INFILTRATION . Chap 4
By : Ay
Pair : KaiSoo, SuDi, HanSoo, KrisSoo, HunSoo *di hajar masa XD
Maint Cast :
- Do Kyungsoo / Kyungsoo
- Kim Jongin / Kai
- Wu Yifan / Kris
- Kim Joonmyun / Suho
- Xi Luhan / Luhan
- Oh Sehun / Sehun
Genre : Campur2 / Fantasy / Mistis (?) LoL
Rated : Gak bisa di bilang T, bisa jadi T
Note : Hay hay... Author bawa 2 chapter sekaligus. Jadi abis baca KUDU like + coment oke!
Yang gak suka pair-nya, gak usah di baca dan gak usah bash!
... # # # ...
Bingung... Itulah yang Kai rasakan sekarang. Fajar telah terbit, pertanda hari yang ia miliki perlahan habis. Empat hari telah terlewati... Dan seharian kemarin, ia baru saja memulai untuk mencari wujud raganya...
Masihkah ia pertahankan? Masihkah ia hiraukan akan seruan suara-suara asing itu...? Yang ia pun juga tak tahu berasal darimana...
Apa mungkin...?
Seorang Kim Jong In telah menaruh hati padanya...?
Padanya... Sosok yang baru ia kenali lewat takdir konyol seperti itu...
Lalu untuk apa, ia menimbang-nimbang tentang bagaimana kehidupan selanjutnya seorang Do Kyungsoo, jika ia memilih mati dan tak pernah bertemu lagi dengannya di dunia?
Atau mungkin...
Kai hanya terpengaruh atas suara asing itu tentang "bagian dari hidupnya". Sehingga ia harus berjuang seolah-olah hanya dialah yang mampu melindungi Kyungsoo
Menetapkan hati...
Berusaha tenang...
Biarkan detak jantung Kim Jong In yang menuntun isi hatinya untuk membuat pilihan...
Beberapa detik, Kai terlihat sudah matang akan apa yang ia pilih sekarang
"aku... MEMILIH UNTUK TETAP HIDUP BERSAMA KYUNGSOO !"
Teriaknya kencang menantang sinar mentari yang terang. Kai tersenyum bodoh menyadari hal konyol yang ia buat. Matanya membulat dengan berkaca-kaca... Keningnya berkerut, hatinya bertanya "benarkah aku mencintai Kyungsoo?"
"yah... Itu benar!" Gumamnya. Meski tak dapat ia lupa pula, jika Kyungsoo... Masih terobsesi karna perasaan kagumnya untuk mendapatkan sahabatnya, Wu Yi Fan
Kai POV
Terminal Dongdaegu...
Mengingatkanku akan kejadian di mana aku masih bersatu dengan ragaku. Disini... Adalah saksi bisu atas pertikaian-pertikaian sengit antar gangster yang dulu kulakukan bersama kawan-kawanku
Kris... Chen... Chanyeol... Semua anggota Black Pearl, aku merindukannya. Merindukan kepribadian mereka, bukan tentang tawuran bersama Daemon. Shit ! andai aku bisa memutar waktu kembali, tidak akan pernah mau jika otakku teraliri pikiran untuk membuat ricuh seperti itu
Namun aku patut bersyukur... Karna di jam sekarang, dulu terbiasa akan ada tawuran di terminal ini. Dan lihatlah kini... Sepi... Mungkin Kyungsoo sudah berhasil mengganti jadwal tawuran dengan hal positif yang lain
Aku tersenyum bahwasannya apa yang kubaca dalam otakku adalah... Kyungsoo...
Bagaimana tidak ?
Sekarang ia tengah membuat demo masak di tengah lapangan basket. Semua murid yang tadinya kelabakkan ingin pulang secepatnya, malah beralih arus untuk menemui Kyungsoo di tengah lapangan itu. Konyol !
Tapi... Dia pintar juga :/ Jika anak-anak pulang secepatnya, mereka pasti akan menuju terminal ini dan terjadi tawuran lagi dengan geng Daemon. Setidaknya, besok-besok aku tidak akan memanggil Kyungsoo dengan sebutan 'bodoh' lagi
Panjang umur!
