Title : IN MY DREAM

Author : V.D_Cho

Cast : Siwon, Kyuhyun, dan masih banyak lagi.

Genre : Fantasy, Horror, Romance

Length : 3 1/2 / 4 (HALF END)

Rate : T+

Warning : it's a GS, as usual as you see in the other fanficts ^^

Summary : Aku tidak pernah suka mendengar suara keributan. Apa lagi jika kedua orang tuaku sudah bertengkar. Kalau sudah begitu, aku akan lebih memilih untuk mengurung diri dikamar dan tidur agar tak mendengar apapun. Tapi, yang jadi masalah sekarang adalah aku tidak bisa bangun dari tidurku…

Part 3 1/2 : FIND, FIGHT AND FREE

.

.

.

Semuanya berawal dari satu orang yang tak pernah terpikirkan olehku sebelumnya.

.

.

.

At The Other Side…

Siwon's P.O.V

Aku tak bisa mengingat kejadian yang menimpaku sesaat sebelum akhirnya aku tersadar dalam keadaan terikat oleh sesuatu yang tak kasat mata dalam sebuah ruangan yang mari kita sebut sebagai gudang. Dan dari suara rintikan air dan deru angin yang kudengar, saat ini diluar pasti sedang terjadi hujan atau badai.

Aku hanya ingat kalau saat itu aku sedang kesal dan aku berjalan mendahului Changmin dan Kyuhyun, aku tersesat, lalu aku merasa ada seseorang yang mengikutiku, kemudian saat aku berbalik, semuanya gelap.

Aku memperhatikan ruangan disekelilingku, mencoba untuk menemukan jalan keluar, tapi hasilnya nihil. Ruangan ini seperti sebuah kubus tanpa ada satupun pintu, jendela atau celah kecil untuk keluar. Lagi pula, kalau pun ada, aku juga harus memikirkan cara untuk lepas dari ikatan tali tak kasat mata ini.

"hei… lepaskan aku!" teriakku sekencang yang aku bisa. Dan efeknya luar biasa. Suaraku seolah dipantulkan oleh speaker raksasa yang juga menghasilkan suara badai. Keren. Kenapa tidak kulakukan sejak awal, ya?

Tapi, mau berapa kalipun aku mencoba, tetap tidak ada yang menyahuti teriakanku. Aku terus berusaha melepaskan diri hingga aku merasa tanganku kram dan tenagaku mulai berkurang. Ini aneh, biasanya mau seberat apapun kegiatan yang dilakukan di dunia ini, aku tidak pernah merasakan lelah…

Eh, tunggu… 'biasanya'?

Saat aku tengah berpikir, dan mencoba untuk mengingat sesuatu tentang hal yang bersangkutan dengan dunia ini, sebuah pintu tiba-tiba muncul di sudut kanan dinding di depanku. Dan seseorang dengan jubah yang hampir menutupi seluruh tubuhnya masuk dengan diikuti oleh sosok wanita mengerikan yang selalu menerorku. Mariana.

"selamat datang di alam mimpi buruk, pangeran Choi." Sapa sang pria berjubah. Aku tahu dia pria karena suaranya adalah suara pria. Aku jeniuskan? Hahaha…

"siapa kau? Lepaskan aku!"

"kau tidak mengenali suaraku?" tanyanya.

"aku bahkan baru melihatmu."

"Mariana, kau sudah mengurus Kyuhyun?" tanyanya.

"sudah, Lord. Aku yakin, setidaknya pisauku sudah menancap di jantungnya saat ini." Ujar Mariana sambil menatap tajam kearahku. Mataku melotot mendengar pernyataan dari Mariana.

"LEPASKAN AKU!" teriakku. Aku mulai memberontak dengan brutal untuk membebaskan diriku dari kursi sialan ini.

"woo~ sabar, Siwon. Kau akan ku bebaskan, setelah jantungmu tidak berdetak lagi."

"coba saja kalau kau bisa."

Entah mendapat dorongan keberanian dari mana sehingga aku bisa mengucapkan kalimat dengan nada menantang seperti itu pada pria misterius dihadapanku ini.

"apa kau sedang menantangku, Siwon?"

