Chanbaek
M
Summary : Baekhyun tak menyangka kalau ia akan terjebak dalam rumah keluarga Park bersama Chanyeol, salahkan saja Nyonya Park yang mengunci semua akses keluar masuk rumah itu. Sebenarnya biasa saja, namun saat menyadari dirinya selalu terbangun dipagi hari tanpa pakaian membuatnya ingin memakan Chanyeol hidup-hidup.
.
.
.
Cahaya matahari pagi menyeruak begitu saja dengan tak tahu diri melalui sebuah selah diantara gorden yang tidak tertutup dengan rapat. Membuat lelaki manis yang masih memejamkan matanya itu melenguh tak suka saat cahaya itu mengenai bahunya yang tak tertutup apapun hingga menimbulkan sedikit rasa panas.
"Silau sekali!" Ia bergumam tanpa berniat membuka matanya sedikitpun, ia mengeratkan pelukannya pada seseorang yang bahkan masih asik didalam mimpinya.
Lelaki manis itu membuka matanya tiba-tiba dan mendapati dada seseorang kini tepat berada dihadapannya. Ia hampir saja meneriaki namja yang bertelanjang dada dihadapannya kalau ia tidak segera menyadari tubuhnya bahkan tidak mengenakan pakaian apapun.
Ia segera duduk dari tidurnya dan menarik selimut yang tadinya menutupi dirinya dengan namja itu, membuat selimut itu menjadi miliknya dan mengabaikan lelaki tinggi yang bahkan tidak bergerak sama sekali.
"Sialan!"
Ia mengutuk lelaki disebelahnya dan berusaha turun dari ranjang itu walau harus menahan rasa perih karena ia baru mengingat kalau semalam ia bahkan menghabiskan hampir 9 ronde bersama lelaki tinggi yang kini masih telentang dan hanya mengenakan celana dalam.
"Kau mati setelah ini Park!"
Ia menyeret langkahnya dengan perlahan dan frustasi menuju kamar mandi yang entah mengapa terasa sangat jauh darinya. Padahal semalam ia merasa kalau sepertinya kamar mandi itu hanya berjarak beberapa langkah dari ranjang.
.
.
.
Gemericik air yang berjatuhan dari shower terasa begitu menenangkan kala Baekhyun terus saja berdiri dibawahnya tanpa berniat melakukan apapun, selimut besar yang tadi membungkus tubuhnya bahkan sudah ia jatuhkan tepat didepan pintu kamar mandi tadi.
Ia menatap punggung kakinya yang bahkan terdapat dua kissmark dari Chanyeol disana, ia mengingat betapa liar permainan mereka semalam.
"Lepaskan tanganmu atau aku akan membunuhmu sekarang juga Chanyeol!"
"Aku tidak takut!"
Baekhyun memutar bola matanya dengan malas, benar-benar malas untuk menghadapi lelaki sialan yang sudah mengambil keperjakaan yang selama ini ia jaga baik-baik. Serius Baek, kau bahkan pernah berniat memberikan keperjakaan itu pada gurumu dulu. Apanya yang baik-baik?
Chanyeol yang memeluknya dari belakang makin mengeratkan pelukannya, ia menyandarkan dagunya pada bahu Baekhyun dengan mata yang masih terpejam karena mengantuk.
"Tidur saja! Kenapa kau malah kesini?"
"Hanya ingin menemanimu!"
"Terserah saja!"
Air yang berjatuhan mengenai keduanya makin deras, Baekhyun memutar tuas-nya tadi. Ia ingin cepat-cepat menyelesaikan mandinya daripada ia mendapat bahaya karena Chanyeol yang kini berada didalam ruangan yang sama dengannya tanpa mengenakan pakaian apapun.
"Mpthhck"
Terlambat. Chanyeol mengulum daun telinga Baekhyun dengan sensual, membuat Baekhyun yang tadinya hendak kabur dari lelaki tinggi itu malah membatu ditempatnya.
"L-lepaskan Chanyeol!"
