Cinta Lama Yang Bersemi Kembali

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Story by Avrill

Pairing : SasuSaku, NaruHina, SaIno, ShikaTema, NejiTen

Chapter 4

Cerita sebelumnya...

"Sasuke..."

"Hn?"

"Bolehkah aku bertanya sesuatu padamu ?"

"Katakan ? "

"Kenapa kau kembali, apa alasanmu ? "

"Kau. Kau alasannya Sakura... karena aku masih mencintaimu Sakura..."

Sakura POV

Sejak pertemuanku dan Sasuke diatap rumah sakit waktu itu aku kembali memikirkan kata-kata Sasuke bahwa dia kembali karena diriku... tapi yang membuatku heran juga bingung kenapa baru sekarang dia kembali padaku? Lalu kemana dia selama ini? Tapi kata-katanya waktu itu benar-benar jujur tidak ada kebohongan apalagi dia tulus minta maaf padaku... dan dia juga akan berjuang demi untuk mendapatkan cintaku kembali. Aku hanya berharap Sasuke takdapat membuktikan kata-katanya dan tidak mengecewakan kepercayaan yang aku berikan.

Terhitung 5 hari kepulanganku sejak aku dirawat dirumah sakit, kini aku sudah melakukan kegiatan seperti biasa. Ya... apalagi kalau bukan ke Cafe. Pagi ini aku berencana membuat cookies lagi seperti waktu itu.

Tok tok tok...

"Masuk...!"

"Sakura-sama...ada tamu untukmu." kata Shizune-nee-san padaku.

"Oh baiklah aku akan segera turun."

"Aku permisi."

Siapa pagi-pagi begini yang datang kerumah? Dan tamu itu mencariku? Ada perlu apa kira-kira? Apa orang dari rumah sakit? Ah... dari pada aku menebak-nebak lebih baik aku segera kebawah dan menemui orang itu.

Aku pun turun dari lantai 2 ke lantai 1 menuju ruang tamu. Saat sampai disana aku tidak menemukan siapa pun diruang tamu itu. 'Tak ada siapa pun disini? Lalu, pergi kemana orang itu?' tanyaku dalam hati.

"Ah Nenek Chiyo apa Nenek tau kemana orang yang katanya Shizune-nee-san ada seseorang yang mencariku?"tanyaku pada Nenek Chiyo yang kebetulan lewat.

"Dia ada ditaman belakang Saki."

"Terimakasih Nek."ucapku yang dijawab anggukan oleh Nenek Chiyo. Segera saja aku taman belakang. Tampak seorang laki-laki berdiri dibawah pohon Sakura membelakangiku. Laki-laki itu familiar sekali dimataku, rambut emonya itu... 'Sasuke? Ada apa dia pagi-pagi datang kerumahku?'tanyaku dalam hati. Aku lalu berjalan mendekat ketempat Sasuke.

"Sasuke?"

"Hn." sambil berbalik menghadap padaku.

"Ada apa kau datang kemari?"

"Jadi, aku tidak boleh kemari?"

"Bukan begitu, maksutku ada perlu apa sampai kau datang kerumahku Sasuke...?"

"Tidak ada."

"Ha? Apa maksutmu?"

"Hn."

"Ish... kau ini! Aku bertanya padamu Sasuke Ayam!"kesalku padanya.

"Dan aku sudah menjawabnya Jidat."

"Hey! Tidak usah kau perjelas kalau Jidatku lebar Sasuke Ayam!"sewotku.

Sasuke hanya terkekeh melihat sikapku saat ini. Siapa yang tidak marah jika pagi-pagi sudah dibikin kesal dengan makhluk Ayam satu ini. Ingin sekali rasanya mencukur habis rambut yang mirip dengan Pantat Ayam itu.

"Jika kau hanya ingin membuatku kesal ku ucapkan terima kasih kau berhasil Sasuke. Jika tidak ada hal yang penting lagi aku pergi, aku masih punya banyak pekerjaan di Cafe."ucapku dan meninggalkan Sasuke.