Hyonbin beserta anggota Daemon yang lain terlihat duduk ditepi trotoar sambil membawa balok kayu dan beberapa bom molotof. Masih saja mereka bertahan di posisi tukang ajak rebut terlebih dulu. Aku muak! Sedikit membuang ludah atas sikapnya yang berlagak itu, membuatku jijik!
"kemana saja bocah-bocah tengil itu?! apa mereka sudah tahu diri dengan kelemahan mereka!"
Aku hanya bisa ber-smirk ria mendengar penuturan salah satu anggota Daemon. Sebelum akhirnya, mataku melihat pergerakan mencurigakan dari Hyonbin dan 2 namja yang berjalan menuju belakang terminal
"bagaimana dengan mayat itu? apa yang harus kita lakukan padanya?"
Wajahku yang awalnya datar berubah terkejut karna mendengar apa yang baru saja ia tanyakan untuk Hyonbin. Mungkinkah itu ragaku yang selama ini ku cari?
"Sssssss... Huff... Sssss... Hmmmm... Aku tidak tahu"
Balas enteng Hyonbin dengan tubuh yang mengigil ke dinginan. Pucuk hidungnya pun berubah menjadi merah, mata dan wajahnya menjadi aneh saat ini. Apa yang sebenarnya terjadi padanya? Bukankah tadi ia baik-baik saja?
"SSsss... Huff... Hey Ben! Ambilkan aku sebotol alcohol di tempat biasa! Aku benar-benar kedinginan karna ini. Sungguh nikmat..."
Rautku berubah cengo seketika. Aku sungguh tidak habis pikir, jika Daemon bisa seberani itu menyembunyikan minuman illegal di box yang tertimbun di belakang terminal ini. Hey tunggu! Barang apa yang tengah Hyonbin mainkan di antara jari telunjuk dan jempolnya? Apakah itu sumber kenikmatan yang Hyonbin maksud?
"kau ini b*jingan juga. Appa-mu adalah mayjen polisi, tapi lihatlah tingkahmu Hyonbin-ya... Sabu-sabu pun siap kau embat... Hahaha..."
Demi apapun! Ini sungguh keterlaluan. Sebejat apapun aku bertindak tak senonoh sebagai pelajar, aku bersumpah! Tidak pernah sekalipun ku tahui tentang wujud barang haram itu
"berhentilah mengoceh! Suara mu tidak enak di dengar!" Ketus Hyonbin
"em... Bukankah, kemarin saat anak culun itu menghampiri kita, ia berwajah seperti Kai? Kalian juga melihatnya kan?" Tanya salah satu orang di antara mereka
"aahhh~ Mana mungkin! Dia adalah penghianat, lihat saja! Sejak kejadian itu, dia sudah tidak lagi bersekolah di Daffodil. Ku dengar, dia pindah ke sekolah Genuine hanya karna membela mayit hitam itu!"
"siapa namanya?"
Deg! Tanganku mengepal ketika Hyonbin mulai tertarik dengan perbincangan mereka. Hatiku was-was dan berharap agar salah satu di antara ke dua namja itu tidak menyebutkan nama Kyungsoo disana
"Kyungsoo! Do Kyungsoo! Yang aku tahu, dia adalah murid miskin yang mendapatkan beasiswa di Daffodil mulai dari semester pertama sampai akhir kelulusannya nanti. Aku juga heran, namja nerd seperti dia mampu bergaul dengan gangster seperti mereka.. Munafik!"
Secara refleks kakiku terhuyung ke belakang tanpa ku sadari. Melihat satu per satu tingkah pola mereka yang sungguh mengerikan. Beberapa menit nalar ini ku buat berpikir, namun sontak semuanya buyar tatkala mereka menggeret paksa tubuh manusia keluar dari rerimbun dedaunan kering di bawah tanah. Mata ini ku bulatkan sempurna, melihat tubuh itu yang tak memberi respon saat di perlakukan seperti binatang oleh mereka di tambah, cahaya remang-remang karna malam ini hanya ada bulan sabit sebagai penerangan
"sudah 4 hari ini mayit hitam itu di sana. Tapi lihatlah, dia bahkan tidak membusuk. Apa dia seorang pendeta yang menyamar sebagai b*jingan Black Pearl?"