"Mpthhck"
Bukannya menuruti Baekhyun, Lelaki tinggi itu malah menurunkan kecupannya pada Bahu Baekhyun. Memberikan lelaki manis itu beberapa buah kissmark lagi pada bahunya yang sudah tidak mulus seperti sebelumnya. Baekhyun makin memejamkan matanya kala tangan Chanyeol sudah menjalar naik dan memilin kedua nipple-nya dengan keras.
"Ng-nghh"
Tubuhnya dibalik paksa oleh Chanyeol hingga kini keduanya berhadapan, tak menunggu lama lagi Chanyeol pun langsung menyerang bibir pulm yang sudah membengkak itu dan melumatnya dengan penuh nafsu.
Guyuran air shower diatas kepalanya bahkan tidak membuat Chanyeol berniat untuk menyelesaikan permainannya dengan Baekhyun. Ia mengangkat sebelah kaki Baekhyun dan segera mengarahkan kejantanannya pada hole-nya.
Baekhyun menggeram didalam ciumannya kala ia merasa sesuatu yang panjang dan berisi memenuhi lubang analnya. Ia yang bersandar pada dinding dibelakangnya benar-benar pasrah dengan keadaan kali ini. Ia tak bisa melawan apa lagi memarahi Chanyeol karena sudah memperkosanya dipagi hari yang cerah seperti ini.
Ia mengalungkan tangannya dileher Chanyeol saat lelaki tinggi itu mengangkat kaki sebelahnya lagi untuk melingkar diperutnya. Jadilah Chanyeol yang menggendong Baekhyun kali ini. Chanyeol melepaskan ciumannya dibibir Baekhyun dan melanjutkannya pada leher Baekhyun, menghisapnya cukup kuat hingga membuat tubuhnya makin menegang.
"P-pindah saja Yeol! A-ahhh,,,,b-bukannya ahh kau bosan b-bermain dikamarhh mandi nghh!"
"Siapa bilang?"
Chanyeol menyeringai dan membaringkan tubuh Baekhyun diatas lantai kamar mandinya. Ia mengecilkan air yang keluar dari shower diatasnya. Ia kembali menggenjot hole Baekhyun tanpa ampun. Membuat namja manis itu terhentak-hentak dengan kaki yang masih melingkar diperut Chanyeol.
"B-bodohh! L-lebih dalam lagihhhh Chanyeol!"
"Mendesahlah!"
"A-ahhh,,k-kauhhh s-sangathh brengsek Chanyeolhhh!"
"begitulah!"
Chanyeol mempercepat gerakannya, membuat Baekhyun tak sanggup lagi melampiaskan rasa nikmatnya saat klimaks malah memilin kedua nipple-nya sendiri. Membuat Chanyeol yang melihatnya makin menyeringai dan makin mempercepat gerakannya disaat-saat terakhir sebelum sperma-nya menembak didalam Baekhyun.
Lelaki itu menyeringai kemudian melepaskan kejantanannya dari hole Baekhyun dan mendapatkan desahan lega dari lelaki manis dibawahnya yang sudah nampak kelelahan dengan tangan yang masih memilin nipple-nya sendiri.
Chanyeol kembali melumat bibir Baekhyun sejenak sebelum ciumannya turun hingga perut Baekhyun yang sudah terdapat banyak kissmark. Ia menyeringai dan mengecup kejantanan Baekhyun yang tertidur kala orgasme-nya dironde pertama barusan.
Ia menarik kaki Baekhyun untuk mengangkang dan segera mencumbu paha bagian dalam lelaki itu. Menambah beberapa kissmark yang semalam sudah ia berikan pada lelaki manis itu.
"A-ahhh….A-aku tidak akan memaafkanmu Park!"
"Baiklah, satu ronde lagi dan aku akan menambahkan kissmark dibokongmu!"
"T-tid-Anghh"
Biarkan keduanya melanjutkan. Baekhyun yang baru saja menungging nampaknya cukup terkejut kala Chanyeol langsung memasukkan kejantanan besarnya kedalam hole-nya. Ia merutuk dalam hati karena mau ditinggal oleh eomma-nya barsama seorang maniak seperti Chanyeol.