"sebagai pangeran dari Klan White Dreamer, kurasa aku siap untuk memusnahkanmu." Ujarku.

Aku tidak berpikir untuk mengucapkan kalimat itu. sumpah! Tapi, aku merasa bahwa alam bawah sadarku mulai bekerja sendiri dan dia yang memerintah otakku saat ini.

"baiklah. Mariana, lepaskan dia. Sedikit pertarungan pembuka kurasa bukan masalah."

Mariana melayang mendekatiku. Melihat sosoknya yang mengerikan seperti saat ini ditambah dengan bau anyir dari darah yang masih terus menerus mengalir darah di bagian kepala dan lehernya membuatku merasa mual. Dia tidak melakukan hanya mengusapkan tangannya pada kursi dan seketika itu pula aku merasa bahwa tali tak kasat mata yang mengikatku lenyap.

"kau bilang kau tidak mengenalku, bukan? Kalau begitu, mari kita berkenalan sekali lagi." Pria berjubah hitam itu membuka tudung jubahnya dan saat itu aku terdiam.

"perkenalkan, namaku…."

"kau…"

End Siwon's P.O.V

.

.

.

Di dunia mimpi, apapun bisa terjadi. Musuhmu bisa menjadi orang terdekatmu, dan sebaliknya, orang terdekatmu bisa saja menjadi musuhmu…

.

.

.

At The Real World

Kyuhyun's P.O.V

Aku beruntung karena berhasil selamat dari pisau kiriman Mariana. Bagaimana caranya? Sesaat sebelum portal tertutup sempurna, pisau itu memang sempat meluncur masuk dan mengenai bagian bahuku sedikit. Tetapi setelahnya aku dan pisau itu terpisah diantara lorong-lorong dimensi dan akhirnya aku sampai ke tubuhku. Beruntung aku tak lebih dari 1 jam melewati lorong dimensi itu. karena kalau sampai lebih, maka bisa dipastikan luka akibat goresan pisau itu akan tercetak dengan jelas di tubuhku yang berada di dunia nyata. My lucky…

Setelah cukup lama tak sadarkan diri, membuka mata adalah salah satu hal yang cukup sulit untuk kulakukan saat ini. Dan tepat setelah aku behasil melakukannya, dokter dan para suster memasuki ruanganku dan langsung memeriksa keadaanku. Aku sendiri tak tahu bagaimana para pekerja medis itu bisa tahu bahwa aku sudah sadar. Hingga seorang pria yang baru pertama kali kulihat wajahnya masuk kedalam kamar rawatku.

"apa kabar, Kyuhyun?" sapanya.

"baik. Err…"

"namaku Donghae. Aku yang memanggil dokter untuk memeriksa keadaanmu." Ujarnya.

"ah~ Donghae. Kalau boleh aku tahu, bagaimana kau bisa tahu namaku?"

"aku mengetahuinya dari Siwon. Dia memintaku untuk menjagamu –atau mungkin tubuhmu di dunia nyata– selagi dia mencari dirimu yang berada di dimensi lain." Jelasnya.

"Siwon?"

"iya. Siwon adalah sepupuku. Kau tidak mengenalnya?"

Butuh waktu beberapa saat hingga akhirnya otakku bisa memproses apa yang telah terjadi sebelumnya. Mungkin karena aku terlalu lama dalam keadaan koma, otakku juga ikut membeku.

"aku mengenalnya. Bolehkah aku bertanya?"

"ya?"

"dimana kakakku?"

"kakakmu?"

"namanya Kibum. Biasanya dia dua hari sekali datang menjengukku."

"pria dingin itu namanya Kibum? Kemarin dia sudah menjengukmu. Karena kau bilang setiap dua hari, maka ada kemungkinan dia baru akan menjengukmu besok."

"oh~ terimakasih karena sudah menggantikan Siwon untuk merawatku." Ujarku tulus.

'dan maaf karena tidak membawa Siwon kembali bersamaku…' lanjutku dalam hati.

"aku akan membantunya selagi aku bisa. Dia mendatangiku dalam mimpiku, dan meminta tolong padaku untuk menjagamu. Aku yakin kau bukanlah orang yang biasa baginya."