"Saki kau mau ke Cafe?"

"Ah iya Nek, Ittekimasu~" pamitku.

"Itterasai..."

Sampai di depan pintu aku menghentikan langkahku lalu menghadap kebelakang, tepatnya pada Sasuke. Si Ayam ini kenapa mengikutiku?

"Sampai kapan kau mengikutiku Ayam?!"

"Ada yang salah?"

"Ada!"

"Itu menurutmu Jidat."

"Terserah!"

Tanpa memperdulikan Sasuke yang masih mengekor di belakang aku tetap fokus pada jalan didepanku. Awalnya aku ingin naik sepeda tapi entah kenapa hari ini aku ingin jalan kaki saja ke Cafe pasti lebih menyenangkan bukan ? Ya walaupun butuh waktu sekitar 30 menit untuk sampai ke Cafe.

"Sakura-nee-chan Ohayou..." sapa seorang anak kecil padaku.

"Ah ohayou Chiru-chan, mau berangkat sekolah ya?"

"Hai'. Jaa ne Sakura-nee-chan." sambil melambaikan tangan padaku.

"Jaa nee Chiru-chan."

Disepanjang jalan menuju Cafe banyak sekali yang menyapaku, mulai dari anak-anak remaja dan juga para tetangga yang akan berangkat bekerja. Tanpa sengaja aku melihat seorang Nenek yang sepertinya kesusahan untuk menyebrang karena lumayan banyak kendaraan orang yang berlalu lalang. Aku segera saja menghampiri Nenek itu dan menuntunnya menyebrang jalan.

"Ah...terimakasih nak Sakura."

"Sama-sama Nek."

Sampai sejauh ini aku dan Sasuke tidak ada yang membuka topik pembicaraan. Jujur saja aku masih kesal padanya karena ulahnya tadi.

"Sepertinya kau cukup terkenal."

"Terimakasih."

"Untuk?"

"Ungkapanmu tadi, atau mungkin pujian?"

"Aku tidak memujimu."

"Benarkah?"

"Hn."

"Bisakah kau ganti kosa katamu itu Ayam?"

"Hn."

Aku hanya memutar bola mataku karena tadermark Si Ayam ini. Kami-sama kenapa makhluk hidup seperti dia si manusia es di dunia ini ?

Akhirnya aku pun sampai didepan Cafe. Kulihat belum banyak pegawai yang datang. BiasanyaTenten, Kiba dan Lee sudah datang. Apa aku datang terlalu pagi hari ini? Kurasa tidak. Aku pun masuk ke dalam Cafe dan berjalan ke meja kasir menaruh tas disana dan memakai celemek.

"Ah Sakura-san Ohayou, anda sudah datang?"

"Ohayou. Emm... dimana Tenten, Kiba juga Lee ?"

"Oh Tenten-san sedang membeli beberapa bahan yang habis dibantu Kiba-san dan juga Lee-san."

"Aa souka..."

Aku lalu mengambil lap dan pembersih kaca. Seperti biasa aku akan membersihkan dinding kaca juga meja.

"Boleh aku bantu Sakura?"

Oh aku lupa dengannya. Aku melupakan Sasuke yang dari tadi mengikutiku sampai ke Cafe.

"Boleh saja jika itu tidak merepotkanmu."

"Hn. Tidak."

Kulihat Sasuke berjalan kearah meja kasir, dan muncul lagi hanya dengan kemeja biru tua tanpa dasi dengan lengan yang digulung sebatas siku. Kami berdua sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Aku yang sibuk membersihkan dinding kaca dan Sasuke membersihkan meja.

Kurasakan perutku mulai keroncongan minta diisi. Tadi aku tidak sempat sarapan dirumah karena Sasuke datang pagi-pagi dan membuatku kesal. Aku memutuskan berjalan ke dapur untuk memasak sesuatu yang bisa untuk menganjal perutku dulu.

"Sasuke apa kau sudah sarapan? Aku lapar aku mau membuat sesuatu."