.
.
.
Chanyeol bukanlah seseorang yang dapat melanggar janji yang sudah ia buat sendiri. Namun kali ini entah kenapa bahkan ia melanggarnya, padahal ia tadi sudah berjanji hanya akan menambah satu ronde bersama Baekhyun. Tapi akhirnya ia malah melanjutkan sampai 4 ronde didalam kamar mandi, dengan beberapa gaya yang bahkan membuat Baekhyun sendiri kelelahan.
"Aku akan mengadu pada eomma!"
"Adukan saja!"
"YAAK! Lihat ini!"
Baekhyun yang sedari tadi berdiri didepan cermin besar milik Chanyeol terkejut bukan main saat ia mengangkat kaosnya hingga menunjukkan kedua nipple-nya. Ia menyentuhnya yang terlihat seperti membengkak karena Chanyeol terus-terusan menghisapnya.
"CHANYEOL! NIPPLE-KU MEMBENGKAK! KAU HARUS TANGGUNG JAWAB!"
Chanyeol yang tadinya hanya terduduk diatas ranjangnya dengan ponsel yang setia ditangannya menatap Baekhyun dengan bingung. Ia menghentikan permainan di ponselnya dan menghampiri lelaki pendek yang kini masih berdiri didepan cermin dengan kaos yang masih tersingkap.
"Kenapa?"
"KAU MEMBUAT NIPPLE-KU MEMBENGKAK BODOH! BAGAIMANA KALAU SETELAH INI AKU MEMPUNYAI PAYUDARA HAH?"
"Itu jauh lebih baik!"
Ingin sekali rasanya Baekhyun melemparkan vas bunga diatas nakas ke kepala Chanyeol, kali saja itu bisa menguragi kadar kemesuman lelaki dengan senyuman lebar itu. Pikir Baekhyun.
"Huwaaa, aku tidak ingin punya payudara! Ck, aku akan memberi pelajaran pada mulutmu setelah ini!"
"Akan lebih baik kalau itu dengan mulutmu juga Baekhyun!"
"Bermimpi sana!"
"Bermimpi bercinta lagi denganmu? Dengan senang hati sayang!"
Baekhyun melepaskan tangannya dari kaosnya yang tersingkap, membuat kaos itu kembali jatuh dan menutupi tubuhnya. Ia kembali bercermin dan memperhatikan leher dan juga lengannya yang dipenuhi kissmark Chanyeol.
Tanpa pernah Chanyeol duga sebelumnya, kini Baekhyun menurunkan celana pendek beserta celana dalam yang ia kenakan. Menunjukkan kejantanan miliknya yang tertidur didepan cermin besar itu. Ia menyentuh-nya dan memperhatikan banyak kissmark dimana-mana. Ia mendengus kembali dan membalikkan tubuhnya, membuat bokong sexy-nya yang kini sudah berhiaskan kissmark hasil pekerjaan Chanyeol terpampang jelas didepan kaca.
"kau benar-benar harus bertanggung jawab Chanyeol!"
Ia menungging hendak memakai kembali celananya yang menyangkut dimata kaki, namun itu semua terhenti kala tangan Chanyeol malah menariknya untuk kembali berhenti.
"Apa yang kau lakukan?"
"Memamerkan hole-ku padamu!" Baekhyun menatap lelaki itu kesal dan kembali menunggingkan dirinya untuk mengambil celananya. Jelas sekali hole-nya bahkan terlihat dari pantulan cermin. Membuat Chanyeol merasa gundukan dibalik celananya bangun dan menegang karena berpikir Baekhyun benar-benar menggodanya.
"B-baek, kau gila! Sekarang buka pakaianmu. Ayo kita lanjutkan!"
Dan saat itu juga Baekhyun benar-benar menyesal menjawab pertanyaan Chanyeol dengan hal yang berbau mesum. Ia berjanji pada dirinya sendiri kalau ini tidak akan pernah terjadi lagi pada dirinya. Ia tidak akan memancing Chanyeol yang dasarnya sudah mesum itu menjadi lebih mesum karena ulahnya.