'dia juga bukan orang yang biasa bagiku. Dia istimewa.' Batinku.

"bagaimana keadaan Siwon sekarang? Aku tahu kalau dia juga sedang berada dalam keadaan koma sekarang."

Donghae menggeleng lemah. "dia terjatuh dari lantai tujuh gedung kampus kami. Dan mengalami pendarahan di kepalanya, juga patah tulang dibeberapa bagian. Dia beruntung bisa selamat, tapi keadaannya sangat tidak baik."

"aku-"

Sebelum aku sempat menyelesaikan perkataanku, Donghae sudah lebih dulu memotongnya.

"dokter juga mengatakan bahwa harapan hidupnya sangat kecil. Kami sekeluarga sudah merelakannya kalau seandainya dia harus pergi meninggalkan kami."

Napasku tercekat mendengar pernyataan Donghae.

"tidak! kalian tidak boleh menyerah. Siwon akan bertahan. Dia akan selamat." Kataku dengan nada yang menyakinkan. Donghae menatapku dengan tatapan sendu.

"bagaimana kau bisa seyakin itu?"

"karena aku akan membawanya kembali."

End Kyuhyun's P.O.V

.

.

.

Falling Star's Wish, mereka hanya akn mengambil kenangan buruk dari para pemohonnya. Dan membiarkan kenangan tentang cinta yang tulus tetap tertanam di dalam memori pemohonnya.

.

.

.

Siwon's P.O.V

Aku tak menyangka bahwa semua hal yang terjadi selama ini adalah ulah dari seseorang yang tak terpikirkan sebelumnya olehku. Aku tak tahu bagaimana reaksi Kyuhyun nantinya jika dia mengetahui bahwa dalang dari semua peristiwa ini tak lain dan tak bukan adalah kakaknya sendiri, Kibum!

"kenapa kau melakukan semua ini?" tanyaku. Mariana sudah menghilang entah kemana sedari tadi menyisakan aku dan Kibum, hanya kami berdua didalam ruangan ini. Kibum terkekeh pelan mendengar pertanyaanku.

"akan ku jelaskan padamu. aku melakukan ini semua karena aku ingin memusnahkan Kyuhyun. Alasannya? Pertama, karena aku ingin merebut tahta yang akan diberikan padanya. Dan yang kedua, dia itu hanya membuatku susah."

"aku sudah mencoba untuk memerangkapnya di dalam alam ini, tapi pemberontakannya cukup kuat, ditambah dengan Changmin. Jadi, setiap dua hari sekali, aku akan memberikannya obat bius dengan dosis tinggi agar membuatnya tetap tertidur." Jelas Kibum.

"aku tidak mengerti. Kau kakaknya, kenapa kau bisa sampai melakukan hal ini padanya?" tanyaku.

"perlu kau garis bawahi, aku adalah saudara tirinya. Sebagai saudara tiri, aku tidak memiliki hak untuk melanjutkan tahta yang diwariskan oleh keluaraga Kyuhyun. Kalau saja tuan Cho sialan itu tidak membunuh ayahku, aku tidak akan mau melakukan hal merepotkan seperti ini." Jawabnya.

"lupakan, jadi, bagaimana tantanganmu tadi? Haruskah kita lanjutkan, atau kau berakhir sampai disini saja?" tanyanya kemudian.

"jangan meremehkanku, Kibum. Aku tidak peduli walau kau adalah sang Dream Killer."

Aku bersiap untuk menyerangnya, tetapi sesuatu tiba-tiba saja membawaku pergi meninggalkan gudang itu. tubuhku terasa sangat ringan, dan aku baru bisa merasakan hukum gravitasi kembali setelah kakiku menginjak tanah.

"akhirnya aku menemukanmu." Kata Changmin.

"mana Kyuhyun?"

"Kyuhyun sudah kembali ke dunia nyata. Tapi aku yakin sebentar lagi dia akan kembali kemari."

"untuk apa?"

"menjemputmu, tentu saja."

"apa dia akan ingat padaku?" tanyaku. Sebelumnya Changmin pernah menjelaskan, jika kita memohon pada bintang jatuh, permohonan kita akan terkabul, tetapi dia akan mengambil memori kita sebagai imbalannya.