"Hn boleh."

15 menit aku berkutat didapur Cafe. Hanya nasi goreng sederhana yang kubuat. Khusus untuk Sasuke aku menambahkan tomat didalam nasi gorengnya. Aku keluar dari dapur dengan 2 piring nasi goreng. Sasuke masih saja sibuk dengan kegiatannya mengelap.

"Sasuke...kemarilah makanannya sudah jadi."

"Hn."

Aku dan Sasuke duduk berhadapan. Hanya keheningan diantara kita berdua sampai makanan ku dan Sasuke sudah habis.

"Sasuke..."

"Hn?"

"Kenapa kau tidak ke kantor?"

"Hanya tidak ingin. Ada apa?"

"Tidak ada. Aku mau melanjutkan pekerjaanku lagi."

Aku bangkit dan berlalan ke dapur untuk menaruh piring kotor. Kulihat Tenten disana dengan berbagai kantong belanja dibantu Kiba dan juga Lee.

"Tenten kau sudah kembali? Apa yang kau beli?"

"Ah Sakura! Iya hanya beberapa bahan saja karena akhir-akhir ini banyak sekali pengunjung yang datang."

"Begitu. Tidak masalah Tenten aku percayakan masalah ini padamu, aku percaya padamu."

"Tentu Sakura terima kasih."

"Tidak masalah Tenten."

Kulihat Sasuke sedang berbicara dengan seseorang lewat telefon. Aku tidak tau apa yang mereka bicarakan mungkin masalah pekerjaan.

"Apa ada masalah?"

"Tidak. Itachi yang menelfon."

"Itachi-nii?"

"Hn."

"Apakah Itachi-nii juga disini?"

"Hn."

"Boleh aku bertemu dengannya?"

"Akan aku sampaikan nanti."

Akhirnya aku bisa bertemu dengan Itachi-nii lagi, aku sangat rindu padanya sudah lama sekali rasanya aku tidak bertemu dengannya.

"Saku- Eh ada Sasuke? Kapan kau kembali?" tanya Tente yang muncul dari arah belakang.

"Belum lama."

"Kau masih sama rupanya ya..."

"Hn?"

"Kosa katamu itu singkat sekali."

"Begitulah Tenten kau tidak perlu heran lagi bukan?" tambah Sakura pada Tenten.

"Oh iya Sakura tadi aku lupa membeli bahan untukmu membuat cookies, katanya kau ingin membuat cookies bukan?"

"Aku akan membelinya kau tenang saja."

"Baiklah aku tinggal dulu Sakura sudah waktunya kita membuka Cafe."

Aku berjalan ke meja kasir mengambil tas dan segera belanja bahan-bahan untuk membuat cookies.

"Tunggu. Aku ikut." tahan Sasuke pada Sakura.

"Baiklah, ayo kalau begitu."

Selesai belanja kami berdua memutuskan untuk singgah sebentar disebuah kedai yang khusus menjual ice cream. Sebenarnya aku yang ingin makan ice cream dan Sasuke hanya mengiyakan saja, dan disinilah kami berdua duduk disebuah kedai ice cream lebih tepatnya aku yang memesan ice cream jangan ditanya Sasuke pesan atau tidak yang jelas jawabannya tidak. Sasuke hanya memesan kopi saja Sasuke tidak terlalu suka makanan manis jadi da memesan kopi.

"Ada apa? Jangan memandangiku seperti, jika kau mau aku akan memberikannya sedikit padamu Sasuke."tanyaku padanya tanpa mengalihkan mataku pada ice cream didepanku. Aku tau kalau dia memandangiku terus tanpa harus mengalihkan pandanganku padanya.

"Kau terlalu percaya diri Sakura."

"Oh itu perlu Sasuke."

"Kau sudah dewasa tapi cara makanmu seperti anak 5 tahun Sakura."