.
.
.
Ddrtt Dddrtt
"Yaak, ngghh, C-chanyeolhh! Morehh, f-fasterrhh….a-ayolah, kau bisa ahhh lebih cepat dari ini nghh!"
Ddrtt Dddrtt
"A-aku sampai Baek!"
"Nehhhh!"
Ddrtt Dddrtt
"P-ponselmu yeol!"
Baekhyun yang masih lelah pasca orgsme-nya menjatuhkan tubuhnya diatas tubuh Chanyeol. Ia memejamkan matanya dan menghirup udara sebanyak yang ia bisa. Dadanya naik turun dengan keringat yang membuat tubuhnya terasa benar-benar lengket.
"Eomma?"
"…"
"Ne. Aku sudah tahu! Tadi Baekhyun memberitahuku kalau semua pintu dirumah ini tidak bisa dibuka kecuali kamarku."
"…"
"Jadi sungguh eomma yang melakukannya?"
"…"
"Bagaimana aku bisa kabur eomma! Bahkan kau tidak meninggalkan satupun kunci cadangan!"
"…"
"Oh baiklah. Baekhyun masih tertidur!"
"…"
"Bye eomma!"
Helaan nafas lembut didadanya menyadarkan Chanyeol dari lamunan singkatnya, ia menoleh kebawah dan tersenyum memperhatikan Baekhyun yang tengah memejamkan matanya dengan dada yang masih naik turun.
"Jadi, mau melanjutkan?"
"A-ahh"
.
.
.
"Kau mau makan apa?"
"Entahlah, terserah kau saja!"
Chanyeol hanya mengangguk setelah mendengar jawaban Baekhyun, tangannya terangkat untuk mengacak surai namja manis yang bahkan hanya mengenakan selimut untuk menutupi tubuhnya yang sudah tidak polos itu.
Mereka baru saja menyelesaikan kegiatan panas mereka beberapa menit yang lalu dengan terpaksa, kalau saja Baekhyun tidak merengek perutnya kelaparan atau apalah itu. Chanyeol bersumpah tidak akan melepaskan namja itu walau hanya beberapa menit ataupun detik.
Baekhyun hanya terdiam disalah satu kursi dimeja makan sambil menatap Chanyeol yang kini terlihat kebingungan, lelaki itu menimang sejenak sebelum ia meraih ponselnya dan menekan beberapa digit angka.
"Kau mau apa yeol?"
"Delivery"
"Ck, kau itu bodoh atau bagaimana?"
"eh?"
Baekhyun berdecak dan segera bangkit menghampiri Chanyeol yang masih berdiri didepan kompor dengan ponsel ditangannya. Lelaki tinggi itu nampak bingung, namun setelahnya ia benar-benar tersadar dan menepuk keningnya pelan dengan telapak tangan.
"Kau lupa kalau rumahmu itu terisolasi?"
"Ah, kau benar. Lalu kita harus bagaimana?"
"Memasak!"
"Kau menyuruhku memasak?"
Baekhyun mengangguk dengan antusias, senyuman khasnya terlontar begitu saja dihadapan Chanyeol yang masih sedikit terkejut karena baru kali ini ada orang yang memintanya memasak.
"Aku tidak bisa memasak!"
"Aku tidak mau tahu yeol!"
"Tapi aku sungguhan tidak bisa! Kau mau aku mengacaukan segalanya? Seperti membakar wajan atau yang lebih parah, rumah ini bisa saja ter-"
"Tak perlu dilanjutkan! Aku sudah tahu kelanjutannya!"
Lelaki manis itu mendorong Chanyeol untuk sedikit menjauh darinya, tangannya terangkat untuk mengencangkan lilitan selimut ditubuhnya. Ia berjalan kearah kulkas, melihat-lihat sejenak bahan makanan disana sebelum ia memutuskan apa saja yang ia ambil.
"Hari ini pasta saja! Aku tidak ingin repot!"
"Terserah, yang penting aku tidak kelaparan Baek!"