Changmin hanya menggedikkan bahunya. "bisa jadi iya, bisa jadi tidak. Tapi, kalau dia kembali, berarti dia ingat kepadamu dan ingatannya yang terhapus bukanlah ingatan tentangmu."

"lalu sekarang kita mau melakukan apa?"

"pertama, kita kembali ke apartemenku."

"lalu?"

"kedua, kita masuk keapartemenku."

"terus?"

"ketiga, kita kunci pintu apartemenku."

"dan kemudian duduk diam sambil menunggu Kyuhyun datang." Lanjut Changmin.

Aku memandang datar kepada Changmin. "kalau dia tidak datang?"

"dia pasti datang."

"darimana kau tahu?"

"kau lupa, aku ini penjaga pintu gerbang alam mimpi, aku bisa tahu-" perkataan Changmin tiba-tiba terhenti.

"Changmin?"

"… Kyuhyun sudah masuk. Tapi dia bersama orang lain, dan…"

"dan?"

"… Mariana mengikutinya…"

End Siwon's P.O.V

.

.

.

Aku kembali. Dengan seseorang bersamaku. Berdua lebih baik daripada sendiri bukan?

.

.

.

Kyuhyun's P.O.V

"Donghae, berhati-hatilah. Untuk sementara ini kita memang tidak terlihat oleh para Soul Eater tersebut karena perisai yang di pasang oleh Changmin. Tapi, tidak dengan Mariana. Perisai ini tidak bekerja untuknya." Jelasku. Donghae mengangguk mengerti sebagai jawabannya.

Donghae?

Iya, Donghae saat ini bersamaku. Dia memang bukan keturunan dari dreamer, tetapi dia memiliki kemampuan sebagai seorang dreamer. Dan dengan sedikit penjelasan, taraaa… dia saat ini berada di dunia mimpi. Untuk membantuku menemukan Siwon. Aku juga berharap, Changmin sudah lebih dahulu menemukannya dan mengamankan Siwon. Sangat.

Sekitar satu jam setelah aku sadar dari koma, aku mengajak Donghae untuk membantuku dan dia menyetujuinya. Aku mengajarkannya beberapa cara dan kami langsung bergerak menuju ke alam mimpi.

"kita mau kemana sekarang?"

"kita akan ke tempat Changmin."

Aku memimpin jalan menuju apartemen Changmin. Kalau dugaanku tepat, dia dan Siwon sudah berada disana sekarang. Aku tidak heran lagi kalau dia bisa menemukan Siwon dalam waktu yang relatif cepat. Dia adalah penjaga gerbang alam mimpi dan dia mengetahui seluruh seluk-beluk dunia ini.

Kami sampai didepan pintu apartemen Changmin yang sudah terlebih dahulu terbuka bahkan sebelum aku mengetuk pintunya. Donghae dan aku ditarik masuk oleh Changmin.

"cepat masuk. Mariana mengikuti kalian." Ujar Changmin.

"apa? Kenapa aku tidak merasakannya?"

"tentu saja. Ke-sensitif-anmu menghilang karena kau sempat kembali ke dunia nyata sebelumnya. Dan selamat datang, Donghae."

"a-ah? Iya. Terimakasih, Changmin."

Donghae menatapku dengan tatapan 'bagaimana-dia-tahu-namaku?' dan aku hanya tersenyum sambil menggedikkan bahu sebagai jawabannya.

"kau sudah tahu namaku rupanya. Kalau begitu aku tidak perlu memperkenalkan diri lagi."

Donghae hanya membalasnya dengan senyuman. Aku mengedarkan pandangan keseluruh sudut apartemen.

"mencariku?" aku dan Donghae sontak menoleh kebelakang dan aku langsung berlari saat mendapati Siwon tengah berdiri dibelakang kami.

End Kyuhyun's P.O.V

.

.

.

Siwon's P.O.V

"mencariku?" tanyaku. Kyuhyun dan Donghae langsung menoleh kearahku yang tengah berdiri dibelakang mereka dan Kyuhyun berlari kearahku. Dia kemudian menerjangku dengan pelukannya. Aku tersenyum dan perlahan membalasnya.

"kau selamat." Gumamnya.