"Apa maksutmu?" jawabku sambil menatapnya. Tangan Sasuke lalu terulur menuju kesudut bibit lalu mengusapnya dengan ibu jari miliknya. Sesaat aku terdiam memandangi wajahnya yang kini sedang serius mengusap sudut bibirku. Dan akhirnya Onyx miliknya bertemu dengan mataku, ada debaran aneh muncul didalam dadaku saat ini. Aku tersentak dan memutuskan kontak mata dengannya. Sudah pasti wajahku bersemu merah.

"Arigatou Sasuke." ucapku sambil menunduk.

"Hn. Cepat habiskan ice cream mu dan kembali ke Cafe."

"Iya iya sebentar. Tidak bisakah aku menikmati dengan santai ice crean ku ini hmm~?"

"Hn."

"Bisakah kosa katamu kau ganti Ayam!" jawabku mulai kesal.

"Lalu kau ingin aku cerewet sepertimu Jidat?"

"Hey! Aku tidak cerewet Ayam!"

"Hn. Kau cerewet Jidat."

"Tidak Ayam!"

"Iya!"

"Tidak!"

"Iya!"

"Tidak!"

"Terserah! Kau menyebalkan!" jawabku ketus lalu bangkit dan segera pergi dari sana meniggalkan Sasuke. Ku dengar Sasuke memanggil-manggilku dari belakang tapi aku tidak memperdulikannya, dia sungguh menyebalkan sekali. Sudah 2x aku dibuat kesal olehnya.

"Sakura! AWAS!" pekik Sasuke ketika melihat sebuah mobil melaju dan akan menabrakku. Yang ku lakukan hanya memejamkan mataku, tapi kenapa tidak terasa sakit? Kubuka mataku dan kulihat kini Sasuke mendekapku.

"Sa-sasuke?!"

"Kau ceroboh!"

"Maafkan aku~"

"Lain kali hati-hati."

"Iya. Terima kasih sudah menyelamatkanku tadi."

"Hn."

Itu lagi kan?! Ah sudahlah aku tak mau memikirkannya lagi Sasuke kan memang begitu bukan sifatnya dari dulu? Kurasakan dadaku berdetak lebih kencang saat ini. Apa aku mulai jatuh cinta lagi padanya? Entahlah... aku masih ragu.

"Ayo kita segera kembali pasti Cafenya sudah dibuka."

Di Cafe...

"Ah Sakura kau sudah kembali?"tanya Tenten yang berdiri dibalik meja kasir.

"Iya. Aku akan langsung membuat cookies Tenten."

"Kau pake dapur di lantai 2 saja Sakura yang lain sedang sibuk di dapur."

"Begitu ya? Baiklah..."

Aku lalu naik ke lantai 2. Sebenarnya bangunan Cafe ini berlantai dua, lantai 2 khusus untuk jam istirahat para pegawai hanya ada banyak tempat duduk meja-meja saja disini dan juga dapur. Aku jarang ke lantai 2 kalau tidak terdesak seperti sekarang. Dan aku langsung saja memulai kegiatanku membuat cookies.

Cukup lama aku berkutat dengan kegiatanku membuat cookies dan kini hasil karyaku sudah jadi.

"Boleh aku mencobanya?"tanya Sasuke.

"Boleh. Tapi bukankah kau tidak suka manis?" tanpa menghiraukan kata-kataku Sasuke langsung saja mengambil 1 dan memakannya.

"Enak. Tidak terlalu manis."

"Benarkah?"

"Hn. Buatkan untukku juga."

"Emm...ya tentu..."

Aku tidak percaya Sasuke menyukainya. Dan dia memintaku membuatkan untuknya ! Hebat ! Sasuke yang tidak suka manis jadi ingin makan cookiesku lagi.

"Sasuke bisa kau bantu aku?"

"Apa?"

"Bantu aku menaruh cookies ini kedalam toples-toples ini?"