Baekhyun memutar matanya malas, tangannya dengan cekatan menyiapkan apa yang ia butuhkan. Chanyeol yang melihatnya dari meja makan menyeringai, memperhatikan dalam diam bagaimana namja yang sebenarnya sangat manis itu tengah kerepotan karena selimut yang melilitnya beberapa kali terlihat merosot.
Beberapa menit berlalu dan Baekhyun masih tetap sibuk dengan pasta-pasta yang hampir jadi didepannya, selimut yang melilit tubuhnya pun sudah merosot dan dia tinggalkan begitu saja tergeletak diatas lantai. Jadilah ia yang tak mengenakan apapun itu terlihat mondar-mandir sambil tetap memunggungi Chanyeol tanpa memperdulikan lelaki yang bahkan masih cukup terkejut dikursinya. Intinya, Baekhyun mengabaikan Chanyeol. Lelaki manis itu bahkan tidak peduli kalau ia sudah bertelanjang bulat dihadapan lelaki yang tingkat kemesumannya itu diatas rata-rata.
Chanyeol merasa bosan, salahkan saja Baekhyun yang mengabaikannya. Itu dimulai ketika lelaki manis itu menyalakan kompor, dan saat itulah Chanyeol merasakan kalau ia itu tidak terlihat sampai-sampai Baekhyun 100% mengabaikannya. Ia ingin sekali menyergap Baekhyun saat itu juga, menggendong dengan paksa lelaki manis itu dan langsung membuatnya mengangkang diatas ranjang setelah dibaringkan.
"Mencoba mengabaikanku hm?"
"Tidak ada yang mengabaikanmu. Jadi, lepaskan tanganmu!"
Bukan Chanyeol namanya kalau ia bisa dengan mudah menuruti perintah tidak penting dari lelaki yang bahkan secara tidak sadar sudah ia klaim sebagai miliknya. Ia mengeratkan pelukannya pada Baekhyun dan mengecup beberapa kali perpotongan leher lelaki manis itu hingga membuat Baekhyun sendiri sempat mendesah dan kehilangan fokus pada masakannya.
"K-kita lakukan setelah makan saja Chanyeol."
"Hfft, Baiklah sayangku. Tapi tutupi dulu tubuhmu itu! Itu sangat menggoda kalau kau mau tahu!"
PLAK
Chanyeol menyeringai, kembali duduk manis diatas kursi-nya setelah dengan bodohnya ia menampar bokong Baekhyun yang tidak tertutup apapun. Ia dapat mendengar Baekhyun yang menggerutu bahkan mengoceh tidak jelas, namun saat ia berbalik untuk memperhatikan lelaki manis itu, sebuah kaos berwarna hitam milik Chanyeol yang sangat besar sudah menempel ditubuh mungil milik Baekhyun. Setidaknya itu membuat Chanyeol sedikit lega karena Baekhyun mengurangi sedikit kadar ke-sexy-an-nya.
.
.
.
Sudah sore. Baekhyun sendiri tak sadar kalau jam yang ada diruang tengah kediaman keluarga park sudah menunjuk diangka 4 dengan jarum yang lebih panjang berada diangka 12 kurang sedikit. Ia yang tengah membaringkan dirinya disofa besar disana menghela nafas untuk kesekian kalinya. Ia menarik kaos kebesaran ditubuhnya untuk menutupi pahanya yang ter-ekspos. Ia merasa bosan, dari kemarin ia hanya terkurung didalam sini tanpa bisa melihat apapun selain tembok dan juga ehmm, penis Chanyeol. Ia ingin sekali jalan-jalan walau hanya mengelilingi rumah mewah ini, namun rasanya sulit karena untuk duduk pun terasa sangat menyiksa. Tubuhnya benar-benar remuk akibat perbuatan Chanyeol yang tak kenal waktu itu, dan sekarang dengan tidak bertanggung jawab lelaki tiang itu malah sibuk dengan psp-nya didapur.
"SAYANG!"