"iya. Aku selamat. Kenapa kau kembali?" tanyaku. Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menatapku sinis.

"jadi kau tidak suka kalau aku kembali? Ya sudah kalau begitu, Donghae, ayo kita kembali saja. Sepertinya kita diusir." Katanya dengan nada ketus. Dia berbalik hendak meninggalkanku, tetapi aku sudah merengkuhnya duluan kedalam pelukanku.

"tidak, jangan pergi. Aku senang kau ada disini. Aku hanya bercanda."

"aku tahu." Balas Kyuhyun sambil terkekeh.

"ehem… bagaimana denganku, sepupuku yang tampan? Kau tidak melupakanku bukan?"

Aku melepaskan pelukanku dari Kyuhyun dan beralih ke Donghae. "bagaimana kau bisa sampai disini, huh? Bagaimana keadaan tubuhku di dunia nyata?"

"aku diajak oleh Kyuhyun. Kondisimu sangat buruk."

"sudah ku duga. Mariana tidak main-main dengan mendorongku dari lantai 7."

"siapa Mariana?"

"hh~ ceritanya panjang."

End Siwon's P.O.V

.

.

.

Do you want to know what is Dream Land for sure? I'll tell you…

.

.

.

Author's P.O.V

Dunia mimpi…

Sebuah dunia dimana semua mimpi-mipi dari semua orang dari berbagai dunia berada. Dunia ini terbagi atas dua, yaitu dunia Sweet Dream dan Nightmare.

Sebelumnya aku sudah menceritakan sekilas tentang Dreamer bukan? Disini aku akan menjelaskannya sedikit lagi.

Dreamer terbagi atas 3 klan. Klan pertama, bernama White Dreamer Clan, klan dreamer terkuat yang jika kau adalah Soul Eater dan kau berhasil memakan jiwa salah satu anggota dari klan ini, kau akan bisa mendapatkan keabadian. Dan Siwon adalah salah satu anggota klan ini, dan perlu digaris bawahi, Siwon adalah keturunan terakhir sampai saat ini.

Klan kedua, bernama Silver Dreamer Clan. Semua anggota klan ini memiliki warna mata yang unik, yaitu silver, dan Kyuhyun adalah salah satu anggotanya. Klan ini memiliki kemampuan untuk memasuki mimpi orang lain dan membuat orang yang dimasuki mimpinya tersebut mendapatkan mimpi indah atau pun mimpi buruk. Tergantung pada Dreamernya.

Yang terakhir, Black Dreamer Clan. Satu-satunya klan penguasa di Nightmare. Penyebar mimpi buruk dan sering kali menjebak Dreamer lainnya didalam sebuah dream catcher. Para Soul Eater bisa dikatakan sebagai prajurit mereka. Dan saat ini, mereka dipimpin oleh Kibum.

Di dunia mimpi juga terdapat tempat yang disebut sebagai The Death Hopes. The Death Hopes merupakan tempat dimana semua mimpi yang tidak tercapai di buang. The Death Hopes juga merupakan daerah perbatasan antara Sweet Dream dan Nightmare.

Bentuknya tergantung dari mimpi si pemimpi. Kalau dalam kasus Siwon dan Kyuhyun saat ini, mereka terjebak di dalam Negara Korea imitasi 'buatan' alam bawah sadar mereka. Bedanya, disini tak ada satupun kendaraan ataupun barang-barang elektonik dan sejenisnya.

Jika kau sedang berada didunia ini, kau tidak akan membutuhkan makanan atau minuman untuk menambah energimu. Di dunia mimpi, logika tidak berkerja sebagai mana mestinya. Kau tidak akan merasakan lapar dan haus juga lelah. Tetapi, jika kau mulai merasa lelah, maka kau harus segera kembali. Itu tandanya tubuhmu yang berada di dunia nyata mulai melemah.

End Author's P.O.V

.

.

.

Kami harus menemukan jalan keluar!

.

.

.

Siwon's P.O.V

Saat ini kami sedang berjalan menuju ke The Death Hopes untuk menemui seorang peramal yang kata Changmin mungkin akan bisa membantu kami untuk keluar dari sini.

"Kyunnie…" panggilku.