Aku dan Sasuke segera saja memasukan cookies-cookies tadi dalam sejauah toples dan beberapa diatas piring. Aku dan Sasuke segera turun kebawah dan meletakkannya di lemari meja kaca dekat meja kasir. Kulihat sudah ada beberapa pengunjung yang datang. Aku segera saja membantu pegawai-pegawai lain yang nampaknya kerepotan. Walaupun masih pagi tetapi pelanggan-pelanggan kami sudah lumayan. Disini kami menyediakan berbagai makanan seperti kue-kue, roti, cookies dan masih banyak lagi yang pas untuk sarapan pagi. Aku berencana ingin menambahkan beberapa menu lain tapi masih dalam proses kembali.

Sasuke hanya dapat melihat Sakura yang sibuk kesana kemari melayani para pelanggan. Sasuke bukannya tidak mau membantu tetapi Sasuke tidak ahli dalam melakukan pekerjaan seperti yang dilakukan Sakura saat ini.

"Sasuke... kau butuh sesuatu? Dari tadi kau hanya diam duduk disini..."tanya Tenten menghampiri Sasuke yang duduk di meja sudut Cafe.

"Tidak."

"Jika kau butuh atau ingin sesuatu datanglah ke meja kasir..."

"Hn."

Huft...kakiku rasanya pegal sekali tapi masih banyak pelanggan dan sebentar lagi jam makan siang pasti banyak yang datang. Lebih baik aku istirahat dulu sebentar dan kembali bekerja. Aku naik ke lantai 2 dan merebahkan tubuhku disebuah sofa.

Sasuke yang melihat Sakura naik ke lantai 2 lalu bangkit dan ikut naik ke lantai 2. Sampai disana Sasuke melihat Sakura yang tertidur disofa. Sudut bibir Sasuke terangkat membentuk sebuah senyuman.

END Sakura POV

Klinting...

Terlihat 5 orang memasuki Cafe. Mereka adalah Naruto, Sai, Neji, Hinata dan juga Ino.

"Minna kalian mau pesan apa?"tanya Tenten pada mereka berlima yang kini sudah duduk disebuah meja.

"Aku pesan Coklat float Tenten." kata Ino.

"Aku Cappucino float Tenten-chan." seru Hinata.

"Lalu kalian bertiga mau pesan apa?"tanya Tenten pada ketiga laki-laki didepannya.

"Aku pesan seperti biasa saja."ucap mereka serempak. Tenten hanya menaikkan alisnya karena tingkah mereka bertiga.

"Baiklah ada lagi?"

"Ah Tenten makanannya seperti ya jangan lupa."tambah Ino.

"Kalian tak ingin makan cookies Sakura?"tawar Tenten.

"Ide yang bagus..."seru Ino.

"Ngomong-ngomong tentang Sakura-chan, dimana dia? Kenapa tidak kelihatan?" tanya Naruto.

"Oh dia dia lantai 2 sedang istirahat. Baiklah pesanan kalian akan segera datang tunggulah." kata Tenten lalu meninggalkan mereka berlima.

Sakura POV

Entahlah sudah berapa lama aku tertidur disini yang pasti aku bisa mendengar suara-suara dari arah bawah, lantai 1.

"Sudah bangun?"

Aku langsung menoleh pada sumber suara. Dan disampingku ada Sasuke yang duduk dengan kedua tangan terlipat di depan dada.

"Sasuke!? Sejak kapan kau ada disini?"

"Sejak kau mulai tidur disini."

Apa ? Dia disini sejak aku mulai tidur? Itu berarti sudah lama sekali bukan ? Dan aku tidak tau sudah tertidur berapa lama batin ku dalam hati.

Lamunan Sakura buyar saat Sasuke mengajaknya turun kebawah untuk makan siang.

"Kita kebawah sudah jam makan siang."

Sakura beranjak dari posisi duduknya dan mengikuti Sasuke turun ke bawah. Namun, saat didepan pintu, ia kembali lagi ke sofa karena mendengar suara ponsel berbunyi menandakan pesan masuk.

To : Sakura

From : Ino

Hei Forehead ! Kau tidak mau turun ? Aku dan yang lain ada dicafemu sekarang.