Kalimat laknat itu kembali terucap, setengah hati Baekhyun meneriakkan panggilan itu. Ia butuh Chanyeol, ia ingin kembali kekamar saja untuk beristirahat. Rasanya ranjang jauh lebih baik ketimbang sofa besar super empuk yang kini menjadi alas tidurnya.
"SAYANGKU! CHANYEOLLIE~ SUAMIKU!"
Baekhyun benar-benar bersumpah akan menghukum mulutnya yang sudah berani mengeluarkan kata-kata menjijikan itu. Ah, mungkin nanti ia akan meminta bantuan Chanyeol untuk menghukum mulutnya yang nakal dengan bibir tebal namja itu. eh?
"Hai istriku, kenapa teriak-teriak?"
Entah darimana Chanyeol tiba-tiba saja muncul dari balik sofa dan langsung membantu Baekhyun yang tengah berusaha untuk duduk. Lelaki tampan itu dengan sabar membantu yang lebih manis untuk duduk dengan benar, tangannya menggenggam jemari Baekhyun yang juga menggenggam miliknya dengan sangat erat.
"Itu….sakit ya?"
"Jangan sok peduli!"
"Aku hanya bertanya!"
"Untuk apa bertanya seperti itu? Kau bahkan tidak memperdulikan keadaanku ketika penis tidak tahu dirimu itu menususk-nusuk lubangku!"
"Itu karena aku sedang terbawa nafsu bodoh!"
"Oooh, jadi sekarang Chanyeol yang gagah perkasa ini menyalahkan nafsunya?"
"Ck, katakan apa maumu? Kenapa kau berteriak-teriak?"
Chanyeol menyerah, ia tidak pandai berdebat lagian. Mana bisa ia menang melawan Byun Baekhyun yang sangat hobi dalam adu mulut itu (adu mulut dalam artian sesungguhnya). Ia memilih diam dan duduk disisi kanan Baekhyun, menunggu lelaki manis yang masih menggerutu itu untuk berbicara.
"Antar aku ke kamar!"
"Hah?"
"Cepat!"
"Kau pikir kau ratu? Dan kau pikir aku ini pelayanmu? Ini rumahku pendek! Seharusnya kau yang menjadi pelayanku!"
"Ayolah sayang~ kau tega membiarkan istrimu yang cantik jelita ini kedinginan disini?"
"Kau belum menjadi istriku!"
Chanyeol memutar bola matanya malas, memilih bersandar pada sofa dan memainkan ponselnya yang jauh lebih baik ketimbang ocehan Byun pendek Baekhyun. Tak ada gunanya meladeni Baekhyun yang sangat hobi ber-drama itu. Bahkan karena drama yang Baekhyun buat pun Chanyeol jadi ikut-ikutan menganggap kalau mereka ini adalah pasangan pengantin baru yang tinggal sendiran dirumah super megah itu.
"Memang belum sih. Jadi kau memiliki rencana untuk menjadikanku istrimu?"
"Cih, tak sudi!"
"Issh, si bodoh ini. Kau akan menyesal melewatkan istri sexy dan menggemaskan seperti ini!"
"Katakan itu pada hole-mu yang lecet!"
Baekhyun balik mengabaikannya, ia mengangkat kedua bahunya acuh dan ikut sibuk dengan ponselnya. Ia tersenyum-senyum sendiri membaca pesan singkat yang Luhan kirimkan padanya. Bahkan ia sempat terbahak dan memukul lengan Chanyeol hingga membuat si korban pemukulan hendak saja membalasnya.
"Ne eomma?"
Chanyeol yang menyadari Baekhyun bersuara disebelahnya menghentikan aksinya bermain dengan ponsel dan menoleh pada lelaki manis yang kini tengah menempelkan ponselnya ditelinga. Baekhyun menggumamkan 'eomma' tanpa suara dan langsung diangguki oleh lelaki tampan disebelahnya.
"Aku baik-baik saja. Bagaimana dengan eomma sendiri?"
"…."