"hahahaha..." Tawa mereka menggema. Dan ketika cahaya lampu neon menerpa wajah seseorang itu... Tubuhku terasa kaku... Dia... Adalah ragaku... Tanpa sadar buliran air mataku menetes, betapa besar harapanku agar bisa menemukannya hanya dalam waktu 1 minggu ini. Aku sangat menginginkan raga itu... Aku masih ingin hidup di dunia bersama keluargaku, teman-temanku dan juga... Kyungsoo... Entah kenapa tiba-tiba raut mereka jelas teringat tatkala mataku melihat wajahku sesungguhnya...
Tanpa berpikir lagi, ku bawa nyawaku berlari hingga menumbuk tubuh itu yang masih terlungkai lemah
BUG
Aku langsung terpental jauh hingga beberapa meter ketika loncatan pertamaku yang ingin menindih tubuh itu. Jelas aku tidak mengerti apa maksud semua ini? Bukankah suara itu kemarin mengatakan, aku harus menemukan ragaku dalam waktu 1 minggu ini jika aku masih ingin hidup? Dan sekarang? Kenapa roh-ku tidak bisa memasukinya?
"kau melupakan sesuatu Jong In... Kau... Harus bisa membuatnya mencintaimu dalam waktu 3 hari ini... Karna waktumu hanya tersisa 3 hari lagi"
Suara itu!
Apa? Apa itu suatu petunjuk lagi? 3 hari untuk membuatnya mencintaiku? Bagaimana bisaaaaaaaa! Memperhatikanku saja ia terlalu acuh, haaiiiiishhh! Mata belo itu bodoh soal perasaan! Apa yang ia tahu dengan apa yang ku rasa? Dan apa yang ia tahu tentang apa yang Kris rasa? Membedakannya pun, ia tidak becus. Jadi bagaimana agar ia bisa mempercayaiku? Bagaimana aku menunjukkan perasaanku padanya? Sedang ia terlalu terobsesi agar bisa, bisa dan terus bisa mendapatkan Kris dengan cara apapun! AKU GILA !
Di lain tempat..
Genuine High School (school of Black Pearl / Kai)
Namja pendek berkulit putih bening yang sering di sebut Suho berlari kegirangan menuju lapangan basket sekolahnya. Ransel yang sudah biasa ia gantungkan di bahu kirinya terpeleset jatuh terus menerus karna gerakan tubuhnya saat sedang berlari. Wajahnya terlihat sungguh tampan karna senyum selalu saja menjadi mascot ciri dirinya. Ia mencoba menembus kerumunan para siswa agar menemui apa yang ia cari sebenarnya
"Kyungsoo! Kau... Membuka warung di sekolah?"
"S-s-Suho-hyung...? Aahh... Ani... Aku hanya, ingin berbagi ilmu saja. Sekaligus... Ah yah benar! Aku juga mencari uang tambahan untuk jajanku sehari-hari" Balas Kyungsoo benar polos. Sedang Suho terkekeh geli melihat senyum manis uke itu
"waaahhh... Kalau begitu ma...ri... ku... ban... tu"
Ucap Suho yang mendadak tidak ikhlas karna melihat Luhan berdiri di belakang tubuh Kyungsoo dengan tangan yang berkacak pinggang, menatapnya horror *LOL
TING !
Tiba-tiba di atas kepala Suho terdapat gambar lampu yang bersinar terang. Menandakan ada sebuah ide kecil-kecil'an yang menunjang (?) kebahagiannya setelah ini
"hey! Kau mau apa Jonmyun!"
Teriak Luhan gusar melihat pola Suho yang di pikirnya terlalu ngelunjak. Hampir saja Luhan pingsan hanya karna melihat Suho membuka tas dan mengeluarkan celemek yang sudah ia siapkan dengan meminjam ahjumma penjaga kantin. Dia hanya cengo menatap Suho yang begitu lincah menata dandanannya bak chef professional lalu berdiri di samping Kyungsoo dengan gerakan lenjeh, sedikit bergelayut manja di lengan Kyungsoo *ini yg seme siapa cobak ._.
"minggir kau!"
BUG
Dorong Luhan kuat-kuat di bagian dada Suho. Tubuh Suho yang mini dan tingginya pun kalah telak dari Luhan hanya bisa terjatuh di atas paving yang ia pijak. Tindakan Luhan itu, membuat tanduk yang tersimpan di balik kelemis rambut Suho muncul ke permukaan. Dengan cepat ia berdiri menghampiri Luhan dan Kyungsoo yang sibuk dengan acara ala chef mereka -,,-
"Kyungsoo! Biar ku bantu!"