"hm?" balas Kyuhyun.

"cium aku…"

"hahh? Kau gila Siwon?"

"tidak. Aku serius. Siapa tahu dengan kau menciumku aku bisa kembali."

Kyuhyun menggeleng. "tidak bisa. Ciuman itu hanya berlaku satu kali."

"eh? Mana bisa begitu…"

"bisa saja."

"dengarkan, ada empat cara jika kalian ingin keluar dari sini." Kata Changmin menyela pembicaraan kami. Sedangkan Donghae lebih memilih untuk diam dan mendengarkan setiap perkataan kami.

"pertama, Last Kiss, kedua, Falling Star's Wish, ketiga meminta bantuan dari Fortune Teller, atau yang keempat, mengalahkan The Dream Killer. Kalian sudah menggunakan cara pertama dan kedua. Yang tersisa hanyalah cara ketiga dan keempat." Celoteh Changmin.

"kalau seandainya tak ada yang berhasil satupun?"

"kalian akan terperangkap disini selamanya. Dan aku juga tidak bisa membantu kalian karena aku hanyalah seorang guard di dunia ini." Balas Changmin.

"termasuk aku?" tanya Donghae.

"iya. Termasuk kau, Donghae."

Donghae langsung menoleh kearah Kyuhyun yang menampakkan senyuman tidak bersalahnya pada Donghae.

"kau berhutang padaku nona Cho."

"iya. Aku tahu."

Aku teringat sesuatu. Seingatku, saat aku berada di gudang bersama Kibum tadi sedang terjadi badai, tapi disini keadaannya terlihat biasa saja. Mendung seperti biasa.

"Min, bukannya tadi saat aku di sekap digudang keadaan diluar sedang badai, ya? kenapa disini tidak?"

"tentu saja, di bagian Nightmare memang selalu begitu." Kyuhyun menjawab pertanyaanku sebelum Changmin sempat menjawabnya.

"kita sampai." Kata Changmin.

Aku memandang pemandangan didepanku dengan tatapan tak percaya. "kau bercanda? Ini jurang!"

"aku tahu."

"lalu?"

"aku ingin kalian melompat ke jurang itu."

"HAHH?!" pekikku, Kyuhyun dan Donghae serempak. Selanjutnya Changmin mendorong kami terjun ke dalam jurang yang aku tidak bisa perkirakan berapa kedalamannya. Yang jelas jurang ini sangat dalam dan gelap. Changmin sendiri juga menerjunkan dirinya sendiri bersama kami. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, yang bisa kami lakukan sekarang hanyalah berteriak.

"AAAAAAAAA….!"

.

.

.

Terjun ke dalam jurang adalah hal yang buruk? Tidak, masih ada hal lain yang lebih buruk. Apa itu? tertusuk bunga yang cantik tapi beracun mematikan di The Death Hopes!

.

.

.

Aku menutup mataku saat melihat akhir dari jurang. Kau tahu apa yang ada di bawah jurang itu? berbagai macam benda dengan ujung mengkilap nan tajam yang sialnya, bagian ujung yang tajam tersebut engarah keatas. Dan bisa dipastikan, kalau kami terus meluncur seperti ini, tubuh kami akan menancap pada ujung-ujung benda tajam tersebut.

Tapi, ajaibnya, tubuh kami perlahan mulai melayang dengan teratur dan bergerak dengan sendirinya menjauhi semak benda-benda tajam tersebut. setelah cukup jauh, baru kami bisa menapak kembali ke tanah.

"kalian bersenang-senang, eh?"

"siapa kau?" tanyaku pada sosok wanita berpakaian ala gipsi yang menyambut kami. Wanita itu tersenyum ramah tetapi aku memangkap ada ekspresi lain dari wajahnya. Satu yang aku tahu, aku harus mewaspadainya.

"namaku Jaejoong. Boleh aku bertanya?"

"silahkan." Balas Kyuhyun.

"apa kalian tahu kalau Mariana saat ini berada di belakang kalian?"

.

.

.

Tugas pertama, singkirkan Mariana.

.

.

.

"aku memang tidak bisa menipumu, Jaejoong."