"Itulah sulitnya menjadi seorang fotografer eomma. Eomma sabar saja jika menemui model seperti itu hehe"
"…"
"Benarkah? Mirip dengan Sehun? Ishh, anak itu pasti akan besar kepala kalau aku mengatakan wajahnya mirip seorang model yang menjadi partner kerja eomma haha"
"…"
Chanyeol menatap Baekhyun dengan malas, tadinya ia hendak menguping dan kali saja bisa meledek Baekhyun karena mengadu pada eomma-nya kalau ia sudah tidak perjaka lagi. Namun sampai beberapa menit bahkan Baekhyun dan eomma-nya hanya sibuk membicarakan seorang model dan seseorang bernama Sehun.
"A-aku….aku tidak melakukannya eomma"
Chanyeol kembali menoleh, ia menatap Baekhyun yang secara tidak sadar langsung menatapnya balik dengan pandangan yang ketakutan(?). Chanyeol menepuk bahu Baekhyun bermaksud menanyakan keadaannya. Namun lelaki manis itu hanya menggeleng dan menggigit bibir bawahnya karena mungkin ia sedang gugup.
"A-aku tidak berbohong eomma." Baekhyun memejamkan matanya dan tiba-tiba saja tangannya yang menganggur sudah menarik jemari Chanyeol untuk bertautan dengan miliknya. Chanyeol dapat merasakan telapak tangan Baekhyun yang sangat dingin, ia ingin melepaskan tangannya dan bertanya lebih lanjut sebelum ia mendapati Baekhyun dengan mata yang berkaca-kaca tengah menunduk dengan mulut yang tertutup rapat menahan isakannya.
"Chanyeol….dia baik. Dia mau berbagi kamarnya denganku."
"…"
"Ne, aku akan baik-baik saja eomma. Dan…..aku tidak akan melakukan itu dengan Chanyeol."
Baekhyun memutuskan sambungannya, matanya berkedip beberapa kali untuk kembali menormalkan matanya yang sempat terasa buram karena air mata yang menumpuk dimatanya. Ia menghela nafas dan langsung menoleh kearah Chanyeol dengan sebuah senyum yang dipaksakan.
Chanyeol sendiri tidak bodoh untuk tidak mengetahui kepura-puraan Baekhyun. Ia mengeratkan genggamannya pada jemari Baekhyun, membuat lelaki manis yang memaksakan sebuah senyum itu menunjukkan raut wajah kebingunannya.
"Apa yang terjadi?"
"Hmmm, tidak ada hehe"
"Kenapa kau menangis?"
"Aku? Menangis? Haha, jangan bercanda Chanyeol!"
"Ishh, jalang ini"
"YAAK! Kau mengataiku jalang hah?"
Chanyeol menyerngitkan dahinya bingung, Baekhyun yang tiba-tiba saja marah seperti itu membuatnya cukup terkejut karena Baekhyun baru saja berteriak tepat dihadapannya. Tangan keduanya masih bertautan dengan Baekhyun yang kini menatapnya dengan pandangan yang ughh.. itu lebih cocok dikatakan menggemaskan.
"Kau marah aku bilang begitu?"
"tentu"
"Kalau begitu maaf"
"Ne? Kau….minta maaf?"
"Sudah lupakan saja! Kau jadi ke kamar atau tidak istriku?"
Baekhyun tersenyum lebar mendengarnya, ia melepaskan tangannya yang menggenggam tangan Chanyeol dan segera merentangkan kedua tangannya lebar-lebar dengan kaki yang masih bersila diatas sofa. Chanyeol hanya tersenyum melihatnya dan segera berjongkok dihadapan Baekhyun agar lelaki manis itu bisa naik ke punggungnya.
"Tidak mau dibelakang! Kau tahu kalau bokongku masih sakit kan yeol?"
"Ck, kau ini menyusahkan sekali!"
"YAAK! Kalau bukan karena kau yang tidak kenal waktu itu juga tidak akan seperti ini Chanyeol!"
"Sudahlah,"
Lelaki tinggi itu tampaknya tidak berniat membuat pembelaan sedikitpun, toh itu memang benar kalau ia yang tidak kenal waktu saat menusuk Baekhyun dengan sesuka hatinya. Yasudah, terima saja pikirnya.