Tawar Suho dengan smile 5 jarinya yang itu malah di anggap aneh oleh Kyungsoo. Tapi yah... Aneh ataupun tidak aneh, Kyungsoo hanya mengangguk dengan raut tak percaya yang tak bisa ia sembunyikan di wajahnya
"ah~ Kyungsoo! Tepung ini akan di tuangkan dimana? Kau akan membuat chesse cake kesukaanku kan?" Rajuk Luhan dengan menenteng(?) kemasan tapioka di samping wajahnya. Seperti iklan di layar kaca televise
Suho hanya semakin melebarkan lubang hidung =,,= Perutnya seolah berdemo untuk segera di keluarkan segala isinya, karna ingin muntah
"ah.. Nde Luhan-hyung... Taruh di mangkuk itu saja!"
PUG
Tangan Luhan dengan mudahnya membuang tepung-tepung itu di wajah Suho. Kemudian membuat rautnya seolah-olah tidak sengaja melakukan hal itu. Jelas Suho di buat geram karnanya. Tanpa berpikir panjang lagi, ia meraup rambut nyetrik Luhan dan menjambaknya habis-habisan seperti ibu-ibu yang rebutan berondong. Tidak mau kalah, Luhan juga langsung merangkul Suho yang lebih pendek darinya. Membuat bekas demi bekas kemerahan di leher Suho *lah? O.O . Amarahanya pun tak kalah tinggi dari postur tubuhnya, hingga ia tak tahu lagi cara membalas jambakan Suho kecuali dengan mengigit leher itu *Luhan mah kesempatan dalam kesempitan -,-
Sedang Kyungsoo tidak tahu menau mengenai keributan yang ada di belakangnya. Ia masih terlalu sibuk meladeni namja-namja yang antri untuk membeli kimchi spaghetti yang ia buat. Antrian begitu panjang, di tambah lagi posye unyu yang di buat Kyungsoo saat memasak seperti ini. Membuat namja-namja itu seperti serigala yang kelaparan
"minggir!"
Suara cemreng memisahkan kerumunan antrian yang tadinya memanjang. Dan setelah kerumunan itu terbuka, nampaklah para namja tampan melangkah cool menemui Kyungsoo yang masih tak menyadari keberadaan mereka. Kris, Chanyeol, Baekhyun, Chen, Xiumin, Lay, Tao dan anggota inti Black Pearl yang lainnya
"ada apa ini?!"
Suara bass yang terdengar membentak membuat Kyungsoo tersentak kaget. Begitupun Suho dan Luhan yang tadinya ribut sendiri, kini menatap cengo keberadaan Kris dengan raut marahnya. Tapi, itu bukan sebuah alasan agar kekaguman Kyungsoo pudar begitu saja. Malah Kyungsoo terpatung bodoh memandang Kris yang berdiri tegap pas di hadapannya. Wangi parfum Kris bagai oksigen yang siap menghidupkan ilusy impian seorang Do Kyungsoo yang menginginkannya...
"kau pendek! Ikut aku!"
Teriak Kris lalu menggamit lengan Kyungsoo. Mata belo itu hanya bingung dan menurut saja apa yang Kris perintahkan. Dengan sigap, Kris terus menarik Kyungsoo hingga keluar dari kerumunan. Suho dan Luhan bersikap seperti tidak terima. Mereka ingin berlari dan mengejar Kyungsoo, tapi tertahan karna keberadaan anggota Black Pearl lain yang melipat tangan di dada mereka. Sepertinya, mereka bisa membaca raut khawatir yang Suho dan Luhan rasakan
Lalu... Sebenarnya apa yang ingin Kris lakukan pada Kyungsoo saat ini?!
Cinta satu malam kah?! Author mulai yadong -_-
Esok hari..
Kai side
Seperti biasa, Kai menanti kedatangan Kyungsoo di balkon atap salah satu gedung sekolah...
"dimana namja pendek itu?! Apa dia tak mendengar kata-kataku semalam agar ia mengunjungiku pagi ini disini?! Huuuh~ Awas saja kau!"