Cepat-cepat Sakura berjalan menuruni tangga. Ia berdiri disamping meja kasir, pandangannya menyapu suluruh penjuru Cafe mencari sahabat-sahabatnya. Disana. Sakura segera berjalan menghampiri mereka berlima yang sedang bersama Sasuke.

"Hai minna...sudah lama disini?"

"Hai Sakura-chan..."balas Naruto dengan senyum 5 jarinya.

"Tidak Sakura-chan kami semua belum lama disini kok." jawab Hinata.

"Hei Forehead cepatlah bernyanyi pelanggan-pelangganmu sudah banyak ini!"

"Itu hanya keinginanmu saja Pig!"

"Emm... Sakura-chan boleh aku request lagu untuk kau nyanyikan?" pinta Naruto pada Sakura.

"Tentu. Kau ingin lagu apa Naruto?"

"Maukah Sakura-chan menyanyikan lagu ini..."sambil mengeluarkan ponsel dan memutarkan sebuah lagu agar didengarkan oleh Sakura.

"Jadi, kau ingin aku menyanyikan lagu ini ?"

"Hehe iya Sakura-chan...aku tidak tau apa judulnya apa karena aku hanya merekamnya jadi aku putarakan saja lagunya padamu..."

"Baiklah aku akan menyanyikan untukmu Naruto."

"Tunggu Sakura!"cegah Sai.

"Ada apa Sai? Apa kau juga mau request lagu juga?"

"Tidak."

"Lalu?"

"Aku mau kau duet dengan Sasuke menyanyikan lagu itu."

Mataku melebar mendengar kata-kata Sai barusan. What ? Kenapa tiba-tiba Sai memintaku berduet dengan Sasuke? Sontak keempat mata menatap Sasuke, dan Sakura juga ikut menatap Sasuke yang hanya menaikkan satu alisnya.

"Apa?"

"Teme...kau mau kan?"

"Sasuke ayolah...ya ya ya..."rengek Ino.

"Hn."

"Kata 'Hn' mu itu maksutnya apa Sasuke? Iya atau tidak!"kesal Ino.

Sasuke lalu bangkit dan menarik lengan Sakura berjalan kedepan naik ke atas panggu kecil Cafe.

Sasuke mengambil gitar dan Sakura berdiri didepan mic menyapa para pelanggan.

"Konnichiwa minna-san...disini Sakura akan membawakan sebuah lagu tapi hari ini Sakura akan berduet dengan seorang laki-laki dia adalah Sasuke...semoga kalian semua menikmati..."

End Sakura POV

Sasuke mulai memetik gitarnya dan bernyanyi.

(Sasuke...)

You're the light, you're the night

You're the color of my blood

You're the cure, you're the pain

You're the only thing I wanna touch

Never knew that it could mean so much, so much...

(Sakura...)

You're the fear, I don't care

Cause I've never been so high

Follow me to the dark

Let me take you past our satellites

You can see the world you brought to life, to life...

Kini bagian Sakura bernyanyi. Sakura bernyanyi dengan indahnya seperti biasa.

(Sasuke dan Sakura...)

So love me like you do,

lo-lo-love me like you do

Love me like you do,

lo-lo-love me like you do

Touch me like you do,

to-to-touch me like you do

What are you waiting for?

Sasuke dan Sakura berduet menyanyikan bagian intro dengan penghayatan masing-masing.

(Sakura...)

Fading in, fading out

On the edge of paradise

Every inch of your skin is a holy grail I've got to find

Only you can set my heart on fire, on fire...

(Sasuke...)

Yeah, I'll let you set the pace

Cause I'm not thinking straight

My head spinning around I can't see clear no more

What are you waiting for?

Entah ada apa dengan mereka berdua yang semula Sasuke duduk kini berdiri menghadap Sakura dan Sakura menghadap Sasuke setelah menyanyikan bagian masing-masing. Dan kini mereka menatap satu sama lain menghayati setiap lagu yang mereka nyanyikan pada bagian intro sampai lagu itu selesai.