Ia bangkit dan segera mengangkat tubuh Baekhyun, mengangkatnya ala bridal dan sempat membuat pekikan tertahan terlontar dari mulut mungil Baekhyun. Ia hanya diam dan melesakkan kepalanya didada Chanyeol kala lelaki itu terus membawanya tanpa suara kedalam kamar mereka -kamar Chanyeol sebenarnya.
Chanyeol membuka pintunya dengan menendang pintu malang itu, langkahnya membawa tubuh Baekhyun kepada ranjangnya yang sedikit berantakanan karena….beberapa hal. Chanyeol membaringkannya dengan perlahan, mendapat tatapan polos dari Baekhyun hingga keduanya berakhir dengan saling tatap masih diposisi Baekhyun yang berbaring diatas ranjang dengan tangannya yang melingkar dileher Chanyeol. Baekhyun mengangkat kepalanya dan memberikan Chanyeol sebuah kecupan dibibir, membuat tatapan Chanyeol yang tadi terfokus pada mata Baekhyun kini berubah menjadi terkejut.
"Tidurlah"
"Aku tidak mengantuk!"
"Lalu, kenapa meminta berbaring diatas ranjang? Ini masih sore Baekhyun!"
"Memangnya tidak boleh? Aku kan hanya merasa bosan, tubuhku rasanya remuk dan aku tidak bisa melakukan apapun untuk menghibur diri"
Decakan malas kembali terdengar diruangan berwarna coklat itu, Chanyeol bertolak pinggang dihadapan Baekhyun dan dihadiahi tatapan bingung dari si pendek yang masih berbaring diatas ranjang.
"Aku akan memasakan sesuatu!"
"Yeol?"
"Tenanglah, aku akan berusaha untuk tidak membakar apapun! Kau cukup diam dan menungguku!"
Baekhyun menyerngitkan dahinya bingung, padahal ia berpikir kalau Chanyeol akan marah atau kembali berdebat dengannya. Tapi kenapa lelaki itu malah bersikap seolah…entahlah Baekhyun juga tidak mengerti akan perubahan sifat Chanyeol yang sangat drastis itu.
"Park Chanyeol!"
Lagi, Chanyeol menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Baekhyun yang berusaha duduk diatas ranjang. Lelaki itu sempat meringis saat Baekhyun diatas ranjang sana tengah meringis kesakitan ditubuh bagian bawahnya saat Ia mencoba untuk duduk.
"Berbaring saja Baek!"
"Tidak!"
"…"
"Chanyeol?"
"Ya?"
"Kemari dan temani aku!"
Chanyeol terdiam ditempatnya, tubuhnya bergerak sendiri menghampiri Baekhyun walau sebenarnya ia tidak ingin. Ia berdiri disisi ranjangnya sambil menatap kearah Baekhyun yang kini menatapnya dengan senyuman yang sungguh amat manis, dan… Chanyeol sangat menyukai senyuman itu.
TBC
.
.
.
Makasih banyak pake banget buat kalian^^ Love U so much gaes^^
Aku mungkin ga bales review-nya, tapi aku puas banget baca review kalian. Buat Chapter ini aku mohon maaf kalo banyak kekurangannya. Seperti biasa wkwk, maaf banget^^
Thanks to : (thanks karena udah review di chap sebelumnya)
parkcilla│chanbaek0505│uzuchihanana│cyxchoexo│imah0581│vivikim406│leeminoznurhayati│90Rahmayani│fxtrasknh-cb│SeiraCBHS│vitangeflower│Kyuufi No Kitsune│septianaditya 1997│ade park│chan banana│AYP│pexingyixing│bans│exindira│ByunViBaek│RDRD ChanBaek│jiaji│potatochanbaek│Fckbyxns│mandwa│Guest│AlexandraLexa│VampireDPS│ciye│amandabofi│Me│V3 pitchezta│Guest│baekhee│foursh
Love U so much~ saranghaeyo~
Mind to review? (again hihi^^)
