topinya, sehingga menampilkan rambutnya yang tak tertata rapi.
kyuhyun mengendikkan kedua bahunya. ia terus berjalan mencari tempat teduh di dekatnya.
"lihatlah sekeliling. tak ada orang bodoh yang berjalan di bawah terik matahari sepertimu" donghae berjalan sedikit cepat demi menyamakan langkahnya dengan kyuhyun.
"benarkah?" sahut kyuhyun malas.
"sinar matahari tak baik untuk kulitmu. lihatlah, wajahmu sudah memerah" donghae memakaikan topinya ke kepala kyuhyun. membuat kyuhyun mendadak menghentikan langkahnya. ia menoleh ke arah donghae, sedikit termangu tak percaya. kyuhyun sendiri tak yakin, apakah lee donghae bersikap sebaik ini pada penggemarnya yang lain?
"pengemis! kau juga masih berhutang satu hal padaku! tak ingat, eoh?" seru donghae kekanakan. sifat inilah yang membuat kyuhyun teringat akan kakak sulungnya.
"hey... kau melamun?" donghae mengibaskan tangannya di depan wajah kyuhyun.
"tentang gambar itu?" tiba-tiba kyuhyun tersenyum malu. sejujurnya ia ragu untuk menceritakan hal ini pada orang lain, apalagi pada orang yang tak pernah dikenali sebelumnya.
"lupakan saja donghae-ssi. kemarin aku tak sengaja menggambarnya"
"ah, tidak tidak. kau tahu setiap hutang harus dibayar?" donghae mengangkat kedua alisnya, kemudian mengerucutkan bibirnya sebal. kyuhyun yang melihatnya hanya dapat tertawa lepas. bisa-bisanya seseorang yang terlihat berwibawa di depan publik, pada kenyataannya memiliki sifat kekanakan yang tak dapat disembunyikan?
"tapi donghae-ssi... kau tak memiliki banyak waktu untuk mendengarkan ceritaku" semakin lama kyuhyun semakin nyaman berbincang bersama artis idolanya. semacam tak ada sekat yang membatasi pergerakan antara penggemar dan idola. ia bahkan tak menyadari jika telah menduduki sebuah kursi taman.
"bisakah kau memanggilku dengan sebutan... hyung? sangat risih rasanya mendengar seseorang yang jauh lebih muda dariku memanggil donghae-ssi"
.
apa? kau memintaku untuk memanggilmu dengan sebutan... hyung? apa aku tak salah dengar? jika sudah begini, bagaimana bisa aku tak meyakini bahwa kau benar-benar cho donghae? salah satu hyung yang sangat kurindukan...
.
rasanya kyuhyun ingin menangis kencang. ia menatap donghae dengan mata berkaca-kaca. apa yang harus ia lakukan sekarang?
"hey, apa aku... mengatakan sesuatu yang salah?" tanya donghae bingung.
"atau jangan-jangan kau begitu terharu mendengar permintaanku?"
kyuhyun menggelengkan kepalanya pelan, tak tahu harus menjelaskan apa pada seseorang yang kini sudah duduk di sampingnya.
"bisakah kita bertemu kembali?" kyuhyun bertanya seakan tak ada kesempatan lagi untuk dapat berbincang dengan donghae sedekat ini.
"tentu saja" donghae menjawab dengan pasti.
"tapi jadwalmu begitu padat... apa daya, seorang penggemar sepertiku hanya bisa melihat idolanya dari jauh" kyuhyun tersenyum kembali. ia tak sanggup memandang pria muda di sampingnya. ia lebih memilih untuk memainkan kaki-kakinya.
"percayalah, kita pasti ditakdirkan untuk bertemu kembali" jawab donghae menenangkan. lalu ia tepuk bahu kyuhyun pelan.
kyuhyun pun hanya dapat mengangguk menyetujui kalimat yang diberikan oleh sang idola.
"kuharap kau datang di konser tunggalku lusa nanti. aku pasti bisa menemukan penggemar spesialku diantara puluhan ribu penonton yang datang. kita tunggu saja, kejutan apa yang akan kau dapat!"
.
.
TBC
.
.
HAIIII! SUMPAH INI CHAPTER TERBERAT YANG PERNAH SAYA LALUI SELAMA NULIS FF! /bener-bener ga nyantai/
dari mudik seminggu yang membuat saya ga nyentuh ff ini, hilangnya mood nulis, sampai mengganti alur cerita 2 kali! dan yang terakhir filenya ngehang dan ga bisa dibuka. mau ga mau kudu ngerombak lagi. sempet putus asa mau ngelanjutin, tapi udah banyak yang nagih... dan yeah. pada akhirnya seperti ini chapter 4. ga ngefeel ya? sebenernya aku ga pede buat publish, tapi gimana lagi... semoga ga bosen dengan cerita amburadul ini T_T maafkan saya, saya akan lebih berusaha lagi untuk chapter depan T_T
oiya, sekedar kasih tau saja. mungkin chapter-chapter depan bakal diselipin (juga) sepenggal flashback,semoga ga membingungkan yaaa.
review lagi boleh kaaaaan? :*
.
big thanks to:
mifta cinya/ miftakhuljannahns/ mmzzaa/ Sparkyubum/ septiaNM13/ angella/ Shofie Kim/ Tiktiktik/ Guest/ alifia/ kyuli 99/ Lily Indah/ Wonhaesung Love/ F3/ turtle407/ Choding/ Awaelfkyu13/ kyuhae/ phn19/ Kuroi Ilna/ adlia/ yunacho90/ yolyol/ Rahma94/ Indah IndrawatiBasmar/ Yeri LiXiu/ sofyanayunita1/ chairun/ sarah/ lydiasimatupang2301/ araaaa/ Cho Kyunhae/ Hae Fishy/ Nanakyu/ dewidossantosleite/ dewiangel/ introvert/ Chohyun/ ilmah/ Permenkaret/ angel sparkyu/ Citra546/ diahretno/ han/ Desviana407/ KLiieff19/ Emon204/ han donghwa/ hyunRi/ Shin Ririn1013/ chohyunnie/ hyunnie02/ kyuyeodongsaeng
ada yang belum kesebut lagi?
.
.
aku akan membalas 3 pertanyaan yang paling sering ditanyakan (khusus bagi yang tidak mempunyai akun ffn):
Q: siapa yang ada di dialog terakhir?
A: siapa yaaaaa, maaf belum diungkap di chapter ini hehehe
.
Q: lee donghae beneran hyung kandungnya kyuhyun kan?
A: sepertinya sudah sedikit terkuak di chapter ini ahahaha
.
Q: update ASAP yaa!
A: maaaaaaf, ternyata updatenya sangat jauh dari perkiraan T_T