Sudah 2 jam lebih Kai duduk disana hanya untuk menunggu Kyungsoo. Jadi wajar jika ia menggerutu tak jelas seperti itu. Demi melampiaskan kegeramannya, ia rela menahan sakit karna kaki yang ia hentak-hentakkan di aspal yang ia duduki. Sesekali ia menunduk, lalu mendongak lagi karna harus melihat pintu darurat disana. Berharap Kyungsoo datang sekarang juga
"apa kau ingin mati?!"
Kai tercekat mendengar bentakan itu. Matanya bergerak melihati keadaan sekitarnya, namun atap gedung ini kosong. Ia melangkah menemui tepi atap, dan menengok kebawah yang ternyata terdapat beberapa gerombolan namja
Keningnya berkerut, bahwasannya ia tak pernah melihat murid Genuine menggunakan seragam seperti mereka. Ia pertajamkan lagi penglihatannya untuk melihat badge yang ada di lengan kanan mereka
Daffodil High School !
Tentu Kai merasa bingung, bagaimana bisa murid-murid Daffodil memasuki kawasan yang bisa di bilang, termasuk area Genuine. Padahal, penjagaan disini pun cukup ketat. Kai sudah membuat praduga, mereka pasti suruhan Hyonbin, musuh bebuyutannya. Namun, ia mendapati sedikit keganjalan melihat tangan mereka yang seperti mencengkram kera seseorang. Ia kembali lebih menengokkan lagi kepalanya kebawah, shit!
Terdapat satu murid Genuine yang terkepung di antara mereka. Raut murid satu itu terlihat cuek dan angkuh. Tapi tak bisa di pungkiri juga, jika ia memilih melawan mereka, habislah riwayatnya sekarang. Kai langsung turun dengan terjun kebawah. Tentu mereka tidak bisa mengetahui keberadaan Kai di dekitar mereka. Kai berdiri tepat di samping namja yang mencengkram kera seragam murid tersebut
"kau! Harus bisa menculik murid yang bernama Do Kyungsoo! Jika tidak..."
"huh! Jika tidak apa" Tanyanya datar
"adik perempuanmu... Akan habis di tangan kami Sehun-ah"
Mata Sehun jelas terbelalak mendengar penuturannya. Adik perempuannya, kini tengah menjalani masa-masa transisi untuk sekolah baru. Dia seorang junior yang baru lulus dari sekolah menengah pertama, dan orang tua mereka sengaja memilih sekolah yang berbeda karna appa dan eomma Sehun sudah bercerai sejak 1 bulan yang lalu
"jangan berlagak bodoh Oh Sehun... Kami tahu siapa dirimu, kau tinggal memilih... Do Kyungsoo atau adik perempuanmu yang akan kau selamatkan... Padahal, kau tidak kenal bukan? Tentang senior baru di sekolahmu itu. Dia adalah penghianat! Namja pengecut yang mencoba kabur dari kami"
Kepalan tangan Sehun penuh amarah. Ia menatap tajam ke 5 namja itu dan menepis kasar tangan yang sedari tadi mengganggu lehernya
"aku suka tatapan seperti itu... Jadi lain kali, jika menyambut kedatangan kami jangan lagi menggunakan raut datarmu"
Ucap salah satu namja, lalu beringsut meninggalkan Sehun. Kai yang masih bertahan di posisinya, melihat tidak percaya kepada juniornya itu. Meski ia tidak seberapa kenal dengan Sehun, ia cukup tau bahwa Sehun adalah junior yang terkenal berwajah nerd dan angkuh. Sudah berulang kali, ia mendapat jatuhan hukuman karna seringnya berkelahi dengan senior pengecualian untuk geng Black Pearl
Hingga mereka pun sempat menjatuhkan martabat mereka sebagai sunbae, hanya karna ingin Sehun ikut bergabung dengan mereka. Malang, Sehun menolaknya tanpa melihat wajah mereka satu per satu. Dari sana, Black Pearl sempat membuat perhitungan dengannya. Terlebih Chanyeol, karna gossip yang beredar... Sehun diam-diam menyukai kekasihnya, Byun Baekhyun. Tapi itu tidak terbukti, sebelum akhirnya... Mereka tidak lagi mencium kenakalan Sehun 1 bulan terakhir. Mungkin Sehun terlalu depresi melihat rumah tangga kedua orang tuanya hancur di tengah jalan