(Sasuke dan Sakura...)

Love me like you do,

lo-lo-love me like you do

Love me like you do,

lo-lo-lolove me like you do

Touch me like you do,

to-to-touch me like you do

What are you waiting for?

Yeah, I'll let you set the pace

Cause I'm not thinking straight

My head spinning around I can't see clear no more

What are you waiting for?

Love me like you do,

lo-lo-love me like you do

Love me like you do,

lo-lo-love me like you do

Touch me like you do,

to-to-touch me like you do

What are you waiting for?

Dan lagu pun selesai tapi mereka berdua masih dalam keadaan semula, yaitu saling berhadapan dan menatap mata masing-masing yang melupakan bahwa banyk pasang mata yang memandang mereka.

Prok prok prok...

Lamunan Sasuke dan Sakura buyar mendengar riuhnya tepuk tangan para pelanggan. Mereka berdua kembali pada posisi semula menghadap para pelanggan dan membukuk bersama.

"Wah wah kalian romantis sekali~"goda Ino.

"Jadi...apakah kalian sudah jadian?"tanya Naruto. Sakura melotot pada Naruto dengan pertanyaan barusan. Sasuke hanya diam tak bersuara.

"Hey! Kenapa kalian berdua diam saja ayo jawab!" titah Ino.

"Tidak!/Iya." jawab Sakura dan Sasuke bersamaan.

Mereka berlima hanya menatap pasangan dua sejoli yang duduk didepan mereka. Jawaban mereka berdua membuat bingung 5 kepala disana.

"Jadi... mana yang benar Sakura?" desak Ino.

"Emm...i-itu..."gagap Sakura.

"Kau memang tsundure Sakura-chan...mengaku sajalah Sakura-chan..."desak Naruto juga.

Sakura hanya mampu menghela nafas dengan pertanyaan sahabat-sahabatnya. Tapi tak dapat dipungkiri Sakura jika dirinya pelan-pelan merasakan bahwa dirinya mulai bisa menerima Sasuke lagi menerima cinta Sasuke kembali.

Sasuke bangkit sambil narik tangan Sakura membawanya entah kemana.

"Kalian mau kemana?" tanya Ino. Tapi tidak digubris oleh keduanya.

Sakura POV

Kini Sasuke dan Sakura dilantai 2 Cafe. Mereka berhadapan satu sama lain.

"Ada apa Sasuke? Kenapa kau membawaku kesini?"

"Sakura..."

"Iya?"

"Apa kau...marah?"

"Ha? Marah? Untuk?"

"Untuk tadi... karena aku menjawab 'Iya'..."

"Tidak...ada apa?"

"Lalu... kenapa kau menjawab tidak?"

"I-itu a-ku..."

"Baiklah aku mengerti..." jawab Sasuke berbalik meninggalkan Sakura yang menunduk. Tapi sebuah tangan mencegah lengannya.

"Sasuke... aku memang memaafkanmu tapi aku tidak bisa mengatakan kalau aku sudah mulai mencintaimu lagi. Tapi setiap kali didekatmu aku merasakan nyaman, ada debaran aneh didalam hatiku. Aku tidak tau itu bisa katakan aku mulai jatuh cinta padamu lagi atau bukan. Tapi jujur Sasuke aku..." Sakura lalu berjalan kedepan Sasuke dan menatapnya kemudian dengan cepat meraih krah kemeja Sasuke dan menciumnya. Sakura agak benjijit untuk dapat mencapai bibir Sasuke karena memang tinggi Sasuke lebih tinggi dari Sakura.

"Sasuke-kun... aku mencintaimu..."

"Aku juga mencintaimu Cherry..."

END Sakura POV

Tbc...

jeng jeng jeng...

gmana gmana kesannya ? romantis kagak nyanyi na tadi mreka berdua ?

yup sdkit crta chap ini terinspirasi oleg lagu "Love Me Like You Do" tp author lp penyanyi na cp wkwkwk...maklum fktor usia.

yup ok krisan dan coment na...