Mariana menampakkan wujudnya dihadapan kami. Kali ini wujudnya tidak lagi mengerikan melainkan sangat can-

PLAKK…

"aku tahu apa yang kau pikirkan, Siwon…" desis Kyuhyun setelah dia memukul kepalaku. Aku meringis pelan sembari mengusap bagian kepalaku yang tadi dipukul olehnya.

"memangnya aku memikirkan apa?"

"kau pasti sedang memikirkan wujud asli Mariana yang cantik itu kan?" bisiknya.

"bagaimana kau tahu?"

"kalian bertiga sama saja…" balasnya enteng. Aku beralih ke Changmin dan Donghae yang sama terpananya denganku.

"lalu, kenapa kau hanya memukulku?"

"i-itu… karena aku ingin."

"eii~ jangan bohong. Kau cemburukan?"

Kyuhyun memandang aneh padaku. "untuk apa aku cemburu? Aku bukan siapa-siapamu." Ujarnya.

"belum, Kyuhyun. Sebentar lagi." Gumamku pelan.

"apa? Kau mengatakan sesuatu, Siwon?"

"tidak."

Selagi aku sibuk berbicara dengan Kyuhyun, tanpa kami sadari, sekarang hanya tinggal aku, Kyuhyun dan Donghae saja. Dan keadaan sekitar kami juga berubah.

"apa yang baru saja terjadi?" tanyaku. Donghae menggedikkan bahunya tak tahu sedangkan Kyuhyun terdiam ditempatnya.

"kita di jebak. Kita sekarang berada di Nightmare…" ujarnya.

To Be Continued…

Author's Note:

Hehehe… niatnya mau bikin tamat disini, cuma salah perkiraan dan jadinya kepanjangan, so, FFnya aku bagi dua. Dimana lagi coba bisa nemuin FF yang setengah-setengah gini? Gomawo for reviews. I LOVE YOU SO MUACCHH *tebar foto WonKyu kisseu*

Review's Reply:

Choi Eun-Ya : ekstrim disini, warna mata Kyuhyun itu silver. Kalau gak salah dichapter 2 aku udah nyebutin lho… thanks reviewnya, review lagi, ne?^^

Phiexphiexnophiex: ribet sekali namanya… oke, ini udah dilanjut, review lagi, ne?^^

Kikiyujunmyun : eonni… lama gak keliatan… bingung ya? semoga setelah eonni baca chapter yang ini eonni gak bingung lagi. review lagi, ne?^^

Saya WonKyu Shipper : 'kak'? Saya line 96 lho… gak salah panggil kan? Siwon disekap di gudang. Tenang sampai tahap ini, Kyuhyun masih bisa diamankan, tapi, gak tahu di tahap-tahap yang berikutnya ya… review lagi, ne?^^

Shin Min Young : Iya chinggu, ini udah lanjut. review lagi, ne?^^

Guest : oke, makasih atas pilihannya ^^, review lagi, ne?^^

Yujin Rei : kalau gak salah, dikau punya account di FFn kan? iya, ini terinspirasi dari Insidious. Makasih atas commentnya ^^. review lagi, ne?^^

Meotmeot : bisa kok, tenang aja untuk saat ini, tapi, untuk yang berikutnya…. *grey tutup mulut*. Bang Won di sekap di gudang, beb… review lagi, ne?^^

Guest (2) : oke, ini udah lanjut. review lagi, ne?^^

Evil Kyu : widih… dikau konsisten dengan review-an yang selalu panjang. Tapi, aku suka. Semoga di chapter ini pertanyaannya kejawab semua ^^. review lagi, ne?^^

Cho Hyo Kyung : annyeong ^^ bangapseumnida… gak pa-pa kok, yang penting udah bersedia untuk comment. Makasih buat commentnya, Review lagi, ne? ^^

LumpiaKimchi: aku sering melihat user namemu di beberapa fanfict ^^. Gomawo reviewnya. Review lagi ne? ^^

~Aku mau nanya sekali lagi, aku mau buat FF Remake setelah beberapa FFku yang lain aku selesaikan. Kalian maunya YAOI atau GS?~

Review lebih dari 45 = langsung update the real last chap

Review kurang dari 45 = update setelah jumlah review-annya 45 ^^v