Kai merentangkan tangannya, guna menggapai bahu Sehun yang sepertinya memikul beban terlalu berat. Tapi apalah daya, ia hanyalah arwah yang tak bisa menyentuh benda apapun di dunia ini. Sedang Sehun hanya berjalan pasrah... Seperti berpikir secara matang. Jauh di ulu hatinya, dia sangat merindukan adiknya itu. Tapi eomma yang membawanya tidak mengizinkan Sehun ataupun tuan Oh untuk menjenguknya. Eomma Sehun berpikir, jika Sehun sama bejat-nya dengan ayahnya sendiri. Hingga ia memilih untuk menjauhkan diri dan adik Sehun dari mereka
Setelah punggung Sehun menghilang dari pandangannya. Kai tercekat karna mengingat percakapan murid Daffodil tadi. Ia segera berlari menembus rumput-rumput liar yang menjalari tanah kosong itu. Mencari keberadaan Kyungsoo secepatnya, sebelum Sehun memutuskan untuk mengikuti ancaman licik anggota Daemon. Ruang kelas, aula, kantin, perpus... Semua tempat mangkal Kyungsoo seperti biasa tak terlihat perawakan namja kecil itu. Kai bingung harus mencarinya dimana lagi. Jika sedang emosi seperti ini, ilmu penerawangannya seperti lenyap entah kemana
Kyungsoo side
Ia berjalan dengan sedikit berlari. Senyum tak bisa pudar dari bibirnya. Kyungsoo terlalu bahagia mengingat kejadian semalam yang menimpa dirinya...
.
.
Saat tangan kekar Kris menuntunnya hingga ke sebuah tempat yang ia pun juga tak tahu ada dimana. Hanya gelap gulita dan deruan nafas namja gagah itu bagai backsound di antara mereka. Hingga tiba, saat pinggang ramping Kyungsoo merasakan sebuah rabaan tangan yang melingkar penuh di sana... Ketika punggung kecilnya merasa sesuatu yang keras menyentuhnya... Parfum yang ia hafal... Kris... Memeluknya dari belakang... Kyungsoo susah payah menahan kegelian yang tak pernah ia dapat dari siapapun. Tatkala namja bule itu menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Kyungsoo... Menghisap aromanya dengan deruan nafas yang terdengar seksi... Kyungsoo takut, tapi juga menikmati...
"Kyung... Apa benar kau menyukaiku seperti yang mereka bilang?"
Kyungsoo terdiam beberapa saat. Matanya membulat dengan berkaca-kaca. Semua ini hanya tejadi dalam angan bawah sadarnya saja...
"a-a-aku..."
"kau tak perlu takut Kyung... Maaf atas sikap acuhku kemarin-kemarin... Jika benar... Besok pagi temui aku di lapangan basket... Aku tunggu!"
CHU~
Kris menempelkan bibirnya secepat kila pada bibir Kyungsoo. Dengan sekali memutar tubuh mungilnya, apa yang tidak bisa di lakukan Kris untuk namja kecil itu? Bahkan menelanjanginya sekarangpun, ia becus. Tapi... Kita tunggu tanggal mainnya saja! #plak XD
Beberapa detik, hingga beberapa menit Kris maupun Kyungsoo tak melepas tautan bibir mereka. Hanya menempel, tanpa ada hisap menghisap diantaranya. Namun mata keduanya tetap memandang satu sama lain. Kyungsoo sendiri sungguh tak rela terlepas dari keadaan ini
"aku tunggu!"
Bisik Kris memutuskan ciuman mereka. Ia berjalan mendahului Kyungsoo yang masih berdiri kaku. Dia terlalu shock atas perubahan sikap Kris yang bisa di bilang dadakan. Tapi, mendadak ataupun tidak. Kyungsoo tidak perduli. Ia terlalu senang, dan mengutuk dirinya sendiri jika pagi esok ia tidak datang menjumpai Kris di lapangan
.
.
Mengenang kejadian semalam di sepanjang perjalanannya, tak terasa Kyungsoo sudah sampai di tempat tujuan. Banyak murid-murid yang berada disini dengan kegiatan masing-masing. Kepalanya menengok ke segala arah, mencari keberadaan Kris atau tidak melihat segerombolan anggota Black Pearl pun, sudah menjadi bala bantuan untuknya. Disana ada mereka, disana pula ada Kris
"kau sudah datang rupanya"
Sapa Kris dari samping kanan Kyungsoo. Di ikuti oleh lirikan-lirikan mata anggota Black Pearl yang tengah duduk di tribun tak jauh dari tempat mereka bertemu
"nde Kris... Apa aku telat?"
"tidak... Kau malah tepat waktu Kyungsoo-ah. Lihat saja sekitarmu"
Kyungsoo langsung menoleh, dari sudut lapangan satu ke sudut yang lainnya. Tidak ada yang spesial, hanya terdapat banyak murid berlalu lalang yang sibuk dengan urusan mereka masing-masing
BYUR
Kyungsoo gelagapan mengusap wajahnya yang terasa dingin karna tumpahan es yang sengaja di jatuhkan Kris tepat di atasnya. Hidungnya langsung memerah, karna beberapa air masuk hingga ke lubang hidungnya karna usapan tangannya sendiri. Sakit! Tak hanya hidungnya yang terasa sakit, hati Kyungsoo juga merasa sakit teramat sangat!
"Kris..."
Lirih Kyungsoo memelas menatap wajah Kris cengengesan melihat wujud basah kuyupnya sekarang. Begitu juga dengan member Black Pearl disana, namun sepertinya... Tidak semua anggota Black Pearl senang dengan pertunjukan yang Kris buat. Terlihat Lay berdiri, seperti tidak senang melihat Kris bertingkah kekanakan seperti itu
"itu karna kau berani-beraninya menyukaiku. KAU PIKIR KAU SIAPA HUH ?!"
BYUR
Tumpahan es kedua yang ternyata sudah di siapkan Tao di samping Kris berdiri. Kyungsoo menunduk menyembunyikan wajah malunya, karna semua murid mengerumuni ia dan Kris. Seolah-olah ini adalah pertunjukan sirkus
"itu... Untuk kau yang sudah mengambil perhatian Luhan dariku!" Ucap Kris tajam
BYUR
Tumpahan ketiga yang ternyata adalah kopi. Bluuur~ Seragam putih Kyungsoo dalam sekejap berganti warna. Sontak mengundang tawa cercaan yang satu per satu keluar dari mulut murid-murid yang berada disana. Begitu pula Kris yang tawanya malah terdengar terbahak-bahak. Sedang di balik wajah Kyungsoo yang tertunduk, ia melepas air mata yang sudah banyak mengepung di pelupuknya. Samar terdengar ia terisak... Dan membuat raut Tao yang mendengarnya berubah jadi miris. Ia menyikut perut Kris, dan Kris berhenti untuk tertawa. Semuanya berhenti... Namun keadaan tak seberapa sepi, karna suara isakan tangis Kyungsoo yang lambat laun terdengar jelas. Hingga memancing beberapa member Black Pearl untuk berdiri dari posisi duduk di tribun. Ikut melihat namja kecil itu yang menunduk dengan suara-suara tangisan... Punggung kecilnya yang rapuh hanya mampu bergetar...
"Kyung..."
"hiks...hiks...hiks..."
Kyungsoo mengangkat kepala. Wajah putihnya menjadi belepotan karna ampas kopi mengotorinya. Di tambah air mata yang semakin deras mengalir, membuat wajahnya memancing tawa-tawa kecil untuk beberapa murid... Tapi tidak dengan Kris... Tiba-tiba rasa bersalah yang besar menghatui hatinya... Namun ia tetap tak membuat pergerakan apapun. Sebelum akhirnya Kyungsoo berbalik dan menubruk seseorang di belakangnya
BUG
Dengan sekali tarik, tubuh Kyungsoo terbawa ke dalam dekap seseorang itu...
"gwenchana"
Ucapnya berusaha menenangkan hati Kyungsoo yang kalut. Perbuatannya di tengah keramaian, tentu mengundang tatapan tak percaya dari semua murid... Dan mata elangnya seperti memburu Kris dengan kejam. Sampai beberapa saat Kris dan namja itu hanya saling beradu pandangan yang mematikan...
TBC
Hebring sendiri weeeehh! Hebring hebring! Pokoknya author hebring sendiri nulis ni FF XD
